Jur nal RUAS, Volume 11 No 2, Desember 2013, ISSN 1693-3702 99
Per an Lansekap Dalam Kiner ja Infr astr uktur Per kotaan
Studi kasus: Sur abaya dan Malang, Indonesia
Subhan Ramdlani¹ , Lisa Dwi W² , M.Satya.Adhitama³ , Turningtyas4
*Ar chi t ect ur e Depar t m ent , Engineer ing Facult y, Uni ver si t y Of Br aw ij aya, Jl . MT. Har yono 167 M al ang. Emai l: r am dlani [email protected] d *Ar chi t ect ur e Depar t m ent , Engineer ing Facult y, Uni ver si t y Of Br aw ij aya, Jl . MT. Har yono 167 M al ang. Emai l: l isar om [email protected]
*Ar chit ect ur e Depar t ment , Engi neer i ng Facul t y, Univer sit y Of Br awi jaya, Jl. MT. Har yono 167 Mal ang. Em ail : sket z29@gm ail .com *Ur ban and Regional Planni ng Depar t ment , Engineer ing Facul t y, Uni ver si t y Of Br aw ij aya, Jl . MT. Har yono 167 Mal ang.
ABSTRAK
Tr anspor tasi telah di akui sebagai salah satu indi kator yang sangat ber per an dalam pengembangan kota. Namun, pengembangan sektor tr anspor tasi memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dalam cakupan spasi al dan tempor al (Rini, 2005). Dampak dar i per ger akan tr anspor tasi yang tinggi akan member ikan kontr i busi penggunaan kendar aan ter hadap polusi udar a , ener gi panas (suhu) dan kebisingan (Soedomo, 1999). Di Indonesi a, st asiun, bandar a, terminal dan i nfr astruktur tr ansportasi umum lainnya, ter catat memiliki tingkat kebisingan hingga 70 dB (SK.MLH 24/ 11, 1996). Par adigma bar u per ancangan kota (ur ban design) yang meli batkan infr astr uktur lansekap mer upakan salah satu str ategi bar u per ancangan kota yang memper luas par ameter kinerja l ansekap yang dir ancang untuk sebuah sistem per for ma tinggi multi-fungsi, tidak ter kecuali tatanan lansekap yang aw alnya di anggap ber asal dar i infrastr uktur sistem tradisional. Berpikir dal am konteks i nfr astr uktur l ansekap menambahkan beberapa keuntungan untuk infr astr uktur tr adi si onal, antar a lain: kecanti kan kota dan penghi jauan kembali/for est at ion, konser vasi air dan ener gy, meli put i r estor asi si stem alamiah, pengelol aan ai r , per tani an, per luasan habitat satw a li ar ; penggunaan jal ur pejalan kaki , dan perluasan taman dan ruang terbuka yang dibangun di ar ea yang di abai kan oleh infr astr uktur per kotaan sebel umnya (Aquino, 2011). Tuli san ini akan membahas kapan dan bagaimana mengoptimal kan infrastr uktur l ansekap untuk desain infr astr uktur transpor tasi per kotaan, untuk meminimalkan polusi udar a, kebisingan dan konser vasi ener gi pada infr astr uktur tr anspor tasi di Malang dan Sur abaya , Indonesia .
