STRATEGI MENGHADAPI KEBIJAKAN
ANTI-
DUMPING
INDONESIA DI NEGARA
Pokok Bahasan
Pendahuluan
Pendahuluan
Kebijakan anti
dumping
Pendahuluan
Kebijakan Perdagangan Internasional
Kebijakan perdagana bebas
Kebijakan autarki Kebijakan proteksi
Penetapan tarif
Pembatasan Quota impor
Kebijkan
anti-dumping
Subsidi ekspor
Kebijakan
Perdagangan
Internasional
• Kebijakan ekonomi internasional dalam arti luas meliputi semua
kegiatan ekonomi pemerintah suatu negara yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi komposisi, arah dan kegiatan ekspor impor barang dan jasa yang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut.
• Kebijakan ekonomi internasional dalam arti sempit yaitu hanya
meliputi kebijakan yang langsung mempengaruhi ekspor dan impor
hom e
Kebijakan
Protekteksi
•
Politik proteksi adalah kebijakan pemerintah
untuk melindungi industri dalam negeri yang
Kebijakan
Perdagangan Bebas
• Politik dagang bebas adalah kebijakan pemerintah untuk
mengadakan perdagangan bebas antarnegara. Pihak-pihak yang mendukung kebijakan perdagangan bebas mengajukan alasan bahwa perdagangan bebas akan memungkinkan bila setiap negara berspesialisasi dalam memproduksi barang dimana suatu negara memiliki keunggulan komparatif.
ho me
Kebijakan Autarki
•
Politik autarki adalah kebijakan perdagangan dengan
Pengertian Dumping & Kebijakan
Anti-dumping
Dumping adalah Dumping adalah Kebijakan anti-dumping Kebijakan anti-dumpingdumping diartikan sebagai praktik dagang yang dilakukan eksportir dengan menjual barang , jasa,
atau barang dan jasa di pasar internasional dengan harga kurang dari nilai yang wajar atau lebih rendah daripada harga barang tersebut di negerinya sendiri atau daripada harga jual kepada
negara lain.
dumping diartikan sebagai praktik dagang yang dilakukan eksportir dengan menjual barang , jasa,
atau barang dan jasa di pasar internasional dengan harga kurang dari nilai yang wajar atau lebih rendah daripada harga barang tersebut di negerinya sendiri atau daripada harga jual kepada
negara lain.
Tindakan Antidumping adalah tindakan yang
diambil pemerintah berupa pengenaan Bea Masuk Antidumping terhadap barang dumping (pasal1 (9))
Tindakan Antidumping adalah tindakan yang
Sejarah Sejarah
Menurut sejarah, dumping telah dikenal di akhir tahun 1800-an, pada saat itu terjadi perang tarif bahkan perang dagang antar negara-negara industri sehingga untuk melindungi industri dalam negara-negara membentuk aturan-aturan tentang anti-dumping. Pada awalnya pengeturan mengenai anti-dumping diketahui berkembang di negara-negara Anglo Saxon sepert Kanada, Amerika Serika dan Australia. Kanada menjadi negara partama yang menatur perihal anti-dumping dalam sebuah undang-undang yang dikenal dengan “The Wilson Tariff Act of 1894”
Priode Sebelum GATT
GATT (General Agreement on Tariffs and Trade)
Persoalan damping maupun anti-dumping telah diatur dalam pasal VI GATT 1947
• pasal VI mengizinkan negara negara peserta GATT untuk melakukan
tindakan anti-dumping jika dalam praktek perdagangan terjadi dumping yang berdampak pada kerugian industri dalam negeri
Priode GATT
Priode GATT
Pendirian GATT 1948 di Jenew
a , Swiss Pendirian
GATT 1948 di Jenew
a , Swiss
5 April 1994 GATT diubah menjadi WTO 5 April 1994 GATT diubah menjadi WTO
1 January 1995 WTO resmi
berdiri
1 January 1995 WTO resmi
Lanjutan
Pasal VI GATT 1947 Pasal VI GATT 1947
Agreement on Implementation of
Article VI of GATT 1994.
