• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER

NOMOR 5 TAHUN 2003

TENTANG

PEMBENTUKAN DESA ROWOINDAH KECAMATAN AJUNG

KABUPATEN JEMBER

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI JEMBER,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan pelayanan kepada masyarakat dengan tingkat perkembangan dan kemajuan pembangunan di Desa Persiapan Rowoindah Kecamatan Ajung, dan sesuai dengan persyaratan serta memperhatikan faktor jumlah penduduk, luas wilayah, letak prasarana dan sarana, sosial budaya dan faktor kehidupan masyarakat, maka dipandang perlu untuk mengesahkan Desa Persiapan Rowoindah Kecamatan Ajung menjadi Desa Difinitif berdasarkan usulan dari Pemerintahan Desa tersebut ;

b. bahwa untuk mewujudkan maksud tersebut huruf a konsideran menimbang ini, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jember.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 tahun 1990 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1950) ;

2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839) ;

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848) ;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54; Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) ;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2001 tentang Pedoman Umum Pengaturan Mengenai Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 142; Tambahan Lembaran Negara Nomor 4155) ;

6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknis Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Undang-undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 70) ;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1999 tentang Pencabutan beberapa Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa ;

8. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Penyesuaian Peristilahan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

(2)

10. Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 20 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Kabupaten Jember ;

11. Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 30 Tahun 2001 tentang Pembentukan, Penghapusan dan atau Penggabungan Desa.

Dengan Persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN JEMBER MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TENTANG PEMBENTUKAN DESA ROWOINDAH KECAMATAN AJUNG KABUPATEN JEMBER

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Jember.

2. Kepala Daerah adalah Bupati Jember.

3. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Jember.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah DPRD Kabupaten Jember.

5. Pemerintah Daerah adalah Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Otonom oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut azas Desentralisasi.

6. Kecamatan adalah wilayah kerjja Camat sebagai Perangkat Daerah Kabupaten ;

7. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat yang diakui dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Daerah Kabupaten ;

8. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa ;

9. Badan Perwakilan Desa yang selanjutnya disebut BPD adalah Badan Perwakilan Desa yang terdiri dari Pemuka-pemmuka masyarakat yang ada di desa yang berfungsi mengayomi adat istiadat, membuat Peraturan Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa ;

10. Pemerintahan Desa adalah kegiatan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan BPD ;

11. Dusun adalah bagian wilayah dalam desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan Pemerintahan Desa ;

12. Rukun Tetangga yang selanjutnya disebut RT adalah organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh Pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotong royongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan di Desa/Kelurahan ;

13. Rukun Warga yang selanjutnya disebut RW adalah organisasi masyarakat yang merupakan gabungan dari dua RT atau lebih, yang diakui dan dibina oleh Pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan kegotong royongan dan kekeluargaan serta untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan di Desa/Kelurahan.

BAB II NAMA DESA

Pasal 2

(3)

BAB III

JUMLAH PENDUDUK

Pasal 3

(1) Jumlah penduduk Desa Wirowongso setelah dipecah 8.264 jiwa (2.015 KK) ; (2) Jumlah penduduk Desa Rowoindah 4.361 jiwa (1.172 KK).

BAB IV

LUAS DAN BATAS WILAYAH

Pasal 4 (1) Luas wilayah Desa Rowoindah 318.491 Ha.

(2) Luas wilayah Desa Wirowongso setelah dipecah 498.767 Ha. Pasal 5

(1) Batas wilayah Desa Rowoindah :

a. Sebelah Utara Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari ; b. Sebelah Timur Desa Mrawan Kecamatan Mayang ;

c. Sebelah Selatan Desa Wirowongso Kecamatan Ajung ; dan d. Sebelah Barat Desa Wirowongso Kecamatan Ajung.

(2) Batas wilayah Desa Wirowongso setelah dipecah :

a. Sebelah Utara Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari ; b. Sebelah Timur Desa Rowoindah Kecamatan Ajung ;

c. Sebelah Selatan Desa Klompangan Kecamatan Jenggawah ; dan d. Sebelah Barat Desa Ajung Kecamatan Ajung.

(3) Batas wilayah dimaksud ayat (1) dan (2) Pasal ini sebagaimana tercantum dalam lampiran sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam Peraturan Daerah ini.

