• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGANTAR PENELITIAN DAN INVESTIGASI I (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan " PENGANTAR PENELITIAN DAN INVESTIGASI I (2)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR PENELITIAN DAN INVESTIGASI ILMIAH disusun guna memenuhi tugas resume mata kuliah Metodologi Penelitian

Disusun oleh :

Wanda Rizki Aprillia 135020301111037

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

PENGANTAR PENELITIAN

Penelitian bisnis sebagai penyelidikan atau investigasi yang terkeloia, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadat) suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait. Intinya, penelitian memberikan informasi yang cliperlukan untuk memandu manajer mengambil keputusan yang terinfomasi agar bisa memecahkan masalah secara sukses.

PENELITIAN: TERAPAN DAN DASAR

Penelitian dapat dilakukan untuk dua tujuan berbeda, yang biasa disebut penelitian terapan dan penelitian dasar. Penelitian terapan adalah penelitian untuk memecahkan masalah mutakhir yang dihadapi oleh manager dalam konteks pekerjaan, yang menuntut solusi tepat waktu. Dan penelitian dasar adalah penelitian untuk menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah tertentu yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan dengan maksud menerapkan hasil temuan untuk memecahkan masalah spesifik yang sedang dialami dalam perusahaan disebut penelitian terapan (applied research). Penelitian yang terutama dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah tertentu yang kerap terjadi dalam konteks organisasi dan mencari metode untuk memecahkannya disebut penelitian dasar atau fundamental (basic or fundamental research).

MANAJER DAN PENELITIAN

Memahami penelitian dan metode penelitian membantu manajer profesional untuk:

1. Mengenali dan secara efektif memecahkan masalah kecil dalam konteks pekerjaan.

(3)

3. Menghargai dan terus-menerus menyadari berbagai pengaruh dan efek dari faktor-faktor terkait dalam suatu situasi.

4. Memperhitungkan risiko dalarri pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya probabilitas yang terkait dengan kemungkinan keluaran (outcome) yang berbeda.

5. Mencegah kepentingan pribadi yang mungkin memengaruhi situasi. 6. Berhubungan dengan peneliti dan konsultan yang .disewa secara lebih

efektif.

7. Menggabungkan pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambil keputusan.

KONSULTAN/PENELITI INTEMAL VERSUS EKSTEMAL

Sejumlah organisasi mempunyai departemen konsultan atau penelitian sendiri, yang mungkin dinamakan Departemen Layanan Manajemen, Departemen Organisasi dan Metode, RD (research and development department), atau lainnya. Departemen tersebut berperan sebagai konsultan intemal untuk subunit dalam organisasi yang menghadapi masalah tertentu dan memerlukan bantuan. Unit semacam ini dalam organisasi, jika eksis, akan mempunyai beberapa kegunaan, dan memperoleh bantuannya akan lebih menguntungkan di bawah sejumlah situasi, teLapi tidak dalam situasi lainnya. Manajer sering harus memutuskan apakah menggunakan peneliti intemal atau ekstemal. Untuk mencapai keputusan, manajer harus menyadari kekuatan dan kelemahan keduanya, dan menimbang keuntungan dan kerugian menggunakan salah satunya, berdasarkan kebutuhan situasi.

ETIKA DAN PENELITIAN BISNIS

(4)

penelitian, yang harus melakukannya dengan sungguh-sungguh, memerhatikan indikasi basil penelitian, melepaskan ego, dan merigejar kepentingan organisasi alih-alih diri sendiri.

INVESTIGASI ILMIAH

Karakteristik utama penelitian ilmiah dapat didaftarkan sebagai berikut:

1. Tujuan jelas

Manager memulai penelitian dengan sebuah sasaran atau tujuan yang jelas. Fokusnya adalah meningkatkan komitmen karyawan terhadap, organisasi, di samping manfaat lain penelitian tersebut dalam banyak bidang. Peningkatan komitmen karyawan akan terwujud dalam berkurangnya pergantian, absensi, dan mungkin menaikkan level kinerja, yang kesemuanya tentu akan menguntungkan organisasi. Penelitian tersebut dengan demikian mempunyai sebuah fokus tujuan yang jelas.

