RENCANA AKSI 100 HARI PENJABARAN PROGRAM PRIORITAS PROMOTER
TINGKAT POLRES
NO KEGIATAN P. JAWAB TERKAIT SATKER TARGET 100 HARI
(15 Juli 2016 -22 Okt 2016) INDIKATOR KEBERHASILAN KRITERIA KEBERHASILAN % CAPAI AN KET 1 2 3 4 5 6 7 8 9
I. PEMANTAPAN REFORMASI INTERNAL POLRI
Ketua : Kabag Sumda1. Peningkatan soliditas internal
Kabag Sumda Bag SDM, Sie Propam, Sie TI, Polsek. 1) Melaksanakan konsolidasi dan menyampaikan commander wish Kapolri kepada seluruh PJU Polres dan para Kapolsek. 2) melaksanaan jam
pimpinan:
• satu kali seminggu. • melaks anev sebulan
sekali. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terlaksananya konsolidasi dan penyampaian Commander Wish kepada seluruh PJU Polres, serta seluruh anggota secara berjenjang. 2) Terlaksananya jam pimpinan secara periodik. 1) Dipahaminya arah bijak Kapolri oleh seluruh jajaran. 2) Terbentuk persamaan persepsi antara atasan dgn bawahan dlm melaks bijak pimpinan. 3) Terbukanya ruang komunikasi antara pimpinan dan bawahan. 1) Laporan Hasil Pelaksanaan Penyampaian Commander Wish. 2) Laporan hasil Pelaksanaan Jam Pimpinan.
3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 4) Laporan Hasil Anev
100 Hari
2. Konsistensi pembinaan karir berdasarkan Merit System dan Rekam Jejak
Kabag Sumda Bag sumda, Sie Was, Siepropam, Ur TI, Polsek. 1) Melaksanakan Anev secara menyeluruh tentang pembinaan karir pada tingkat Polres dan jajaran.
2) Sosialisasi Keputusan Kapolri tentang rekam jejak ditingkat Polres. 3) Melaksanakan Anev 1) Tersusunnya hasil anev secara menyeluruh tentang Pembinaan Karir. 2) Tersosialisasinya Keputusan Kapolri tentang rekam jejak 1) Terwujudnya prinsip the right man in the right place dalam Binkar. 2) Konsistensi pembinaan karir yang mengacu pada Merit 1) Laporan Hasil Anev menyeluruh terkait Binkar. 2) Laporan Hasil Pelaksanaan Sosialisasi Rekam Jejak pada masing- masing Satker. 3) Laporan Hasil
100 Hari. ditingkat Polda. System dan
Rekam Jejak. Anev Periodik (Bulanan) 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 3. Melaksanakan rekrutmen dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH) Kabag Sumda Bag Sumda, Sie Was, Sat Binmas, Sat Intel, Ur TI, 1) Melaksanakan Proses Rekrutmen dengan Prinsip BETAH 2) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terlaksanannya Rekrutmen dengan Prinsip BETAH. 2) Terlaksananya rekrutmen yang bebas KKN. 1) Terjaringnya calon anggota Polri yang berkualitas. 2) Berkurangnya perilaku KKN dalam rekrutmen dan meningkatnya kepercayaan masyarakat. 1) Laporan Hasil pelaksanaan Rekrutmen dengan Prinsip BETAH. 2) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 4. Sistem seleksi Dikbangum Polri yang lebih efisien, efektif, adil, transparan dan objektif Dilaksanakan Oleh Polda 5. Membudayakan perilaku anti korupsi.
Ka Sie Was Bag Sumda, Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat
Narkoba, Sat Intel, Sat Sabhara, Sat Polair, Polsek
1) Sosialisasi Budaya Anti Korupsi melalui pelatihan revolusi mental pada Polres dan Polsek jajaran.
2) Menerapkan Pakta Integritas untuk seluruh petugas pada fungsi yang berpotensi terjadinya perilaku koruptif.
3) Membangun wilayah bebas dari korupsi
1) Terinternalisasi Budaya Anti Korupsi pada setiap anggota Polres. 2) Terlaksananya Pakta Integritas sebagai wujud Budaya Anti Korupsi. 3) terbangunnya Wilayah Zona Integritas di Polres 1) Hilangnya praktek KKN di lingk Polda dan Polres jajaran. 2) Terwujudnya reward and punishment. 1) Laporan Hasil Sosialisasi Budaya Anti Korupsi dan pelatihan Revolusi Mental. 2) Laporan Hasil Pelaksanaan Pakta Integritas pada Polres. 3) Laporan hasil pelaksanaan pemberian
melalui pembentukan
Zona Integritas. 4) Pembinaan disiplin dan
penegakan hukum bagi anggota yang melakukan KKN. 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. 4) Terlaksananya pembinaan disiplin dan penegakan hukum terhadap anggota yang melakukan KKN. reward and punishment. 4) Laporan pembentukan zona integritas. 5) Laporan Hasil Pembinaan Disiplin dan Penegakan Hukum bagi personil Polres. 6) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 7) Laporan Hasil Anev 100 Hari.
II. PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH MUDAH BAGI MASYARAKAT DAN BERBASIS
TEKNOLOGI INFORMASI
Ketua : Kasat Lantas 6. Layanan publik yang
mudah diakses masyarakat, lebih cepat, bebas calo dan berbasis teknologi informasi Wakasat Lantas Sat Lantas, Sat Reskrim, Sat Intel, Sat Narkoba, Ur TI, Polsek.
1) Memberi masukan terkait permasalahan operasionalisasi entry data Pusat Informasi Kriminal Nasional tingkat Polres untuk selanjutnya dilaporkan ke tingkat Polda 2) Mengembangkan E-Policing : • Merampungkan layanan pendaftaran SIM Baru secara online • Merampungkan layanan 1) Tersusunnya masukan terkait permasalahan operasionalisasi entry data Pusiknas (jaringan, sarpras, operator, dan data entry.) 2) Terlaksananya layanan publik yang berbasis teknologi. 1) Meningkatnya kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. 2) Meningkatnya kepuasan masyarakat atas pelayanan Polri. 1) Naskah masukan operasionalisasi entry data Pusiknas tk Polres 2) Laporan Hasil Pelaksanaan layanan Pendaftaran SIM baru secara online 3) Laporan hasil Pelaksanaan layanan pendaftaran SIM baru secara online pada
Perpanjangan SIM
baru secara online pada Polres yang ditunjuk oleh Korlantas Polri. • Melaksanakan Anev menyeluruh terhadap sistem teknologi SP2HP online. • Mengembangkan layanan SKCK online di Polres 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. Polres yang ditunjuk oleh Korlantas Polri. 4) Laporan hasil Anev terhadap sistem tehnologi SP2HP pada tingkat Polres. 5) Laporan hasil pengembangan SKCK online pada Tk Polres. 6) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 7) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 7. Menyederhanakan
regulasi dan proses pada loket-loket pelayanan yang tidak berbelit-belit.
