• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN PENDEKATAN WRITING AS A PROCES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN PENDEKATAN WRITING AS A PROCES"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

54

PENERAPAN PENDEKATAN

WRITING-AS-A-PROCESS

BERBANTUAN MEDIA

GAMBAR PERISTIWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS

RECOUNT TEXT

Elies Kristina, S. Pd., Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Purwodadi, Kabupaten Grobogan

ABSTRACT

The aims of the research are: 1) to improve the students' attitude in writing recount text lesson, 2) to improve the student's skill in writing recount text, through the method of writing as a process approach by using picture-of-event-media in learning writing recount text. The subjects of the study were the students of 8F grade semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi, Grobogan District in the academic year 2016/2017. The results of the study showed that the application of writing as a process approach through picture-of-event-media-assisted approach: 1) improve the students' attitude; 2) improve the

students’ writing skills recount text. Informasi Artikel:

Artikel diterima: 24 Juli 2017

Diterima setelah revisi: 30 Juli 2017 Disetujui untuk diunggah: 5 Agustus 2017

©2017, Entrance Jurnal Pendidikan

www.jurnalcenter.com

Keywords: writing as a process, recount text, picture-of-event-media.

PENDAHULUAN

Hasil akhir dari proses pem-belajaran bahasa Inggris adalah kemam-puan produksi bahasa atau language production, yang mencakup produksi bahasa secara aktif (verbal/oral) yaitu berbicara atau speaking, dan produksi bahasa secara pasif yaitu menulis atau writing. Kemampuan memproduksi ba-hasa, baik secara aktif – berbicara, mau-pun secara pasif – menulis, bagi sebagian siswa dianggap sebagai keterampilan yang sulit dikuasai terutama bagi siswa kelas 8 yang baru beberapa satu tahun mendapatkan pembelajaran bahasa Ing-gris.

Sebagai guru bahasa Inggris, peneliti mengamati beberapa fenomena utama kesulitan mengajarkan keteram-pilan menulis bagi siswa kelas 8,

khu-susnya di kelas 8 F SMP Negeri 1 Pur-wodadi, Kabupaten Grobogan antara lain: (1) minat siswa kurang optimal, (2) aktivitas menulis siswa cenderung ren-dah, (3) siswa kesulitan menuangkan dan mengembangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan, dan (4) siswa ke-sulitan dalam pengorganisasian tulisan sehingga menjadi suatu wacana yang bermakna.

(2)

kete-rampilan menulis 70.18 atau masih berada dalam klasifikasi C (Cukup Baik).

Untuk meningkatkan keteram-pilan menulis siswa perlu dilakukan per-baikan dan penyempurnaan pembela-jaran keterampilan menulis bahasa Ing-gris pada siswa kelas 8 F SMP Negeri 1 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, deng-an menggunakdeng-an pendekatdeng-an Writing as a Process.

Merujuk pada latar belakang masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis recount text mata pelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017 melalui pe-nerapan pendekatan writing as a process berbantuan media gambar peristiwa; dan 2) Untuk meningkatkan keteram-pilan menulis recount text mata pela-jaran bahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017 melalui pen-dekatan writing as a process berbantuan media gambar peristiwa.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teo-retis maupun secara praktis. Manfaat tersebut adalah: 1) Bagi siswa, diha-rapkan dapat meningkatkan keperca-yaan diri dan kesadaran terhadap man-faat dan pentingnya keterampilan menu-lis bahasa melalui penerapan pendekat-an writing as a process; 2) Bagi guru, dapat menambah pengalaman dalam memahami pelaksanaan pembelajaran menulis dengan pendekatan writing as a process; 3) Bagi sekolah, dapat member masukan yang positif khususnya bagi kepala sekolah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas pembe-lajaran bahasa Inggris di sekolah.

LANDASAN TEORI Keterampilan Menulis

Menulis adalah rangkaian kegiat-an mengungkapkkegiat-an gagaskegiat-an secara tidak langsung kepada orang lain melalui tu-lisan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indo-nesia (2007: 1219) menulis adalah (1) membuat huruf (angka, dsb), (2) mela-hirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat), (3) meng-gambar, melukis, (4) membatik (kain).

Menurut Gie (2002: 3) menulis adalah rangkaian kegiatan seseorang me-ngungkapkan gagasan dan menyampai-kannya melalui tulisan kepada masyara-kat untuk dipahami.

