• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMPETENSI ACHIEVEMENT AND ACTION DAN KOMPETENSI HELPING AND HUMAN SERVICE TERHADAP KINERJA KARYAWAN F&B DEPARTEMENT DI HOTEL MUTIARA BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH KOMPETENSI ACHIEVEMENT AND ACTION DAN KOMPETENSI HELPING AND HUMAN SERVICE TERHADAP KINERJA KARYAWAN F&B DEPARTEMENT DI HOTEL MUTIARA BANDUNG."

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN

ABSTRAK. ... i

ABSTRACT. ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... 8

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Kegunaan Penelitian ... 9

BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ... 11

2.1.1 Kinerja ... 11

2.1.1.1 Pengertian Kinerja... 11

2.1.1.2 Penilaian Kinerja ... 15

2.1.1.3 Indikator Kinerja ... 18

2.1.2 Kompetensi ... 21

(2)

2.1.1.2 Faktor- Faktor yang

Mempengaruhi Kompetensi…………. 25

2.1.1.3 Model Kompetensi………... 29

2.1.2 Kompetensi Achievement and Action……….. 31

2.1.2.1 Pengertian Kompetensi Achievement and Action……… 31

2.1.2.2 Indikator Kompetensi Achievement and Action……….. 32

2.1.2.3 Pengaruh Kompetensi Achievement and Action dengan kinerja………. 39

2.1.3 Kompetensi Helping and Human Service………… 40

2.1.3.1 Pengertian Kompetensi Helping and Human Service…………. 40

2.1.3.2 Indikator Kompetensi Helping and Human Service…………. 41

2.1.3.3 Pengaruh Kompetensi helping and Human Service dengan kinerja……….. 45

2.1.4 Kajian Empirik Beberapa Hasil Penelitian..……… 46

2.2 Kerangka Penelitian………. 48

2.3 Hipotesis………...……… 51

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian……… 52

3.6 Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data…….….. 62

(3)

3.8.1 Uji Realibilitas………..……. 67

3.8 Teknik Analisis Data dan pengujian Hipotesis…………. 69

3.8.1 Teknik Analisis Data………. 69

3.8.1.1 Method of Successive Interval (MSI)..… 69

3.8.1.2 Analisis Korelasi Ganda…….………… 70

3.8.1.3 Analisis Regresi Linier Ganda……….. 71

3.8.1.4 Koefisien Determinasi………... 72

3.8.1.5 Pengujian Signifikasi Hipotesis secara Simultan ( Uji f )………. 73

3.8.1.6 Pengujian Signifikansi Hipotesis Secara Parsial ( Uji t )………. 73

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian………. 75

4.1.1 Sejarah Hotel Mutiara Bandung………. 75

4.1.2 Fasilitas Hotel Mutiara bandung……… 76

4.2 Gambaran karakteristik Responden……… 79

4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……… 79

4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia……….. 80

4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir………. 82

4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja………... 83

4.3 Gambaran Variabel Penelitian……..……… 85

4.3.1 Variabel Kompetensi Achievement and action……. 85

(4)

4.4.2 Koefisien Determinasi (R-Square)……… 111

4.4.3 Pengujian Hipotesis dan Signifikasi

Secara Simultan (f)……… 112

4.4.4 Pengujian Hipotesis dan Signifikasi

Secara Farsial (t)……… 113

4.4.5 Model Persamaan Regresi Pengaruh

Kompetensi achievement and action (X1),

Kompetensi helping and human service

terhadap kinerja …...……… 115

4.5 Pembahasan Hasil penelitian………..……….. 116

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan……….………. 118

5.2 Saran………..…………... 120

DAFTAR PUSTAKA……….. xvi

(5)

1.3 Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan……….. 4

2.1 Achivement and Action……….. 33

2.2 Skala ACH………... 33

2.3 Penjelasan Indikator Pemegang Jabatan……….. 36

2.4 Skala CO……… 37

2.5 Helping and Human Service………. 41

2.6 Skala IU……… 41

2.7 Dimensi B... 42

2.8 Skala CSO………. 43

2.9 Dimensi B Inisiatif...………. 44

2.10 Penelitian Terdahulu... 46

3.1 Operasionalisasi variabel………. 55

3.2 Jenis dan Sumber data………. 60

3.3 Populasi karyawan F&B Departement………. 61

3.4 Rekapitulasi hasil uji validitas variabel X1 ( Kompetensi achievement and action )……….. 66

3.5 Rekapitulasi hasil uji validitas variabel X2 ( Kompetensi helping and human service)……… 66

3.6 Rekapitulasi hasil uji validitas variabel Y kinerja………. 67

3.7 Hasil uji reliabilitas………. 69

4.1 Profile Jenis kelamin karyawan f&B department hotel mutiara bandung……… 80

4.2 Usia karyawan f&b department hotel mutiara bandung……… 82

4.3 Pendidikan terakhir karyawan f&b department hotel mutiara bandung……… 83

4.4 Masa kerja karyawan f&b department hotel mutiara bandung……….... 84

4.5 Kelas interval variabel kompetensi achievement and action..…. 87

(6)

4.10 Membuat perubahan yang khas dan unik……… 90 4.11 Perlu dibekali pengetahuan dan pelatihan……….. 91 4.12 Mengecek daily breakfast consume dalam pekerjaan………… 91 4.13 Mengecek peralatan F&B……….. 92 4.14 Kelas interval variabel kompetensi helping and human service 94