Dilaksanakan oleh Polda
8. Quick Response Kasat Sabhara Sat lantas Sat sabhara Sat Binmas Sat polair Sat reskrim Sat Narkoba Bag Ren Ur TI Sie Kum 1) Mengecek jaringan, sarpras dan operator Call Center Polri 110 sampai tingkat Polsek. 2) Melakukan
pemeliharaan dan perawatan Call Center Polri 110. 3) Memberi pelatihan
terhadap operator dan anggota dalam kecepatan merespon keluhan masyarakat. 1) Terdatakannya permasalahan terkait sistem Call Center 2) Terselesaikanny a permasalahan terkait sistem call center. 3) Terbentuknya kepedulian anggota merespon keluhan Meningkatnya kepuasan masyarakat atas layanan Laporan Masyarakat 1) Laporan hasil pengecekan sistem call center pada tingkat Polres 2) Laporan hasil
penyelesaian masalah terkait sistem call center. 3) Laporan hasil
pelatihan operator dan anggota dalam merespon keluhan masyarakat.
4) Melaksanakan Anev 100 Hari. masyarakat secara cepat 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 9. Modernisasi teknologi pendukung pelayanan publik Ka Ur TI Sat lantas Sat sabhara Sat Binmas Sat polair Sat reskrim Sat Narkoba Bag Ren Bag Sumda Ur TI Sie Kum 1) Memberi masukan terkait kebutuhan teknologi sesuai dengan kondisi wilayah. 2) Melaksanakan Anev 100 Hari Tersusunnya kebutuhan teknologi sesuai dengan kondisi wilayah. Terwujudnya layanan publik yang mudah dan tidak berbelit-belit berbasis teknologi 1) Laporan kebutuhan teknologi pendukung sesuai dengan kondisi wilayah. 2) Laporan Hasil Anev 100 Hari.
III. PENANGANAN KELOMPOK RADIKAL PRO KEKERASAN DAN INTOLERANSI YANG LEBIH
OPTIMAL
Ketua : Kasat Intel 10. Deteksi dini dan
deteksi aksi dalam rangka pemetaan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi
Wakasat Intel Sat lantas Sat sabhara Sat Binmas Sat Intel Sat Reskrim Bag ops Sie Kum 1) Identifikasi dan pemetaan kelompok Radikal Pro Kekerasan dan intoleransi 2) Monitoring dan
penggalangan terhadap kelompok Radikal Pro Kekerasan dan intoleransi
3) Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder terkait untuk membentuk single national radicalism Mapping dengan Polri sebagai
1) Terpetakannya kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi 2) Tergalangnya kelompok radikal Pro kekerasan dan Intoleransi 3) Terbangunnya sinergi polisional dalam Single National Radicalism Menurunnya kasus kekerasan / anarkhisme oleh Kelompok Radikal pro kekerasan dan intoleransi 1) Laporan hasil Pemetaan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi 2) Laporan hasil monitoring dan penggalangan terhadap Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan intoleransi. 3) Laporan hasil rapat
Koordinasi dengan BINDA, KUA, Dinsos dan stake
leading sector yang
melibatkan BINDA, KUA, Dinsos dan stake holder lainnya sebagai pendukung.
4) Melaksanakan Anev 100 Hari.
Mapping holder lainnya pada
tingkat Polda. 4) Laporan Hasil Anev
Periodik (Bulanan) 5) Laporan Hasil Anev
100 Hari 11. Membangun daya
cegah dan daya tangkal warga Wakasat Reskrim Sat lantas Sat sabhara Sat Binmas Sat polair Sat Intelkam Sat reskrim Sat Narkoba Bag ops Sie Humas Sie Kum Polsek 1) Membangun sekolah dan kampus sebagai basis anti radikalisme pro kekerasan dan intoleransi : a. Kelompok Pelajar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/kota b. Kelompok Mahasiswa bekerjasama dengan BEM dan perguruan tinggi c. Memberi masukan tentang konsep kurikulum sekolah, ponpes dan madrasah yang berbasis anti radikalisme dan intoleransi kepada Dinas Pendidikan Tk. Kabupaten/kota. 2) Kelompok tokoh masyarakat, Majelis Taklim dan Ponpes
1) Terbangunnya sinergi dengan seluruh komponen masyarakat dan stake holder terkait dalam mengantisipasi Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 2) Menurunnya eksistensi/ aktivitas Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi di dunia maya. Meningkatnya daya cegah dan daya tangkal warga terhadap Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 1) Surat Perintah Pelaksanaan Tugas 2) Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari.
dengan Membangun kesepahaman dan deklarasi anti radikalisme pro kekerasan dan intoleransi 3) Kelompok Masyarakat Umum dengan melaksanakan door to door, tatap muka dengan kelompok komunitas untuk membangun pemahaman tentang radikalisme pro kekerasan dan intoleransi. 4) Komunitas dunia maya a. bekerjasama dengan media online b. memberikan penjelasan atas berbagai pemberitaan radikalisme pro kekerasan dan intoleransi (counter messaging) c. Memanfaatkan
portal berita Polri : www.tribratanews. com sebagai sarana kampanye anti radikalisme
pro kekerasan dan
intoleransi. 5) Melakukan Anev 100 Hari. 12. Kerjasama dengan stakeholder Kasubbag Binops Sat lantas Sat sabhara Sat Binmas Sat polair Sat Intelkam Sat reskrim Sat Narkoba Bag ops Sie Humas Sie Kum Polsek 1) Mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi terhadap tim terpadu Penanganan Konflik Sosial.
2) Mendorong tim terpadu Penanganan Konflik Sosial untuk menangani permasalahan
Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 3) Menyusun dan
melaporkan Rencana Aksi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. 4) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terlaksananya evaluasi pelaksanaan tugas tim terpadu dalam menangani Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi 2) Tersusunnya rencana aksi secara terpadu kabupaten/kota . Meningkatnya sinergitas penanganan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi kabupaten/kota
1) Laporan hasil anev terhadap tim terpadu kabupaten/kota dalam menangani Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 2) Laporan
penanganan permasalahan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi oleh Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 4) Laporan Hasil Anev 100 hari. 13. Mengintensifkan kegiatan dialogis di kantong-kantong Pok. Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi
Kasat Binmas Sat Sabhara Sat Binmas Sat Intelkam Sat reskrim 1) Menyusun rencana kegiatan aksi pemolisian di kantong-kantong kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi meliputi: a. Door to door b. Dialog, tatap 1) Tersusunnya rencana kegiatan aksi pemolisian yang konseptual dan berkelanjutan. 2) Meningkatnya aksi pemolisian pada kantong-Menurunnya aksi kekerasan / anarkhisme yang dilakukan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 1) Rencana Aksi Pemolisian selama 100 hari 2) laporan hasil pemolisian pada kantong-kantong pok radikal pro kekerasan dan intoleransi
muka, sambang. c. Patroli dialogis d. Ceramah dalam kegiatan agama 2) Implementasi rencana kegiatan aksi pemolisian. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. kantong Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 14. Penegakkan hukum yang optimal.
Kasat Reskrim Sat Sabhara Sat Binmas Sat Intelkam Sat reskrim Polsek
1) Memberikan masukan dalam rangka Evaluasi terhadap implementasi Perkap No. 8 / 2013 tentang teknis penanganan konflik sosial khususnya dalam penegakan hukum terhadap aksi
Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 2) Membuat ren sosialisasi dan pelatihan implementasi Perkap No. 8 / 2013 khususnya dalam menghadapi anarkhisme dan kekerasan yang dilakukan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Tersusunnnya masukan dalam rangka evaluasi terhadap implementasi Perkap No. 8 / 2013 dalam penanganan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. 2) Meningkatnya profesionalisme anggota dalam penanganan Kelompok Radikal Pro Kekerasan dan Intoleransi. Meningkatnya rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri 1) Naskah masukan terhadap implementasi Perkap No. 8 / 2013 pada tingkat Polda dan Polres. 2) Jadwal pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan Perkap No. 8 / 2013 3) Laporan hasil pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan perkap No. 8 / 2013. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari.
