112 A. Simpulan
Berdasarkan temuan dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya maka pada bagian inipenulis menuangkannya dalam bentuk skripsi dengan judul “Perilaku Menyimpang Remaja Dalam Memanfaatkan Taman Sebagai Ruang Publik”. Studi Kasus Pemanfaatan Taman Duta Telaga Mas Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi dalam simpulannya yaitu:
Bentuk perilaku sosial remaja dalam memanfaatkan taman lebih yaitu 1) rasionalitas instrumental yaitu remaja datang ke Taman Duta Telaga Mas karena ingin mencari kesejukan, lari pagi, bermain sepeda, dan taekwondo mereka datang ke tempat taman sesuai dengan apa yang mereka inginkan karena lingkungan taman duta telaga mas menyediakan oksigen dan kesejukan karena ada pohon, serta adanya tempat yang luas untuk memfasilitasi remaja dalam beraktifitas seperti lari pagi, bermain sepeda, dan taekwondo. 2) Tindakan afektif yaitu remaja melakukan perbuatan yang berorientasi kepada kesenangan sehingga tindakan remaja terkadang lebih mementingkan perasaan ketimbang logika. Seperti remaja melakukan perbuatan asusila dan minum-minuman keras di area taman sebagai ruang publik tanpa memikirkan rasa malu dan lebih mementingkan kepuasan bagi mereka. Faktor remaja melakukan perilaku menyimpang dalam memanfaatkan taman pertama lebih kepada sikap mental mereka yang tidak sehat, kedua proses belajar yang menyimpang, ketiga kondisi lingkungan taman yang gelap, keempat karena ada rasa ingin dipuji oleh temannya, dan yang kelima kurangnya pemanfaatan waktu luang.
Pemanfaatan taman secara sosial dan edukasi oleh remaja yaitu dimanfaatkan untuk kegiatan duduk dan bersantai serta berbincang dengan teman, kegiatan camping SMP dari sekolah Bekasi, kegiatan silaturahmi karang taruna Duta Harapan dan Telaga Mas, kegiatan taekwondo, dan kegiatan jogging atau lari pagi. Kegiatan seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah sebuah kegiatan sosial dimana remaja saling berinteraksi antar individu dan kelompok serta adannya kegiatan yang mengarah kepada pendidikan
diantarannya pendidikan untuk mengenal alam sekitar dari adanya kegiatan camping yang dilakukan oleh sekolah SMP di Bekasi dan adannya suatu pembelajaran tentang ilmu beladiri dari kegiatan taekwondo yang dilakukan di taman.
Upaya dari masyarakat dan pihak berwajib telah dilakukan untuk mengatasi perilaku menyimpang remaja dalam memanfaatkan taman yaitu secara preventif dimulai dari adannya sosialisasi aturan larangan pada baliho yang terpasang di taman dan adannya penggrebekan yang dilakukan Forkom RW dan FSMM Dumas, dilakukannya patroli oleh pihak Polsek Bekasi Utara, serta penjagaan taman oleh Satpam. Upaya pengendalian sosial secara represif yang telah diupayakan masyarakat yaitu untuk memperbaiki dan mengembalikan keadaan taman untuk dapat dimanfaatkan oleh remaja sesuai dengan fungsinya, maka melalui pihak Forkom RW dan FSMM Dumas memberikan hukuman kepada remaja yang kedapatan melakukan perbuatan mesum dan minum-minuman keras di area taman berupa push-up dan berendam di danau. Selain adannya pemberian hukuman juga didatangkannya orang tua remaja kepada pihak Forkom RW dan FSMM Dumas untuk menjemput anaknya. Diharapkan dengan pemberian hukuman dan didatangkannya orang tua remaja merasa jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Sedangkan untuk hambatan yang dialami untuk mengatasi perilaku menyimpang remaja dalam memanfaatkan taman oleh berbagai pihak diantaranya Forkom RW dan FSMM Dumas adalah tidak adanya waktu untuk terus melakukan kegiatan penggrebekan dan menyisir daerah taman akibat mempunyai kesibukan tersendiri bagi anggota. Pihak Polsek Bekasi Utara adalah terlalu luasnya wilayah Kecamatan Bekasi Utara sehinga tidak dapat terpantau setiap saat dan menyeluruh pada area taman Duta Telaga Mas. Sedangkan pada pihak satpam Taman adalah cukup luas wilayah taman jadi tidak bisa terpantau secara keseluruhan apalagi penjagaannya hanya satu orang.
Dampak yang dialami masyarakat setempat dari adannya perilaku menyimpang remaja dalam memanfaaatkan taman yaitu nama baik perumahan dan masyarakat sekitar menjadi buruk oleh penilaian masyarakat luas, karena adannya perilaku remaja yang memanfaatkan taman untuk hal negatif yaitu perilaku seperti berbuat mesum dan minum-minuman keras di area taman yang berada pada perumahan Duta Harapan dan
Telaga Mas. Dampak sosial pada psikologi remaja yang tinggal disekitar taman juga dikhawatirkan bagi orang tua, hal ini wajar karena orang tua sejatinya sangat mencintai anaknya sehingga takut anaknya melakukan hal-hal yang menyimpang seperti yang dilakukan oleh remaja di taman. Perilaku remaja yang memanfaatkan taman secara negatif secara tidak langsung akan memberikan contoh bagi generasi remaja yang tinggal di sekitar taman, karena remaja terkadang melakukan sesuatu tanpa pernah berpikir panjang tentang akibat dari apa yang telah mereka perbuat di masyarakat.