4.15 Variabel kompetensi helping and human service …………... 94 4.16 Melakukan sesuai dengan keinginan konsumen………. 95 4.17 Memberikan yang terbaik pada setiap order dari konsumen… 95 4.18 Ketepatan dan kesesuaian order seperti yang diinginkan

konsumen……….. 96

4.19 Kebersihan penampilan food and beverage untuk konsumen. 96 4.20 Memberikan pelayanan sesuai selera pelanggan………….. 97 4.21 Memberikan pelayanan sesuai prosedur……….. 97 4.22 Kelas interval variabel kinerja………. 99

4.23 Variabel kinerja……….. 99

4.24 Mengikuti langkah-langkah sesuai dengan SOP………… 100

4.25 Berusaha mengerjakan order list dengan baik sesuai

instruksi atasan……… 101

4.33 Membantu dan mencari solusinya jika rekan kerja kesulitan 105 4.34 Menghargai kemampuan teman dalam berinovasi……. 105 4.35 Mudah menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja 106

4.36 Lebih senang menghabiskan waktu bersama orang lain

daripada menyendiri ………... 106

(7)

yang ditentukan………... 108

4.41 Berusaha mengerjakan pekerjaan secara mandiri……... 109

4.42 Pada saat bekerja memakai pakaian seragam……..…... 109

4.43 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi…………... 110

4.44 Hubungan kompetensi achievement and action dengan kinerja karyawan………... 111

4.45 Hubungan kompetensi helping and human service dengan kinerja karyawan………... 112

4.46 Koefisien Determinasi………... 113

4.47 Output ANOVA………... 114

(8)

2.1 Kerangka Pemikiran ……….. 50

4.1 Diagram Profil Jenis Kelamin Karyawan F&B

Departement Hotel Mutiara bandung……….. 81

4.2 Diagram Usia Karyawan F&B Departement

Hotel Mutiara bandung………..………. 82

4.3 Diagram Pendidikan Terakhir Karyawan F&B

Departement Hotel Mutiara Bandung………. 83

4.4 Diagram Masa Kerja Karyawan F&B

Departement Hotel Mutiara Bandung……… 85

4.5 Garis kontinum variabel Kompetensi Achievemnt and Action 88

4.6 Garis Kontinum……… 94

(9)

VI. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Boulter, Nick, Dalziel, Murray & Hill Jackie, 2003, People and competencies : The

Route to ompetitive Advantage, Alih Bahasa : Bern Hidayat, Jakarta : PT.

Gramedia Pusaka Utama.

Dessler, Garry, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid 2, Jakarta : PT

Prehallindo.

IIlyas, Y., 2002, Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian etakan III, Depok : Pusat

Kajian Ekonomi Kesehatan FKM-UI

Mangunegara P Anwar. 2000.Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya bandung.

Prof. Dr Wibowo, S.E., M.Phil.2007. Manajemen Kinerja. Jakarta : PT Rajagrafindo

Persada.

Riduan, 2004. Dasar-dasar statistika.

Simanjuntak, payaman J., 2005, Iptek dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,

Jakarta. Universitas Krisnadwipayana

Soeprihanto, john., Harsiwi, Hadi prakoso, 2003, perilaku Organisasi, Yogyakarta :

Penerbit STIE

(10)

Sulastiyono, Agus, M. Si, 2006, Manajemen Penyelenggara Hotel edisi 1, Bandung :

Alfabeta.

Tarmudi,mas.2010.Pengertian observasi (online) tersedia :http://mastarmudi.

blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html. Akses juli 2012

Triffin & McCormick, 1979, Industrial Psychology, New Delhi : Prentice- Hall.

Widayanti Denti, S.Si., Apt. 2010. Tesis Pengaruh Kompetensi manajerial dan Motivasi

terhadap Kinerja Pengelola Obat Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Veithzal. Rivai, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta :

(11)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki kekayaan alam,

keanekaragaman budaya, suku, bahasa, dan agama. Kekayaan alam dan budaya

merupakan komponen penting pariwisata di Indonesia. Pantai-pantai di Bali,

tempat menyelam di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, Pulau komodo, Raja

Ampat di Papua Barat, dan Gunung Tangkubanperahu di Jawa barat merupakan

beberapa contoh tujuan wisata di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah terus

mengembangkan dan memberikan perhatian terhadap industri pariwisata,

sehingga kegiatan pariwisata memilki peranan penting dalam menunjang

pembangunan nasional saat ini, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor

terbesar dalam mendatangkan devisa bagi Negara.

Kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata,

Bandung memiliki daya tarik luar biasa di bidang kuliner dan fashion. Setiap

akhir pekannya selalu dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tidak hanya kegiatan berwisata saja, setelah mereka melakukan wisata jelas

mereka membutuhkan penginapan dengan fasilitas yang baik dan pelayanan yang

memuaskan yaitu Hotel. Hotel merupakan tujuan wisatawan yang menginap

menjadi lahan yang prospektif bagi para pengusaha untuk mengembangkan

usahanya, hotel mempunyai peranan penting sebagai penyedia dan pendukung

(12)

peningkatan jumlah wisatawan yang menginap baik dari wisatawan nusantara

maupun mancanegara, seperti pada tabel berikut :

1.1 Tabel

Wisatawan yang Menginap

Potensi 2008 2009 2010 2011 Keterangan

Hotel 245 262 272 306 Bintang

Non Bintang Jumlah

Kamar

9.986 11.184 12.039 14.724

Occupancy 2.638.555 3.096.869 3.205.269 4.076.072 Wisnus Wisman Sumber : Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Juni 2012

Berdasarkan tabel pertahun di atas dapat dijelaskan bahwa pada tahun

2008 terdapat (245 hotel, 9.986 jumlah kamar dan 2.638.555 wisatawan yang

menginap ), pada tahun 2009 terjadi peningkatan sebesar 17,3 % yaitu 262 hotel,

11.184 jumlah kamar dan 3.096.869 wisatawan yang menginap, dan pada tahun

2010 peningkatan yang terjadi sebesar 3,5% yaitu 272 hotel, 12.039 jumlah kamar

dan 3.205.269 wisatawan yang menginap. Dan pada tahun 2011 terjadi

peningkatan yang sangat pesat mencapai 27,17 % yaitu 306 hotel, 14.724 jumlah

kamar dan 4.076.072 wisatawan yang menginap.