IV. PENINGKATAN PROFESIONALISME POLRI MENUJU KEUNGGULAN
Ketua : kabag Sumda15. Peningkatan kualitas 8 standar pendidikan . Dilaksanakan oleh Polda 16. Peningkatan pelatihan fungsi teknis pada satuan kewilayahan
Kasubbag Pers Bag Sumda Polsek.
1) Melakukan evaluasi terhadap perangkat dan metode pelatihan di Polres. 2) Membuat rencana pelatihan fungsi scr periodik 3) Melaksanakan pelatihan fungsi (minimal 1 kali dalam seminggu). 4) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Tersusunnya perangkat dan metode pelatihan fungsi teknis. 2) Terlaksananya pelatihan fungsi secara periodik. 1) Meningkatnya profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. 2) Perubahan perilaku dan sikap dalam pelaksanaan tugas. 1) Rencana Pelatihan Fungsi pada Tk. Polres secara periodik. 2) Laporan Hasil Pelatihan Fungsi pada Tk. Polres secara periodik. 3) Laporan Hasil Anev terhadap Perangkat dan Metode Pelatihan pada Tk. Polres. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 5) Laporan Anev 100 Hari. 17. Mengoptimalkan Sistem Manajemen Kinerja
Kasubbag Pers Bag SDM Polsek
1) Inventarisasi dan pemetaan
permasalahan dlm penerapan SMK sebagai masukan untuk mengevaluasi Perkap. 2) Memberikan masukan terhadap rancangan revisi perkap. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terpetakannya permasalahan dalam penerapan SMK. 2) Tersusunnya masukan terhadap rancangan revisi Perkap tentang SMK. 1) Terimplementasi penilaian kinerja yang objektif dan akuntabel. 2) Terwujudnya pembinaan karir sesuai dengan kompetensi. 1) Laporan Hasil Inventarisasi Pemetaan PermasalahanPener apan SMK. 2) Naskah tentang masukan terhadap rancangan revisi Perkap tentang SMK. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan)
4) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 18. Penyusunan rumpun jabatan fungsional dan sertifikasi profesi. Dilaksanakan oleh Polda 19. Modernisasi almatsus dan alpalkam polri Dilaksanakan oleh Polda
V. PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PERSONIL POLRI
Ketua : Kabag Sumda20. Peningkatan Tunjangan Kinerja Dilaksanakan oleh Mabes Polri. 21. Peningkatan pemenuhan rumah dinas anggota Polri
Kasubbag Sarpras
Bag Ren, Bag Sumda, Sie Propam, Sie Was, Sie Um
1) Menginventarisir jumlah dan kondisi rumah dinas Polres dan Polsek
2) Melakukan penataan kembali penggunaan rumah dinas Polres dan Polsek secara bertahap.
3) Menyusun rencana kebutuhan perumahan dinas baru secara rinci. 4) Melaksanakan
koordinasi dengan Pemda, dan DPRD Kabupaten/Kota. 5) Melakukan kerjasama
dengan Pemda dan
1) Terinventarisasi perumahan dinas Polres dan Polsek. 2) Tertatanya
penggunaan rumah dinas Polres dan Polsek secara bertahap. 3) Tersusunnya Rencana Kebutuhan Perumahan Dinas Baru. 4) Terlaksananya koordinasi dengan Pemda dan DPRD Kabupaten/ Kota. 5) Terlaksananya Meningkatnya jumlah rumah dinas Polres dan Polsek . 1) Laporan Hasil Inventarisasi jumlah dn kondisi perumahan dinas Polres dan Polsek 2) Laporan Hasil
Penataan Rumah Dinas
3) Naskah Rencana Kebutuhan Rumah Dinas Polres dan Polsek. 4) Naskah usulan pemenuhan rumah dinas kepada Pemda, dan DPRD Kabupaten/ Kota. 5) Laporan Hasil
pihak lain
(pemanfaatan CSR) terkait pemenuhan Perumahan Dinas Polres dan Polsek . 6) Melaksanakan Anev
100 Hari.
kerjasama dengan Pemda dan pihak lain (CSR) terkait pemenuhan Perumahan Dinas Polres dan Polsek.
Anev Periodik (Bulanan) 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 22. Meningkatkan program pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi anggota Polri
Kasubbag Pers Bag Ren, Bag Sumda, Sie Um
1) Melaksanakan
updating data anggota dan keluarganya yang belum terdaftar dalam Program BPJS; 2) Mengevaluasi
implementasi Program BPJS kepada anggota Polres dan Polsek jajaran. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Ter-update-nya data anggota Polres dan Polsek serta keluarganya kedalam Program BPJS. 2) Tersusunnya hasil evaluasi pelaksanaan Program BPJS. Meningkatnya kualitas Pelayanan Kesehatan bagi anggota Polres dan Polsek serta keluarganya.
1) Laporan jumlah personil Polres dan Polsek serta keluarganya yang belum terdaftar dalam Program BPJS; 2) Laporan hasil evaluasi pelaksanaan program BPJS 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari 23. Peningkatan tunjangan kemahalan bagi anggota di daerah perbatasan dan Papua
Kabag Ren
Bag
Sumda, bag
Ren,
Polsek.
1) menginventarisir dan mengusulkan daerah-daerah yang perlu mendapatkan tunjangan perbatasan dan kemahalan. 2) mengusulkan tunjangan kemahalan bagi anggota di daerah perbatasan dan Papua sesuai dengan Kebutuhan Hidup 1) Tersusunnya naskah usulan daerah-daerah yang perlu mendapatkan tunjangan perbatasan dan kemahalan. 2) Tersusunnya naskah usulan besaran tunjangan Terpenuhinya kebutuhan Hidup Layak bagi anggota di daerah perbatasan dan Papua 1) Naskah usulan daerah-daerah yang perlu mendapatkan tunjangan perbatasan dan kemahalan. 2) Naskah usulan besaran tunjangan kemahalan bagi anggota di daerah perbatasan dan Papua sesuai dengan Kebutuhan Hidup
Layak (KHL). 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. kemahalan bagi anggota di daerah perbatasan dan Papua sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Layak (KHL). 3) Laporan Hasil Anev
Periodik (Bulanan 4) Laporan Hasil Anev
100 Hari.
24. Peningkatan dukungan operasional Bhabinkamtibmas
Kasat Binmas Sat Binmas Bag Sumda, Bag Ren, Sie Keu. 1) Menginventarisir jumlah personil Bhabinkamtibmas yang definitif. 2) Memberikan masukan terkait peningkatan besaran dukungan operasional Bhabinkamtibmas 3) Melaksanakan Anev 100 Hari Terinventarisirnya jumlah personil Bhabinkamtibmas definitif, tugas rangkap dan kekurangannya. Meningkatnya dukungan operasional dan kinerja Bhabinkamtibmas. 1) Laporan Hasil Inventarisasi Bhabinkamtibmas meliputi jumlah personil Bhabinkamtibmasd efinitif, tugas rangkap dan kekurangannya. 2) Laporan Hasil Pengkajian Besaran Dukungan Operasional Kebutuhan Bhabinkamtibmas 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 25. Mengupayakan program wirausaha bagi anggota Polri
Dilaksanakan oleh Polda
26. Dukungan asuransi keselamatan kerja bagi anggota Polri
Dilaksanakan oleh Polda
VI. PENATAAN KELEMBAGAAN DAN PEMENUHAN PROPORSIONALITAS ANGGARAN SERTA
KEBUTUHAN MINIMAL SARPRAS
Ketua : Kabag Ren27. Penyederhanaan SOP yang berbasis check list dan hasil.
