• Tidak ada hasil yang ditemukan

VOL 1 NO 2 ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VOL 1 NO 2 ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Didik, dkk 9 ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI

TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. ELKEN SURABAYA

Didik Juliantoa*

Rohmah Kurniawatib

Prodi Manajemen STIE YAPAN

Abstrak

Masalah sumber daya manusia masih menjadi sorotan dan tumpuhan bagi perusahaan untuk tetap dapat bertahan di era globalisasi. Pencapaian tujuan perusahaan salah satunya dapat dipengaruhi oleh pemberian kompensasi.

Salah satu fungsi utama pengelolaan sumberdaya manusia adalah pemberian kompensasi dan pengaruhnya terhadap motivasi kerja karyawan.

Banyak perusahaan yang sudah berusaha menerapkan sistem kompensasi yang baik tetapi belum menjamin motivasi karyawan akan meningkat, sehingga organisasi selalu berupaya mengembangkan system kompensasi yang lebih baik. Motivasi merupakan hal penting jika dihubungkan dengan pekerjaan karena dengan motivasi yang tinggi karyawan diharapkan bisa menghasilkan kinerja yang baik, khususnya motivasi yang berasal dari dalam diri karyawan. Meski motivasi internal dinilai lebih penting akan tetapi karyawan juga masih memerlukan dorongan dari luar. Salah satu faktor pendorong dari luar adalah kompensasi yang diberikan oleh perusahaan. Penelitian ini menganalisishubungan antara kompensasi dan motivasi karyawan di PT. ELKEN Surabaya, menggunakan 25 orang responden yang merupakan jumlah seluruh karyawan di PT. ELKEN Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menguji dan mengukur hubungan antara

variabel kompensasi dan motivasi. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kompensasi dan motivasi karyawan.

Kata kunci : Kompensasi, Motivasi Kerja Pendahuluan

Salah satu masalah yang menarik untuk dikaji oleh peneliti adalah soal pemberian kompensasi yang bisa menimbulkan motivasi bagi karyawan. Menurut Khan dan Mufti (2012) menyatakan bahwa ada hubungan yang kuat antara kompensasi dan motivasi. Mereka juga mengemukakan bahwa karyawan akan merasa

termotivasi jika merasa mendapatkan

penghargaan yang bernilai. Tidak dipungkiri bahwa salah satu doronganbagi seseorang untuk bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan

(kompensasi).Kompensasi yang diharapkan

karyawan ini dapat terdiri dari beragam jenis dari gaji, bonus, tunjangan kesehatan, dan lain-lain. Kompensasi ada yang dikaitkan dengan kinerja karyawan dan ada yang tidak terkait dengan kinerja.

Pada sisi lain, motivasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri karyawan/individu untuk bertindak mencapai prestasi. Terdapat banyak faktor yang bisa memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu (Minor, 2013). Motivasi merupakan hal penting yang dapat mendorong karyawan untuk bekerja dengan baik (Negash et al, 2014). Sehingga para pakar

mengembangkan berbagai teori untuk

mengidentifikasi apa yang mendorong manusia untuk berperilaku dalam pola tertentu dan bagaimana praktek-praktek yang digunakan

untuk mengoptimalkan motivasi bagi

kepentingan organisasi.

(2)

Didik, dkk 10

diharapkan dapat merancang sistem kompensasi yang baik agar bisa meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Kompensasi seharusnya dirancang

agar bisa meningkatkan kinerja.

Sebaliknyakompensasi yang tidak sesuai dengan harapan karyawan bisa mengarah pada turunnya kinerja atau meningkatnya turn-over karyawan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perusahaan harus menyiapkan sistem kompensasi yang

menarik bagi karyawan sekaligus tidak

memberatkan perusahaan.

