• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE DECISON TREE UNTUK PENGKLASIFIKASIAN JENIS PLASMA NUTFAH PADI BERBASIS WEB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN METODE DECISON TREE UNTUK PENGKLASIFIKASIAN JENIS PLASMA NUTFAH PADI BERBASIS WEB"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE DECISON TREE UNTUK

PENGKLASIFIKASIAN JENIS PLASMA NUTFAH PADI BERBASIS

WEB

Wati Helanasari, Dra. Sri Setyaningsih, M.Si¹ dan Arie Qur’ania,M.kom²

Program Studi Ilmu Komputer-FMIPA Universitas Pakuan Jl. Pakuan PO BOX 452, Bogor

Telp/Fax (0251) 8375 547 Email : [email protected]

Abstrak

Plasma nutfah padi merupakan sumber keanekaragaman karakter tanaman padi yang memiliki potensi sebagai sumber keunggulan tentunya dalam program perakitan varietas

unggul baru, untuk menentukan jenis Plasma Nutfah Padi dengan cepat dikarenakan banyaknya ciri dan golongan yang terdapat pada jenis Plasma Nutfah Padi tersebut. Sehingga harus adanya sistem pakar dalam menentukan jenis dari plasma nutfah padi, setidaknya memudahkan para peneliti atau yang lainnya untuk mengetahui dari jenis pengklasifikasian plasma nutfah padi. Sistem Pakar (expert system) Adalah sistem/program yang bertingkah laku seperti ahlinya atau pakarnya. Sistem pakar merupakan sistem yang berbasis pengetahuan digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam dunia nyata. Sedangkan Web merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat didasari dari adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penerapan decision tree (Pohon keputusan) pemetaan pemecahan masalah yang dapat diambil dari masalah tersebut. Maka dari itu pohon keputusan sala satu metode pengklasifikasian karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia terutama untuk peneliti. Seteleh sistem ini dibangun akan membantu para peneliti dalam melakukan akses sebuah Web dengan alat bantu internet untuk mendapatkan informasi tentang pengklasifikasian dan mengembangkan genetik Plasma Nutfah padi.

Kata Kunci : varietas,expert system,decision tree,plasma nutfah,web.

I. Pendahuluan

Plasma nutfah padi merupakan sumber keanekaragaman karakter tanaman padi yang memiliki potensi sebagai sumber keunggulan tentunya dalam program perakitan varietas unggul baru, untuk menentukan jenis Plasma Nutfah Padi dengan cepat dikarenakan banyaknya ciri dan golongan yang terdapat pada jenis Plasma Nutfah Padi tersebut. Sehingga harus adanya sistem pakar dalam menentukan jenis dari plasma nutfah padi, setidaknya memudahkan para peneliti atau yang lainnya untuk mengetahui dari jenis pengklasifikasian plasma nutfah padi. Sistem Pakar (expert system) Adalah sistem/program yang bertingkah laku seperti ahlinya atau pakarnya. Sistem

pakar merupakan sistem yang berbasis pengetahuan digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam dunia nyata. Sedangkan Web merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat didasari dari adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui perkembangan teknologi informasi, tercipta suatu jaringan antar komputer yang saling berkaitan. Oleh karena itu SP dan Web dapat menyatu untuk memberi pengetahuan yang diambil dari sistem pakar mengenai Pengklasifikasian Plasma Nutfah Padi kemudian dibuat sistem informasi yang terdapat dalam situs web yang diakses banyak peneliti.

(2)

1.1 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat Penerapan Metode Decision Tree untuk Pengklasifikasian Jenis Plasma Nutfah Padi Berbasis Web.

1.2 Ruang Lingkup

Ruang lingkup yang dibahas dalam penelitian ini meliputi:

1. Penelitian Plasma Nutfah Padi yang ada Indonesia yang cukup banyak sehingga hanya beberapa data yang

bisa diambil dalam contoh

pengklasifikasian jenis Plasma Nutfah.