Dilaksanakan oleh Polda
28. Restrukturisasi SOTK Polri sesuai tantangan tugas, antara lain penguatan Densus 88/ AT, Brimob dan Baharkam Dilaksanakan oleh Polda 29. Pemenuhan proporsionalitas anggaran Dilaksanakan oleh Polda 30. Pemenuhan kebutuhan minimal SDM dan Sarpras (DSPP) Kasubbag Progar Bag Sumda Bag Ren Polsek 1) Memberi masukan ke polda terkait penyusunan DSPP mengacu pada rancangan Perkap restrukturisasi SOTK tingkat Polres dan Polsek. 2) Melaksanakan Anev 100 Hari. Tersusunnya naskah masukan terkait DSPP yang mengacu pada rancangan Perkap restrukturisasi SOTK Polres dan Polsek. Terpenuhinya kebutuhan minimal SDM dan Sarpras (DSPP) secara bertahap. 1) Naskah masukan DSPP mengacu pada rancangan Perkap restrukturisasi SOTK tingkat Polres dan Polsek.
2) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 3) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 31. Pembentukan Polda Kalimantan Utara (Kaltara), peningkatan tipologi Polda Lampung dan Riau serta
peningkatan tipologi Polres
Dilaksanakan oleh Polda
VII. PENGUATAN HARKAMTIBMAS Ketua :
Kabag Ops 32. Penggelaran personel
berseragam pada daerah rawan kejahatan, macet dan laka lantas Wakasat Sabhara Bag Ops, Sat Sabhara, Sat Binmas, Sat Pamobvit, Sat Lantas, Polsek
1) Melakukan anev dan pemetaan lokasi gangguan kamtibmas, rawan macet dan laka lantas;
2) Menyusun rencana gelar personel pada lokasi rawan
kejahatan, kemacetan dan laka lantas pada pagi, siang dan malam hari.
3) Penggelaran pasukan berseragam pada lokasi rawan
kejahatan, kemacetan dan laka lantas sesuai pemetaan; 4) Membentuk tim pengawas penggelaran personel 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Meningkatnya kehadiran anggota Polri pada titik-titik rawan kejahatan, kemacetan dan laka lantas. 2) Berkurangnya kejadian pada titik-titik rawan kejahatan, kemacetan dan laka lantas. Meningkatnya rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. 1) Laporan Hasil Anev lokasi rawan kejahatan, kemacetan dan laka lantas. 2) Peta Kerawanan Wilayah 3) Laporan Penggelaran anggota di lapangan pada pagi, siang dan malam hari. 4) Laporan Hasil pelaksanaan pengawasan tugas. 5) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 33. Peningkatan pengamanan perbatasan melalui pembangunan pos-pos pengamanan perbatasan Kasubbag sarpras Bag Ren, Bag Sumda, Sie keu, Polsek. 1) Melakukan pendataan polsek-polsek dan atau pos-pos di wilayah perbatasan dan wilayah terluar termasuk kebutuhan personel, sarpras dan anggarannya; 2) Mengusulkan
pembangunan Polsek dan atau pos-pos di wilayah perbatasan 1) Tersusunnya Laporan tentang jumlah Polsek dan Pos pengamanan perbatasan yang ada saat ini termasuk kebutuhan personil sarpras dan anggaran. 2) Tersusunnya Disetujuinya Rencana Kebutuhan Pembangunan Polsek dan atau Pos Pengamanan Perbatasan secara bertahap dengan skala prioritas.
1) Laporan tentang jumlah Polsek dan Pos pengamanan perbatasan yang ada saat ini termasuk kebutuhan personil sarpras dan anggaran. 2) Naskah usulan rencana pembangunan
dan sumber dayanya
yang dilaksanakan pada Tahap II. 3) Melaksanakan Anev
100 Hari.
naskah usulan rencana pembangunan Polsek dan atau pos pengamanan Perbatasan.
Polsek dan atau pos pengamanan Perbatasan. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 4) Laporan Anev 100 Hari. 34. Penanganan
kebakaran hutan dan lahan
Kasat Reskrim Sat Sabhara, Sat Reskrim, Sat intelkam, Bag Ops, Polsek. 1) Melakukan inventarisasi dan pemetaan hot spot pada hutan dan lahan yang rawan terjadinya kebakaran;
2) Mengintensifkan koordinasi dengan Pemda, TNI, Damkar, BNPB, dan SAR dalam rangka memantapkan satgas pemadaman karhutla; 3) Menyusun giat sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat dan perusahaan; 4) Penegakkan hukum
terhadap pelaku baik perseorangan maupun badan usaha. 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terinventarisasi dan terpetakannya hot spot. 2) Terlaksananya rapat koordinasi dan penggelaran anggota secara terpadu dalam menangani karhutla. 3) Tersusunnya rencana kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla. 4) Terlaksananya penegakan hukum yang konsisten. 1) Meningkatnya peran serta masyarakat dan komponen yang ada dalam penanganan kebakaran hutan. 2) Meningkatnya kerjasama dengan stake holders terkait dengan upaya komprehensif (pencegahan, pemadaman, dan gakkum) untuk penanganan karhutla. 3) Menurunnya angka kebakaran hutan dan lahan.
1) Laporan Hasil Inventarisasi dan Pemetaan hot spot pada daerah yang rawan kebakaran hutan; 2) Laporan Hasil Rapat Koordinasi dengan stake holders terkait yang dilaksanakan minimal satu kali sebulan. 3) Laporan Kegiatan Terpadu dalam penanganan karhutla mulai dari tindakan pencegahan dan pemadaman karhutla. 4) Laporan Hasil Pelaksanaan Sosialisasi baik mandiri maupun gabungan dengan stake holder terkait minimal satu kali
seminggu. 5) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 35. Penguatan sinergi polisional dengan TNI, BIN, BNN, BNPT, Basarnas, Bakamla dan Pemda.
Kasubbag Binops Sat Sabhara, Sat intelkam, Sat Reskrim, sat narkoba, Bag Ren, Bag Ops, Polsek.
