IMPLEMENTASI PENDEKATAN KOOPERATIF
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SD N NO. 177/1 TAPAH SARI
PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Ilmu Pendidikan
Oleh :
Umi Ariawati A12D108035
PGSD S-I
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Salah satu tugas pokok guru adalah melakukan pembelajaran (mulai dari merancang, menyajikan, dan sampai kepada evaluasi proses dan hasil belajar) agar diperoleh hasil pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang dirancangkan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi peruses dan hasil belajar pembelajaran dihadapi guru pada proses pembelajaran didepan kelas seperti, perilaku siswa, seperti halnya pada SD N No.177/I Tapah Sari khususnya kelas VI. Siswa yang berjumlah 33 orang ini terdiri dari siswa laki-laki 19 orang dan siswa perempuan 13 orang. Mereka rata-rata berasal dari keluarga ekonomi menengah dengan mata pencaharian orang tua sebagai petani sawit. Kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan didalam ruang kelas dengan menggunakan sarana dan prasarana yang cukup memadai diantaranya, papan tulis white board; alat peraga yang cukup memadai; serta buku paket yang cukup. Selain itu, sarana penunjang lainnya seperti, bangku belajar serta tata letak sarana dan prasarana dengan kondisi cukup baik.
Dalam proses pembelajaran, guru selalu mengacu pada siswa belajar aktif dengan menerapkan metode ceramah, tanya jawab, serta diskusi untuk meningkatkan kemampuan berfikir siswa.
Namun demikian, usaha yang dilakukan belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh lemahnya daya tangkap belajar siswa dan kurangnya motivasi siswa dalam menerima pelajaran. Cara belajar sebagian siswa yang pasif serta lebih mengarah pada konsep mengingat penjaelasan dari guru saja dari pada menemukan sendiri membuat guru kesulitan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran karena terhambat oleh waktu.
Lemahnya daya tangkap belajar siswa dn kurangnya motivasi siswa dalam menerima pelajaran sering menimbulkan beberapa masalah yang dihadapi guru ketika kegiatan belajar berlangsung. Diantaranya, ada siswa yang hanya tersenyum ketika ditanya guru, ada siswa yang masih mengeja dlam membaca, ada siswa yang belum hapal perkalian dan sebagian besar siswa sulit memahami pelajaran matematika bahkan menurut mereka pelajaran matematika merupakan momok yang menakutkan.
diberikan, siswa menyembunyikan hasil kerjanya serta siswa mengeluh pada saat menjawab soal. Masalah tersebut timbul disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya perhatian atau minat siswa dalam pelajaran matematika, kurangnya dorongan belajar dari orang tua siswa terhadap perkembangan anaknya. Oleh karena itu, pemecahan masalah peningkatan mutu proses pembelajara dapat diperbaiki dan ditingkatkan dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) seperti; mengadakan bimbel (bimbingan belajar), memberikan pengarahan atau pendekatan individual pada siswa, memberikan penguatan dan motivasi pada semua materi pembelajaran terutama matematika.
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH
1. Pembelajaran matematika dikelas masih berjalan monoton 2. Belum ditemukan strategi pembelajaran yang tepat
3. Lemahnya daya tangkap belajar siswa
4. Rendahnya motivasi belajar siswa untuk mata pelajaran matematika 5. Rendahnya hasil siswa untuk mata pelajaran matematika
1.3 PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah diatas, permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana meningkatkan motivasi belajar sswa untuk mata pelajaran matematika
2. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa untuk mata pelajaran matematika 3. Bagaimana meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif
1.4 CARA MEMECAHKAN MASALAH
1.5 TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, adalah sebagai berikut:
1. Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas dalam pembelajaran matematika 2. Siswa merasa dirinya mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, ide, gagasan dan pertanyaan
3. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok serta mampu mempertanggung jawabkan segala tugas individu maupun kelompok
4. Seluruh siswa menguasai materi pelajaran secara tuntas
1.6 MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adalah sebagai berikut :
1. Proses pembelajaran matematika tidak monoton lagi
2. Ditemukan strategi belajar yang tepat, yaitu bersifat variatif
3. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok meningkat
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 KAJIAN TEORI
2.1.1 PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF 2.1.1.1 Konsep Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Menurut Salvin (1995), pembelajaran kontruktivisme dalam pengajaran menerapkan metode pembelajaran kooperatif secara ektensif, atas dasar teori bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka saling mendiskusikan konsep-konsep tersebut. Sumber atau bahan belajar; (v) Berperan proses pembelajaran. b) Interaksi tatap muka, dalam belajar kelompok, siswa dapat
melakukan dialog dengan sesame maupun dengan guru yang berhubungan dengan materi yang dipelejari, dengan interaksi ini, siswa diharapkan dapat diproduktif, kreatif, dan inovatf dalam pembelajaran.
d) Ketrampilan menjalin hubungan, penerapan pembelajaran kooperatif dapat menciptakan dan meningkatkan ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi, kelompok dan kelas.
