• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gereja di Sumbar, Kondusif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gereja di Sumbar, Kondusif"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

05.05 12.25 15.29 18.28 19.37

RABU, 31 MARET 2021 || RABU, 17 SYA’BAN 1442 H EDISI 550 TAHUN || Rp. 4500

Mimbar

Mimbar

Mimbar

Mimbar

Mimbar

BACA HAL-7

Syiar Islam

Syiar Islam

Syiar Islam

Syiar Islam

Syiar Islam

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

Ayat Hari Ini

BACA HAL-7

Dan Kami tidak

mengutus engkau

(Muhammad)

melainkan untuk

(menjadi) rahmat bagi

seluruh alam.

(QS Al Anbiya: 107)

Haram Mengebom

Rumah Ibadah

Oleh: Prof. Duski Samad (Ketua DMI Sumbar)

Baznas

Tanahdatar

Bagi Zakat

Pendidikan

BPPT Teliti Kuburan Aneh di Sungai Asam

Padang, Khazanah Padang, KhazanahPadang, Khazanah Padang, Khazanah

Padang, Khazanah – Kuburan yang tiba-tiba meninggi Sungai Asam menarik perhatian Badan Pengkajian dan Pene-rapan Teknologi (BPPT). Kemarin BPPT menurunkan tim survei pendahuluan ke area pandam pekuburan di Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman itu.

Tim tersebut akan menganalisis feno-mena kuburan yang menggelembung dengan tiba-tiba di lokasi itu.

Pegiat geologi Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, survei pendahuluan

ini untuk memastikan apakah fenomena menggelembungnya tanah kuburan itu memang merupakan fenomena yang terjadi secara ilmiah atau sebaliknya hasil dari rekayasa oknum-oknum tertentu.

Dijelaskan Ade Edaward, hingga saat ini belum ada yang mengetahui penyebab meningginya tanah kuburan tersebut. Menurutnya, ada beberapa dugaan kemungkinan yang menyebabkan tanah kuburan tersebut meninggi. Yakni, adanya proses diapir, artinya tanah, lumpur atau material seperti plastik yang ada di dalam kuburan tersebut, dan adanya tekanan

akibat tektonik.

“Ini masih dugaan kita ya, tanah menggelembung itu bisa saja akibat adanya material lunak dan ringan didalamnya kemudian adanya tekanan tektonik dijalur patahan,” ujar Ade Edward, Senin (29/03/2021).

Menurut Ade, jika fenomena mengge-lembungnya tanah kuburan itu terjadi secara alamiah, akan ada tim lanjutan yang bakal melakukan survei dan penelitian lebih lanjut. Untuk kasus seperti ini, bisanyanya digunakan survei lanjutan bawah permukaan dengan metoda georadar.

Tes Genose (Foto: Dokumentasi KAI)

Kecaman dan sikap keprihatinan disampaikan oleh umat beragama, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, partai politik yang berdasarkan agama dan atau memiliki basis pemilih umat beragama atas kasus pemboman Gereja Katedral Makasar, Minggu, 28 Maret 2021 adalah

Batusangkar Batusangkar Batusangkar Batusangkar

Batusangkar, Khazanah, Khazanah, Khazanah, Khazanah — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Khazanah Kabupaten Tanah Datar, kembali menyalurkan zakat bantuan pendidikan bagi mahasiswa dan mahasiswi asal kabupaten itu senilai Rp219 juta.

BACA HAL-7 BACA HAL-7

BERLAKU MULAI 1 APRIL

Naik Pesawat Boleh Tes GeNose

Jakarta, Khazanah

Jakarta, Khazanah Jakarta, Khazanah Jakarta, Khazanah Jakarta, Khazanah — Kemen-terian Perhubungan (Kemenhub) segera menerbitkan Surat Edaran (SE) soal pengaturan perjalanan masa pandemi Covid - 19 terbaru. Aturan terbaru ini berlaku secara umum.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati, mengatakan pihaknya akan mengeluarkan SE baru, menindaklanjuti SE dari Gugus Tugas Penanganan Covid - 19 No 12/2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid -19. Aturan ini akan diberlakukan mulai 1 April 2021.

“Perlu diketahui bahwa SE yang akan disusun oleh Kemen-hub adalah ketentuan yang berlaku pada kondisi umum, tidak termasuk pengaturan di masa mudik atau libur lebaran yang akan diatur secara khusus,” jelas Adita dalam Keterangan

PASCA-LEDAKAN DI MAKASSAR

Gereja di Sumbar, Kondusif

Setelah kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar di Sulawesi Selatan, kondisi sejumlah Gereja di Kota Padang dan Bukittinggi terlihat masih kondusif, namun pemerintah daerah senantiasa mengingatkan warga untuk waspada.

Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah –Pantauan lapangan menunjukkan tidak terlihat adanya pengamanan khusus atau kentara yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan anggota TNI kecuali di tempat terbuka, di Bandara misalnya. Sejumlah Gereja di Kota Padang terlihat dalam suasana kondusif.

Seperti halnya di Gereja Katedral Santa Teresia Padang.

Mengutip laman rri.co.id, Pastor Gereja Katedral Santa Teresia Padang Mateus Projo mengatakan, saat ini belum ada pengamanan khusus yang dilakukan oleh pihak kepolisian pasca terjadinya bom bunuh diri

yang terjadi di depan Gereja Katedral Makasar baru baru ini. Mateus Projo menjelaskan, kendatipun demikian pihaknya secara internal selalu meningkatkan kewaspadaannya, baik didalam gereja maupun di luar geraja. Menurutnya setiap pergerakan orang yang datang ke

Gereja selalu dipantaunya. “Kita tetap lakukan pengamanan secara interen. Selain ada petugas di pintu masuk, kita juga gunakan kamera pengintai atau CCTV,”Ujar Pastor Mateus Projo, Senin (29/03/2021).

Pastor Mateus Projo menambahkan, selama kegiatan

Paska nanti, pihaknya akan meminta bantuan dari pihak kepolisian, guna memberikan pengamanan// Sehingga dalam beribadah, umat merasa aman dan nyaman.

Tapi meskipun demikian Polda Sumatera Barat tetap meningkatkan kewaspadaan dan

pemeriksaan di sejumlah objek vital di daerah setempat untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror susulan setelah bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral di Makassar itu.

Kata jurubicara Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu jajaran Polda hingga Polres telah

KASUS PENEMBAKAN DI SOLSEL

Jaksa Masih

Tunggu BAP

Padang, Khazanah Padang, KhazanahPadang, Khazanah Padang, Khazanah

Padang, Khazanah – Setelah jaksa penuntut di Kejaksaan Tinggi Sumbar mengembalikan berkas perkara penembakan oleh oknum polisi Polres Solok Selatan, sampai kemarin Kejaksaan Tinggi masih menunggu hasil perbaikan berkas oleh penyidik Polri di Polda Sumbar.

“Ya, sampai sekarang kita masih belum terima berkasnya. Kita kan sifatnya menunggu saja,” ujar Aspidum Kejaksaan Tinggi Sumbar, Fadlul Azmi kepada pers kemarin.

Ia mengatakan sebelumnya kejaksaan sudah menerima berkas tersebut, tetapi karena ada yang masih perlu dilengkapi dan sebagainya, maka dikembalikan lagi ke Polda.

Jika dihitung sejak dikembalikan sampai hari ini, maka berkas itu sudah berada di Polda hampir sebulan. Kejasaan mengirimkan kembali berkas terdahulu pada 2 Maret 2021 ke penyidik.

Sebelumnya, kejaksaan sudah menetapkan dua jaksa penuntut Rio Purnama dan Heri Suroto yang akan menangani perkara yang menyeret tersangka Brigadir KS anggota Polres Solok Selatan. KS disangka melakukan penembakan terhadap D, seorang buronan polisi setempat. Pengacara keluarga korban membuat laporan polisi, menyatakan bahwa BACA HAL-7

(2)

2

RABU, 31 MARET 2021 RABU, 17 SYA’BAN 1442 H

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Gubernur Sumbar Mahyeldi menjelaskan, pembangunan ekonomi di Sumatera Barat didominasi oleh pembangunan sektor pertanian dengan sumbangan terhadap PDRB sebesar 22,38 persen, dimana dukungan pertanian tanaman pangan dan hortikultura cukup besar dan berkembang baik serta banyak kegiatan rumah tangga petani di pedesaan maupun di perkotaan.

Walau pun di tengah wabah Pandemi Covid-19 ini, namun kebutuhan masyarakat akan pangan tentu tidak berhenti, karena itu pemerintah daerah bersama masyarakat khususnya kelompok tani harus berupaya untuk meni-ngkatkan produksi padi yang optimal, sehingga persediaan pangan akan selalu tersedia.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri panen raya padi di Desa Talawi Hilie, Kecamatan Talawi, Kota Sawah-lunto, Selasa (30/3/2021).

Talawi Hilie, merupakan salah satu kawasan pengembangan padi di Kota Sawahlunto ini, dan diharapkan dengan adanya kegi-atan panen ini merupakan lang-kah awal kesuksesan dan akan mengikuti pengembangan tehnologi ini di lokasi-lokasi strategis lainnya.