Penelitian ini membahas hubungan kompensasi dengan motivasi kerja karyawan

pada PT. ELKEN Surabaya, dan penulis

mengidentifikasi adanya praktek penerapan kompensasi yang belum didukung dengan sistem yang jelas. Hal ini dibuktikan dengan model kompensasi yang masih kondisional yang didasarkan pada kondisi. Dengan demikian tidak seluruh karyawan mendapatkan perlakuan yang sama. Mengacu pada kondisi-kondisi tersebut,

maka penulis merumuskan beberapa

permasalahan diantaranya:

1. Apakah praktek pemberian kompensasi di

PT. ELKEN Surabaya sudah sesuai dengan harapan karyawan.

2. Apakah dengan kompensasi tersebut

karyawan merasa termotivasi untuk bekerja.

Pembahasan

Manajemen Sumberdaya Manusia

Sumber Daya Manusia didefinisikan

sebagai suatu strategi dan pendekatan

manajemen yang terintegrasi dalam mengelola aset organisasi yang paling berharga, yaitu manusia orang yang bekerja dan berkontribusi bagi keberhasilan perusahaan (Armstrong, 2006). Penulis lain, Ivancevich (2010: 4) menjelaskan

sumberdaya manusia sebagai suatu fungsi di

dalam organisasi yang bertujuan

mengoptimalkan pendayagunaan tenaga kerja di dalamnya. Optimalisasi ini dikaitkan dengan

pencapaian kinerja perusahaan secara

keseluruhan.

Kompensasi

Menurut Singodimedjo dalam tulisan Edy Sutrisno (2009), kompensasi adalah semua balas jasa yang diterima seorang karyawan dari perusahaannya sebagai akibat dari jasa atau tenaga yang telah diberikannya pada perusahaan tersebut. Kompensasi menurut Tohardi dalam tulisan Edy Sutrisno (2009), bahwa kompensasi dihitung berdasarkan evaluasi pekerjaan,

Untuk mendapatkan pemberian kompensasi yang mendekati kelayakan (worth) dan keadilan (equity). Menurut Panggabean dalam tulisan Edy Sutrisno (2009), kompensasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Kompensasi Langsung adalah kompensasi yang langsung dirasakan olah penerimanya, yakni berupa gaji, tunjangan, insentif merupakan hak karyawan dan kewajiban perusahaan untuk membayarnya.

a. Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti. b. Tunjangan adalah kompensasi yang

diberikan perusahaan kepada para karyawannya, karena karyawannya tersebut dianggap telah ikut berpartisipasi dengan baik dalam mencapai tujuan perusahaan.

c. Insentif adalah kompensasi yang diberikan kepada karyawan tertentu,

(3)

Didik, dkk 11 karena keberhasilan prestasinya di atas

standar.

2. Kompensasi Tidak Langsung adalah kompensasi yang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh karyawan, yakni benefit dan

services (tunjangan pelayanan). Benefit dan

services adalah kompensasi tambahan

(financial atau non financial) yang diberikan

berdasarkan kebijaksanaan perusahaan terhadap semua karyawan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan mereka. Seperti tunjangan hari raya, uang pensiun, pakaian dinas, dsb

Menurut Marwansyah (2010:269),

kompensasi merupakan imbalan secara langsung, imbalan tidak langsung dalam bentukmanfaat tambahan (benefit) dan bentuk pemberian layanan tambahan serta insentifyang ditujukan untuk memotivasi pekerja agar mencapai produktivitas yang lebihtinggi.

Konsep mengenai kompensasi juga

dikembangkan oleh Gomez-Mejia et

al(2012:312) yang menyatakan bahwa

kompensasi merupakan bentuk penghargaan

dariperusahaan kepada karyawan karena

kontribusi mereka. Selanjutnya,

Gomez-Mejiamembagi kompensasi ke dalam tiga komponen; kompensasi dasar, insentif, dan benefit(kompensasi tidak langsung).

Berdasarkan defines-definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwakompensasi merupakan segala bentuk pembayaran atau

manfaat yang diterima sebagaibalas jasa

karyawan terhadap kontribusi atas pekerjaan mereka di perusahaan.

Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan

seorang individu untuk mencapai tujuannya.