Kata Kunci : Tr anspor tasi, Lansekap, Infr astr uktur ABSTRACT
Tr anspor t ation has been r ecognized as one of t he indicat or s inst r ument al i n t he development of t he cit y. However , t he development of t r anspor t seems to have t he impact on t he envir onment in t he spat ial and t empor al lar ge of cover age (Ri ni , 2005) . The i mpact of hi gh t r anspor t movement s will cont r ibut e t o vehicl e air poll uti on, t her mal ener gy (t emper at ur e) and noise (Soedomo, 1999). In Indonesia, st at ions, air por ts, public t r anspor t i nfr astr uct ur e and ot her t er mi nals, has a noise level of up t o 70 dB (SK.MLH 24/ 11, 1996). Landscape Infr ast r uct ur e is one of t he str at egies new ur ban designs t o ext end t he per for mance par amet er s of a landscape t hat is designed for hi gh-per for mance mult i - syst em funct ion, including t hose ori ginally t hought t o be der ived fr om t he t r adit i onal syst em infr ast r uct ur e. Thinking in ter ms of Landscape Infr ast r uct ur e adds sever al advant ages t o t r aditional i nfr ast r uct ur e : t he beaut y of t he cit y and r e-veget ation/ for est ation, wat er and ener gy conser vat ion; r est or at i on of nat ur al syst ems, st or m wat er management, agr icult ur e, ener gy, expansion of w ildlife habit at ; favour ed t he use of pedest r ians , and expanded par ks and open space ar eas built ignor ed by t he exist ing ur ban infr ast r uct ur e (Aquino, 2011) . This paper will discuss and how t o opt imize t he design of t he infr ast r uct ur e l andscape for ur ban t r anspor t infr ast r uct ur e t o mini mi ze ai r pollut i on, noise and ener gy conser vat ion, in t er ms of t r anspor t infr ast r uct ur e i n Malang and Sur abaya, Indonesi a
1. Pendahuluan
Aw alnya, infr ast r uktur l ansekap dipahami sebagai sebuah konsep fundamental r elasional tentang " batas" dan "bagian dar i t itik " (Bor is, 2009). Konsep ini mengacu pada teori St ar (St ar & Ruhleder, 1996) yang tidak lagi mel ihat lansekap sebagai bagian dari hal-hal lai n yang per lu dilihat sebagai substansi dalam dir inya sendir i, dengan kualitas pengal aman r uang berdasarkan w ak tu dan keter li batan dalam situasi yang berbeda. Sehingga infr ast r uktur lansekap muncul melalui keadaan yang terhubung ke berbagai bentuk kegiatan. Hal ter sebut mer upakan bagian dar i "negosi asi spasial " antar a kota dan l ansekap, ter masuk memper kenal kan potensi dalam, sehi ngga hutan dan tepi hutan pun ter masuk lansekap per kotaan (Si ever ts , 2008) .
Dar i semua ker angka acuan, infr ast r uktur lansekap, tidak sama sekali bar u, tapi mer upakan salah satu ide yang lebih banyak muncul dalam arsit ektur lansekap dan desain per kotaan. Dan itu tidak ter batas pada daer ah pinggir an kota. Dia ber kembang dalam konteks i nfr astr uktur kota untuk lebih melayani lingkungan kual itas yang lebih baik. Ber pikir dalam hal infr ast r uktur l ansekap menambahkan beber apa keuntungan tambahan untuk infr ast r uktur tradisional: kecantikan kota dan penghij auan kembal i/
for est at ion, konser vasi ai r dan ener gy, meliputi restor asi si stem alamiah, pengelolaan ai r , pertanian, per luasan habitat satw a l iar ; penggunaan jalur pejalan kaki, dan per luasan taman dan r uang ter buka yang dibangun di ar ea yang telah diabaikan oleh infrast ruktur perkotaan sebelumnya. Infr ast r uktur lansekap dapat mengubah suasana per kotaan menjadi tujuan akhir per kotaan (urban dest iny). Hal ini membantu menciptakan sebuah identitas ikonik untuk kota ber dasar kan kar akter alam dan budaya kota. (Aqui no, 2011)
2. Tinjaun Pustak a
2.1 Jalan di Per kot aan.
Jur nal RUAS, Volume 11 No 2, Desember 2013, ISSN 1693-3702 101 Sumber : Depar temen tr anspor tasi Sur abaya., 2011
2.2 Level Kebisingan
Kebi singan dapat di definisikan sebagai bentuk suar a yang tidak di inginkan atau bentuk suar a yang tidak sesuai dengan tempat dan waktu. Dal am Keputusan Menter i Lingkungan Hidup no. KEP.48/ MENLH/ 11/ 1996 pada Kebisingan Baku, kebi si ngan didefinisikan sebagai suara yang tidak diinginkan dar i usaha atau tingkat aktivi tas dalam w aktu ter t entu dan dapat menyebabkan masalah kesehatan manusi a. Dan suar a yang disebabkan ol eh tr ansportasi juga mer upakan masalah dalam konteks lingkungan yang nyaman. Dalam kl asifikasi sumber -sumber kebisingan, infr astruktur tr anspor t seper ti bandar a, ter minal dan stasiun memi liki posisi kebisingan terti nggi.
Table 2. Level Kebi si ngan kendar aan meningkat polutan NO2 dij elaskan Walsh (1996), dimana jumlah kendar aan meningkat 2,5 kali akan diikuti dengan peningkatan 1,5 kali dalam NO2 polutan .
37.4 memi liki konsentr asi polutan ter besar dar i parti kel hingga 431,481 g/ m3 (Adib, 2006), ter utama di area keber angkatan. Sel ain jumlah dan kondisi fisi k kendar aan, infr ast r uktur desain faktor yang mer espon sumber polutan ini mer upakan kebutuhan mendesak. Berbagai upaya di lakukan, ter masuk penggunaan vegetasi, tetapi penggunaan yang tidak tepat menyebabkan langkah ini kur ang efektif .
