Valve Dan Fitting

53 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

I.

VALVE

Valve atau katup adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem perpipaan, yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka, menutup atau menutup sebagian aliran fluida. Katup/valve memiliki peran penting dalam suatu industri seperti industri migas yang meliputi pengaliran kedalam kolom destilasi dan mengontrol pengapian pada furnace.

Valve dapat dioperasikan secara manual, baik dengan menggunakan pegangan, tuas pedal dan lain sebagainya, selain dioperasikan secara manual valve dapat juga dioperasikan secara otomatis dengan menggunakan prinsip perubahan aliran, tekanan dan suhu. Perubahan tersebut akan mempengaruhi diafragma, pegas ataupun piston sehingga secara otomatis akan menggerakkan katup dengan sistem buka tutup.

A. FUNGSI VALVE

Terdapat berbagai macam jenis valve, berserta dengan kriteria penggunaan masing-masing. Berikut fungs-fungsi utama valve:

 Untuk menutup dan membuka aliran dengan syarat, ketika terbuka memiliki hambatan aliran dan pressure loss yang minimum. Contoh: gate, ball, plug dan butterfly valve.

 Untuk mengatur aliran, dengan cara menahan aliran dengan perubahan arah atau menggunakan suatu hambatan bisa juga dengan kombinasi keduanya.

 Untuk mencegah aliran balik (back flow), biasanya menggunakan check valve (lift check dan swing check). Valve ini akan tetap terbuka dan akan tertutup apabila terdapat aliran yang berlawanan arah.

 Untuk mengatur tekanan, dalam beberapa aplikasi valve, tekanan yang masuk (line pressure) harus dikurangi untuk mencapai tekanan yang diinginkan. Biasanya menggunakan pressure-reducing valve atau regulator.

 Untuk pressure relief dengan menggunakan relief valve dan safety valve. Relief valve digunakan untuk mengatasi bila adanya tekanan yang berlebihan yang dapat mengganggu proses aliran bahkan kegagalan proses. Sedangkan safety valve mengunakan per (spring loaded), valve ini akan membuka jika tekanan melebihi batas yang sudah ditentukan.

B. JENIS VALVE 1. GATE VALVE

(2)

Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat gerbang penutupnya yang berbentuk bulat atau persegi panjang. Valve ini merupakan jenis valve yang paling sering dipakai dalam sistem perpipaan yang fungsinya untuk membuka dan menutup aliran.

Gate valve tidak untuk mengatur besar kecil laju suatu aliran fluida dengan cara membuka setengah atau seperempat posisinya, Jadi posisi gate pada valve ini harus benar benar terbuka (fully open) atau benar-benar tertutup (fully close). Jika posisi gate setengah terbuka maka akan terjadi turbulensi pada

aliran tersebut dan turbulensi ini akan

menyebabkan :

(Gambar 1. Gate Valve) a. Akan terjadi pengikisan sudut-sudut gate

Laju aliran fluida yg turbulensi ini dapat mengikis sudut-sudut gate yang dapat menyebabkan erosi dan pada akhirnya valve tidak dapat bekerja secara sempurna. b. Terjadi perubahan pada posisi dudukan gerbang penutupnya

Gerbang penutup akan terjadi pengayunan terhadap posisi dudukan (seat), sehingga lama kelamaan posisi nya akan berubah terhadap dudukan (seat) sehingga apabila valve menutup maka gerbang penutupnya tidak akan berada pada posisi yang tepat, sehingga bisa menyebabkan passing.

(3)

Ada 3 jenis gate valve:

1.1 Rising Stem Gate Valve, jika dioperasikan handwheel naik dan stem juga naik Rising Stem digunakan untuk tekanan yang tidak terlalu tinggi, dan tidak cocok untuk getaran. 1. Body 2. Bonnet 3. Seat(s) 4. Disk 5. Stem 6. Back seat 7. Packing 8. Gland 9. Gland follower 10. Yoke 11. Stem nut 12. Handwhee (Gambar 1.1 Bagian-bagian Rising Stem Gate Valve)

1.2 Non Rising Stem Gate Valve, jika di opersikan handwheel tetap dan stem juga tetap

Non Rising Stem digunakan untuk tekanan yang tidak terlalu tinggi, dan tidak cocok untuk getaran.

(4)

(Gambar 1.2 Non Rising Stem Gate Valve)

1.3 Outside Screw & Yoke Gate Valve, jika di operasikan handwheel tetap tapi stemnya naik.

Outside Screw & Yoke Gate Valve amat cocok digunakan untuk high pressure. Biasanya OS & Y banyak di gunakan di lapangan minyak, medan yang tinggi, temperature tinggi. Karena pada OS & Y stem naik atau turun bisa dijadikan sebagai penanda. Contoh, apabila stem tinggi itu menandakan posisi valve sedang buka penuh. Pada dasarnya body & bonet pada gate terbuat dari bahan yang sama.

Keuntungan menggunakan Gate Valve :  Low pressure drop waktu buka penuh

 Amat ketat dan cukup bagus waktu penutupan penuh  Bebas kontaminasi

 Sebagai Gerbang penutupan penuh, sehingga tidak ada tekanan lagi. Cocok apabila akan melakukan service / perbaikan pada pipa

Kerugian menggunakan Gate Valve :

 Tidak cocok di pakai untuk separuh buka, karena akan menimbulkan turbulensi sehingga bisa mengakibatkan erosi dan perubahan posisi gate pada dudukan  Untuk membuka dan menutup valve perlu waktu yang panjang dan memerlukan

torsi / torque yang tinggi;

 Untuk ukuran 10 “ keatas tidak cocok dipakai untuk steam. Cara Kerja:

(5)

(Gambar 1.3 Cara Kerja Gate Valve)

Ketika handel diputar, maka stopper bergerak di dalam valve. Stopper masuk kedalam ruang dimana cairan melewatinya. Valve akan menunjukkan posisi stopper pada bagian luarnya, akan terlihat dari posisi tinggi rendahnya handel /pegangan. Casing valve yang sedikit lebih lebar dari pipa yang terhubung memungkinkan stopper benar-benar menutupi ruang aliran dan membuatnya benar benar tertutup.

Gate Valve sering digunakan dalam instalasi bertemperatur dan bertekanan tinggi misalnya dalam sistem instalasi di:

 Pembangkit Listrik.  Pengolahan Air.  Pertambangan.  Aplikasi lepas pantai.

2. GLOBE VALVE

Global Valve digunakan untuk mengatur besar kecilnya laju aliran fluida dalam pipa (throttling). Prinsip dasar dari operasi Globe Valve adalah gerakan tegak lurus disk dari dudukannya. Hal ini memastikan bahwa ruang berbentuk cincin antara disk dan cincin kursi bertahap sedekat Valve ditutup.

(6)

(Gambar 2. Globe Valve)

Dengan mudah memutar handel valve, besarnya aliran zat yang melewati valve bisa diatur. Dudukan valve yang sejajar dengan aliran, membuat globe valve efisien ketika mengatur besar kecilnya aliran dengan minimum erosi piringan dan dudukan. Namun demikian tahanan di dalam valve cukup besar.

Desain Globe Valve yang sedemikian rupa, memaksa adanya perubahan arah aliran zat didalam valve, sehingga tekanan menurun drastis dan menyebabkan turbulensi di dalam valve itu sendiri. Dengan demikian, Globe Valve tidak disarankan diinstal pada sistem yang menghindari penurunan tekanan, dan sistem yang menghindari tahanan pada aliran.

