1
KURIKULUM 2013 :
QUO VADIS ?
SEMINAR NASIONAL
KURIKULUM 2013 PROGRAM PASCASARJANA UNNES
7 APRIL 2013
Nama
: Dr. Muhdi,SH.M.Hum
Tpt/tgl/lhr. : Kebumen,27-1-1962
Alamat
: Jl.Tirtomukti VIII/1
Status
: Kawin dg 2 anak
Pendidikan :
Fak. Hukum Unsoed
Pascasarjana (S2)Ilmu Hukum Undip
Pascasarjana (S3) MP Unnes
Pekerjaan/Jabatan:
Dosen FPIPS IKIP PGRI Semarang
Kaprodi PPKN FPIPS
Pembantu Dekan III FPIPS
Pembantu Rektor I IKIP PGRI Smg.
Rektor IKIP PGRI Smg.
Jabatan lain:
Anggota Konsorsium Sertifikasi Guru
Bendahara Umum ALPTKSI
(Demokrasi, Pembangunan Pertumbuhan Menengah, Berkeadilan) PDB nominal:$ 1,406B PDB per kapita: $ $5,551 (Demokrasi, Pembangunan Pertumbuhan Tinggi, Keadilan) PDB nominal: $4,977B PDB per kapita:$17,240 (Demokrasi, Pertumbuhan Berkesinambungan, Keadilan Merata) PDB nominal:$26,678B PB per kapita:$78,478
Sumber: Menko Perekonomian, 2010 3
Visi Indonesia Menjadi 5 Besar
Kekuatan Ekonomi Dunia
Proyeksi Perkembangan Demografi Indonesia
Piramida Penduduk 2010
Piramida Penduduk 2020
Golden opportunity!
Sumberdaya manusia Indonesia akan menjadi modal utama kemajuan bangsa, syarat: mereka mendapat pendidikan yang bermutu dan relevan
Distribusi Penduduk Indonesia
menurut Umur dan Gender 1990 dan 2010
Sumber: BPS dan World Bank, 2012
Perbandingan Internasional:
This image cannot currently be displayed.
100 tahun kemerdekaan
"Bonus Demografi"
Bonus Demografi Sebagai Modal Indonesia 2045
SDM
Usia Produktif
Melimpah
Kompeten
Tidak Kompeten
Beban
Pembangunan
Modal
Pembangunan
Transformasi Melalui Pendidikan
-Kurikulum
- PTK
-Sarpras
-Pendanaan
-Pengelolaan
7Faktor penentu keunggulan
suatu negara
FAKTOR
PERANAN (%)
Innovation
Networking
Technology
Natural Resources
45
25
20
10
Pembelajaran dan Inovasi
• Kreatif dan inovasi
• Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Komunikasi dan kolaborasi
Informasi, Media and Teknologi
• Melek informasi • Melek Media • Melek TIK
Kehidupan dan Karir
• Fleksibel dan adaptif • Berinisiatif dan mandiri
• Keterampilan sosial dan budaya • Produktif dan akuntabel
• Kepemimpinan&tanggung jawab
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kerangka Kompetensi Abad 21
Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup
hanya untuk meningkatkan
pengetahuan [melalui core
subjects] saja, harus dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif - kritis
-Berkarakter kuat [bertanggung
jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...]
Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi
10
Proses Pembelajaran yang Mendukung
Kreativitas
Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:
•
2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui
pendidikan
, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
•
Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3
dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
•
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
-
Observing [mengamati]
-
Questioning [menanya]
-
Associating [menalar]
-
Experimenting [mencoba]
-
Networking [Membentuk jejaring]
Personal
Inter-personal
Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning]
untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning
10
Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan
memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)
AGENDA GLOBAL PEMBELAJARAN DI
ABAD 21
SUPAYA MAMPU BERSAING DAN SEJAHTERA PADA ABAD YANG BARU ,
KITA PERLU BELAJAR LEBIH BANYAK DAN BELAJAR DENGAN CARA YANG
BERBEDA
( TEKNIK, METODE, SARANA,IT
)
MAKA SISWA MEMERLUKAN PENGETAHUAN YANG LEBIH BANYAK DAN
MENGUASAI KETRAMPILAN YANG LEBIH DIBANDINGKAN GENERASI
SEBELUMNYA
SISWA MEMASUKI ABAD YANG BARU AKAN MENGHADAPI RESIKO YANG
LEBIH BANYAK DAN SITUASI YANG PENUH KETIDAKPASTIAN
Bagaimana Sistem Pendidikan
kita saat ini ?
Tidak akan relevan
Partnership for 21st Century Skills http//www 21st Century Skills.org.
KECUALI KITA
MENJEMBATANI
Bagaimana
kehidupan yang
akan dihadapi siswa
sesuai dengan
jamannya
Bagaimana siswa
belajar untuk
menghadapi
jamanya
PARADIGMA
Tradisional
Berfokus Pada Siswa
HANYA PENERIMA
INFORMASI
(PENGETAHUAN )
AKTIF MENCARI
INFORMASI
Pendidikan tidak hanya
ibarat mengisi gelas
kosong, sebagai target
memenuhi kewajiban
pengajaran
Pendidikan lebih
memberikan rangsangan
agar siswa menjadi
pembelajar yang aktif
ARAH BARU PEMBELAJARAN
•
Berpusat pada siswa (student center)
•
Bersifat partisipatif dan dialogis
•
Peserta sebagai subjek belajar
•
Aktif dan menyenangkan (active and joyful
learning)
•
Guru sebagai fasilitator dan motivator
pembelajaran
•
Guru aktif mengkreasikan lingkungan
pembelajaran yang nyaman, produktif, dan
memungkinkan siswa belajar optimal
Tujuan Pendidikan Nasional
(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sikap
Spiritual
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa
Sikap Sosial berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan
demokratis serta bertanggung jawab
Pengetahuan berilmu
Keterampilan cakap dan kreatif
Quo Vadis Kurikulum 2013
•
Artikel Wakil Presiden Boediono (Kompas, 27
Agustus 2012) berjudul ”Pendidikan Kunci
Pembangunan” memacu segera diadakan
pergantian kurikulum pendidikan dasar dan
menengah.
•
Mendikbud Mohammad Nuh memberikan
keterangan pers tentang rencana pemerintah
mengganti Kurikulum 2006.
•
Dunia pendidikan nasional geger dengan rencana
Kemendikbud menerapkan Kurikulum 2013 mulai
tahun ajaran baru 2013/2014.
Pro kontra muncul, dari kalangan LSM, Koalisi
pendidikan, masyarakat, praktisi bahkan
anggota DPR RI dan terakhir para guru besar
se-Indonesia ( menyampaikan aspirasi dengan
mengirim surat kepada Presiden SBY untuk
mempertimbangkan kembali rencana
Kemendikbud yang terkesan pemaksaan
pelaksanaan kurikulum baru). Argumentasi yang
disampaikan diantaranya karena perubahan
Kurikulum 2013 dianggap tidak memiliki visi dan
latar belakang yang kuat, apalagi kurikulum lama
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
This image cannot currently be displayed.
18
Bulan
Kegiatan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul
Ags
Penulisan BukuPenyiapan Buku Master Penggandaan Buku
Penyiapan Instruktur Nasional Penyiapan Guru Inti
Penyiapan Guru Implementasi Pendampingan
Monitoring dan Evaluasi
Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR RI
masih memperdebatkan dan belum satu suara
menyetujui atau tidak perubahan kurikulum
2013.
Anggaran Pelaksanaan Kurikulum 2013 masih
belum mendapat persetujuan DPR RI.
