• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KEPRIBADIAN

(2)

Batasan kepribadian

(menurut Allport)

 Watak dan kepribadian adalah sama, tapi dapat berbeda.

 Watak digunakan untuk memberi penilaian tentang perangai dan perbuatan manusia berdasarkan norma-norma masyarakat.

 Kepribadian lebih cenderung memberikan gambaran apa adanya.

 Kepribadian merupakan organisasi yang dinamis yang ada pada individu, dimana

terdapat beberapa sistem psikophisical yang menentukan perilaku dan berpikir individu.

(3)

Batasan kepribadian menurut Allport dapat diterangkan sbb:

Organisasi dinamis

keyakinan terdiri

dari perilaku dan pikiran yang diterima

individu sbg pola yang berkaitan untuk

mencapai tujuan. Dinamis berarti

kepribadian itu selalu terbuka untuk

berubah sebagai akibat

pengalaman-pengalaman baru dan tujuan-tujuan baru.

Psiko-fisik

kepribadian merupakan

kerja tubuh dan jiwa. Keduanya tidak

dapat dipisahkan dan saling

(4)

Menentukan (determine)

kepribadian

memainkan peranan aktif dalam tingkah

laku individu.

Karakteristik dalam berperilaku dan

berpikir

setiap individu memiliki pola

berperilaku dan berpikir yang khas

sebagai karakteristiknya dalam

menghadapi lingkungan, sehingga

kepribadian juga memiliki fungsi

adaptasi.

(5)

Kesimpulan

 Kepribadian memiliki keunikan atau

kekhasan yang berbeda antara individu satu dengan yang lain.

 Individu memiliki style atau gaya untuk berpikir dan berperilaku yang konsisten dalam menghadapi lingkungan yang berbeda-beda.

 Kepribadian memiliki fungsi adaptasi, yaitu menyesuaikan diri dengan

(6)

Kepribadian dan temperament

 Kepribadian pola-pola perilaku yang dimiliki subyek

diperoleh dari faktor pembawaan dan lingkungan

 Lebih dinamis dan dapat diubah melalui

fungsi insentif  Temperament diperoleh dari pembawaan dan merupakan disposisi yang sangat erat

hubungannya dengan faktor biologis atau

fisiologis atau keturunan

 Sifat-sifat kepribadian yang tidak banyak

berubah karena insentif atau hal-hal lain yang lebih komplek

Temperament adalah gejala karakteristik dari pola sifat emosi individu termasuk mudah tidaknya kena rangsang, kekuatan serta kecepatan bereaksi, intensitas

suasana hati, gejala ini terutama berasal dari keturunan

(7)

Pembentukan kepribadian

 Faktor herediter, pembawaan yang diperoleh dari

orangtuanya  temperament

Dapat diubah melalui pelatihan-pelatihan (Goleman)

 Fisik

 Pengalaman pada usia dini

 Pengaruh kebudayaan

 Nama dan pemberian cap pada anak

 Perasaan berhasil dan gagal

 Keluarga pola

pendidikan, sikap orangtua, situasi emosional dalam keluarga

 penerimaan lingkungan sosial

(8)

Tipe kepribadian

 Ekstrovert  bersifat mudah terbuka, tertarik atau senang bergaul dengan individu lain.

Responnya bersifat realistis, dapat bertingkah laku sesuai tuntutan lingkungannya. Segalanya ditanggapi secara obyektif.

 Introvert  segalanya ditanggapi sesuai

dengan keadaan dirinya, malu thd masyarakat (menutup diri) sangat sensitif thd kritik. Dlm

menghadapi msl dianalisa dg kacamata sendiri. Jadi sifatnya subyektif.

 Ambivert  tipe ini bersifat realistis/obyektif, tetapi kadang-kadang bersifat subyektif tdk dpt digolongkan ekstrovert atau introvert.

(9)

Pengukuran kepribadian

Chirologi/palmistry Astrologi

Grafologi Phrenologi onychologi

Cairan badaniah

phisiognomi

Cara-cara ilmiah Lavater

Pra ilmiah

Semi ilmiah:

(10)

Cara-cara pra ilmiah untuk mengenal

kepribadian

Chirologi atau Palmistry

ilmu gurat

tangan (rajah)

Astrologi

ilmu perbintangan

Grafologi

ilmu tentang tulisan tangan

Phrenologi

ilmu tentang bentuk

tengkorak

Onychologi

ilmu tentang kuku

(11)

Hipocrates

• Usaha mengenal kepribadian yang tergolong semi ilmiah dikemukakan oleh Hipocrates (dokter) yang terpengaruh ahli kosmologi yang bernama Empedokles.

• Alam semesta terdiri dari tanah, air, udara dan api.

• Tanah memiliki sifat kering, air – basah, udara – dingin, api – panas.

• Sifat kering, basah, dingin, dan panas juga terdapat pada cairan yang ada pada tubuh manusia.

• Sifat kering ada pada chole (empedu kuning), basah ada pada melanchole (empedu hitam), dingin ada pada

phlegma (lendir) dan sifat panas ada pada sanguis (darah).

(12)

Tipologi Hipocrates - Galenus

Cairan tubuh Tipe Sifat

Chole Choleris Keras, optimis, semangat hidup besar, mudah

terbakar

Melanchole melancholis Mudah kecewa, muram, daya juang kecil, pesimis

Phlegma Phlegmatis Kalem, tidak mudah dipengaruhi, setia

Sanguis Sanguinis Mudah berganti haluan, ramah

Referensi

Dokumen terkait

Kertas ini menghujahkan tanpa adanya kerangka pendekatan dalam meneliti seni budaya sebagai satu ilmu pengetahuan tempatan tinggi dan sebagai industri yang kreatif, berbakat dan

[r]

It should be clear that it is only the structure of a composite formula A regarded as a truth function that one considers when making a truth value assignment to A for a

KELOMPOK KERJA UNI T LAYANAN PENGADAAN Kompleks Blok Plan Perkantoran Marisa

Diumumkan bahwa penyedia Barang/ Jasa Rehabilitasi Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Paket 03 (tiga) Pekerjaan Rehabilitasi/ Pemeliharaan Saluran Simbang Lokasi Desa

Mahasiswa memiliki keahlian berkarya dalam teknik Kewirausahaan dalam hal sumber daya manusia dan penggunaannya.. Mahasiswa memiliki keahlian berkarya dalam bahasan

yang merasa keberatan atas hasil i, diberi kesempatan untuk mengajuka aket E-Lelang yang bersangkutan di i jadwal waktu yang tercantum dalam a. ngumuman disampaikan untuk

pembelajaran lebih ditekankanpada pemahaman konsep tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau kerja ilmiah melalui pengamatan