Ada tiga jenis desain utama bentuk tubuh Globe Valve, yaitu: Z-body, Y-body dan Angle- body :

 Z-Body desain adalah tipe yang paling umum yang sering dipakai, dengan diafragma berbentuk Z. Posisi dudukan disk horizontal dan pergerakan batang disk tegak lurus terhadap sumbu pipa atau dudukan disk. Bentuknya yang simetris memudahkan dalam pembuatan, instalasi maupun perbaikannya.

 Y-Body desain adalah sebuah alternatif untuk high pressure drop. Posisi dudukan disk dan batang (stem) ber sudut 45˚ dari arah aliran fluidanya. Jenis ini sangat cocok untuk tekanan tinggi

 Angle-Body desain adalah modifikasi dasar dari Z-Valve. Jenis ini digunakan untuk mentransfer aliran dari vertikal ke horizontal.

(7)

(Gambar 2.1 Jenis desain utama bentuk tubuh Globe Valve) Macam-macam bentuk Disc/plug dari Globe Valve :

 Type Plug Disk  Tipe Regulating disk  Tipe flat disk

 Tipe soft seat disk  Tipe guide disk

Keuntungan menggunakan Globe valve adalah :  Kemampuan dalam menutup baik.

 kemampuan throttling (mengatur laju aliran) Cukup baik. Kelemahan utama penggunaan Globe Valve adalah:

(8)

 Valve ukuran besar membutuhkan daya yang cukup atau aktuator yang lebih besar untuk beroperasi

3. BALL VALVE

Ball Valve adalah sebuah Valve atau katup dengan pengontrol aliran berbentuk disc bulat (seperti bola/belahan). Bola itu memiliki lubang, yang berada di tengah sehingga ketika lubang tersebut segaris lurus atau sejalan dengan kedua ujung Valve / katup, maka aliran akan terjadi. Tetapi ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung katup, maka aliran akan terhalang atau tertutup.

(Gambar 3. Ball Valve)

Ball valve banyak digunakan karena kemudahannya dalam perbaikan dan kemampuan untuk menahan tekanan dan suhu tinggi. Tergantung dari material apa mereka terbuat, Bal Valve dapat menahan tekanan hingga 10.000 Psi dan dengan temperature sekitar 200 derajat Celcius. Ball Valve, dapat menahan tekanan hingga 1000 barr dan suhu hingga 482 ° F (250 ° C). Ukurannya biasanya berkisar 0,2-11,81 inci (0,5 cm sampai 30 cm). Ball Valve dapat terbuat dari logam, plastik atau pun dari bahan keramik. Bolanya sering dilapisi chrome untuk membuatnya lebih tahan lama. Ada 2 tipe Ball Valve yaitu :

3.1 FULL BORE BALL VALVE

Full bore ball valve adalah tipe ball valve dengan diameter lubang bolanya sama dengan diameter pipa. Jenis full bore ball valves biasanya digunakan pada blow down, piggable line, production manifold, pipeline dll.

(9)

(Gambar 3.1 Full bore ball valve)

3.2 REDUCED BORE BALL VALVE

Reduced bore ball valves adalah jenis ball valve yang diameter lubang bolanya tidak seukuran dengan ukuran pipa. Minimum diameter bola katup yang berkurang adalah satu ukuran lebih rendah dari ukuran diameter pipa sebenarnya. Misalnya ukuran diameter pipa 4 inci dan diameter bola valve adalah 3 inchi.

(Gambar 3.2 Reduced bore ball valve) Usage ( Fungsi ) Ball Valve:

 Flow control/pengendalian Aliran  Pressure control/pengendali tekanan  Shut off

(10)

Advantages/kelebihan ball valve:

 A very low pressure drop/kehilangan tekanan sangat rendah  Low leakage/cukup jarang bocor

 Small in size dan ball valve tidak begitu berat jika dibandingkan dengan valve lain yang sejenis

 Mudah dibuka dan tidak mudah terkontaminasi. Disadvantages/kekurangan ball valve :

 Seat bisa rusak karena adanya gesekan antara ball dengan seat

 Pembukaan handle yang cepat bisa menimbulkan water hammer/palu air pada system sehingga terjadi tekanan yang besar yang bisa merusak system/sambungan dan dinding pipa

Fungsi dari "Ball Valve" ini untuk mengontrol aliran. Untuk valve jenis ini, metode buka-tutup jalur menggunakan bola (disk pada butterfly valve) berlubang ditengahnya. Jika posisi bola ada dijalur, valve dalam kondisi tertutup, dan sebaliknya, jika posisi lubang ditengah bola yang ada di jalur, valve dalam posisi terbuka.

Sering dipakai pada proses hydrocarbon, ball valve mampu mengatur besar kecil aliran gas dan uap terutama untuk tekanan rendah. Valve ini dapat dengan cepat ditutup dan cukup kedap untuk menahan fluida/ zat cair. Ball valve tidak menggunakan handwheel, tetapi menggunakan ankle untuk membuka atau menutup valve dengan sudut 90°. Disainnya yang simpel, meminimalkan turunnya tekanan pada saat valve dibuka penuh.

4. BUTTERFLY VALVE

Butterfly Valve adalah valve yang dapat digunakan untuk mengisolasi atau mengatur aliran. Mekanisme penutupan mengambil bentuk sebuah disk . system pengoperasiannya mirip dengan ball valve, yang memungkinkan cepat untuk menutup. Butterfly Valve umumnya disukai karena harganya lebih murah di banding valve jenis lainnya. desain valvenya lebih ringan dalam berat dibanding jenis-jenis valve yang lain. Biaya pemeliharaan biasanya pun lebih rendah karena jumlah bagian yang bergerak minim.

(11)

(Gambar 4. Butterfly Valve)

Sebuah butterfly valve, diilustrasikan pada Gambar di atas, adalah gerakan berputar valve yang digunakan untuk berhenti, mengatur, dan mulai aliran fluida. Butterfly Valve mudah dan cepat untuk dioperasikan karena rotasi 90o yang digerakkan oleh handwheel dengan menggerakkan disk dari tertutup penuh ke posisi terbuka penuh. Butterfly Valve sangat cocok untuk penanganan arus besar cairan atau gas pada tekanan yang relatif rendah dan untuk penanganan slurries atau cairan padatan tersuspensi dengan jumlah besar.

5. CHECK VALVE

Check valve adalah alat yang digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir ke satu arah saja atau agar tidak terjadi reversed flow/back flow. untuk mengalirkan fluida hanya ke satu arah dan mencegah aliran ke arah sebaliknya. tidak menggunakan handel untuk mengatur aliran, tapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow) Check Valve sering digunakan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam sistem perpipaan.

(12)

(Gambar 5. Check Valve)

Aplikasi valve jenis ini dapat dijumpai pada outlet/discharge dari centrifugal pump. Ketika laju aliran fluida sesuai dengan arahnya, laju aliran tersebut akan membuat plug atau disk membuka. Jika ada tekanan yang datang dari arah berlawanan, maka plug atau disk tersebut akan menutup. Check Valve memiliki perbedaan yang signifikan dari Gate Valve dan Globe Valve. Valve ini di disain untuk mencegah aliran balik.

