EVALUASI PERHITUNGAN
BUNDLE ADJUSTMENT
UNTUK FOTO STEREO
Leo Pantimena
Dosen Teknik Geodesi FTSP ITN Malang
ABSTRAKSI
Pemetaan cepat dengan menggunakan sepasang kamera stereo pada wahana mobil mensyaratkan ketelitian koordinat model yang dihasilkan dari foto stereo. Dengan memperhitungkan pengaruh distorsi lensa dan ketidakstabilan komponen elektronik di dalam kamera, metode hitungan secara simultan, dan terintegrasi dibutuhkan untuk penentuan koordinat titik-titik model. Feasibilitas dan kehandalan metode bundle adjustment
untuk foto stereo akan dianalisis untuk benchmarking koordinat pemetaan dengan memanfaatkan wahana mobil.
Kata Kunci:Bundle Adjustment, Rapid Mapping, Image.
PENDAHULUAN
Dalam perkembangannya, penggunaan metode close range
photogrammetry pada berbagai aplikasi teknik dan survei semakin
meningkat (Linder, 2006). Close range photogrammetry digunakan untuk mendiskripsikan teknik fotogrametri saat jarak dari obyek yang diukur kurang dari dari 100 meter dan kamera diletakan dekat dengan obyek (Sahdan, 2006). Bundle adjustment merupakan suatu bagian penting dalam close
range photogrammetry yang merupakan proses penentuan atau perhitungan
parameter interior orientation (IO), exterior orientation (EO yaitu ω, φ, κ, XL,YL, ZL), dan koordinat obyek yang dihitung secara bersamaan dengan menggunakan teknik hitung kuadrat terkecil (Tjahjadi, 2008a). Proses perhitungan bundle adjustment akan menghasilkan tingkat pengukuran dengan akurasi tinggi (Shirkhani et al., 2006).
ILUSTRASI PROSES
BUNDLE ADJUSTMENT
Bundle adjustment merupakan proses penentuan atau perhitungan
parameter IO, EO, dan koordinat obyek secara serempak dengan menggunakan teknik hitung kuadrat terkecil (Brown, 1974). Adapun persamaan liniernya adalah sebagai berikut:
(2mn,1v ) = (2mn,6mA1 ) (6m,1δ1) (+ 2mn,3nA2 ) (δ3n,12) (+ 2mn,A3p) ( ) (δp,13+ 2mn,1w )
Jika m adalah jumlah foto yang terlibat dalam pemotretan dan n adalah banyaknya titik-titik obyek yang diamati, maka vektor v akan berisikan 2nm buah nilai residu pengukuran koordinat foto. Matrik A1 berisikan turunan terhadap parameter orientasi luar yang berdimensi 2mn x 6m; matrik A2 turunan terhadap titik-titik obyek yang berdimensi 2mn x 3; dan matrik A3 berdimensi 2mn x p yang merupakan turunan terhadap q buah parameter kesalahan sistematis kamera. Vektor
δ
1,δ
2, danδ
3 berturut-turut berisikan nilai koreksi parameter orientasi luar (EO), koordinat titik-titik obyek yang diamati, dan model kesalahan sistematis kamera; sedangkan 2mn buah elemen vektor w berisikan selisih perbedaan antara nilai pengukuran dengan nilai terkoreksi dari persamaan [1].Proses hitung perataan yang dipergunakan untuk menyederhanakan persamaan linier tersebut dilakukan dengan metode Helmert Blocking (Brown, 1974, 1980). Adapun persamaannya adalah sebagai berikut:
0 T 2 T 1 2 1 2 T 2 1 T 2 2 T 1 1 T 1 = + w P A w P A δ δ PA A PA A PA A PA A ... [2]
P dalam persamaan ini adalah matrik bobot dari ketelitian (rms) pengukuran koordinat titik-titik obyek yang dilakukan dengan metode
centroid. Jika matriks persamaan normalnya singular (nilai determinannya
sama dengan nol), maka persamaan [2] tidak dapat dihitung. Dalam penyelesaiaannya, datum untuk koordinat titik-titik obyek harus ditetapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, dipilih teknik Free Network Adjustment untuk menyelesaikan persamaan [2] (Fraser, 2001).