Terdapat berbagai klasifikasi Hotel di bandung dari Hotel Bintang 5, 4, 3,

2, 1 bahkan kelas melati. Hotel dengan kelas bintang tiga selalu menjadi alternatif

para wisatawan nusantara maupun mancanegara memliki tempat yang nyaman

serta harga yang terjangkau, di bawah ini adalah daftar hotel bintang tiga di

(13)

Tabel 1.2

Daftar Hotel Bintang Tiga di bandung

1 Bali World Hotel 11 Grand Serela 21 Hotel Istana 2 Botique 12 Internasional Imperium 22 Hotel Karang setra 3 The cipaku Indah 13 New Naripan 23 Kumaha Jaya 4 Bumi Sangkuriang 14 Nalendra 24 Le aries 5 Dago paradise 15 Pandawa Wisata 25 Hotel Padma 6 Geulis Botique Hotel 16 Planet 26 Hotel Mutiara 7 Pandawa 17 Hotel Sukajadi 27 Hotel Lingga 8 Santika 18 Hotel Topas Galeri 28 Trio

9 Wiston 19 Isola Resort 29 Ibis Hotel

10 Grand Hotel Lembang 20 Hotel lembang asri

Sumber : Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Juni 2012

Hotel Mutiara sebagai salah satu hotel dengan kelas bintang tiga di

Bandung yang menjadi tempat tujuan menginap yang memiliki 118 kamar. Hotel

Mutiara Bandung berlokasi di pusat kota, berjarak 200 meter dari stasiun kereta

api Bandung dan 3 km dari lapangan terbang Husein Sastranegara Bandung

berlokasi di Jl Kebon Kawung No.60. Hotel Mutiara mendapatkan penghargaan

dengan nilai A dari PHRI mengenai higiene and sanitation.

Departement Food and Bevarage (F&B) merupakan bagian yang

mempunyai peranan penting didalam hotel yang dituntut untuk selalu

menciptakan inovasi dalam produk serta memberikan pelayanan yang maksimal

untuk konsumen, tingkat persaingan pasar yang semakin ketat menuntut setiap

perusahaan termasuk Hotel Mutiara harus mampu melakukan perubahan strategi

untuk perbaikan dalam perusahaan, perbaikan strategi ini bisa berupa

penyempurnaan sistem manajemen, strategi pemasaran dan penjualan, ataupun

(14)

dilakukan secara konsisten oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat

mengantisipasi kondisi pasar yang semakin dinamis.

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, peran sumber daya

manusia merupakan aset operasional perusahaan. Kinerja karyawan merupakan

salah satu hal terpenting bagi perusahaan, kinerja seringkali dijadikan indikator

bagi berhasil tidaknya perusahaan memberikan layanan kepada konsumen, bagi

perusahaan kinerja adalah seberapa baik karyawan memberikan kontribusinya

bagi perusahaan.

Tabel 1.3

Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian Kinerja Sangat Baik

(15)

Dari tabel diatas dapat dibuat grafik sebagai berikut :

Sumber : HRD Hotel Mutiara Bandung, Maret 2012

Gambar 1.1

Grafik Penilaian Kinerja karyawan F&B Departement Hotel Mutiara Bandung

Berdasarkan grafik diatas jika ditinjau sudut baik buruk/kurangnya

maka dapat disimpulkan :

1. Penampilan dan Kerapihan yang bernilai baik : 30+25+(20:2) = 65%,

dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 35%

2. Kemampuan Berkomunikasi yang bernilai baik : 20+35+(35:2) = 72,5%,

dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 27,5%

3. Ketepatan Waktu Kehadiran yang bernilai baik : 25+10+(60:2) = 65%,

dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 35% 0

10 20 30 40 50 60 70

Sangat baik

Baik

Cukup

Kurang

(16)

4. Disiplin kerja yang bernilai baik : 10+35+(45;2) = 67,5%, dan sisanya

yang bernilai kurang terdapat 22,5%

5. Kemampuan Belajar dan Bekerja yang bernilai baik : 20+45+(35:2) = 80%, dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 20%

6. Kemampuan memahami dan melaksanakan instruksi yang bernilai baik : 30+20+( 45:2) = 72,5%, dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 27,5%

7. Tanggung jawab dalam pekerjaan yang bernilai baik : 10+35+(50:2) = 70%, dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 30%

Dari hasil wawancara pada prapenelitian dengan pihak manajemen pada

tanggal 20 maret 2012 didapatkan bahwa penilaian kinerja karyawan di Hotel

Mutiara dilakukan satu kali dalam satu tahun. Setiap tahunnya penilaian kinerja

karyawan berubah-ubah. Permasalahan disiplin kerja karyawan, absensi ataupun

adanya perselisihan antar karyawan sehingga menyebabkan terhambatnya

beberapa pekerjaan dikarenakan terganggunya proses kerjasama di antara

karyawan.