Oleh karena itu, kata gubernur, jangan jadikan petani sebagai pilihan profesi terakhir, karena pertanian merupakan marwah Sumbar. Ini harus dipertahankan, apalagi leluhur kita merupakan petani. Pertanian ini tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumatera Barat merupakan salah satu dari 17 Provinsi penyangga produksi padi nasional, dibebankan amanah untuk men dukung swasembada pangan

berkelanjutan, dimana dengan luas lahan sawah baku sesuai perhi tungan 194.281 Ha, Sampel Kerangka Area (KSA) sebesar dibebankan target Tanam Padi tahun 2021 yang Sumbar pada tahun 2021 ini sebesar 332.781 Ha dengan target produksi lebih dari 1.548.916 ton.

“Untuk itu kami berharap para petani yang ada disini bisa lebih meningkatkan hasil pertaniaannya, sehingga masyarakat Sawahlunto sejahtera dan Sumbar pun tidak kekurangan pangan,” harap Mahyeldi.

Dalam mencapai target tanam yang cukup berat ini tentu saja disediakan berbagai fasilitas pendukung, antara lain perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, pembuatan embung, cetak sawah baru dan lainya, semua ini diharapkan dapat meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) dan akan berdampak pada pening katan produksi padi di Sumbar. Sementara itu, pemerintah pusat juga membantu petani dengan berbagai alsintan baik untuk pra tanam, panen maupun pasca panen, yang bertujuan mempercepat proses pengolahan tanah dan pascapanen untuk antisipasi makin berkurangya tenaga kerja di lapangan.

Untuk meningkatkan upaya produksi padi melalui peningkatan produktivitas, diharapkan akan diperoleh melalui penggunaan pupuk yang sesuai saran dan peningkatan penggunaan benih bersertifikat di tingkat petani serta penerapan teknologi tepat guna sesuai spesifik lokasi, antara lain tanam dengan sistem Jajar Lego-wo (JarLego-wo) yang sampai saat ini tetap menjadi anjuran teknologi. “Karena teknologi Jarwo ini mampu meningkatkan populasi tanaman sampai 30 persen dan

PANEN RAYA PADI DI DESA TALAWI HILIE

Mahyeldi: Jangan Jadikan Petani

Sebagai Pilihan Profesi Terakhir

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Telah tercecer / hilang 1 lembar STNK Sepeda motor Honda CBR 15 cc tahun 2018 warna merah - putih dengan nomor polisi BA 3637 OU atas nama GUSRIPEN EFENDI alamat Belimbing, Padang.

Tercecer / hilang di kawasan Kampung Kalawi, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Untuk yang menemukan dimohon untuk menghubungi kantor polisi terdekat.

Terima kasih Terima kasih Terima kasih Terima kasih Terima kasih

Telah tercecer / hilang 1 lembar BPKB kendaraan minibus Hyundai dengan nomor polisi BA 1860 RZ atas nama Samsul Arifin.

Hilang disekitar Koto Baru Salo, Agam.

Bagi siapa yang menemukan mohon untuk menghubungi kantor polisi terdekat. Terima kasih Terima kasih Terima kasih Terima kasih Terima kasih mengoptimalkan pertumbuhan tanaman sedemikian rupa sehingga tidak saja populasi tanam yang meningkat, kualitas bulir padi yang dihasilkan akan lebih bagus,” ungkapnya.

Dukungan pemerintah melalui dana APBN dan APBD mulai dari saprodi dan berbagai peralatan Alsintan seperti hand traktor, rice tranplanter, pompa air, kultivator, dan alat mesin panen berupa Combine Hasverster serta pera-latan pasca panennya.

“Kita sama-sama melihat bagaimana tadi kehebatan mesin traktor yang panen bisa cepat dan memisahkan padi dengan tang kainya. Hasil panen masyarakat Talawi Hilie meningkat menjadi 30 persen karena pakai varitas unggul gadang rumpun,” tam bahnya.

Pemerintah memfasilitasi peralatan mesin pertanian ini bertujuan untuk menanggung biaya produksi yang selama ini tingggi menjadi lebih rendah

dimana dengan mengoptimalkan penggunaan peralatan alsintan ini dapat menanggung biaya produksi sampai 20 persen, kalau selama ini biaya untuk satu priode pertanaman menghabiskan biaya lebih dari Rp 11 juta per Hs, dengan menggunakan alsintan dapat menjadi hanya Rp7 juta per Ha.

“Kami menghimbau pada pertemuan ini, kita satukan langkah dan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanaman

semaksimal, salah satu yang dapat dilaksanakan adalah melak sana kan optimalisasi tidur dan lainnya, sehingga optimalisasi lahan yang ada dapat kita capai bersama,” katanya mengakhiri.

Ikut hadir dalam panen raya tersebut Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Syafrizal, Kepala Biro Humas Setda Sumbar, Hefdi, Sekda Kota Sawahlunto, Forkopimca Talawi dan sejumlah masyarakat Kota Sawahlunto.

 inoval ageslyinoval ageslyinoval ageslyinoval ageslyinoval agesly

MEMUTUS MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19

Pimpinan dan Staf DPRD Sumbar Gelar Vaksinasi

DPRD Sumbar

Komit dengan

Keterbukaan

Informasi Publik

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Ketua DPRD Sumbar Supardi meneg-askan komitmen lembaganya tentang keterbukaan informasi publik dan Komisi Informasi (KI) Sumbar dan minta agar KI jangan ragu-ragu untuk menjalankan tugas yang telah diembankan kepadanya.

“Jangan ragukan komitmen DPRD Sumbar untuk melak-sanakan perintah UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Infor-masi Publik dan lembaga yang dilahirkan UU ini yaitu Komisi Informasi Sumbar,” ujar Supardi saat menerima Komisi Informasi dalam rangka penyerahan kinerja KI tahun 2020 di ruang kerja Ketua DPRD Sumbar, Selasa (30/3).

Supardi menegaskan bahwa KI yang tahun 2019 cukup memiliki andil memasifkan keterbukaan informasi publik di Sumbar, maka tahun ini dan kedepan jangan sampai melemah, karena keterbukaan menjadi entri point pemerontahan yang bersih. Sehingga itu, kata Supardi lagi, KI Sumbar tetap menjalin kemitr-aan strategis yang harmonis dengan stakholder terutama dengan Komisi I DPRD Sumbar yang menjadi mitra dalam penyusunan rencana anggaran dan mengawasi penggunaan anggaran KI Sumbar. Sementara Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar H. M. Nurnas yang turut hadir dalam pertemuan itu menyebutkan, sebagai evaluasi KI 2020 masih belum maksimal walau cukup lincah meski tahun itu panndemi sangat menggurita. “Banyak kerja keterbukaan,

baik itu sidang sengketa informasi publik maupun penguatan keter-bukaan ke badan publik dan publik di Sumbar,” ujar H. M Nurnas dan berharap KI Sumbar segera menyiapkan KUA tahun 2022 dan menyiapkan alasan detil terkait rencana Pemprov Sumbar melakukan rasionalisasi.

Untuk itu, dia minta KI Sumbar segera membuat surat permohonan ke DPRD Sumbar Cq Komisi I, terkait permintaan untuk tidak merasionalisasi anggaran karena akan menggerus kegiatan KI di tahun 2021.

KI Sumbar juga mengincar penambahan anggaran di perub-ahan terkait rencana strategis dalam meujudkan Sumbar Provi-nsi Informatif kembali, termasuk mensinergiskan dengan aplikasi Sisitem Informasi Nagari (SINar). “KI harus buat program pen-dukung terujudnya sistem SINar melibatkan Forum Jurnalis Keter-bukaan Informasi Publik (FJKIP),” ujar Nurnas.

Nofal Wiska selaku ketua didamping komisioner dan lima Asisten Ahli KI Sumbar tak lupa menyampaikan terima kasih atas dukungn DPRD Sumbar baik fasilitasi sarana dan prasarana termasuk mengawal anggaran Komisi “Terima kasih pak ketua yang telah memberikan support habis terhadap kinerja KI selama 2020 dan berharap makin kencang lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujar Nofal usai menyerahkan Laporan Kinerja KI Sumbar 2020 ke Ketua DPRD Sumbar dan Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar.  jerjerjerjerjer

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— Senin pagi (29/ 3), sekitar pukul 08.00 Wib, tampak kesibukan berbeda dibanding hari-hari biasa di ruang sidang utama DPRD Sumbar yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman Padang. Tampak memasuki ruang sidang utama dewan seperti Ketua DPRD Sumbar Supardi, Wakil Ketua DPRD Irsyad Syafar, Sekretaris Komisi I H. M. Nurnas, Ketua Komisi III Afrizal dan lainnya, termasuk Sekretaris DPRD Sumbar Raflis dengan staf sekretariat serta staf ahli. Ternyata mereka sedang melaksanakan vaksinasi!

Sekretaris DPRD Sumbar Raflis yang dihubungi Khazanah mengatakan, kegiatan pagi itu adalah melakukan vaksinasi terhadap seluruh anggota dewan termasuk staf sekretariat dan juga tenaga hali, disebabkan lembaga legislatif ini selalu melakukan kegiatan sesuai dengan program dan anjuran pemerintah, dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Dikatakan, sebelum melaksanakan program vaksin ini, pihaknya juga telah melakukan rapid tes serta Swab, dengan melibatkan semua unsur yang ada di lembaga tersebut.

