INOVASI DAN PENGUKURAN
KINERJANYA
Permenristekdikti no 24 tahun 2019
MANAJEMEN INOVASI PERGURUAN TINGGI
(MIPTi)
Dr. Wihatmoko Waskitoaji
Kasubdit Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi Direktorat Sistem Inovasi
Kementerian Ristek/BRIN
WEBINAR PENGUATAN INOVASI PT
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
ARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Riset
(PT)
Hilirisasi
Market
Driven
Sumber:
LAPORAN KEGIATAN DEWAN RISET
NASIONAL (DRN) KEPADA MENRISTEKDIKTI
PERIODE OKTOBER 2015–MARET 2016Penggabungan Ristek dan Dikti Telah
membangkitkan semangat Dan dorongan
AMANAT UNDANG-UNDANG
Penelitian Di
PT
Mengembangkan
IPTEK
Kesejahteraan
Masyarakat
Daya Saing
Bangsa
Meningkat
kan
Pemanfaatan
Secara
Ekonomi/Sosial
Peternakan di
Enrekang
Padi IPB3S
Alkes: Ina Shunt, NPC
Strip, Ceraspon, INA
Sent
Base Station 4G
INOVASI DILUAR PT
Co-Working Space Venture Capital / Inkubator “Garasi Rumah” Luar Negeri Industri Sivitas AkademikaKampus
Menciptakan “Umpan Balik”
Banyak inovasi terjadi di luar
Perguruan Tinggi
INOVASI DAN KREATIVITAS
Menjadi MASA LALU
Masa
Kuliah
Hasil karya di Politeknik banyak
dilupakan setelah lulus
INOVASI DI PT TERLUPAKAN
Masih ada kecenderungan
tinggi untuk mencari kerja
daripada menciptakan
bisnis baru, padahal
TERNYATA Kita belum pandai menjembatani Hasil Riset, olah pikir, kreativitas dan daya cipta untuk
menjadi paket, produk, jasa dll yang bermanfaat untuk masyarakat dan berpengaruh secara ekonomi
Penelitian dan Pengembangan
Demonstrasi
(Uji Coba) Produksi
Skala Pilot Skala Komersial Komersial Dukungan Komersial Kompetitif TRL 1 TRL2 TRL3 TRL4 TRL5 TRL6 TRL7 TRL8 TRL9
TRL : Kesiapan Teknologi (technology readiness level)
Area yang bersifat KRITIKAL
Sumber : diolah dari materi presentasi AIPI
AREA KRITIKAL DALAM UPAYA HILIRISASI HASIL RISET DI PT
IRL : Innovation readiness level
IRL 1 IRL2 IRL 3 IRL 4 IRL5 IRL6 PERUSAHAAN PEMULA BERBASIS TEKNOLOGI (PPBT) INOVASI INDUSTRI
INSENTIF
Direktorat Sistem Inovasi
(Klaster Inovasi Daerah)
8PT perlu di dorong
untuk melakukan
proses yang ada di
area kritikal, agar
amanah UU 12
dapat terlaksana
(lembah hambatan)
Dorongan kepada PT,
dilakukan dengan
Permenristekdikti no
24/2019,Manajemen
Inovasi PT (MIPTi)
Kesejahteraan
Masyarakat
DAYA SAING
BANGSA
Kesejahteraan
Masyarakat
DAYA SAING
BANGSA
Kegiatan
Research dan
Pendidikan di PT
Termasuk Abdimas
Produk
Inovasi
Produk
Inovasi
Produk
Inovasi
Umpan Balik
Proporsi Sumber Pendapatan Institusi Perguruan Tinggi Berdasarkan
Pelaksanaan TRI DHARMA
Potensi menuju “Research University” Dekat dengan Industri
INOVASI SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN
Source: Prof. Indrajit, R.E., Slide Materi Seminar “Manajemen Perguruan Tinggi Moderen”, diunduh dari www.slideshare.net/profesorekoji
Kinerja LMI
INOVASI
BUKTI EMPIRIS LEMBAGA INOVASI DI PERGURUAN TINGGI
PTN-BH
PTN-BLU
PTN-SATKER
PTS
• LPIK ITB
• PUI-UI
• DIIB-UGM
• DRI-IPB
• BPPU-UPI
• dsb
• LPTIK-ANDALAS
• BPPU-UNY
• Pusat Bisnis-UNM
• dsb