Hotel Mutiara sebagai hotel bintang tiga yang mempunyai daya saing

tinggi tidak hanya memerlukan karyawan yang berkemampuan rata-rata saja tetapi

perlu mengevaluasi penilaian kinerjanya agar semua karyawan dapat memiliki

kompetensi yang baik untuk memenangkan pasar. Akan tetapi karyawan Hotel

Mutiara memiliki permasalahan kinerja karyawan, salah satu faktor kedisiplinan

karyawan, pelayanan karyawan merupakan cerminan tidak disiplinnya karyawan

dalam mematuhi peraturan perusahaan. Ketidakdiplinan karyawan pada akhirnya

(17)

berdampak pada kinerja dan produktifitas organisasi. Kompetensi Achievement

and Action merupakan salah satu faktor terjadinya penurunan kinerja di Hotel

Mutiara Bandung, karyawan sering kali tidak melakukan pengecekan pada

kerjanya sehingga beberapa pekerjaan terlewat, kurangnya inovasi pada

pengolahan makanan, standar resep yang di buat chef tidak diperhatikan, tidak

menggunakan seragam pada saat di dalam area kitchen, kurangnya komunikasi

dua arah antara atasan dan bawahan, Sehingga dari beberapa kejadian tersebut

akan berdampak pula pada Kompetensi helping and Human Service dimana

pemahaman terhadap konsumen juga kurang diperhatikan beberapa contoh yang

terjadi yaitu ketidaktepatan atau ketidaksesuaian pesanan konsumen, waktu

pemesanan tidak sesuai dengan standar kerja hotel, dan lainnya.Hal tersebut

berdasarkan hasil prapenelitian Maret, 2012.

Kinerja karyawan merupakan hasil kerja karyawan secara kualitas maupun

kuantitas yang dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah perilaku

karyawan seperti motivasi kerja, hasil kerja karyawan yang seharusnya

mendapatkan pengakuan dari atasan atau penghargaan , pemahaman terhadap

ketepatan dan kesesuaian standar kerja.

Kondisi tersebut di atas menurut asumsi penulis dipengaruhi oleh

Kompetensi Achivement and Action dan Kompetensi Helping and Human service,

Spencer & spencer (1993 :3) menyatakan bahwa kompetensi merupakan landasan

dasar karakteristik orang dan mengidikasikan cara berprilaku atau berfikir,

menyamankan situasi, dan mendukung untuk periode waktu cukup lama.

(18)

achievement and action dan kompetensi helping and human service. Seperti yang

telah dikemukakan Payaman J. simanjuntak (2005: 10), kinerja dipengaruhi oleh

tiga faktor yaitu kompetensi individu yang bersangkutan, dukungan organisasi dan

dukungan manajemen.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis tertarik

untuk mengadakan penelitian yang hasilnya dituangkan dalam bentuk skripsi

dengan mengambil judul : Pengaruh Kompetensi Achievement and Action dan Kompetensi Helping and Human Service Terhadap Kinerja Karyawan F&b

Departement di Hotel Mutiara Bandung”.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan

permasalahan penelitian sebagai berikut :

1. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Achievement and Action terhadap

kinerja karyawan F&B Departement di Hotel Mutiara Bandung ?

2. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Helping and human service terhadap

kinerja F&B Departement di Hotel Mutiara Bandung ?

3. Seberapa besar pengaruh kompetensi achievement and action dan

kompetensi helping and human service terhadap kinerja karyawan F&B

(19)

1.3 Tujuan Penelitian

Dari uraian yang telah dijelaskan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk

mendapatkan gambaran secara empiris mengenai hal-hal sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi achievement and

action terhadap kinerja karyawan F&B Departement di Hotel Mutiara

Bandung.

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi helping and

human service terhadap kinerja karyawan F&B Departement di Hotel

Mutiara Bandung.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi achievement and

action dan kompetensi helping and human service secara bersamaan

terhadap kinerja karyawan F&B Departement di Hotel Mutiara Bandung.

1.4 Kegunaan Penelitian a. Bagi pihak instansi

Hasil penelitian diharapkan memberikan sumbangan saran, pemikiran dan

informasi yang bermanfaat yang berkaitan mengenai kompetensi

Achievement and Action dan Kompetensi Helping and Human Service

F&B Departement Hotel Mutiara Bandung untuk mencapai kinerja yang

(20)

b. Bagi pihak akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran serta

pengaplikasian ilmu pengetahuan, terutama yang berhubungan dengan

Manajemen Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan pengaruh

kompetensi terhadap kinerja.

c. Bagi pihak lain

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan atau untuk

pengembangan ide-ide baru untuk penelitian selanjutnya,dan sebagai

bahan pertimbangan perusahaan atau instansi lain yang menghadapi

(21)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek dan Subjek Penelitian 3.1.1 Objek Penelitian

Objek penelitian ini yang menjadi objek adalah variabel-variabel bebas

atau independent yang mempengaruhi kinerja karyawan sebagai variabel terikat

atau dependent, yaitu :

a. Kompetensi Achivement and Action

b. Kompetensi Helping and Human Service

Ruang lingkup penelitian ini untuk mengetahui beberapa faktor yang

mempengaruhi kinerja.

3.1.2 Subjek Penelitian

Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Karyawan F&B

Departement Hotel Mutiara Bandung.

3.2 Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah survei sedangkan metodenya yaitu deskriptif

analitis . Metode Survei Deskriptif adalah suatu metode penelitian yang

mengambil sampel atau populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat

pengumpulan data. Dalam penelitian ini data dan infomasi dikumpulkan dari

(22)

hasilnya akan dipaparkan secara deskriptif dan pada akhir penelitian akan

dianalisis untuk menguji hipotesis yang diajukan pada awal penelitian ini. Effendi

dalam Riduwan (2004 : 276).