2.1.1.3 Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif
Terdapat 6 (enam) langkah utama dalam menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif, sebagai berikut :
a) Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam mata pelajaran yang dipelajari dan memberikan motivasi belajar kepada peserta didik.
b) Guru menyampaikan informasi kepada peserta didik, baik dengan peragaan (demontrasi) atau teks.
c) Siswa di kelompokkan ke dalam kelompok-kelompok belajar kecil. d) Bimbingan kelompok-kelompok belajar pada saat peserta didik
bekerja sama dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas mereka. e) Setiap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk
mengetahui penguasaan materi pelajaran oleh peserta didik yang telah dipelajari.
f) Hasil penilaian tersebut disampaikan guru kepada kelompok, agar anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan yang dapat memberi bantuan. Nilai kelompok didasarkan oleh rata-rata hasil belajar semua. Oleh karena itu, tiap anggota kelompok harus memberikan kontribusi demi keberhasilan kelompok.
2.2 MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA 2.2.1 Motivasi Belajar
Ada tiga komponen utama dalam motivasi, yaitu (i) Kebutuhan; (ii) dorongan; (iii) Tujuan. Menurut Monks, kekuatan motivasi tersebut dapat dipelihara, diperkuat dan diperkembangkan dengan program pendidikan. Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar sebagai berikut : (i) Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir; (ii) Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar; (iii) Mengarahkan kegiatan belajar; (iv) Membesarkan semangat belajar; (v) Menyadarkan tentang adanya perjalanan balajar dan kemudian bekerja (disela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang berkesinambungan.motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru, sebagai berikut : (i) Membangkitkan, meningkatkan dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil; (ii) Motivasi belajar dikelas bermacam-ragam; (iii) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti : sebagai penasehat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, penyemangat, pemberi hadiah atau guru pendidik; (iv) Memberi peluang guru untuk “ unjuk kerja “ rekayasa pedagogis. Tugas guru adalah membuat semua siswa belajar sampai berhasil. Tantangan profesionalnya justru terletak pada “ mengubah “ siswa tak berminat menjadi bersemangat belajar ( Dimyati dan Mudjioni, 1994 ).
2.2.2 Hasil Belajar Siswa
Menurut Sujana, (1991) hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu berupa tes yang disusun secara terencana, baik tes tertulis, tes lisan maupun tes perbuatan. Nasutiaon menyatakan bahwa hasil belajar merupakan suatu perubahan pada individu yang belajar, tidak hanya mengenai pengetahuan tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu materi tertentu dari mata pelajaran yang berupa data kuantitatif maupun kualitatif.
Tujuan ulangan harian adalah untuk memperbaiki modul dan program pembelajaran serta sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai bagi peserta didik.
2.2 KAJIAN BERFIKIR
Berdasarkan uraian diatas, maka terdapat secara teori hubungan langsung sebab-akibat antara variabel dependent dengan variabel independent. Semakin baik dan menarik media pembelajaran, maka diperkirakan akan semakin baik motivasi dan hasil belajar siswa. Hubungan antara variabel dependent dan independent dapat digambarkan dengan diagram berikut ini :
Motivasi dan hasil belajar siswa rendah
Kecerdasan Fasilitas Lingkungan Sumber belajar Guru
Media belajar : Buku, soal-soal latihan
Motivasi dan hasil belajar siswa membaik
2.3 HIPOTESIS TINDAKAN
Berdasarkan uraian teori kerangka berfikir diatas, maka hipotesis tindakan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 SETTING PENELITIAN
Setting Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi: tempat penelitian, waktu penelitian dan siklus PTK, sebagai berikut :
3.1.1 Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD N No.177/I Tapah Sari. Kec. Mersam Kab. Batang Hari untuk mata pelajaran matematika. Pemilihan sekolah ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di sekolah tersebut.
3.1.2 Waktu Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan pada tahun 2009, yaitu bulan November sampai bulan Desember 2009. penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah. Karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses elajar mengajar yang efektif dikelas.
3.1.3 Siklus PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran matematika melalui pendekatan pembelajaran kooperatif.
3.2 PERSIAPAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
Persiapan sebelum Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dan dibuat berbagai input instrumental yang akan dibangun untuk memberikan perlakuan dalam PTK, yaitu remcana pembelajaran yang akan dijadikan PTK, yaitu Kompetensi Dasar (KD); menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi campuran, selain itu akan dibuat perangkat pembelajaran berupa lembar kerja siswa dan daftar kelompok diskusi yang dibuat secara heterogen.