Ada beberapa jenis check valve, yaitu: 5.1 SWING CHECK VALVE

Swing check valve terdiri atas

sebuah disk seukuran dengan pipa yang digunakan, dan dirancang menggantung pada poros (hinge pin) di bagian atasnya. Apabila terjadi aliran maju atau foward flow, maka disk akan terdorog oleh tekanan sehingga terbuka dan fluda dapat mengalir menuju saluran outlet. Sedangkan apabila terjadi aliran balik atau reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disk menutup rapat sehingga tidak ada fluida yang mengalir. Semakin tinggi tekanan balik semakin rapat disk terpasang pada dudukannya.

(Gambar 5.1 Swing check valve)

Usage : One way flow/ pengaliran satu arah

Advantages : Kalau sudah dibuka ringan, low pressure drop/ kehilangan tekanan sangat rendah, biayanya murah

Disadvantages : Kebocoran amat tinggi dan aliran rendah karena terganggu dengan adanya hambatan

5.2 LIFT CHECK VALVE

Penggunaan untuk fluida steam, gas, maupun liquid yang mempunyai flow yang tinggi. Dalam konfigurasinya mirip dengan globe valve hanya saja pada globe valve putaran disk atau valve dapat dimanipulasi sedangkan pada lift check valve tidak (karena globe valve adalah jenis valve putar dan control valve). Port inlet dan outlet dipisahkan oleh sebuah plug berbentuk kerucut yang terletak pada sebuah dudukan, umumnya berbahan logam. Ketika terjadi foward flow, plug akan terdorong oleh tekanan cairan sehingga lepas dari dudukannya dan fluida akan

(13)

mengalir ke saluran outlet. Sedangkan apabila terjadi reverse flow, tekanan fluda justru akan menempatkan plug pada dudukannya, semakin besar tekanan semakin rapat pula posisi plug pada dudukannya, sehingga fluida tidak dapat mengalir.

(Gambar 5.2 Lift Check Valve

Bahan dari dudukan plug

adalah logam, hal ini mempertimbangkan

tingkat kebocoran yang sangat sedikit

dari check valve tersebut. Umumnya

lift check valve digunakan untuk aplikasi fluida gas karena tingkat kebocoran yang kecil. Penggunaan check valve tipe lift ini di industri adalah untuk mencegah aliran balik condensate ke steam trap yang dapat menyebabkan terjadinya korosi pada turbin uap. Keuntungan menggunakan lift check valve adalah terletak pada kesederhanaan desain dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Kelemahannya adalah instalasi dari check valve jenis lift hanya cocok untuk pipa horisontal dengan

diameter yang besar.

5.3 BACKWATER CHECK VALVE

Backwater valve, banyak digunakan pada sistem pembuangan air bawah tanah yang mencegah terjadinya aliran balik dari saluran pembuangan saat terjadi banjir. Saat banjir saluran pembuangan akan penuh dan bertekanan tinggi sehingga memungkinkan terjadinya aliran balik, dengan menggunakan back water valve, hal ini dapat diatasi dengan baik.

(14)

(Gambar 5.3 Backwater check valve)

5.4 SWING TYPE DISC CHECK VALVE

Dalam penggunaan swing check valve dan lift check valve terbatasi hanya untuk pipa ukuran besar (diameter DN80 atau lebih). jadi sebagai solusinya adalah dengan menggunakan Disk check valve. Dengan menggunakan Disk ceck valve dapat digunakan tubing dengan ukuran yang mengerucut pada satu sisinya sehingga dapat diaplikasikan pada pipa yang lebih kecil ukurannya.

(Gambar 5.4 Swing Type Disc Check Valve)

5.5 DISC CHECK VALVE

Disk Check valve terdiri atas body, spring, spring retainer dan disc. Prinsip kerjanya adalah saat terjadi foward flow, maka disk akan didorong oleh tekanan fluida dan mendorong spring sehingga ada celah yang menyebabkan aliran fluida dari inlet menuju outlet. Sebaliknya apabila terjadi reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disk sehingga menutup aliran fluida. Perbedaan tekanan diperlukan untuk membuka dan menutup valve jenis ini dan ini ditentukan oleh jenis spring yang digunakan.

(15)

(Gambar 5.5 Cara Kerja Disk Check valve)

Selain spring standar, tersedia juga beberapa pilihan spring yang tersedia:  No spring - Digunakan di mana perbedaan tekanan di valve kecil.  Nimonic spring - Digunakan dalam aplikasi suhu tinggi.

 Heavy duty spring - Hal ini meningkatkan tekanan pembukaan yang diperlukan. Bila dipasang pada line boiler water feed, dapat digunakan untuk mencegah uap boiler dari kebanjiran ketika mereka unpressurised.

5.6 SPLIT DISC CHECK VALVE

(Gambar 5.6 Cara Kerja Split Disk check valve)

Split Disk check valve terdiri dari disk yang bagian tengahnya merupakan poros yang memungkinkan disk bergerak seolah terbagi dua bila didorong dari arah yang benar (foward flow) dan menutup rapat bila ditekan dari arah yang salah (reverse flow).

6. SAFETY / RELIEF VALVE

Safety/Relief valve memiliki fungsi yang sangat berbeda dari valve-valve yang lain. Valve ini didisain khusus untuk melepas tekanan berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan. Untuk mencegah kerusakan pada equipment, dan

(16)

lebih penting lagi cedera pada pekerja, relief valve dapat melepas kenaikan tekanan sebelum menjadi lebih ekstrim.

Relief valve menggunakan pegas baja (lihat gambar di bawah ini), yang secara otomatis akan terbuka jika tekanan mencapai level yang tidak aman. Level tekanan pada valve ini bisa diatur, sehingga bisa ditentukan pada level tekanan berapa valve ini akan terbuka. Ketika tekanan kembali normal, relief valve secara otomatis akan tertutup kembali.

(Gambar 6. Relief/ Savety Valve)

Safety valve adalah jenis valve yang mekanismenya secara otomatis melepaskan zat dari boiler, Bejana tekan, atau suatu sistem, ketika tekanan atau temperatur melebihi batas yang telah ditetapkan.

Cara kerja Pressure Safety Valve :

Pressure savety valve mempunyai tiga bagian utama yaitu inlet, outlet dan spring set. Fluida bertekanan berada pada inlet PSV. PSV posisi menutup selama tekanan fluida lebih kecil dibandingkan tekanan spring pada spring set. Sebaliknya jika tekanan fluida lebih tinggi dibandingkan tekanan spring set maka springset akan bergerak naik dan membuka katup yang akan membuang tekanan melalui outlet sampai tekanan fluida maksimal sama dengan tekanan spring set.

7. PLUG/ COCK VALVE

Kegunaan dari plug valve adalah untuk fully open dan fully close (isolation atau on/off control). Untuk mengontrol (membuka dan menutup) aliran pada plug valve, plug mempunyai celah atau lubang tempat aliran lewat. Saat handle diputar menuju open position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang bercelah akan melewatkan aliran. Namun pada saat handle diputar pada close position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang tak bercelah akan menahan aliran, sehingga aliran pun akan berhenti. Sama seperti ball ball valve namun tetapi bagian dalamnya bukan berbentuk bola, melainkan silinder. Karena tidak ada ruangan kosong di dalam badan valve, maka cocok untuk fluida yang berat atau mengandung unsur padat seperti lumpur.

