MENGELOLA
SANGGAHAN
Fungsi Utama
• Melaksanakan
pemilihan
penyedia
Unit
Kompetensi
• Mengelola
Sanggahan
Elemen
Kompetensi
• Mengkaji
sanggahan
• Menjawab
sanggahan
• Persyaratan pengajuan sanggahan diidentifikasi secara cermat • Sanggahan yang masuk diverifikasi secara cermat keabsahannya • Substansi sanggahan dikaji secara cermat dan komprehensif
mengacu fakta, peraturan dan ketentuan
• Hasil kajian atas sanggahan ditentukan secara tepat dan tingkat kebenarannya
Mengkaji
sanggahan
• Jawaban atas sanggahan disiapkan secara lengkap dengan alasan dan dokumen pendukung
• Jawaban atas sanggahan disampaikan secara lengkap
• Proses penanganan sanggahan didokumentasikan secara lengkap
Menjawab
sanggahan
• Pendahuluan
• Konsep Dasar Sanggahan
• Prosedur Penanganan Sanggahan
• Prosedur Penanganan Pengaduan
Isi Modul
• Bagaimana
cara
mengelola
sanggahan
peserta
pemilihan penyedia barang/jasa
• Ketentuan umum sanggahan dan dampak hukum
pengelolaan sanggahan tersebut
• Bagaimana mengkaji dan menyelesaikan sanggahan dan
pengaduan, serta membuat pelaporan atas pengelolaan
sanggahan dan pengaduan
Tujuan Khusus
• Memahami dan mampu menjelaskan ketentuan umum sanggahan, serta dampak hukumnya
• Mampu mengkaji sanggahan atas penetapan pemenang
• Mampu menyelesaikan sanggahan atas penetapan pemenang
• Mampu melakukan penanganan pengaduan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku
KONSEP DASAR SANGGAHAN
• Filosofi Sanggahan • Fungsi Sanggahan
• Dasar Prosedur Sanggahan • Ketentuan Sanggahan
Konsep Sanggahan
Prinsip transparan, akuntabel dan adil pada pengadaan
Evaluasi dan penyebab kegagalan diinformasikan
Pemberian waktu tenggang kepada peserta yang gagal: - Untuk memeriksa ulang hasil evaluasi lelang
- merespon/menanggapi hasil evaluasi lelang
Jenis mekanisme tanggapan : - Sanggahan
• A bid protest is a written objection by an “interested party” to the conduct of a federal agency in acquiring supplies or services for its own direct use and benefit
(International Handbook of Procurement, 2009)
• Sebuah bantahan atau protes dari pihak yang merasa dirugikan terhadap pendapat atau keputusan dari pejabat pembuat keputusan pemenang penyedia barang jasa
• Debriefing means informing unsuccessful off erors of the basis for the selection decision and contract award, as well as what was wrong with their proposal
(International Handbook of Procurement, 2009)
• Menginformasikan penyedia barang jasa yang gugur dengan menjelaskan kekuatan dan kelemahan penawarannya serta alasan mengapa pemasok tidak dipilih
Pemasukan Penawaran Evaluasi Penawaran · Pengumuman Penetapan Pemenang · Pemberitahuan Sebab Gugur/ Gagal Pengumuman Lelang/Seleksi Post Award Debriefing Posisi Debriefing pada Proses Lelang
Sanggahan vs. Debriefing
Sanggahan
Debriefing
• sektor publik • sektor swasta/privat • sesuai dengan prosedur yang
ditentukan oleh aturan hukum • sesuai dengan kebijakan pimpinan perusahaan • menghentikan sementara proses
lelang/seleksi • tidak menghentikan proses lelang/seleksi • hasil untuk proses perbaikan
sistem • hasil untuk proses perbaikan sistem • hasil dapat mengubah keputusan
lelang/seleksi • hasil tidak mengubah keputusan lelang/seleksi • secara tertulis • dapat dilakukan secara verbal,
untuk kontrak sederhana • tenggang waktu disebut masa
Pengguna Barang Jasa Penyedia Barang Jasa
• Mengidentifikasi cara memperbaiki proses di masa mendatang
• Mendorong tawaran yang lebih baik di masa depan
• Membantu mendirikan sektor publik sebagai pembeli lebih adil, terbuka dan etis
• Mendorong partisipasi pemasok yang berkesinambungan yang mempromosikan kompetisi
• Membangkitkan kepercayaan diri dan meyakinkan integritas proses lelang
• Membantu memperbaiki kinerja/performa di masa mendatang
• Membantu memahami dan
mengoperasikan prosedur dan praktek yang berbeda yang mungkin diaplikasikan di sektor publik
• UU 30 – 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
• UU 05 – 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan perubahannya UU 09 – 2004 dan UU 51 – 2009
• UU 25 – 2009 tentang Pelayanan Publik
• UU 14 – 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) • PP 07 – 1989 tentang Penerapan UU 05 – 1986 tentang
Peradilan Tata Usaha Negara
Ketentuan
Sanggahan
Ketentuan Sanggahan
Apa yang Disanggah?
