LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN
ABSTRAK. ... i
ABSTRACT. ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ... 8
1.3 Tujuan Penelitian ... 9
1.4 Kegunaan Penelitian ... 9
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ... 11
2.1.1 Kinerja ... 11
2.1.1.1 Pengertian Kinerja... 11
2.1.1.2 Penilaian Kinerja ... 15
2.1.1.3 Indikator Kinerja ... 18
2.1.2 Kompetensi ... 21
2.1.1.2 Faktor- Faktor yang
Mempengaruhi Kompetensi…………. 25
2.1.1.3 Model Kompetensi………... 29
2.1.2 Kompetensi Achievement and Action……….. 31
2.1.2.1 Pengertian Kompetensi Achievement and Action……… 31
2.1.2.2 Indikator Kompetensi Achievement and Action……….. 32
2.1.2.3 Pengaruh Kompetensi Achievement and Action dengan kinerja………. 39
2.1.3 Kompetensi Helping and Human Service………… 40
2.1.3.1 Pengertian Kompetensi Helping and Human Service…………. 40
2.1.3.2 Indikator Kompetensi Helping and Human Service…………. 41
2.1.3.3 Pengaruh Kompetensi helping and Human Service dengan kinerja……….. 45
2.1.4 Kajian Empirik Beberapa Hasil Penelitian..……… 46
2.2 Kerangka Penelitian………. 48
2.3 Hipotesis………...……… 51
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian……… 52
3.6 Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data…….….. 62
3.8.1 Uji Realibilitas………..……. 67
3.8 Teknik Analisis Data dan pengujian Hipotesis…………. 69
3.8.1 Teknik Analisis Data………. 69
3.8.1.1 Method of Successive Interval (MSI)..… 69
3.8.1.2 Analisis Korelasi Ganda…….………… 70
3.8.1.3 Analisis Regresi Linier Ganda……….. 71
3.8.1.4 Koefisien Determinasi………... 72
3.8.1.5 Pengujian Signifikasi Hipotesis secara Simultan ( Uji f )………. 73
3.8.1.6 Pengujian Signifikansi Hipotesis Secara Parsial ( Uji t )………. 73
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian………. 75
4.1.1 Sejarah Hotel Mutiara Bandung………. 75
4.1.2 Fasilitas Hotel Mutiara bandung……… 76
4.2 Gambaran karakteristik Responden……… 79
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……… 79
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia……….. 80
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir………. 82
4.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja………... 83
4.3 Gambaran Variabel Penelitian……..……… 85
4.3.1 Variabel Kompetensi Achievement and action……. 85
4.4.2 Koefisien Determinasi (R-Square)……… 111
4.4.3 Pengujian Hipotesis dan Signifikasi
Secara Simultan (f)……… 112
4.4.4 Pengujian Hipotesis dan Signifikasi
Secara Farsial (t)……… 113
4.4.5 Model Persamaan Regresi Pengaruh
Kompetensi achievement and action (X1),
Kompetensi helping and human service
terhadap kinerja …...……… 115
4.5 Pembahasan Hasil penelitian………..……….. 116
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan……….………. 118
5.2 Saran………..…………... 120
DAFTAR PUSTAKA……….. xvi
1.3 Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan……….. 4
2.1 Achivement and Action……….. 33
2.2 Skala ACH………... 33
2.3 Penjelasan Indikator Pemegang Jabatan……….. 36
2.4 Skala CO……… 37
2.5 Helping and Human Service………. 41
2.6 Skala IU……… 41
2.7 Dimensi B... 42
2.8 Skala CSO………. 43
2.9 Dimensi B Inisiatif...………. 44
2.10 Penelitian Terdahulu... 46
3.1 Operasionalisasi variabel………. 55
3.2 Jenis dan Sumber data………. 60
3.3 Populasi karyawan F&B Departement………. 61
3.4 Rekapitulasi hasil uji validitas variabel X1 ( Kompetensi achievement and action )……….. 66
3.5 Rekapitulasi hasil uji validitas variabel X2 ( Kompetensi helping and human service)……… 66
3.6 Rekapitulasi hasil uji validitas variabel Y kinerja………. 67
3.7 Hasil uji reliabilitas………. 69
4.1 Profile Jenis kelamin karyawan f&B department hotel mutiara bandung……… 80
4.2 Usia karyawan f&b department hotel mutiara bandung……… 82
4.3 Pendidikan terakhir karyawan f&b department hotel mutiara bandung……… 83
4.4 Masa kerja karyawan f&b department hotel mutiara bandung……….... 84
4.5 Kelas interval variabel kompetensi achievement and action..…. 87
4.10 Membuat perubahan yang khas dan unik……… 90 4.11 Perlu dibekali pengetahuan dan pelatihan……….. 91 4.12 Mengecek daily breakfast consume dalam pekerjaan………… 91 4.13 Mengecek peralatan F&B……….. 92 4.14 Kelas interval variabel kompetensi helping and human service 94
4.15 Variabel kompetensi helping and human service …………... 94 4.16 Melakukan sesuai dengan keinginan konsumen………. 95 4.17 Memberikan yang terbaik pada setiap order dari konsumen… 95 4.18 Ketepatan dan kesesuaian order seperti yang diinginkan
konsumen……….. 96
4.19 Kebersihan penampilan food and beverage untuk konsumen. 96 4.20 Memberikan pelayanan sesuai selera pelanggan………….. 97 4.21 Memberikan pelayanan sesuai prosedur……….. 97 4.22 Kelas interval variabel kinerja………. 99
4.23 Variabel kinerja……….. 99
4.24 Mengikuti langkah-langkah sesuai dengan SOP………… 100
4.25 Berusaha mengerjakan order list dengan baik sesuai
instruksi atasan……… 101
4.33 Membantu dan mencari solusinya jika rekan kerja kesulitan 105 4.34 Menghargai kemampuan teman dalam berinovasi……. 105 4.35 Mudah menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja 106