1) Melakukan evaluasi pelaksanaan kerjasama dengan TNI, BINDA, BNNK, BPBD, Kantor SAR Kabupaten/kota, Bakamla dan Pemda Tk.II . 2) Menyusun program kerjasama yang berkelanjutan. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Tersusunnya Hasil Evaluasi Sinergi Polisional dengan TNI, BINDA, BNNK, BPBD, Kantor SAR Kabupaten/kota, Bakamla dan Pemda Tk.II . 2) Tersusunnya Program Kerjasama yang berkelanjutan. Meningkatnya sinergi polisional dalam mewujudkan Kamdagri yang kondusif. 1) Laporan Hasil Rapat Koordinasi terkait Koordinasi dan Kerjasama yang selama ini telah dilaksanakan pada Tk. Polres. 2) Laporan Hasil Evaluasi pada Tk. Polres. 3) Laporan Hasil Rapat Koordinasi terkait program yang akan dilakukan kerjasama. 4) Rencana Program Kerjasama 5) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 36. Pengamanan Pilkada serentak 2017-2018, serta Pileg dan Pilpres 2019 Kasubbag Binops Sat Sabhara, Sat intelkam, Sat Reskrim, Sat narkoba, Bag Ren, Bag Ops, 1) Menyusun rencana operasi, rencana pengamanan dan rencana kontijensi Pilkada Serentak Bupati/Walkot 2017. 1) Tersusunnya rencana operasi, rencana pengamanan dan rencana kontijensi Pelaksanaan Pengamanan Tahapan Pilkada Serentak 2017 berjalan dengan aman, lancar dan
1) Naskah Rencana Operasi, Rencana Pengamanan dan Rencana Kontijensi Pilkada Serentak
Polsek.
2) Menyiapkan “asta siap” yang meliputi siap administrasi, siap mako, siap personel, siap masyarakat, siap latpraops, siap pilun, siap sarpras, siap anggaran utk Pilkada Bupati/Walkot 2017. 3) Mengoptimalkan operasionalisasi sistem informasi teknologi pendukung pengamanan Pilkada Serentak 2017. 4) Mempersiapkan tim
terpadu dalam sentra gakkumdu Polres. 5) Melakukan koordinasi
dengan penyelenggara, pengawas dan peserta Pilkada Serentak 2017 serta stake holder terkait lainnya. 6) Melaksanaan
pengamanan tahapan awal Pilkada Serentak Bupati/Walkot 2017. 7) Melaksanakan Anev 100 Hari. Pilkada Serentak Bupati/Walkot 2017. 2) Tergelarnya Posko Pam Pilkada Serentak Bupati/Walkot 2017. 3) Tergelarnya “asta siap”. 4) Tergelarnya sistem informasi teknologi pendukung pengamanan pada Tk. Polres yang optimal. 5) Terbentuknya Tim Terpadu penanganan tindak pidana Pilkada Serentak Bupati/Walkot 2017. 6) Terlaksananya sinergi dengan penyelenggara pengawas dan peserta Pilkada serentak 2017 serta stake holder terkait lainnya. 7) Tersusun dan terlaksananya rencana pengamanan pada setiap kondusif. Bupati/Walkot 2017. 2) Laporan Kesiapan “asta siap” Pilkada Serentak Bupati/Walkot 2017 3) Laporan kesiapan Operasionalisasi Penggelaran Sistem Informasi Teknologi pada Tk. Polres 4) Laporan Hasil Rapat Koordinasi dengan Kejaksaan, Bawaslu/ Panwaslu dan peserta Pilkada Serentak 2017 serta stake holder terkait lainnya. . 5) Laporan Hasil Pelaksanaan Pengamanan Tahapan Pemilu. 6) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 7) Laporan Hasil Anev 100 Hari
tahapan Pilkada
2017. 37. Pengamanan
program prioritas nasional dan paket kebijakan ekonomi pemerintah
Kasat Reskrim Sat Sabhara, Sat intelkam, Sat Reskrim, Sat narkoba, Sat Lantas Bag Ren, Bag Ops, Polsek. 1) Penyederhanaan pelayanan kepolisian. 2) Pemberantasan
pungutan liar dan calo pada sektor pelayanan publik. pengamanan pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional dan lokal 3) Pengamanan
distribusi bahan pokok dan BBM dari hulu s/d hilir. 4) Gakkum terhadap para pelaku penimbunan sembako, penyalahgunaan/ penyimpangan BBM bersubsidi, kejahatan ekonomi lainnya dan Kartel Kebutuhan Bahan Pokok 5) Melaksanakan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. 6) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terwujudnya Pelayanan Kepolisian yang mudah cepat dan sesuai ketentuan. 2) Berkurangnya praktek pungutan liar dan percaloan pada sektor pelayanan publik. 3) Lancarnya pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional. 4) Lancarnya Distribusi Bahan Pokok dan BBM tidak mengalami gangguan dan hambatan sampai tujuan. 5) Terlaksananya penegakan hukum yang konsisten. 6) Meningkatnya koordinasi dengan stake holder terkait. Terlaksananya Pembangunan Program Prioritas Nasional dan Paket Kebijakan Ekonomi pemerintah dengan aman dan kondusif.
1) Laporan hasil penyederhanaan pelayanan Kepolisian yang masih menghambat program prioritas dan paket kebijakan ekonomi. 2) Laporan Hasil Pemberantasan Pungli dan Calo pada sektor pelayanan publik. 3) Laporan Hasil Pengamanan Pembangunan Infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional. 4) Laporan Hasil Pengamanan Distribusi Bahan Pokok dan BBM. 5) Laporan Hasil Penegakan Hukum. 6) Laporan Hasil Koordinasi dengan Stake Holder terkait. 7) Laporan Hasil Anev Periodik
(Bulanan) 8) Laporan Hasil
Anev 100 Hari.
VIII. MEMBANGUN KESADARAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KAMTIBMAS
Ketua : Kasat Binmas38. Membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila. Wakasat Binmas Sat Sabhara, Sat intelkam, Sat Reskrim, Sat narkoba, Sat Binmas, Sat lantas
Bag Ren, Bag Ops, Polsek.
1) Membangun sekolah dan kampus sebagai basis anti kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila: a. Kelompok Pelajar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan tingkat Kabupaten/kota b. Kelompok Mahasiswa bekerjasama dengan BEM dan perguruan tinggi c. Memberi masukan tentang konsep kurikulum sekolah, ponpes dan madrasah yang berbasis anti kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila kepada Dinas Pendidikan Tk. Kabupaten/ Terbangunnya sinergi dengan seluruh komponen masyarakat dan stake holder terkait dalam mengantisipasi kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam melakukan daya cegah dan daya tangkal terhadap kejahatan jalanan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti pancasila 1) Laporan Hasil Inventarisasi dan Pemetaan Pok-pok masyarakat yang menjadi sasaran Binluh. 2) Laporan Hasil Rapat Koordinasi dengan Disdik Kabupaten/kota dan stake holder lainnya.
3) Laporan Hasil Kerjasama dengan Diknas dan stake holder terkait lainnya pada Tk. Polres. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan) 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari.
kota
2) Kelompok tokoh masyarakat, Majelis Taklim dan Ponpes dengan Membangun kesepahaman dan deklarasi anti kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila. 3) Kelompok
Masyarakat Umum dengan melaksanakan door to door, tatap muka dengan kelompok komunitas untuk membangun pemahaman tentang kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila.
4) Melakukan Anev 100 Hari.
