EFEKTIVITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (Studi Kasus : Permukiman Kumuh Kelurahan Tallo Kota Makassar)
Teks penuh
Dokumen terkait
Fokus dalam penelitian ini adalah penanganan sanitasi permukiman kumuh yang terdiri atas 3 elemen, yakni elemen limbah, persampahan, dan drainase pada 5 lokasi
Berdasarkan hasil analisa AHP (Analytic Hierarchy Process) diatas, diketahui bahwa indikator penyebab kumuh pada kawasan permukiman kumuh yang memiliki prioritas
Ada delapan faktor dalam pola penanganan permukiman kumuh di bantaran Kali Pepe Kota Surakarta yaitu status legalitas lahan, tingkat kekumuhan, SK Walikota tentang lokasi
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda dalam penanganan permukiman kumuh di bantaran Sungai Karang Mumus
Ketidaksesuaian antara kondisi prasyarat kampung sasaran dengan kondisi nyata kampung terapan, mengindikasikan bahwa pola penanganan/perbaikan permukiman kumuh atau kampung
Bentuk Infrastruktur Dasar Permukiman dan Rumah Terpilih Kelurahan Bentuk Infrastruktur / Rumah Terpilih Air Minum Air Limbah Persampahan Rumah Tamansari Kumuh Berat Inkonsistensi
123 4.3 Strategi Penanganan Permukiman Kumuh di Kelurahan Rawa Buaya
Hasil analisis disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki tingkat efektivitas paling tinggi dalam upaya penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Toro Kecamatan Tanete Riattang