Polres Purworejo Tangkap
Santri Cabul
PURWOREJO,FP – Polres Purworejo menangkap LW (29) warga Dusun
Singolopo RT 03 RW 05 Desa Cepedak, Kecamatan Bruno. Lukman yang kesehariannya berprofesi sebagai guru ngaji itu ditangkap karena diduga sudah mencabuli LE (15) warga Dusun Cuit RT 01 RW 07 Desa Brondong Kecamatan Bruno yang tak lain adalah santrinya sendiri.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo. SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kholid Mawardi mengatakan, perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh tersangka terjadi pada Jumat (2/9) sekitar pukul 00.30 WIB di kamar rumah orang tua tersangka.
Awalnya korban dipanggil oleh tersangka untuk menonton TV didalam kamar. Selanjutnya korban diciumi, diraba-raba dan kemudian direbahkan. Tersangka yang sudah kerasukan setan kemudian memaksa korban untuk berhubungan badan. Karena diancam korban hanya bisa menurut hingga terjadilah hubungan badan layaknya suami istri. “Setelah kejadian korban yang tidak berani pulang kemudian Menginap di kamar orang tua tersangka” kata Kasat Reskrim
Pagi harinya korban kemudian menceritakan peristiwa itu kepada orang tuanya, Tutur (49). Tidak terima perlakuan tersebut Tutur langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Bruno. Mendapat laporan anggota Polsek Bruno kemudian membawa korban ke RS Palang Biru Kutoarjo untuk dilakukan visum. Dan setelah hasil visum positif maka tersangka kemudian ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Dari Hasil Visum Korban dan pemeriksaan yang dilakukan pelaku terbukti melanggar Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau perbuatan cabul,” tambah Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi.(War)
Istri Hamil Tua, Suami Gauli
Siswi SMP
PURWOREJO,FP – VV (24) warga RT 02 RW. 01 Desa Pogung Juru
Tengah, Kecamatan Bayan harus berurusan dengan polisi karena sudah nekad menyetubuhi AY (14) siswi SMP warga Desa Kebon Dalem, Kecamatan Kutoarjo. Padahal VV baru mengenal Kencur selama satu Minggu. Akibatnya VV kini harus mendekam dalam sel tahanan Mapolres Purworejo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kholiq Mawardi mengatakan, tersangka dan korban baru berkenalan satu Minggu, namun demikian dalam waktu singkat itu tersangka sudah dua kali berhubungan badan dengan korban. ” Dengan bujuk rayu tersangka berhasil menyetubuhi korban,” jelas Kapolres.
Tersangka VV
Dijelaskan, karena bujuk rayu tersangka bahkan bisa berbuat tidak senonoh tersebut hingga dua kali dan semua dilakukan dirumah tersangka. Pertama pada Kamis (1/9) dan diulangi pada Jumat (2/9). “Tersangka memanfaatkan rumahnya yang kosong
karena istrinya yang sedang hamil tua pergi ke Magelang,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi SH mengatakan, Viki Vikramsing ditangkap Jumat (2/9) dirumahnya setelah sebelumnya keluarga korban melaporkan kejadian persetubuhan tersebut.
“Atas perbuatanya tersangka akan dikenai pasal 76 D Jo pasal 81 UURI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara dan maximal 15 tahun penjara,” tandasnya. (W5)
Jelang Nikah, Warga Kemiri
Tenggak Racun Serangga
PURWOREJO,FP – Suyono (28) warga RT 03 RW 01 Desa Sidodadi,
Kecamatan Kemiri tega menghabisi hidupnya dengan cara minum cairan obat serangga. Pemuda yang rencananya pada bulan September ini hendak menikah nekad mengakhiri hidupnya diduga karena kemelut asmara dengan sang pacar.
Menurut Gampang (40), kerabat korban, Suyoni ditemukan meninggal setelah tiga hari sebelumnya pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Setelah tiga hari korban tidak kelihatan maka Gampang dan kakak korban kemudian meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan Suyono di sekitar desa.
Evakuasi korban
Setelah mencari cukup lama akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa di kebun milik warga Senin (5/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Didekat mayat korban ditemukan dua botol racun serangga dan pisau kecil yang diduga digunakan untuk membuka botol tersebut. Kontan ditemukannya korban yang sudah tidak bernyawa membuat geger warga desa.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kemiri. Setelah dievakuasi oleh anggota Polsek Kemiri dan warga desa, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Purworejo untuk dilakukan visum. “Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Dari kondisi badan, kuat dugaan korban meninggal karena minum racun serangga,” kata Wahyu, dokter RSUD Purworejo.