4.36 Lebih senang menghabiskan waktu bersama orang lain
daripada menyendiri ………... 106
yang ditentukan………... 108
4.41 Berusaha mengerjakan pekerjaan secara mandiri……... 109
4.42 Pada saat bekerja memakai pakaian seragam……..…... 109
4.43 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi…………... 110
4.44 Hubungan kompetensi achievement and action dengan kinerja karyawan………... 111
4.45 Hubungan kompetensi helping and human service dengan kinerja karyawan………... 112
4.46 Koefisien Determinasi………... 113
4.47 Output ANOVA………... 114
2.1 Kerangka Pemikiran ……….. 50
4.1 Diagram Profil Jenis Kelamin Karyawan F&B
Departement Hotel Mutiara bandung……….. 81
4.2 Diagram Usia Karyawan F&B Departement
Hotel Mutiara bandung………..………. 82
4.3 Diagram Pendidikan Terakhir Karyawan F&B
Departement Hotel Mutiara Bandung………. 83
4.4 Diagram Masa Kerja Karyawan F&B
Departement Hotel Mutiara Bandung……… 85
4.5 Garis kontinum variabel Kompetensi Achievemnt and Action 88
4.6 Garis Kontinum……… 94
VI. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Boulter, Nick, Dalziel, Murray & Hill Jackie, 2003, People and competencies : The
Route to ompetitive Advantage, Alih Bahasa : Bern Hidayat, Jakarta : PT.
Gramedia Pusaka Utama.
Dessler, Garry, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid 2, Jakarta : PT
Prehallindo.
IIlyas, Y., 2002, Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian etakan III, Depok : Pusat
Kajian Ekonomi Kesehatan FKM-UI
Mangunegara P Anwar. 2000.Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya bandung.
Prof. Dr Wibowo, S.E., M.Phil.2007. Manajemen Kinerja. Jakarta : PT Rajagrafindo
Persada.
Riduan, 2004. Dasar-dasar statistika.
Simanjuntak, payaman J., 2005, Iptek dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,
Jakarta. Universitas Krisnadwipayana
Soeprihanto, john., Harsiwi, Hadi prakoso, 2003, perilaku Organisasi, Yogyakarta :
Penerbit STIE
Sulastiyono, Agus, M. Si, 2006, Manajemen Penyelenggara Hotel edisi 1, Bandung :
Alfabeta.
Tarmudi,mas.2010.Pengertian observasi (online) tersedia :http://mastarmudi.
blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html. Akses juli 2012
Triffin & McCormick, 1979, Industrial Psychology, New Delhi : Prentice- Hall.
Widayanti Denti, S.Si., Apt. 2010. Tesis Pengaruh Kompetensi manajerial dan Motivasi
terhadap Kinerja Pengelola Obat Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
Veithzal. Rivai, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta :
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilki kekayaan alam,
keanekaragaman budaya, suku, bahasa, dan agama. Kekayaan alam dan budaya
merupakan komponen penting pariwisata di Indonesia. Pantai-pantai di Bali,
tempat menyelam di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, Pulau komodo, Raja
Ampat di Papua Barat, dan Gunung Tangkubanperahu di Jawa barat merupakan
beberapa contoh tujuan wisata di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah terus
mengembangkan dan memberikan perhatian terhadap industri pariwisata,
sehingga kegiatan pariwisata memilki peranan penting dalam menunjang
pembangunan nasional saat ini, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor
terbesar dalam mendatangkan devisa bagi Negara.
Kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata,
Bandung memiliki daya tarik luar biasa di bidang kuliner dan fashion. Setiap
akhir pekannya selalu dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya kegiatan berwisata saja, setelah mereka melakukan wisata jelas
mereka membutuhkan penginapan dengan fasilitas yang baik dan pelayanan yang
memuaskan yaitu Hotel. Hotel merupakan tujuan wisatawan yang menginap
menjadi lahan yang prospektif bagi para pengusaha untuk mengembangkan
usahanya, hotel mempunyai peranan penting sebagai penyedia dan pendukung
peningkatan jumlah wisatawan yang menginap baik dari wisatawan nusantara
maupun mancanegara, seperti pada tabel berikut :
1.1 Tabel
Wisatawan yang Menginap
Potensi 2008 2009 2010 2011 Keterangan
Hotel 245 262 272 306 Bintang
Non Bintang Jumlah
Kamar
9.986 11.184 12.039 14.724
Occupancy 2.638.555 3.096.869 3.205.269 4.076.072 Wisnus Wisman Sumber : Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Juni 2012
Berdasarkan tabel pertahun di atas dapat dijelaskan bahwa pada tahun
2008 terdapat (245 hotel, 9.986 jumlah kamar dan 2.638.555 wisatawan yang
menginap ), pada tahun 2009 terjadi peningkatan sebesar 17,3 % yaitu 262 hotel,
11.184 jumlah kamar dan 3.096.869 wisatawan yang menginap, dan pada tahun
2010 peningkatan yang terjadi sebesar 3,5% yaitu 272 hotel, 12.039 jumlah kamar
dan 3.205.269 wisatawan yang menginap. Dan pada tahun 2011 terjadi
peningkatan yang sangat pesat mencapai 27,17 % yaitu 306 hotel, 14.724 jumlah
kamar dan 4.076.072 wisatawan yang menginap.
