• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Btu.5 393 5-70 Tanggal 28 Mei 1980

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Btu.5 393 5-70 Tanggal 28 Mei 1980"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DEPARTEMEN DALAM NEGERI

Sebagaimana telah dimaklumi, bahwa pemberian hak pakai kepada

transmigrasi yang sudah menetap, hingga sekarang masih dilaksanakan

menurut tata cara seperti yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Agraria

dan Transmigrasi No. 3 Tahun 1967.

Menurut peraturan ini, pemberian hak pakai kepada transmigran

dilaksakan oleh Dirktorat Jenderal Transmigrasi cq. Kepala Kanwil

Transmigrasi, di atas tanah yang sudah dikuasai oleh Direktorat Jenderal

Transmigrasi dengan hak pengelolaan.

Dalam rangka mewujudkan Catur Tertib di bidang pertanahan

sebagaiman yang telah digariskan dalam PELITA III, berbagai upaya perlu

dilakukan demi terselenggaranya tertib penggunaan dan penguasaan tanah

berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, hingga tanah yang tersedia

benar-benar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsi sosialnya.

Sejalan dengan ini, telah dilakukan upaya penyempurnaan sarana

hukum/peraturan perundangan Agraria, khususnya mengenai kewenangan

untuk memberikan/menyerahkan bagian-bagian dari tanah hakpengelolaan

kepada pihak ketiga, misalnya dengan hak pakai, tidak lagi dilakukan secara

langsung oleh pemegang hak pengelolaan, melainkan oleh pejabat-pejabat yang

berwenang memberikan hak atas tanah sebagaimana yang telah diatur di dalam

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 1972, yaitu oleh Kepala

Direktorat Agraria Propinsi atas nama Gubernur Kepala Daerah sesuai dengan

peraturan perundangan Agraria yang berlaku, dan atas usul dan syarat-syarat

yang ditetapkan oleh pemegang hak Pengelolaan (dalam hal ini Direktur

Jenderal Transmigrasi cq Kakanwil Direktorat Jenderal Transmigrasi).

Sedangkan mengenai tata cara pemberian haknya, telah dikeluarkan

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 1977 tentang Tata Cara

Permohonan dan Penyelesaian Pemberian Hak atas Bagian-bagian Tanah Hak

Pengelolaan serta pendaftarannya, jo Peraturan Menteri Agraria No. 1 Tahun

1966 tentang Pendaftaran hak pakai dan hak pengelolaan.

Secara garis besar, tata cara permohonan dan pemberian hak tanah

dinaksud sepenuhnya dilakukan oleh Direktorat Agraria di tiap-tiap propinsi

atas nama Gubernur Kepala Daerah setempat dengan menggunakan

formulir-formulir isian yang sudah disediakan pada tiap-tiap Kantor Agraria Kabupaten.

Permohonan hak pakai diajukan oleh para Transmigran secara kolektif

atau oleh Kakanwil Direktorat Jenderal Transmigrasi Propinsi setempat atas

(2)

Berhubung dengan itu pada kesempatan ini perlu kami tegaskan, bahwa

sejak berlakunya Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 1974 tanggal 5

Mei 1974 dan no. 1 Tahun 1977 tanggal 17 Februari 1977, maka Peraturan

Direktorat Jenderal Agraria dan Transmigrasi No. 3 Tahun 1967 sepanjang

mengenai tata cara pengajuan permohonan hak pakai dan penyelesaiannya tidak

berlaku lagi.

Demikian untuk menjadi maklum.

MENTERI DALAM NEGERI DIREKTUR JENDERAL AGRARIA

ttd.

DARYONO

Tembusan disampaikan dengan hormat kepada :

1. Bapak Menteri Dalam Negeri, sebagai laporan.

2. Sdr. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I di seluruh Indonesia.

3. Sdr. Kepala Direktorat Agraria Propinsi di seluruh Indonesia.

4. Sdr. Kakanwil Direktorat Jenderal Transmigrasi Propinsi di seluruh

Referensi

Dokumen terkait

bahwa tata cara pembayaran jasa bank sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 219/PMK.05/2009 tentang Tata Cara Pembayaran Jasa Bank Dalam Rangka

ini berdasarkan ketentuan Pasal 15 ayat (2) Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 29 Tahun 2016 tentang Tata Cara

Pemindahan Hak milik atas Tanah yang diperoleh dari hasil pelaksanaan Transmigrasi.. Jakarta, 31 Januari 1978

Bersama ini disampaikan Keputusan Menteri Negara Agraria /Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 16 Tahun 1997 tentang Perubahan Hak Milik menjadi Hak Guna Bangunan atau

Bersama ini disampaikan Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 2 Tahun 1998 tentang Surveyor Berlisensi5. Demikian untuk dapat

Peraturan ini berisi ketentuan lebih lanjut mengenai kewenangan menandatangani buku tanah, sertipikat dan surat ukur dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor

Bahwa sebelum berlakunya Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 1998, ada beberapa ketentuan yang mengatur pengenaan uang

Sehubungan dengan telah diundangkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dan Peraturan Pelaksanaannya, serta