B. Implikasi dan Rekomendasi
Sehubungan dengan adannya faktor yang melatar belakangi remaja melakukan perbuatan menyimpang karena mental yang tidak sehat, maka perlu dilakukannya pendidikan moral dan norma yang baik dimulai dari lembaga keluarga, lembaga pendidikan, dan lembaga masyarakat. Agar dalam setiap kondisi dan lingkungan dimanapun mereka berada dapat menyadari dan tidak akan melakukan perbuatan menyimpang. Maka dari itu remaja akan selalu sadar dan memahami konsekuensi jika melakukan perbuatan menyimpang. Semua keterlibatan masyarakat, tokoh masyarakat, pihak berwajib, dan para orang tua pun sangat diharapkan untuk bisa dapat bekerjasama dalam mengatasi perilaku menyimpang remaja. Sehingga upaya dalam mengatasi perilaku menyimpang remaja dalam memanfaatkan taman tidak hanya bertumpu pada tokoh masyarakat seperti Forkom RW dan FSMM Dumas. Alasannya adalah dengan adannya kerjasama yang baik maka perilaku remaja yang menyimpang dapat diminimalisir lebih baik lagi.
Dengan melihat dari adannya hasil penelitian beserta analisis penelitian, maka penulis memberikan rekomendasi sebagai upaya yang membangun demi penelitian yang telah dilakukan. Berikut saran dari penulis untuk penelitian ini yaitu:
1. Bagi pihak Forkom RW dan FSMM Dumas
Tokoh masyarakat disini yaitu Forkom RW dan FSMM Dumas telah berupaya mengatasi penyimpangan yang dilakukan oleh remaja dalam memanfaatkan taman. Maka dari itu rekomendasi yang diajukan untuk pihak Forkom RW dan FSMM Dumas adalah untuk mengusahakan adanya penerangan lampu untuk menerangi area taman
dan sekitar danau, atau setidaknya memaksimalkan kembali sarana dan prasarana lampu yang ada di taman agar berfungsi kembali. Tidak hanya itu melakukan tindakan yang lebih tegas lagi kepada para pelaku penyimpangan dalam memanfaatkan taman serta mengaktifkan kembali untuk mengadakan penggrebegan ke area taman dan tidak hanya mengandalkan adannya penjagaan satpam saja walaupun tidak dilakukan setiap saat. Sehingga tidak akan ada lagi pengunjung taman yaitu remaja dapat leluasa berbuat mesum dan minum-minuman keras di taman saat malam hari. Tidak hanya itu penambahan satpam untuk menjaga area taman dan danau diperlukan agar pengawasan dapat dilakukan secara maksimal dan dapat meminimalisir penyimpangan yang dilakukan remaja saat berada di taman.
2. Bagi remaja yang melakukan penyimpangan
Remaja melakukan perilaku menyimpang di taman karena sebelumnya melihat orang lain melakukan penyimpangan terlebih dulu, sehingga menirunya. Maka dari itu rekomendasi yang diajukan untuk remaja yang melakukan perilaku menyimpang diharapkan walau berada dalam kondisi apa pun dan lingkungan yang bagaimanapun keadaanya harus tetap bisa untuk mengontrol dirinya agar tidak melakukan perilaku menyimpang dan lebih mengutamakan berfikir secara logika ketimbang perasaan dalam berbuat di lingkungan masyarakat.
3. Bagi Pengunjung Taman
Pengunjung taman atau masyarakat sekitar adalah orang yang biasanya melihat secara langsung penyimpangan yang terjadi di taman. Maka dari itu rekomendasi yang diajukan untuk pengunjung taman sebaiknya tidak bersifat permisif akan tetapi ikut berperan aktif dalam mencegah dan meminimalisir perilaku yang menyimpang jika melihat perilaku atau pengunjung lain apalagi remaja yang lebih sering memanfaatkan taman untuk perbuatan mesum dan minum-minuman keras dengan cara melapor kepada satpam yang menjaga area taman dan danau, atau kepada pihak yang berwajib. 4. Bagi Orang Tua
Remaja melakukan perilaku menyimpang di taman adalah perilaku yang dia lakukan diluar rumah. Maka dari itu rekomendasi yang diajukan untuk orang tua adalah sudah sepatutnya dan telah menjadi kewajibannya untuk tetap dan selalu mengawasi
perilaku anaknya dengan cara tidak memberikan ijin kepada anaknya jika keluar pada malam hari tanpa tujuan yang jelas serta dengan siapa anak bergaul. Hal ini akan menjadi suatu pencegahan awal dimulai dari lembaga keluarga, karena orang tualah yang benar-benar memahami karakter dan perilaku anak dalam kesehariannya.
5. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya adalah peneliti yang mengembangkan penelitian sebelumnya. Maka dari itu rekomendasi yang diajukan untuk peneliti selanjutnya adalah harus ada objek kajian yang lainnya jika ingin meneliti mengenai perilaku sosial remaja dalam memanfatkan taman sebagai ruang publik sehingga akan ada temuan baru yang dapat bermanfaat pada keilmuan sosiologi. Terutama pada upaya yang sangat efektif dalam mengatasi permasalahan remaja yang menyimpang dan dampak adannya perilaku menyimpang bagi dirinya dan orang lain lebih diperdalam.