Agreement on Implementation of
Article VI of GATT 1994.
13
Pasal VI GATT sangat sederhana,maka
diadakan
persetujuan baru yang mengatur
pelaksanaan Pasal VI GATT tersebut.
Sejarah Kebijakan Anti Dumping Di Indonesia
Sejarah Kebijakan Anti Dumping Di Indonesia
Tujuan Politik Dan Ekonomi Kebijakan
Anti- Dumping
Tujuan Politik Dan Ekonomi Kebijakan
Anti- Dumping
1. Pemanfaatan kebijakan anti-dumping sebagai bagian dari prilaku proteksi suatu negara untuk melindungi industri domestik
2. Kebijakan anti- dumping juga merupakan kebijakan yang bisa digunakan sebagai kebijkan balas dendam atas suatu negara yang telah merugikan perekonomian negara lain
TUJUAN POLITIK
Di lain pihak-dari sudut peng-import praktik dumping terkadang
sengaja dilakukan sebagai strategi bisnis untuk merebut pangsa pasar di negara lain.
Pengenaan BMAD bisa membuat harga barang impor menjadi
lebih mahal Dan membuat produk lokal menjadi lebih murah yang selanjutnya akan meningkatkan penjualan Dan memperoleh pangsa pasar bagi produsen dalam negri .
TUJUAN EKONOMI
Jenis-jenis Dumping
Jenis-jenis Dumping
• 5 tipe dumping yang dilihat dari tujuan eksportir, kekuatan
Ketentuan Anti-Dumping Dalam Kerangka WTO
Ketentuan Anti-Dumping Dalam Kerangka WTO
1. Penentuan dumping diatur dalam pasal VI (1) GATT
2. Penentuan Kerugian yang ditentukan dalam Pasal VI GATT 1994
didasarkan pada bukti positif dengan pengujian obyektif
3. Industri Dalam Negeri diartikan sebagai produsen dalam negeri
produk sejenis secara keseluruhan atau mereka yang
mempunyai output secara kolektif mewakili bagian besar dari
4. Penyelidikan Awal dan Lanjutan .
Untuk memulai suatu penyelidikan awal yang akan menentukan keberadaan, tingkat dan akibat setiap tuduhan dumping haruslah dimulai dengan permohonan tertulis oleh atau atas nama industri dalam negeri, dengan menyertakan bukti yaitu:
• Dumping • Kerugian
• Hubungan sebeb akibat antara impor dumping dan
5. Pihak yang berwenang akan menguji ketepatan dan kecukupan
bukti-bukti yangdiserahkan dalam permohonan
6. Pembuktian Semua pihak yang terkait dengan tuduhan dumping
akan diberikan kesempatan untuk memberikan bukti-bukti.
7. Tindakan sementara dapat dilakukan apabila suatu penyelidikan
8. Penyesuaian Harga merupakan tindakan sukarela dari eksportir untuk menyesuaikan harga menurut harga normal suatu produk.
9. Pengenaan dan Pengumpulan bea masuk anti-dumping
10. Pemberitahuan Publik dan Penjelasan Penentuan
12. Tindakan Anti-dumping Atas Nama Negara Ketiga
13. Anggota-Anggota negara Berkembang Para peserta Anti-dumping Code yang berasal dari negara berkembang diberikan perlindungan atau perlakuan khusus oleh negara maju
14. Komite praktek anti-dumping dibentuk berdasarkan perjanjian penerapan ketentuan pasal VI GATT
Pihak WTO yang berwenang
Pihak WTO yang berwenang
Dalam WTO terdapat sebuah Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB)
Upaya pemerintah untuk merealisasikan aturan Anti-dumping code 1994 dalam rangka pengamanan perdagangan dengan aturan-aturan turunan seperti:
1. Undang-Undang No. 10 Tahun 1995
2. Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1996 yang digantikan oleh Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2011
3. Keputusan MenPerindag RI No. 261 Tentang Tata cara Persyaratan Pengajuan Penyelidikan atas Barang Dumping dan Barang Mengandung Subsidi
4. Keputusan MenPerindag RI No. 136/MPP/6/1996 Tentang Pembentukan Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) yang diperbaharui dengan Keputusan No. 427/MPP/10/2000 tentang
Tahapan Penyelidikan Dan Penyelesaian Dumping
Indonesia Sebagai Penggugat atau Tertuduh
Dumping
Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP)
Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP)
Untuk melindungi hak untuk mendapatkan keuntungan
seperti dalam ketentuan perdagangan Internasional Indonesia
melakukan langkah-langkah strategis yang secara operasional
dilakukan oleh Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP).
