• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE DIVERSITY OF SOIL SURFACE INSECTS IN ORGANIC FARMING SYSTEM AT BANJAR TITIGALAR, BANGLI, BATURITI, TABANAN-BALI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "THE DIVERSITY OF SOIL SURFACE INSECTS IN ORGANIC FARMING SYSTEM AT BANJAR TITIGALAR, BANGLI, BATURITI, TABANAN-BALI."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Vol 18, No 1 (2014)

Jurnal Biologi

tik et k eretato k o b agu sb erita b o la terk in ian to n n bAn ek a Kreasi Resep Masak an In d on esiaresep masak anmen gh ilan g k an jerawatv ill a d i p u n cakrecep tenb erita h ariang ame o n lin eh p d iju alwin do ws g ad g etju al co n so lev o u ch er on lin eg o sip terb arub erita terb aruwin do ws g ad g etto ko g amecerita h o ro r

Table of Contents

Articles

PERILAKU HARIAN BURUNG JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) PERIODE

BREEDING PADA RELUNG YANG BERBEDA DI BALI BIRD PARK, GIANYAR,

BALI

PDF

I Komang Andika Putra, Ni Luh Watiniasih, I Nengah Nuyana

PENELITIAN PENDAHULUAN VARIASI GENETIK MASYARAKAT SOROH

PANDE BERDASARKAN PENANDA DNA MIKROSATELIT KROMOSOM Y:

MASYARAKAT SOROH PANDE DESA ABIANSEMAL, BADUNG

PDF

Ni Putu Putri Wulandari, I Ketut Junitha, Ni Nyoman Wirasiti

IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI STREPTOCOCCUS YANG BERASOSIASI

DENGAN IKAN KERAPU YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR-PASAR IKAN DI

BALI

PDF

I.B. Oka Suyasa, I.G.N.K. Mahardika, Yan Ramona

AKTIVITAS HARIAN KERA EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI TAMAN

WISATA ALAM SANGEH, KABUPATEN BADUNG, BALI

PDF

Komang Gede Wahyu Saputra, Ni Luh Watiniasih, I Ketut Ginantra

PHENOLOGY, POLLINATION AND SEED PRODUCTION OF Millettia pinnata IN

KUNUNURRA, NORTHERN WESTERN AUSTRALIA

PDF

Ni Luh Arpiwi, Guijun Yan, Elizabeth L Barbour, Julie A Plummer

PENGARUH STEROID ANABOLIK METHANDIENONE TERHADAP KUANTITAS

SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

PDF

Nurul Marfu'ah, I Wayan Kasa, Sagung Chandra Yowani

DIVERSITAS SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA PERTANIAN

HORTIKULTURA ORGANIK DI BANJAR TITIGALAR, DESA BANGLI,

KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN-BALI

PDF

(3)

DIVERSITAS SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA PERTANIAN HORTIKULTURA ORGANIK

DI BANJAR TITIGALAR, DESA BANGLI, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN-BALI

THE DIVERSITY Of SOIL SURfACE INSECTS IN ORGANIC fARMING SYSTEM

AT BANJAR TITIGALAR, BANGLI, BATURITI, TABANAN-BALI

samsuL ma’arIf1, nI made suartInI1, I Ketut gInantra1 1Jurusan Biologi FMIPA Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Bali

Email :[email protected]

IN TIS ARI

Pen elitian in i bertujuan un tuk m en getahui diversitas seran gga perm ukaan tan ah pada pertan ian hortikultura organ ik di Ban jar Titigalar, Desa Ban gli, Kecam atan Baturiti, Kabupaten Taban an -Bali. Pen elitian dilaksan akan dari bulan Oktober-Desem ber 20 13. Sam pel diam bil m en ggun akan Pitfall Trap. An alisa data dilakukan den gan metode deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan serangga yang ditemukan dan kemudian diidentiikasi sampai ke tin gkat Gen us. H asil pen elitian m en un jukkan , terdapat 3.0 66 in dividu seran gga yan g term asuk ke dalam 20 gen us, 17 fam ili dan 7 ordo. Keseluruhan Ordo seran gga yan g ditem ukan adalah H ym en optera, Orthoptera, Collem bola, Coleoptera, H em iptera, H om optera, dan Diptera. Diversitas seran gga tertin ggi ditem ukan pada bulan Oktober den gan n ilai In deks Diversitas (H ’)=1,58 21 pada m alam hari, dan H ’=1,3978 pada sian g hari, diban din gkan yan g palin g ren dah terjadi pada bulan Desem ber den gan in dseks diversitas H ’= 0 ,58 29 pada m alam hari dan H ’= 0 ,9223 pada sian g hari.

