• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM 2013 : QUO VADIS? SEMINAR NASIONAL KURIKULUM 2013 PROGRAM PASCASARJANA UNNES 7 APRIL 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KURIKULUM 2013 : QUO VADIS? SEMINAR NASIONAL KURIKULUM 2013 PROGRAM PASCASARJANA UNNES 7 APRIL 2013"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

1

KURIKULUM 2013 :

QUO VADIS ?

SEMINAR NASIONAL

KURIKULUM 2013 PROGRAM PASCASARJANA UNNES

7 APRIL 2013

(2)

Nama

: Dr. Muhdi,SH.M.Hum

Tpt/tgl/lhr. : Kebumen,27-1-1962

Alamat

: Jl.Tirtomukti VIII/1

Status

: Kawin dg 2 anak

Pendidikan :

Fak. Hukum Unsoed

Pascasarjana (S2)Ilmu Hukum Undip

Pascasarjana (S3) MP Unnes

Pekerjaan/Jabatan:

Dosen FPIPS IKIP PGRI Semarang

Kaprodi PPKN FPIPS

Pembantu Dekan III FPIPS

Pembantu Rektor I IKIP PGRI Smg.

Rektor IKIP PGRI Smg.

Jabatan lain:

Anggota Konsorsium Sertifikasi Guru

Bendahara Umum ALPTKSI

(3)

(Demokrasi, Pembangunan Pertumbuhan Menengah, Berkeadilan) PDB nominal:$ 1,406B PDB per kapita: $ $5,551 (Demokrasi, Pembangunan Pertumbuhan Tinggi, Keadilan) PDB nominal: $4,977B PDB per kapita:$17,240 (Demokrasi, Pertumbuhan Berkesinambungan, Keadilan Merata) PDB nominal:$26,678B PB per kapita:$78,478

Sumber: Menko Perekonomian, 2010 3

Visi Indonesia Menjadi 5 Besar

Kekuatan Ekonomi Dunia

(4)

Proyeksi Perkembangan Demografi Indonesia

Piramida Penduduk 2010

Piramida Penduduk 2020

Golden opportunity!

Sumberdaya manusia Indonesia akan menjadi modal utama kemajuan bangsa, syarat: mereka mendapat pendidikan yang bermutu dan relevan

(5)

Distribusi Penduduk Indonesia

menurut Umur dan Gender 1990 dan 2010

Sumber: BPS dan World Bank, 2012

(6)

Perbandingan Internasional:

(7)

This image cannot currently be displayed.

100 tahun kemerdekaan

"Bonus Demografi"

Bonus Demografi Sebagai Modal Indonesia 2045

SDM

Usia Produktif

Melimpah

Kompeten

Tidak Kompeten

Beban

Pembangunan

Modal

Pembangunan

Transformasi Melalui Pendidikan

-Kurikulum

- PTK

-Sarpras

-Pendanaan

-Pengelolaan

7

(8)

Faktor penentu keunggulan

suatu negara

FAKTOR

PERANAN (%)

Innovation

Networking

Technology

Natural Resources

45

25

20

10

(9)

Pembelajaran dan Inovasi

• Kreatif dan inovasi

• Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Komunikasi dan kolaborasi

Informasi, Media and Teknologi

• Melek informasi • Melek Media • Melek TIK

Kehidupan dan Karir

• Fleksibel dan adaptif • Berinisiatif dan mandiri

• Keterampilan sosial dan budaya • Produktif dan akuntabel

• Kepemimpinan&tanggung jawab

Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008

Kerangka Kompetensi Abad 21

Kerangka ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak cukup

hanya untuk meningkatkan

pengetahuan [melalui core

subjects] saja, harus dilengkapi:

-Berkemampuan kreatif - kritis

-Berkarakter kuat [bertanggung

jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...]

Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi

(10)

10

Proses Pembelajaran yang Mendukung

Kreativitas

Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:

2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui

pendidikan

, 1/3 sisanya berasal dari genetik.

Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3

dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.

Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:

-

Observing [mengamati]

-

Questioning [menanya]

-

Associating [menalar]

-

Experimenting [mencoba]

-

Networking [Membentuk jejaring]

Personal

Inter-personal

Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning]

untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning

10

Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan

memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)

(11)

AGENDA GLOBAL PEMBELAJARAN DI

ABAD 21

SUPAYA MAMPU BERSAING DAN SEJAHTERA PADA ABAD YANG BARU ,

KITA PERLU BELAJAR LEBIH BANYAK DAN BELAJAR DENGAN CARA YANG

BERBEDA

( TEKNIK, METODE, SARANA,IT

)

MAKA SISWA MEMERLUKAN PENGETAHUAN YANG LEBIH BANYAK DAN

MENGUASAI KETRAMPILAN YANG LEBIH DIBANDINGKAN GENERASI

SEBELUMNYA

SISWA MEMASUKI ABAD YANG BARU AKAN MENGHADAPI RESIKO YANG

LEBIH BANYAK DAN SITUASI YANG PENUH KETIDAKPASTIAN

(12)

Bagaimana Sistem Pendidikan

kita saat ini ?