• Adanya penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur
• Adanya rekayasa yang mengakibatkan terjadinya persaingan yang tidak sehat
• Adanya penyalahgunaan wewenang oleh pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya
Kapan Masa Sanggah Berlaku?
• Lelang/seleksi umum
• Masa sanggah 5 (lima) hari setelah pengumuman pemenang • Jawaban sanggahan 5 (lima) hari setelah sanggahan diterima
Lelang/seleksi sederhana
• Masa sanggah 3 (tiga) hari setelah pengumuman pemenang • Jawaban sanggahan 3 (tiga) hari setelah sanggahan diterima
• Peserta pemilihan/seleksi (pihak yang melakukan sanggahan) • Kelompok Kerja/Pokja ULP (pihak yang disanggah)
• Pejabat Pembuat Komitmen (tembusan)
• Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) (tembusan) • Aparat Pengawas Intern Pemerintah (tembusan)
Ketentuan Sanggahan
Siapa Saja yang Terlibat?
Implikasi Hukum
Pengelolaan sanggahan yang efektif akan menentukan keberlangsungan program kegiatan • Penyedia tidak puas dapat berlanjut ke PTUN
Sanggahan diterima, ditelaah unsur tindak pidana atau TUN. • Sanksi administrasi
• Sanksi pidana
Sanggahan diwajibkan untuk ditindaklanjuti apapun hasilnya, baik menerima atau menolak sanggahan.
PROSEDUR
PENANGANAN SANGGAHAN
• Inventarisasi Sanggahan
Inventarisasi Sanggahan
Identitas Penyedia Tanggal Surat Diterima
Tujuan Surat Isi Surat Tanda Tangan
• Penelaahan Materi Sanggahan
• Inventarisasi dokumen pendukung • Kategori kriteria sanggahan
• Menyusun Materi Jawaban Sanggahan
• Fokus terhadap butir-butir sanggahan
• Memetakan butir sanggahan dengan hasil kajian • Melengkapi butir sanggahan dan hasil kajian
dengan dasar hukum
Format Lembar Kerja Penyusunan
Materi Jawaban Sanggahan
No SanggahanMateri Jawaban Referensi
Acuan Dokumen Pendukung
1. Butir Sanggahan
1 Kesimpulan Jawaban Butir Sanggahan 1 · Perpres 70 tahun 2012 Pasal X Ayat Y · Perka LKPP No. xx tahun xxxx · IKP (Instruksi Kepada Peserta Lelang) · Dok. Penawaran · Dok. Pemilihan (Bab
Lembar Data Pelelangan)
2 Butir Sanggahan
2 Kesimpulan Jawaban Butir Sanggahan 2 · Perpres 70 tahun 2012 Pasal Y Ayat Z · Perka LKPP No YY tahun YYYY
· Dok. Penawaran (Daftar Kuantitas Harga)
· Dok. Pemilihan (Bab Instruksi Kepada Peserta Lelang)
Tindak Lanjut Sanggahan
Sanggahan Diterima
Sanggahan Ditolak
Evaluasi ulang atau lelang ulang jika PA/KPA menyetujui
- Penyanggah puas, dilanjutkan dengan penerbitan SPPBJ - Penyanggah tidak puas, dilanjutkan prosedur pengaduan
Penyampaian Jawaban Sanggahan
Bukti tanda terima jawaban sanggahan alat bukti rekama kerja Pokja ULP Dipastikan diterima pada masa batas waktu jawaban sanggahan Dipastikan diterima oleh penyanggahPROSES LELANG/SELEKSI PENGUMUMAN PENETAPAN PEMENANG M A S A S A N G G A H KEBERATAN MENERIMA SPPBJ KONTRAK SANGGAHAN JAWABAN SANGGAHAN TIDAK PUAS PENGADUAN
Bagan Alir
Sanggahan
PROSEDUR
PENANGANAN PENGADUAN
• Definisi Pengaduan
• Pihak yang Terkait Proses Pengaduan • Melakukan Pengaduan
• Pengelolaan Penanganan Pengaduan • Pembuktian Pengaduan
• Pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk
menindak menurut hukum seorang yang telah melakukan
tindak pidana aduan yang merugikannya (KUHAP, Pasal 1)
• Pengaduan adalah proses penyampaian informasi yang disampaikan oleh Whistlelower sehubungan dengan adanya
indikasi pelanggaran dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Perka LKPP No. 11 tahun 2014)
• Organisasi masyarakat • Organisasi politik
• LSM
• Instansi pemerintah
• Pihak kepentingan atau merasa dirugikan terhadap hasil lelang/seleksi
Pihak Terkait Proses Pengaduan
• Dasar Hukum
• UU No. 25 – 2009 tentang Pelayanan Publik
• PP No. 96 – 2012 tentang Pelaksanaan UU No. 25 – 2009
• PP No. 68 – 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Negara
• Peraturan Menteri PAN No. 05 – 2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat Bagi Instansi Pemerintah
• Data Minimal Pengadu
• Nama dan alamat pemberi informasi (fotokopi KTP/identitas diri) • Keterangan mengenai fakta dan tempat kejadian yang diinformasikan • Dokumen atau keterangan lain sebagi alat bukti