Kata kunci: diversitas, serangga perm ukaan tanah, sistem pertanian organik

AB TRACT

The research was aim ed to in vestigate the diversity of soil surface in sects in organ ic farm in g system at Ban jar Titigalar, Ban gli village, District of Taban an ,Bali. The study has been con ducted from October un til Decem ber 2013, and the insects were collected using itfall traps. Data was descriptivelly analized, then identiied up to Gen us. The n um ber of in sects collected was 3.0 66 in dividual, which belon g to 20 gen us, 17 fam ily an d 7 order. All in sects collected belon g to the order of H ym en optera, Orthoptera, Collem bola, Coleoptera, H em iptera, H om optera, an d Diptera. The diversity of soil surface in sect was highest on October with the Diversity In dex (H ’) of 1,58 21 at n ight tim e an d of 1,3978 durin g the day, whilst lowest on Decem ber with the diversity in dex (H ’) of 0 ,58 29 at n ight tim e an d 0 ,9223 durin g the day.

Key w ords : diversity , soil surface insect, Organic farm ing sy stem .

P EN D AH U LU AN

Seran gga adalah hewan yan g sudah ada sejak zam an dah ulu dan m en dom in asi bum i (Borror et al., 1997). Jumlah spesies yang telah teridentiikasi mencapai satu juta spesies dan diperkirakan m asih ada sekitar 10 juta spesies yang belum diidentiikasi (Ruslan, 2009).

Serangga dapat ditemukan di berbagai tempat termasuk di perm ukaan tanah. Serangga perm ukaan tanah m eru-pakan serangga pemakan tumbuhan hidup dan tumbuhan m ati yan g berada di atas perm ukaan tan ah. Seran gga tanah berperan dalam proses perom bakkan atau dekom -posisi m aterial organik tanah sehingga m em bantu dalam menentukan siklus material tanah sehingga proses perom-bakan di dalam tanah akan berjalan lebih cepat dengan adanya bantuan serangga perm ukaan tanah. Salah satu serangga tanah yang berperan dalam proses dekom posisi tanah adalah ordo Collem bola (Borror et al., 1997).

Kehidupan seran gga tan ah dipen garuhi oleh faktor-faktor lin gkun gan an tara lain faktor-faktor m ikro dan faktor-faktor

m akr o lin gku n gan p er m u kaan t an ah . Fakt or m ikr o yan g m em pen garuhi kehidupan seran gga tan ah adalah ket ebalan ser asah , kan d u n gan bah an or gan ik, p H , kesuburan, jenis tanah, kepadatan tanah, dan kelembaban tan ah, sedan gkan faktor m akro adalah geologi, iklim , ketin ggian tem pat, jen is tum buh an , dan pen ggun aan lah an (Pu r wowid od o, 20 0 3). Saat in i t er d ap at d u a car a p en golah an lah an p er t an ian at au p er kebu n an yaitu secara an organ ik atau kon ven sion al dan organ ik. Sistem pertan ian kon ven sion al m en ggun akan pestisida dan pupuk kim ia seh in gga r esidun ya dapat m erusak habitat pertan ian tersebut karen a residu dari pestisida dan pupuk kim ia tidak dapat terdegradasi oleh tan ah. Sistem pertan ian organ ik m en ggun akan bahan organ ik dan m engutam akan keseim bangan alam i antara m akhluk hidup dan lingkungaanya. Pada sistem pertanian organik diharapkan dapat m en jaga habitat m ahluk hidup pada pertan ian tersebut term asuk seran gga tan ah, m en gin gat peran seran gga tan ah yan g cukup pen tin g dalam siklus m aterial tan ah (H erlin da et al., 20 0 8 ).

(4)

Diversitas Serangga Permukaan Tanah pada Pertanian Hortikultura Organik di Banjar Titigalar, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, ... [Samsul Ma’arif, dkk.]

