Laporan Perjalanan Pada Kegiatan
Pembinaan Kepemudaan Dan Remaja Masjid
Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan
Oleh
Eka Fadhiel Ibrahim
Pendahuluan
Syukur Alhamdulillah, Rahmat dan Karunia-Nya masih dilimpahkan kepada kita, sehingga kita Masih diperkenankan berkumpul dalam rangka upaya memakmurkan Masjid Allah SWT di dalam kegiatan pembinaan kepemudaan dan remaja masjid tingkat kota Administrasi Jakarta Selatan. Shalawat dan Salam senantiasa kita sanjungkan untuk Rasulullah
Muhammad SAW.
Mengelola masjid adalah kewajiban kita umat Islam, sehingga kita harus mampu mengaturnya agar masjid benar-benar berfungsi sebagaimana
mestinya. Sebagai seorang yang diamanati mengelola masjid, maka kita dituntut memiliki ilmu manajemen kemasjidan agar kegiatan di masjid
menjadi teratur dan tertib tidak sekedar sebagai lambang kemegahan saja. Allah berfirman :
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar"
Umat Islam dewasa ini masih saja memandang bahwa membangun masjid adalah ibadah, mendapat pahala yang besar hari akhir, namun tidak menyertainya dengan pemahaman bahwa memakmurkan masjid adalah juga berpahala besar. Sehingga masyarakat Muslim sementara berlomba-lomba membangun masjid dengan megahnya akan tetapi tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengatur bagaimana memakmurkan dan
merawatnya. Karena lama tidak terawat dan diatur kegiatannya maka yang ada sekarang adalah masjid menjadi sepi dari jamaah, kumuh dan jorok. Nuansa Islami dilingkungan masjid serasa hilang, kampung menjadi gersang dan kehilangan cahaya Ilahi.
Jika merujuk pada masa Rasulullah, jelas berbeda dan sangat mulia kedudukan masjid. Rasulullah menjadikan masjid sebagai sentra utama seluruh aktivitas keummatan. Baik untuk kegiatan pendidikan yakni tempat pembinaan dan pembentukan karakter maupun aspek-aspek lainnya
termasuk politik, strategi perang hingga pada bidang ekonomi, hukum, sosial dan budaya. selain sebagai pusat kegiatan ibadah rilual juga dijadikan
tempat untuk melaksanakan ibadah muamalah yang bersifat sosial.
Pengertian Manajemen Masjid
Manajemen masjid berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan masjid. Manajemen, berasal dari kata manage yang berarti mengurus, membimbing, mengawasi, mengelola atau mengatur. Manajemen juga berarti proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya
organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan masjid berasal dari kata “Sajada” yang berarti bersujud,
membungkuk, berkhidmat dan menundukkan kepala.
Sedangkan kata masjid memiliki arti dan makna tempat bersujud. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manajemen masjid berarti proses atau usaha untuk mencapai kemakmuran masjid secara ideal yang dilakukan oleh pemimpin pengurus masjid bersama staf dan jamaahnya melalui berbagai aktivitas yang positif.
Manajemen Masjid juga merupakan upaya memanfaatkan faktor-faktor manajemen dalam menciptakan kegiatan masjid yang lebih terarah dan diperlukan pendekatan sistem manajemen, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling. Ismail Raji Al Faruqi pernah menegaskan bahwa masjid bukan sekedar tempat sujud sebagaimana makna harfiahnya, tetapi memiliki beragam fungsi. Menurut pakar kebudayaan Islam asal Palestina itu, sejak zaman Nabi Muhammad Saw. masjid tidak hanya berfungsi hanya sebagai tempat ritual murni (ibadah mahdah seperti shalat dan itikaf. Masjid Nabawi juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan, sentra pendidikan, markas militer dan bahkan lahan sekitar masjid pernah dijadikan sebagai pusat perdagangan.
bumi ini, tidak suram dan tertutup oleh gemerlapnya dunia dan kemajuan umat lain.
Sebagai Pusat Pembinaan Umat maka dimasjid tentunya terselenggara berbagai kegiatan yang menghimpun dan memberdayakan jamaah,
sehingga para jamaah merasa gandrung untuk datang kemasjid karena berusaha memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan hidupnya di dunia ini maupun kebutuhannya nanti di alam akhirat. Sebagai Pusat Persatuan Umat tentunya kita memandang bahwa dengan kita datang ke masjid disamping memenuhi kebutuhan kita dan ibadah tentu kita akan mendapat manfaat yang lain yaitu bersilaturrahim dengan teman-teman kita. Dengan demikian hilanglah rasa perseteruan, perselisihan dan konflik diantara kita.
Ruang Lingkup Manajemen Masjid
Dalam pengaplikasiannya, manajemen masjid mempunyai cakupan-cakupan/ lingkup yang sangat luas dan penulis membaginya dalam 3 cakupan bidang yaitu: Bidang Idarah, Imarah dan Riayah. Berikut penjelasannya:
1. Bidang Idarah
Masjid bukanlah milik pribadi, akan tetapi milik bersama yang harus diurus secara bersama-sama dengan kerjasama yang baik. Untuk inilah perlu adanya pengelolaan (Idarah). Idarah ialah kegiatan mengembangkan dan mengatur kerjasama guna mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini lebih terpokus pada perencanaan, pengorganisasian, pengadministrasian, keuangan dan pengawasan.