Diungkapkan Gampang, korban selama tinggal sendirian dirumah. Rencananya pada akhir September ini korban akan menikah. Calon istri korban juga sudah sering berkunjung. Namun demikian sebelum menghilang korban kelihatan banyak melamun dan senang menyendiri. “Mungkin sedang ada masalah dengan calon istrinya. Sewaktu menghilang ponselnya bisa dihubungi tapi tidak diangkat,” papar Gampang. (War)
Kakek Cabul Setubuhi Cucunya
Hingga Tiga Kali
PURWOREJO, FP – Mbah Mudjari (69) warga Desa Cokroyasan Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo ditangkap polisi lantaran tega menyetubuhi cucunya sendiri KT (10) siswi kelas empat sekolah dasar (SD). Akibatnya korban mengalami luka pada alat kelaminya sementara Mbah Mudjari harus mendekam dalam sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kholiq Mawardi mengatakan, korban merupakan anak kedua dari anaknya tersangka. Berawal Selasa (16/8) korban bermain ke rumah tersangka yang letaknya bersebelahan. Karena sering hanya berdua, maka tersangka sangat leluasa berbuat apa saja. Sedang orang tua korban juga tidak menaruh curiga bahkan sebaliknya merasa nyaman karena anaknya diasuh oleh kakeknya.
tersangka
Namun sayang kesempatan tersebut disalah gunakan oleh tersangka dengan berbuat tidak senonoh terhadap cucunya. Bahkan hal itu dilakukan sampai tiga kali. “Dari pengakuan tersangka awalnya hanya pegang-pegang karena nafsu kemudian tersangka tega menyetubuhi korban,” katanya.
Dijelaskan, terungkapnya kelakuan bejad tersangka karena beberapa minggu kemudian korban mengeluh alat vitalnya sakit. Setelah didesak ayahnya korban kemudian mengaku pernah disetubuhi oleh tersangka. Awalnya orang tua korban tidak percaya jika tersangka tega melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut. Namun setelah tersangka mengakui perbuatannya kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Ngombol. Mendapat laporan, anggota Polsek Ngombol kemudian mengamankan tersangka, Kamis (1/9).
Untuk pemeriksaan lebih lanjut saat ini tersangka diamankan di sel tahanan Mapolres Purworejo. Menurut AKP Koliq Mawardi, SH, Atas perbuatannya tersangka akan dikenai pasal 82 UURI nomor 35 tahun 214 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.
Sementara itu, tersangka nekad melakukan perbuatan itu karena sudah lama tidak berhubungan badan lantaran istrinya mengidap penyakit gula. “Saya sudah lama tidak berhubungan badan dengan istri, sementara untuk menikah lagi sudah tidak memungkinkan. Karena itu waktu melihat cucu saya jadi bernafsu, saya khilaf, ” kata Mbah Mudjari saat ditemui di Mapolres Purworejo. (WAR)
Polres Purworejo Ringkus
Sindikat Pencurian ATM
PURWOREJO – Empat pelaku pencurian dengan modus mengganjal karti ATM berhasil diringkus oleh jajaran Sat Reskrim Polres Purworejo. Empat pelaku masing-masing, EY alias Wayang (31) warga Desa Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tenggamus, Lampung, PD alias Fredi (29) warga Desa Tanjungkurung, Kecamatan Wonosobo,Kabupaten Tenggamus Lampung,
RF alias Ian (26) warga Desa Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tenggamus, Lampung, dan IHD (20) warga Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat dan domisili di Desa Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tenggamus, Lampung.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo. SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Kholid Mawardi menjelaskan, modus pencurian dengan cara mengganjal ATM. Bermula saat korban, RR Susialunah (69) warga Perum BMW C 6 RT 07 RW 00 Desa Wiroketen Kecamatan Banguntapan Kabupaten Yogyakarta mengambil uang di Gerai ATM Bank Mandiri yang berada di toko Indomaret di jalan Pangeran Diponegoro, Kutoarjo, Selasa (30/8) sekitar pukul 18.00 WIB. “Saat itu korban memasukan kartu ATM Mandiri miliknya namun kartu ATM tersebut tidak bisa masuk kedalam mesin ATM,” kata AKBP Satrio Wibowo dalam gelar perkara Kamis (1/9).