(17)

(Gambar 7. Bagian-bagian Plug/ Cock Valve)

Jenis - jenis valve yang lain yang masih termasuk plug valve adalah:

a. Three way plug valve: yaitu jenis plug valve yang mempunyai 3 port (sambungan), 1 untuk inlet dan 2 untuk outlet. Dengan menggunakan valve ini maka dengan mudah kita dapat mengarahkan outlet kearah aliran/pipa yang dikehendaki.

b. Four way plug valve: Biasa digunakan pada fluida cooling water yang melewati heat exchanger, dimana aliran cooling water bisa dengan mudah dibalikkan arahnya dengan tujuan untuk membersihkan heat exchanger tersebut dari kotoran-kotoran (fouling, sediment, solids).

8. ANGLE VALVE

Sama seperti globe valve, angle valve juga digunakan pada situasi dimana pengaturan besar kecil aliran diperlukan (throttling). Namun angle valve di buat dengan sudut 90°, hal ini untuk mengurangi pemakaian elbow 90° dan fitting tambahan. digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat. Valve ini bisa digunakan juga sebagai pengganti elbow.

(18)

9. SCREWED DOWN RETURN GLOBE CHECK VALVE

(Gambar 9. Bagian-bagian Screwed Down Return Globe Valve)

Modelnya hampir sama dengan globe valve, bedanya ada tambahan housing / casing pendukung yang otomatis jika ada media yang mengalir pada valve.

10. DIAPHRAGM VALVE

(Gambar 10. Bagian-bagian Diaphragm Valve)

Diaphragm valve bisa digunakan untuk mengatur aliran (trhottling) dan bisa juga digunakan sebagai on/off valve. Diaphgram valve handal dalam penanganan material kasar seperti fluida yang mengandung pasir, semen, atau lumpur, serta fluida yang mempunyai sifat korosif.

Valve ini memiliki kelebihan yaitu memiliki aliran yang tenang dan fluida akan mengalir tanpa hambatan, jenis ini sangat baik untuk flow control dan penutupan aliran yang sangat rapat walaupun di dalam pipeline terkandung suspended solid.

(19)

Diaphragm valve cocok digunakan untuk fluida yang korosif, viscous material, fibrous materials, sludges, solids in suspension, gas dan udara bertekanan.

11. SOLENOID VALVE

Solenoid valve merupakan katup yang dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC melalui kumparan / selenoida. Solenoid valve ini merupakan elemen kontrol yang paling sering digunakan dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem hidrolik ataupun pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan elemen kontrol otomatis. Contohnya pada sistem pneumatik, solenoid valve bertugas untuk mengontrol saluran udara yang bertekanan menuju aktuator pneumatik(cylinder). Atau pada sebuah tandon air yang membutuhkan solenoid valve sebagai pengatur pengisian air, sehingga tandon tersebut tidak sampai kosong. Dan berbagai contoh-contoh lainnya yang tidak mungkin saya jelaskan satu persatu disini.

(Gambar 11. Solenoid Valve)

Banyak sekali jenis-jenis dari solenoid valve, karena solenoid valve ini di desain sesuai dari kegunaannya. Mulai dari 2 saluran, 3 saluran, 4 saluran dan sebagainya. Contohnya pada solenoid valve 2 saluran atau yang sering disebut katup kontrol arah 2/2. Memiliki 2 jenis menurut cara kerjanya, yaitu NC dan NO. Jadi fungsinya hanya menutup / membuka saluran karena hanya memiliki 1 lubang inlet dan 1 lubang outlet. Atau pada solenoid 3 saluran yang memiliki 1 lubang inlet , 1 lubang outlet ,dan 1 exhaust/pembuangan. Dimana lubang inlet berfungsi sebagai masuknya fluida, lubang outlet berfungsi sebagai keluarnya fluida dan exhaust berfungsi sebagai pembuangan fluida/cairan yang terjebak. Dan selenoid 3 saluran ini biasanya digunakan atau diterapkan pada aktuator pneumatik( cylinder kerja tunggal). Prinsip kerja solenoid valve

Solenoid valve akan bekerja bila kumparan/coil mendapatkan tegangan arus listrik yang sesuai dengan tegangan kerja(kebanyakan tegangan kerja solenoid valve adalah 100/200VAC dan kebanyakan tegangan kerja pada tegangan DC adalah

(20)

12/24VDC). Dan sebuah pin akan tertarik karena gaya magnet yang dihasilkan dari kumparan selenoida tersebut. Dan saat pin tersebut ditarik naik maka fluida akan mengalir dari ruang C menuju ke bagian D dengan cepat. Sehingga tekanan di ruang C turun dan tekanan fluida yang masuk mengangkat diafragma. Sehingga katup utama terbuka dan fluida mengalir langsung dari A ke F. Untuk melihat penggunaan solenoid valve pada sistem pneumatik.

(Gambar 11.1 Cara Kerja Solenoid Valve)

12. MOTOR OPERATED VALVE

Valve tipe ini, batang (stem) valve dihubungkan (joint/couple) dengan penggerak (aktuator) yang berupa motor listrik. Pada pelaksanaannya, ada yang menggunakan listrik AC (alternating current = listrik arus bolak-balik) dan ada juga yang menggunakan listrik DC (direct current = listrik arus searah).

(21)

(Gambar 12. Bagian-bagian Motor operated Valve)

13. PINCH VALVE

Pinch valve digunakan untuk menangani fluida yang berlumpur, endapan, dan yang mempunyai partikel-partikel solid yang banyak serta fluida-fluida yang mempunyai kecenderungan untuk terjadi kebocoran (leak).

(Gambar 13. Pinch Valve) 14.TRAP VALVE

Fungsi dari trap valve adalah untuk membuang kondensat yang berasal dari perpipaan steam (uap) tanpa adanya steam yang ikut terbuang. Trap valve terdiri dari tiga jenis, yaitu float trap, bucket trap dan inverted bucket trap. Ukuran trap disesuaikan dengan kapasitas

(22)

discharge aktual atau effective valve area bukan berdasarkan dengan ukuran inlet dan outlet pada sambungan pipa.

(Gambar 14. Trap Valve)

II.

FITTING

Fitting digunakan dalam system perpipaan sebagai panyambung pipa atau silinder sistem lurus, mengadaptasikan bentuk dan ukuran pipa yang berbeda, dan untuk mengatur aliran fluida cair, gas bahkan kadang-kadang padat. Fitting, terutama yang jenisnya tidak biasa, harganya mahal, membutuhkan waktu yang lama, material, dan peralatan untuk digunakan. Oleh sebab itu fitting jenis tidak biasa ini tidak praktis digunakan dalam system perpipaan.

Spesifikasi berdasarkan Ukuran Fitting

Untuk menentukan penggunaan pemasangan pipa fitting, ukuran adalah kriteria yang sangat penting. Pertimbangan utama disini adalah diameter dalam dan diameter luar di mana diameter dalam (ID) memiliki ukuran yang pas disesuaikan dengan diameter dalam garis yang menghubungkannya. Diameter luar (OD) memiliki ukuran yang pas disesuaikan dengan diameter luar garis yang menghubungkannya. Selain itu, juga merujuk kepada ukuran :

(23)

 Inggris / ukuran fraksional : Pengukuran dilakukan dalam inchi  Ukuran metrik : Satuan dalam mm / cm.