Metode penelitian survey adalah usaha pengamatan untuk mendapatkan

keterangan-keterangan yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu

penelitian. Metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil

tetapi data yang dipelajari adalah data-data dari sample yang diambil dari populasi

tersebut sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distributif, dan

hubungan-hubungan antara variabel sosiologis maupun psikologis (Ali, 1997 : 5).

Metode deskriptif menurut Sugiyono (2010 : 29) adalah metode yang

digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi

tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Berdasarkan pengertian diatas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa

metode survei deskriptif cocok untuk digunakan dalam penelitian ini, karena

sesuai dengan maksud dari penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran

Pengaruh Kompetensi Achievement and Action dan Kompetensi Helping and

Human Service terhadap Kinerja Unggul F&B Departement di Hotel Mutiara

Bandung.

3.3 Operasionalisasi Variabel

Dalam suatu penelitian agar dapat membedakan konsep teoritis dengan

konsep analisis maka perlu adanya penjabaran konsep melalui operasionalisasi

(23)

maupun obyek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (sugiyono 2000 : 20).

Untuk memudahkan dalam pengumpulan data dan pengukurannya, maka

variabel-variabel dalam penelitian ini dapat dioperasionalisasikan sebagai berikut:

1. Variabel kompetensi Achievement and action (X1)

Kompetensi Achievement and action yang dimaksud dalam penelitian ini

mengacu pada pendapat Spencer & Spencer. Variabel ini diukur dengan

menggunakan skala ordinal yang mencangkup indikator-indikator yaitu ACH/

Achievement Orientation ( semangat untuk berprestasi atau untuk mencapai target

kerja), CO/ Concern For Order ( perhatian terhadap kejelasan tugas kualitas dan

ketelitian kerja).

2. Kompetensi Helping and human service ( X2)

Kompetensi Helping and human service yang dimaksud dalam penelitian

ini mengacu pada pendapat spencer & spencer. Variabel ini diukur dengan

menggunakan skala ordinal yang mencangkup indikator-indikator yaitu IU/

Interpersonal Understanding ( empati), CSO/ Customer Service Orientation

( berorientasi kepada pelanggan).

3. Kinerja (Y)

Variabel kinerja yang dimaksud dalam penelitian ini mengacu pada

Delapan indicator kinerja dari Gomez, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja,

pengetahuan pekerjaan, kreatifitas, kerjasama, inisiatif, ketergantungan, kualitas

personil dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja anggota organisasi

(24)

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep

Teoritis

Konsep Empiris Konsep Analitis Skala

Kinerja yang dilihat dari :

(25)
(26)
(27)
(28)

2. CSO

3.4 Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini menggunakan dua data, yaitu data secara langsung

(data primer) dan data tidak langsung (data sekunder) yang berhubungan dengan

objek penelitian.Berdasarkan sumbernya, data dikelompokkan menjadi dua,yaitu :

1. Data Primer (Primary Data Source)

Sumber data primer merupakan sumber data dimana data yang diinginkan

untuk menjawab masalah atau tujuan penelitian dapat diperoleh secara langsung

dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survey ataupun

(29)

diisi oleh sejumlah responden yaitu karyawan F&B Departement Hotel Mutiara

Bandung.

2. Data Sekunder (Secondary Data Source)

Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian dimana subjeknya

tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian tetapi membantu dan dapat

memberikan informasi untuk bahan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi

sumber data sekunder adalah literature, artikel, serta situs internet yang berkenaan

dengan penelitian yang dilakukan.

Tabel 3.2 Jenis dan Sumber Data

No Data Penelitian Jenis Data Sumber Data

1 Jumlah Karyawan dan penelitian kinerja

Sekunder Mutiara Hotel Bandung 2 Gambaran mengenai kompetensi

karyawan F&B Departement

Primer Karyawan F&B Departement (kuisioner)

3 Gambaran mengenai kinerja karyawan F&B Departement

Primer Karyawan F&B Departement

Sumber : Manajemen HR dan Kuisioner penelitian, 2012

3.5 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”, Sugiono (2011:61).

Nazir (1988:3) mengatakan populasi adalah berkenaan dengan data, bukan

orang atau bendanya. kemudian populasi adalah totalitas semua nilai yang

mungkin, baik hasil mengitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif

dari pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap (

(30)

Jadi, populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu

wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu yang mempunyai kaitan dengan

masalah yang diteliti.

Populasi sasaran penelitian ini adalah karyawan di Hotel Mutiara yang

bekerja dibagian Food and Beverage sebanyak 32 orang. Penelitian ini merupakan

penelitian populasi, dimana semua populasi diteliti.

Tabel 3.3

Populasi Karyawan F&B Departement No F&B

Departement

Jumlah Karyawan 1 F&B Product 15 2 F&B Service 17

Jumlah 32

Sumber : HRD Hotel Mutiara Bandung, 2012

3.5.1 Teknik Sampling

“ Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel ” Menurut

(Sygiyono 2010:62). Ada beberapa macam teknik sampling untuk menentukan

sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling yang akan

digunakan adalah Nonprobability Sampling. Menurut sugiyono (2010:66)

Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak

memberikan kesempatan bagi setiap unsure (anggota) populasi untuk dipilih

menjadi anggota sampel.

Teknik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh.

Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi

(31)

bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin

membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilahnya adalah

sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

Penelitian ini menggunakan sampling jenuh karena dalam penelitian ini

populasinya relative kecil yaitu 32 karyawan F&B Departement.