Gibson et al (2012:126) menjelaskan konsep motivasi sebagai bentuk dorongandari dalam diri karyawan untuk bertindak atau berperilaku. Motivasi merupakankonsep yang menjelaskan alasan di balik suatu tindakan yang diamati. Motivasihanya bisa diamati dari kondisi yang

ada dan perilaku yang mengikutinya

(Gibson,2012:126). Sebagai contoh, jika seorang

karyawan bekerja lembur bisa saja

munculanggapan dia melakukannya karena butuh tambahan uang lembur. Akan tetapi haltersebut bisa keliru ketika pada kenyataannya yang bersangkutan bekerja lemburkarena dia tertarik dengan tantangan pekerjaannya.

Defisini lain mengenai motivasi

dikemukakan oleh Robbins dan Judge

(2013:202), sebagai bentuk proses yang

mencakupintensitas, arah, dan ketekunan seorang individu dalam upayanya mencapaisasaran. Dalam hubungannya dengan dunia pekerjaan, yang dimaksud sasaran tentunyayang berkaitan dengan perilaku dalam bekerja.

Teori motivasi dapat dibagi menjadi dua kategori besar (Gibson et al, 2012:129),yaitu teori berbasi konten dan proses. Teori motivasi berbasis proses menjelaskanbagaimana perilaku ditingkatkan, diarahkan, dipertahankan, atau dihentikan dengan didasarkan pada faktor eksternal. Sedangkan teori motivasi yang berbasis kontenmengkaji faktor-faktor yang mendorong, mengarahkan, menggerakan, atau menghambat suatu perilaku yang disebabkan dari kondisi internal individu. Faktor-faktorini biasa juga disebut sebagai faktor kebutuhan yang memotivasi seseorang.

Berdasarkan penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa bahwa motivasikerja

(4)

Didik, dkk 12

merupakan dorongan atau ketekunan seseorang

dalam mencapai tujuannyadalam suatu

organosasi yang dikondisikan dengan

kemampuannya. Di samping itu,dorongan ini bisa muncul dari dalam diri karyawan ataupun

dipengaruhi dari lingkungandi luar diri

karyawan.

Metode Penelitian

Penulis menetapkan objek penelitian di

PT. ELKEN Surabaya yang berjumlah 25 Karyawan, Jumlah yang relatif sedikit inidiharapkan bisa memberikan hasil yang akurat

karena penulis sekaligus dapat

menerapkanmetode wawancara untuk

melengkapi hasil kuesioner yang disebarkan.

Sasarandari riset ini adalah mengukur

sejauhmana pengaruh variabel dependen,

kompensasiterhadap variabel independen

motivasi. Untuk mengukur pengaruh tersebut,

digunakanmetode regresi linier sederhana

menggunakan SPSS 20. Seluruh butir

kuesionertelah diuji reliabilitas dan validitasnya. Di samping itu, uji klasik (normalitasdan

heterokedastisitas) juga dilakukan untuk

memastikan bahwa data yang ada layakuntuk diukur secara regresi. dan metode yang

digunakan adalah analisis deskritif

daneksplanatori terhadap hasil riset yang didapatkan melalui kuesioner dan wawancara.

Hasil dan Pembahasan

Salah satu faktor yang dapat

meningkatkanmotivasi karyawan adalah

pemberian penghargaan yang tepat. Seperti sudahdijelaskan sebelumnya, penelitian ini mengkaji bagaimana pemberian kompensasi di PT. ELKEN Surabaya, sehingga bisa memotivasi

karyawannya dalam bekerja. Analisis akan diawali dengan melihatbagaimana persepsi karyawan terhadap kompensasi yang mereka terima. Berdasarkanhasil yang diperoleh, meski

tidak termasuk dalam kategori yang

memuaskan,akan tetapi persepsi karyawan di PT. ELKEN Surabaya menunjukkan tingkat yang baik pada kisaran angka1476 (75.93%).

Gambar 1. Persepsi karyawan terhadap

kompensasi.