Ada beberapa cara penyambungan fittings, yaitu:

a. Butt-weld (BW)

Digunakan pada secara luas untuk proses, keperluan umum, dan sebagainya. Cocok untuk pipa dan fitting berukuran besar dengan reliabilitas yang tinggi (leak-proof). Prosedur fabrikasinya adalah dengan menyatukan masing-masing ujung sambungan (bevel), diluruskan (align), tack-weld, lalu las kontinu. Beberapa contoh fitting yang menggunakan BW antara lain:

 BW Tee, dipakai untuk membuat percabangan 900 dari pipa utama. Cabang dapat berukuran lebih kecil (reduced tee) atau sama dengan pipa utama (equal tee)  Stub-in digunakan untuk membuat cabang langsung ke pipa utama. Cabang

berukuran lebih kecil.

 Weldolet digunakan untuk membuat percabangan 900 pada pipa utama.

 Elbolet digunakan untuk membuat percabangan tangensial pada suatu elbow.

 Sweepolet digunakan untuk membuat percabangan 900. Umumnya dipakai pada pipa transmisi dan distribusi (pipe line system)

(24)

b. Socket-weld (SW)

SW digunakan untuk ukuran kecil. Ujung pipa dibuat rata, lalu didorong masuk ke dalam fitting, valve atau flange. Dibandingkan dengan BW, SW memiliki kelebihan dalam hal penyambungan dan pelurusan yang lebih mudah, terutama untuk ukuran kecil. Tetapi, adanya sisa jarak 1/16 in antara pertemuan ujung pipa dan fittings, valve, atau flange dapat menyebabkan kantung cairan. Penggunaan SW juga dilarang per ASME B31.1.0-1967 jika terdapat erosi atau korosi cresive.

Beberapa contoh SW fittings:

 Ful-coupling untuk menyambung pipa ke pipa

 Swage Nipples (Plain Both Ends/PBE) digunakan untuk menyambung SW item ke BW pipa atau fitting berukuran lebih besar

 SW Elbow digunakan untuk menghasilkan perubahan arah 900 atau 450.  Nipolet digunakan untuk sambungan ke valve berukuran kecil.

 SW Tee dipakai untuk membuat percabangan 900 dari pipa utama. Cabang dapat berukuran lebih kecil (reduced tee) atau sama dengan pipa utama (equal tee)

(25)

 Sockolet digunakan untuk membuat percabangan 900 pada pipa utama.

 SW elbowlet digunakan untuk membuat percabangan tangensial pada suatu elbow

c. Screwed

Seperti SW, screwed piping digunakan untuk pipa berukuran kecil. Umumnya tidak dipakai untuk proses, meskipun mungkin pressure-temperature ratingnya memenuhi. SW dan screwed fitting umumnya berkelas 2000, 3000, dan 6000 PSI.

(26)

Digunakan baik untuk koneksi permanen atau sementara, tergantung pada kondisi servis, dan jenis sambungan. Biasanya cocok dipakai pada saat perbaikan jalur, dan modifikasi proses.

Jenis-jenis Fitting yang biasa digunakan pada pipa dan plumbing

1. PLUG PIPE FITTINGS

Pipa plugs didefinisikan sebagai tipe komponen dari pipa yang berfungsi sebagai penutup akhir sebuah sistim pemipaan yang digunakan dalam sejumlah besar industri. Berbagai bahan yang digunakan untuk memproduksi tabung kualitas tinggi untuk mengakhiri berbagai sambungan. Sebuah plug berfungsi menutupi ujung pipa. Hal ini serupa dengan cap. Dalam threaded sistem pemipaan pada pipa besi, busi memiliki male threaded. Jenis Pipe Plugs adalah Hex plugs, Hollow plugs dan Square plugs.

Aplikasi dari Pipa Plugs  Sistem hidrolik

 Sistem pneumatik

 Pharmaceutical fitting

 Air brake fittings

 Gas fittings

 Refrigerant fittings

2. PIPE UNION

Pipa Union adalah jenis peralatan perlengkapan yang dirancang sedemikian rupa untuk menyatukan dua pipa yang dapat dilepaskan tanpa menyebabkan deformasi ke pipa. Setiap jenis sambungan pipa berdiameter kecil yang memerlukan segel positif dan mudah perakitan serta pembongkaran dibuat dengan bantuan pipa persatuan. Dengan kata lain, pipa union dapat menguraikan dua pipa dengan sangat mudah.

(27)

Penggabungan antara a female end pipe dan a male end pipe harus menggunakan a nut pipe karena a nut pipe memberikan tekanan yang diperlukan untuk menutup sambungan. Bagian dari pipa union biasanya terkunci bersama dengan satu radial sekrup atau mur dengan ukuran penampang.

Aplikasi pipa union:

Pipa union digunakan di berbagai kota dan aplikasi industri seperti sebagai berikut:  Fire protection (Perlindungan kebakaran )

 Process piping system (Proses sistem pipa )

 Water and wastewater (Air dan air limbah) dll

Keuntungan dari pipa union:

Ada berbagai keuntungan dari pipa union seperti:

 Untuk menyediakan bukti pemutusan kebocoran-titik dalam sistem pipa.

 Digunakan untuk memasukkan metering dan mengatur perangkat ke aplikasi pipa apapun.

 Dapat menghubungkan sistem perpipaan kapal.

 Dapat bergabung dengan dua ukuran pipa yang berbeda bersama-sama.

 Dapat dengan mudah menghapus join antara dua pipa.

 Mudah untuk menginstal.

 Ekonomis.

3. Pipa Wyes

Wyes pipa digunakan untuk mengizinkan satu pipa untuk bergabung dengan pipa lain beberapa derajat atau sudut. Seperti namanya, pipa wyes adalah Y-berbentuk

(28)

pipa perangkat. Jenis pipa ini adalah jenis pipa yang populer yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri.

Berbagai bentuk pipa wyes:

Pipa wyes (dalam bentuk Y) dapat terdiri dari berbagai bentuk,seperti pada gambar dibawah ini:

1.Standard Pipe Wye 2.Compact Pipe Wye 3.Special Pipe Wye Seperti yang terlihat pada gambar di atas , gambar yang pertama adalah pipa standar Wye, tepatnya dalam bentuk alfabet "Y" dalam posisi horizontal. Yang kedua adalah pipa Wye dalam posisi vertikal dengan tiga cabang. Yang ketiga adalah tipe khusus pipa Wye dalam bentuk tee standar dengan 45 ° derajat dan disarankan untuk digunakan dalam pipa berdiameter besar.

4. Pipa Tee

Pipa Tee adalah jenis pipa yang berbentuk T memiliki dua outlet di 90 ° untuk sambungan ke jalur utama. Ini adalah potongan pendek pipa dengan outlet lateral. Pipa Tee digunakan untuk menghubungkan saluran pipa dengan pipa di sudut kanan dengan garis. Pipa Tee banyak digunakan sebagai alat kelengkapan pipa yang terbuat

(29)

dari berbagai bahan dan tersedia dalam berbagai ukuran dan selesai. Pipa tee secara ekstensif digunakan dalam jaringan pipa untuk transportasi fluida dua-fasa campuran.