2. Klasifikasi yang diambil dari ciri-ciri Plasma Nutfah padi.

3. Dengan menggunakan metode

Decision Tree para peneliti terbantu

untuk membedakan golongan dari klasifikasi jenis Plasma Nutfah padi tersebut.

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini diharapkan : 1. Memudahkan pengguna (peneliti)

untuk memutuskan dari

pengklasifikasian Plasma nutfah padi.

2. Memutuskan nama aksesi dari ciri Plasma nutfah padi tersebut agar peneliti atau para pakar maupun pengguna lainnya dapat lebih mudah

atau memberi masukan dan

informasi.

II. Tinjauan Pustaka 2.1 Plasma Nutfah Padi

Plasma nutfah padi merupakan sumber keanekaragaman karakter tanaman padi yang memiliki potensi sebagai sumber keunggulan tentunya dalam program perakitan varietas unggul baru. Keragaman plasma nutfah padi berupa koleksi varietas lokal, ras-ras yang beradaptasi di lingkungan spesifik, kultivar unggul yang telah lama dilepas dan bertahan di masyarakat, serta kultivar unggul yang baru dilepas dan galur-galur

harapan yang tidak terpilih dalam pelepasan varietas. Materi tersebut sangat penting dalam program pemuliaan, karena perakitan dan perbaikan varietas unggul baru yang memiliki latar belakang genetik luas, akan tergantung dari ketersediaan sumber gen pada koleksi plasma nutfah (Cooper et.2003).

2.1.2 Sistem Pakar (expert system)

Adalah sistem/program yang

bertingkah laku seperti ahlinya atau pakarnya. Sistem pakar merupakan sistem yang berbasis pengetahuan digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam dunia nyata.

Berikut ini adalah aplikasi contoh sistem pakar diantaranya:

1. Aplikasi Sistem Pakar untuk konsultasi kerusakan lokomotif dari Delta (General Electric)

2. Aplikasi Sistem Pakar untuk

penaksiran prospek mineral dari Stanford Research Institute bernama Prospector

3. Aplikasi Sistem pakar untuk

mengkonfigurasi bagian-bagian

komputer dari Digital Equipment Corps’s yaitu Xycon

4. Aplikasi sistem pakar untuk

mendiagnosa bakteri penyakit tertentu dari Universitas Stanford tahun 1970 bernama Mycin.

Sistem Pakar menurut Siswanto

(kecerdasan tiruan:2010) merupakan program komputer, yaitu :

1. Program komputer yang menangani masalah dunia nyata, masalah yang

kompleks yang membutuhkan

interpretasi pakar.

2. program komputer untuk

menyelesaikan masalah dengan

menggunakan komputer dengan model penalaran manusia dan mencapai kesimpulan yang sama dengan yang

(3)

dicapai oleh seorang jika berhadapan dengan masalah.

Komputer berbasis pengetahuan

sistem pakar merupakan program

komputer yang mempunyai pengetahuan berasal dari manusia yang berpengetahuan luas(pakar) dalam domain tertentu, di mana pengetahuan di sini adalah pengetahuan manusia yang sangat minim penyebarannya, mahal serta susah didapat.

2.1.3 Struktur Sistem Pakar

2 bagian utama sistem pakar :

1. lingkungan pengembangan

(development environment) :

digunakan untuk memasukkan

pengetahuan pakar ke dalam

lingkungan sistem pakar.

2. lingkungan konsultasi (consultation

environment) digunakan oleh

pengguna yang bukan pakar untuk memperoleh pengetahuan pakar.

Gambar 1 Struktur Sistem Pakar (Kusumadewi, Sri. 2013)

2.1.4 Ciri-ciri Sistem Pakar

1. Terbatas pada domain keahlian tertentu 2. Dapat memberikan penalaran untuk

data yang tidak pasti

3. Dapat mengemukakan rangkaian

alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami.

4. Berdasarkan pada kaidah/ketentuan/rule tertentu.

5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.

6. Pengetahuan dan mekanisme penalaran

(inference) jelas terpisah.

7. Keluarannya bersifat anjuran. 8. Sistem dapat mengaktifkan kaidah

secara searah yang sesuai dituntun oleh dialog dengan user.