Di Bali sudah banyak dikem bangkan sistem pertanian or gan ik yan g selu r u h p en golah an n ya m en ggu n akan bahan -bahan organ ik, salah satun ya adalah di Ban jar Tit igalar . Ban jar Tit igalar t er let ak d i Desa Ban gli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan-Bali. Suhu udara di daerah tersebut yang dingin berkisar antara 17-25˚C, sangat cocok untuk ditanami sayur-sayuran. J enis sayuran yan g ditan am an tara lain : wortel, cabai, tom at, kubis, dan tanam an hortikultura lainnya (BMKG Bali, 20 13).

Pen elitian ten tan g seran gga perm ukaan tan ah telah ban yak dilakukan di daerah sedan g seperti di Eropa, Am erika, dan Australia (Suin , 20 0 3). Pen elitian ten tan g seran gga perm ukaan tan ah juga telah dilakukan pada beber apa daer ah di In don esia, m isaln ya Rah m awaty Galerucin ae dan Subfam ili Grillin ae. Nam un , pen elitian ten tan g ser an gga per m u kaan tan ah kh u su sn ya pad a pertan ian h ortikultura organ ik di Bali belum pern ah dilakukan . Berdasarkan h al tersebut m aka pen elitian in i d ilaku kan u n tu k m en getah u i d iver sitas ser an gga perm ukaan tan ah pada pertan ian hortikultura organ ik yang berada di Banjar Titigalar, Desa Bangli, Kecam atan Baturiti, Kabupaten Taban an -Bali.

MATERI D AN METOD E

Sam pel serangga diam bil dengan perangkap sum uran (pitfall trap) yaitu berupa gelas plastik dengan diam eter atas 9 cm , diam eter bawah 6 cm dan tinggi 11 cm . Gelas plastik ditanam dalam tanah sehingga permukaan atasnya rata dengan permukaan tanah. Untuk mencegah masuknya air hujan dan kotoran, perangkap diberi atap dari steroform dengan ukuran 20 x20 cm dengan jarak setinggi 15 cm dari perm ukaan tanah. Perangkap diisi dengan alkohol 70 % sebagai pen arik dan pen gawet seran gga, Alkohol di isi ¼ dari tin ggi gelas.di tiga un it lahan pertan ian hortikultura organ ik di Ban jar Titigalar, Desa Ban gli, Kecam atan Baturiti, Kabupaten Taban an -Bali. Sam pel diambil pada minggu ketiga bulan Oktober, minggu kedua bulan Novem ber dan m inggu pertam a bulan Desem ber. Pitfa ll tr a p d i m asin g-m asin g u n it lah an per tan ian dipasang dua kali yaitu pertam a pada sore hari pukul 18.0 0 WITA kem udian diam bil pukul 0 6.0 0 WITA dan kedua pukul 0 6.0 0 WITA kem udian diam bil pukul 18.0 0 WITA. Sam pel serangga yang m asuk dalam perangkap kem udian dikoleksi dan dikelom pokkan sesuai dengan pem asangan perangkap sehingga serangga yang dikoleksi dari peran gkap pertam a term asuk kelom pok seran gga yang aktivitasnya m alam hari dan yang dipasang kedua term asuk serangga yang aktivitasnya siang hari. Sam pel serangga yang diperoleh diidentiikasi di Laboratorium Taksonom i Hewan J urusan Biologi Universitas Udayana. Identiikasi serangga berdasarkan buku acuan The Insects of Australia Volum e I&II (CSIRO, 1991) dan Pengenalan Pelajaran Serangga edisi ke-enam (Borror et al., 1997). Kandungan bahan organik dihitung dengan rum us:

Kan dun gan Bahan Organ ik (KBO) =

H’ = Indeks Diversitas Shannon-Wienner s = jumlah spesies

p

i = proporsi spesies i dari total Individu

Kriteria:

H>3 : Indeks diversitas inggi

1<H<3 : Indeks diversitas sedang H<1 : Indeks diversias rendah

H AS IL

Ser an gga per m u kaan tan ah yan g d item u kan pad a penelitian ini sebanyak 3.0 66 individu yang term asuk ke dalam 20 gen us, 17 fam ili dan 7 ordo. Keseluruhan ordo yan g ditem ukan adalah ordo Collem bola, H ym en optera, Coleopter a, Or th op ter a, H om op ter a, H em ip ter a d an Diptera (Tabel 1).