Tidak lama kemudian datang salah satu tersangka dan berpura-pura membantu korban untuk memasukan kartu ATM. Pada saat korban lengah kartu ATM milik korban ditukar dengan kartu ATM tersangka yang sudah tidak aktif. Selanjutnya kartu ATM dimasukan dengan paksa oleh tersangka hingga tertelan mesin ATM. Tersangka kemudian meminta tolong agar korban memencet nomer PIN namun korban tidak mau. Kemudian muncul dua tersangka lainnya dan membujuk agar korban mau memberitahu nomer PIN supaya kartu bisa diambil. Meski demikian korban tetap enggan memberitahukan nomer PIN. Dalam kesempatan itu salah satu tersangka sempat melihat kertas yang dipegang korban menunjukan tulisan dan nomer PIN ATM.
Setelah berhasil mendapatkan nomer PIN korban ketiga tersangka kemudian pergi dari Gerai ATM dan mengecek melalui Call Center BankMandiri. Dari informasi diketahui saldo korban senilai Rp 7.621.000,- dan tanpa menunggu lama ketiga tersangka kemudian menarik saldo milik korban sebesar Rp 7 juta.
Sementara korban yang merasa heran karena kartu ATM miliknya tidak berfungsi kemudian menghubungi pihak bank. Pihak bank kemudian memberitahu jika saldo di rekeningnya hanya sisa Rp 621 ribu. Sadar kartu ATM miliknya sudah berpindah tangan korban kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.Mendapat laporan, pihak anggota Sat Reskim Polres Purworejo kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Dan dari hasil keterangan beberapa saksi diketahui ciri-ciri dan pelakunya empat orang menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam nopol B 1061 FRFW. Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut kemudian anggota Sat Reskrim melakukan pengejaran dan penutupan ( Jartup) akses jalan di wilayah Purworejo.
Dalam waktu singkat petugas kemudian mendapati mobil sesuai dengan ciri-ciri yang tersebut terparkir di alun-alun Purworejo. Setelah dibuntuti mobil itu menuju ke salah satu hotel di kota Purworejo. “Setelah para tersangka cek in di Hotel tersebut langsung dilakukan penangkapan oleh anggota Sat Reskrim,” katanya.
Selain tersangka, juga diamankan sebagai barang bukti berupa, uang tunai Rp 5.750 ribu, satu kartu ATM Mandiri atas nama Susialinah, lima kartu ATM Bank BRI, satu kartu ATM Bank BNI, satu kartu ATM BCA, satu kartu ATM BJB, 23 batang korek api, satu gergaji besi, satu HP Samsung warna biru, dan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam metalik nopol B 1061 FRFW beserta STNK atas nama Attabik Muhamad Mumtaz warga Cikatang Utara Bekasi.
Atas kejadian itu korban menderita kerugian Rp 7 juga dan kartu ATM Bank Mandiri. “Terhadap para tersangka akan di sangkakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan
dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kapolres. (War).
Curi Tracker, Warga Wonosobo
Ditangkap Polsek Purwodadi
PURWOREJO,FP – RC alias Rigae (36) warga Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo terpaksa harus diamankan anggota Polsek Purwodadi lantaran diduga sudah mencuri satu unit tracker (kontrol rantai besi) milik PT Anugerah Karya Trisakti, Selasa (30/8). Untuk pemeriksaan lebih lanjut kini Regae mendekam dalam sel tahanan Polres Purworejo.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto membenarkan adanya kasus pencurian itu. Dijelaskan, bermula saat Rigae yang bekerja sebagai tukang mengumpulkan limbah serbuk kayu datang ke PT Anugerah Karya Trisakti. Kedatangan ke PT Anegerah Karya Trisakti tidak dicurigai karena yang bersangkutan memang sering datang untuk mengambil serbuk kayu ditempat itu.
Namun rupanya hari itu selain mengambil serbuk kayu, Rigae juga berusaha mengambil tracker yang berada di gudang dengan cara memasukkan ke dalam karung plastik. Sayangnya aksi Rigae diketahui oleh Edi Sulistyo, Satpam PT Anugerah Karya Trisakti. Saat itu juga Rigae diringkus oleh Edi Sulistyo dan dilaporkan ke Polsek Purwodadi. Anggota Polsek Purwodadi yang mendapat laporan kemudian menjemput Rigae dan membawa ke Polsek Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan.
“Tersangka memang sudah biasa datang untuk mengambil limbah serbuk kayu jadi sangat leluasa keluar masuk area pabrik,” kata AKP Sugiyanto, dalam press rilease Rabu (31/8).