2.1.5Keuntungan Menggunakan Sistem Pakar

Dengan menggunakan sistem pakar dalam membantu memecahkan masalah, didapat beberapa keuntungan:

1. Sifatnya yang permanen

2. Mudah untuk ditransfer atau

direproduksi

3. Mudah didokumentasikan.

4. Menghasilkan keluaran yang

konsisten.

5. Biaya yang murah.

6. Dapat digunakan untuk 24 jam sehari.

7. Dapat dibentuk semenjak ada

keterbatasan dari manusia dan pakar.

8. Sulit mendapatkan seorang

yang expert/pakar, sehingga sistem pakar dapat menggantikan tugas tersebut.

9. Pengetahuan pada sistem pada sistem pakar mudah disimpan dan di copy. 10. Pengetahuan yang ada tidak mudah

hilang

11. Selalu membentuk opini terbaik dalam batas pengetahuannya.

2.1.6 Kerugian Menggunakan Sistem Pakar

Disamping keuntungan,

menggunakan sistem pakar atau expert

system mempunyai beberapa kerugian,

diantaranya:

1. Kurang personalitinya

2. Tidak dapat menyelesaikan masalah yang membutuhkan intuisi.

(4)

2.1.7 Pengertian Decision Tree

Decision Tree adalah sebuah

struktur pohon, dimana setiap node pohon merepresentasikan atribut yang telah diuji, setiap cabang merupakan suatu pembagian hasil uji, dan node daun (leaf)

merepresentasikan kelompok kelas

tertentu. Level node teratas dari sebuah

Decision Tree adalah node akar (root)

yang biasanya berupa atribut yang paling memiliki pengaruh terbesar pada suatu kelas tertentu. Pada umumnya Decision Tree melakukan strategi pencarian secara top-down untuk solusinya. Pada proses mengklasifikasi data yang tidak diketahui, nilai atribut akan diuji dengan cara melacak jalur dari node akar (root) sampai node akhir (daun) dan kemudian akan diprediksi kelas yang dimiliki oleh suatu

data baru tertentu.

http://kandm.wikispaces.com/Decision+Tr ee.

Secara singkat bahwa Decision Tree merupakan salah satu metode klasifikasi pada Text Mining. Klasifikasi adalah proses menemukan kumpulan pola atau fungsi-fungsi yang mendeskripsikan dan memisahkan kelas data satu dengan lainnya, untuk dapat digunakan untuk memprediksi data yang belum memiliki kelas data tertentu (Jianwei Han, 2001).

2.1.8 Konsep Decision Tree

Mengubah data menjadi pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule) (Basuki dkk,2003).

Gambar 2.Konsep Decision Tree

Entrophy(S)= +...Pn

Keterangan :

S = ruang (data) sample yang digunakan untuk training.

P(+) = jumlah yang bersolusi positif

(mendukung) pada data sample untuk criteria tertentu.

P(-) = jumlah yang bersolusi negatif (tidak mendukung) pada data sample untuk kriteria tertentu.

Gambar 3. Mengubah Tree Menjadi Rules

2.2 Tinjauan terdahulu

Utomo (2011) Pada laporannya

yang berjudul Studi Pendahuluan

Diagnosis Organisme Penggunaan dan Hara Tanaman Padi Sawah Berbasis Sistem Pakar. Program Studi Teknik Elektro, Program Magister dan Doktor Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. Pembahasan : Melakukan penelitian guna membangun sistem pakar diagnosis serangan organisme penyakit dan hara pada tanaman padi menggunakan metode pohon keputusan dan inferensi forward chaining. Kesimpulan yang dihasilkan adalah Studi pendahuluan diagnosis OPT Padi dan Sawah berbasis Sistem Pakar

sangat relevan dan dapat

diimplementasikan dengan baik, Simpul internalnya berupa Organisme Pengganggu dan Hara Tanaman, dan hasil tes yang berupa atribut adalah gejala serangannya (keadaan akar, batang dan daun) yang

dimasukkan kedalam workplace.