Gambar 1.
Gambar 2.
Posisi Kamera Saat Pengambilan Data Foto
PROSES PERHITUNGAN BUNDLE ADJUSTMENT
Proses perhitungan bundle adjustment memiliki beberapa komponen penting, antara lain matriks rotasi, formula model matematika, desain matriks untuk bundle adjustment, dan struktur dari matriks persamaan normal.
Matriks Rotasi
Matriks rotasi terdiri dari tiga parameter rotasi, yaitu omega (ω), phi (φ), dan kappa (κ), dimana R merupakan matrik 3x3, dengan nilai elemen masing-masing matriks sebagai berikut:
= 33 32 31 23 22 21 13 12 11 r r r r r r r r r R ... [3] dimana : 1 2 3 4 5 6 7 8 Posisi Kamera 1 dan 2 Posisi Kamera 3 dan 4
ϕ ω κ ω ϕ κ ω κ ϕ ω κ ω κ ϕ ω κ ϕ κ ω κ ϕ ω κ ω κ ϕ ω κ ϕ cos cos cos sin sin cos sin sin sin cos cos cos sin sin sin sin cos sin sin cos sin cos sin cos cos sin sin cos cos 33 32 31 23 22 21 13 12 11 = − = = + = + − = − = + − = + = = r r r r r r r r r ... [4]
Formula Model Matematika
Diasumsikan titik j berada ditiap m foto, dengan menggunakan persamaan kolinier, maka dapat disusun matriknya sebagai berikut (Wong, 1980): ) 1 , 2 ( 1 ) 1 , 3 ( 1 ) 3 , 2 ( 1 ) 1 , 6 ( 1 ) 6 , 2 ( 1 ) 1 , 2 ( 1 mn mj j n n n mn n m m m mn mj j m mj j A A A A V V = + + ε ε δ δ δ δ ... [5]
Secara sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut (Wong, 1980): ε
δ
δ + =
+A A
V ... [6] Untuk n titik didalam m foto dengan mengacu pada persamaan observasi digabungkan untuk membentuk persamaan pengamatan sebagai berikut (King, 1993):
ε δ = +A
V ... [7] Dimana δ merupakan matrik koreksi parameter yang dicari, V adalah matrik residu, A merupakan matrik koefisien, dan
ε
yaitu matrik observasi. Dari Persamaan [7], jika dikombinasikan dengan persamaan matriks bobotnya (P) akan dihasilkan persamaan normal sebagai berikut (Wong, 1980):(
AT PA) (
δ = AT Pε)
... [8](
)
C N P A PA AT T 1 1 − − = = ε δ ... [9]Desain Matrik untuk Bundle Adjustment
Menurut Mikhail, et al. (2001) dan Wolf and Dewitt (2000), jika sebuah titik obyek (obyek ke-j) terekam pada sebuah foto (foto ke-i), maka demensi-demensi matriks didalam Persamaan [7] adalah sebagai berikut:
( ) ij y x y x ij dy f dx f dy f dx f A ∂ ∂ ∂ ∂ = 2 , 2 ... [10] ij y x ij v v v = ) 1 , 2 ( ... [11]
Susunan matrik A1 sebagai berikut (Fraser, 1997):
ij L y L y L y y y y L x L x L x x x x ij Z f Y f X f f f f Z f Y f X f f f f A ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ = 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ) 6 , 2 ( κ ϕ ω κ ϕ ω ... [12]
atau secara sederhana sebagai berikut (Wolf dan Dewitt, 2000):
( ) ( ) ( ) (
) (
) (
)
( ) ( ) ( ) (
) (
) (
)
ij ij a a a a a a a a a a a a A − − − − − − = 0 26 0 25 0 24 0 23 0 22 0 21 0 16 0 15 0 14 0 13 0 12 0 11 ) 6 , 2 ( ... [13]Susunan matrik B2 sebagai berikut (Fraser, 1997):
ij i x i x i x i x i x i x ij X f X f X f X f X f X f A ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ = 0 0 0 0 0 0 ) 3 , 2 ( ... [14]
atau (Wolf dan Dewitt, 2000):
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