Bagaimana nasib Penggandaan Buku yang
(mulai Maret), Penyiapan Instruktur Nasional
( awal Mei), Penyiapan Guru Inti ( akhir Mei ),
-Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan
Perpustakaan
-Penyediaan Buku
Kurikulum 2013
-BOS
-Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT)
Manajemen Berbasis Sekolah
-Peningkatan Kualifikasi &
Sertifikasi
-Pembayaran Tunjangan
Sertifikasi
-Uji Kompetensi dan
Pengukuran Kinerja
This image cannot currently be displayed.
Pengembangan Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar (PP 19/2005)
[Setiap standar memiliki:
Tantangan, Persoalan
, dan
Solusi masing-masing
]
Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan
21
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Tantangan Pengembangan
Kurikulum
Tantangan Masa Depan
• Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
• Masalah lingkungan hidup • Kemajuan teknologi informasi • Konvergensi ilmu dan teknologi • Ekonomi berbasis pengetahuan
• Kebangkitan industri kreatif dan budaya • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia • Pengaruh dan imbas teknosains
• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan
• Materi TIMSS dan PISA
Kompetensi Masa Depan
• Kemampuan berkomunikasi
• Kemampuan berpikir jernih dan kritis
• Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan
• Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran
terhadap pandangan yang berbeda
• Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas dalam kehidupan
• Memiliki kesiapan untuk bekerja
• Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan
Fenomena Negatif yang Mengemuka
Perkelahian pelajar Narkoba
Korupsi Plagiarisme
Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..) Gejolak masyarakat (social unrest)
Persepsi Masyarakat
• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
• Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter
22
Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi
• Neurologi • Psikologi
• Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning
Kurikulum yang dapat
menghasilkan insan
indonesia yang:
Produktif, Kreatif,
Inovatif,
Afektif
melalui penguatan
Sikap,
Keterampilandan
Pengetahuan
yang terintegrasi
Tema
Kurikulum 2013
Produktif Kreatif Inovatif Afektif 23Perkembangan Kurikulum di Indonesia
1947
Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1984 Kurikulum 1984 1994 Kurikulum 1994 1997 Revisi Kurikulum 1994 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1945 1955 1965 1975 1985 1995 2005 2015 2013 ‘Kurikulum 2013’ 24
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)
KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual)
STRUKTUR KURIKULUM STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR
PROSES PENILAIANSTANDAR
BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN &
PENILAIAN
PEDOMAN
Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006
Oleh Satuan Pendidikan
This image cannot currently be displayed.
Pola Pikir KBK 2004 Pola Pikir KTSP 2006
This image cannot currently be displayed.
Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum
No KBK 2004
KTSP 2006
Kurikulum 2013
1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari
Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan 2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan
Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui
Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran
3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan
Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap
pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,
4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai 5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain,
seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
Elemen Ukuran Tata kelola KTSP 2006 Kurikulum 2013
Guru
Kewenangan Hampir mutlak Terbatas
Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku
Beban Berat Ringan
Efektivitas waktu untuk
kegiatan pembelajaran Rendah [banyak waktu untuk persiapan] Tinggi Buku
Peran penerbit Besar Kecil
Variasi materi dan proses Tinggi Rendah Variasi harga/beban siswa Tinggi Rendah
Siswa Hasil pembelajaran Tergantung sepenuhnya pada guru Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah
Pemantauan
Titik Penyimpangan Banyak Sedikit
Besar Penyimpangan Tinggi Rendah
Pengawasan Sulit, hampir tidak mungkin Mudah This image cannot currently be displayed.
Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum
Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013
Penyusunan Silabus
Guru Hampir mutlak [dibatasi hanya
oleh SK-KD] Pengembangan dari yang sudah disiapkan
Pemerintah Hanya sampai SK-KD Mutlak
Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan
Penyediaan Buku
Penerbit Kuat Lemah
Guru Hampir mutlak Kecil, untuk buku pengayaan
Pemerintah Kecil, untuk kelayakan penggunaan
di sekolah Mutlak untuk buku teks, kecil untuk buku pengayaan Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Guru Hampir mutlak Kecil, untuk pengembangan dari
yang ada pada buku teks Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan dan
pemantauan Supervisi pelaksanaan dan pemantauan Pelaksanaan
Pembelajaran
Guru Mutlak Hampir mutlak
Pemerintah Daerah Pemantauan kesesuaian dengan
rencana [variatif] Pemantauan kesesuaian dengan buku teks [terkendali] Penjaminan
Mutu
Pemerintah Sulit, karena variasi terlalu besar Mudah, karena mengarah pada pedoman yang sama
This image cannot currently be displayed.
Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum
Proses
Karakteristik Penguatan
Pembelajaran
Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,....
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran
Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery
learning]
Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif
Penilaian
Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi
Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan]
Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa Menggunakan portofolio pembelajaran siswa
Langkah Penguatan Proses
Peran Pemerintah Pe ra n G ur u/ Sa td ik Ef ek tiv itas w ak tu p em be laj ar an Kurikulum 2013 KBK 2004 KTSP 2006 Al ok as i wa kt u pe rs ia pa n si la bu s da n rev iew buk u
Efektivitas waktu pembelajaran Alokasi waktu guru untuk persiapan silabus dan review buku ajar
Pembagian peran Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru dalam Kurikulum dan
Efektivitas Waktu Pembelajaran
... Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran ...
Kurikulum 2013
sesuai dengan tujuan pendidikan
nasional, kerangka kompetensi abad 21, sesuai untuk
menyiapkan kompetensi sdm produktif 2045, dan
mengurangi beban administratif guru untuk
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
1. Translation Ability
SDM
Pemahaman
2. Organisasi dan Manajemen
3. Pembiayaan
4. Sarana dan Prasarana
This image cannot currently be displayed.
Jadwal Persiapan dan Implementasi Kurikulum 2013
33
Bulan
Kegiatan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul
Ags
Penulisan BukuPenyiapan Buku Master Penggandaan Buku
Penyiapan Instruktur Nasional Penyiapan Guru Inti
Penyiapan Guru Implementasi Pendampingan
No
Jenjang Satuan KelasTahun
2013 2014 20151
SD I II III IV V VI2
SMP VII VIII IX3
SMA/SMK X XI XIIJadwal Implementasi
34SD : 30% dari populasi kelas I dan kelas IV (10 % dari Populasi SD)
SDM
Faktor kunci implementasi kurikulum baru
adalah Guru.
Karena gurulah yang akan menentukan makna
suatu kurikulum. Untuk itu dengan
heterogenitas guru di indonesia, penerapan
kurikulum baru menjadi sangat bergantung
pada kesiapan gurunya.
Kurikulum baru mengubah mindset pendidikan
yang bersifat akademik menjadi akademik,
ketrampilan dan karakter. Untuk itu guru harus
diubah mindsetnya.
GURU INDONESIA DIBAWAH KEMENDIKBUD
JENJANG PENDIDIKAN
KUALIFIKASI AKADEMIK
TOTAL
SSS D-I D-II D-III S-1 S-2 S-3
TK 120,056 20,427 66,639 6,448 38,455 443 9 252,477 SD 380,010 12,514 720,997 35,773 418,704 4,587 58 1,572,643 SMP 31,323 21,040 21,132 53,918 398,061 8,287 69 533,830 SLB 2,062 291 3,927 1,410 8,341 176 4 16,211 SMA 6,336 916 1,559 12,208 225,546 7,736 86 254,387 SMK 6,383 866 1,053 13,125 136,056 4,141 32 161,656 TOTAL 546,170 56,054 815,307 122,882 1,225,163 25,370 258 2,791,204
KUALIFIKASI PENDIDIKAN GURU KEMENDIKBUD
YANG TELAH MEMENUHI SYARAT UU
JENJANG
PENDIDIKAN BERKUALIFIKASI S1 BELUM BERKUALIFIKASI S1 SUDAH JUMLAH
TK
213.570
84 %
38.907
16 %
252,477
SD
1.149.294
73 %
423.349
27 %
1,572,643
SMP
127.413
24 %
406.417
76 %
533,830
SLB
7.690
47 %
8.521
53 %
16,211
SMA
21.019
8 %
233.368
92 %
254,387
SMK
21.427
13 %
140.229
87 %
161,656
TOTAL
1.540.413
55 %
1.250.791
45 %
2,791,204
Dari 2.791.204 guru, 903.527 guru
merupakan guru yang statusnya belum
tetap yaitu Guru Bantu 9.454 orang,
Guru Honda 57.631 orang, dan GTT
836.442 orang.