Pada dasarnya menulis merupa-kan kegiatan seseorang untuk mengung-kapkan pendapat, gagasan, ide atau pi-kiran melalui bahasa tulis berisi lam-bang-lambang grafik yang mudah dipa-hami oleh orang lain (pembaca).

Tujuan Menulis

Semi (2007: 14) merangkumkan tujuan menulis antara lain sebagai ber-ikut: 1) Untuk menceritakan sesuatu; 2) Untuk memberikan petunjuk atau peng-arahan; 3) Untuk menjelaskan sesuatu; 4) Untuk meyakinkan orang lain; 5) Un-tuk merangkum.

Pembelajaran menulis yang dilaku-kan dalam penelitian ini bertujuan untuk menceritakan sesuatu yang dipikirkan penulis agar dapat memberi informasi kepada pembaca. Informasi yang dimak-sud terangkum dalam bentuk sebuah karangan narasi.

Tahapan dalam Menulis

(3)

Fase pra-penulisan mencakup akti-vitas memilih topik, menetapkan tujuan dan sasaran, mengumpulkan bahan atau informasi yang diperlukan, serta meng-organisasikan ide dalam bentuk kerang-ka kerang-karangan. Ada beberapa tips men-jemput ide seperti yang dikemukakan Combs (1996: 29), yaitu: (1) banyak membaca, (2) menjawab pertanyaan dari orang lain, (3) berdiskusi dengan orang lain, dan (4) peka terhadap lingkungan sekitar.

Tahap berikutnya adalah tahap penulisan. Tahap ini adalah pengem-bangan kerangka karangan. Kerangka rangan dikembangkan menjadi awal ka-rangan, isi karangan dan akhir karangan yang berfungsi sebagai darft karangan.

Tahap Pasca-penulisan

Tahap ini adalah penyuntingan dan perbaikan draft karangan dengan lang-kah-langkah sebagai berikut: 1) mem-baca keseluruhan karangan; 2) menandai dan memberikan catatan pada hal-hal yang harus disempurnakan; serta; mela-kukan perbaikan sesuai dengan temuan saat penyuntingan.

Teknik Penilaian Kemampuan

Menulis

Nurgiyantoro (dalam Iskandar-wassid dan Sunendar, 2011:250) berpendapat bahwa penilaian yang dila-kukan terhadap karangan siswa biasanya bersifat holistis, impresif, dan selintas, maksudnya adalah penilaian yang ber-si-fat menyeluruh berdasarkan kesan yang diperoleh dari membaca karangan secara selintas. Dalam kaitannya dengan peni-laian karangan, berikut ini beberapa kriterianya: 1) kualitas dan ruang ling-kup isi; 2) organisasi dan penyajian isi; 3) komposisi; 4) kohesi dan koherensi;

5) gaya dan bentuk bahasa; 6) mekanik: tata bahasa, ejaan, dan tanda baca; 7) kerapian tulisan dan kebersihan; dan 8) respon afektif pengajar terhadap karya tulis. Selain penilaian dengan kriteria tersebut, dapat pula dipilih model peni-laian dengan analisis unsur karangan. Unsur yang dimaksud adalah isi gagasan, organisasi isi, tata bahasa dan pola kali-mat, gaya; pilihan struktur dan kosa kata, serta ejaan (Aries dan Febru, 2011:137).

Tulisan Recount Text

Recount text adalah adalah sebuah jenis teks yang berisi tentang penga-laman seseorang atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau yang diungkapkan secara runut.

Jenis recount text ada tiga, yaitu: 1) personal recount, yaitu menceritakan kembali pengalaman di mana penulis ter-libat secara langsung; 2) factual recount, yaitu menceritakan kembali kejadian atau insiden, seperti berita koran, la-poran kecelakaan; dan 3) imaginative recount, yaitu menceritakan peran yang bersifat imajinatif dan menghubungkan kejadian khayalan (Emilia dkk., 2008: 16). Jenis recount text yang diteliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah personal recount.