Dijelaskan, perbuatan yang dilakukan oleh Riage dapat diduga melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maximal 7 tahun penjara. Kata Kapolsek Purwodadi.(War)
Kakek Bejad, Cabuli Gadis
Kencur Hingga Empat Kali
PURWOREJO,FP – ST alias Totok (54) warga RT 02 RW 04 Kelurahan Kledungkeradenan ditangkap Unit Reskrim Polsek Banyuurip. Kakek yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini diduga telah mencabuli ATI (15) yang masih tetangganya sendiri. Jika terbukti bersalah, maka Kakek bejad terancam menghabiskan sisa hidupnya dibalik terali besi.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kapolsek Banyuurip AKP Rahmad Afandi mengatakan, perbuatan tersangka terhadap korban dilakukan hingga empat kali. Kecuali itu tersangka juga memasukan benda terbuat dari plastik sepanjang 10 cm kedalam kemaluan korban. “Modusnya dengan bujuk rayu dan iming-iming imbalan sejumlah uang sehingga korban terpedaya, ” kata Kapolsek, Rabu (24/8).
Dijelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka perbuatan cabulnya dilakukan sebanyak empat kali antara pertengahan bulan Juni hingga Juli 2016. “Semua dilakukan sekitar pukul 24.00 WIB,” jelas Kapolsek. Diungkapkan, perbuatan pertama kali dilakukan pada bulam Juni 2016 di pekarangan rumah kosong milik tetangganya. Ditempat ini korban dicabuli hingga dua kali. Selang sehari kemudian tersangka mengulangi lagi perbuatannya juga dipekarangan rumah kosong samping rumah warga bernama Mulyono. “Yang ke tiga tersangka melakukan perbuatan cabulnya
di rumah kosong yang sedang dibangun pada bulan Juli 2016,” ungkapnya.
Perbuatan asusila tersebut terungkap setelah korban mengaku kepada ibunya kandungnya, Poniyah (41) pertengahan bulan Agustus lalu. Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, Jumat (19/8) Poniyah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuurip. Mendapat laporan itu, Unit Reskrim Polsek Banyuurip langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. Dan setelah dari hasil visum diketahui selaput dara korban robek penuh dan dalam proses sembuh, Sabtu (20/8) sekitar pukul 17.00 WIB anggota Unit Reskrim Polsek Banyuurip mengamankan tersangka.
” Tersangka akan dijerat dengan pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ” papar Kapolsek. Selain tersangka, turut diamankan sebagai barang bukti berupa benda terbuat dari plastik sepanjang 10 cm bewarna pink.
Kejari Purworejo Musnahkan
Senjata Api Ilegal
PURWOREJO,FP – Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhakti Adyaksa ke-56 tahun 2016, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo memusnahkan sejumlah barang bukti kasus yang telah selesai dan memenuhi hukum selama tahun 2016. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejari Purworejo, Kamis (21/07). Pemusnahan dihadiri Bupati Purworejo Agus Bastian, Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK, Kepala Pengadilan Negeri Purworejo, dan perwakilan Kodim 0708 Purworejo.
Kepala Kejari Purworejo Abdul Qohar AF,SH,MH mengatakan, barang bukti yang
Senjata api ilegal yang dimusnahkan dimusnahkan hasil perkara yang sudah diputus selama Januri sampai akhir Juni 2016. “Barang bukti yang dimusnahkan berupa narkotika sebanyak 30,218 gram dari delapan kasus, tiga pucuk senjata api dari tiga kasus,uang palsu sebesar Rp 77 juta dari empat kasus, dan 800 botol miras dan satu jerigen berisi 30 liter ciu berasal dari satu kasus, “ katanya.
Dijelaskan, perkara yang telah diputus ialah, kasus narkotika yang dilakukan oleh Is, EW, AK, MP, JA, AP, TIH dan Ar. Sementara kasus senjata api, TW, GS, dan Su. Kasus uang palsu, MW, MM, Tu, dan DCK. Sedang kasus miras oleh Su.