Terdapat berbagai klasifikasi Hotel di bandung dari Hotel Bintang 5, 4, 3,
2, 1 bahkan kelas melati. Hotel dengan kelas bintang tiga selalu menjadi alternatif
para wisatawan nusantara maupun mancanegara memliki tempat yang nyaman
serta harga yang terjangkau, di bawah ini adalah daftar hotel bintang tiga di
Tabel 1.2
Daftar Hotel Bintang Tiga di bandung
1 Bali World Hotel 11 Grand Serela 21 Hotel Istana 2 Botique 12 Internasional Imperium 22 Hotel Karang setra 3 The cipaku Indah 13 New Naripan 23 Kumaha Jaya 4 Bumi Sangkuriang 14 Nalendra 24 Le aries 5 Dago paradise 15 Pandawa Wisata 25 Hotel Padma 6 Geulis Botique Hotel 16 Planet 26 Hotel Mutiara 7 Pandawa 17 Hotel Sukajadi 27 Hotel Lingga 8 Santika 18 Hotel Topas Galeri 28 Trio
9 Wiston 19 Isola Resort 29 Ibis Hotel
10 Grand Hotel Lembang 20 Hotel lembang asri
Sumber : Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Juni 2012
Hotel Mutiara sebagai salah satu hotel dengan kelas bintang tiga di
Bandung yang menjadi tempat tujuan menginap yang memiliki 118 kamar. Hotel
Mutiara Bandung berlokasi di pusat kota, berjarak 200 meter dari stasiun kereta
api Bandung dan 3 km dari lapangan terbang Husein Sastranegara Bandung
berlokasi di Jl Kebon Kawung No.60. Hotel Mutiara mendapatkan penghargaan
dengan nilai A dari PHRI mengenai higiene and sanitation.
Departement Food and Bevarage (F&B) merupakan bagian yang
mempunyai peranan penting didalam hotel yang dituntut untuk selalu
menciptakan inovasi dalam produk serta memberikan pelayanan yang maksimal
untuk konsumen, tingkat persaingan pasar yang semakin ketat menuntut setiap
perusahaan termasuk Hotel Mutiara harus mampu melakukan perubahan strategi
untuk perbaikan dalam perusahaan, perbaikan strategi ini bisa berupa
penyempurnaan sistem manajemen, strategi pemasaran dan penjualan, ataupun
dilakukan secara konsisten oleh perusahaan sehingga perusahaan dapat
mengantisipasi kondisi pasar yang semakin dinamis.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, peran sumber daya
manusia merupakan aset operasional perusahaan. Kinerja karyawan merupakan
salah satu hal terpenting bagi perusahaan, kinerja seringkali dijadikan indikator
bagi berhasil tidaknya perusahaan memberikan layanan kepada konsumen, bagi
perusahaan kinerja adalah seberapa baik karyawan memberikan kontribusinya
bagi perusahaan.
Tabel 1.3
Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan
Penilaian Kinerja Sangat Baik
Dari tabel diatas dapat dibuat grafik sebagai berikut :
Sumber : HRD Hotel Mutiara Bandung, Maret 2012
Gambar 1.1
Grafik Penilaian Kinerja karyawan F&B Departement Hotel Mutiara Bandung
Berdasarkan grafik diatas jika ditinjau sudut baik buruk/kurangnya
maka dapat disimpulkan :
1. Penampilan dan Kerapihan yang bernilai baik : 30+25+(20:2) = 65%,
dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 35%
2. Kemampuan Berkomunikasi yang bernilai baik : 20+35+(35:2) = 72,5%,
dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 27,5%
3. Ketepatan Waktu Kehadiran yang bernilai baik : 25+10+(60:2) = 65%,
dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 35% 0
10 20 30 40 50 60 70
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
4. Disiplin kerja yang bernilai baik : 10+35+(45;2) = 67,5%, dan sisanya
yang bernilai kurang terdapat 22,5%
5. Kemampuan Belajar dan Bekerja yang bernilai baik : 20+45+(35:2) = 80%, dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 20%
6. Kemampuan memahami dan melaksanakan instruksi yang bernilai baik : 30+20+( 45:2) = 72,5%, dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 27,5%
7. Tanggung jawab dalam pekerjaan yang bernilai baik : 10+35+(50:2) = 70%, dan sisanya yang bernilai kurang terdapat 30%
Dari hasil wawancara pada prapenelitian dengan pihak manajemen pada
tanggal 20 maret 2012 didapatkan bahwa penilaian kinerja karyawan di Hotel
Mutiara dilakukan satu kali dalam satu tahun. Setiap tahunnya penilaian kinerja
karyawan berubah-ubah. Permasalahan disiplin kerja karyawan, absensi ataupun
adanya perselisihan antar karyawan sehingga menyebabkan terhambatnya
beberapa pekerjaan dikarenakan terganggunya proses kerjasama di antara
karyawan.