Berdasarkan uraian yang dijelaskan pada

paragraph terdahulu, maka untuk

menyelesaikan permasalahan dalam

mendeteksi organisme pengganggu

tanaman (Organisme Pengganggu dan Hara Tanaman) digunakan Sistem Pakar

DATA Decision Rule

Tree

If atribut#1=subset2^atribut#2=subset21 then answer=answer1

(5)

dengan metode inferensi pohon (Tree) dan

Forward chainingberbasis web.

III. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian berjudul Penerapan

Metode Decision Tree Untuk

Pengklasifikasian Jenis Plasma Nutfah Padi Berbasis Web adalah Siklus Hidup Pengembangan Sistem yang memadukan sumber daya konseptual dari individu dengan kapabilitas komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan. Skema metode SDLC dapat dilihat pada Gambar 4:

Gambar 4. Sistem Development Live Cycle (SDLC), (Mcleod, 1995) 3.1 Perencanaan Sistem

Tahap perencanaan merupakan suatu tahap pengumpulan data yang dilakukan untuk mempermudah dalam pembangunan suatu aplikasi yang akan dibuat . Dalam tahap ini terbagi menjadi beberapa tahap , yaitu :

1. Studi kepustakaan

Studi kepustakaan yaitu melakukan kegiatan pengumpulan data secara

teoritis untuk mendukung data yang diperoleh dari lapangan dan buku – buku, kumpulan jurnal dan pencarian melalui media internet.

2. Studi Lapangan

Melakukan observasi proses pencarian terhadap beberapa search engine dan fasilitas pencarian yang terdapat pada web terkait.

3.2 Analisis Sistem

Tahap analisis yaitu melakukan analisis terhadap sistem yang akan dibangun, diantaranya: mengidentifikasi masalah yang ada, menyimpulkan hasil analisis dan dapat memberikan solusi dari permasalahan yang ada. Tahap identifikasi masalah yang digunakan hanyalah studi kepustakaan yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan mempelajari buku panduan yang berkaitan dengan penelitian.

3.3Preprocessing

Tahapan preprocessing, yaitu Data yang diberikan pihak penelitian tanaman industri sebagai bahan awal ini harus dilakukan beberapa tahapan. Tahapan pertama yaitu menghapus beberapa data atau karakteristik yang tidak mendukung. Tahapan kedua yaitu merubah data

menjadi bentuk simbol untuk

mempermudah proses pengolahan data. Tahap ketiga yaitu membuat data menjadi data training untuk dibangun rule dalam perhitungan decision tree.

3.4 Perancangan Sistem

Tahap perancangan sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen – komponen tersebut bekerja sesuai yang direncanakan.

3.5Implementasi Sistem

Tahap implementasi sistem pada

penelitian ini adalah melakukan

pembuatan database menggunakan

phpMyAdmin, sedangkan untuk web

desain digunakan Adobe Dreamweaver CS5. Untuk uji coba aplikasi browser

(Maxthon) dan server local yaitu XAMPP

1.6.8. Perencanaan Sistem Analisis Sistem Perancangan Sistem Implementasi Sistem Uji Coba Valid ? Penggunaan Sistem

(6)

3.6Uji Coba sistem

Uji coba sistem dilakukan melalui 3 (tiga) tahap uji coba, yakni uji coba struktural, fungsional dan validitas data.

1. Uji Coba Struktural

Uji coba struktural dilakukan dengan cara

membandingkan kesesuaian hasil

implementasi dengan rancangan. 2. Uji Coba Fungsional

Uji coba fungsional dilakukan dengan cara menguji setiap button, fungsi atau form yang dibuat, apakah sudah berfungsi dengan baik atau tidak.

3. Validasi

Validasi merupakan proses pengujian untuk memastikan kesesuaian antara input dan output.

3.7 Penggunaan Sistem

Tahap distribusi dilakukan proses penggunaan sistem yang dibuat untuk mengetahui dan menentukan seberapa baik aplikasi yang dibuat untuk memenuhi kriteria kerja dan selanjutnya siap untuk digunakan oleh pengguna.

