59
HOTEL RESORT DI PANTAI MUTUN KABUPATEN PESAWARAN LAMPUNG Harlika Tiatara Welsa - 21020110141049
1. Jumlah wisatawan Provinsi Lampung cenderung meningkat tiap tahunnya. Diantara Kabupaten dan Kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah yang daerah memiliki pesisir pantai, salah satunya adalah Kabupaten Pesawaran.
2. Kabupaten Pesawaran memiliki banyak objek wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu objek wisata yang berkembang dengan pesat adalah Pantai Mutun. Hal ini memberikan prospek yang baik untuk masa yang akan datang. Namun sangat disayangkan Kabupaten Pesawaran belum memiliki hotel atau jasa akomodasi lainnya sama sekali. Selama ini wisatawan Kabupaten Pesawaran harus menginap di hotel – hotel yang ada di Kota Bandar Lampung. Sehingga pembangunan sebuah hotel resort sangat dibutuhkan untuk dapat mengakomodasi wistawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Kabupaten Pesawaran.
3. Kawasan Pantai Mutun yang berada di Kecamatan Teluk Pandan (sebelumnya Kecamatan Padang Cermin) memang diperuntukkan untuk kawasan pariwisata Kabupaten Pesawaran dan memerlukan pengembangan pendukung pariwisata.
4. Perencanaan dan Perancangan sebuah Hotel Resort di Pantai Mutun Kabupaten Pesawaran harus memperhatikan potensi yang ada dan sesuai dengan peraturan maupun kaidah – kaidah standar perancangan.
4.2 Batasan
Dalam perencanaan dan perancangan Hotel Resort di Pantai Mutun Kabupaten Pesawaran dengan Penekanan Desain Eko Arsitektur, diperlukan adanya batasan yang digunakan mempertajam masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan, yaitu:
1. Lokasi berada di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran
2. Perhitungan prediksi kapasitas pengunjung adalah sampai dengan 10 tahun mendatang sejak pengambilan data terakhir yaitu dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2024. 3. Peraturan bangunan dan penentuan lokasi yang digunakan mengacu pada peraturan
daerah setempat yang tercantum dalam Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pesawaran
4. Standar dan persyaratan ruang mengacu pada studi literatur, studi banding, dengan disesuaikan pada kondisi tapak yang tersedia
5. Perencanaan dan perancangan hanya di tekankan pada aspek-aspek arsitektural saja. Faktor lainnya seperti investasi, pembiayaan, dan perawatan bangunan bukan menjadi bagian lingkup pembahasan
60
HOTEL RESORT DI PANTAI MUTUN KABUPATEN PESAWARAN LAMPUNG Harlika Tiatara Welsa - 21020110141049 4.3 Anggapan
Anggapan yang digunakan untuk mempermudah penggunaan syarat-syarat yang ideal bagi perancangan fisik, yaitu:
1. Dalam kurun waktu 10 tahun sampai tahun 2024 dianggap tidak terjadi perubahan yang drastis pada kondisi lokasi yang ada.
2. Tapak terpilih dianggap telah memenuhi persyaratan dan siap digunakan dengan batas-batas yang ada. Dalam penyediaan pembebasan tanah dianggap tidak terdapat masalah. 3. Tapak dalam kondisi siap diolah atau dibangun. Bangunan yang telah ada di site bila
dimungkinkan dianggap tidak ada.
4. Kondisi ekonomi dianggap akan semakin meningkat sehingga diasumsikan jumlah wisatawan akan terus meningkat.
5. Aspek ekonomi dianggap diluar pembahasan perencanaan dan perancangan tetapi dengan memperhatikan rasionalitas.
6. Jaringan – jaringan utilitas yang ada seperti air bersih, air kotor, listrik, telepon, dan sanitasi dapat difungsikan sepenuhnya dan tersedia.
7. Peralatan, teknologi, dana, dalam pembangunan Hotel Resort di Pantai Mutun Kabupaten Pesawaran dianggap telah memadai sehingga dapat dilaksanakan pembangunan. 8. Fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, ibadah, dan