“Kami akan berupaya selalu terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kegiatan vaksinasi saat ini diikuti sekitar 265 orang, baik pimpinan DPRD, anggota DPRD, Sekretaris, Kabag, Kasubag, staf, cleaning service, security dan lainnya,” ulas Raflis.

Ditambahkannya, ia sebagai pimpinan tertinggi aparatur di DPRD Sumbar pihaknya akan memberikan sanksi bagi staf sekretariat dan pendukung lainnya, yang tidak mau melakukan vaksin.

Hal senada juga ditegaskan Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, H. M. Nurnas yang ditemui usai disuntik vaksin, menegaskan

bahwa vaksin ini merupakan program sehat dari pemerintah, untuk kepentingan diri masing-masing individu.

Menurut Nurnas, dengan melakukan perkuatan imun tubuh, maka secara otomatis akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan akan menjadikan negeri ini terbebas dari penyebaran, sehingga aktifitas perekonomian bisa berjalan lancar seperti sedia kala.

“Dengan melakukan vaksin berarti kita sudah berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan demikian kita berharap dalam waktu dekat pandemi berakhir, efeknya perekonomian dan usaha

akan berjalan normal, masyarakat tidak lagi susah,” ulas Nurnas.

Ia juga mengimbau semua pihak agar mau melakukan vaksin, jangan ragu, karena halal dan tidak mematikan, jangan terpengaruh dengan hoax yang banyak beredar saat ini. “Mari kita vaksin untuk kesehatan diri sendiri, karena sudah dinyatakan halal, dan tidak mematikan, jangan percaya hoax, karena sebelum disuntik kita akan diperiksa terlebih dahulu oleh para medis,” tegas Nurnas dalam imbauannya.

Vaksin berlangsung tertib, dan dilakukan oleh vaksinator dari RS Bhayangkara Polda Sumbar.  jerjerjerjerjer

Berita Pemerasan Oleh Juru Parkir

di Pantai Carocok Viral

Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah

Padang, Khazanah — Berita tentang pemerasan terhadap pengunjung Pantai Carocok Painan yang dimuat khazminang.id Senin malam (29/3) berjudul: “Diperas Juru Parkir Liar Hingga Rp30 Ribu, Pengunjung Pantai Carocok Painan Mengeluh” menjadi tranding topic di facebook.

Hingga Selasa sore (30/3) pukul 18.00 Wib kemarin, terdapat 58 komentar dari para netizen yang umumnya berasal dari rantau dan sebanyak 17 kali dibagikan. Seorang netizen, Abdul Muis dalam komentarnya mengatakan, “Kalau pemda dan penegak hukum tdk berani menindak itu preman jangan datangi lagi itu tempat wisata alihkan pada yg lain karena tempat bersenang senang membuat susah.kalau dibiarkan akan berlanjut jadi kegadihan dan permelahian nantinya utk itu kehadiran

pemda dan penegak hkm segera bertindak.” Sementara Hendray Wsw menulis “Ba a kamaju mameras kasadonyo, makan dilapau Cak itu juo....” ditambah komentar Yasman yang mengatakan “Dimana² tempat wisata banyak pungutan” yang dibenarkan Abdullah Dul dengan mengatakan “Haha.. Batua bana tu moh.. Pai istirahat je awak di tapi lauik sapanjang taplaw, tibo je tkg parkire nyeh. Bantuak e lauik tkmg parkir yg punyo. Balanjo je kanai parkir juo baru.”

Sementara Rizal Serrack Tanjung yang mengaku sebagai orang Pesisir Selatan, dalam kolom komentar mengatakan, “Ambo sebagai urang pasisia bayang asli tulen, Amak ambo Koto Marapak Bayang, abak ambo Lubuak Aua, kebetulan ambo kini di Jakarta, kelahiran Bengkulu. Tolong aparat yg bertanggung jawab, untuak mambarasiah

urang tukang palak. Kalau uang sampah harus jelas dan kalau uang kebersih harus jelas lo. Tolong aparat yg bertanggung jawab utk mentertib kan. Iko suaro urang kampuang nan di rantau. Ambo memang la lamo indak pulang karno la labih 5 th.”

Sedangkan Sofyan Yan menulis, “Pemda harus respon masalah premanisme,pungutan liar di tempat wisata di Sumbar kalau tidak orang malas berkunjung ke Sumbar saya pernah ke pantai air manis setelah masuk digerbang bayar setelah didalam nanti ada lagi yang mintak uang parkir gimana tu ?”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada karifikasi dari pihak pengelola objek wisata Pantai Carocok maupun dari pejabat terkait di Pemkab Pesisir Selatan.

 jerjerjerjerjer

DIVAKSIN – Ketua DPRD Sumbar Supardi sedang melakukan proses vaksinasi di ruang sidang utama

dewan

Gubernur Sumbar H. Mahyeldi saat menaiki mesin pemotong padi ketika menghadiri panen raya padi di Desa Talawi Hilie, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (30/3/2021).

(3)

RABU, 31 MARET 2021 RABU, 17 SYA’BAN 1442 H

3

PPPPP

AAAAA

TTTTT

IIIII

Bagaimana

Semestinya

Susunan Warna

Marawa

Belakangan ada yang mengganjal pikiran sebagian masyarakat Minangkabau kekinian, karena mereka mendapati fakta bahwa penempatan warna marawa Minangkabau tak konsisten.

Padahal umbul-umbul atau marawa yang terdiri dari tiga warna itu, merupakan lambang atau pencerminan wilayah Adat Luhak Nan Tigo, yang ada di wilayah Minangkabau.

Belakangan susunan warna marawa (kuning emas, merah darah dan hitam ijuk) yang menjadi ciri khas Minangkabau ini ditemui beragam susunannya di beberapa daerah di Minangkabau (Sumbar). Kadang warna merah di belakang, di lain kesempatan kuning yang muncul di belakang.

Terkait persoalan ini, sebenarnya Ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Komisariat Tanah Datar pernah menggelar musyawarah ninik mamak untuk menjernihkan persoalan ini.

MTKAAM merasa perlu melakukan musyawarah ini karena umbul-umbul atau marawa yang terdiri dari tiga warna itu, sebenarnya merupakan lambang atau pencerminan wilayah Adat Luhak Nan Tigo, yang ada di wilayah Minangkabau. Dimana warna kuning emas, melambangkan Luhak Tanahdatar (Batusangkar), warna merah melambangkan Luhak Agam (Bukittinggi) dan warna hitam melambangkan Luhak Limopuluah Koto.

Marawa dengan tiga warna ini juga melambangkan tiga hal, yaitu ; tiga wilayah adat Minangkabau, tiga kekuatan masyarakat Minangkabau, dan tiga pola kepemimpinan Minangkabau.

Tiga wilayah adat ini maksudnya adalah tiga daerah di Minangkabau yang diyakini asal nenek moyang Minangkabau. Sehingga ketika dilakukan pengembangan ke daerah lainnya, maka disebutlah sebagai daerah rantau. Makna dalam marawa terhadap tiga daerah adat tersebut adalah: Luhak Nan Tuo (daerah Tanah Datar), Luhak Nan Tangah (daerah Agam) dan Luhak nan Bungsu (daerah Limapuluh Kota).

Dari hasil musyawarah yang pernah dilaksanakan MTKAAM Komisariat Tanah Datar ini disepakati susunan marawa Minangkabau yang pertama adalah ; kuning emas, merah darah dan hitam ijuk.

Warna hitam dipautkan ke tiang panjang dan dipancangkan ke bumi. Itu artinya hakekatnya susunan marawa tidak boleh dirobah-robah. Karena makna dari marawa ini juga menunjukan tiga pola kepemimpinan di Minangkabau yang di sebut “tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin“, terdiri dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai.

Terkait dengan warna marawa, warna hitam melambangkan tahan tapo serta mempunyai akal dan budi dengan kebesaran Luhak Limopuluah. Warna merah melambangkan keberanian punya raso jo pareso dengan kebesaran Luhak Agam. Sedangkan kuning melambangkan keagungan, punya undang-undang dan hukum dengan kebesaran Luhak Tanahdata. Selain MTKAAM Komisariat Tanah Datar persoalan ini juga pernah dibahas oleh LKAAM dan Budo Kanduang Sumbar.

Kini tinggal lagi bagaimana menyamakan presepsi tentang susunan warna marawa itu. Diharap LKAAM, bundo kanduang, ninik mamak, dan pihak terkait, termasuk pers, agar terus mesosialisasikan tentang susunan warna marawa ini.

Beberapa anggota FPI terlibat terorisme

Ondeh... untuang lai ndak sadonyo !

Mudik lebaran diatur khusus

Lai dak cito ambuih-ambuih tu ?

Mitsubishi Pajero Sport jadi angkot di Bogor

Lah jatyah tapai Pajero mah !