Struktur Tulisan Recount Text

(4)

Tabel 1

Struktur Tulisan Recount Text

Struktur Fungsi (Function)

Orientation Pembukaan (pengenalan

tokoh, tempat, waktu, dan kejadian/aktivitas si pelaku)

Sequence of Events

Kejadian (rangkaian kejadian yang dilakukan)

Re-orientation/ Conlcusion

Simpulan (beirisi refleksi

pelaku terhadap kejadian atau aktivitas yang dilakukan)

Sumber: Fadlun, 2011: 98

Pendekatan Writing as a Process

Pendekatan proses Writing as a Process pada dasarnya adalah menelu-suri kembali proses penulisan suatu karangan untuk memahami dan meng-analisa isi tulisan. Dengan kata lain, pen-dekatan ini menekankan aspek proses bagaimana seorang penulis menciptakan tulisannya (Combs, 1996: 15).

Langkah-langkah Menulis dengan

Pendekatan Writing as a Process

Tahapan dalam (writing process) meliputi: prewriting (pra-penulisan), writing (penulisan draf), revising (perbaikan), dan rewriting (penyem-purnaan) (Hyland, 2005: 11, Ellis, dkk., 2009). Berikut ini dipaparkan empat tahapan proses menulis, yaitu: 1) pra-penulisan, 2) penulisan draf, 3) per-baikan, dan 4) penyempurnaan.

Tahap Pra-penulisan

Tahap pra-penulisan adalah kegi-atan penulis mencari dan menemukan apa yang ingin ditulisnya, yang menca-kup pemilihan topik, memikirkan tujuan, bentuk, dan pembaca, serta memampat-kan dan mengorganisasimemampat-kan gagasan.

Temple, dkk. (dalam Harmer, 2007: 15) menyebut tahap pra-penulisan

sebagai tahap latihan (rehearsing), yakni tahap untuk menemukan apa yang ingin ditulis. Dalam kegiatan pembelajaran, tahap pra-penulisan dibangun guru dan siswa melalui brainstorming dan free writing. Brainstorming adalah curah pen-dapat, diikuti dengan free writing yaitu membuat catatan bebas. Kegiatan ini bisa dilakukan secara individual, kelompok (clustering), dan klasikal, menyimak ter-bimbing, dan pengimajinasian.

Tahap Penulisan Draf

Tahap penulisan draf disebut Temple, dkk. (dalam Harmer, 2007: 17) sebagai kegiatan yang tentatif, artinya penulisan draf pertama akan bersam-bung dan berubah dengan penulisan draf kedua dan seterusnya.

Pada tahap ini penulis berdialog dengan dirinya sendiri sambil membaca draf yang ditulisnya. Dalam penulisan yang bersifat kelompok, dialog dapat terjadi dengan anggota kelompok yang lain. Fokus dialog pada tahap ini berupa isi atau makna tulisan.

Tahap Perbaikan

Inti kegiatan pada tahap perbaikan adalah memperbaiki dan menyempur-nakan draf tulisan. Perhatian utama pada tahap perbaikan adalah tentang isi tulisan. Apa yang telah ditulis dapat di-sempurnakan dan disusun kembali.

Tahap Penyempurnaan

(5)

langsung, pemilihan kata, dan cara me-nyusun kalimat. Tulisan pada tahap pe-nyempurnaan ini merupakan hasil akhir penulis yang siap dikomunikasikan kepa-da pembaca.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka proses penulis dengan pendekatan Writing as a Process dapat disajikan secara visual ke dalam diagram berikut ini.

Diagram 1. Pendekatan Writing as A Process

Pengertian Media Gambar Peristiwa Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari

kata medium , yang secara harafiah

be-rarti perantara atau penyalur . Menurut Arsyad (2012: 8), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, dan ke-mauan siswa sehingga bisa mendorong terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan menurut Gagne (Sadiman, 2012: 6), media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Se-lain itu media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta me-rangsang siswa untuk belajar.

Media gambar suatu peristiwa bisa berupa gambar atau kejadian yang per-nah dialami. Media gambar sebagai media pembelajaran menulis memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa

ke-lebihan media gambar menurut Sadiman (2012: 29), antara lain adalah sebagai berikut: 1) Gambar bersifat konkret, gambar lebih menunjukkan pokok ma-salah dibandingkan dengan media verbal semata; 2) Gambar dapat mengatasi ba-tasan ruang dan waktu; 3) Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita; 4) Gambar dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman; dan 5) Gambar har-ganya murah dan mudah didapat serta digunakan tanpa peralatan khusus.