Tabel 1. Serangga permukaan tanah yang ditemukan pada peneliian.

Ordo dan Famili Genus I

Entomobryidae Acanthurella 23 56 36 23 140 127 199 206 Entomobrya 1 0 0 0 0 0 1 0 Neanuridae Pseudanurida 13 0 0 0 0 0 1391 785 Isotomidae Isotomurus 2 17 0 0 0 0 13 0 Paronellidae Pseudoparonella 0 0 182 428 1209 357 2 17

Hymenoptera

Formicidae Opisthopsis 28 33 7 0 7 5 42 38 Pheidole 77 36 46 43 58 30 181 109 Pteromalidae Spalangia 0 0 5 0 5 4 10 8

Coleoptera

Staphylinidae Thyreocephalus 2 0 0 0 0 0 1 4 Scarabaeidae Onthophagus 2 0 0 0 0 0 1 1 Bothrideridae Ascetoderes 1 0 0 0 0 1 2 0 Ripiphoridae Trigonodera 1 0 0 0 0 0 2 0

Niidulidae Idaethina 1 0 0 0 0 0 1 0 Carabidae Sphallomorpha 1 0 0 0 0 0 1 0 Pheropsophus 0 0 0 1 1 3 1 0

Orthoptera

Gryllidae Allonemobius 5 4 20 4 6 3 31 11 Acrididae Chorcoites 0 0 0 0 1 0 1 0

Homoptera

Cicadellidae Stenocois 0 0 3 0 0 0 2 1

Hemiptera

Delphacidae Perkinsiella 0 0 1 1 1 0 3 0

Diptera

Tipulidae Leptotarsus 0 0 1 0 0 0 1 0 Total 157 146 301 504 1428 530 18861180

Keterangan:

I= Oktober, II= Nopember, III= Desember, M=Malam, S=Siang, ∑=Total

(5)

JURNAL BIOLOGI VOLUME 18 NO.1 JUNI 2014

waktu pen gam bilan tercan tum pada Gam bar 1 dan data faktor lin gkun gan yan g diam ati dan diukur pada setiap un it lahan pertan ian tercan tum pada Tabel 2.

Gambar 1. Indeks Diversitas Serangga permukaan tanah Oktober Sampai Desember

Tabel 2. Data faktor lingkungan pada tempat peneliian

Unit

Pengambilan Faktor lingkungan Oktober November Desember Unit 1 Jenis tanaman Cabai dan

wortel Wortel Wortel

Serasah 0 cm 0 cm 0 cm Suhu tanah 30˚C 22˚C 23,9˚C Kelembaban tanah 70% 61% 60%

PH tanah 6,2 6,2 6,5

Suhu udara 28,2˚C 21,8˚C 24˚C Kelembaban udara 49% 89% 83% Cuaca Cerah Hujan Hujan KBO 32,19% 34,40% 30,74% Unit 2 Jenis tanaman Kubis Beet Kubis

Serasah 0 cm 0 cm 0 cm

Suhu tanah 30˚C 22˚C 23,5˚C Kelembaban tanah 57% 66% 60%

PH tanah 6,3 5,0 6,5

Suhu udara 30˚C 21,5˚C 23,5˚C Kelembaban udara 36% 92% 82% Cuaca Cerah Hujan Hujan KBO 21,33% 21,02% 19,90% Unit 3 Jenis tanaman Lobak Lobak Kubis

Serasah 0 cm 0 cm 0 cm

Suhu tanah 30˚C 22˚C 24˚C Kelembaban tanah 57% 61% 60%

PH tanah 6,2 6,5 6,5

Suhu udara 28,2˚C 20,9˚C 23,9˚C Kelembaban udara 49% 94% 84% Cuaca Cerah Hujan Hujan KBO 26,49% 27,67% 27,96%

