PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Teks penuh
Dokumen terkait
Pelaksanaan bimbingan dan konseling selama ini di SMK N 5 Semarang masih mengalami hambatan, yaitu adanya kesan siswa terhadap layanan BK seperti guru mata pelajaran
Untuk memberikan pelayanan yang baik tentu tidak dapat dilakukan hanya oleh 1 orang guru BK saja, apalagi dengan jumlah siswa yang cukup banyak akan membuat guru BK kerepotan
Paradigma program Bimbingan dan Konseling (BK) perkembangan merupakan layanan bimbingan dan konseling sebagai layanan spesifik yang memfasilitasi perkembangan setiap siswa agar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengerahui hubungan persepsi siswa terhadap konselor dan sarana prasarana BK dengan minat layanan bimbingan konseling pada
Latar belakang penelitian ini adalah Pelaksanaan bimbingan dan konseling seharusnya direspon positif oleh siswa, karena layanan ini sangat menguntungkan dan dapat membantu
Dalam paparan data, digambarkan bahwa guru BK di SMK Mitra Industri MM2100 berperan memberikan layanan BK dan melakukan pendampingan pada siswa secara kolaboratif dengan guru
Guru BK bertugas sebagai fasilitator yang memfasilitasi keberlangsunan layanan BK, motivator yang memberikan dukungan kepada siswa yang bermasalah ataupun membutuhkan dorongan dan
Ketiga sekolah tersebut juga mempunyai hambatan dalam upaya merubah persepsi negatif siswa terhadap pelaksanaan BK yang berasal dari dalam dan hambatan yang dialami oleh konselor di