2. Ketepatan

Dasar teori yang baik dan desain metodologi yang tepat akan menambah ketepatan pada sebuah studi.dengan tujuan yang jelas. Ketepatan mengandung arti tingat kehatian-hatian dalam investigasi penelitian.

3. Dapat Diuji

Bila, setelah mewawancarai sekelompok acak karyawan organisasi dan mempelajari penelitian sebelumnya yang dilakukan dalam bidang komitmen organisasi, manajer atau peneliti membuat hipotesis tertentu mengenai bagaimana meningkatkan komitmen karyawan, maka hal tersebut dapat diuji dengan menerapkan uji statistik tertentu pada data yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut. Penelitian ilmiah dengan demikian menguji secara logis hipotesis yang disusun untuk melihat apakah data mendukung perkiraan atau hipotesis yang dibuat setelah studi yang mendalam terhadap situasi masalah. Dengan demikian, dapat diuji menjadi ciri lain dari penelitian ilmiah.

4. Dapat Ditiru

(5)

penelitian serupa diulangi dalam keadaan lain yang mirip. Bila hal tersebut terjadi (misalnya, hasil ditiru atau terulang), kita akan memperoleh keyakinan dalam sifat ilmiah penelitian kita. Dengan kata lain, hipotesis kita tidak hanya bersifat kebetulan, tetapi merupakan refleksi dari keadaan populasi yang sebenamya. Dengan demikian, Dapat Ditiru merupakan ciri lain dari penelitian ilmiah.

5. Ketelitian dan Keyakinan

Ketelitian (precision) mengacu pada kedekatan temuan dengan "realitas" berdasarkan sebuah sampel. Dengan kata lain, ketelitian mencerminkan tingkat keakuratan atau keyakinan hasil berdasarkan sampel, terkait apa yang benar-benar eksis dalam keseluruhan. Keyakinan (confidende) mengacu pada probabilitas ketepatan estimasi kita. Karena itu, tidaklah cukup hanya teliti, tetapi juga penting bahwa kita dapat dengan yakin menegaskan bahwa 95% waktu hasil kita benar dan hanya 5% kemungkinan salah. Hal ini, juga disebut sebagai tingkat keyakinan.

6. Objektivitas

Kesimpulan yang ditarik dari interpretasi hasil analisis data harus obfektif; yaitu, harus berdasarkan fakta-fakta dari temuan yang berasal dari data aktual, dan bukan nilai-nilai subjektif atau emosional kita. Misalnya, jika kita mempunyai hipotesis bahwa partisipasi yang lebih besar dalam pengambilan keputusan akan meningkatkan komitmen organisasi, dan hal tersebut tidak didukung oleh .hasil penelitian, adalah percuma jika peneliti terus memperdebatkan bahwa peningkatan kesempatan bagi partisipasi karyawan akan tetap bermanfaat! Argumen semacam itu akan didasarkan pada opini subjektif peneliti, bukan pada temuan penelitian berdasar data yang faktual. Bila hal tersebut merupakan pendirian peneliti, maka tidak ada gunanya sama sekali untuk melakukan penelitian. Banyak kerugian yang akan diderita oleh organisasi yang melaksanakan kesimpulan yang tidak berdasar data atau menyesatkan yang ditarik dari penelitian.

7. Dapat Digeneralisasi

(6)

dipungkiri lagi, semakin luas jangkauan penerapan solusi yang dihasilkan oleh penelitian, semakin berguna penelitian tersebut bagi para pengguna. Misalnya, jika seorang peneliti menemukan bahwa partisipasi dalam pengambilan keputusan adalah benar terkait dengan peningkatan komitmen organisasi dalam berbagai organisasi manufaktur, industri, dan jasa, dan tidak hanya dalam organisasi tertentu yang diselidiki oleh peneliti tersebut, maka generalisasi temuan tersebut pada konteks organisasi lain pun meningkat. Semakin penelitian dapat digeneralisasi, semakin besar kegunaan dan nilainya. Tetapi, tidak banyak temuan penelitian yang dapat digeneralisasi pada semua konteks, situasi, atau organisasi lainnya.