ij ij a a a a a a A = 0 26 0 25 0 24 0 16 0 15 0 14 ) 3 , 2 ( ... [15]A
mempunyai dimensi 2x6, sedangkanA
mempunyai dimensi 2x3, dimana untuk setiap titik obyek ke-j yang terekam pada foto ke-i.Susunan matrik
ε
sebagai berikut (Fraser, 1997): = K J ij ε ... [16] Penjelasan elemen matrik A dan matrik
ε
adalah sebagai berikut (Wolf dan Dewitt, 2000):)] ( ) ( [ 33 32 13 12 2 11 r m Y m Z q m Y m Z q f a = − ∆ + ∆ − − ∆ + ∆ )] cos cos cos cos cos sin cos sin ( ) sin cos sin sin (cos [ 2 12 Z Y X q Z Y X r q f a ∆ − ∆ + ∆ − − ∆ − ∆ + ∆ = κ φ ω κ φ ω κ φ φ ω φ ω φ ) ( 21 22 23 13 m X m Y m Z q f a =− ∆ + ∆ + ∆ ) ( 31 11 2 14 rm qm q f a = − , ( 32 12) 2 15 rm qm q f a = − , 16 2 (rm33 qm13) q f a = − )] ( ) ( [ 33 32 23 22 2 21 s m Y m Z q m Y m Z q f a = − ∆ + ∆ − − ∆ + ∆ )] sin cos cos sin cos sin cos sin ( ) sin cos sin sin (cos [ 2 22 Z Y X q Z Y X s q f a ∆ + ∆ − ∆ − − ∆ − ∆ + ∆ = κ φ ω κ φ ω κ φ φ ω φ ω φ ) ( 11 12 13 23 m X m Y m Z q f a = ∆ + ∆ + ∆ ) ( 31 21 2 24 sm qm q f a = − , 25 2(sm32 qm22) q f a = − , 26 2(sm33 qm23) q f a = −
q
r
f
x
x
J
=
a−
o+
, q s f y y K= a− o+ ... [17] dimana elemen rsq dapat dinyatakan sebagai berikut (Wolf, 1993):(
)
(
) (
)
(
)
(
)
(
)
(
A L)
(
A L)
(
A L)
L A L A L A L A L A L A X X r X X r X X r q X X r X X r X X r s X X r X X r X X r r − + − + − = − + − + − = − + − + − = 33 32 31 23 22 21 13 12 11 ... [18]Untuk matrik koreksi
δ
i (Koreksi parameter orientasi luar kamera) dan jδ
(koreksi koordinat titik obyek 3D) struktur matriknya adalah sebagai berikut (Mikhail et al. 2001):[
]
T i L L L m iδω
δϕ
δκ
δκ
δ
Xδ
Yδ
Zδ
= ) 1 , 6 ( ... [19][
]
T j n j δX δY δZ δ = ) 1 , 3 ( ... [20] Dimanaδ
besar dimensinya 6mx1 danδ
besar dimensinya 3nx1Struktur dari Matriks Persamaan Normal
Jika akan membentuk persamaan normal yang berhubungan dengan sebuah foto untuk satu titik, maka akan diperoleh persamaan sebagai berikut (Mikhail et al., 2001):
= ij ij T ij ij ij T ij j i ij ij T ij ij ij T ij ij ij T ij ij ij T ij P A P A A P A A P A A P A A P A ε ε δ δ ... [21]
dimana Pij merupakan matrik bobot 2x2 (inverse dari matriks covarian dari
ketelitian pengukuran foto digital) yang berkaitan dengan koordinat foto dari titik j pada foto i. Persamaan tersebut juga dapat ditulis sebagai berikut:
= j i j i j T ij ij i C C N N N N δ δ ... [22] atau, ) 1 , 3 6 ( ) 1 , 3 6 ( ) 3 6 , 3 6 ( m+n
N
m+ n mδ
+ n=
mC
+ n ... [23] Perlu diperhatikan bahwa N mengandung koefisien dari parameter foto, N mengandung koefisien parameter titik (koordinat), N mengacu pada keduanya.Dari pengembangan persamaan kolinear pada Persamaan (22), maka akan dapat dibentuk persamaan yang elemen di dalamnya didefinisikan sebagai berikut:
∑
==
n j ij ij T ij x ijA
P
A
N
1 ) 6 6 (
;∑
==
m i ij ij T ij x ijA
P
A
N
1 ) 6 6 (
; ij ij T ij x ijA
P
A
N
=
) 3 6 ( ... [23.1]∑
==
n j ij ij T ij x iA
P
K
1 ) 1 6 (ε
;∑
==
n j ij ij T ij x iA
P
K
1 ) 1 3 (ε