39. Pemenuhan satu Bhabinkamtibmas satu Desa/ Kelurahan secara bertahap Wakasat Binmas Sat Binmas, Bag Sumda Bag Ren, , Polsek. 1) Menginventarisir jumlah Bhabinkamtibmas definitif. 2) Mengusulkan rencana pemenuhan Bhabinkamtibmas secara bertahap dengan skala prioritas. 3) Menyusun rencana pelatihan petugas 1) Terinventarisasi jumlah Bhabinkamtibmas yang definitif. 2) Tersusunnya Skala Prioritas pemenuhan Bhabinkamtibmas. 3) Tersusunnya rencana pelatihan Bhabinkamtibmas Terpenuhinya Bhabinkamtibmas satu desa/ kelurahan dengan penambahan 10 % dari jumlah Bhabinkamtibmas yang definitif. 1) Laporan Hasil Inventarisasi Jumlah Bhabinkamtibmas yang definitf. 2) Usulan pemenuhan personel Bhabinkamtibma 3) Laporan hasil pelaksanaan
Bhabinkamtibmas.
4) Peningkatan frekuensi door to door, sambang, dan dialog kemitraan. 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. selama 100 hari. 4) Meningkatnya frekuensi door to door, sambang, dan dialog kemitraan. Pelatihan Bhabinkamtibmas minimal satu kali seminggu. 4) Laporan Hasil Binluh minimal 2 kali seminggu. 5) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 40. Mendorong pemanfaatan alat-alat pengamanan berbasis teknologi (Panic Button, Alarm dan CCTV)
Kasat Sabhara Sat Sabhara, Sat intelkam, Sat Binmas, Sat lantas Bag Ops, Polsek 1) Melakukan pendataan dan pemetaan daerah rawan yang membutuhkan alat pengamanan. 2) Koordinasi dengan Pemda, Ketua Lingkungan, pemilik lokasi yang memerlukan alat pengamanan. 3) Melakukan sosialisasi kepada Pemda Kab/kota, Ketua Lingkungan, pemilik lokasi tentang perlunya peralatan pengamanan berbasis teknologi. 4) Mendorong Pemda Kab/kota dan DPRD Kab/kota untuk membuat regulasi tentang kewajiban pemasangan cctv 1) Terdata dan terpetakannya daerah rawan yang membutuhkan alat pengamanan. 2) Terlaksananya koordinasi dengan Pemda, Ketua Lingkungan, pemilik lokasi yang memerlukan alat pengamanan 3) Terlaksananya sosialisasi kepada Pemda, Ketua Lingkungan, pemilik lokasi tentang perlunya peralatan pengamanan berbasis Terpasangnya alat- alat pengamanan berbasis teknologi pada daerah rawan kejahatan,macet, laka lantas dan tempat publik lainnya. 1) Laporan Hasil Pendataan dan Pemetaan daerah rawan yang membutuhkan alat pengamanan. 2) Laporan Hasil Koordinasi dengan Pemda Kab/kota , Ketua Lingkungan dan pemilik lokasi. 3) Laporan Hasil Pelaksanaan Sosialisasi. 4) Laporan finalisasi Rancangan Perda Kab/kota . 5) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari
pada area
perkantoran, pertokoan, dan perumahan yang berada pada jalan- jalan utama, lokasi rawan dan tempat publik lainnya. 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. teknologi. 4) Tersusunnnya Rancangan Perda Kab/kota . 41. Penguatan pembinaan teknis Polsus dan Pam Swakarsa, serta Korwas PPNS.
Kasat Reskrim Sat Reskrim, Sat intelkam, Sat Binmas, Bag Ops, Polsek 1) Melakukan Anev implementasi operasional penyelenggara fungsi kepolisian oleh Polsus, Pam Swakarsa. 2) Melakukan evaluasi implementasi regulasi terkait pembinaan Polsus; koordinasi dan pengawasan; serta Pembinaan Pam Swakarsa.
3) Penguatan pembinaan Polsus:
a. Pendataan dan evaluasi kuantitas dan kualitas Polsus; b. Membuat rencana pelatihan secara periodik; c. Memberikan 1) Terlaksananya Anev implementasi operasional penyelenggara fungsi kepolisian oleh Polsus, Pam Swakarsa. 2) Terdatanya
Polsus, dan Pam Swakarsa baik secara kualitas maupun kuantitas. 3) Terlaksananya penguatan pembinaan pembinaan Polsus, Pam Swakarsa. Meningkatnya kemampuan dan keterampilan Polsus dan PAM Swakarsa sebagai pelaksana fungsi kepolisian terbatas. 1) Laporan Hasil Evaluasi Implementasi Operasional Penyelenggaraan Fungsi Kepolisian Polsus, Pam Swakarsa 2) Laporan Hasil Evaluasi Implementasi regulasi terkait pembinaan Polsus, dan Pam Swakarsa 3) Laporan Hasil Pelaksanaan Penguatan Pembinaan Khusus Polsus, PAM Swakarsa, 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari
pelatihan terkait tugas-tugas Polsus; d. Melakukan koordinasi, perbantuan tugas, dan supervisi secara periodik.
4) Penguatan pembinaan Pam Swakarsa. a. Pendataan dan
evaluasi kuantitas dan kualitas pam swakarsa. b. Melakukan koordinasi dengan perusahaan, perkantoran maupun perumahan, kampus/sekolah, dan stakeholder terkait yang menggunakan jasa pam swakarsa. c. Melakukan
penertiban terhadap BUJP yang tidak sesuai ketentuan regulasi.
d. Membuat rencana pelatihan BUJP yang distandarisasi secara nasional.
e. Melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan perusahaan
/ pimpinan BUJP /
kepala satpam guna meningkatkan sinergi antara pam swakarsa dengan Polri. f. Melaksanakan apel
bulanan pada tingkat Polres.
g. Melakukan supervisi implementasi pelaksanaan tugas pam swakarsa secara periodik.
6) Melaksanakan Anev 100 Hari
42. Penguatan kerjasama dengan civil society dlm mengidentifikasi masalah sosial & upaya penyelesaiannya Wakasat Binmas Sat binmas, Sat intel, Sat Reskrim, Sie Propam, Sie Was Bag Ops, Polsek. 1) Menginventarisasi dan mendatakan permasalahan sosial yang menjadi perhatian publik. 2) Mendatakan keluhan masyarakat terkait tindakan pemolisian yang berimplikasi pada pelanggaran HAM. 3) Melakukan koordinasi
dan kerjasama dengan civil society untuk mencari solusi permasalahan tersebut. 4) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terinventarisasi dan terdatanya permasalahan sosial yang menjadi perhatian publik. 2) Terdatanya keluhan masyarakat terkait tindakan pemolisian yang berimplikasi pada HAM. 3) Terlaksananya koordinasi dan kerjasama dengan civil society. Berkurangnya permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. 1) Laporan Hasil Inventarisasi dan Pendataan Permasalahan Sosial. 2) Data tentang Laporan keluhan masyarakat terkait aksi pemolisian yang berimplikasi pada dugaan pelanggaran HAM dan atau kekerasan eksesif 3) Laporan Hasil Koordinasi dengan civil society. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan).