Selanjutnya, Sadiman (2012: 29) mengungkapkan beberapa kekurangan media gambar sebagai berikut: 1) Gam-bar hanya menekankan persepsi indera mata; 2) Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran; dan 3) Media gambar ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

(6)

Gambar 2. Media gambar peristiwa

Kerangka Berpikir

Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap pembelajaran menulis pada siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi, dapat diketahui bahwa keterampilan menulis siswa belum op-timal, terlihat darijumlah siswa yang memperoleh nilai keterampilan menulis dengan klasifikasi A dan B baru menca-pai 21 orang (55.26%), sedangkan sisa-nya 17 orang (44.74%) masih memper-oleh nilai dengan klasifikasi C dan D. Nilai rata-rata keterampilan menulis di kelas tersebut baru mencapai 68.47 atau masih berada dalam klasifikasi B- (Baik). Kurang optimalnya keterampilan menulis siswa diduga karena minat dan motivasi serta aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis kurang optimal, maka guru berupaya melakukan perbaik-an pembelajarperbaik-an.

Perbaikan pembelajaran yang dila-kukan guru adalah dengan menerapkan pendekatan writing as a process dalam pembelajaran menulis tulisan recount text.

Agar lebih mudah dipahami, maka kerangka berpikir tersebut di atas dapat disajikan secara skematis ke dalam dia-gram berikut ini

Gambar 3. Diagram Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka pemikiran di atas, selanjutnya dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut ini: 1) Melalui penerapan pendekatan writing as a process dapat meningkatkan sikap siswa dalam pem-belajaran keterampilan menulis recount text mata pelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017; 2) Melalui penerapan pendekatan writ-ing as a process dapat menwrit-ingkatkan ke-terampilan menulis recount text mata pelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

(7)

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi, Kabupaten Grobogan tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 38 orang.

Prosedur analisis data mengguna-kan model alur dari Kemmis dan Taggart yang intinya mengidentifikasi perkem-bangan dan perubahan subjek setelah di-beri perlakuan khusus atau dikondisikan pada situasi tertentu dengan pembela-jaran tindakan dalam kurun waktu ter-tentu dan berulang-ulang sampai prog-ram dinyatakan berhasil (Wiriaatmadja, 2006: 62).

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif – kuantitatif. Analisis data seca-ra kualitatif digunakan untuk mengana-lisis data kualitatif, seperti hasil obser-vasi dan studi dokumentasi. Tahapan analisis data deskriptif kualitatif terdiri dari: pemaparan data, reduksi (data yang sudah ada di cek dan dicatat kembali), kategorisasi (data dipilah-pilah), penaf-siran dan penyimpulan.

Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisa data kuan-titatif, seperti hasil tes. Data kuantitatif berupa nilai hasil belajar siswa yang didapat dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif misalnya, mencari nilai rerata (Arikunto, 2010: 189).

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini terdiri dari indikator sikap ilmiah dan hasil belajar sebagai berikut ini: 1) Pembelajaran dianggap berhasil meningkatkan sikap siswa dalam pembe-lajaran apabila secara klasikal sikap siswa dalam pembelajaran termasuk klasifikasi B (Baik); 2) Pembelajaran dianggap berhasil meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran apabila

jum-lah siswa dengan skor sikap klasifikasi A (Sangat Baik) dan B (Baik) mencapai > 80.00% dari jumlah siswa; 3) Klasifikasi penilaian keterampilan menulis recount text dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

Tabel 2

Kategorisasi Penilaian Keterampilan Menulis

No Kategori

Keterampilan Skor Penilaian 1. Kategori A (Sangat

Baik)

‘> 85.00

2. Kategori B (Baik) 75.00 < X < 85.00 3. Kategori C (Cukup

Baik)

60.00 < X < 75.00

4. Kategori D (Kurang Baik)

‘< 60.00

Pembelajaran dianggap berhasil apabila nilai rata-rata keterampilan me-nulis siswa sudah mencapai klasifikasi B (Baik) yaitu dengan nilai rata-rata kelas sebesar> 75.00.

Pembelajaran dianggap berhasil apabila jumlah siswa yang sudah mem-peroleh nilai keterampilan menulis dengan klasifikasi A (Sangat Baik dan klasifikasi B (Baik) sudah mencapai > 80.00% dari jumlah siswa.