Hotel Mutiara sebagai hotel bintang tiga yang mempunyai daya saing
tinggi tidak hanya memerlukan karyawan yang berkemampuan rata-rata saja tetapi
perlu mengevaluasi penilaian kinerjanya agar semua karyawan dapat memiliki
kompetensi yang baik untuk memenangkan pasar. Akan tetapi karyawan Hotel
Mutiara memiliki permasalahan kinerja karyawan, salah satu faktor kedisiplinan
karyawan, pelayanan karyawan merupakan cerminan tidak disiplinnya karyawan
dalam mematuhi peraturan perusahaan. Ketidakdiplinan karyawan pada akhirnya
berdampak pada kinerja dan produktifitas organisasi. Kompetensi Achievement
and Action merupakan salah satu faktor terjadinya penurunan kinerja di Hotel
Mutiara Bandung, karyawan sering kali tidak melakukan pengecekan pada
kerjanya sehingga beberapa pekerjaan terlewat, kurangnya inovasi pada
pengolahan makanan, standar resep yang di buat chef tidak diperhatikan, tidak
menggunakan seragam pada saat di dalam area kitchen, kurangnya komunikasi
dua arah antara atasan dan bawahan, Sehingga dari beberapa kejadian tersebut
akan berdampak pula pada Kompetensi helping and Human Service dimana
pemahaman terhadap konsumen juga kurang diperhatikan beberapa contoh yang
terjadi yaitu ketidaktepatan atau ketidaksesuaian pesanan konsumen, waktu
pemesanan tidak sesuai dengan standar kerja hotel, dan lainnya.Hal tersebut
berdasarkan hasil prapenelitian Maret, 2012.
Kinerja karyawan merupakan hasil kerja karyawan secara kualitas maupun
kuantitas yang dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah perilaku
karyawan seperti motivasi kerja, hasil kerja karyawan yang seharusnya
mendapatkan pengakuan dari atasan atau penghargaan , pemahaman terhadap
ketepatan dan kesesuaian standar kerja.
Kondisi tersebut di atas menurut asumsi penulis dipengaruhi oleh
Kompetensi Achivement and Action dan Kompetensi Helping and Human service,
Spencer & spencer (1993 :3) menyatakan bahwa kompetensi merupakan landasan
dasar karakteristik orang dan mengidikasikan cara berprilaku atau berfikir,
menyamankan situasi, dan mendukung untuk periode waktu cukup lama.
achievement and action dan kompetensi helping and human service. Seperti yang
telah dikemukakan Payaman J. simanjuntak (2005: 10), kinerja dipengaruhi oleh
tiga faktor yaitu kompetensi individu yang bersangkutan, dukungan organisasi dan
dukungan manajemen.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis tertarik
untuk mengadakan penelitian yang hasilnya dituangkan dalam bentuk skripsi
dengan mengambil judul : “Pengaruh Kompetensi Achievement and Action dan Kompetensi Helping and Human Service Terhadap Kinerja Karyawan F&b
Departement di Hotel Mutiara Bandung”.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan
permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Achievement and Action terhadap
kinerja karyawan F&B Departement di Hotel Mutiara Bandung ?
2. Seberapa besar pengaruh Kompetensi Helping and human service terhadap
kinerja F&B Departement di Hotel Mutiara Bandung ?
3. Seberapa besar pengaruh kompetensi achievement and action dan
kompetensi helping and human service terhadap kinerja karyawan F&B
1.3 Tujuan Penelitian
Dari uraian yang telah dijelaskan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk
mendapatkan gambaran secara empiris mengenai hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi achievement and
action terhadap kinerja karyawan F&B Departement di Hotel Mutiara
Bandung.
2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi helping and
human service terhadap kinerja karyawan F&B Departement di Hotel
Mutiara Bandung.
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi achievement and
action dan kompetensi helping and human service secara bersamaan
terhadap kinerja karyawan F&B Departement di Hotel Mutiara Bandung.
1.4 Kegunaan Penelitian a. Bagi pihak instansi
Hasil penelitian diharapkan memberikan sumbangan saran, pemikiran dan
informasi yang bermanfaat yang berkaitan mengenai kompetensi
Achievement and Action dan Kompetensi Helping and Human Service
F&B Departement Hotel Mutiara Bandung untuk mencapai kinerja yang
b. Bagi pihak akademisi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran serta
pengaplikasian ilmu pengetahuan, terutama yang berhubungan dengan
Manajemen Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan pengaruh
kompetensi terhadap kinerja.
c. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan atau untuk
pengembangan ide-ide baru untuk penelitian selanjutnya,dan sebagai
bahan pertimbangan perusahaan atau instansi lain yang menghadapi
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek dan Subjek Penelitian 3.1.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini yang menjadi objek adalah variabel-variabel bebas
atau independent yang mempengaruhi kinerja karyawan sebagai variabel terikat
atau dependent, yaitu :
a. Kompetensi Achivement and Action
b. Kompetensi Helping and Human Service
Ruang lingkup penelitian ini untuk mengetahui beberapa faktor yang
mempengaruhi kinerja.
3.1.2 Subjek Penelitian
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Karyawan F&B
Departement Hotel Mutiara Bandung.
3.2 Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah survei sedangkan metodenya yaitu deskriptif
analitis . Metode Survei Deskriptif adalah suatu metode penelitian yang
mengambil sampel atau populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat
pengumpulan data. Dalam penelitian ini data dan infomasi dikumpulkan dari
hasilnya akan dipaparkan secara deskriptif dan pada akhir penelitian akan
dianalisis untuk menguji hipotesis yang diajukan pada awal penelitian ini. Effendi
dalam Riduwan (2004 : 276).