... [23.2]Dimana N dan N adalah sub matrik dari matrik blok-diagonal, dimana blok N mengacu pada parameter EO dan N mengacu pada koordinat titik-titik objek serta N mengacu pada keduanya. Penyusunan matrik N dapat disajikan sebagai berikut dengan m banyak foto dan n banyak titik obyek:
= + + 1 1 1 2 1 2 22 21 1 12 11 2 1 2 22 12 1 21 11 2 1 ) 3 6 ( ) 3 6 ( 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 i i i mn m m n n T mn T n T n T m T T T m T T j m j j n m n m N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N ... [24]
dan penyusunan untuk matrik δ dan C sebagai berikut :
=
+ n m n mδ
δ
δ
δ
δ
δ
δ
2 1 2 1 ) 1 , 3 6 ( ; =∑
∑
∑
∑
∑
∑
= = = = = = + m i im m i i m i i n j nj n j j n j j n m C C C C C C C 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 ) 1 , 3 6 ( ... [25] dan [26]Persamaan di atas adalah teknik bundle adjustment normal equation untuk mendapatkan nilai parameter dan koordinat titik obyek di dalam sistem kartesian 3D.
Permasalahan Datum
Sebuah datum wajib ada dalam bundle adjustment yang simultan untuk menghilangkan nilai yang salah dalam kolom pada desain matriks, sehingga parameter yang tidak diketahui dapat diestimasikan (Wang dan
Clarke, 1998). Karena nilai parameter awal bersifat tidak tentu, maka hasil dari bundle adjustment merupakan sistem koordinat sembarang jika kontrol spasial tidak diterapkan. Hasil dari bundle adjustment yang tidak dapat diidentifikasi secara numerik pada umumnya dikarenakan adanya perbedaan pengertian datum (Wang dan Clarke, 1998).
Parameter datum sering disebut dengan zero-variance computational base. Disini muncul permasalahan dimana diketahui bahwa nilai C2 akan
berbeda sesuai dengan koordinat kontrol minimal yang dipilih, tetapi tidak diketahui koordinat kontrol minimal mana yang dapat menghasilkan C2
2 2 2
3
n
traceCx
o cσ
σ =
terbaik. = a minimum ... [27] 1 2 2 1 2 2 1 1 1 2 0 3 2 1 0 0 0 . . . . . . − = T T T T T G G WB B WB B WB B WB B C C C σ ... [28] dimana transformasi matriks G sebagai berikut (Fraser, 1997) : − − − = j j j j j j j j j j Z X Y Y X Z X Y Z G 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 ... [29]
dimana parameter matriks kovariannya sebagai berikut:
(
)
1 2 0 − = A WA Cδσ
T atauσ
02(
ATWA+P)
−1 ... [30] Matriks kovarian untuk koordinat titik objek sebagai berikut: = = 2 2 1 2 1 2 1 2 n Z Z Y X XYZ C C
σ
σ
σ
σ
δ ... [31]Presisi dari titik obyek rata-rata dapat dicari menggunakan persamaan sebagai berikut: n C trace XYZ c 3 2= σ ... [32]
Matriks kovarian Cδ atau CX
P
diperoleh dari bundle adjustment minimal
constraint tergantung dari pemilihan tujuh (7) parameter tetapnya, dimana
hanya berhubungan dengan tujuh (7) parameter datum.
ANALISIS DATA
BUNDLE ADJUSTMENT
Data Parameter Awal
Dalam melakukan proses bundle adjustment diperlukan data awal berupa koordinat foto, parameter eksterior dan interior, dan koordinat objek pendekatan. Uji proses bundle adjustment dalam jurnal ini, dilakukan pada 4 buah foto dengan 10 titik obyek yang tersebar pada obyek, dimana obyek yang digunakan ialah pintu mobil.