KBO: kandungan bahan organik

PEMB AH AS AN

Tabel 1 m enunjukkan bahwa serangga yang ditem ukan pad a pen elitian in i m em pu n yai per an yan g ber bed a dim an a peran an seran gga sebagai dekom poser adalah yan g palin g ban yak ditem ukan yaitu seban yak 12 gen us (Acan thurella, En tom obrya, Pseudan urida, Isotom urus, P s e u d o p a r o n e lla , Th yr e o ce p h a lu s , On t h o p a gu s , Ascetoderes, Trigon odera, Idaeth in a, Sph allom orph a, dan Pheropsophus) diban din gkan den gan peran sebagai pr ed ator yaitu satu gen u s (Allon em obiu s). Ser an gga

tan ah um um n ya berperan sebagai dekom poser. Borror et al. (1997) m enyatakan bahwa sebagian besar serangga p er m u ka a n t a n a h b er p er a n seb a ga i d ekom p oser . Ra h m a wa t y (2 0 0 4 ) m ela p or ka n b a h wa ser a n gga perm ukaan tan ah yan g serin g ditem ukan pada lah an pertan ian , term asuk fam ili Isotom idae, En tom obryidae, Gr illot alp id ae, For ficu lid ae, Cu cu jid ae, Ph alacr id ae, Lum bricidae, Ten ebrion idae, Subfam ili Scarabaeidae, Subfam ili Galerucin ae dan Subfam ili Grillin ae.

Or d o d en gan ju m lah gen u s p alin g ban yak ad alah or d o Coleop t er a ya it u seb a n ya k t u ju h gen u s d a n seluruhn ya berperan sebagai dekom poser. Ban yakn ya jum lah gen us yan g ditem ukan diduga karen a aktivitas dari gen us-gen us tersebut ban yak dilakukan di dalam a t a u d i a t a s p er m u ka a n t a n a h b er ka it a n d en ga n peran n ya sebagai dekom poser. H al tersebut didukun g pernyataan Shahabuddin et al. (20 0 5) yang m enyatakan bahwa ordo Coleoptera keban yakan berperan sebagai dekom poser, salah satun ya adalah fam ili Scarabeidae yan g diken al sebagai kum ban g tin ja. Gen us dari fam ili Scar abaeidae yan g ditem ukan pada lokasi pen elitian adalah On thopagus. Men gacu pada Kevan (1955) m aka ordo Coleoptera yan g ditem ukan term asuk ke dalam kelom pok tran sien yaitu seran gga yan g seluruh daur hidupn ya berlan gsun g di atas tan ah.

Or do den gan jum lah gen us palin g sedikit adalah ordo H om optera, H em iptera, dan Diptera yaitu m asin g-m asin g satu gen us, karen a aktivitas h idup dari ordo tersebut tidak selalu berada di atas perm ukaan tan ah. Ordo-ordo tersebut bersifat parasit pada seran gga lain . Men urut Kevan (1955) berdasarkan kehadiran n ya, ordo tersebut term asuk ke dalam kelom pok tem poral yaitu golon gan seran gga yan g m em asuki tan ah den gan tujuan ber telu r , setelah m en etas d an ber kem ban g m en jad i dewasa, seran gga akan keluar dari tan ah.

(6)

Diversitas Serangga Permukaan Tanah pada Pertanian Hortikultura Organik di Banjar Titigalar, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, ... [Samsul Ma’arif, dkk.]

in i d item u kan den gan ju m lah in d ividu yan g sed ikit. H al tersebut diduga karen a dipen garuhi oleh ketebalan ser asah d an car a h id u p d ar i or d o Coleop t er a yan g bersifat soliter (Shahabuddin et al., 20 0 5). Serasah tidak ditem ukan / ketebalan 0 cm (Tabel 2) di atas perm ukaan tan ah m asin g-m asin g un it pen elitian . Ser asah selalu d iber sih kan oleh petan i den gan tu ju an agar r u m pu t liar tid ak tu m bu h yan g d ikh awatir kan m en ggan ggu p er t u m bu h an t an am an u t am a, t et ap i ser asah yan g dibersihkan tidak dibuan g m elain kan dicam pur den gan tan ah sehin gga kan dun gan bahan organ ik tan ah m asih tetap ada. Serasah menentukan kandungan bahan organik tan ah karen a aktivitas dekom posisi yan g dilakukan oleh seran gga tan ah. Suin (1997) m en gatakan bahwa bahan or gan ik tan ah san gat m en en tu kan kep ad atan fau n a tanah. Begitu juga menurut Sugiyarto, dkk. (20 0 7), bahan organik yang sulit terdekom posisi akan berfungsi sebagai lapisan pen utup tan ah sehin gga dapat dijadikan sum ber en ergi yan g baik bagi kom un itas seran gga perm ukaan tan ah . Lep totar su s (Dip ter a) ju ga d item u kan d alam jum lah sedikit, diduga karen a gen us tersebut habitatn ya bukan di perm ukaan tan ah, selain itu faktor cuaca dan vegetasi juga dapat m em pen garuhi keberadaan gen us tersebut.