Metode penelitian survey adalah usaha pengamatan untuk mendapatkan
keterangan-keterangan yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu
penelitian. Metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil
tetapi data yang dipelajari adalah data-data dari sample yang diambil dari populasi
tersebut sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distributif, dan
hubungan-hubungan antara variabel sosiologis maupun psikologis (Ali, 1997 : 5).
Metode deskriptif menurut Sugiyono (2010 : 29) adalah metode yang
digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi
tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.
Berdasarkan pengertian diatas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa
metode survei deskriptif cocok untuk digunakan dalam penelitian ini, karena
sesuai dengan maksud dari penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran
Pengaruh Kompetensi Achievement and Action dan Kompetensi Helping and
Human Service terhadap Kinerja Unggul F&B Departement di Hotel Mutiara
Bandung.
3.3 Operasionalisasi Variabel
Dalam suatu penelitian agar dapat membedakan konsep teoritis dengan
konsep analisis maka perlu adanya penjabaran konsep melalui operasionalisasi
maupun obyek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (sugiyono 2000 : 20).
Untuk memudahkan dalam pengumpulan data dan pengukurannya, maka
variabel-variabel dalam penelitian ini dapat dioperasionalisasikan sebagai berikut:
1. Variabel kompetensi Achievement and action (X1)
Kompetensi Achievement and action yang dimaksud dalam penelitian ini
mengacu pada pendapat Spencer & Spencer. Variabel ini diukur dengan
menggunakan skala ordinal yang mencangkup indikator-indikator yaitu ACH/
Achievement Orientation ( semangat untuk berprestasi atau untuk mencapai target
kerja), CO/ Concern For Order ( perhatian terhadap kejelasan tugas kualitas dan
ketelitian kerja).
2. Kompetensi Helping and human service ( X2)
Kompetensi Helping and human service yang dimaksud dalam penelitian
ini mengacu pada pendapat spencer & spencer. Variabel ini diukur dengan
menggunakan skala ordinal yang mencangkup indikator-indikator yaitu IU/
Interpersonal Understanding ( empati), CSO/ Customer Service Orientation
( berorientasi kepada pelanggan).
3. Kinerja (Y)
Variabel kinerja yang dimaksud dalam penelitian ini mengacu pada
Delapan indicator kinerja dari Gomez, yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja,
pengetahuan pekerjaan, kreatifitas, kerjasama, inisiatif, ketergantungan, kualitas
personil dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja anggota organisasi
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep
Teoritis
Konsep Empiris Konsep Analitis Skala
Kinerja yang dilihat dari :
2. CSO
3.4 Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini menggunakan dua data, yaitu data secara langsung
(data primer) dan data tidak langsung (data sekunder) yang berhubungan dengan
objek penelitian.Berdasarkan sumbernya, data dikelompokkan menjadi dua,yaitu :
1. Data Primer (Primary Data Source)
Sumber data primer merupakan sumber data dimana data yang diinginkan
untuk menjawab masalah atau tujuan penelitian dapat diperoleh secara langsung
dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survey ataupun
diisi oleh sejumlah responden yaitu karyawan F&B Departement Hotel Mutiara
Bandung.
2. Data Sekunder (Secondary Data Source)
Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian dimana subjeknya
tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian tetapi membantu dan dapat
memberikan informasi untuk bahan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi
sumber data sekunder adalah literature, artikel, serta situs internet yang berkenaan
dengan penelitian yang dilakukan.
Tabel 3.2 Jenis dan Sumber Data
No Data Penelitian Jenis Data Sumber Data
1 Jumlah Karyawan dan penelitian kinerja
Sekunder Mutiara Hotel Bandung 2 Gambaran mengenai kompetensi
karyawan F&B Departement
Primer Karyawan F&B Departement (kuisioner)
3 Gambaran mengenai kinerja karyawan F&B Departement
Primer Karyawan F&B Departement
Sumber : Manajemen HR dan Kuisioner penelitian, 2012
3.5 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”, Sugiono (2011:61).
Nazir (1988:3) mengatakan populasi adalah berkenaan dengan data, bukan
orang atau bendanya. kemudian populasi adalah totalitas semua nilai yang
mungkin, baik hasil mengitung ataupun pengukuran kuantitatif maupun kualitatif
dari pada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek yang lengkap (
Jadi, populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu
wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu yang mempunyai kaitan dengan
masalah yang diteliti.
Populasi sasaran penelitian ini adalah karyawan di Hotel Mutiara yang
bekerja dibagian Food and Beverage sebanyak 32 orang. Penelitian ini merupakan
penelitian populasi, dimana semua populasi diteliti.
Tabel 3.3
Populasi Karyawan F&B Departement No F&B
Departement
Jumlah Karyawan 1 F&B Product 15 2 F&B Service 17
Jumlah 32
Sumber : HRD Hotel Mutiara Bandung, 2012
3.5.1 Teknik Sampling
“ Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel ” Menurut
(Sygiyono 2010:62). Ada beberapa macam teknik sampling untuk menentukan
sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling yang akan
digunakan adalah Nonprobability Sampling. Menurut sugiyono (2010:66)
Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak
memberikan kesempatan bagi setiap unsure (anggota) populasi untuk dipilih
menjadi anggota sampel.
Teknik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh.
Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi
bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang atau penelitian yang ingin
membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilahnya adalah
sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
Penelitian ini menggunakan sampling jenuh karena dalam penelitian ini
populasinya relative kecil yaitu 32 karyawan F&B Departement.