Aplikasi pipa tee:

Pipa Tee banyak digunakan dalam berbagai aplikasi komersial dan industri. Aplikasi industri meliputi:

(30)

 Pengolahan kimia  Petroleum  paper Pulp  Refining  Textile  Pengolahan limbah  Marine  pembangkit listrik  Peralatan industri  Otomotif

 Kompresi dan distribusi gas industri

5. PIPE CAP

 Pipa cap berfungsi sebagai alat pelindung dan dirancang untuk melindungi ujung-ujung pipa berbagai bentuk. Tujuan utama menggunakan pipa cap adalah penghubung tahan air. Dan juga digunakan untuk menutup ujung pipa hidrolik atau pneumatic dan tabung. Pipa cap digunakan dalam aparat pipa domestic, komersial dan industri jalur pasokan air, mesin dan peralatan pengolahan, dll. Pipa cap merupakan kategori penting pipa fitting.

(31)

Bahan Digunakan:

 Berbagai macam ukuran material digunakan untuk membuat pipa cap, pembeli harus selalu menjaga bahan material fitting sebelum pemasangan pipa cap. Beberapa bahan yang umum digunakan termasuk:

 Aluminium

 Nilon atau poliamida

 Polyethylene

 Polipropilena

 Stainless steel

 Vinyl

 Karet silikon dll

 Faktor-faktor tertentu yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

 Bahan  Tipe  Diameter  Thread size

 Length and head type in shapes

Bentuk umum pipa cap:

 Pipa cap tersedia dalam berbagai bentuk. Beberapa bentuk yang umum pipa cap adalah:

 Round

 Kotak

(32)

 "U" Shape Cap

 "I" Shape Cap

 Hex Cap dll

Jenis pipa cap:

 Pipa cap dapat dibedakan menjadi berbagai jenis dan tipe berbeda-beda sesuai dengan aplikasi. Namun pipa cap juga bervariasi tergantung pada fitur dan konstruksi. Berdasarkan konstruksi, pipa cap adalah dari jenis berikut:

Threaded Caps:

 Cap ini adalah female threaded. Benang dapat berupa lurus atau runcing, juga disebut sebagai NPT.. Umumnya, cap memiliki female thread and plugs

Tapered Caps:

Cap runcing ini memiliki sisi. Beberapa dari fiting ini dapat digunakan baik sebagai topi atau plug. cap yang runcing dirancang untuk memberikan perlindungan bagi semua internal dan eksternal, benang dan non-threaded fitting terhadap kerusakan, kotoran atau uap air yang dapat terjadi.

Anti-roll Caps:

 Cap ini berbentuk bulat dengan ujung agak persegi. Hal ini untuk mencegah pipa dan tube dari menggelinding.

 Ferrule Pipe Fittings

Sebuah pipa ferrule adalah jenis pipa yang terbuat dari berbagai bahan yang digunakan terutama untuk menggabungkan atau mengikat satu bagian yang lain (seperti pipa

(33)

bagian). Sebuah pipa ferrule terdiri dari sebuah lingkaran penjepit yang digunakan untuk terus bersama-sama dan melampirkan serat, kabel atau posting. Ini adalah jenis cincin atau cap yang melekat pada suatu benda untuk melindungi terhadap kerusakan, pecah atau kenakan. Sebuah pipa ferrule juga dikenal sebagai perangkat yang cocok melingkar digunakan untuk menahan pipa-pipa. Ferrules pipa tersedia dalam berbagai ukuran. Ferrules pipa ukuran yang lebih besar dirancang sedemikian rupa sehingga mereka memiliki proses pengerasan khusus yang dapat mencegah kebocoran tabung pada tekanan yang lebih tinggi.

 

Bahan yang digunakan:

Berbagai bahan digunakan untuk membuat pipa ferrules seperti sebagai berikut:  Tembaga  Alumunium  Cast steel  Stainless steel  Plastik  Keramik  Kaca

 Hal yang perlu diperhatikan:

(34)

 Diameter nominal

 Applicable medium: minyak, air, gas, dan korosif lainnya, non-korosif menengah  Korosi

 Applicable temperature  Bahan

 Diameter pipa terpadu  End thread

 Reasonable struktur  Tight tolerance

 Reliable sealing function  Long service life, dll

Dua bagian pipa ferrule:  Nut

 Badan

Jenis pipa ferrule:

Single ferrule:

 Dalam single ferrule, ferrule digunakan untuk melakukan dua fungsi, pertama, untuk menggigit ke dalam tabung untuk menahannya dan kedua, untuk menyediakan elemen untuk menutup tubuh coupling.

Twin / Double ferrule:

 double ferrule menggunakan pegangan dengan ferrule belakang dan segel oleh ferrule depan.

gambar ferrule di ujung kabel fiber optik:

(35)

Aplikasi industri:

pipa ferrule digunakan dalam berbagai industri seperti:  Hardware

 Listrik & elektronik

 Serat optik

 Lawn and garden instruments

 Otomotif  Compressed-gas  Kebakaran  Welding  Furniture  Minuman  Appliance

 Pertanian dan industri pencahayaan dll

Manfaat dari Pipa ferrule:

Beberapa manfaat penting pipa ferrule adalah sebagai berikut:

 Pipa ferrules digunakan secara luas di kompresi fitting untuk memasang pipa.

 Mereka digunakan dengan konektor untuk menghubungkan kabel serat baik untuk kabel lain atau untuk sebuah pemancar atau penerima.

(36)

 Pipa ferrule digunakan untuk menyelaraskan dan melindungi ujung dilucuti serat.

 Elbow Pipe Fittings

Sebuah elbow pipe, ini berarti suatu pipa panjang dengan tikungan tajam di dalamnya. Pipe siku adalah aksesori yang cocok digunakan secara luas di berbagai sektor industri dalam pipa. Sebuah pipa siku yang sering digunakan dalam aplikasi bertekanan dan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk digunakan dalam aplikasi yang berbeda. Sebuah pipa siku adalah tepat di antara dua potong pipa atau tabung memungkinkan perubahan arah, biasanya di 90 ° atau 45 ° arah.

Bahan yang digunakan:

Berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan pipa siku seperti sebagai berikut:  Karet  Plastik  Besi  Baja  Tembaga  Stainless steel  Aluminium  Besi

(37)

 Ductile iron, dll

Custom made pipe elbows: Pipa siku biasanya dibuat di tikungan 45 derajat atau 90 derajat. Ada beberapa produsen yang juga dapat memproduksi pipa siku dengan sudut yang dipilih. Apakah Anda memerlukan 1 / 4, 1 / 8, 1 / 16 tikungan tikungan atau di antara, ada semua pilihan yang tersedia di siku. Hal ini menjadi mudah menggunakan dua-bagian siku yang dapat dipotong dan terkumpul padav hampir semua sudut. Kemampuan ini dibuat kustom siku sangat unik dan menyediakan installer dengan fleksibilitas dan kenyamanan yang tak tertandingi, sementara pada saat yang sama sangat menyederhanakan pemasangan sendi. Sebuah diagram representasi dari tiga set custom made pipa siku:

 

Aplikasi pipa siku:

Berbagai aplikasi pipa siku adalah sebagai berikut:

 dibuat untuk digunakan dalam garis aliran untuk gas, cairan dalam proses industri, medis, konstruksi dan banyak aplikasi khusus lainnya.

 Siku dibuat dari bahan-bahan berat untuk aplikasi kaku seperti ekstrim tinggi / suhu rendah resistansi dll

 Siku secara khusus dirancang untuk digunakan pada proses dan sistem kontrol, instrumentasi, dan peralatan yang digunakan dalam kimia, minyak bumi, elektronik dan pulp dan kertas tanaman.