Hasil dan Pembahasan

Penerapan pendekatan writing as a

process berbantuan media gambar

peristiwa dapat meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran

Hipotesis tindakan yang

menya-takan bahwa Melalui penerapan

(8)

siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017 terbukti kebenarannya. Hal ini dibuk-tikan dengan meningkatnya jumlah sis-wa dengan sikap kategori A dan B pada setiap siklus tindakan yang dilakukan.

Hasil pengamatan pada kondisi awal, menunjukan bahwa jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A 6 orang (15.79%). Jumlah siswa dengan sikap sosial kategori B 9 orang (23.68%), sikap sosial kategori C 13 orang (34.21%), kategori D 10 orang (26.32%).

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah siswa dengan sikap sosial kategori Adan B pada kondisi awal baru mencapai 15 orang (39.47%), karena itu perlu perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan sikap sosial siswa dalam pembelajaran.

Perbaikan pembelajaran yang di-lakukan guru pada tindakan Siklus I ada-lah membagi siswa ke dalam 6 kelompok masing-masing beranggotakan 6 orang dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 7 orang. Pada tindakan Siklus I guru memberikan tugas kelompok sehingga siswa dapat bekerjasama dan melakukan brain-storming dalam penggalian gagas-an menulis. Guru membgagas-antu siswa meng-gali gagasan penulisan melalui perta-nyaan-pertanyaan tentangdaily activities dan penayangan gambar peristiwa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Hasil pengamatan pada tindakan Siklus I, menunjukkan bahwa jumlah sis-wa dengan sikap sosial kategori A 10 orang (26.32%), kategori B 14 orang (36.84%), kategori C 11 orang (28.95%), kategori D 3 orang (7.89%). Jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A dan B meningkat dari 15 orang (39.47%)

pada kondisi awal, menjadi 24 orang (63.16%) pada tindakan Siklus I.

Peningkatan sikap sosial siswa da-lam pembelajaran pada tindakan Siklus I dianggap belum optimal, karena belum memenuhi indikator kinerja yang me-nuntut jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A dan B > 80.00% dari jumlah siswa. Karena itu perludiperbaiki pada tindakan Siklus II dengan fokus me-ningkatkan sikap sosial siswa.

Perbaikan pembelajaran yang dila-kukan guru pada tindakan Siklus II ada-lah membagi siswa ke dalam 9 kelompok masing-masing beranggotakan 4 orang dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 orang.

Hasil pengamatan pada tindakan Siklus II, menunjukkan bahwa jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A15 orang (39.47%), kategori B 17 orang (44.74%), kategori C 6 orang (15.79%), dan kategori D sudah tidak ada lagi (0.00%).

Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa, maka jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A dan B meningkat dari 24 orang (63.16%) pada tindakan Siklus I, menjadi 32 orang (84.21%) pada tindakan Siklus II.

Tabel 3

Peningkatan Sikap Sosial Siswa dari Kondisi Awal hingga Tindakan Siklus II

(9)

pene-rapan pendekatan writing as a process berbantuan media gambar peristiwa da-pat meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran keterampilan menulis re-count text mata pelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A (Sangat Baik) dan B (Baik) meningkat dari 15 orang (39.47%) pada kondisi awal, menjadi 24 orang (63.16%) pada tindakan Siklus I, kemudian menjadi 32 orang sisa (84.21%) pada tindakan Siklus II.

Gambar 4 Peningkatan Sikap Sosial Siswa dari Kondisi Awal hingga Tindakan Siklus

II

Penerapan pendekatan writing as a

process berbantuan media gambar

peristiwa dapat meningkatkan

keterampilan menulis recount text

pada siswa

Hipotesis tindakan yang

menya-takan bahwa Melalui penerapan

pen-dekatan writing as a process berbantuan media gambar peristiwa dapat mening-katkan keterampilan menulis recount text mata pelajaranbahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1

Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017 terbukti kebenarannya. Hal ini ditun-jukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar dan banyaknya siswa dengan keterampilan menulis recount text kategori A dan B pada setiap siklus tindakan yang dilakukan.

Hasil identifikasi awal menunjuk-kan bahwa keterampilan menulis siswa di kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017 masih rendah. Hal ini ditunjukkan de-ngan nilai rata-rata sebesar 70.18 dan banyaknya siswa dengan keterampilan menulis recount text kategori A dan baru mencapai 18 orang (47.37%). Atas dasar hal tersebut, guru melakukan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pen-dekatan Writing as a process guna meningkatkan keterampilan menulis recount text bagi siswa.