3.3 SUBJEK PENELITIAN
3.4 SUMBER DATA
Sumber data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari beberapa sumber , yakni :
3.4.1 Siswa, untuk mendapatkan data tentang motivasi belajar dan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar.
3.4.2 Guru, untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi pembelajaran model kooperatif dan motivasi belajar serta hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar.
3.4.3 Teman sejawat, dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTK secara komprohensif dari sisi siswa maupun guru.
3.5 TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari : Tes, Observasi, dan Diskusi teman sejawat.
1. Tes : Dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa 2. Obsevasi : Dipergunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data tentang
motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar.
3. Diskusi antara guru, temansejawat untuk refleksi hasil siklus PTK
4. Wawancara : Untuk mendapatkan data tentang tingkat keberhasilan implementasi pendekatan pembelajaran kooperatif.
Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan penelitian, sebagai berikut:
1. Tes/Ujian : Menggunakan butir soal untuk mengukur hasil belajar siswa. 2. Obsevasi : Mneggunakan lembar observasi untuk mengukur motivasi belajar
siswa dalam proses belajar mengajar matematika.
3. Wawancara : Menggunakan panduan wawancara atau sikap siswa dan teman sejawat tentang pembelajaran kooperatif.
3.6 INDIKATOR KERJA
Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilihat indicator kerjanya proses pembelajaran pendekatan kooperatif yakni siswa dan guru.
3.6.1 Siswa
1. Tes : Nilai latihan dan rata-rata nilai ulangan harian 2. Observasi : Keaktifan siswa dalam proses
3.6.2 Guru
3.7 ANALISIS DATA
Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.
Hasil belajar : Dengan menggunakan analisis nilai latihan dan nilai ulangan harian. Motivasi belajar siswa dalam pelajaran matematika dengan menganalisis tingkat keaktifan dalam proses belajar mengajar.
Implementasi tindakan dalam pembelajaran kooperatif dengan mengalisis tingkat keberhasilannya.
3.8 PROSEDUR PENELITIAN
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini melalui dua tahapan siklus, kedua tahapan tersebut terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan dan refleksi tindakan sebagai berikut :
Siklus 1
1. Perencanaan tindakan, sebagai berikut :
a) Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dalam pembelajaran.
b) Membuat rencana pembelajaran dengan mengacu pada tindakan yang diterapkan dalam PTK.
c) Membuat lembar kerja siswa
d) Membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK. e) Menyususn alat evaluasi pembelajaran.
2. Pelaksanaan tindakan
Deskripsi tindakan yang akan di lakukan, sebagai berikut : a) Membagi siswa dalam 11 kelompok
b) Menyajikan materi pelajaran c) Diberi materi diskusi
d) Dalam diskusi kelompok, guru mengarahkan kelompok
e) Salah satu dari kelompok diskusi, mempresentasekan hasil kerja kelompoknya.
f) Guru memberikan kuis atau pertanyaan.
g) Siswa diberi kesempatan untul memberikan tanggapan h) Penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama i) Melakukan pengamatan atau observasi
Pengamatan dilakukan terhadap : a) Situasi kegiatan belajar mengajar b) Keaktifan siswa
c) Kemampuan siswa dalam diskusi kelompok 4. Refleksi terhadap tindakan
Refleksi merupakan uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil penelitian dan refleksi berkaitan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilaksanakan serta criteria dan rencana bagi tindakan siklus berikutnya.
Penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila :
a) Sebagian besar (60% dari siswa) berani dan mampu menjawab pertanyaan dari guru
b) Sebagian besar (50% dari siswa) berani menanggapi dan mengemukakan pendapat tentang jawaban siswa lain.
c) Sebagian besar (60% dari siswa) berani dan mampu untuk bertanya tentang materi pelajaran pada hari itu
d) Lebih dari 70 % anggota kalompok aktif dalam mengerjakan tugas kelompoknya
e) Penyelesaian tugas kelompok sesuai dengan waktu yang disediakan
Siklus 2
1. Perencanaan tindakan
Peneliti membuat rencana pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama.
2. Pelaksanaan tindakan
Guru melaksanakan pembelajaran kooperatif berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama.
3. Pengamatan tindakan
Guru melakukan pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran.
4. Refleksi terhadap tindakan
Peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua.
Iskandar, 2009. Penelitian Tindakan Kelas, Gaung Persada (GP) Press.
Wardani, I GAK, dkk, 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.