• DPP merupakan institusi pemerintah yang ditugaskan untuk
Tugas DPP
perumusan kebijakan perumusan kebijakan standarisasi dan bimbingan teknis standarisasi dan bimbingan teknisserta evaluasi perihal pembuktian dumping, pembuktian kerugian, pelayanan pengaduan dan advokasi terhadap pelaku usaha/eksportir yang mendapat tuduhan dumping.
• Di Indonesia ada lembaga yang diberi
kewenangan menyelidiki dugaan dumping yaitu Komite
Contoh Kasus Dumping Negara Indonesia
Contoh Kasus Dumping Negara Indonesia
No Produk ekspor Negara
Penuduh Tahun Status kasus
1 Produk kaca Australia 19 april
2010 Dihentikan 20 desember 2010 2. Yarn of Man Made
Staple Fibers (Benang Serat Sintetik dan Buatan)
Turki 11 Januari
2008 Dikenakan BMADTMT 12 Jan 2009 sebesar 23 s.d. 40%
3 Viscose staple fiber Brazil 18 Maret
Lanjutan..
No PRODUK NEGARA TAHUN STATUS
4 Toilet tissue paper Australia 26 Maret 2008 Dalam Proses
5 Cathode Ray Colour Television Picture Tubes
India 17 September
2008 Dikenakan BMAD US$ (21,76 – 36,99) per pieces TMT 10
September 2009
6 PET Malaysia 27 January 2005 Dihentikan 17/06/2011 7 Line paper school
Pembahasan Kasus Dumping
Indonesia-korea Selatan
Kronologis-keputusan
Kondisis ekspor kertas sebelum ada tuduhan
•
Para Pihak
a. Penggugat : Indonesia
b. Tergugat : Korea Selatan
•
Objek Sengketa
•
Produk kertas Indonesia yang dikenai tuduhan dumping
mencakup 16 jenis produk, tergolong dalam kelompok
uncoated paper and paper board used for writing, printing,
or other graphic purpose serta carbon paper, self copy paper
and other copying atau transfer paper.
30 sept 2002 Mei 2003 7 Nov 2003 4 Juli 2004 27 Sept r 2004 1-2 Febr 30 Maret 2005 28 Okt
Korea Selatan mengajukan petisi anti-dumping
terhadap produk kertas Indonesia kepada Korean Trade Commission (KTC)
Korea Selatan mengajukan petisi anti-dumping
30 sept 2002 Mei 2003 7 Nov 2003 4 Juli 2004 27 Sept r 2004 1-2 Febr uari 2005 30 Maret 2005 28 Okt 2005 35 Korea Selatan memberlakukan BM (bea masuk) anti
dumping atas produk kertas Indonesia
KTC mengenai Bea Masuk Anti-Dumping
(BMAD) sementara dengan besaran untuk PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sebesar 51,61 persen, PT Pindo Deli 11,65 persen, PT Indah Kiat 0,52 persen, April Pine dan lainnya sebesar 2,80 persen.