Tidak akan relevan

Partnership for 21st Century Skills http//www 21st Century Skills.org.

KECUALI KITA

MENJEMBATANI

Bagaimana

kehidupan yang

akan dihadapi siswa

sesuai dengan

jamannya

Bagaimana siswa

belajar untuk

menghadapi

jamanya

(13)

PARADIGMA

Tradisional

Berfokus Pada Siswa

HANYA PENERIMA

INFORMASI

(PENGETAHUAN )

AKTIF MENCARI

INFORMASI

Pendidikan tidak hanya

ibarat mengisi gelas

kosong, sebagai target

memenuhi kewajiban

pengajaran

Pendidikan lebih

memberikan rangsangan

agar siswa menjadi

pembelajar yang aktif

(14)

ARAH BARU PEMBELAJARAN

Berpusat pada siswa (student center)

Bersifat partisipatif dan dialogis

Peserta sebagai subjek belajar

Aktif dan menyenangkan (active and joyful

learning)

Guru sebagai fasilitator dan motivator

pembelajaran

Guru aktif mengkreasikan lingkungan

pembelajaran yang nyaman, produktif, dan

memungkinkan siswa belajar optimal

(15)

Tujuan Pendidikan Nasional

(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)

Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi

manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,

cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara

yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sikap

Spiritual

beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa

Sikap Sosial berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan

demokratis serta bertanggung jawab

Pengetahuan berilmu

Keterampilan cakap dan kreatif

(16)

Quo Vadis Kurikulum 2013

Artikel Wakil Presiden Boediono (Kompas, 27

Agustus 2012) berjudul ”Pendidikan Kunci

Pembangunan” memacu segera diadakan

pergantian kurikulum pendidikan dasar dan

menengah.

Mendikbud Mohammad Nuh memberikan

keterangan pers tentang rencana pemerintah

mengganti Kurikulum 2006.

Dunia pendidikan nasional geger dengan rencana

Kemendikbud menerapkan Kurikulum 2013 mulai

tahun ajaran baru 2013/2014.

(17)

Pro kontra muncul, dari kalangan LSM, Koalisi

pendidikan, masyarakat, praktisi bahkan

anggota DPR RI dan terakhir para guru besar

se-Indonesia ( menyampaikan aspirasi dengan

mengirim surat kepada Presiden SBY untuk

mempertimbangkan kembali rencana

Kemendikbud yang terkesan pemaksaan

pelaksanaan kurikulum baru). Argumentasi yang

disampaikan diantaranya karena perubahan

Kurikulum 2013 dianggap tidak memiliki visi dan

latar belakang yang kuat, apalagi kurikulum lama

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

(18)

This image cannot currently be displayed.

18

Bulan

Kegiatan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

Ags

Penulisan Buku

Penyiapan Buku Master Penggandaan Buku

Penyiapan Instruktur Nasional Penyiapan Guru Inti

Penyiapan Guru Implementasi Pendampingan

Monitoring dan Evaluasi

(19)

Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR RI

masih memperdebatkan dan belum satu suara

menyetujui atau tidak perubahan kurikulum

2013.

Anggaran Pelaksanaan Kurikulum 2013 masih

belum mendapat persetujuan DPR RI.

Bagaimana nasib Penggandaan Buku yang

(mulai Maret), Penyiapan Instruktur Nasional

( awal Mei), Penyiapan Guru Inti ( akhir Mei ),

(20)
(21)

-Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan

Perpustakaan

-Penyediaan Buku

Kurikulum 2013

-BOS

-Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT)

Manajemen Berbasis Sekolah

-Peningkatan Kualifikasi &

Sertifikasi

-Pembayaran Tunjangan

Sertifikasi

-Uji Kompetensi dan

Pengukuran Kinerja

This image cannot currently be displayed.