• IB-POLBAN
• Pusat Unggulan
Inovasi-Polines
• Inkubator Bisnis
• dsb
• Bandung
Technopark
• Skystar Venture
Incubator-UMN
• dsb
Lembaga khusus terkait
inovasi di perguruan tinggi
11Potret besar
Manajemen
Inovasi di
Perguruan
PERATURAN
MANAJEMEN
INOVASI PT
MODEL
KONSEPTUAL
MANAJEMEN
INOVASI
PERGURUAN
TINGGI
ORGANISASI
PROSES
SUMBER DAYA
ALUR PERANCANGAN PERATURAN MANAJEMEN INOVASI DI PT
PENYUSUNAN PERATURAN TENTANG MANAJEMEN
INOVASI PERGURUAN TINGGI
PERGURUAN TINGGI
Pemerintah
Industri
Perguruan Tingi
Pendanaan
MANAJEMEN INOVASI PERGURUAN TINGGI
(
Permenristekdikti no 24/2019
)
KEMENTERIAN
Pembinaan
Pelaporan
Dan lainya
Akreditasi
Pemeringkatan
ORGANISASI MANAJEMEN INOVASI
OMI
Berkolaborasi dengan:
PENDAMPINGAN
PERUMUSAN KEBIJAKAN INOVASIPELATIHAN
KONSORSIUM
INVENSI
DATA & INFROMASI
PUBLIKASI
INKUBASI
HAKI
FUNDING
Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi (MIPT)
Latar Belakang
• Hasil riset perguruan tinggi masih banyak yang blm
di-hilirisasi-kan
• Inovasi dosen dan Mahasiswa Terjadi di LUAR PT
• Hasil Prototype politeknik yg potensial menyelesaikan
masalah di Industri justru hanya berakhir ketika
mahasiswanya lulus
• PT tidak tahu bagaimana caranya melakukan hilirisasi
• Perlu dorongan agar proses hilirisasi berjalan
(menggeser orientasi hanya penelitian untuk lulus
mahasiswa atau angka kredit dosen, menjadi penellitian
untuk inovasi)
• Perlu penghargaan atas prestasi Inovasi PT
• Amanat UU 12/2012
Permenristekdikti no 24 tahun 2019 tentang MIPT
•
Mendorong PT untuk melakukan proses manajemen inovasi
agar orientasi penelitian juga memperhatikan inovasinya
•
Agar PT dapat menginkubasi ide-ide kreatif mahasiswa dan
dosen untuk menjadi produk inovasi PT
•
Mendorong terjadinya kolaborasi baik antar PT maupun
dengan Industri
•
Mewajibkan PT untuk melaporkan kinerja inovasinya kepada
Menteri
•
Memberikan apresiasi atas kinerja inovasi PT
•
Mengaitkan kinerja inovasi PT dengan Akreditasi dan
Pemeringkatan
Klasteriasi Perguruan Tinggi :
AKREDITASI
→KRITERIA DAN PROSEDUR IAPT 3.0/ 2019
2.2 Dimensi Penilaian
Penilaian dan instrumen akreditasi harus dapat mengukur dimensi-dimensi di perguruan tinggi sebagai berikut:
1. Mutu kepemimpinan dan kinerja tata kelola: meliputi integritas visi dan misi, kepemimpinan (leadership), tata pamong, sistem manajemen sumber daya, kemitraan strategis (strategic partnership), dan sistem penjaminan mutu internal;
2. mutu dan produktivitas luaran (outputs) dan capaian (outcomes): berupa kualitas lulusan, produk
ilmiah
dan inovasi, serta kemanfaatan bagi masyarakat;
3. mutu proses: mencakup proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan suasana akademik;
4. mutu input: meliputi sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan), mahasiwa, kurikulum, sarana prasarana, keuangan (pembiayaan dan pendanaan).
Cat:
2018 : 5 %
2019 : 12,5 %
1
TATACARA PELAPORAN DAN PENILAIAN KINERJA
MENTERI
Akreditasi/Pemeringkatan/
Insentif/penghargaan
PELAPORAN
……….. ………..
……….. ………..
……….. ………..
……….. ………..