Sat Narkoba Polres Purworejo
Tangkap Pengedar Shabu-Shabu
PURWOREJO,FP – Perang terhadap narkoba gencar dilakukan Polres Purworejo, terbukti Jumat (15/07) Satuan Narkoba Polres Purworejo berhasil menangkap Teguh Febriyanto (25) warga RT 05 RW 03 Kampung Watubarut, Desa Geme Sekti, Kecamatan/Kabupaten Kebumen.Teguh Febriyanto ditangkap sekitar pukul 15.00 WIB di Tugu Walet, Kebumen. Saat ditangkap ditangannya membawa 1 paket shabu-shabu yang berada dalam bekas rokok clas mild dan dibungkus tisue.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kasat Narkoba AKP Mawardi mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat jika ada sesorang yang membawa kendaraan roda empat Toyota Avanza warna hitam melakukan transaksi shabu-shabu denga tersangka. Adapun transaksinya dengan mentransfer lewat bank BRI Kutoarjo.
Setelah dilakukan penyelidikan anggota Sat Narkoba Polres Purworejo membututi mobil Avanza tersebut kearah Kebumen. Dan benar pada saat di Tugu Walet tersangka mendekati mobil Avanza tersebut. “Mengetahui keberadaan tersangka di tempat kejadian petugas kemudian melakukan penangkapan dan dilakukan penggeledahan. Dari tersangka petugas menemukan satu paket shabu-shabu yang berada di dalam bekas rokok class mild yang dibungkus tisue seberat 0,32 gram,” kata AKP Mawardi dalam gelar perkara, Selasa (19/07).
Dijelaskan, tersangka saat ini telah diamankan di Polres Purworejo dan sedang dilakukan pemeriksaan. Turut disita sebagai barang bukti berupa satu paket shabu-shabu seberat 0,32 gram, satu sepeda motor warna hitam dengan nopol AA 6454 AW, dan satu HP merek Sony erikson warna hitam. “Transaksi dengan transfer via bank merupakan modus baru, tersangka terancam hukuman penjara minimal lima tahun,” jelas AK Mawardi.
Reskrim Polres Purworejo
Tangkap Kawanan Pencuri Rumah
Kosong
PURWOREJO,FP – Satuan Reserse Kriminal Polres Purworejo
berhasil menangkap dua dari empat terduga pencurian dengan kekerasan di rumah Ari Januari Rahmad (26) warga Perum Sibak Regency, Kelurahan Doplang Sabtu (18/06). Kedua terduga itu adalah, Purwadi (41) warga perum Desana Indah Blok SJ 14/10 RT 004 RW 015 Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Banten dan Amin Eko Nugroho alias Kodok (22) warga RT 002 RW 005 Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen, Banyumas.
Sementara dua terduga lainya, yakni Bambang dan Sutri, keduanya warga Semarang sampai saat masih dalam pencarian aparat. Dalam aksinya terduga berhasil menggasak satu buah laptop merek HP 14 inch warna abu-abu dan berhasil melukai Farid Hasan Hidayatullah (35), tetangga korban yang memergoki aksi pencurian itu.
Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo,SIK dalam gelar perkara Rabu (29/06) mengatakan, pencurian dengan kekerasan terjadi pada Sabtu (18/06) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah yang dikontrak korban. Modusnya para tersangka masuk dengan cara mencongkel pintu rumah korban yang saat itu sedang kosong. ” Setelah berhasil masuk kawanan itu mengambil laptop milik korban,” kata. Aksi pencurian diketahui oleh Farid Hasan Hidayatullah, tetangga korban. Farid kemudian berusaha menngkap para pencuri itu namun dia ditendan dan didorong oleh para tersangka hingga jatuh dan diancam akan dibacok.
K e d u a
t e r s a n g k a p e n c u r i a n rumah kosong Setelah itu kawanan pencuri kabur menggunakan mobil Datsun Go Panca T 1.2 M/T warna putih dengan nopol R 9079 CK. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Sedang Farid mengalami luka pada tangan dan kakinya. Untuk pemeriksaan dan pengembangan kasus, kedua tersangka meringkuk dalam sel tahanan Mapolres Purworejo. Turut diamankan sebagai barang bukti, satu unit mobil merk Datsun warna putih, satu buah wiper (sikat kaca ) belakang, satu buah linggis besi panjang sekitar 40 cm, dan dua buah obeng min panjang sekitar 30 cm. Para tersangka diduga melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sementara itu,Purwadi, salah satu tersangka mengaku melakukan pencurian karena butuh biaya untuk lebaran. ” Rencananya hasil curian ini akan saya gunakan untuk keperluan lebaran, ” kata Purwadi. Dia mengaku tidak begitu kenal dengan dua tersangka yang kabur. Purwadi mengaku baru kenal satu bulan dengan dua tersangka tersebut.