IV. Hasil dan Pembahasan 4.1 Perencanaan Sistem

Tahap perencanaan sistem ini akan membahas perancangan dan implemantasi penerapan pengklasifikasian jenis plasma

nutfah padi menggunakan metode

Decision tree. Sistem ini berbasis web,

dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Mysql sebagai databasenya. Tujuan pembuatan sistem ini adalah sebagai alternatif solusi para peneliti dalam hal pencarian informasi dari pengklasifikasian plasma nutfah padi.

4.2 Analisis Sistem

Tahapan analisis sistem ini dilakukan pengklasifikasian analisis data dari seorang pakar untuk memperoleh informasi bagi para peneliti. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan untuk pembangunan program. Hasil analisis yang diperoleh yaitu nama aksesi dan karakteristik plasma nutfah padi.

4.3 Perancangan Sistem

Pada tahap ini bertujuan untuk

memberikan gambaran mengenai

rancangan sistem yang akan dibangun, rancangan ini mencakup proses prosessing, perancangan ini lebih dekat dengan perancangan antarmuka (User Interface) sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya.

4.3.1 Proses preprosesing

Tahapan preprocessing, yaitu Data yang diberikan pihak penelitian tanaman industri sebagai bahan awal ini harus dilakukan beberapa tahapan,Tahapan pertama yaitu menghapus beberapa data atau karakteristik yang tidak mendukung. Tahapan kedua yaitu merubah data

menjadi bentuk simbol untuk

mempermudah proses pengolahan data. Tahap ketiga yaitu membuat data menjadi data training untuk dibangun rule dalam perhitungan decision tree..

4.3.2 Rancangan Pembuatan Halaman Web

1. Perancangan Sistem dengan

Flowchart

Rancangan flowchart sistem

dilakukan untuk menentukan alur program yang akan dibuat sehingga program dapat dibuat secara terstruktur. Perancangan alur sistem ini menampilkan hirarki halaman-halaman yang akan diakses. Rancangan

flowchart tersebut dapat dilihat pada

gambar.

Mulai

Halaman utama home

Informasi Plasma nutfah padi Login

Home Informasi Valid Menu 1. Home 2. Informasi 3. Analisis 4. Logout Halaman peneliti Ya, peneliti Ya Punya account Daftar account

Tidak

Login Peneliti

Daftar

Tidak

Gambar 5. Rancangan Flowchart Sistem untuk Halaman Utama.

(7)

4.3.3 Rancangan Tampilan Web

Desain halaman mencakup elemen grafik yang digunakan pada antarmuka, termasuk layout secara keseluruhan, menu desain form dan penempatan tiap unit dari sistem.

Header

Home Info Plasma nutfah

padi Login

Sidebar Halaman Utama

Footer

Jam

Gambar 6. Design Halaman utama Website

4.4 Implementasi

Implementasi perangkat lunak adalah melaksanakan, eksekusi, atau praktek dari rencana, metode, atau perancangan dalam pengembangan perangkat lunak. Pada tahap ini dihasilkan rule dalam perhitungn

decision tree yang akan menjadi output

pada perancangan aplikasi. Dari hasil rule sebagai berikut:

Gambar 7. Tampilan output rule

perhitungn decision tree.

4.4.1 Perhitungan

Contoh proses perhitungan

decision tree pada node awal, perhitungan

hasil Entropy terkecil :

Warna Ujung Gabah = Kuning

Jerami

Q1 = -1/7* log2 1/7 - 1/7* log2 1/7 - 1/7* log2 1/7 - 1/7* log2 1/7 - 1/7* log2 1/7 -

1/7* log2 1/7 - 1/7* log2 1/7

= 2.80

Warna Ujung Gabah = Ungu Tua Q2 = -1/2* log2 1/2 - 1/2* log2 1/2 = 1

Warna Ujung Gabah = Ungu

Q3 = -1/5* log2 1/5 - 1/5* log2 1/5 - 1/5* log2 1/5 - 1/5* log2 1/5 -

= 1/5* log2 1/5 = 2.32

Warna Ujung Gabah = Merah

Q4 = -1/6* log2 1/6 - 1/6* log2 1/6 - 1/6* log2 1/6 - 1/6* log2 1/6 -

1/6* log2 1/6 - 1/6* log2 1/6

= 2.58

4.4.2 Program

Codingan Perhitungan Program yang di hasilkan untuk keluaran pengklasifikasian program plasma nutfah padi.