H asil pen elitian ju ga m en u n ju kkan bah wa jum lah in dividu seran gga secara keseluruhan pada m alam hari lebih ban yak 1,6% diban din gkan pada sian g hari (Tabel 1). H al in i dikaren akan sebagian besar dari seran gga yan g tertan gkap m erupakan seran gga n okturn al, yaitu ser an gga yan g akt ivit asn ya ban yak d ilaku kan p ad a m alam hari sehin gga kem un gkin an un tuk terperan gkap p ad a p er an gkap jebak (Pit fa ll Tr a p ) m en jad i lebih besar. Suhu udara juga berpen garuh terhadap aktivitas seran gga, pada pen elitian in i suhu udara di m alam hari lebih ren dah diban din gkan den gan sian g hari (Tabel 2). Pada um um n ya seran gga akan lebih ban yak beraktivitas p ad a su h u yan g t id ak ter lalu tin ggi. J u m ar (20 0 0 ) m en yatakan seran gga m em iliki kisaran suhu terten tu dimana mereka dapat hidup, di luar kisaran suhu tersebut serangga akan m ati kedinginan atau kepanasan. Menurut Su giyar to, dkk. (20 0 7) ban yakn ya m acam / kelom pok hewan perm ukaan tan ah yan g aktif pada m alam hari (n okturn al) berkaitan erat den gan karakteristik hewan tan ah yaitu tidak m en yukai in ten sitas cahaya m atahari yan g tin ggi. Selain itu pada sian g hari ban yak hewan -hewan predator, m isaln ya burun g yan g aktif m en cari m an gsa berupa berbagai jen is hewan tan ah.

Seran gga yan g ditem ukan pada bulan Oktober adalah 13 genus dengan jum lah keseluruhan serangga sebanyak 30 3 in dividu. Gen us den gan jum lah in dividu terban yak yaitu gen us Pheidole (kelom pok sem ut) yan g term asuk or do H ym en opter a, den gan per sen tase 49,0 4% pada malam hari dan 24,66% pada siang hari. Hal ini didukung oleh kon d isi t em p at p en elitian yan g tid ak ter d ap at serasah (ketebalan 0 cm ) sehin gga m ereka lebih m udah m em buat saran gn ya di dalam tan ah. Kelom pok sem ut um um nya m em buat sarang di tan ah yan g tidak terdapat serasah . H al tersebut sesuai den gan pern yataan Suin (198 8 ) yaitu ordo H ym enoptera banyak ditem ukan pada daerah yang tanahnya gem bur dan tidak terdapat serasah

yan g tebal. Sedan gkan gen us den gan jum lah in dividu palin g sed ikit salah satu n ya ad alah gen u s Id aeth in a d en gan p er sen t ase 0 .64% d i m alam h ar i d an tid ak ada di sian g hari (Tabel 1). Kem un gkin an faktor yan g m en yebabkan gen us tersebut lebih sedikit tertan gkap kar en a fakt or h abit at . Gen u s t er sebu t t er m asu k ke dalam fam ili Nitidulidae dim an a m en urut Borror et al. (1997), habitat fam ili tersebut adalah pada buah yan g m em busuk, di bawah serasah, dan di balik kulit kayu yan g lon ggar. H al tersebut m en dukun g ditem ukan n ya gen us-gen us tersebut dalam jum lah sedikit yan g diduga kar en a m er eka ber ad a lebih ban yak p ad a t an am an p er t a n ia n ya n g m em b u su k seh in gga kem u n gkin a n un tuk terperan gkap ke dalam trap lebih kecil. Selain itu, tidak terdapatn ya serasah pada lokasi pen elitian in i juga m en yebabkan gen us tersebut sedikit ditem ukan .