RUNDO

RUNDO

RUNDO

RUNDO

RUNDO

Hoaks dan Sastra

Hoaks dan Sastra

Hoaks dan Sastra

Hoaks dan Sastra

Hoaks dan Sastra

OLEH: INDAH N

Serba Serbi

Serba Serbi

Serba Serbi

Serba Serbi

Serba Serbi

Muhammad Semasa Kecil

di kemudian hari!” Jamuan Buhaira Jamuan Buhaira Jamuan Buhaira Jamuan Buhaira Jamuan Buhaira

Berangkatlah rombongan kafilah Quraisy menuju ke Syam. Ketika tiba di Busra, mereka melewati rumah ibadah seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Ia adalah pendeta yang pandai. Di rumah ibadahnya, selalu ada pendeta dan umat Nasrani yang menuntut ilmu kepada Buhaira.

Biasanya, Buhaira tidak pernah menggubris rombongan Quraisy yang setiap tahun melintas di tempat itu. Namun, kali ini ada yang berubah pada diri Buhaira. Ketika rombongan Quraisy, termasuk Abu Thalib dan Muhammad, singgah di dekat rumah ibadahnya, Buhaira meme-rintahkan para pembantunya untuk membuat masakan yang banyak.

Buhaira berbuat begitu karena dari jendela rumah ibadahnya, ia melihat hal yang aneh pada rombongan Quraisy. Ada awan kecil yang bergerak pelan mengikuti ke mana pun kafilah pergi. Ada sesuatu atau seorang di dalam kafilah yang dilindungi awan itu dari terik matahari.

Buhaira bergegas mendatangi kafilah yang tengah beristirahat di bawah pepohonan rindang dan berkata “Hai orang-orang Quraisy, sungguh aku telah membuat makanan untuk kalian. Aku ingin kalian semua, anak kecil, orang dewasa, budak, dan orang merdeka, singgah di rumahku”

Suatu saat, pada usia Muhammad 12 tahun, Abu Thalib berniat pergi berdagang ke Syam untuk mencari nafkah.

“Ajaklah aku, Paman!” pinta Muhammad “Tetapi, perjalanan padang pasir begitu sulit dan jauh! Aku tidak tega mengajak anak sekecilmu menempuh kesulitan sedemikian berat!”.

Saat itu, hanya Abu Thalib tempat Muhammad berlindung. Ia merasa amat kesepian jika harus menghadapi kehidupan Mekah seorang diri, tanpa ada paman di sampingnya.

“Kepada siapakah Paman akan mening-galkan aku seorang diri apabila Paman pergi nanti?” tanya Muhammad begitu mengiba. Abu Thalib sangat terharu, “Demi Allah, aku pasti membawanya pergi. Ia tidak boleh berpisah denganku dan aku tidak boleh berpisah dengannya selama-lamanya.”

Lihb Si Peramal

Orang-orang Quraisy sering mendatangi Lihb dengan membawa anak-anaknya untuk diramal.

Suatu hari, Lihb melihat Muhammad. “Kemarilah, hai anak muda!” serunya. Namun, Abu Thalib segera menyembunyikan Muhammad dan membawanya pergi hingga Lihb berteriak-teriak, “Celakalah kalian, bawa ke sini anak muda yang aku lihat tadi! Demi Allah, anak ini akan menjadi orang besar Hati Muhammad kecil merasa pengap

dengan kehidupan di Mekah. Setiap hari, dilihatnya anak-anak fakir miskin seusianya bekerja bersama-sama dengan bertelanjang tanpa rasa malu.

Muhammad juga melihat setiap malam pintu rumah orang-orang kaya tertutup rapat. Di dalam, mereka berpesta pora, menyaksikan para penari, dan bermabuk-mabukan sampai pagi sambil dijaga oleh para budak. Padahal, di tempat lain, ia melihat orang-orang berjuang mencari rezeki antara hidup dan mati.

Muhammad sering sekali melintas di depan gubuk-gubuk reyot dan rumah-rumah kumuh. Pintu-pintu mereka juga tertutup rapat, tetapi di dalamnya tinggal orang-orang yang hidup menderita. Orang-orang itu jika tidak memiki bahan makanan, besok atau lusa terpaksa menggadaikan anak gadis, istri atau ibunya untuk dikumpulkan menjadi budak para saudagar demi melepaskan diri dari lilitan hutang.

Di depan gubuk-gubuk itu, Muhammad melihat para pemuda berkumpul. Pikiran mereka dipenuhi impian tentang datangnya mukjizat yang akan mampu membebaskan Mekah dari kebiadaban. Para pemuda itu berkumpul mengelilingi seorang laki-laki yang bercerita tentang legenda-legenda indah orang-orang terdahulu yang berjuang melawan raja yang sewenang-wenang.

JJJJJ

AAAAA

NNNNN

OOOOO

menampilkan tema PKI dalam karya-karyanya.

Saya tidak mau berburuk sangka seakan-akan hal ini adalah pelarian dan pelampiasan seniman pada soal-soal remehtemeh yang tidak prinsipil.

Bagi saya, hal ini hanyalah proses menuju pendewasaan semata. Saya ingin kemukakan – seperti yang disampaikan KH Chudiri Sukra – selayaknya kita mengadakan rethinking (berpikir ulang) mengenai kualitas karya sastra Indonesia. Karya yang pantas menjadi bahan kajian dan penelitian yang menimbulkan efek katarisis yang menggerakkan jiwa masyarakat kita.

Dalam suasana hiruk-pikuk perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini, ketika kita menyaksikan adanya orang-orang yang gampang terperangkap dalam prasangka. Intoleransi, permusuhan antarkelompok, partai, golongan, hingga agama dan kepercayaan. Sertamerta kita dapat memahami, mereka — boleh jadi – mengalami buta dan tuli karena tidak melek sastra. Mereka juga miskin dari bacaan-ba-aan fiksi.

Situasi buta sastra, memungkinkan sebagian elite politik menggunakan imajinasinya untuk kepentingan hoaks demi melestarikan status quo.

Sebagai-mana pernyataan beberapa jurubicara dinasti Soeharto? Mereka yang mengakui di hadapan wartawan, dirinya telah terhipnotis oleh trah Soeharto. Kerinduan akan munculnya sang tiran dan penjajah baru. Ternyata masih dipelihara dalam benak segelintir orang yang mudah terhipnotis oleh sepak terjang mereka. Barangkali mereka lupa memakai term terhipnotis yang identik dengan bujuk-rayu. Diberikan pada orang dalam keadaan tidak waras atau akalnya sakit.

Tidak kalah menarik juga penelitian di Amerika Serikat baru-baru ini. Melibatkan 1.200 responden. Mereka serius membaca novel serial Harry Potter, pada umumnya tidak tertarik pada basa-basi pidato politik. Kebanyakan dari mereka bukanlah para pemilih Donald Trump. Barangkali di negeri ini akan ditemukan kesamaannya, jika Anda membaca novel Pikiran Orang Indonesia. Apa yang membuat novel

Pikiran Orang Indonesia (POI) semakin lama semakin hangat menjadi perbincangan publik? Bagaikan air yang terus mengalir dan semakin lama semakin mem-besar. Memberi banyak manfaat bagi tanaman padi di pe--sawahan yang tumbuh dengan suburnya. Bagi saya pribadi, karya itu memiliki posisi tawar dalam khazanah kesastraan Indonesia. Bicara soal realitas karakteristik bangsa kita, dengan sendirinya membongkar jatidiri dan mentalitas diri kita sendiri.

Sebagaimana pernyataan KH Chudori Sukra, upayanya memper-kenalkan novel POI melalui opini-opini di harian nasional Kompas dan Republika. Karena novel tersebut tak ragu-ragu mengung-kap cela dan borok-borok diri kita sebagai bangsa. Suatu kekuatan yang dapat membangkitkan kesadaran para pembaca, betapa buruk dan jahatnya kelakuan diri kita selama ini.

Suatu muhasabah dan introspeksi diri. Betapa selama ini kita telah terperangkap dalam ketidaksadaran yang dibikin-bikin penguasa. Laiknya rakyat Mesir (1297 hingga 1213 SM), yang terpesona oleh kata-kata cendikiawan yang memihak Firaun. Kapasitasnya tidak lebih dari seorang tukang sulap yang menebar pesona dan ilusi belaka. Di sisi lain, novel POI dapat menggedor kesadaran kita, hingga mampu berkaca dan bercermin diri. Betapa memalukannya tingkah-laku kita selama ini. Betapa bangsa ini telah melewati masa-masa kelam. Masa melegitimasi dan mengesahkan penguasa korup dan tiran yang merupakan cerminan dari diri kita sendiri.

Sebelum membaca novel POI, saya tidak tahu banyak perihal yang terjadi di sekitar 1998. Khususnya tentang kekisruhan politik yang membuat rezim Soeharto dan orde baru – berkat perjuangan pemuda dan mahasiswa akhirnya terjengkang dari kursi kekuasaan selama 32 tahun.

Membaca beberapa artikel ditulis KH Chudori Sukra, khususnya, “Membangun Akal Sehat” (Kompas, 24 April 2018) dan “Ketika Peta Politik Berubah” (Republika, 12 Januari 2018), pikiran saya terfokus bukan pada peristiwa penembakan. Juga pada

pemerkosaan dan penculikan aktivis, melainkan pada karakter tokoh-tokoh yang memihak rezim militerisme orde baru pada saat mereka berkuasa.