Perbaikan pembelajaran yang di-lakukan guru pada tindakan Siklus I adalah membagi siswa ke dalam 6 ke-lompok masing-masing beranggotakan 6 orang dan ada 2 kelompok yang berang-gotakan 7 orang. Pada tindakan Siklus I tersebut guru memberikan tugas kelom-pok sehingga siswa dapat bekerjasama dan melakukan brain-storming dalam penggalian gagasan menulis. Guru mem-bantu siswa menggali gagasan penulisan melalui pertanyaan-pertanyaan menge-nai daily activities dan penayangan gambar peristiwa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Upaya yang dilakukan guru pada tindakan Siklus I berhasil meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis re-count text. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata keteram-pilan menulis recount text dan ba-nyaknya siswa dengan keterampilan 0

Sngt Baik Baik Ckp Baik Krg Baik

6

(10)

menulis recount text kategori A dan B dibandingkan kondisi sebelumnya.

Nilai rata-rata keterampilan menu-lis recount text mengalami peningkatan dari 70.61 pada kondisi awal menjadi 76.61 pada akhir tindakan Siklus I. Banyaknya siswa dengan keterampilan menulis recount text kategori Adan B mengalami peningkatan dari 18 orang (47.37%) pada kondisi awal menjadi 22 orang (57.89%) pada akhir tindakan Siklus I.

Peningkatan yang diperoleh siswa dipandang belum optimal, karena belum memenuhi indikator kinerja yang me-nuntut jumlah siswa dengan keteram-pilan menulis recount textkategori A dan B harus> 80.00% dari jumlah siswa. Hasil refleksi menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kelemahan dalam hal penulisan tata bahasa (grammar), ter-utama dalam penggunaan bentuk waktu (tenses), dan pada aspek koherensi di mana siswa terlalu banyak menggunakan kata sambung.

Dari kondisi tersebut, guru me-lakukan perbaikan pada tindakan Siklus II. Perbaikan difokuskan peningkatan keterampilan penulisan tata bahasa dan penggunaan bentuk waktu serta ko-herensi.

Perbaikan pembelajaran yang di-lakukan guru pada tindakan Siklus II adalah membagi siswa ke dalam 9 ke-lompok masing-masing beranggotakan 4 orang dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 orang.

Upaya yang dilakukan guru pada tindakan Siklus II berhasil meningkatkan keterampilan siswa dalam recount text. Hal ini ditunjukkan dengan meningkat-nya nilai rata-rata keterampilan menulis recount text dan banyaknya siswa de-ngan keterampilan menulis recount text

kategori A dan B dibandingkan kondisi sebelumnya. Nilai rata-rata keterampilan menulis recount text pada siswa me-ngalami peningkatan dari 76.61 pada akhir tindakan Siklus I menjadi 82.16 pada akhir tindakan Siklus II. Banyaknya siswa dengan keterampilan menulis re-count text kategori A dan B mengalami peningkatan dari 22 orang (57.89%) pa-da akhir tinpa-dakan Siklus I, meningkat menjadi 31 orang (81.58%) pada akhir tindakan Siklus II.

Data perkembangan keterampilan menulis recount text pada siswa dari kondisi awal hingga siklus II dapat disa-jikan ke dalam tabel berikut.

Tabel 4

Peningkatan Keterampilan Menulis

Recount Text Siswa dari Kondisi Awal Hingga Akhir Tindakan Siklus II

(11)

menga-lami peningkatan dari 70.18 pada kon-disi awal, menjadi 76.61 pada tindakan Siklus I, meningkat menjadi 82.16 pada akhir tindakan Siklus II. Jumlah siswa dengan nilai keterampilan menulis kate-gori A dan B meningkat dari 18 orang (47.37%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 22 orang (57.89%) pada tin-dakan Siklus I, kemudian meningkat menjadi 31 orang (81.58%) pada tinda-kan Siklus II.

Data peningkatan keterampilan menulis recount text pada siswa dari kondisi awal hingga siklus II dapat di-sajikan ke dalam diagram berikut.