Pengembangan Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar (PP 19/2005)

[Setiap standar memiliki:

Tantangan, Persoalan

, dan

Solusi masing-masing

]

Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan

21

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

(22)

Tantangan Pengembangan

Kurikulum

Tantangan Masa Depan

• Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA

• Masalah lingkungan hidup • Kemajuan teknologi informasi • Konvergensi ilmu dan teknologi • Ekonomi berbasis pengetahuan

• Kebangkitan industri kreatif dan budaya • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia • Pengaruh dan imbas teknosains

• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan

• Materi TIMSS dan PISA

Kompetensi Masa Depan

• Kemampuan berkomunikasi

• Kemampuan berpikir jernih dan kritis

• Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan

• Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran

terhadap pandangan yang berbeda

• Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas dalam kehidupan

• Memiliki kesiapan untuk bekerja

• Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan

Fenomena Negatif yang Mengemuka

 Perkelahian pelajar  Narkoba

 Korupsi  Plagiarisme

 Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)  Gejolak masyarakat (social unrest)

Persepsi Masyarakat

• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif

• Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter

22

Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi

• Neurologi • Psikologi

• Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning

(23)

Kurikulum yang dapat

menghasilkan insan

indonesia yang:

Produktif, Kreatif,

Inovatif,

Afektif

melalui penguatan

Sikap,

Keterampilandan

Pengetahuan

yang terintegrasi

Tema

Kurikulum 2013

Produktif Kreatif Inovatif Afektif 23

(24)

Perkembangan Kurikulum di Indonesia

1947

Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1984 Kurikulum 1984 1994 Kurikulum 1994 1997 Revisi Kurikulum 1994 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1945 1955 1965 1975 1985 1995 2005 2015 2013 ‘Kurikulum 2013’ 24

(25)

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)

KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis, Yuridis, Konseptual)

STRUKTUR KURIKULUM STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR

PROSES PENILAIANSTANDAR

BUKU TEKS SISWA PEMBELAJARAN &

PENILAIAN

PEDOMAN

Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006

Oleh Satuan Pendidikan

This image cannot currently be displayed.

Pola Pikir KBK 2004 Pola Pikir KTSP 2006

(26)

This image cannot currently be displayed.

Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum

No KBK 2004

KTSP 2006

Kurikulum 2013

1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari

Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan 2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan

Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan melalui

Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran

3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan

Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap

pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan,

4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai 5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain,

seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)

(27)

Elemen Ukuran Tata kelola KTSP 2006 Kurikulum 2013

Guru

Kewenangan Hampir mutlak Terbatas

Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku

Beban Berat Ringan

Efektivitas waktu untuk

kegiatan pembelajaran Rendah [banyak waktu untuk persiapan] Tinggi Buku

Peran penerbit Besar Kecil

Variasi materi dan proses Tinggi Rendah Variasi harga/beban siswa Tinggi Rendah

Siswa Hasil pembelajaran Tergantung sepenuhnya pada guru Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah

Pemantauan

Titik Penyimpangan Banyak Sedikit

Besar Penyimpangan Tinggi Rendah

Pengawasan Sulit, hampir tidak mungkin Mudah This image cannot currently be displayed.

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum

(28)

Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013

Penyusunan Silabus

Guru Hampir mutlak [dibatasi hanya

oleh SK-KD] Pengembangan dari yang sudah disiapkan

Pemerintah Hanya sampai SK-KD Mutlak

Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan

Penyediaan Buku

Penerbit Kuat Lemah

Guru Hampir mutlak Kecil, untuk buku pengayaan

Pemerintah Kecil, untuk kelayakan penggunaan

di sekolah Mutlak untuk buku teks, kecil untuk buku pengayaan Penyusunan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Guru Hampir mutlak Kecil, untuk pengembangan dari

yang ada pada buku teks Pemerintah Daerah Supervisi penyusunan dan

pemantauan Supervisi pelaksanaan dan pemantauan Pelaksanaan

Pembelajaran

Guru Mutlak Hampir mutlak

Pemerintah Daerah Pemantauan kesesuaian dengan

rencana [variatif] Pemantauan kesesuaian dengan buku teks [terkendali] Penjaminan

Mutu

Pemerintah Sulit, karena variasi terlalu besar Mudah, karena mengarah pada pedoman yang sama

This image cannot currently be displayed.

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum

(29)

Proses

Karakteristik Penguatan

Pembelajaran

Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,....

Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran untuk semua mata pelajaran

Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery

learning]

Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif

Penilaian

Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi

Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan]

Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa Menggunakan portofolio pembelajaran siswa

Langkah Penguatan Proses

(30)

Peran Pemerintah Pe ra n G ur u/ Sa td ik Ef ek tiv itas w ak tu p em be laj ar an Kurikulum 2013 KBK 2004 KTSP 2006 Al ok as i wa kt u pe rs ia pa n si la bu s da n rev iew buk u

Efektivitas waktu pembelajaran Alokasi waktu guru untuk persiapan silabus dan review buku ajar

Pembagian peran Pemerintah dan Satuan Pendidikan/Guru dalam Kurikulum dan

Efektivitas Waktu Pembelajaran

... Kurikulum 2013 memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru/satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran ...