Apa yang menarik dari tokoh “saya” maupun “Haris”? Dia telah mencerminkan wajah-wajah buruk diri kita sendiri. Meskipun kita tidak secara langsung melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan penculikan.

Kita adalah satu dari sekian juta rakyat Indonesia yang seakan telah ikutserta mengesahkan tindak ketidakadilan dan kesewenangan di negeri ini.

Lebih celaka lagi, ketika tindak kesewenangan itu dilakukan dengan memolitisasi kebenaran atas nama agama dan Tuhan. Dengan kekuatan militer di belakangnya. Suatu hari saya sempat bertanya pada penulisnya, Hafis Azhari, mengapa novel POI semakin lama semakin hangat menjadi perbincangan publik?

Penulis yang pernah kuliah di jurusan filsafat UIN itu menjawab simpel saja. Kalau kita beritikad baik menulis untuk suatu keabadian, persoalannya tinggal menunggu waktu saja. Kapan suatu masyarakat bangsa membuka diri untuk mengakui kesalahan-kesalahan kolektifnya.

“Hanya soal waktu saja,” katanya singkat.

Walaupun kita tidak terlibat secara langsung, tetapi sikap diam apalagi setuju sudah mencerminkan kualitas kemanusiaan kita sebagai bangsa beradab. Maukah kita mengakui dosa dan kesalahan kolektif kita? Misalnya perlakuan bangsa kita terhadap wartawan Udin Syafrudin, karyawati Marsinah, seniman Wiji Thukul, aktivis Munir? Juga sederet nama-nama generasi bangsa yang diperlakukan sewenang-wenang untuk melanggengkan rezim Soeharto dan orde baru?

“Setelah membaca buku tersebut, pikiran saya perlahan mulai berubah, karena saya seakan melihat wajah saya sendiri. Bagaimanapun, penting bagi kita untuk mengakui kebiadaban diri kita, serta didera rasa malu karena pengakuan itu,” demikian tulis Eka Kurniawan dalam artikelnya, “Max Havelaar dan Do-sa Kolektif”. Biasanya, para elite politik akan berdiri di barisan terakhir yang memiliki rasa malu atas dosa-dosa

kolektif tersebut. Masyarakat biasa akan tergerak lebih dulu untuk kemudian memaksa mereka agar turut-serta melakukannya. Inilah yang sudah dibuktikan oleh novel Pikiran Orang Indonesia. Efeknya terus bergaung dan semakin bergema keluar wilayah Banten, Indonesia. Tidak menutup kemungkinan melanglang buana menembus batas-batas geografis negeri ini. “Sering saya bertanya-tanya, ada apa dengan diri saya? Apa yang salah pada diri saya? Apakah saya ini menderita semacam penyakit? Sering saya merasa bahwa kehidupan sehari-hari saya adalah penyakit. Meski saya tak pernah mengerti penyakit apa yang bersarang di tubuh saya?”

Inilah paragraf pertama yang ditampilkan oleh novel POI. Tokoh Haris yang digambarkan itu seakan-akan “saya” sungguhan. Ya, saya dalam konteks tahun 1965, tahun 1998, maupun tahun 2018 sekarang ini, apa yang berubah pada manusia Indonesia? Novel itu menggugat kepribadian dan karakteristik kita semua, menggugat fenomena keindonesiaan, jati diri kita sebagai bangsa beradab, beragama, dan berpancasila.

Wajar saja ketika peluncuran-nya di pesantren Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten, penulisnya disamper beberapa mahasiswa yang menangis tersedu-sedu.

Apa yang mereka tangiskan? Dalam konteks saat ini (bukan hanya di sekitar 1965), para mahasiswa itu pernah menyaksikan bagaimana kerabatnya telah diperlakukan sewenang-wenang. Dituduh PKI (dipersekusi), hingga dia menderita delusi paranoid hingga skizofrenia. Konon, ada di antara mereka yang salah satu keluarganya masih berobat dan direhabilitasi di rumah sakit jiwa, karena trauma dengan tuduhan “orang PKI”.

Terkait dengan ini, ada beberapa seniman dan sastrawan yang berani menyatakan bahwa PKI adalah tiga huruf yang menjadi momok. Akan selalu menempel dalam imajinasi dan memori kolektif manusia Indonesia, hingga seratus tahun ke depan. Meskipun, pada umumnya seniman kita masih takut mempersoalkan hal yang sangat prinsipil ini. Bahkan untuk sekadar

(4)

4

T

T

T

T

Target P

arget P

arget P

arget P

arget Pemko

emko

emko

emko

emko

Bukittinggi Meraih

Bukittinggi Meraih

Bukittinggi Meraih

Bukittinggi Meraih

Bukittinggi Meraih

APE 2020

APE 2020

APE 2020

APE 2020

APE 2020

RABU, 31 MARET 2021 RABU, 17 SYA’BAN 1442 H

AKIBAT BANJIR MELANDA

Siswa SMKN Ranah Ampek Hulu Tak Bisa Belajar

Painan, Khazanah—

Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah—Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Se-latan, belum bisa mengikuti proses belajar mengajar akibat banjir yang melanda sekolah itu, Minggu (28/ 3/2021) kemarin.

Kepala SMKN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan, Radinin mengatakan, saat ini peserta didik yang ada di sekolah itu belum bisa mengikuti pembelajaran. Pasalnya sekolah itu penuh dengan lumpur (tanah) serta mobiler yang ada hanyut terbawa arus akibat banjir.

“Hari ini, kami mulai melak-sanakan goro bersama untuk membersihkan ruangan sekaligus mencari kursi yang telah hanyut. Untuk satu atau dua hari ke depannya para siswa belum juga bisa mengikuti proses belajar,” kata dia kepada Khazanah saat

di-Pemko Payakumbuh Gelar Lomba Masak Serba Ikan

bekerjasama dengan Forikan Kota

Payakumbuh menggelar lomba masak serba ikan dan lomba cipta lagu gemar ikan tingkat Kota Payakumbuh yang digelar di Agam Jua Cafe, Selasa (30/3).

Lomba masak serba ikan dan lomba cipta lagu tahun 2021 ini diikuti oleh 4 orang perwakilan dari setiap Kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh serta untuk lomba cipta lagu gemar ikan diikuti oleh SMAN 2 Payakumbuh dan SMAN 5 Payakumbuh.

Hadir dalam lomba tersebut Ketua Forikan Kota Payakumbuh Ny.Henny Riza Falepi mengatakan ikan merupakan salah satu makanan yang mudah didapat. Ikan adalah sumber protein yang tinggi dan lengkap dengan Omega 3 yang sangat baik untuk otak. Ny.Henny Riza Falepi mengajak untuk giatkan program Forikan dan Gemarikan mulai dari lingkungan terkecil. Apalagi di Kota Payakumbuh tidak sulit untuk mendapatkan ikan, di luar negeri ikan adalah makanan yang termasuk mahal harganya, namun di Indonesia khususnya

Payakumbuh ikan dapat dibeli dengan harga yang murah maupun dipancing di sungai. Yang terpenting adalah ikan makan yang sangat baik untuk keluarga, mari biasakan kepada anak-anak untuk makan ikan.

Henny menyebutkan gemar makan ikan jangan hanya saat digelar lomba, tapi bagaimana gemar makan ikan ini menjadi tradisi kebutuhan dalam rumah tangga. “Setidaknya dalam rumah tangga sehat mesti mengkonsumsi setidaknya 2 ons ikan per kepala, itu kalau bisa dimaksimalkan. Untuk mewujudkan semua itu perlu adanya sosialisasi kepada warga, kapan perlu pihak kelurahan menyiapkan sampel. Sehingga kuantitas warga mengkonsumsi ikan semakin meningkat. Karena ikan dimasak dalam bentuk apapun akan tetap lezat dan gurih, serta mudah didapat,” ulas Henny.

Diakhir sambutannya Henny menyampaikan gemarikan bukan hanya seremoni. Tingkat konsumsi ikan di Kota Payakumbuh harus ditingkatkan dari tahun ke tahun. “Harapan kita semua kegiatan hubungi via telepon, Selasa (30/

3/2020).

Ia mengungkapkan, akibat banjir tersebut sekolah itu meng-alami kerugian sekitar Rp1,5 miliar. Sebab, selain pagar yang roboh namun semua fasilitas seperti, komputer dan elektronik lainya habis terendam banjir sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi. “Di bulan ini aja udah tiga kali terjadi banjir. Namun sepanjang sejarah, ini yang paling terparah banjirnya,”ungkapnya.

Dikatakanya, sekolah itu memiliki 17 lokal, yang terbagi 4 jurusan dengan jumlah 420 orang siswa.

“Jadi, kami berharap kepada pemerintah, agar dapat mengatasi normalisasi sungai secepatnya. Dan juga mendapatkan bantuan alat praktek di sekolah ini,” harapnya.  milhendrawandimilhendrawandimilhendrawandimilhendrawandimilhendrawandi

Pemkab Pessel

Minimalkan

Dampak Banjir

Painan, Khazanah Painan, KhazanahPainan, Khazanah

Painan, KhazanahPainan, Khazanah--Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengambil sejumlah tindakan dalam upaya meminimalkan dampak banjir di Tapan yang terjadi selama dua hari dari Minggu (28/3) hingga Senin (29/3).

Kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Pesisir Selatan, Zulfian Aprianto di Painan, kemarin, untuk membersihkan lumpur yang terbawa banjir di sejumlah fasilitas umum, pemerintah daerah berencana akan memanfaatkan mobil pemadam kebakaran.

“Terkait hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran,” imbuhnya.

Dikatakannya, jumlah rumah yang terendam di kecamatan setempat sebanyak 901 unit, dan 3.807 jiwa terdampak dengan rincian 612 unit rumah di Kampung Tengah Tapan, 183 unit rumah di Binjai Tapan, 63 unit rumah di Talang Balarik Tapan, serta di Limau Purut Tapan sebanyak 43 unit rumah.

Sementara di kecamatan lain, yakni Basa Ampek Balai Tapan, terdapat enam desa yang terdampak banjir, antara lain Tapan yang berdampak pada 82 kepala keluarga.

Selanjutnya, Koto Anau Tapan berdampak pada 37 kepala keluarga, Batang Arah Tapan 28 kepala keluarga, Tanjung Pondok Tapan 20 kepala keluarga, Dusun Baru Tapan 40 kepala keluarga, Batang Betung Tapan berdampak pada 23 kepala keluarga.  milmilmilmilmil

gemarikan ini bukan hanya sekedar seremoni. Kita harus tingkatkan konsumsi ikan dari tahun ke tahun. Apalagi dimasa pandemi ini, kita harus putar otak bagaimana ekonomi tetap berjalan salah satunya dengan membuat inovasi makanan serba ikan yang notabene disukai oleh kalangan milenial saat ini seperti dimsum, cake ikan serta makanan olahan ikan lainnya sehingga akan menjadi prospek bagus dan provit yang menjanjikan untuk dijadikan usaha dalam kondisi covid seperti sekarang ini,” pungkas Henny.

Senada dengan Ketua Forikan, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Yuniri Yunirman mengatakan sangat tepat kiranya ikan sebagai salah satu sumber daya asupan protein yang mempunyai nilai gizi tinggi dan keistimewaannya. dengan adanya lomba ini dapat menunjang kegiatan peningkatan konsumsi ikan masyarakat di Kota Payakumbuh terutama pada anak-anak usia sekolah.

“Sebab, mengkonsumsi ikan lebih sehat dan tinggi gizinya dibanding daging ataupun ayam yang bagus untuk mencerdaskan anak,” ujarnya.

Setelah mendapatkan arahan dari Ketua Forikan Kota Payakumbuh, acara puncak langsung dilaksanakan yaitu penilaian lomba masak serba ikan serta lomba cipta lagu gemar ikan. Dimana setelah dilakukan penilaian telah didapatkan pemenang sebagai berikut : Lomba masak serba ikan Juara 1 : Kecamatan Payakumbuh Barat. Juara 2 : Kecamatan Payakumbuh Timur. Juara 3 : Kecamatan Payakumbuh Utara. Harapan 1: Kecamatan Latina. Harapan 2: Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Lomba cipta lagu gemarikan: Juara 1 : Muhammad Fauzan (SMAN 2 Payakumbuh). Juara 2 : Cahaya Kamila (SMAN 2 Payakumbuh). Juara 3 : Fiska Yuliza (SMAN 5 Pyakumbuh). Harapan 1: Syabria Nuruli (SMAN 5 Payakumbuh). Harapan 2: M. Syurah Al lathif (SMAN 2 Payakumbuh).  lili yuniatilili yuniatilili yuniatilili yuniatilili yuniati masyarakat.

“Terkait PUG ini telah diintegrasikan pada visi, misi serta RPJMD Kota Bukittinggi Tahun 2016-2021. Dimana isu perempuan dan anak menjadi salah satu isu strategisnya. Dengan sasaran meningkatnya kualitas penduduk, pembangunan keluarga, Pengarusutamaan gender dan perlindungan anak,” jelasnya. Diketahui sebelumnya Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi telah mengadakan Rapat Persiapan Penilaian APE pada Jumat (19/3) di Hall Balai Kota Bukittinggi, dalam rapat tersebut Pemerintah Kota Bukittinggi telah menunjukkan komitmen melalui 7 (tujuh) prasyarat Pengarus Utamaan Gender (PUG) yaitu komitmen lewat adanya peraturan daerah, adanya kebijakan operasional atau teknis, adanya pokja, focal point dan tim teknis, adanya sumber daya baik SDM, Dana dan Sarana Prasarana, adanya profil gender statistik gender, adanya panduan, modul dan bahan serta adanya dukungan masyarakat. “Dengan menguasai bahan, kita bisa menunjukkan bahwa Kota Bukittinggi sudah responsif PUG dan sudah memenuhi kriteria sehingga Kota Bukittinggi menjadi kota terbaik dalam penilaian APE ini,” ucap Wako Erman Safar.  iwin sbiwin sbiwin sbiwin sbiwin sb

Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah Bukittinggi, Khazanah

Bukittinggi, Khazanah--Pada penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) secara virtual, Selasa (30/3), di BCC Kota Bukittinggi, Asisten Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dermawan, mengatakan, verifikasi kali ini yang dilaksanakan secara daring, menjadi tantangan sendiri bagi verifikator maupun bagi Kota Bukittinggi dalam menyiapkan bahan.

Karena itu Dermawan mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah melengkapi data dan informasi terkait pengarusutamaan gender berikut capaian selama tahun 2020. Menurutnya, data itu sangat penting dalam menyusun langkah efektif dan efisien dalam mewujudkan keadilan yang merata bagi laki laki dan perempuan. Tujuan kegiatan hari ini adalah untuk memverifikasi dan melihat lebih dalam lagi berdasarkan isian formulir yang sudah dikirimkan sebelumnya dengan data lebih lengkap.

“Hasil verifikasi dan data yang lebih lengkap itu akan menjadi dasar pertimbangan bagi calon penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 bagi Kabupaten dan Kota yang dinilai berhasil dalam mewujudkan

pengarustamaan gender di daerah. Hasil verifikasi konfirmasi dan validasi data akan menjadi patokan penilaian utama karena itu diharapkan tetap mengirimkan data tambahan yang dibutuhkan nantinya,” ujarnya.

Tim verifikator dipimpin Yusuf Supiandi. Menurut Yusuf Supiandi, komitmen dari Wali Kota Bukittinggi menjadi pedoman bagaimana harapan dan proyeksi Pengarusutamaan Gender di Bukittinggi. hal itu akan menjadi nilai besar dalam penilaian ini.

Pada penilaian APE secara virtual ini, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar melakukan ekspose pada Verifikasi Lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE), kegiatan itu juga dihadiri Sekretaris Daerah, Plt Asisten III, Kadis P3APPKB, Kepala Bappelitbang, Inspektur, Kepala Badan Keuangan serta SKPD terkait lainnya.

Erman Safar, mengatakan, Pemko Bukittinggi telah menunjukkan komitmen lewat 7 prasyarat PUG yaitu komitmen lewat adanya peraturan daerah, adanya kebijakan operasional atau teknis, adanya pokja, focal point dan tim teknis, adanya sumber daya baik SDM, Dana dan Sarana Prasarana, adanya profil gender statistik gender, adanya panduan, modul dan bahan KIE serta adanya dukungan

Pemerintah

Diharap

Memfasilitasi

Pedagang dengan

Penyedia Aplikasi

Padang Padang Padang Padang

Padang Aro, KhazanahAro, KhazanahAro, KhazanahAro, KhazanahAro, Khazanah—Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Solok Selatan, di Padang Aro, Selasa (30/3), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahmawati selaku narasumber mengatakan, pemerintah daerah harus bisa memfasilitasi berbagai MoU antara pedagang pasar dengan penyedia aplikasi agar para UMKM dapat memanfaatkan tekhnologi untuk pemasaran mereka di masa pandemi Covid-19.

Ema Rahmawati mengatakan, akibat pandemi Covid-19 pedagang di pasar mengeluh sepi tetapi pasar berbasis aplikasi meningkat tajam. Oleh sebab itu, katanya pedagang pasar harus memanfaatkan kemajuan teknologi dan usaha serta peran pemerintah daerah memfasilitasi MoU pedagang dengan penyedia aplikasi.

Dikatakannya, dalam penguatan dan penyiapan UMKM menuju digitalisasi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Menurut Ema Rahmawati, berdasarkan survey terdapat tiga hal yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM yaitu bantuan pemasaran, pengembangan manajemen usaha, serta bantuan modal.

Sementara itu Pelaksana harian (Plh) Bupati Solok Selatan, Doni Rahmat Samulo mengungkapkan sektor prioritas pembangunan Kabupaten itu pada 2022 yaitu Pertanian, Koperasi, Perdagangan dan UKM, Pariwisata serta tenaga kerja.

“Ke empat sektor peioritas tersebut didukung dengan infrastruktur dan lingkungan hidup,” kata dia.