Padahal Guru tidak tetap tersebut justru
kualifikasinya pada umumnya sudah S1.
Hasil UKG guru sekalipun bertujuan
untuk pemetaan, hasilnya kurang
menggembirakan, dimana hanya 42 %
yang dianggap bagus, selebihnya 58 %
kurang bagus.
Hal itu wajar karena Guru di Indonesia
kualifikasi pendidikannya 55 % lebih
belum S1, bahkan pada jenjang SD yang
belum S1 sebesar 73 %.
Kurikulum baru akan diterapkan mulai 2013 secara
bertahap hingga 2015, maka penyiapan guru
sekurang-kurang 1/3 jumlah guru SD,SMP,SMA/SMK
di Indonesia yaitu kurang lebih 847.000 guru untuk
mengimplementasikan kurikulum baru.
Permasalahan :
1. Sebagian besar guru tersebut adalah guru SD
2. Sebagaian besar guru tersebut belum
berkualifikasi pendidikan S1
3. Usia Guru sebagian besar 50 tahun keatas.
4. Tempat tinggalnya banyak yang di daerah yang
sulit di jangkau.
5. Diantara mereka banyak yang status
kepegawaiannya adalah guru tidak tetap.
6. Bagaimana penerapan kurikulum 2013 di kemenag
7. Dll.
Rencana Imlementasi
JENJANGSD
30 Sekolah Kls. I - IV
44.609 sekolah
240.886 Guru
2.462.389 Siswa
2.703.275 Set buku
SMP
Seluruh Sekolah kls. VII
36.435 sekolah
342.489 guru
3.497.760 Siswa
3.840.249 Set buku
SMA/SMK Seluruh Sekolah Kls X
21.230 Sekolah
22.135 guru
1.282.631 Siswa
3.976.533 buku (seb)
LPMP
Instruktur Nasional SD
Guru Inti SD Guru Inti SD
Guru Inti SD Pelatihan Guru Inti SD
Catatan: 1. Guru mata pelajaran di SD bergabung dengan guru kelas, kecuali agama 2. Pola yang sama berlaku untuk guru Pendidikan Agama SD
3. Pola yang sama berlaku untuk SMP, SMA/K
4. Pengelompokkan berdasarkan kesamaan mapel yang diampu
SD Inti Guru Inti SD Guru SD Guru SD Guru SD
Pelatihan Guru SD
Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Jakarta Nara Sumber IN Guru SD IN Guru SD IN Guru SD Pelatihan Instruktur Nasional Guru SDModel Pelatihan
Guru
LPMP Instruktur Nasional KS KS Inti SD KS Inti SD KS Inti SD
Pelatihan KS Inti SD
SD
Inti
KS Inti SD KS SD KS SD KS SDPelatihan KS SD
Catatan: 1. Pola yang sama berlaku untuk SMP, SMA/K
2. Pola yang sama berlaku untuk Pengawas Sekolah (PS)
Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Jakarta Nara Sumber IN KS SD IN KS SD IN KS SD