Ser an gga yan g d it em u kan p ad a bu lan Novem ber adalah 10 gen us den gan jum lah in dividu keseluruhan seban yak 8 0 5 in dividu. Gen us den gan jum lah in dividu terban yak yaitu gen us Pseudan urida den gan persen tase 60 ,47% di m alam hari dan 8 4,92% di sian g hari. Gen us Pseudan urida ban yak ditem ukan diduga karen a pada saat pen gam bilan sam pel sedan g m usim hujan sehin gga kan dun gan air di dalam tan ah m en jadi m en in gkat yaitu lebih tin ggi dari yan g um um n ya diperlukan oleh gen us tersebut. Genus Pseudanurida sebagian besar aktivitasnya berada di dalam tan ah. Men in gkatn ya kan dun gan air di hari (Tabel 1). Gen us tersebut ditem ukan dalam jum lah yang sedikit karena habitatnya bukan di atas perm ukaan tanah. Ditem ukannya ordo Diptera di tanah berhubungan den gan kebiasaan dan perilaku m akan seran gga yan g seb a gia n m er u p a ka n p em a ka n b er b a ga i t u m b u h a n m aupun zat or gan ik yan g m em busu k selain itu juga m em akan cairan -cairan hewan . Men urut Borror et al. (1997) ordo Diptera akan turun ke tan ah un tuk m en cari makan dan bertelur. Telur tersebut akan berubah menjadi larva dan larva tersebut dapat hidup dalam buah, batang, tan gkai daun , atau sebagai parasit pada bin atan g lain . Larva Diptera biasan ya m en jadi pupa di dalam tan ah.

(7)

JURNAL BIOLOGI VOLUME 18 NO.1 JUNI 2014

set elah m en et as d an ber kem ban g m en jad i d ewasa, seran gga akan keluar dari tan ah.

In deks diversitas seran gga perm ukaan tan ah den gan nilai paling tinggi yaitu pada bulan Oktober dengan nilai in deks diversitas (H ’) sebesar 1,528 1 di m alam hari dan 1,3978 di siang hari. Indeks keanekaragamannya termasuk kr iter ia sed an g kar en a 1< H ’< 3 (Gam bar 1), d im an a pada pen gam bilan bulan Oktober cuacan ya cerah, suhu udara dan suhu tan ah lebih tin ggi diban din gkan bulan lain n ya (Tabel 2). pada bulan Novem ber n ilai in deks diversitas (H ’) sebesar 1,2648 di m alam hari term asuk kriteria sedan g karen a 1<H ’<3 (Gam bar 1), dan 0 ,5911 di sian g hari yan g term asuk kriteria ren dah karen a H ’<1 (Gam bar 1). H al in i disebabkan adan ya gen us seran gga yan g m en dom in asi yaitu gen us Pseudan urida (8 4,92%), Sesuai den gan pern yataan Odum (1993) yaitu sem akin besar n ilai H ’ m aka sem akin ban yak jen is yan g akan didapatkan dan kean ekaragam an akan m erata den gan jum lah in dividu jen isn ya r elatif ser agam . Sedan gkan pada bulan Desem ber nilai indeks diversitas (H’) sebesar 0 ,58 29 di m alam hari dan 0 ,9223 di sian g hari. In deks kean ekaragam an n ya term asuk kriteria ren dah karen a H ’< 1 (Gam bar 1). H al in i d isebabkan ad an ya gen u s seran gga yan g m en dom in asi yaitu gen us Pseudan urida, tetapi nilai H’ siang hari lebih besar dibandingkan m alam hari, dikaren akan pada sian g hari terdapat dua gen us yan g m en dom in asi yaitu gen us Pseudan urida (67,36%) dan Acan thurella (23,96%). Sesuai den gan pern yataan Odum (1993) yaitu sem akin besar nilai H’ m aka sem akin banyak jenis yang akan didapatkan dan keanekaragam an akan m erata den gan jum lah in dividu jen isn ya relatif seragam .

S IMP U LAN

Ser an gga per m u kaan tan ah yan g d item u kan pad a pertan ian hortikultura organ ik seban yak 3.0 66 in dividu yan g term asuk ke dalam 20 gen us, 17 fam ili dan 7 ordo. Keseluruhan ordo yang ditem ukan adalah Hym enoptera, Or t h o p t e r a , Co lle m b o la , Co le o p t e r a , H e m ip t e r a , H om optera, dan Diptera. J um lah keseluruhan in dividu serangga yang ditem ukan pada m alam hari lebih banyak 1,6% diban din gkan pada sian g hari. Diversitas seran gga t er t in ggi p ad a bu la n Okt ob er d en gan n ila i In d eks Diversitas (H ’) =1.58 21 pada m alam hari dan H ’=1.3978 pada sian g h ar i sedan gkan yan g palin g ren dah pada bulan Desem ber den gan n ilai H ’= 0 ,58 29 pada m alam hari dan H ’= 0 ,9223 pada sian g hari.