3.6 Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan suatu proses pengadaan untuk

keperluan penelitian dimana data yang terkumpul adalah untuk menguji hipotesis

yang telah dirumuskan. Adapun teknik dan alat pengumpulan data yang penulis

gunakan adalah :

1. Penelitian Kepustakaan ( Library Reseach)

Merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dipergunakan untuk

memperoleh data secara teoritis dengan mempelajari buku-buku, catatan kuliah

dan secara literature lain sebagai pedoman dan pebanding masalah yang penulis

bahas.

2. Penelitian Lapangan ( Field Research )

Merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan

pengamatan langsung terhadap objek penelitian. Dalam hal ini penulis

(32)

a. Observasi

Yaitu pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu

masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau pembuktian terhadap informasi /

keterangan yang diperoleh sebelumnya. Dalam penelitian ini, metode observasi

digunakan untuk mengamati keadaan bagian F&B Department Hotel Mutiara

Bandung yang menjadi objek dalam penelitian, seperti kinerja karyawan yang

dapat dilihat pada saat karyawan melaksanakan pekerjaan.

b. Wawancara

Penelitian ini dilakukan dengan wawancara. Penulis melakukan dialog

langsung dengan pihak hotel sebagai narasumber yang dapat memberikan data

kepada peneliti dalam mengidentifikasi masalah penelitian. Dalam hal ini penulis

mendapat informasi langsung dari HRD, Executive chef, F&B Manajer, serta

karyawan bagian F&B Departement.

c. Kuesioner /Angket

Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada

responden untuk menjawab. Jenis kuesioner yang digunakan adalah jenis

kuesioner tertutup dimana telah disediakan jawaban sehingga responden hanya

(33)

3.6.2 Teknik Pengolahan data

Teknik Pengolahan data dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Menyusun data. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memeriksa lembar

jawaban yang telah diisi oleh responden, dalam hal kelengkapan jawaban,

untuk menentukan layak tidaknya lembar jawaban tersebut untuk diproses

lebih lanjut.

2. Mentabulasi data, proses mengolah data menjadi tabel. Tabel untuk

ditelaah dan diuji secara sestematis

3. Menghitung bobot nilai dengan skala likert ukuran ordinal.

4. Mengubah data ordinal menjadi interval mengggunakan MSI

5. Menganalisis data, untuk mengetahui pengaruh antara variabel penelitian

dengan teknik analisis yang tepat.

3.7 Uji Instrumen Penelitian 3.7.1 Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan kevalidan dari suatu

instrument. Valid berartiinstrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa

yang hendak diukur. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung kevalidan

dari suatu instrument adalah rumus Korelasi Product Moment, yang dikemukakan

oleh Pearson sebagai berikut

(Sugiyono, 2000 : 148) =

xi yi− xi( yi)

(34)

Keterangan :

rxy = menunjukan indeks korelasi antara item dengan total seluruh item

xi = skor masing-masing item

yi = skor total seluruh item

n = banyaknya responden

Apabila sudah dapat dihitung nilai r hitung maka selanjutnya adalah

dibandingkan dengan r tabel, berikut ini adalah kesimpulan dari hasil uji validitas

:

 Apabila r hitung > r tabel maka pertanyaan valis

 Apabila r hitung < r tabel maka pertanyaan tidak valid

Berikut ini adalah hasil rekapitulasi uji validitas instrument :

Tabel 3.4

Rekapitulasi hasil uji validitas variabel X1 ( kompetensi

achievement and action )

No Pernyataan

Variabel X1 (kompetensi achievement and action )

r hitung r tabel keterangan

1 0.515 0.361 Valid

2 0.620 0.361 Valid

3 0.359 0.361 Valid

4 0.513 0.361 Valid

5 0.638 0.361 Valid

6 0.436 0.361 Valid

7 0.437 0.361 Valid

(35)

Tabel 3.5

Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Variabel X2 ( Kompetensi Helping

and human service )

No Pernyataan

Variabel X2 (kompetensi helping and human service )

r hitung r tabel Keterangan

Sumber : pengolahan data, oktober 2012

Tabel 3.6

Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Variabel Y ( Kinerja ) No

(36)

Pengujian validitas instrument dilakukan kepada 32 responden untuk

kesalahan 5% uji dua pihak dan dk = n-2, n adalah jumlah responden. dk= 32 -2 =

30, maka diperoleh r tabel 0.361. Dengan demikian instrument yang memiliki

nilai r hitung lebih besar dari r tabel dapat dikatakan valid, dan instrumen yang

memiliki nilai r hitung lebih kecil dari r tabel dapat dikatakan tidak valid.

3.7.3 Uji Realibilitas

Uji Reabilitas yaitu untuk mengetahui ketepatan nilai angket, artinya

instrument penelitian dapat dipercaya bila diujukan pada kelompok yang sama

walaupun pada waktu yang berbeda, maka hasilnya akan sama.

Untuk instrumen yang didalamnya terdapat skor berbentuk rentangan

antara beberapa nilai atau yang berbentuk skala bertingkat (1-3, 1-5, 1-7, dan

seterusnya ), seperti pertanyaan dalam bentuk angket yang berstruktur, rumus

pengujian validitas yang paling tepat digunakan adalah rumus Cronbanch Alpha (

Suharsimi Arikunto, 2006: 196).

Suatu instrument penelitian diindikasikan memiliki tingkat reliabilitas

yang memadai jika koefisien Alpha Croancanch lebih besar sama dengan 0,70.