Tabel 1. Data Koordinat Foto
Id Titik Koordinat Foto DSC_0037 DSC_0039 DSC_0041 DSC_0043 X Y X Y X Y X Y 1 -4.99 2.56 -5.44 3.23 -6.56 1.92 -5.58 -3.20 2 -1.08 2.69 -2.59 0.80 1.06 2.34 0.45 -0.61 3 3.32 2.47 0.30 -2.10 4.63 2.23 3.99 0.63 4 -5.50 1.14 -5.80 1.81 -5.13 -1.00 -4.58 -4.98 5 -1.53 1.40 -3.05 -0.44 1.97 0.81 0.97 -1.87 6 3.13 1.34 -0.06 -3.08 5.18 1.34 4.27 -0.16 7 -3.62 -0.12 -4.48 -0.62 0.60 -1.74 -0.54 -4.20 8 2.79 -0.37 -0.49 -4.24 5.70 0.04 4.44 -1.22 9 -4.35 -2.01 -4.90 -1.78 0.98 -4.67 -0.52 -5.90 10 2.25 -3.53 -1.05 -5.95 6.37 -2.31 4.55 -2.87 Tabel 2.
Data Parameter Exterior Orientation dan Interior Orientation
Id Foto
Posisi Rotasi Kamera
Xo Yo Zo Omega Phi Kappa Fokus 18.556
037 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 xo 0
039 0.157 0.561 -0.053 -0.601 0.095 0.126 yo 0
041 -0.681 0.125 -0.722 -0.889 -1.386 -1.013
Tabel 3.
Data Koordinat Obyek Pendekatan
Id Titik Koordinat Obyek Pendekatan
X Y Z 1 -0.24821 0.12758 -0.92466 2 -0.04376 0.10861 -0.75007 3 0.10973 0.08133 -0.61056 4 -0.26477 0.05516 -0.89455 5 -0.06010 0.05451 -0.72522 6 0.10020 0.04282 -0.59311 7 -0.15129 -0.00494 -0.77323 8 0.08708 -0.01166 -0.57947 9 -0.18046 -0.08363 -0.77043 10 0.06838 -0.10747 -0.56472
Hasil Bundle Adjustment
Dengan melakukan tahapan seperti penjelasan pada Proses Perhitungan Bundle Adjustment terhadap data pada Parameter Awal akan diperoleh nilai hasil perhitungan bundle adjustment sebagai berikut:
Tabel 4.
\Hasil Koordinat Obyek Update
Id Titik
Koordinat Obyek Update
X Y Z 1 -0.247900 0.127491 -0.924689 2 -0.043530 0.108823 -0.749728 3 0.109875 0.081755 -0.610495 4 -0.264685 0.054781 -0.894453 5 -0.060053 0.054621 -0.724954 6 0.100270 0.043168 -0.593165 7 -0.151403 -0.005105 -0.773002 8 0.087057 -0.011467 -0.579668 9 -0.180815 -0.083895 -0.770313 10 0.068233 -0.107645 -0.565146
Tabel 5.
Hasil Parameter EO Update
Id Foto
POSISI ROTASI
Xo Yo Zo Omega Phi Kappa
037 -0.002 0.002 0.003 -0.003 -0.003 -0.001
039 0.159 0.562 -0.056 -0.604 0.097 0.126
041 -0.682 0.123 -0.720 -0.863 -1.388 -0.989
043 -0.640 0.614 -0.587 -1.208 -0.865 -1.183
Untuk membuktikan bahwa proses bundle adjustment sudah benar, makan dapat dilakukan dengan proses iterasi terhadap keseluruhan parameter, diataranya ialah parameter Exterior Orientation untuk dua buah foto stereo dan tiga parameter koordinat obyek tiga-dimensi. Apabila dalam proses iterasi nilai koreksi untuk tiap parameter Exterior Orientation dan koordinat tiga dimensi terus menerus mengecil pada tiap iterasi, maka nilai parameter tersebut dapat dikatakan benar. Adapun nilai koreksi yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 6.
Konvergensi Proses Iterasi Parameter Exterior Orientation dan Kordinat Obyek Tiga Demensi
Perhitungan Bundle Adjustment
Proses Norm (X) Norm (V) Standart Deviasi
Iterasi (1) 0.0393 0.0016 0.0000623
Iterasi (7) 0 0.0012 0.0000457
Tabel 7.