3.6 Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan suatu proses pengadaan untuk
keperluan penelitian dimana data yang terkumpul adalah untuk menguji hipotesis
yang telah dirumuskan. Adapun teknik dan alat pengumpulan data yang penulis
gunakan adalah :
1. Penelitian Kepustakaan ( Library Reseach)
Merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dipergunakan untuk
memperoleh data secara teoritis dengan mempelajari buku-buku, catatan kuliah
dan secara literature lain sebagai pedoman dan pebanding masalah yang penulis
bahas.
2. Penelitian Lapangan ( Field Research )
Merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan
pengamatan langsung terhadap objek penelitian. Dalam hal ini penulis
a. Observasi
Yaitu pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu
masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau pembuktian terhadap informasi /
keterangan yang diperoleh sebelumnya. Dalam penelitian ini, metode observasi
digunakan untuk mengamati keadaan bagian F&B Department Hotel Mutiara
Bandung yang menjadi objek dalam penelitian, seperti kinerja karyawan yang
dapat dilihat pada saat karyawan melaksanakan pekerjaan.
b. Wawancara
Penelitian ini dilakukan dengan wawancara. Penulis melakukan dialog
langsung dengan pihak hotel sebagai narasumber yang dapat memberikan data
kepada peneliti dalam mengidentifikasi masalah penelitian. Dalam hal ini penulis
mendapat informasi langsung dari HRD, Executive chef, F&B Manajer, serta
karyawan bagian F&B Departement.
c. Kuesioner /Angket
Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada
responden untuk menjawab. Jenis kuesioner yang digunakan adalah jenis
kuesioner tertutup dimana telah disediakan jawaban sehingga responden hanya
3.6.2 Teknik Pengolahan data
Teknik Pengolahan data dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Menyusun data. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memeriksa lembar
jawaban yang telah diisi oleh responden, dalam hal kelengkapan jawaban,
untuk menentukan layak tidaknya lembar jawaban tersebut untuk diproses
lebih lanjut.
2. Mentabulasi data, proses mengolah data menjadi tabel. Tabel untuk
ditelaah dan diuji secara sestematis
3. Menghitung bobot nilai dengan skala likert ukuran ordinal.
4. Mengubah data ordinal menjadi interval mengggunakan MSI
5. Menganalisis data, untuk mengetahui pengaruh antara variabel penelitian
dengan teknik analisis yang tepat.
3.7 Uji Instrumen Penelitian 3.7.1 Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan kevalidan dari suatu
instrument. Valid berartiinstrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa
yang hendak diukur. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung kevalidan
dari suatu instrument adalah rumus Korelasi Product Moment, yang dikemukakan
oleh Pearson sebagai berikut
(Sugiyono, 2000 : 148) =
xi yi− xi( yi)
Keterangan :
rxy = menunjukan indeks korelasi antara item dengan total seluruh item
xi = skor masing-masing item
yi = skor total seluruh item
n = banyaknya responden
Apabila sudah dapat dihitung nilai r hitung maka selanjutnya adalah
dibandingkan dengan r tabel, berikut ini adalah kesimpulan dari hasil uji validitas
:
Apabila r hitung > r tabel maka pertanyaan valis
Apabila r hitung < r tabel maka pertanyaan tidak valid
Berikut ini adalah hasil rekapitulasi uji validitas instrument :
Tabel 3.4
Rekapitulasi hasil uji validitas variabel X1 ( kompetensi
achievement and action )
No Pernyataan
Variabel X1 (kompetensi achievement and action )
r hitung r tabel keterangan
1 0.515 0.361 Valid
2 0.620 0.361 Valid
3 0.359 0.361 Valid
4 0.513 0.361 Valid
5 0.638 0.361 Valid
6 0.436 0.361 Valid
7 0.437 0.361 Valid
Tabel 3.5
Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Variabel X2 ( Kompetensi Helping
and human service )
No Pernyataan
Variabel X2 (kompetensi helping and human service )
r hitung r tabel Keterangan
Sumber : pengolahan data, oktober 2012
Tabel 3.6
Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Variabel Y ( Kinerja ) No
Pengujian validitas instrument dilakukan kepada 32 responden untuk
kesalahan 5% uji dua pihak dan dk = n-2, n adalah jumlah responden. dk= 32 -2 =
30, maka diperoleh r tabel 0.361. Dengan demikian instrument yang memiliki
nilai r hitung lebih besar dari r tabel dapat dikatakan valid, dan instrumen yang
memiliki nilai r hitung lebih kecil dari r tabel dapat dikatakan tidak valid.
3.7.3 Uji Realibilitas
Uji Reabilitas yaitu untuk mengetahui ketepatan nilai angket, artinya
instrument penelitian dapat dipercaya bila diujukan pada kelompok yang sama
walaupun pada waktu yang berbeda, maka hasilnya akan sama.
Untuk instrumen yang didalamnya terdapat skor berbentuk rentangan
antara beberapa nilai atau yang berbentuk skala bertingkat (1-3, 1-5, 1-7, dan
seterusnya ), seperti pertanyaan dalam bentuk angket yang berstruktur, rumus
pengujian validitas yang paling tepat digunakan adalah rumus Cronbanch Alpha (
Suharsimi Arikunto, 2006: 196).
Suatu instrument penelitian diindikasikan memiliki tingkat reliabilitas
yang memadai jika koefisien Alpha Croancanch lebih besar sama dengan 0,70.