Gambar 5 Peningkatan Keterampilan Menulis Recount Text Siswa dari Kondisi

Awal Hingga Akhir Tindakan Siklus II

PENUTUP

Berdasarkan temuan-temuan pe-nelitian dan analisis, maka selanjutnya dapat diperoleh simpulan sebagai ver-ikut; 1) Penerapan pendekatan writing as a process berbantuan media gambar peristiwa dapat meningkatkan sikap sis-wa dalam pembelajaran keterampilan menulis recount text mata pelajaran ba-hasa Inggris bagi siswa kelas 8 F se-mester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjuk-kan dengan meningkatnya jumlah siswa dengan sikap kategori A (Sangat Baik) dan B (Baik) pada setiap siklus tindakan

yang dilakukan. Jumlah siswa dengan sikap sosial kategori A (Sangat Baik) dan B (Baik) meningkat dari 15 orang (39.47%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 24 orang (63.16%) pada tin-dakan Siklus I, kemudian meningkat menjadi 32 orang (84.21%) pada tin-dakan Siklus II; 2) Penerapan pende-katan writing as a process berbantuan media gambar peristiwa dapat mening-katkan keterampilan menulis recount text mata pelajaranbahasa Inggris bagi siswa kelas 8 F semester 1 SMP Negeri 1 Purwodadi tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dengan meningkat-nya nilai rata-rata hasil belajar dan banyaknya siswa dengan keterampilan menulis recount text kategori A (Sangat Baik) dan B (Baik) pada setiap siklus tin-dakan yang dilakukan.

Nilai rata-rata keterampilan me-nulis recount text pada siswa mengalami peningkatan dari 70.18 (kategori C) pada kondisi awal, menjadi 76.61 (kategori B) pada tindakan Siklus I, kemudian me-ningkat menjadi 82.16 (kategori B) pada akhir tindakan Siklus II. Jumlah siswa de-ngan nilai keterampilan menulis kategori A (Sangat Baik) dan B (Baik) meningkat dari 18 orang (47.37%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 22 orang (57.89%) pada tindakan Siklus I, kemu-dian meningkat menjadi 31 orang (81.58%) pada tindakan Siklus II.

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut.

Bagi Siswa. Bagi siswa disarankan

untuk lebih giat dan aktif dalam belajar menulis sehingga keterampilan menulis semakin optimal.

Bagi Guru. Hasil penelitian

(12)

writing as a process berbantuan media gambar pe-ristiwa dapat meningkatkan sikap sosial dan keterampilan menulis recount text pada siswa. Untuk itu disarankan kepada para guru untuk mau

menggunakan berbagai metode

pembelajaran yang bervariatif.

Bagi Sekolah. Hasil penelitian ini

diharapkan dapat memberikan gambar-an bahwa penggunagambar-an metode pembe-lajaran yang bervariatif mampu me-ningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk itu disarankan kepada sekolah untuk le-bih mendorong para guru agar mau men-coba menggunakan berbagai metode pembelajaran guna meningkatkan kuali-tas pembelajaran yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Aries S., dan Erna Febru. 2011. Asesmen dan evaluasi. Yogyakarta. Aditya Media Publishing.

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2010. Penelitiaan Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Combs, M. 1996. Develoing Competent Reader and Writers in the Primary Grades. Englewood Cliff: Prentice Hall, Inc.

Ellis, Carol Ann & Reed, Cheryl, 2003, New Directions for Writers Volume 1: College Writing and Beyond, New York: Addison Wesley Longman.

Emilia, Hermawan & Tati, 2008. Pendekatan Genre Based dalam Kurikulum Bahasa Inggris Tahun 2006: Penelitian Sebuah Tindakan Kelas di Sebuah SMP Negeri di

Badung. Bandung: Jurusan

Pendidikan Bahasa Inggris FPBS UPI.

Fadlun, Bahasa. 2011. Rangkuman Intisari Bahasa Inggris. Surabaya: Pustaka Agung Harapan.

Gie, The Liang. 2002. Terampil Mengarang Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar. Yogyakarta: Andi.

Harmer, Jeremy. 2007. The Practice of English Language Teaching. Cambrigde: Longman.

Hyland, Kenneth. 2005. Teaching and ResearchingWriting. Britain: Pearson Education. Limited.

Iskandarwassid dan Dadang Suendar. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2007. Jakarta: Balai Pustaka.

Sadiman, A.S. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: CV Rajawali.

Semi, M.A. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.

Gambar

gambar lebih menunjukkan pokok ma-
Gambar 2. Media gambar peristiwa
Tabel 4

Referensi

Dokumen terkait