Hasil Iterasi Pertama Koreksi Parameter EO Parameter EO
Koreksi
Iterasi 1
Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4
δω -0.0039 -0.0032 0.0275 0.0054 δφ -0.0033 0.0021 -0.0022 0.0039 δκ -0.0015 -0.0010 0.0244 0.0043 Xo -0.0024 0.0017 -0.0012 0.0011 Yo 0.0027 0.0013 -0.0027 0.0026 Zo 0.0028 -0.0026 0.0018 0.0049
Tabel 8.
Hasil Iterasi Ketujuh Koreksi Parameter EO Parameter EO
Koreksi
Iterasi 7
Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4
δω 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 δφ 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 δκ 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 δXo 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 δYo 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 δZo 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 Tabel 9.
Hasil Iterasi Pertama Koreksi Koordinat Obyek 3D Koreksi
Parameter
Iterasi 1
Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4
δX 0.000326 0.000262 0.000182 7.5E-05
δY -0.000135 0.0002 0.000446 -0.000404
δZ -1.28E-06 0.00036 0.000102 0.00011
Tabel 10.
Hasil Iterasi Ketujuh Koreksi Koordinat Obyek 3D Koreksi
Parameter
Iterasi 7
Titik 1 Titik 2 Titik 3 Titik 4
δX 2.6E-11 4.28E-11 5.65E-11 -1.38E-11
δY -7.33E-11 -1.49E-11 4.08E-11 -6.29E-11
δZ 4.67E-11 1.36E-11 7.57E-11 3.32E-11
Dari hasil bundle adjustment yang ditunjukkan dapat dianalisis bahwa proses yang dilakukan benar, dimana hasil solusi parameter dan ukuran ketelitian dari tahap bundle adjustment, yaitu parameter exterior orientation (EO) update dan koordinat titik obyek update merupakan hasil atau nilai terakurat yang dapat digunakan untuk proses selanjutnya dalam close range
photogrammetry. Hasil akhir dari bundle adjustment dapat digunakan untuk
analisis deformasi dengan ketentuan pemotretan dilakukan pada epok yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Brown, D. C. 1974. Evolution, Application and Potential of The Bundle Method of Photogrammetric Triangulation. Melbourne, Florida: Geodetic Services, Inc.
Fraser, C.S. 1997. Photogrametric Orientation: Transformation from Image to Object Space. Photogrammetry 451-447. Melbourne: The University of Melbourne. King, B.A. 1993. Methods For The Photogrammetric adjustment of Bundles of
Constrained Streospairs. Departement of Civil Engineering and Surveying. New South Wales: The University of Newcastle.
Linder, W. 2006. Digital Photogrammetry: A Practical Course. Berlin: Springer. Mikhail, J.S. Bethel, et al. 2001. Introduction To Modern Photogrammetry. New
York: John Wiley & Sons, Inc.
Sahdan, A.Y. 2006. Penggunaan Penyepadanan Imej Berdasarkan kawasan Dalam Fotogrametri Jarak Dekat Bagi Pengukuran Permukaan Struktur. Fakulti Kejuruteraan Awam. Johor: Universiti Teknologi Malaysia.
Shirkhani, A., D.M. Varshosaz, et al. 2006. 3D Coordinate Measurement of Dam by Close Range Photogrammetry. Department of Photogrammetry and Remote Sensing. Tehran: K.N. Toosi University of Technology.
Tjahjadi, E. 2008a. Precision Feature Extraction From Unmanned Aerialplatforms.
Jurusan Teknik Geodesi. Malang: Institut Teknologi Nasional. Wang, X. and T.A. Clarke. 1998. Separate Adjustment of Close Range
Photogrammetric Measurements. ISPRS XXXII.
Wolf, P.R. 1993. Element of Photogrammetry With Air Photo Interpretation and Remote Sensing. Second Edition. Madison: The University of Wisconsin Wolf, P.R. and B.A. Dewitt. 2000. Element of Photogrammetry With Applications in
GIS. Madison: Thomas Casson Wong. 1980. Manual Of Photogrammetry.