Formula rumus Koefisien Alpha Croancanch (Cá) adalah sebagai berikut :

r

11= k −1 1−

ó21 ó21

(

Suharsimi Arikunto, 2006 :196)

Dimana :

r11 = Nilai Reaibilitas

(37)

σ21 = Jumlah varians bulir

σ21 = Varians total

Sedangkan rumus varians adalah sebagai berikut :

σ

21

=

��

2 �� 2 �

( Suharsimi Arikunto, 2006:184)

Dimana :

σ21 = varians total

= jumlah skor

� = Jumlah responden

Apabila sudah di dapat nilai r hitung maka selanjutnya adalah

dibandingkan dengan r tabel, berikut ini adalah kesimpulan dari hasil uji

reliabilitas :

 Apabila r hitung > r tabel maka pertanyaan reliable

 Apabila r hitung < r tabel maka pertanyaan tidak reliabel

Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel r hitung r tabel keterangan

1 Kompetensi achievement and action (X1)

0.863 0.361 Reliabel

2 Kompetensi Helping and Human service (X2)

0.964 0.361 Reliabel

3 Kinerja (Y) 0.890 0.361 Reliabel

(38)

3.8 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 3.8.1 Teknik Analisi data

3.8.1.1Method of Successive Interval (MSI)

Karena penelitian ini menggunakan data ordinal seperti telah dijelaskan

dalam operasional variabel. Maka data ordinal yang diperoleh dari hasil

pengukuran perlu ditransformasikan terlebih dahulu menjadi skala interval dengan

menggunakan Method of Succesive Interval (MSI).

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah :

1. Menghitung distribusi frekuensi setiap pilihan jawaban responden

2. Berdasarkan distribusi frekuensi tersebut, selanjutnya dihitung proporsi

dari setiap jawaban

3. Proporsi dari setiap jawaban dihitung proporsi kumulatifnya

4. Setiap proporsi kumulatif, dihitung nilai batas Z-nya

5. Menghitung scale value ( nilai interval rata-rata) untuk setiap pilihan

jawaban melalui persamaan sebagai berikut :

= ℎ −

� ℎ � ℎ � − � ℎ � ℎ ℎ

6. Menghitung scor ( nilai hasil transformasi ) untuk setiap pilihan jawaban

melalui persamaan sebagai berikut :

= + � � + 1

Selanjutnya langkah yang harus dilakukan adalah mensepadankan

(39)

baik untuk variabel independen maupun dependen dari semua sampel penelitian

untuk pengujian hipotesis.

3.8.1.2Analisis Korelasi Ganda

Analisis korelasi ganda ( multiple correlation ) dilakukan setelah semua

data yang terkumpul. Analisis korelasi ganda bertujuan untuk mencari hubungan

antara variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan dua variabel independen,

yaitu (X1), (X2) dan satu variabel dependen (Y) sehingga analisis korelasi ganda

menurut sugiyono (2011:231) merupakan angka yang menunjukan arah dan

kuatnya hubungan antara dua variabel independen secara bersama-sama atau lebih

dengan satu variabel dependen.

Koefisien korelasi (r) menunjukan derajat korelasi antara X dan Y. Nilai

koefisien korelasi harus terdapat dalam batas-batas : -1 < r < + 1.>tanda positif

menunjukkan adanya korelasi positif/korelasi langsung antara kedua variabel yang

berarti. Setiap kenaikan nilai-nilai X akan diikuti dengan penurunan nilai-nilai Y

dan begitu sebaliknya.

 Jika nilai r = + 1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua

variabel sangat kuat dan positif.

 Jika nilai r = -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan

negative.

 Jika nilai r = 0 atau mendekati 0, maka korelasi variabel yang diteliti

(40)

Korelasi ganda merupakan hubungan secara bersama-sama antara X1, X2

dengan Y. Korelasi ganda dalam penelitian ini merupakan hubungan secara

bersama-sama antara variabel Kompetensi achievement and action dan

kompetensi helping and human dengan kinerja.

R y.x1x2 = 1

2 + 22 2 1 2 1 2

1− x1x22 (sugiyono 2011: 233)

Dimana :

R y.x1x2 = Korelasi antara variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama

dengan variabel Y

ryx1 = Korelasi product moment antara X1 dengan Y

ryx2 = Korelasi product momentantara X2 dengan Y

rx1x2 = Korelasi product moment X1 dengan X2

3.8.1.3 Analisis Regresi Linier Ganda

Terdapat perbedaan yang mendasar antara analisis korelasi dan regresi.

Analisis korelasi digunakan untuk mencari arah dan kuatnya hubungan antara dua

variabel atau lebih, baik hubungan yang bersifat simetris, kausal dan reciprocal ,

sedangkan analisis regresi digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh

perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel independen di manipulasi/

dirubah-rubah atau dinaik turunkan.

Analisis regresi berganda menurut sugiyono (2011:275) digunakan oleh

peneliti bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunya)

variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai

(41)

Persamaan regresi untuk dua predictor adalah :

(Sugiyono 2011 : 276)

Keterangan :

Y = Kinerja

X1 = Kompetensi Achievement and Action

X2 = Kompetensi Helping and Human Service

a = Intersep

b = Koefisien arah regresi

å = Variabel residu

3.8.1.4Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) yaitu angka yang menunjukan besarnya derajat

kemampuan yang menerangkan variabel bebas terhadap variabel terikat dari

fungsi tersebut. Dengan cara simultan variabel X dan Y dapat dihitung dengan

koefisien determinasi secara simultan melalui rumus :

R2 = ℎ � � ( )

Besarnya nilai kuadrat R2 diantaranya nol dan satu (0 < R2 < 1 ) dengan

ketentuan sebagai berikut :

 Jika R2 semakin mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh

antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

 Jika R2 semakin jauh angka 1, ,maka semakin kecil pengaruh

(42)

3.8.1.5Pengujian Signifikasi Hipotesis Secara Simultan (Uji F)

Selanjutnya untuk mengetahui signifikasi korelasi ganda dicari dulu Fhitung

kemudian dibandingkan dengan Ftabel, dalam pengujian ini dapat menggunakan

rumus sebagai berikut :

� = 2 �− −1

1− 2

Sugiyono (2010 :286)

R= Koefisien korelasi ganda

m = jumlah variabel independen

N = jumlah anggota sampel

Kriteria pengambilan keputusan :

Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak dan Ho diterima artinya semua variabel

bebas berpengaruh secara tidak signifikan terhadap variabel terikat.