8. Hemat

Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang muncul, dan dalam menghasilkan solusi masalah, selalu Iebih disukai untuk kerangka penelitian yang kompleks yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan. Sifat ekonomis dalam model penelitian dicapai jika kita memasukkan ke dalam kerangka penelitian lebih sedikit jumlah variabel yang akan menjelaskan varians (variance) secara jauh lebih efisien dibanding seperangkat variabel kompleks yang hanya akan sedikit menambah varians yang dijelaskan. Sifat hemat ini dapat dicapai dengan pemahaman yang baik terhadap masalah dan faktor penting lainnya yang memengaruhi hal tersebut. Model teoretis konseptual yang baik semacam itu dapat diperoleh melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur dengan pihak terkait, dan tinjauan literatur yang menyeluruh terhadap hasil penelitian sebelumnya dalam bidang masalah tertentu.

RINTANGAN SAINS DALAM PENELITIAN

Salah satu metode investigasi ilmiah yang utama adalah metode hipotetis-deduktif. Proses deduktif dan induktif dalam penelitian dijelaskan di bawah ini.

Deduksi dan induksi

(7)

dari sebuah fakta yang diketahui. Induksi, disisi lain, merupakan proses di mana kita mengamati fenomena tertentu dan berdasarkan hal tersebut tiba pada kesimpulan. Dengan kata lain, dalam induksi, kita secara logis membuat sebuah proposisi umum berdasarkan fakta yang diamati.

Teori yang berdasarkan deduksi dan induksi membantu kita untuk memahami, menjelaskan, dan/atau memprediksi fenomena bisnis. Bila penelitian direncanakan untuk menguji beberapa hasil spesifik yang dihipotesiskan, sebagai contoh, untuk melihat apakah mengendalikan kegaduhan yang mengganggu dalam lingkungan akan meningkatkan kinerja orang dalam memecahkan teka-teki mental, langkahlangkah berikut dilakukan. Investigator memulai dengan teori bahwa kegaduhan secara merugikan mempengaruhi mental untuk pemecahan masalah. Hipotesis kemudian dihasilkan bahwa jika kegaduhan dikendalikan, teka-teki mental dapat dipecahkan dengan lebih cepat dan tepat.

Tujuh Langkah Metode Hipotetis-Deduktif

Tujuh langkah yang termasuk dalam metode penelitian hipotetis-deduktif yang berakar dari rintangan yang dibahas di atas, dan didaftarkan dan dibahas di bawah ini.

1. Penga ma tan

2. Pengumpulan informasi awal 3. P e r u m u s a n t e o r i

4. Pen yusunan hipotesis

5. Pengumpulan data ilmiah lebih lanjut 6. Analisis data

Referensi

Dokumen terkait

Model kecepatan yang digunakan akan diiterasi berkali-kali menggunakan metode tomografi sampai didapatkan kecepatan yang paling sesuai untuk digunakan sebagai masukan dalam

Kedua, berdasarkan metode hermeneutika tersebut, Esack mencapai kesimpulan bahwa kerja sama dengan umat agama lain adalah sesuatu yang tidak dilarang, jika tidak

Padahal, jika dicermati kondisi kekinian, perolehan hasil tangkapan nelayan yang telah dioleh dalam bentuk makanan seperti kerupuk, getas, kemplang, cumi kering, ikan

Jumlah yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar HD Beringin Tinggi tergolong sedikit dibandingkan etnis lain di provinsi Jambi seperti Orang Rimba yang memanfaatkan 29

Sebagai sektor basis dan sektor dengan kontribusi terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Minahasa Selatan, maka sektor pertanian perlu

Atas kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang