• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Akses File. Akses File Berurutan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Metode Akses File. Akses File Berurutan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Akses File

Abas Ali Pangera, Dony Ariyus, Jurusan Teknik Informatika, STMIK AMIKOM Yogyakarta, Jl. Ring Road Utara, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta - Indonesia

File menyimpan informasi. Bila digunakan, informasi tersebut harus diakses dan dibaca ke memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi pada file, cara pengaksesan ini berbeda dari satu sistem dengan sistem yang lain. Metode pengaksesan ini terangkum menjadi lima metode yaitu:

1. Metode sequential 2. metode akses langsung 3. Metode indexed sequential 4. Metode Pile

5. Metode indexed

6. Metode direct atau hashed Akses Berurutan (Sequential Access)

Akses berurutan merupakan metode akses paling sederhana. Informasi pada file diproses secara berurutan, satu record diakses setelah record yang lain. Semua record mempunyai penjang yang sama, yang terdiri dari field-field dengan panjang yang sama dan jumlahnya juga sama dalam uruta yang khusus.urutan ini secara fisik dan secara logika sama pada waktu penyimpanan file di media penyimpanan.

Metode sequential biasa digunakan pada aplikasi batch dan secara umum optimal untuk aplikasi yang memproses keseluruhan record. Metode ini tidak optimal dan mempunyai performa yang buruk untuk aplikasi interaktif yang melibatkan query. Operasi pada akses berurutan terdiri dari :

read next write next reset

no read after last write (rewrite)

Operasi read membaca bagian selanjutnya dari file dan otomatis menambah file pointer yang melacak lokasi I/O. Operasi write menambah ke akhir file dan ke akhir material pembacaan baru (new end of file). File dapat di-reset ke awal dan sebuah program untuk meloncat maju atau mundur ke n record.

Akses File Berurutan Akses Langsung (Direct Access)

File merupakan logical record dengan panjang tetap yang memungkinkan program membaca dan menulis record dengan cepat tanpa urutan tertentu. Metode akses langsung berdasarkan model disk

(2)

dari suatu file, memungkinkan acak ke sembarang blok file, memungkinkan blok acak tersebut dibaca atau ditulis. Operasi pada akses langsung terdiri dari :

read n write n position to n read next write next rewrite n

Operasi file dimodifikasi untuk memasukkan nomor blok sebagai parameter. Nomor blok ditentukan user yang merupakan nomor blok relatif, misalnya indeks relatif ke awal dari file. Blok relatif pertama dari file adalah 0, meskipun alamat disk absolute aktual dari blok misalnya 17403 untuk blok pertama. Metode ini mengijinkan sistem operasi menentukan dimana file ditempatkan dan mencegah user mengakses posisi dari sistem file yang bukan bagian dari file tersebut.

Tidak semua sistem operasi menggunakan baik akses berurutan atau akses langsung untuk file. Beberapa sistem hanya menggunakan akses berurutan, beberapa sistem lain menggunakan akses langsung. Untuk mengubah akses berurutan ke akses langsung bukan sesuatu hal yang sulit seperti pada Gambar 9-4.

Mengubah Akses Berurutan Menjadi Akses Langsung Metode Berindek

Metode akses berindek menggunakan banyak indek untuk setiap jenis field yang mungkin menjadi subjek pencarian. Record-record diakses hanya melalu indeknya. Terdapat dua jenis indeks yang digunakan seperti:

• Exhaustive : terdiri dari satu entry untuk setiap record dalam file utama. Indek diorganisasikan sebagai file sequential untuk memudahkan pencarian

• Partial : terdiri dari banyak entry ke record di mana field berada

Dengan panjang record yang bervariasi, maka beberapa record tidak akan terdiri dari semua field. Ketika record baru ditambahan ke file utama, amak semua file indek harus di update.

Metode Sequential Berindek

Metode akses lain dapat dibangun berpedoman pada metode direct access. Metode tambahan ini biasanya melibatkan konstruksi indeks untuk file. Indeks, seperti indeks pada bagian akhir buku, berisi pointer ke blok-blok tertentu. Untuk menentukan masukan dalam file, pertama dicari indeks, dan kemudian menggunakan pointer untuk mengakses file secara langsung dan menemukan masukan yang tepat.

(3)

File indeks dapat disimpan di memori. Bila file besar, file indeks juga menjadi terlalu besar untuk disimpan di memori. Salah satu pemecahan nya adalah membuat indeks untuk file indeks. File indeks primer berisi pointer ke file indeks sekunder, yang menunjuk ke data item aktual.

Contoh Indeks dan File Relatif Metode Pile

Metode file data dihimpun dengan urutan kedatangan data, record-record terdiri dari field-field yang berbeda atau field-field yang mirip dalam urutan yang berbeda, sehingga dapat dikatakan tidak terstruktur. Jika pencarian record yang terdiri dari field khusus dengan nilai khusus, maka dibutuhkan pengujian pada setiap record di dalam pile (tumpukan) sampai record yang dicari ditemukan atau keseluruhan file sudah diperiksa

Metode Pile

Metode ini digunakan ketika data tidak muda di organisasikan dan ketika data dikumpulkan dan disimpan sebelum diproses

Metode Direct atau Hashed

Metode langsung sering digunakan untuk permintaan pengaksesan yang cepat di mana panjang dari record yang tetap digunakan dan dimana record selalu diakses sekali dalam satu waktu. Contoh seperti direktori, table Nama, jadwal

Metode ini masih menggunakan key field untuk setiap record, tetapi tidak menggunakan konsep yang berurut. Metode direct menggunakan fungsi hashing pada nilai kunci dari file

Metode Hashing intinya digunakan untuk mengurangi banyaknya ruang alamat yang digunakan serta melakukan pemetaaan (melakukan konversi) dari kunci rekaman yang memiliki cakupan nilai yang luas ke nilai alamat yang memiliki cakupan yang telah dipersempit

(4)

Untuk melakukan pemetaan (konversi) dari kunci rekaman ke alamat rekaman digunakan suatu fungsi yang dinamakan Fungsi Hash sedangkan output dari fungsi hash dinamakan sebagai home address dari rekaman yang kuncinya diproses, bentuk dari fungsi hash :

f (key) → address

Ariyus,Dony,2006, “Computer Security”, Andi Offset, Yogyakarta Ariyus, Dony,2005,” kamus hacker”, Andi offset, Yogyakarta

Bob DuCharme, 2001,” The Operating System Handbook or, Fake Your Way Through Minis and Mainframes” Singapore: McGraw-Hill Book Co

Bill Venners.1998. “Inside the Java Virtual Machin”e . McGraw-Hill.

Deitel, Harvey M, 2004 “ operating systems” 3th Edition, Massachusetts: Addison-Wesley Publshing Company

Gary B. Shelly, 2007, ”Discovering Computers: Fundamentals” Thomson Gollmann, Dieter,1999 “Computer Security” Jhon Willey & Son Inc, Canada

Grosshans,D. 1986,” File system: design and implementation”, Englewwod Cliffs, New Jersey : Prentice-Hall Inc.

Harvey M Deitel dan Paul J Deitel. 2005. Java How To Program. Sixth Edition. Prentice Hall. Hoare, C.A.R. 1985” Communication sequential processes”Englewood Cliffs, New Jersey, Prentice Hall Inc

Jean Bacon, Tim Harris, 2003 “Operating Systems: Concurrent and Distributed Software Design” Massachhussets. Addison Wesley

Kenneth H Rosen. 1999. “Discrete Mathematics and Its Application”. McGraw Hill.

Madnick,Stuart E dan John J. Donovan, 1974 “ operating system”, Singapore: McGraw-Hill Book Co

Michael Kifer and Scott A. Smolka, 2007 Introduction to Operating System Design and Implementation The OSP 2 Approach, Springer-Verlag London

Microsoft 1999. Microsoft Windows User Experience. Microsoft Press.

Milenkovie, Milan. 1992. “Operationg system: Concepts and Design”, Singapore: McGraw-Hill Book Co

(5)

Robert betz, 2001 “Intoduction to Real-time operation system”, Department of Electrical and Computer Engineering University of Newcastle, Australia

Robert Love. 2005. Linux Kernel Development . Second Edition. Novell Press

Ron White,1998, How Computers Work, Fourth Edition, Que corporation, A Division of Macmillan Computer Publishing, USA

Shay, William A. 1993, “ Introduction to Operationg System” New York: HarperCollins College Publishers

Silberschatz, Peter Galvin, dan Grag Gagne. 2000. “Applied Operating System, 1s”t “ John

Wile & Hiil Book Co

Silberschatz, A., dan Galvin, P.2003, “Operating Sistem Concept. Sixth Edition”. Massachhussets. Addisson- Wasley

Silberschatz, Peter Galvin, dan Grag Gagne. 2005. “Operating Systems Concepts”. Seventh

Edition. John Wiley & Sons.

Stalling, William, 1995, “Operating Sistems”. New Jersey. Prentice – Hall

Stalling, William, 1996” Computer Organization and Architecture”. New Jersey. Prentice – Hall

Stalling William, 1995, “Network and Internetwork Security” Prentice-Hall, USA

Tanenbaum, Andrew S, 1992 “Modern Operating Sistems”. New Jersey. Prentice – Hall Taenbaum, Andrew S, 2006, “Operating Systems Design and Implementation, Third Edition” Massachusetts

Referensi

Dokumen terkait

Secara khusus pendekatan holistik dalam sosiologi mempunyai dua aspek primer sebagai berikut. 1) Mencoba meninjau kebudayaan manusia sebagai jaringan tunggal yang

Secara khusus, para ibu yang menyusui selama enam bulan mempunyai skor lebih tinggi daripada ibu yang tidak menyusui dalam hal fungsi fisik, kesehatan umum dan

Latihan biasanya didefinisikan sebagai suatu proses sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang, progresif, dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan penampilan fisik.2.

Meskipun algoritma deflate tidak dirancang untuk suatu tipe berkas secara spesifik, akan tetapi metode – metode pemampatan data yang dirancang khusus untuk tipe berkas

Khusus kaitannya dengan lafaz yadullāh yang merujuk terhadap Allah Swt memiliki tangan secara fisik atau tidak, yang mengakibatkan hilangnya pesan utama sebenarnya dari

Ruang dalam pengertian matematis dimengerti sebagai keberadaan fisik 3 dimensional, yang dapat diukur secara matematis isinya karena pembung- kusnya yang memiliki panjang, lebar

Setiap pemakai bahasa yang secara fisik dan psikologis normal tentu dapat berbicara. Namun, seseorang yang dapat berbicara belum tentu mempunyai keterampilan berbicara.

Secara umum program steganografi ini mempunyai fungsi untuk menyembunyikan informasi berupa pesan teks dibalik data citra, Dalam hal ini media yang digunakan adalah