Gambar 8. Codingan program untuk pengklasifikasian hasil plasma nutfah padi.

V. Kesimpulan Dan Saran 5.1 Kesimpulan

Pada Hasil Penelitian akhir ini bertujuan untuk membuat “Penerapan Decision tree pada sistem pakar untuk Pengklasifikasian jenis plasma nutfah padi berbasis web menggunakan PHP dan MySQL”.dengan metodelogi penelitian pengembangan sistem pakar, perencanaan yang menggambarkan suatu sistem sebagai suatu jaringan proses dari fungsi yang

dihubungkan dengan penyimpanan

database.

Entropy = 7/20(2.80) + 2/20(1) + 5/20(2.32) + 6/20(2.58)

(8)

Aplikasi ini memiliki dua hak akses yang berbeda, pertama hak akses untuk admin yang dapat melakukan penginputan data, ubah data, dan hapus. Kedua hak akses untuk para peneliti melakukan proses analisis plasma nutfah padi. dengan adanya aplikasi ini yang diperuntukan untuk para peneliti mendapatkan informasi penganalisisan dari plasma nutfah padi.

Setelah dilakukan analisis, sistem yang dibuat ini telah bekerja dengan benar sesuai dengan rancangan yang dibutuhkan yakni pengklasifikasian plasma nutfah padi. Hal ini didapat setelah melakukan serangkaian uji coba struktural, fungsional, dan validasi.

5.2Saran

Sistem ini harus terus berkembang dalam rancangan yang masih sederhana dalam hal tampilan website sehingga kurang menarik sehingga disarankan untuk penyempurnaan design dan program ini. dalam hal penggunaan metode decision tree juga dinilai kurang efektif untuk penempatan kasus seperti ini dan memakan waktu yang cukup lama dan juga dilakukan perluasan jenis-jenis plasma nutfah padi lainnya.

Gambar

Gambar  1  Struktur  Sistem  Pakar  (Kusumadewi, Sri. 2013)
Gambar 4. Sistem Development Live  Cycle (SDLC), (Mcleod, 1995)  3.1  Perencanaan Sistem
Gambar  8.  Codingan  program  untuk

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan pendekatan STM dengan model pembelajaran GI diharapkan guru mampu mengajak siswa berperan aktif, yang ditekankan pada unjuk kerja, dimana siswa dibagi dalam

Jika perubahan data yang dimasukkan lengkap maka proses simpan berhasil dan menampilkan pesan “Proses Simpan Berhasil”, jika data perubahan tidak lengkap proses

Surat dapat diarsip apabila ada stempel “arsip” pada surat yang menyatakan surat sudah diterima yang bersangkutan dan dapat diarsipkan, hanya saja siswa kurang teliti

tanggul di ruas Kali Ciliwung, mampu mengurangi tinggi elevasi muka air banjir terhadap kondisi eksisting (plan 1) di setasiun 115 (lokasi pertemuan Kali Ciliwung dengan sudetan

Data-logger yang dibuat oleh IbIKK TE USD dapat mengukur tegangan, arus, daya dan energi yang dihasilkan oleh kincir angin dalam jangka waktu tertentu.. Perangkat

Berdasarkan data dan hasil pemantauan dari tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat tim penulis, selain diperoleh informasi tentang potensi desa juga diperoleh informasi

Pasal 5 ayat (2) Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal telah diatur dengan jelas bahwa penanaman modal asing wajib dalam bentuk

Hal ini juga sebenarnya disadari sepenuhnya oleh Mochtar Kusumaatmadja, dengan mengatakan bahwa pembinaan hukum nasional secara menyeluruh menghadapi tiga kelompok