Dia mengatakan, mengacu pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan periode 2021-2026 serta memperhatikan rancangan tema pembangunan Nasional dan Provinsi Sumbar maka tema pembangunan Solok Selatan pada 2022 yaitu pemulihan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Anggota DPRD Sumatera Barat dari daerah pemilihan Solok Selatan, Nurfirmanwansyah mengatakan, program yang disusun pada Musrenbang harus memiliki irisan dengan program-program yang ada di propinsi dan juga pusat.  net/faisal budimannet/faisal budimannet/faisal budimannet/faisal budimannet/faisal budiman

RUSAK – Komputer milik SMKN 1 Ranah Ampek Hulu rusak akibat

banjir. (Foto : Milhendrawandi)

Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah Payakumbuh, Khazanah— Dalam rangka mengakselerasi peningkatan konsumsi ikan masyarakat, dan mensinergikan

program Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), Pemerintah Kota Payakumbuh Melalui Dinas Pertanian

MENCICIPI - Ketua Forikan Kota Payakumbuh Ny.Henny Riza

Falepi mencicipi masakan ikan dari salah satu peserta. (Foto : Lili Yuniarti)

MENGIKUTI EKSPOSE - Walikota Bukittinggi Erman Safar dan jajarannya saat mengikuti ekspose secara virtual penilaian APE 2020.

(5)

RABU, 31 MARET 2021 RABU, 17 SYA’BAN 1442 H

5

KANG EMIL DI UNAND

Sampah Perkotaan Harus Jadi Energi

Pesisir Selatan Gelar Rembuk Stunting

Padang, Khazanah— Era teknologi atau Era Society 5.0

sangat dipengaruhi oleh peran pemuda dalam melakukan

perubahan dan penggunaan teknologi itu sendiri. Pemuda

dituntut untuk mampu mengintegrasikan dunia fisik dan dunia

maya menjadi satu sehingga potensi yang ada pada pemuda

menjadi penentu kualitas bangsa di masa depan.

AUDY JOINALDY HADIRI MUNAS BEM SI DI UNAND

Musrenbang Dishut

Sumbar

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan musyawarah Perencanaan Pembangunan Kehutanan di wilayah Sumatera Barat, Senin (29/3) di Kantor Dishut Sumbar, Kota Padang.

Musyawarah tersebut dipimpin oleh Kepala Dishut Sumbar Yozarwadi yang di hadiri oleh UPT Kementrian yang memiliki wilayah kerja di Provinsi Sumatera Barat serta UPTD lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.

Musrenbang tersebut membahas berbagai pembangunan kehutanan Sumbar yang mendukung visi dan misi Gubernur sumbar yakni “Terwujudnya Sumatera Barat madani yang unggul dan berkelanjutan”

Dalam Musrenbang tersebut Yozarwadi menegaskan bahwa dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan kehutanan Sumatera Barat tahun 2022 adalah, seluruh unit kerja di lingkungan dinas kehutanan harus mengacu pada cascading sasaran dinas kehutanan dengan ukuran kinerja yang jelas dan terukur.

Keempat meningkatkan manajemen mobilisasi SDM (Polhut, Penyuluh, PEH, Pendamping PS, Bakrim, dan tenaga teknis lainnya) untuk mendukung pencapaian tujuan 2021-2026. Sementara Mediward dari Biro Perencanaan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan paparanya yang menitik beratkan pada pentingnya sinkronisasi antara KLHK dengan Pembangunan Kehutanan daerah  Fajar Fajar Fajar Fajar Fajar A n u g r a h A n u g r a h A n u g r a h A n u g r a h A n u g r a h

Kunjungi Kedubes

Arab Sudi

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang, Prof. Dr. Eka Putra Wirman, M.A, mengunjungi Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, dilakukan dalam rangka merespon kunjungan Atase Agama Kedubes Arab Saudi ke UIN IB Padang, pada akhir tahun lalu.

Dalam kunjungan tersebut, rektor UIN IB Padang langsung diterima oleh Atase, Syekh Ahmad Al-Hadzami, dan Sekretaris Atase Al-Baraq Al-Ameer, kunjungan tersebut diawali dengan makan siang, dilanjutkan dengan diskusi persoalan keagamaan dan pendidikan di UIN IB Padang dan Sumatra Barat.

Dalam diskusi tersebut, Rektor UIN IB Padang, membahas proyeksi kerja sama bidang keagamaan dan pendidikan. “Adapun yang kita bahas dalam diskusi tersebit, terkait adanya gagasan yang didiskusikan adalah pengiriman native speaker, untuk meningkatkan kompetensi bahasa Arab mahasiswa dan pendirian Arab Saudi Corner di perpustakaan pusat UIN IB Padang,” katanya, Selasa (30/3).

Syekh Ahmad Al-Hadzami, tampak merespon gagasan yang disampaikan Rektor.

“Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi dapat menandatangani perjanjian kerja sama dengan UIN IB Padang, untuk merealisasikan program tersebut,”sebutnya.

Menutup diskusi dan agenda kunjungan, kedua belah pihak sepakat untuk membangun sinergitas dalam melaksanakan program-program di bidang keagamaan dan pendidikan  Murdiansyah Eko Murdiansyah Eko Murdiansyah Eko Murdiansyah Eko Murdiansyah Eko

maupun daerah. “Penurunan stunting telah ditetapkan sebagai program prioritas nasional yang harus dimasukan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP),”timpalnya.

Integrasik

Integrasik

Integrasik

Integrasik

Integrasikan Dunia F

an Dunia F

an Dunia F

an Dunia F

an Dunia Fisik dan Maya

isik dan Maya

isik dan Maya

isik dan Maya

isik dan Maya

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menghadiri Musyawarah Nasional BEM SI, dengan tema “Konstribusi Pemuda dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Menuju Era Society 5.0”, Selasa (30/3) di Gedung Auditorium Unand Padang.

Dalam kesempatan itu, Audy mengatakan, peran pemuda sangat berpengaruh terhadap perubahan Era Sosiety 5.0, yaitu mempergunakan teknologi dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu.

Perubahan zaman memang sulit untuk dihindari termasuk di dalam bidang organisasi dan industri, dalam kehidupan orang harus terus beradaptasi dengan lingkungan dalam cangkupan yang lebih luas.

Dengan demikian harus disadari, potensi yang ada pada pemuda menjadi penentu kualitas bangsa Indonesia dimasa depan. Ia juga menambahkan, satu

dari enam Wakil Gubernur yang usianya di bawah 40 tahun di Indonesia, salah satunya adalah Wagub Sumbar yang berusia 37 tahun. Selain itu Audy juga mengatakan Provinsi Sumbar juga memiliki sembilan pemimpin yang usianya di bawah 40 tahun yang siap membangun daerahnya.

Audy juga menyebutkan nama-nama pimpinan daerah di Sumbar yang merupakan kaum milenial, yaitu; Walikota Bukittinggi Erman Safar (34 tahun), Walikota Padang Panjang Fadly Amran (33 tahun), Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan (31 tahun), Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian (36 tahun), Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariyansyah (38 tahun), Wakil Walikota Solok Rahmadhani Kirana Putra (33 tahun), Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan (32 tahun) dan Bupati Sijunjung Benny Dwipa Yuswir.

“Untuk itu, Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi

NAGARI MUARO TAKUANG

Tradisi Baralek Kandang Tetap Dipertahankan

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Kaba Nagari

Kaba Nagari

menjelang bulan puasa dengan diawali dengan menghubungi seorang dukun untuk menentukan harinya.

Jika sudah ditetapkan harinya, maka pemilik kerbau bersama pengembala mempersiapkan makanan dan minuman serta ramuan ureh atau obat kerbau yang diperlukan, sesuai dengan petunjuk dukun tersebut.

“Setelah seluruh itu disiapkan, maka pada sore harinya, setelah kerbau masuk kandang, sang dukun melakukan aksinya dengan meng-ureh (memandikan dengan ramuan-daun-daun) kerbau dan kandang dengan membacakan manteranya.

Menariknya lagi, bacaan mantra itu dilakukan dengan suara yang agak keras dalam bentuk nyanyian, sehingga seluruh kerbau kelihatan tenang dan nyaman mendengarkannya,” ujarnya.

Lanjutnya, selesai seluruh rangkaian ritual itu, dilanjutkan Sijunjung, Khazanah—

Sijunjung, Khazanah—Sijunjung, Khazanah— Sijunjung, Khazanah— Sijunjung, Khazanah— Kabupaten Sijunjung selama ini memang dikenal dengan banyaknya budaya yang masih dipertahankan dan lestari sampai saat ini.

Unik dan menarik tradisi

masyarakat Baralek Kandang, menjelang bulan puasa Ramadan di Nagari Muaro Takuang kecamatan Kamang Baru kabupaten Sijunjung.

Tradisi Baralek Kandang itu dilaksanakan setiap tahun

dengan acara makan bersama, mengaji dan ditutup dengan doa. Demikian dijelaskan Usman salah seorang pengembala kerbau menjelaskan kepada awak media, di Muaro Takung kemarin.