Formula rumus Koefisien Alpha Croancanch (Cá) adalah sebagai berikut :
r
11= k −1 1−
ó21 ó21
(
Suharsimi Arikunto, 2006 :196)Dimana :
r11 = Nilai Reaibilitas
σ21 = Jumlah varians bulir
σ21 = Varians total
Sedangkan rumus varians adalah sebagai berikut :
σ
21=
��2− �� 2 �
�
( Suharsimi Arikunto, 2006:184)
Dimana :
σ21 = varians total
� = jumlah skor
� = Jumlah responden
Apabila sudah di dapat nilai r hitung maka selanjutnya adalah
dibandingkan dengan r tabel, berikut ini adalah kesimpulan dari hasil uji
reliabilitas :
Apabila r hitung > r tabel maka pertanyaan reliable
Apabila r hitung < r tabel maka pertanyaan tidak reliabel
Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel r hitung r tabel keterangan
1 Kompetensi achievement and action (X1)
0.863 0.361 Reliabel
2 Kompetensi Helping and Human service (X2)
0.964 0.361 Reliabel
3 Kinerja (Y) 0.890 0.361 Reliabel
3.8 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 3.8.1 Teknik Analisi data
3.8.1.1Method of Successive Interval (MSI)
Karena penelitian ini menggunakan data ordinal seperti telah dijelaskan
dalam operasional variabel. Maka data ordinal yang diperoleh dari hasil
pengukuran perlu ditransformasikan terlebih dahulu menjadi skala interval dengan
menggunakan Method of Succesive Interval (MSI).
Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah :
1. Menghitung distribusi frekuensi setiap pilihan jawaban responden
2. Berdasarkan distribusi frekuensi tersebut, selanjutnya dihitung proporsi
dari setiap jawaban
3. Proporsi dari setiap jawaban dihitung proporsi kumulatifnya
4. Setiap proporsi kumulatif, dihitung nilai batas Z-nya
5. Menghitung scale value ( nilai interval rata-rata) untuk setiap pilihan
jawaban melalui persamaan sebagai berikut :
= ℎ −
� ℎ � ℎ � − � ℎ � ℎ ℎ
6. Menghitung scor ( nilai hasil transformasi ) untuk setiap pilihan jawaban
melalui persamaan sebagai berikut :
= + � � + 1
Selanjutnya langkah yang harus dilakukan adalah mensepadankan
baik untuk variabel independen maupun dependen dari semua sampel penelitian
untuk pengujian hipotesis.
3.8.1.2Analisis Korelasi Ganda
Analisis korelasi ganda ( multiple correlation ) dilakukan setelah semua
data yang terkumpul. Analisis korelasi ganda bertujuan untuk mencari hubungan
antara variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan dua variabel independen,
yaitu (X1), (X2) dan satu variabel dependen (Y) sehingga analisis korelasi ganda
menurut sugiyono (2011:231) merupakan angka yang menunjukan arah dan
kuatnya hubungan antara dua variabel independen secara bersama-sama atau lebih
dengan satu variabel dependen.
Koefisien korelasi (r) menunjukan derajat korelasi antara X dan Y. Nilai
koefisien korelasi harus terdapat dalam batas-batas : -1 < r < + 1.>tanda positif
menunjukkan adanya korelasi positif/korelasi langsung antara kedua variabel yang
berarti. Setiap kenaikan nilai-nilai X akan diikuti dengan penurunan nilai-nilai Y
dan begitu sebaliknya.
Jika nilai r = + 1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua
variabel sangat kuat dan positif.
Jika nilai r = -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan
negative.
Jika nilai r = 0 atau mendekati 0, maka korelasi variabel yang diteliti
Korelasi ganda merupakan hubungan secara bersama-sama antara X1, X2
dengan Y. Korelasi ganda dalam penelitian ini merupakan hubungan secara
bersama-sama antara variabel Kompetensi achievement and action dan
kompetensi helping and human dengan kinerja.
R y.x1x2 = 1
2 + 22 − 2 1 2 1 2
1− x1x22 (sugiyono 2011: 233)
Dimana :
R y.x1x2 = Korelasi antara variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama
dengan variabel Y
ryx1 = Korelasi product moment antara X1 dengan Y
ryx2 = Korelasi product momentantara X2 dengan Y
rx1x2 = Korelasi product moment X1 dengan X2
3.8.1.3 Analisis Regresi Linier Ganda
Terdapat perbedaan yang mendasar antara analisis korelasi dan regresi.
Analisis korelasi digunakan untuk mencari arah dan kuatnya hubungan antara dua
variabel atau lebih, baik hubungan yang bersifat simetris, kausal dan reciprocal ,
sedangkan analisis regresi digunakan untuk memprediksikan seberapa jauh
perubahan nilai variabel dependen, bila nilai variabel independen di manipulasi/
dirubah-rubah atau dinaik turunkan.