Pedoman Penilaian Kinerja
PEMIMPIN
PERGURUAN
TINGGI
16
Bab III Pelaporan dan Penilaian Kinerja
Pasal 10, 11
http://simanis.ristekbrin.go.id
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku:
1.
pelaksanaan Manajemen Inovasi yang telah dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi; dan
2.
pelaksanaan akreditasi dan pemeringkatan Perguruan Tinggi,
wajib disesuaikan dengan Peraturan Menteri ini paling lambat 2 (dua) tahun sejak Peraturan
Menteri ini diundangkan
.Bab VII Ketentuan Peralihan
Pasal 15
METODOLOGI (I) Penyusunan kriteria penilaian kinerja Manajemen Inovasi
Identifikasi
permasalahan Studi pustaka
Rancangan instrumen dan metode pengambilan data Pengambilan data dan analisa tahap I Pengambilan
data tahap II Analisa data
Daftar indikator dan
bobot indikator
• Indikator Inovasi Widyapadhi (kemenristekdikti)
• Indikator inovasi dari Jurnal Internasional Terindex (Scopus) • Indikator inovasi dari PT yang
sudah memiliki indikator inovasi
• Data dari studi pustaka dan sumber lainnya
• Intecoder agreement process
untuk memperoleh indikator yang sesuai
• FGD dengan pakar untuk menentukan bobot dari setiap indikator
• Analisis dilakukan dengan Analytic
Hierarchy Process
METODOLOGI (2) Penyusunan kriteria penilaian kinerja Manajemen Inovasi
Indikator Widyapadhi (26) Indikator Thomson Reuters (10) Indikator TUBITAK (5) Indikator ECIU (24) Indikator hasil Studi Pustaka (45) Total Indikator (110)Penyaringan Tahap 1 berdasarkan Intercoder Agreement
Total Indikator (46)
Focus Group Discussion dan
Analisa AHP
Total Indikator Final (35)
Penelitian dan Pengembangan
Demonstrasi
(Uji Coba) Produksi
Skala Pilot Skala Komersial Komersial Dukungan Komersial Kompetitif TRL 1 TRL2 TRL3 TRL4 TRL5 TRL6 TRL7 TRL8 TRL9
TRL : Kesiapan Teknologi (technology readiness level)
Area yang bersifat KRITIKAL
Sumber : diolah dari materi presentasi AIPI
AREA KRITIKAL DALAM UPAYA HILIRISASI HASIL RISET DI PT
IRL : Innovation readiness level
IRL 1 IRL2 IRL 3 IRL 4 IRL5 IRL6 19
(lembah hambatan)
Kesejahteraan
Masyarakat
DAYA SAING
BANGSA
Proses Inovasi
STRATEGI
HASIL
JEJARING
SUMBERDAYA
KELEMBAGAAN
KEBIJAKAN
Manajemen Inovasi
DAMPAK
PILAR KEBIJAKAN (Bobot 20%)
no Indikator PertanyaanJumlah
1 Pendidikan Kewirausahaan 1 2 Insentif untuk Dosen 1 3 Kebijakan Institusi yang Mendorong Pengembangan Inovasi 2 4 Pengembangan Kurikulum dari Non-akademisi 2 5 Pekerja Penuh Waktu 1
Total 7
PILAR KELEMBAGAAN (Bobot 18%)
no Indikator PertanyaanJumlah
6
Inkubator
1
7
Jumlah start-up dan spin-off
2
8
Lembaga Inovasi
1
9
Sentra Hak Kekayaan Intelektual
1
Total
5
PILAR JEJARING (Bobot 15%)
no Indikator PertanyaanJumlah
10 Jejaring dengan Industri 1 11 Jejaring dengan Perguruan Tinggi 1 12 Jejaring dengan Pemerintah Pusat/ Pemerintah Daerah 1 13 Jejaring dengan Kelompok Masyarakat 1 14 Jejaring Internasional 1
Total
5
PILAR SUMBERDAYA (Bobot 22%)
no Indikator PertanyaanJumlah
15 Dosen yang menghasilkan inovasi 3 16 Laboratorium yang mendukung inovasi 1 17 Tenaga Pendidik Laboran 3 18 Anggaran untk penelitian dan pengembangan 1 19 Anggaran dari Kemenristekdik untuk kegiatan inovasi 1 20 Anggaran dari Kementerian lain (selain Kemenristekdikti) untuk
kegiatan inovasi
1 21 Anggaran dari sumber pendanaan inovasi untuk kegiatan inovasi 1 22 Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dosen 2 23 Dana untuk Pengembangan Inovasi dari Luar PT dan Pemerintah 1 24 Instrumen dana hibah 2
Total
16
PILAR HASIL INOVASI (Bobot 25%)
no Indikator PertanyaanJumlah
25 Paten 3
26 Lisensi 1
27 Penghargaan PT atas penerbitan Paten, Lisensi dan HKI 1 28 Pendapatan dari inovasi 1 29 Dampak inovasi yang dirasakan masyarakat 1
30 Produk inovasi 1
31 Produk inovasi dari tugas akhir mahasiswa 1 32 Produk inovasi dari kegiatan kewirus mahasiswa 1 33 Proyek Action Research 1