Hasil ini memperlihatkan bahwa model kompensasi yang relatif mendekatiapa yang

diharapkan oleh karyawan. Akan tetapi

perusahaan masih memiliki peluanguntuk

mengembangkan konsep kompensasi lain yang lebih sesuai dengan kebutuhankaryawan. Salah satu temuan yang mendukung pernyataan ini adalah adanya keluhandari karyawan bahwa sistem kompensasi yang diterapkan ini tidak atau belum dinyatakansecara tertulis. Hal ini menyebabkan praktek pemberian kompensasi tidakmerata.

Pada satu sisi ada karyawan yang

mendapatkan kompensasi yang mereka

nilaimemuaskan, pada sisi lain ada yang merasa kurang puas karena diperlakukan berbeda.Situasi seperti ini dimana karyawan merasa diperlakukan tidak adil bisa memicuketidaknyaman dalam bekerja. Mengacu pada kondisi ini kiranya PT. ELKEN Surabaya mampu mengantisipasinya dengan melakukan perubahan pada sistem penghargaanyang diberikan. Sistem penghargaan

yang diatur dengan jelas disamping

(5)

Didik, dkk 13

juga memudahkan perusahaan

dalammengelolanya.

Pada hasil penelitian terhadap tingkat motivasi karyawan menujukkan kisaranangka 2110 (72.36%), yang mencerminkan bahwa tingkat motivasi karyawan beradapada tingkatan relatif kuat. Meski demikian angka tersebut juga bisa diartikan bahwamasih terdapat peluang

untuk meningkatkanmotivasi karyawan di

lingkungan PT. ELKEN Surabaya. Salah satu alternatifnya dan sesuai dengan tema penelitian

kaliini adalah dengan melihat skema

penghargaan yang diberikan.

Gambar 2. Tingkat motivasi karyawan

Penulis menemukan adanya hubungan antara masalah sistem penghargaanyang belum diatur secara tertulis dengan tingkat motivasi ini.. Demikian juga dengan tunjangan pension di perusahaan tersebut. Ketidakpastian ini membuat karyawan yang mengalaminyamerasa tidak nyaman dan kondisi ini bisa mempengaruhi motivasi dan kinerja mereka. Berdasarkan analisis tersebut bisadikatakan adanya hubungan antara pemberian kompensasi yang belum diatur secarabaku dengan motivasi karyawan. Kondisi yang diamati tersebut mengarahkan penulisuntuk menetapkan hipotesis bahwa ada pengaruh antara variabel kompensasi terhadapvariabel motivasi.

Hasil perhitungan regresi sederhana menunjukkan korelasi (Pearson) antaravariabel kompensasi dengan motivasi. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien nilai Rsebesar 0.698. Angka ini mencerminkan adanya hubungan yang erat antara keduavariabel. Sedangkan nilai R2 sebesar 0.488 diubah menjadi bentuk persentase 48.8%yang

berarti kontribusi variabel kompensasi terhadap motivasi sebesar 48.8% dan sisanyadipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam riset ini. Hasil analisisreresi sederhana disajikan Tabel 1 di bawah ini:

Tabel 1. Hasil analisis regresi sederhana

Selanjutnya, pada Tabel 2 berikut, diketahui angka beta sebesar 0.698 (69.8%)yang berarti hubungan antar kompensasi dan motivasi cukup kuat (diatas 50%). Selanjutnyapersamaan regresi linier yang dihasilkan dari perhitungan statistik adalah Y= 19.791 + 0.446X, yang berarti

jika perusahaan mengembangkan sistem

kompensasiyang sesuai dengan harapan

karyawan maka motivasi akan meningkat 0.446. Apabilapersepsi karyawan terhadap kompensasi

meningkat 1% maka motivasi akan

meningkat0.446%.

Tabel 2. Koefisien hasil

Pengujian berikutnya adalah mengenai uji t. Pengujian ini digunakan untukmengetahui

apakah variabel independen berpengaruh

signifikan atau tidak terhadapvariabel dependen (Priyatno, 2012:125). Pengujian dilakukan menggunakan tingkatsignifikansi 0.05 dan dari dua sisi. Hasil perhitungan memperlihatkan nilai

t hitungsebesar 4.877 yang kemudian

dibandingkan dengan nilai t tabel yang diperoleh sebesar2.06. Ini berarti bahwa t hitung lebih

besar dari t tabel. Dengan demikian

(6)

Didik, dkk 14

berpengaruh signifikan terhadap tingkat

motivasikaryawan. Nilai t yang positif berarti

pengaruhnya positif atau searah, yaitu

jikapersepsi terhadap kompensasi meningkat

maka tingkat motivasi karyawan juga

akanmeningkat.