Analisis regresi berganda menurut sugiyono (2011:275) digunakan oleh
peneliti bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunya)
variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai
Persamaan regresi untuk dua predictor adalah :
(Sugiyono 2011 : 276)
Keterangan :
Y = Kinerja
X1 = Kompetensi Achievement and Action
X2 = Kompetensi Helping and Human Service
a = Intersep
b = Koefisien arah regresi
å = Variabel residu
3.8.1.4Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) yaitu angka yang menunjukan besarnya derajat
kemampuan yang menerangkan variabel bebas terhadap variabel terikat dari
fungsi tersebut. Dengan cara simultan variabel X dan Y dapat dihitung dengan
koefisien determinasi secara simultan melalui rumus :
R2 = ℎ ℎ � � ( )
Besarnya nilai kuadrat R2 diantaranya nol dan satu (0 < R2 < 1 ) dengan
ketentuan sebagai berikut :
Jika R2 semakin mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh
antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Jika R2 semakin jauh angka 1, ,maka semakin kecil pengaruh
3.8.1.5Pengujian Signifikasi Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Selanjutnya untuk mengetahui signifikasi korelasi ganda dicari dulu Fhitung
kemudian dibandingkan dengan Ftabel, dalam pengujian ini dapat menggunakan
rumus sebagai berikut :
� = 2 �− −1
1− 2
Sugiyono (2010 :286)
R= Koefisien korelasi ganda
m = jumlah variabel independen
N = jumlah anggota sampel
Kriteria pengambilan keputusan :
Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak dan Ho diterima artinya semua variabel
bebas berpengaruh secara tidak signifikan terhadap variabel terikat.
Jika Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya semua variabel
bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
3.8.1.6Pengujian Signifikasi Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Pengujian selanjutnya yaitu uji signifikasi yang berfungsi apabila mencari
hubungan variabel x terhadap y, maka hasil korelasi Pearson Product Moment
tersebut diuji signifikasi dengan rumus :
=
−21− 2
( riduan, 2004 : 280 )
Keterangan :
r = nilai koefisien korelasi
kriteria pengambilan keputusan :
Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya pengaruh antara
variabel bebas terhadap variabel terikat tidak signifikan.
Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya pengaruh antara
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada karyawan mengenai pengaruh kompetensi achievement and action dan kompetensi helping and human
service terhadap kinerja karyawan F&B department Hotel Mutiara Bandung,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Kompetensi Achievement and Action berpengaruh terhadap kinerja
karyawan, jika kompetensi Achievement and Action sesuai dengan yang
diharapkan oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan
.Artinya bila kompetensi Achievement and Action memiliki respon yang
baik maka kinerja karyawan F&B department Hotel Mutiara Bandung
akan semakin meningkat.
2. Kompetensi Helping and Human Service berpengaruh terhadap kinerja
karyawan. Jika Kompetensi Helping and Human Service diterapkan pada
standar kerja perusahaan maka akan berpengaruh terhadap kinerja
karyawan F&B department Hotel Mutiara Bandung. Artinya dengan
menerapkan kompetensi helping and human service dengan baik dan
sesuai dengan standar kerja perusahaan maka kinerja karyawan F&B
3. Kompetensi Achievement and Action dan Kompetensi Helping and Human
service berpengaruh terhadap kinerja karyawan F&B department Hotel
Mutiara Bandung. Artinya Apabila Kompetensi Achievement and Action
dan Kompetensi Helping and Human Service diterapkan dengan baik
berdasarkan standar kerja perusahaan maka kinerja karyawan F&B
5.2 SARAN
Penulis mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan
suatu manfaat bagi kemajuan perusahaan yang penulis teliti yaitu karyawan F&B
department Hotel Mutiara Bandung. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan
adalah sebagai berikut :
1. Manajemen Hotel harus memberikan “Pelatihan Sumber Daya Manusia
Dalam Meningkatkan Kualitas Kerja di Bidang Perhotelan” dengan
hotel-hotel lain agar keterampilan dan pengetahuan di bidang perhotel-hotelan
khususnya F&B Departement lebih meningkat.
2. Kesesuain dan ketepatan yang diinginkan konsumen harus selalu
diperhatikan dan sesuai dengan standar operasional prosedur untuk
mencegah terjadinya complain.
3. Memberlakukan sistem reward and punishment kepada karyawan yang
telah melaksanakan pekerjaan sesuai standar kerja dan kepada karyawan
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi VI.
Jakarta : PT. Rineka Cipta
Boulter, Nick, Dalziel, Murray & Hill Jackie, 2003, People and competencies : The Route
to ompetitive Advantage, Alih Bahasa : Bern Hidayat, Jakarta : PT. Gramedia Pusaka
Utama.
Dessler, Garry, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid 2, Jakarta : PT Prehallindo.
IIlyas, Y., 2002, Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian etakan III, Depok : Pusat Kajian
Ekonomi Kesehatan FKM-UI
Mangunegara P Anwar. 2000.Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya bandung.
Prof. Dr Wibowo, S.E., M.Phil.2007. Manajemen Kinerja. Jakarta : PT Rajagrafindo
Persada.
Riduan, 2004. Dasar-dasar statistika.
Simanjuntak, payaman J., 2005, Iptek dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta.
Universitas Krisnadwipayana
Soeprihanto, john., Harsiwi, Hadi prakoso, 2003, perilaku Organisasi, Yogyakarta :
Penerbit STIE
Spencer, Lyle M & Spencer, Signe M, 1993, Competence at Work : Models for Superior
Sugiyono 2000. Metode Penelitian Administrasi.Bandung:Alfabeta.
Sulastiyono, Agus, M. Si, 2006, Manajemen Penyelenggara Hotel edisi 1, Bandung :
Alfabeta.
Tarmudi,mas.2010.Pengertian observasi (online) tersedia :http://mastarmudi.
blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html. Akses juli 2012
Triffin & McCormick, 1979, Industrial Psychology, New Delhi : Prentice- Hall.
Widayanti Denti, S.Si., Apt. 2010. Tesis Pengaruh Kompetensi manajerial dan Motivasi
terhadap Kinerja Pengelola Obat Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
Veithzal. Rivai, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta : PT