(38)

Jenis pipa siku:

Siku pipa tersedia dalam suhu tinggi & tahan korosi tipe, standar tugas & tugas berat. mengetahui lebih banyak tentang siku pipa di bawah kepala berikut:  450 elbow 450 elbow: reducing elbow, mengurangi siku

 900 elbow 900 elbow : side outlet elbow  Male elbow and female elbow : street elbow

 

Pipe Nipples Fittings

 Pipe nipple adalah pipa panjang dan pipa lurus. Pipa nipples digunakan untuk dihubungkan ke atau pemanas air ledeng. Pipa nipples cocok digunakan untuk mengakhiri lurus selang atau pipa. Tekanan kerja pipa nipples akan bervariasi dengan ukuran dan konstruksi pipa, jenis dan jumlah penjepit yang digunakan, penjepit penempatan, pemasangan yang tepat klem, temperatur dan produk yang disampaikan. Pipa nipples tersedia di berbagai dinding terluas ketebalan dan bahan-bahan dalam industri.

Bahan yang digunakan:  Kuningan  Aluminium  Stainless  Besi  Tembaga  PVC

 Carbon steel (Baja karbon)

(39)

Pipa nipples fabrikasi:  Threaded nipples

 Grooved nipples (nipples berlekuk)

 Bended nipples

 Barbed nipples (nipples berduri)

 Seamless nipples

Pipa selesai pada nipples:  Black coating

 Elektro galvanis

 Hot-dipped galvanized finishes

 Plating tembaga dll

Jenis pipa nipples:

nipples Laras: adalah jenis pipa pendek dengan benang lancip di luar di setiap ujung dan yang un-threaded di tengah.

Weld puting: digunakan sebagai metode lain untuk menghubungkan tabung fitting. nipples jenis ini cocok untuk penggunaan di bawah kondisi ekstrim getaran, gelombang tekanan dan perubahan suhu.

Swage nipple: Tujuan dasar dari sebuah swage nipples adalah untuk membawa aliran cairan dari satu ukuran pipa yang lain. Ini tersedia dengan polos, miring atau benang berakhir.

(40)

Hexagon nipple: tersedia dalam berbagai benang, bahan dan panjang. Pipa nipples:   Pipa tapered thread    Pipa lurus thread    Roller Cut   Reamed and chamfered   Square cut   Beralur

Aplikasi pipa nipples:

 Pipa nipples digunakan sebagai alat kelengkapan pipa dalam berbagai aplikasi industri seperti:

 Kimia industri pengolahan

 Petrokimia

(41)

 Makanan & minuman

 Pulp & kertas

 Pembuatan kapal / laut

 Insinerasi limbah

 Mesin Bangunan

 Arsitektur

 Semikonduktor dll

Pipa Reducer (pipa perendam)

Pipe reducer adalah tabung pipa alat kelengkapan yang secara luas digunakan di sejumlah industri untuk memberikan fleksibilitas koneksi terbesar dalam menghubungkan pecahan tabung di berbagai instalasi. Pipa peredam adalah jenis pipa yang menghubungkan dua pipa dengan diameter yang berbeda. Pipa perendam tersedia dalam berbagai bahan tergantung pada akhir penggunaan produk dan alat kelengkapan ini dibuat dalam ukuran inci dan metrik.

 Pipa perendam adalah tipe khusus alat kelengkapan tabung yang biasa digunakan dalam lingkungan menggunakan kimia dan listrik. Pipa ini yang sangat handal dan kokoh . enis pipa ini tidak terpengaruh oleh guncangan, getaran atau termal distorsi.

Bahan yang digunakan:

 Berbagai bahan yang digunakan dalam pembuatan pipa perendam:

 Stainless steel

(42)

 Alloy steel

 Alloy titanium (Paduan titanium)

 Tembaga  Nikel  Cast Iron  Kuningan  Perunggu  Karet

Aplikasi Pipe Reducer:  Sistem hidrolik

 Sistem pneumatik

 Pharmaceutical fitting

 Rem udara fitting

 Gas fitting

 Peralatan pendingin

Tujuan Menggunakan pipa peredam:  Mengubah diameter pipa

 Menangani ekspansi, misalignment atau masalah getaran

(43)

 Pipa lengan yang populer adalah jenis pipa yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Ini tersedia dalam berbagai ukuran, bahan tergantung pada aplikasi di mana mereka diterapkan. Lengan yang digunakan untuk berbagai keperluan dan karenanya menuntut secara luas di pasar pipa. Pipa lengan yang digunakan untuk semua pengguna dan specifiers seperti arsitek, insinyur mekanik dan listrik, pemasangan jaringan, desainer, konsultan, kontraktor dan tukang pipa di mana-mana.

 

Bahan yang digunakan:

 Ada berbagai bahan untuk membuat pipa lengan. Beberapa yang populer adalah sebagai berikut:  Iron (Besi)  Cast Iron  Stainless steel  Copper (Tembaga)  Nickel (Nikel)  Aluminum  Rubber (Karet) dll

Bagian pipa lengan:

Seluruh perakitan pipa lengan terdiri dari pelat dasar dan lengan bagian:

Base plate: Ini termasuk bagian dasar yang mendefinisikan sebuah sumbu longitudinal. Pelat dasar lebih mencakup dua flensa: mengarah pertama yang membentang dari bagian dasar pertama dalam arah normal terhadap sumbu

(44)

memanjang dan terletak pada pesawat pertama. Mengarah kedua memanjang dari bagian dasar dalam arah pertama, umumnya sejajar dengan sumbu longitudinal, dan terletak pada jarak pesawat kedua dari pesawat pertama.

Sleeve portion: bagian Lengan lengan pipa terdiri bagian tubuh dan mengarah ketiga yang membentang dari bagian tubuh dalam arah pertama.

Jenis pipa lengan:

Single pipe sleeve: Single Sleeve pipa fitting yang ideal untuk semua membawa pipa-pipa air, gas, bahan kimia minyak dll

Double pipe sleeve: Sleeve Double pipa fitting yang cocok untuk semua sirkuit di permukaan radiator pemanas pusat instalasi.

    

Pemasangan pipa melalui sebuah sleeve :

(45)

Kegunakan pipa sleeves:

 Pipa sleeves yang paling sering digunakan sebagai isolasi.

Pipa sleeves lebih sederhana, cepat & rapi untuk memperpanjang pipa panjang.Pipa sleeves menutup dan melindungi pipa radiator dengan sangat mudah.

 Pipa sleeves juga digunakan untuk ' sleeves ' dua potong un-swedged pipa bersama-sama.

 Digunakan dalam instalasi pemanas sentral.

 Ideal untuk semua pipa yang membawa berbagai bentuk cair, gas, minyak, bahan kimia dll

 Pipa sleeves memenuhi semua peraturan bangunan yang berkaitan dengan nilai api dinding (fire rated walls).

 Pipa sleeves menawarkan perlindungan api untuk bata, blok dan dinding eternit.  Pipa sleeves bertindak sebagai pelindung sleeves dalam bentuk menghilangkan

tekanan.

 Pipa sleeves membantu dalam pipa untuk mencegah korosi.

 Klien, insinyur mesin, arsitek dan konsultan dapat memastikan bahwa setiap pipa sleeves memadai dalam biaya yang sangat efektif.