Analisis terakhir adalah mengenai

signifikansi yaitu membandingkan nilai

signifikansipada tabel 3 di atas dengan standar 0.05. Signifikansi pada tabel menunjukkanangka 0.000 yang berarti lebih kecil dari 0.05. ini

berarti kompensasi berpengaruh terhadap

motivasi.

Mengacu pada temuan-temuan tersebut, maka sudah selayaknya jika perusahaanmulai mengembangkan model pemberian penghargaan yang lebih mendekatiharapan karyawannya.

Hal ini perlu dilakukan karena

berdasarkan temuan risetdiketahui bahwa

persepsi yang meningkat terhadap kompensasi dapat meningkatkanmotivasi karyawan.

Kesimpulan

Pemberian kompensasi di perusahaan

tersebut sudah relatif baik dan tingkat motivasi karyawan juga memperlihatkantingkat yang relatif tinggi.

Jika dilihat hubungan antara kompensasi dengan motivasi menunjukkan hubungan yang signifikan dan positif. Artinya jika persepsi karyawan terhadap kompensasi meningkat, maka motivasi mereka akan meningkat.

Daftar Pustaka

Anwar Prabu Mangkunegara. 2000. Manajemen

Sumber Daya Manusia. Perusahaan,

Bandung: RemajaRosda Karya

______________________. 2003. Perencanaan

dan Pengembangan Sumber Daya

Manusia. Bandung: Penerbit Refika

Aditama.

Hadari Nawawi. (2005). Manajemen Sumber

Daya Manusia. Yogyakarta: Gadjah

Mada University Press. ____________. (2006). Evaluasi dan

Manajemen Kinerja di Lingkungan

Perusahaan dan Industri.Yogyakarta:

UGM Press.

Handoko, T. Hani. 2004. Manajemen. Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Hasibuan, M. 2003. Organisasi dan Motivasi:

DasarPeningkatan Produktivitas.Jakarta:

Bumi Aksara.

_______, Malayu S.P, 2009. Manajemen Sumber

Daya Manusia, Bumi Aksara,Jakarta.

Muljani, Ninuk. 2002. Kompensasi Sebagai

Motivator Untuk Meningkatkan

KinerjaKaryawan. Jurnal

Manajemen dan Kewirausahaan. Vol 4. No. 2. UniversitasKatolik Widya Mandala. Surabaya.

Marwansyah. (2010). Manajemen Sumber Daya manusia, Edisi kedua. Bandung:Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah menetukan nilai toksisitas akut (LD 50 ) dari ekstrak etanol M.foetida dengan menggunakan metode weil dan pengaruhnya terhadap komponen dalam

a) Lingkungan perumahan merupakan bagian dari kawasan perkotaan sehingga dalam perencanaannya harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat atau dokumen

864/SE/KARS/VIII/2017 seluruh staf medis yang memberikan asuhan kepada pasien di rumah sakit memiliki STR dan SIP yang valid (KARS, 2017) Lalu yang menjadi pertanyaan bagaimana

Informasi minggu ketiga bulan September 2020 dari pengusaha poultry shop di Sidrap, jika dalam masa pandemi ini peternak sudah saatnya melakukan afkir terhadap ayam

(1)Gubernur melalui Kepala SKPD yang membidangi kesatuan bangsa dan politik dapat menyediakan sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab 4, maka diperoleh simpulan bahwa media permainan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan

Permasalahannya adalah banyak faktor yang memengaruhi dalam pemanfaatan teknologi informasi tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik

Pembuatan laporan akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Pemutus Tenaga dalam memproteksi arus gangguan hubung singkat yang terjadi di Gardu Induk Sungai