5) Laporan Hasil
Anev 100 Hari. 43 Manajemen Media Kasie Humas Satreskrim,
Satlantas, Satbinmas, Satintel, Satsabhara, Polsek 1) Melakukan pendekatan kpd media konvensional (mainstream). 2) Mengelola “social media”. 3) Menggunakan intelijen media. 4) Mempublikasikan setiap keberhasilan Polri. 5) Menekan intensitas pemberitaan negatif. 6) Merespon cepat dan
segera menetralisir/ mengklarifikasi sentimen negatif. 7) Mengelola “trending topic”. 1) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terbangunnya komunikasi strategis dengan key opinion leader media konvensional dan social media. 2) Menurunnya intensitas pemberitaan negative 3) Meningkatnya kecepatan viral atas klarifikasi/ berita netral dari Polri. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri. 1) Laporan hasil komunikasi strategis dengan key opinion leader media konvensional dan social media. 2) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 3) Laporan hasil anev 100 Hari.
IX. PENEGAKAN HUKUM YANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERKEADILAN
Ketua : Kasat Reskrim44. Penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik meliputi kejahatan jalanan, perjudian, kejahatan terhadap perempuan dan anak,
Wakasat Reskrim Sat Binmas, Sat Intel, Sat Reskrim, Sat Sabhara Sie Propam, Sie Was Bag Ops, 1) Mengoptimalkan peran waskat dalam penanganan tindak pidana. 2) Melakukan koordinasi dan menyusun program 1) Meningkatnya peran waskat dalam penanganan tindak pidana. 2) Terlaksananya koordinasi dan Meningkatnya kepuasan dan rasa aman masyarakat. 1) Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas Waskat. 2) Laporan Hasil Koordinasi dengan BNNK, Kejaksaan, dan
terorisme, illegal
fishing, korupsi, narkoba, cyber crime dan kejahatan ekonomi lainnya.
Polsek. terpadu dengan BNNK, Dinas Kelautan, Kejaksaan, dan stake holder terkait lainnya. 3) Membuat rencana pelatihan dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan penanganan kasus- kasus yang menjadi perhatian publik. 4) Melakukan sosialisasi
regulasi baru terkait kasus-kasus kejahatan yang menjadi perhatian publik. 5) Penegakan hukum secara optimal. a. Kejahatan Jalanan • Tentukan target pelaku, benda dan jaringan.
• Bentuk tim khusus ungkap target. • Lakukan razia
gabungan dengan TNI dan Satpol PP secara terus menerus. • Tegakkan hukum secara tegas b. Perjudian : • Tentukan target tersusunnya program terpadu dengan BNNK, Kejaksaan, dan stake holder terkait lainnya. 3) Tersusunnya rencana pelatihan dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. 4) Terlaksananya sosialisasi regulasi baru terkait kasus-
kasus kejahatan
yang menjadi perhatian publik. 5) Konsistensi penegakan hukum. stake holder terkait lainnya. 3) Naskah rencana pelatihan peningkatan kemampuan dan keterampilan. 4) Laporan Hasil Sosialisasi regulasi baru. 5) Laporan Hasil Penegakan hukum. 6) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 7) Laporan Hasil Anev 100 Hari.pelaku dan lokasi
perjudian serta menindak target yang sudah ditetapkan.
• Tindak tegas segala bentuk perjudian (togel, ketangkasan, bola, judi online dsb).
• Tindak tegas anggota yang menjadi backing. • Sanksi administrasi
bagi Kasatwil yang di wilayahnya masih ada perjudian c. Kejahatan thd
Perempuan dan Anak : • Koordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak, Komnas Perempuan, Bapas, Psikolog. • Koordinasi dengan Kejaksaan. • Tegakkan hukum secara tegas. d. Terorisme : • Terupdatenya jaringan terorisme. • Tentukan target terorisme. • Tentukan target waktu pengungkapan
• Kerjasama dengan kementerian Agama, Tokoh utama moderat • Aktifkan kembali wajib lapor 1x24 jam bagi tamu yg berkoordinasi dengan RT/RW. • Buat Program Deradikalisasi dan Kontra Radikalisasi. • Tegakkan hukum secara tegas. e. Korupsi : • Tingkatkan sinergitas dengan JPU dengan BPKP dan PPATK sejak awal penyidikan. • Meningkatkan
koordinasi dengan mabes Polri • Menyusun target
Selra kasus Korupsi Tk. Polres.
f. Narkoba:
• Lakukan pertemuan dengan BNNK minimal satu kali sebulan dalam rangka pencegahan, penindakan dan rehabilitasi. • Lakukan sharing dengan BNNK dan
stake holder terkait
lainnya tentang jaringan Narkoba. • Update jaringan narkoba di wilayah masing-masing dalam rangka menghilangkan paham radikal. • Tindak tegas
anggota yang terlibat penyalah gunaan narkoba. • Melaks razia gabungan di tempat hiburan maupun kos-kosan g. Kejahatan Ekonomi lainnya.
• Buat tim khusus penanganan kejahatan ekonomi lainnya. menangani minimal 1 kasus, • Menindak tegas anggota yang menjadi backing. Catatan : Terapkan TPPU terhadap semua pelaku tindak pidana sesuai UU TPPU.
6) Melaksanakan Anev 100 hari
45. Menghilangkan
pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan.
Kasi Propam Sat Binmas, Sat Intel, Sat Reskrim, Sat Sabhara, Sat Lantas, Sat Narkoba Sie Propam, Sie Was Polsek. 1) Sosialisasi melalui banner, pamflet, spanduk, selebaran dsb tentang larangan pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan. 2) Membuka akses kepada masyarakat melalui “website/ public complain online” tentang keluhan masyarakat terkait proses penyidikan. 3) Meningkatkan pengawasan melekat dan pengawasan struktural dalam proses penyidikan. 4) Penegakan hukum terhadap pelaku pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan. 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Tersosialisasinya himbauan melalui banner, pamflet, spanduk, selebaran tentang larangan pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan. 2) Tersedianya website/ public complain online pada satker yang memiliki fungsi gakkum. 3) Meningkatnya pengawasan penyidikan oleh atasan penyidik. 4) Konsistensi Penegakan Hukum. 1) Hilangnya pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan. 2) Meningkatkan kepercayaan masy. 3) Menurunnya komplain masy. 4) Gakkum akuntabel 1) Laporan Hasil Sosialisasi larangan pungutan liar, pemerasan dan makelar kasus dalam proses penyidikan. 2) Data keluhan masyarakat melalui website / public complain online dan tindak lanjutnya. 3) Laporan Hasil Pengawasan penyidikan oleh atasan penyidik. 4) Laporan Hasil Penegakan Hukum. 5) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 6) Laporan Hasil Anev 100 Hari 46. Menghilangkan kecenderungan rekayasa dan berbelit-belit dalam penanganan kasus.
Kasat Narkoba Sat Reskrim, Sat Narkoba Sat Lantas Sie Propam, Sie Was Polsek.