KEPU S TAKAAN

Borror, D.J ., C.A.Triplehorn, and N.F.J ohnson. 1997. Pengenalan

Pelajaran Serangga. Edisi keenam . Gajah Mada University

Press. Yogyakarta.

BMKG Bali. 20 13. Banjar Titigalar Desa Bangsi Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan-Bali.

Commonwealth Scientiic and Industrial Research Organisation

(Division of Entom ology). 1991. The Insects Of Australia Volum e I & II, Cornell University Press. Ithaca, New York. Falahuddin, I., N.M. Suin dan S. Salm ah. 20 0 7. Kom posisi

He-w an Perm ukaan Tanah Pada Lahan Gam but di Sum atera Selatan. IAIN Raden Fatah dan PPs Universitas Andalas.

Palem bang dan padang.

Fatm awati, P . 20 10 . Keanekaragam an Takson Serangga dalam Tan ah pada Areal H utan Bekas Tam ban g Batubara PT. Mahakan Sum ber J aya Desa Separi Kutai Kertanegara-Ka-limantan Timur. J urusan Biologi FMIPA Unmul. Samarinda.

J. Bioprospek. Vol. 7 (1): 80 -89.

Herlinda, S. Waluyo, S.P. Estuningsih, dan C. Irsan. 20 0 8. Perband-ingan Keanekaragaman Spesies dan Kelimpahan Arthropoda Predator Penghuni di Sawah Lebak yang Diaplikasi dan Tan-pa Aplikasi Insektisida. J. Entom ologi Indonesia. 2:96-10 7. J um ar. 20 0 0 . Entom ologi Pertanian. PT. Rineka Cipta, J akarta. Kevan, D.KM. 1955. Soil zoology . Academ ic Press. New York. Odum , E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga. Gajah m ada

University Press. J ogjakarta. H. 12.

Purwowidodo. 20 0 3. Pan duan Praktikum Ilm u Tan ah H utan : Mengenal Tanah. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor

Rahm awaty. 20 0 4. Studi Keanekaragam an Mesofauna Tanah Di Kawasan Hutan Wisata Alam Sibolangit. e-USU Repository

© 20 0 4 Universitas Sum atera Utara.:1-17.

Ruslan , H . 20 0 9. Kom posisi Dan Kean ekaragam an Seran gga Per m u kaan Tan ah p ad a H abitat H u tan H om ogen Dan H eterogen di Pusat Pen didikan kon servasi Alam (PPKA) Bodogol, Sukabumi, J awa Barat. Fakultas Biologi Universitas Nasional, J akarta.

Shahabuddin, P. Hidayat, W.A. Noerdjito, and S. Manuwoto. 20 0 5. Research on Insect Biodiversity in Indonesia: Dung Beetles (Coleoptera:Scarabaeidae) And Its Role in Ecosystem . ISSN: 1412-0 33X Volum e 6, Nom or 2 April 20 0 5 HLM: 141-146 Sugiyarto, M. Efendi, E. Mahajoeno, Y. Sugito, E. Handayanto dan

L. Agustina. 20 0 7. Preferensi Berbagai jenis Makrofauna Ta-nah Terhadap Sisa bahan Organik Tanam an Pada Intensitas Cahaya Berbeda. Biodiversitas. Vol. 7 (4): 96-10 0 .

Suhardjono, Y. R. 1997. Perbedaan Lim a Macam Larutan yang Digu n akan d alam Per an gkap Su m u r an p ad a Pen gu m -pu lan Ser an gga Per m u kaan Tan ah . Pr osid in g Sem in ar

Biologi X V. Perhim pun an Biologi In don esia. Un iversitas

Lam pung:Lam pung.

Available at: http:/ / www.scribd.com/ doc/ 60 589661/ jurnalekolog. diakses 1 Agustus 20 13.

Gambar

Tabel 1. Serangga permukaan tanah yang ditemukan pada peneliian.
Tabel 2. Data faktor lingkungan pada tempat peneliian

Referensi

Dokumen terkait