Pipe Coupling

 Pipa kopling sangat dicari di pasar fitting. Pipa kopling adalah alat kelengkapan yang membantu untuk memperpanjang atau mengakhiri pipa berjalan. Peralatan ini juga digunakan untuk mengubah ukuran pipa. Kopling memperpanjang berlari dengan menggabungkan dua potong pipa. Mereka dikenal sebagai coupling pengurang(reduced coupling) jika mereka digunakan untuk menghubungkan pipa dari berbagai ukuran. Kopling juga dikenal sebagai perbaikan kopling. Kopling ini tanpa henti dan mereka dapat memperbaiki dimana pun disepanjang pipa untuk mencegah kebocoran dalam bentuk apa pun.

(46)

 Kopling terdapat dalam semua ukuran pipa standar dan tersedia untuk hampir semua jenis pipa.

 Tersedia dalam beberapa finishes  Sebagian besar didesain silinder.

 Mengimbangi kopling aksial, lateral, dan sudut misalignment poros.  Kopling beroperasi dalam cara yang tenang dan halus.

 banyak kekakuan derajat torsional.

 There is the right angular transmission of angular motion and torque. Ada transmisiangular yang benar dari transmisi gerakan sudut dan torsi.

 Biasanya berumur panjang.  Mudah dipasang dan dilepas.  Kekakuan lateral rendah dll

Bagian Pipe Coupling seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

 

(47)

Bahan Digunakan:

 Pipa kopling dibuat dari berbagai bahan dan pembeli harus selalu mempertimbangkan bahan yang digunakan untuk membuat mereka. Beberapa bahan yang digunakan untuk membuat kopling adalah:

 Brass (Kuningan)  Aluminum  Cast Iron  Stainless Steel  Copper (Tembaga)  Bronze (Perunggu) dll 

 Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalm mengevaluasi kopling adalah sebagai berikut:  Kemampuan beradaptasi  Kemampuan kelurusan  Kebebasan axial  Tendangan  Chemical Resistance  Kapasitas basahan  Kemudahan Instalasi

 Gagal Aman atau Fusible Link

 Lapangan diperbaiki

(48)

 Inherent Balance

 Kemudhan Pemeliharaan

 Jumlah Komponen

 Reciprocating Drivers and Loads

 Kekakuan torsional

(49)

Desain pada kopling:

 Kopling ini tersedia dalam berbagai bentuk dan bentuk. Berbagai desain yang tersedia di kopling dapat sebagai berikut:

 Jenis grid

 Jenis gear

 Jenis Disc

 Elemen jenis Karet / Elastomer

 Fluid Couplings

Bidang aplikasi untuk kopling:

 Selain digunakan sebagai pipa penting, kopling juga digunakan sebagai berikut:

 Peralatan mesin  Perakitan mesin  Robot industri  Automated tanaman  Mesin cetak  Servo drives  Robot sumbu  Manipulator  CNC milling / grinding

(50)

 Aktuator linier

 Mesin kemasan

 Woodworking machinery

 Mesin tekstil

 Mesin cetak

 Mesin pemotong logam dll

Jenis Couplings:

 Kopling adalah bagian integral dari pipa fitting dan berbagai jenis seperti:

 Flexible coupling  Rigid coupling

Pipe Adapters:

 Adapter adalah sangat penting pipa yang memperpanjang atau mengakhiri pipa berjalan. Mereka digunakan untuk menghubungkan pipa-pipa yang berbeda. Fiting ini agak mirip dengan pipa kopling, dengan perbedaan bahwa mereka menghubungkan pipa dari berbagai jenis, salah satunya adalah IPS (Iron Pipe Size). Flex kopling kadang-kadang bertindak seperti adapter. Pipa adapter mungkin baik laki-laki atau perempuan IPS benang pada salah satu ujungnya dan jenis yang berlawanan pada ujung yang lain, yang perlu dilas atau disolder ke pipa yang lebih kecil. Adapter digunakan dalam berbagai aplikasi tetapi mereka biasanya digunakan untuk menyambung pipa yang berbeda untuk perlengkapan.

Bahan yang digunakan:

 Berkualitas tinggi dan tahan lama bahan digunakan untuk membuat pipa adapter. Beberapa dari bahan umum meliputi:

 Steel Baja

(51)

 Aluminum Aluminium

 Copper Tembaga

 Polymers Polimer

 Rubber Karet

 Brass Kuningan

 Bronze etc. Perunggu dll

Jenis Pipe Adapters:

 Adapter ini tersedia dalam berbagai jenis dan sementara berbagai jenis adapter yang diperlukan untuk aplikasi yang berbeda. Sementara membeli adapter untuk pipa, pembeli harus selalu memilih jenis yang tepat bagi aplikasi yang tepat. Beberapa jenis pipa umum adaptor adalah:

1 Penguncian Pipa Adapter

 Ini adalah adapter pipa khusus yang digunakan untuk memasang pipa 6 inci untuk mengalirkan baskom dari berbagai ukuran, yang memerlukan sambungan garis lurus.

2 Pipa offset Adapter:

 Adapter pipa ini digunakan untuk melampirkan 8-10 inci tunggal pipa dinding sampai 9 inci, 12 inci atau 18 inci pipa digunakan untuk mengalirkan baskom dan / atau low profile saluran pembuangan, yang memerlukan sambungan offset. 3 Male Pipe Adapter:

 Male pipa adapter yang dirancang sedemikian rupa sehingga membuat volume minimum sambungan dari pipa wanita perlengkapan pada alat pengukur tekanan dan regulator untuk mati fitting internal volume.

(52)

4 Female Pipe Adapter:

 Adapter pipa ini membuat volume minimum sambungan dari pipa fitting laki-laki, yang biasanya ditemukan di pipa distribusi gas bumi untuk mati fitting internal volume.

5 Straight Thread Adapters:

 Adapter ini juga disebut sebagai cincin O bos fitting dan mereka bergabung di belakang laki-laki setengah dari konektor terhadap permukaan penguncian pelabuhan wanita. Adaptor ini biasanya memiliki benang lurus, yang tidak cap dan hambatan untuk menawarkan layanan tekanan. Straight threaded adapter yang lagi dibagi menjadi dua kategori:

Adjustable: Seperti namanya, adapter ini yang dapat disesuaikan dan termasuk alat kelengkapan seperti siku dan tee. Adjustable lurus threaded adapter membantu pengguna untuk mengubah bentuk ke arah yang diperlukan, sebelum mereka diperketat untuk perakitan.

Non-adjustable: fiting ini termasuk plug atau konektor dan mereka hanya sekrup ke pelabuhan dan umumnya tidak memerlukan penyesuaian.

Menggunakan pipa adapter:

Penting menggunakan pipa adapter adalah sebagai berikut:  Adapter dapat diterapkan di semua pipa sanitasi.

 Mereka adalah kelas makanan dinilai.

 Terisolasi.

 Berlapis.

 Menyediakan kemurnian tinggi dan sangat baik perlawanan kimia.

(53)

 Adapter ideal untuk tinggi getaran atau beban stres samping aplikasi.

 Menawarkan laju aliran yang lebih baik.

 Menawarkan potensi kebocoran lebih sedikit poin, sehingga memberikan halus dan nyaman transisi dari sistem pipa untuk pipa.

 Dalam beberapa kasus, adaptor menghilangkan kebutuhan untuk dilas atau koneksi threaded, yang pada gilirannya menghemat waktu dan biaya.

Figur

Memperbarui...