Korea Selatan memberlakukan BM (bea masuk) anti
dumping atas produk kertas Indonesia
KTC mengenai Bea Masuk Anti-Dumping
30 sept 2002 Mei 2003 7 Nov 2003 4 Juli 2004 27 Sept r 2004 1-2 Febr 30 Maret 2005 28 Okt
KPC menurunkan BMAD untuk PT
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli dan PT Indah Kiat masing masing sebesar 8,22 persen, serta untuk April Pine dan lainnya 2,8 persen
KPC menurunkan BMAD untuk PT
30 sept 2002 Mei 2003 7 Nov 2003 4 Juli 2004 27 Sept 2004 1-2 Feb 2005 30 Maret 2005 28 Okt 2005
Indonesia dan Korea Selatan mengadakan konsultasi bilateral akan tetapi tidak mencapai kesepakatan
30 sept 2002 Mei 2003 7 Nov 2003 4 Juli 2004 27 Sept 2004 1-2 Febr 30 Maret 2005 28 Okt
Disputes Settlement Body WTO membentuk Panel. Pihak
yang berpartisipasi diantaranya Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan
Kanada.
Disputes Settlement Body WTO membentuk Panel. Pihak
yang berpartisipasi diantaranya Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan
30 sept 2002 Mei 2003 7 Nov 2003 4 Juli 2004 27 Sept 2004 1-2 Feb 2005 30 Maret 2005 28 Okt 2005
30 sept 2002
Mei
7 Nov 2003
4 Juli
27 Sept 2004
1-2
30 Maret
2005
28
Sinar Mas
Mengalami
Tekanan
Ekspor Kertas Sinar Mas Group Ke Korea Selatanus$40 Juta Per
Tahun
Pangsa Pasar
Tergerus
Kondisis Ekspor Kertas
Setelah Ada Tuduhan
ekspor kertas Sinar Mas Group ke Korea Selatan saat itu hanya tinggal US$40 juta per tahun dari kondisi 7 tahun sebelumnya yang mencapai US$100 juta pertahun, sejak kasus dumping yang dituduhkan otoritas Korea pada 2002.
Pangsa pasar Sinar Mas pun ikut tergerus menjadi
hanya 9% tahun ini di bandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya
kesimpulan
kesimpulan
• Perdagangan bebas antar negara telah berkembang pesat.
Peraturan mengenai perdagangan antar negara terbentuk dalam
suatu lembaga internasional yaitu WTO yang bertugas mengntrol
kebijakan perdagangan internasional khususnya negra-negra
yang menjadi anggota WTO.
• Peraturan perdagangan itu sendiri diatur dalam article IV GATT
• Proses penyelsaian sangketa anti-dumping yang melibatkan
indonesia telah banyak terselsaikan oleh pihak berwenang (dari pihak WTO) dan dibuktikan dengan mekanisme yang dilalui indonesia dalam pengaduan sengketa anti-dumping yang juga didukung dengan aturan-aturan nasional yang singkron dengan aturan yang diterbitkan WTO.
Saran
Saran
•
Pemerintah indonesia harus lebih aktif dan pro
dalam melindungi barang-barang eksport indonesia
dengan membuat peraturan yang tegas terhadap
pihak asing yang ingin menggoyahkan produk ekspor
indonesia
•
Para eksportir harus jeli menetapkan harga
Daftar pustaka
• http://kadi.kemendag.go.id/
• http://youtube.com./
• ardiprawiro.staff.gunadarma.ac.id
• Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 55/Pmk.04/2015 Tentang Tata Cara Pemungutan Dan Pengembalian Bea Masuk Dalam Rangka Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, Dan Tindakan Pengamanan Perdagangan
• www.jdih.kemenkeu.go.id
• Gayatri ,Aprilia & Adriani,Femita. 2008.“Tuduhan Praktek Dumping yang Dilakukan Indonesia”Pada Sengketa Anti-dumping Produk Kertas dengan Korea Selatan. Jurnal fakultas hukum universitas padjajaran
http://www.foxitsoftware.com
• www.kemendag.go.id diakses pada 5/10/2016