BAB V JUMLAH DUSUN

Pasal 6

(1) Jumlah Dusun Desa Wirowongso setelah dipecah menjadi 2 (dua) Dusun terdiri dari : a. Dusun Renes 23 RT/4 RW ; dan

b. Dusun Besuk 27 RT/6 RW.

(2) Jumlah Dusun Desa Rowoindah 2 (dua) Dusun terdiri dari : a. Dusun Rowo 21 RT/4 RW ; dan

b. Dusun Langsepan 17 RT/4 RW.

BAB VI

HAK DAN KEWENANGAN DESA

Pasal 7

Pemerintah Desa berhak menolak pelaksanaan tugas pembantuan yang tidak disertai dengan pembiayaan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.

Pasal 8 Kewenangan Desa mencakup, antara lain :

(1) Kewenangan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul Desa ;

(4)

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 9

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati.

Pasal 10 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Jember.

Ditetapkan di : J e m b e r Pada tanggal : 9 Agustus 2003

BUPATI JEMBER ttd

Drs. H. SAMSUL HADI SISWOYO, MSi. Diundangkan di : J e m b e r

Pada tanggal : 15 Agustus 2003

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN JEMBER ttd

Drs. H. DJOEWITO, MM. Pembina Tk. I NIP. 510 074 249

(5)

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER

NOMOR 5 TAHUN 2003

T E N T A N G

PEMBENTUKAN DESA ROWOINDAH KECAMATAN AJUNG

KABUPATEN JEMBER

I. PENJELASAN UMUM

Bahwa dengan meningkatnya jumlah penduduk dan volume kegiatan Pemerintahan serta Pembangunan di Kabupaten Jember dan untuk memperlancar tugas-tugas pelayanan di bidang Pemerintahan dan Pembangunan serta untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, perlu dibentuk desa baru di Kecamatan Ajung.

Bahwa kejadiannya pemecahan Desa Rowoindah Kecamatan Ajung berdasarkan pada percepatan proses perkembangan dan peningkatan desa persiapan menjadi desa definitif.

Bahwa dengan swadaya dan bantuan Pemerintah Kabupaten berupaya membangun sarana dan prasarana perekonomian untuk kelengkapan persyaratan menjadi desa definitif dengan membangun kantor desa persiapan.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka berdasarkan Pasal 67 ayat (6) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, maka perlu menetapkan pembentukan dari desa persiapan menjadi desa definitif.

Bahwa atas dasar pertimbangan diatas, maka diusulkanlah Desa Rowoindah Kecamatan Ajung menjadi desa definitif untuk ditetapkan dalam suatu Peraturan Daerah.

II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

Pasal 1 : Cukup Jelas Pasal 2 : Cukup Jelas Pasal 3 : Cukup Jelas Pasal 4 : Cukup Jelas Pasal 5 : Cukup Jelas

Pasal 6 : RW …….. Dusun Besuk Desa Wirowongso masuk menjadi wilayah Langsepan Desa Rowoindah.

Pasal 7 : Cukup Jelas Pasal 8 : Cukup Jelas Pasal 9 : Cukup Jelas Pasal 10 : Cukup Jelas

(6)
(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan dengan menganalisa semua kebutuhan yang dibutuhkan termasuk dokumen dan interface

Sistem informasi manajemen kasir adalah suatu sistem yang dirancang dengan tujuan untuk memudahkan pemilik usaha dalam mengolah data produk, monitoring meja makan,

5 Hampir pasti terjadi   Besar kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 2 kali dalam 1 tahun. 4 Sangat

Secara umum pengertian hak ulayat ditegaskan dalam Permen Agraria Nomor 5 Tahun 1999 sebagai berikut: hak ulayat dan yang serupa dari masyarakat hukum adat

Penelitian ini menguji pengaruh dukungan sosial terhadap hubungan antara komunikasi organisasi dan stres kerja. Di samping mengurangi stres kerja, adanya dukungan sosial

Volume Cadangan Eskpirasi adalah jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal besarnya ±

Indonesian Resource Grammar (INDRA) (Moeljadi et al. 2015) adalah tata bahasa komputasional bahasa Indonesia baku 8 pertama yang dikembangkan di dalam kerangka teori HPSG dan MRS

Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Tobing dan Pratomo (2014), Mediyanto (2015), dan Triana Diah Purbawati, Rina Arifati, serta Rita Andini (2016)