Berdasarkan pantauan awak media, tradisi semacam itu, juga masih dilaksanakan di nagari lain dalam daerah kabupaten Sijunjung, seperti di Sungai Lansek, Siaur, Tanjung Lolo, Sijunjung, Lubuk Tarok dan Padang Laweh

Menurut ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung Epiradisman tradisi Baralek Kandang itu, perlu dilestarikan, karena banyak mempunyai hikmah untuk kehidupan manusia dan ternak kerbau yang dipelihara.

Artinya memperkokoh hubungan sesama manusia, menjaga hubungan dengan binatang ternak dan hubungan kepada Tuhan Sang Penguasa alam dengan segala isinya  Novrizal Sadewa. Novrizal Sadewa. Novrizal Sadewa. Novrizal Sadewa. Novrizal Sadewa.

menjadi penting bagi organisasi di semua sektor di seluruh dunia, untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam rencana strategis dan kegiatan operasional untuk, mewujudkan aspirasi dunia pada tahun 2030 sesuai tujuan SDGs.” katanya.

Mantan Dekan Fakultas Teknik Unand itu menyebutkan, kepemimpinan untuk mencapai tujuan SDGs harus mempunyai atribut-atribut “Adaptif, fleksibel, memperbarui diri, tangguh, belajar, cerdas” (Lai, 2011). Untuk mencapai SDGs, pemimpin harus mengelola sumber daya, menjadi visioner dan etis, serta fokus pada tujuan jangka panjang tanpa mengorbankan nilai dan prinsip.” sebutnya.

Selain itu, katanya, pemimpin harus dimotivasi oleh visi untuk mencapai tujuan di tengah faktor lingkungan yang terus berubah dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam proses tata kelola  Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. Murdiansyah Eko. menggunakan mobil listrik,” kata pria yang juga

menjabat sebagai Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) tersebut. Disebutkannya, saat ini Provinsi Jabar, sudah mulai membangun pembangkit listrik tenaga matahari di atas air (Solar Sel), ini sebagai salah satu implementasi energi terbarukan.

Disisi lain, Gubernur Jabar juga menyinggung kebakaran Kilang Pertamina di Indramayu, Provinsi Jabar. Menurutnya, masyarakat yang mengungsi hanyalah sementara, dan dalam beberapa hari diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. “Terkait dengan korban, itu semua tanggung jawab pertamina, karena ini kegiatan kooporasi pertamina sudah menjamin,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unand Bidang kemahasiswaan Innsanul Kamil, mengatakan, kinerja negara mana pun, dalam upaya mencapai SDGs, sebagian besar bergantung pada pemimpin. “Kepemimpinan dan manajemen yang inovatif Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— Padang, Khazanah— Padang, Khazanah—

Padang, Khazanah— Sumber Daya Alam (SDA) yang paling besar dihasilkan adalah energi dari dalam bumi, energi tersebut memberikan kontribusi bagi manusia dan tentunya, sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, namun apabila terus digunakan tentu akan habis.

Hal inilah yang disampaikan oleh, Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, dalam memberikan seminar nasional bertemakan, Kontribusi Mahasiswa Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional Untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian Menuju Era Society 5.0 di Universitas Andalas (Unand), Selasa (30/3).

“Daerah-daerah di Indonesia harus dapat mengelola energi dengan baik, sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat banyak karena cadangan energi dari minyak dan gas minyak dalam kurun waktu 50 belakangan semakin berkurang,” katanya.

Disebutkannya, saat ini pemerintah masih

mengandalkan hasil bumi melalui cadangan minyak. Namun demikian, masih terdapat di daerah lainnya, seperti ladang-ladang minyak yang tidak dipakai lagi oleh pertamina karena skalanya kecil.

“Hal itu, yang sedang saya mohonkan untuk, dapat dikelola oleh daerah-daerah lain. Pasalnya, ini peluang besar bagi daerah lain. Apabila ini diperhatikan, tentu akan berdampak positif bagi masyarakat,” sebut gubernur yang biasa dipanggil Kang Emil itu.

Ditambahkan Kang Emil, energi harus terjangkau oleh masyarakat, energi harus bersih, sehingga tidak tercemar lingkungan dan energi jangan sampai habis.

Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jabar ini juga membeberkan, dengan adanya sampah di perkotaan yang dapat diolah menjadi energi. “Sampah yang ada di perkotaan, kami kembangkan menjadi energi listrik terbarukan dan saya merupakan gubernur pertama

belikan.

Kedua, munculnya profesi-profesi baru yang belum ada sebelumnya dengan berbasis Internet of Thins (IoT), Artificial Intelligence (Al) atau kecerdasan buatan dan robotika untuk bisa bersaing. Selanjutnya untuk yang ketiga, yaitu Solusi menghasilkan produk unggul dengan memanfaatkan teknologi menggunakan tenaga kerja yang handal dalam IoT.

“Tentunya kita harus bisa menghadapi permasalahan Society 5.0 dengan melakukan kemampuan dalam memecahkan masalah kompleks yang menjadi problem solver bagi orang banyak. Dan yang terpenting kita harus mampu berkreativitas berbasis IoT,” tuturnya.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy juga menyikapi hal tersebut sebagai peran aktif pemuda di era 5.0 harus memiliki kekuatan moral, kontrol sosial dan bisa menjadi agen perubahan.

“Generasi muda harus siap menghadapi era Society 5.0 di Indonesia dengan manfaatkan SDM yang ada, karena SDM di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Society 5.0 sebagai komplemen revolusi Industri 4.0, perlu diarahkan pada generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia dimasa mendatang,” harapnya  Inoval Inoval Inoval Inoval Inoval AgeslyAgeslyAgeslyAgeslyAgesly...

Pada acara tersebut juga, Wakil Bupati melakukan penanda-tanganan komitmen percepatan penurunan stunting bersama Forkopimda dan stakeholder terkait 

  

 Milhendra Wandi. Milhendra Wandi. Milhendra Wandi. Milhendra Wandi. Milhendra Wandi. Painan, Khazanah—

Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Painan, Khazanah— Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar acara Rembuk Stunting dan Pertemuan Koordinasi Penanganan Stunting di Gedung PCC Painan, Selasa (30/3).

Kegiatan tersebut diikuti oleh tim koordinasi percepatan penurunan stunting terintegrasi, serta lokus stunting pada 30 nagari dan sembilan kecamatan di daerah itu.

Acara itu juga dihadiri Plh. Sekda Emirda Ziswati, Kepala Dinas Kesehatan serta anggota Forko-pimda.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariansyah, S. Si., mengatakan dalam Penanganan stunting (gagal tumbuh pada anak) sangat diperlukan kerja sama secara terintegrasi dan kontinyu oleh lintas sektoral dan lintas program terkait serta dukungan dari organisasi profesi.

“Untuk Kabupaten Pesisir Selatan sendiri, berdasarkan data elektronik Pencatatan & Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) Tahun 2020 hasil penimbangannnya 11,8% lebih rendah dari provinsi yakni 14,3%,” katanya.

Dijelaskanya, bahwa Rembuk Stunting menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting secara bersama-sama antar Perangkat Daerah.

“Tahun 2021 Pesisir Selatan termasuk daerah perluasan lokus stunting bersama 9 Kabupaten/ Kota lainnya di Sumbar,” jelasnya. Untuk itu, sambung dia, penurunan stunting menjadi penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkroniasi program nasional, lokal dan masyarakat di tingkat pusat

TRADISI- Unik dan menarik begitulah tradisi masyarakat Baralek Kandang, menjelang bulan puasa Ramadan di Nagari Muaro Takuang kecamatan Kamang Baru kabupaten Sijunjung (foto:

Ist/net).

pemudanya yang sangat besar baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Pemuda Indonesia harus memiliki banyak inovasi, hal itu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi Era Society 5.0,” jelasnya.

Audy juga menjelaskan, Gelombang orang muda berusia 30 hingga 40 tahun mulai menduduki posisi-posisi penting di dunia kerja.

Beberapa dari pemimpin mereka

yang berasal dari generasi sebelumnya mulai mengeluhkan sikap-sikap generasi milenial ini saat harus bekerjasama dengan mereka, mereka dinilai tidak sama dengan generasi, yang sebelumnya dalam kacamata yang negatif.

Saat ini sejumlah kaum milenial semakin menguasai demografi ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia baik di masa sekarang maupun di masa depan. Untuk itu, semua

pihak, baik pemerintah, maupun juga para pemimpin bisnis harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kalangan milenial sebagai tenaga kerja yang unggul penih inovasi.

Ada beberapa hal yang perhatian menghadapi Society 5.0 di Indonesia, yaitu: pertama munculnya bisnis baru dengan strategi yang lebil inovatif dan Intangible Assets (aset yang tak berwujud fisik) yang bisa diperjual

PENENTU- Era teknologi atau Era Society 5.0 sangat dipengaruhi oleh peran pemuda dalam

melakukan perubahan dan penggunaan teknologi itu sendiri. Pemuda dituntut untuk mampu integrasikan dunia fisik dan dunia maya menjadi satu sehingga potensi yang ada pada pemuda menjadi penentu kualitas bangsa di masa depan (foto: Inoval Agesly).

REMBUK- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan,

menggelar acara Rembuk Stunting dan Pertemuan Koordinasi Penanganan Stunting di Gedung PCC Painan, Selasa (30/3) lalu

Referensi

Dokumen terkait