Cakupan Pengaduan PBJ
Penyimpangan prosedur pengadaan barang jasa pemerintahKorupsi, kolusi dan nepotisme dalam penyelenggaraan PBJ Pelanggaran persaingan yang sehat
• Dasar Pengelolaan Pengaduan
• Prinsip terbuka, transparan, akuntabel
• Instansi Pemerintah wajib mengelola pengaduan masyarakat
• Pengelolaan pengaduan adalah proses kegiatan menampung, mencatat, menelaah, menyalurkan, mengkonfirmasi, mengklarifikasi, memberikan alternatif solusi, mendokumentasikan, dan mensosialisasikan hasil pengelolaan pengaduan ke masyarakat
• Tujuan Pengelolaan Pengaduan
• Agar masalah pada pengaduan, yang dialami, dirasakan atau dihadapi masyarakat, dapat segera dicarikan alternatif solusi terbaiknya
Fungsi Pengaduan
Menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dalam kontrol sosial
Satu tolak ukur kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah
Membangun citra aparatur pemerintah yang beretika, bermoral, profesional, transparan dan bertanggung jawab dan memiliki jiwa korsa
Memperbaiki dan mengefektifkan sistem pengendalian intern
Menumbuhkan kepekaan dan mengefektifkan fungsi manajerial
Menegakkan hukum dan keadilan secara tertib, proporsional dan demokratis
Asas-Asas Pelaksanaan Pengelolaan Pengaduan Proporsionalitas Kepastian Hukum Transparansi Koordinasi
Efektivitas & Efisiensi Akuntabilitas
Objektivitas
• Materi Pengelolaan Pengaduan • Identitas pengadu
• Prosedur pengelolaan pengaduan
• Penentuan pelaksana yang mengelola pengaduan • Prioritas penyelesaian pengaduan
• Pelaporan proses dan hasil pengelolaan pengaduan kepada atasan pelaksana
• Rekomendasi pengelolaan pengaduan
• Penyampaian hasil pengelolaan pengaduan kepada pihak terkait • Pemantauan dan evaluasi pengelolaan pengaduan
• Dokumentasi dan statistik pengelolaan pengaduan
• Pencantuman nama dan alamat penanggung jawab serta sarana pengaduan yang mudah diakses
PENGADUAN
Pencatatan
Identifikasi Masalah Indikasi Masalah/
Penyimpangan Salah Informasi
Pencarian Fakta Analisis Masalah Masalah/ Penyimpangan Benar? YA Fasilitasi Penanganan Selesai? YA TIDAK Umpan Balik/Jawaban ke Pengadu/Pelapor TAHAP PENGUMPULAN INFORMASI TAHAP PENANGANAN TAHAP DOKUMENTASI TIDAK Bagan Alir Penanganan Pengaduan
Tahapan Pengelolaan Pengaduan • Data surat pengaduan • Identitas pelapor • Identitas terlapor • Lokasi kasus
Pencatatan
• Merumuskan inti masalah yang diadukan
• Menghubungkan materi pengaduan dengan peraturan yang relevan • Meneliti
dokumen/informasi terkait materi pengaduan yang diterima
• Menetapkan hasil penelaahan pengaduan
Penelaahan
Pembuktian Pengaduan
1
2
3
Pemeriksaan
Telaah lanjutan • Mempelajari dan merumuskan permasalahan • Pemaparan hasil rumusan • Merumuskan bahwa pengaduan mengarah adanya pelanggaran Konfirmasi • Mengidentifikasi terlapor • Mencari informasi tambahan Klarifikasi• Meminta penjelasan pihak-pihak terkait
• Melakukan penilaian terhadap permasalahan • Meminta dokumen
pendukung atas penjelasan yang disampaikan
• Waktu Penyelesaian
• Paling lambat 90 (sembilan puluh) hari setelah surat pengaduan diterima
• Pelaporan
• Sistematik, singkat, jelas dan dapat dipertanggungjawabkan
• Disampaikan ke pimpinan terlapor dan instansi pengadu • Pengaduan menyangkut KN > Rp. 1 Milyar wajib
disampaikan ke KPK • APIP
Hasil Pelaporan
• Tindakan administratif
• Tindakan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi
• Tindakan gugatan perdata
• Tindakan pengaduan perbuatan pidana
• Tindakan penyempurnaan manajemen instansi yang bersangkutan
Pelapor
• Menyampaikan jawaban pengaduan
Terlapor
• Pengaduan tidak terbukti mengembalikan nama baik terlapor • Pengaduan terbukti tindakan sesuai ketentuan
Hasil Pemeriksaan
• Pelapor tidak puas dan menyampaikan pengaduan kembali disertai dengan bukti
pendukung yang memadai, pejabat berwewenang perlu mengadakan pengkajian ulang terhadap hasil pemeriksaan
• Hasil pemeriksaan yang dianggap kurang memadai, maka instansi lain terkait yang berhak menerima laporan atas hasil tindak lanjut penanganan pengaduan dapat melakukan verifikasi