(31)

Kurikulum 2013

sesuai dengan tujuan pendidikan

nasional, kerangka kompetensi abad 21, sesuai untuk

menyiapkan kompetensi sdm produktif 2045, dan

mengurangi beban administratif guru untuk

(32)

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

1. Translation Ability

SDM

Pemahaman

2. Organisasi dan Manajemen

3. Pembiayaan

4. Sarana dan Prasarana

(33)

This image cannot currently be displayed.

Jadwal Persiapan dan Implementasi Kurikulum 2013

33

Bulan

Kegiatan Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

Ags

Penulisan Buku

Penyiapan Buku Master Penggandaan Buku

Penyiapan Instruktur Nasional Penyiapan Guru Inti

Penyiapan Guru Implementasi Pendampingan

(34)

No

Jenjang Satuan Kelas

Tahun

2013 2014 2015

1

SD I II III IV V VI

2

SMP VII VIII IX

3

SMA/SMK X XI XII

Jadwal Implementasi

34

SD : 30% dari populasi kelas I dan kelas IV (10 % dari Populasi SD)

(35)

SDM

Faktor kunci implementasi kurikulum baru

adalah Guru.

Karena gurulah yang akan menentukan makna

suatu kurikulum. Untuk itu dengan

heterogenitas guru di indonesia, penerapan

kurikulum baru menjadi sangat bergantung

pada kesiapan gurunya.

Kurikulum baru mengubah mindset pendidikan

yang bersifat akademik menjadi akademik,

ketrampilan dan karakter. Untuk itu guru harus

diubah mindsetnya.

(36)

GURU INDONESIA DIBAWAH KEMENDIKBUD

JENJANG PENDIDIKAN

KUALIFIKASI AKADEMIK

TOTAL

SSS D-I D-II D-III S-1 S-2 S-3

TK 120,056 20,427 66,639 6,448 38,455 443 9 252,477 SD 380,010 12,514 720,997 35,773 418,704 4,587 58 1,572,643 SMP 31,323 21,040 21,132 53,918 398,061 8,287 69 533,830 SLB 2,062 291 3,927 1,410 8,341 176 4 16,211 SMA 6,336 916 1,559 12,208 225,546 7,736 86 254,387 SMK 6,383 866 1,053 13,125 136,056 4,141 32 161,656 TOTAL 546,170 56,054 815,307 122,882 1,225,163 25,370 258 2,791,204

(37)

KUALIFIKASI PENDIDIKAN GURU KEMENDIKBUD

YANG TELAH MEMENUHI SYARAT UU

JENJANG

PENDIDIKAN BERKUALIFIKASI S1 BELUM BERKUALIFIKASI S1 SUDAH JUMLAH

TK

213.570

84 %

38.907

16 %

252,477

SD

1.149.294

73 %

423.349

27 %

1,572,643

SMP

127.413

24 %

406.417

76 %

533,830

SLB

7.690

47 %

8.521

53 %

16,211

SMA

21.019

8 %

233.368

92 %

254,387

SMK

21.427

13 %

140.229

87 %

161,656

TOTAL

1.540.413

55 %

1.250.791

45 %

2,791,204

(38)

Dari 2.791.204 guru, 903.527 guru

merupakan guru yang statusnya belum

tetap yaitu Guru Bantu 9.454 orang,

Guru Honda 57.631 orang, dan GTT

836.442 orang.

Padahal Guru tidak tetap tersebut justru

kualifikasinya pada umumnya sudah S1.

(39)

Hasil UKG guru sekalipun bertujuan

untuk pemetaan, hasilnya kurang

menggembirakan, dimana hanya 42 %

yang dianggap bagus, selebihnya 58 %

kurang bagus.

Hal itu wajar karena Guru di Indonesia

kualifikasi pendidikannya 55 % lebih

belum S1, bahkan pada jenjang SD yang

belum S1 sebesar 73 %.

(40)

Kurikulum baru akan diterapkan mulai 2013 secara

bertahap hingga 2015, maka penyiapan guru

sekurang-kurang 1/3 jumlah guru SD,SMP,SMA/SMK

di Indonesia yaitu kurang lebih 847.000 guru untuk

mengimplementasikan kurikulum baru.