2.4Temper at ur level
Stasiun Kota Mal ang, yang ber ada pada simpul jalan (node), ter bukti dipengar uhi oleh taman kota di depannya. Desain Stasiun Kota Malang yang unik dengan taman-taman kota ini mempengar uhi bagaimana stasiun mer espon kondisi lingkungan. Data konkr et yang muncul adalah tingkat per ubahan suhu sepanjang kori dor dan stasiun di seluruh taman. Meskipun suhu sepanjang sisi timur (dekat stasiun) meningkat, tetapi suhu r ata-r ata stabil dan mendekati suhu pejal an kaki, meskipun ti dak ser endah suhu taman kota.
3. Metodologi
Penerapan st r at egi infr ast r uktur lanskap, dimulai dengan mengukur kebi singan dan tingkat emisi dalam infr ast r uktur transpor tasi . Ti ngginya ti ngkat kebisi ngan dan emi si gas buang menentukan strategi lanskap yang digunakan. Deskr ipsi kuanti tatif menunjukkan pemahaman lanskap secar a ekologi s. Data kuantitatif pada kondi si tr anspor t asi perkotaan dapat menggambar kan pentingnya fungsi lansekap. Tr ansmi si kehilangan data atau ti ngkat emi si infr ast ruktur tr ansportasi sehingga model penghalang dibandingkan dengan anal isis tingkat polusi, dan kebisingan kota. Model penghalang cocok dihubungkan dengan model i nfr ast r uktur kota. Dal am konteks per kotaan, infr astr uktur memiliki konektivitas dengan seti ap pusat kegiatan
Jur nal RUAS, Volume 11 No 2, Desember 2013, ISSN 1693-3702 103 4. Hasil dan Diskusi
Berdasar kan gambar an ter sebut di atas, dapat disimpul kan bahw a infr ast ruktur tr anspor t asi berper an penting dalam penur unan suhu dan peningkatan kualitas lingkungan kota atau sebal iknya. Infr astr uktur tr anspor tasi adalah fasili tas umum yang berguna sebagai pusat tr anspor tasi, dan sal ah satu sumber ter besar dar i polusi. Ada dua hal penting dalam tr anspor tasi, ber upa pusat / simpul tr anspor tasi (node) dan konektor antar a (hub). Masalah ter besar dengan keduanya adalah polusi tinggi dan kebisingan. Selain itu, jumlah dan jenis kendar aan yang tidak semua layak emisi karbon. Jal an-j alan penuh sesak dengan kendar aan telah dikenal sebagai sumber polusi, sedangkan tr anspor t asi diakui sebagai sumber pol usi dihir up oleh puluhan penumpang. Di beber apa kota besar di Indonesia seper ti Yogyakar ta, hasi l kualitas udar a di sekitar st asiun ker eta api dan ter minal pada tahun 1992 menunjukkan kualitas udar a telah menur un, konsentr asi r ata-r ata 699 ug/ m3 debu , konsentr asi SO2 dar i 0,03-0,086 ppm , kadar NOx tingkat 0,05 ppm dan 0,35-0,68 ppm untuk Hydr o Car bon .
4.1. Lansekap Kawasan Kot a
Yang paling dibutuhkan dalam mendesain l ansekap per kotaan, infr astr uktur lanskap pada khususnya. Secar a umum, untuk memecahkan masalah polusi udar a dan kebi singan yang disebabkan oleh kendar aan, dapat di lakukan dengan teknologi yang tepat, penggunaan pengur angan suara dan 3R. (Sudr ajat, 2010). Kebisi ngan dan polusi dapat dikontr ol dengan car a:
1. Menggunakan alat-al at yang menur unkan kebisingan 2. Menggunakan manajemen pengur ang kebisingan 3. Pemilihan bahan yang mengur angi kebisi ngan.
4. Penanaman per edam pagar dan t anaman (tanaman hanya mengur angi kebisi ngan hingga 2,23 dB (A) dan nilai ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dinding dapat mengurangi 6.59 dB (A).
5. Pemeli har aan dan Good Housekeeping pada per alatan.
Gambar 2: Model pemanfaat an tanaman dinding penghalang kebisingan pada jalur ker eta api
sirkulasi udar a dan mengur angi kedua bagi an bangunan di sekitar dan di dalam bangunan i tu sendir i menjadi per timbangan dalam pengol ahan lansekap.