1) Membuat target waktu dalam proses penyelidikan dan penyidikan. 2) Melakukan audit investigasi terhadap 1) Tersusunnya rencana penyelidikan dan penyidikan sesuai target waktu. 2) Terlaksananya Meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri khususnya penyidik. 1) Naskah laporan rencana penyelidikan dan penyidikan setiap kasus. 2) Laporan Hasil Audit Investigasi
adanya indikasi rekayasa kasus. 3) Melaksanakan gakkum terhadap penyidik yang melakukan rekayasa kasus. 4) Meningkatkan waskat. 5) Melaksanakan Anev 100 Hari. audit investigasi terhadap adanya indikasi rekayasa kasus. 3) Terlaksananya waskat. terhadap dugaan rekayasa kasus. 3) Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas pengawasan oleh atasan penyidik 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari 47. Peningkatan kemampuan penyidikan Cyber Crime, ekonomi, dokpol, labfor dan sertifikasi penyidik. Wakasat Reskrim Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Narkoba, Sat Polair Sie Propam, Sie Was Polsek. 1) Menyusun rencana latihan penggunaan almatsus yang telah dimiliki. 2) Membuat usulan peserta sertifikasi kemampuan teknis penyidik. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Tersusunnya rencana latihan penggunaan almatsus yang telah dimiliki. 2) Tersusunnya usulan peserta sertifikasi kemampuan teknis penyidik Meningkatnya kemampuan penyidik yang didukung oleh SCI (Scientific Crime Investigation) 1) Naskah rencana pelatihan dan Laporan Hasil Pelaksanaan Pelatihan. 2) Naskah usulan peserta sertifikasi kemampuan teknis penyidik. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 48. Peningkatan sinergi CJS dan penegak hukum lainnya Wakasat Reskrim Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Narkoba, Sat Polair Sie Propam, Sie Was Polsek. 1) Mengevaluasi implementasi
kerjasama antara Polri dengan aparat CJS dan penegak hukum. 2) Menginventarisasi,
mencari solusi dan penyamaan persepsi terkait permasalahan 1) Terevaluasinya implementasi kerjasama antara Polda dengan aparat CJS dan penegak hukum. 2) Terinventarisasi dan adanya solusi permasalahan 1) Meningkatnya sinergi CJS dan penegakan hukum lainnya. 2) Terselesaikan dan adanya persamaan persepsi permasalahan-1) Naskah Laporan Hasil Evaluasi implementasi kerjasama antara Polda dengan aparat CJS dan penegak hukum. 2) Naskah Laporan Hasil
penegakan hukum. 3) Melaksanakan rapat koordinasi secara periodik guna pemecahan permasalahan dan penyamaan persepsi, minimal 2 kali. 4) Melaksanakan Anev 100 Hari. terkait penegakan hukum. 3) Terlaksananya rapat koordinasi minimal 2 kali. permasalahan terkait penegakan hukum. Inventarisasi Masalah dan pemecahannya. 3) Laporan hasil pelaksanaan rapat koordinasi. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 49. Peningkatan Anggaran Penyidikan Dan Modernisasi Teknologi Peralatan Pendukung Penyidikan Wakasat Reskrim Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Narkoba, Sat Polair Sie Propam, Sie Was Polsek. 1) Mendatakan crime total dan crime clearence 2) Mengusulkan kebutuhan anggaran ideal penyidikan secara bottom up 3) Mengajukan kebutuhan peralatan pendukung penyidikan dan anggarannya. 4) Melaksanakan Anev 100 Hari. 1) Terdatanya crime total dan crime clearence. 2) Tersusunnya usulan kebutuhan anggaran ideal penyidikan secara bottom up. 3) Diusulkannya kebutuhan peralatan pendukung penyidikan dan anggarannya. Meningkatnya kinerja penyidik Polri. 1) Laporan Hasil Pendataan crime total dan crime clearence. 2) Naskah rencana kebutuhan Anggaran Ideal. 3) Naskah Rencana kebutuhan peralatan pendukung penyidikan dan anggarannya. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari 50. Menyelesaikan perkara-perkara yang mudah dan ringan melalui pendekatan restoratif justice. Wakasat Reskrim Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Narkoba, Sat Polair Sie Propam, Sie Was 1) Memberikan masukan terhadap kajian tentang pemberlakuan restorative justice. 2) Memberikan 1) Tersusunnya masukan terhadap kajian tentang pemberlakuan restorative Meningkatnya kepuasan masyarakat terkait penyelesaian perkara yang mudah dan ringan. 1) Naskah masukan terhadap kajian tentang pemberlakuan restorative
Polsek. masukan terkait
kategorisasi terhadap perkara yang dapat dilakukan restorative justice. 3) Melaksanakan Anev 100 Hari. justice 2) Tersusunnya masukan terkait kategorisasi terhadap perkara yang dapat dilakukan restorative justice. justice. 2) Naskah masukan terkait kategorisasi terhadap perkara yang dapat dilakukan restorative justice. 3) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 4) Laporan Hasil Anev 100 Hari
X. PENGUATAN PENGAWASAN
Ketua : Wakapolres51. Memperkuat kerjasama dengan pengawas eksternal dengan EMI (Eksternal Membantu Internal) dan IME (Internal Memanfaatkan Eksternal)
Kabag Ops Sie Propam, Sie Was Polsek. 1) Melakukan pendataan permasalahan/ komplain yang dilaporkan oleh pengawas eksternal. 2) Menindaklanjuti komplain yang diterima dari pengawas eksternal secara tepat, proporsional, profesional, dan tuntas. 3) Melakukan koordinasi dengan pengawas eksternal secara berkala 1 (satu) kali sebulan. 4) Melaksanakan Anev 1) Terdatanya permasalahan/ komplain masyarakat yang dilaporkan oleh pengawas eksternal. 2) Terlaksananya tindak lanjut komplain yang diterima dari pengawas eksternal secara tepat, proporsional, profesional, dan tuntas. 3) Terlaksananya koordinasi Berkurangnya penyimpangan dan pelanggaran oleh oknum Polri. 1) Naskah Hasil Pendataan permasalahan/ komplain yang dilaporkan oleh pengawas eksternal. 2) Laporan Hasil Tindak Lanjut komplain yang diterima dari pengawas eksternal. 3) Naskah Hasil Koordinasi dg pengawas eksternal minimal 1 (satu) kali sebulan.
100 Hari. dengan pengawas eksternal 1(satu) kali sebulan. 4) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 5) Laporan Hasil Anev 100 Hari 52. Memperbaiki sistem komplain masyarakat secara online
Kabag Ops Ur TI, Sie Humas 1) Mensosialisasikan sistem komplain masyarakat online melalui portal Itwasum Polri pada website : www.polri.go.id 2) Melaksanakan Anev 100 Hari. Terlaksananya sosialisasi sistem komplain masyarakat online melalui portal Itwasum Polri pada website : www.polri.go.id Meningkatnya aksesibilitas dan peran serta masyarakat dalam pengawasan kinerja Polri. 1) Laporan Hasil sosialisasi sistem komplain masyarakat online. 2) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 3) Laporan Hasil Anev 100 Hari 53. Meningkatkan sistem
penilaian Indeks Tata Kelola Kepolisian (ITK)
Kabag Ren Bag Ren, Sie propam, Sie Was Polsek. Mempersiapkan Polres dalam menghadapi program peningkatan sistem penilaian ITK
Siapnya Polres menghadapi penilaian ITK. Terselesaikannya pengukuran ITK pada 70 Polres 1) Laporan kesiapan Polres menhadapi program peningkatan sistem penilaian ITK. 2) Laporan Hasil Anev Periodik (Bulanan). 3) Laporan Hasil Anev 100 Hari. 54. Membuat sistem pengawasan untuk menekan budaya korupsi internal. Dilaksanakan oleh Polda