Jika Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya semua variabel

bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.

3.8.1.6Pengujian Signifikasi Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Pengujian selanjutnya yaitu uji signifikasi yang berfungsi apabila mencari

hubungan variabel x terhadap y, maka hasil korelasi Pearson Product Moment

tersebut diuji signifikasi dengan rumus :

=

−2

1− 2

( riduan, 2004 : 280 )

Keterangan :

r = nilai koefisien korelasi

(43)

kriteria pengambilan keputusan :

Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya pengaruh antara

variabel bebas terhadap variabel terikat tidak signifikan.

Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya pengaruh antara

(44)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada karyawan mengenai pengaruh kompetensi achievement and action dan kompetensi helping and human

service terhadap kinerja karyawan F&B department Hotel Mutiara Bandung,

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Kompetensi Achievement and Action berpengaruh terhadap kinerja

karyawan, jika kompetensi Achievement and Action sesuai dengan yang

diharapkan oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan

.Artinya bila kompetensi Achievement and Action memiliki respon yang

baik maka kinerja karyawan F&B department Hotel Mutiara Bandung

akan semakin meningkat.

2. Kompetensi Helping and Human Service berpengaruh terhadap kinerja

karyawan. Jika Kompetensi Helping and Human Service diterapkan pada

standar kerja perusahaan maka akan berpengaruh terhadap kinerja

karyawan F&B department Hotel Mutiara Bandung. Artinya dengan

menerapkan kompetensi helping and human service dengan baik dan

sesuai dengan standar kerja perusahaan maka kinerja karyawan F&B

(45)

3. Kompetensi Achievement and Action dan Kompetensi Helping and Human

service berpengaruh terhadap kinerja karyawan F&B department Hotel

Mutiara Bandung. Artinya Apabila Kompetensi Achievement and Action

dan Kompetensi Helping and Human Service diterapkan dengan baik

berdasarkan standar kerja perusahaan maka kinerja karyawan F&B

(46)

5.2 SARAN

Penulis mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan

suatu manfaat bagi kemajuan perusahaan yang penulis teliti yaitu karyawan F&B

department Hotel Mutiara Bandung. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan

adalah sebagai berikut :

1. Manajemen Hotel harus memberikan “Pelatihan Sumber Daya Manusia

Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja di Bidang Perhotelan” dengan

hotel-hotel lain agar keterampilan dan pengetahuan di bidang perhotel-hotelan

khususnya F&B Departement lebih meningkat.

2. Kesesuain dan ketepatan yang diinginkan konsumen harus selalu

diperhatikan dan sesuai dengan standar operasional prosedur untuk

mencegah terjadinya complain.

3. Memberlakukan sistem reward and punishment kepada karyawan yang

telah melaksanakan pekerjaan sesuai standar kerja dan kepada karyawan

(47)

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi VI.

Jakarta : PT. Rineka Cipta

Boulter, Nick, Dalziel, Murray & Hill Jackie, 2003, People and competencies : The Route

to ompetitive Advantage, Alih Bahasa : Bern Hidayat, Jakarta : PT. Gramedia Pusaka

Utama.

Dessler, Garry, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid 2, Jakarta : PT Prehallindo.

IIlyas, Y., 2002, Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian etakan III, Depok : Pusat Kajian

Ekonomi Kesehatan FKM-UI

Mangunegara P Anwar. 2000.Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya bandung.

Prof. Dr Wibowo, S.E., M.Phil.2007. Manajemen Kinerja. Jakarta : PT Rajagrafindo

Persada.

Riduan, 2004. Dasar-dasar statistika.

Simanjuntak, payaman J., 2005, Iptek dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta.

Universitas Krisnadwipayana

Soeprihanto, john., Harsiwi, Hadi prakoso, 2003, perilaku Organisasi, Yogyakarta :

Penerbit STIE

Spencer, Lyle M & Spencer, Signe M, 1993, Competence at Work : Models for Superior

(48)

Sugiyono 2000. Metode Penelitian Administrasi.Bandung:Alfabeta.

Sulastiyono, Agus, M. Si, 2006, Manajemen Penyelenggara Hotel edisi 1, Bandung :

Alfabeta.

Tarmudi,mas.2010.Pengertian observasi (online) tersedia :http://mastarmudi.

blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html. Akses juli 2012

Triffin & McCormick, 1979, Industrial Psychology, New Delhi : Prentice- Hall.

Widayanti Denti, S.Si., Apt. 2010. Tesis Pengaruh Kompetensi manajerial dan Motivasi

terhadap Kinerja Pengelola Obat Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Veithzal. Rivai, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta : PT

Gambar

Grafik Penilaian Kinerja Karyawan …………………..
Tabel 1.3 Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan
Grafik Penilaian Kinerja karyawan F&B Departement Hotel Gambar 1.1 Mutiara Bandung
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
+6

Referensi

Dokumen terkait