Permasalahan :

1. Sebagian besar guru tersebut adalah guru SD

2. Sebagaian besar guru tersebut belum

berkualifikasi pendidikan S1

3. Usia Guru sebagian besar 50 tahun keatas.

4. Tempat tinggalnya banyak yang di daerah yang

sulit di jangkau.

5. Diantara mereka banyak yang status

kepegawaiannya adalah guru tidak tetap.

6. Bagaimana penerapan kurikulum 2013 di kemenag

7. Dll.

(41)

Rencana Imlementasi

JENJANG

SD

30 Sekolah Kls. I - IV

44.609 sekolah

240.886 Guru

2.462.389 Siswa

2.703.275 Set buku

SMP

Seluruh Sekolah kls. VII

36.435 sekolah

342.489 guru

3.497.760 Siswa

3.840.249 Set buku

SMA/SMK Seluruh Sekolah Kls X

21.230 Sekolah

22.135 guru

1.282.631 Siswa

3.976.533 buku (seb)

(42)

LPMP

Instruktur Nasional SD

Guru Inti SD Guru Inti SD

Guru Inti SD Pelatihan Guru Inti SD

Catatan: 1. Guru mata pelajaran di SD bergabung dengan guru kelas, kecuali agama 2. Pola yang sama berlaku untuk guru Pendidikan Agama SD

3. Pola yang sama berlaku untuk SMP, SMA/K

4. Pengelompokkan berdasarkan kesamaan mapel yang diampu

SD Inti Guru Inti SD Guru SD Guru SD Guru SD

Pelatihan Guru SD

Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Jakarta Nara Sumber IN Guru SD IN Guru SD IN Guru SD Pelatihan Instruktur Nasional Guru SD

Model Pelatihan

Guru

(43)

LPMP Instruktur Nasional KS KS Inti SD KS Inti SD KS Inti SD

Pelatihan KS Inti SD

SD

Inti

KS Inti SD KS SD KS SD KS SD

Pelatihan KS SD

Catatan: 1. Pola yang sama berlaku untuk SMP, SMA/K

2. Pola yang sama berlaku untuk Pengawas Sekolah (PS)

Lokasi berdekatan (dalam satu klaster) Jakarta Nara Sumber IN KS SD IN KS SD IN KS SD

Pelatihan Instruktur

Nasional (IN) KS SD

Model Pelatihan

Kepala Sekolah dan Pengawas

(44)

Pelatihan Guru

Kemendikbud akan melatih guru guru SD

kelas I dan IV, Guru SMP kelas VII, dan Guru

SMA/SMK kelas X.

Apakah jumlah nya menjangkau semua

kelas yang tersedia?

Apakah pelatihan tersebut efektif?

Apakah pelatihan juga diberikan pada GTT

yang banyak mengajar di kelas yg harus

melaksanakan kurikulum baru?

(45)

Organisasi dan Manajemen ?: siap

Anggaran ?

Bagaimana kalau DPR RI memberikan

persetujuannya mendekati tahun ajaran baru

2013/2014?

Sarpras/Pengadaan Buku?

Bagaimana mencetak 10.520.057 dan

mendistribusikannya ke 102.274 sekolahdengan

sisa waktu yang semakin sempit?

(46)

Referensi

Dokumen terkait

Cara menyusun RKH PAUD sesuai kurikulum PAUD 2013 adalah: Tetapkan dahulu indiaktor yang ingin dicapai dari tujuan Satuan yang sudah ditetapkan sebelumnya tentunya sesuai

Kesimpulan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai kemampuan guru IPA dalam penerapan Kurikulum 2013 di SMP Swasta Surakarta tahun ajaran 2013/2014 diperoleh kesimpulan

Kurikulum 2013 merupakan intervensi peningkatan mutu yang strategis, namun sasarannya besar baik dari segi siswa yang akan menjadi subyek dari kurikulum 2013, maupun guru yang

Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Raja Grafindo Persada.. Kurikulum 2013, pedoman

Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan masa

(RPP) sesuai dengan kurikulum 2013 dan mengaplikasikan pendekatan saintifik di dalam kelas pembelajaran sejarah Indonesia sesuai dengan kurikulum 2013, guru juga

Sehingga dengan membekali calon guru dalam menyusun perangkat penilaian yang bersifat menyeluruh selain sesuai dengan konsep Kurikulum 2013 pun dapat mencapai tujuan

Kesiapan guru di Kabupaten Pati dalam melaksanakan pembalajran IPA dan penilaian otentik yang mencerminkan hakikat sains pada implementasi Kurikulum 2013 yang masih