4.2. Per luasan Taman Dan Ruang Ter buka
Keter batasan lahan pada desain infr astr uktur tr anspor tasi di pusat kota, memunculkan ide bagaimana mengatasi kenai kan suhu dan mengatasi kebi singan dan pol usi udar a. Kemungkinan dalam upaya ter sebut antar a lain memper luas taman seki tar nya yang ber ada dalam lingkup pusat tr anspor tasi . Hal ini sekaligus menciptakan r uang terbuka untuk inter aksi sosial dan budaya masyar akat set empat. Taman sehar usnya tidak hanya sebagai properti est etika yang mengisi r uang kosong, namun juga memenuhi fungsi-fungsi ekol ogi s dan bangunan bagi penumpang.
Gambar 3: taman dan r uang ter buka seper t i si fat estetika di st asi un ker eta api di Sur abaya
Desai n t er bar u dar i t er minal bus di Sur abaya memperl ihatkan bagai mana melibatkan unsur -unsur taman di setiap area, baik kedatangan dan keber angkatan, sebagai taman yang diperl uas untuk kebutuhan penumpang. Tapi ini tidak optimal sebagai r uang terbuka kar ena kondisi umum kendar aan yang tidak layak sebagai penghasil emisi kar bon.
Gambar 3: Desai n Sur abaya Pur abaya Bus Ter mi nal dengan r uang t er buka di setiap daer ah.
4.3. Rest or asi Sist em Alam
Jur nal RUAS, Volume 11 No 2, Desember 2013, ISSN 1693-3702 105 5. Kesimpulan
Sebuah st r ategi yang kuat untuk mengur angi dampak lingkungan dar i infrastruktur tr anspor t asi adalah i mplementasi yang komprehensif dar i lanskap i nfr ast r uktur dan menyatu dengan bangunan dan lingkungan . Tidak hanya adalah sifat estetika , tetapi juga fungsi ekologis. Ber bagai keuntungan akan diper oleh dengan pener apan infr ast ruktur lanskap, antar a lai n; keindahan kota dan re-veget at ion/ for est ation , air dan konservasi ener gi; r estor asi sistem alam , pengelolaan ai r, per tanian ener gi , per luasan habitat satw a liar; disukai penggunaan pejalan kaki, dan diper luas taman lahan dan r uang t er buka dibangun di segmen diabaikan infrast ruktur per kotaan yang ada .
Apli kasi i ni akan ter us di kembangkan secar a kompleks, sehingga akan mengur angi jejak pembangunan, meningkatkan jejak ekologis dan dampak kebisingan pada infr ast r uktur transpor tasi. Dengan memanfaatkan tr anspor tasi tepat guna, kepadatan gedung tinggi pusat-pusat per kotaan , dan si stem jalan ter hubung, akan member ikan suasana perkotaan yang diinginkan .
Daftar Pustaka
Aquino, Ger do. Landscape Infr ast r uct ur e. Los Angeles: SWA; 2011
Bor is, Stefan Dar lan. Landscape Infr ast r uct ure: on Boundar y Object s and Passage Point . Aar hus School of Ar chi tect ur e, 2009
Mor lok, Edw ard K.. Pengant ar Teknik dan Per encanaan Tr anspor t asi. Jakar ta : Erl angga, 1988
Mayangsar i, Ajeng Putr i. Per ancangan Bar rier Unt uk Menur unkan Tingkat Kebi si ngan Pada Jalur Rel Ker et a Api Di Jalan Ambengan Sur abaya Dengan Menggunakan Met ode Nomogr aph. Sur abaya: Digil ib. ITS, 2009
Rini , Titien. Kebijakan Sist em Tr anspor t asi Kot a Sur abaya Dalam Rangka Pengendalian Pencemar an Udar a Ar ea Tr anspor t asi. Jour nal Rekayasa Per encanaan Vol 1 no 2, 2005
Staley, C. Daniel. Incr easing Gr een Infr ast ructure in Compact Developments: Str ategies for Pr oviding Ecologically Benefici al Gr eener y in Modern Urban Built Envir onments. IN: Pr oceedings of The Second Inter national Confer ence on Countermeasur es to Ur ban Heat Islands ( SICCUHI), Ber keley CA, USA.
Staley, C. Daniel. Gr een Infr ast r uct ur e and t ranspor tat ion net work design: Applied solutions for moder n commer cial r oadside desi gn. 2012
Soedomo, Mosti kahadi. Kumpulan Kar ya Ilmiah Mengenai Pencemar an Udara. Institut Teknologi Bandung. Bandung, 1999.
Sudr aj at. Air Poll ution And Sampli ng Air Pollut ant . Jour nal Ilmu Lingkungan Unmul. Samar inda: 2010