Perencanaan
Pengurus masjid dalam jabatan apapun hendaknya memiliki keahlian memimpin (Leadership), agar lebih mudah merencanakan suatu kegiatan. Tanpa ada keahlian dalam memimpin dan melaksanakan kegiatan tanpa perencanaan maka akan memperoleh hasil yang kurang memadai bahkan bisa menjadi gagal.
Pengorganisasian
Semua sistem manajemen, termasuk kemasjidan, harus ditopang
dengan kesungguhan hati dan pikiran para pengurus masjid itu sendiri. Tapi masalahnya, sebagaimana dalam organisasi lain, ada beberapa person yang kurang atau bahkan tidak memahami tugas dan wewenangnya. Akibatnya, yang terjadi adalah manajemen “tukang cukur” dimana semua kebutuhan masjid hanya diurus oleh segelintir orang; ketua, bendahara, sekretaris dan seksi kebersihan saja. Sementara seksi-seksi lain hanya sekedar nama.
Pengadministrasian
Sampai saat ini masih banyak masjid yang belum menjalankan sistem administrasi secara baik dan benar. Kegiatan yang dilaksanakan di masjid tersebut berlalu begitu saja tanpa ada catatan dan dokumentasi.
Administrasi kemesjidan akan memberi manfaat banyak diantaranya:
1. Diketahuinya secara pasti pekerjaan dan keadaan yang sudah berjalan, sehingga memudahkan membuat kegiatan lanjutan
2. Dengan administrasi yang baik dapat diadakan evaluasi, apakah telah mencapai kemajuan atau belum
3. Dengan pelaksanaan administrasi, pihak lain seperti pemerintah atau orang luar pada umumnya akan melihat sebagai suatu tanda adanya keterbukaan dan kemajuan kegiatan di masjid tersebut
4. Suatu administrasi kemasjidan yang baik, akan memudahkan pencatatan sejarah masjid yang dapat ditelusuri dan dapat dijadikan contoh atau bahan studi pada saat diperlukan.
Dari serangkaian manfaat di atas kiranya sudah jelas bagi pengurus masjid untuk segera memulai, membenahi dan menata administrasi kemasjidan seperti : Administrasi Jama’ah, Surat menyurat, Jurnal Masjid dan Administrasi Khatib.
Keuangan
Salah satu pendukung utama bagi berhasilnya program dan aktifitas masjid adalah berhasilnya pembinaan keuangan masjid, diantaranya meliputi pengadaan uang, pembelanjaan yang tepat dan administrasi keuangan yang baik. Hal ini dapat menumbuhkan kepercayaan jama’ah pada pengurus masjid, dan akan mengundang orang lebih senang beramal. Uang masjid adalah uang amanat, karena itu pengeluarannya harus berhati-hati
berdasarkan suatu rencana yang sungguh-sungguh dan atas dasar kepentingan yang nyata untuk keperluan masjid.
Imarah berasal dari bahasa arab yang artinya makmur, menurut istilah adalah suatu usaha untuk memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah, pembinaan umat dan peningkatan kesejahteraan jama’ah. Allah berfirman dalam surat At-taubah ayat 18
Artinya : “Hanyalah yang memakmurkan masjid- masjid Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (At-taubah : 18.
Dalam bidang imarah ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :dalam hal peribadatan; meliputi perlu diperhatikan tertibnya pelaksanaan ibadah Shalat fardlu, Shalat jum’at, Mu’adzin, Imam, Khatib dan Pembinaan Jama’ah. Selain itu juga digiatkan majlis ta’lim, Remaja Masjid, pengelolaan Perpustakaan Masjid dan perayaan hari-hari besar Islam (PHBI)
3. Bidang Ri’ayah
Ri’ayah masjid adalah memelihara masjid dari segi bangunan,
keindahan dan kebersihan. Dengan adanya pembinaan ri’ayah masjid akan nampak bersih, cerah dan indah, sehingga dapat memberikan daya tarik, rasa nyaman dan menyenangkan bagi siapa saja yang memasuki dan beribadah di dalamnya. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 125:
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
Dalam bidang ri’ayah yang perlu diperhatikan : (1) Arsitektur dan
Penutup
Kesimpulan dari materi manajemen masjid yakni nahwa sebagai pengurus harus mengerti tentang manajemen masjid, sehingga masjid mampu berperan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pengelolaan masjid tentunya meliputi bidang-bidang yang bersumber pada Idarah, Imarah dan Ri'ayah.
Pengalaman serta wawasan tentang kegiatan kepemudaan dalam pembinaan manajemen masjid oleh Dikmental Kota Administrasi Jakarta Selatan ini diharapkan dapat dijadikan pedoman kami selaku pengurus masjid dalam pengelolaan kegiatan kemasjidan. Melalui pemantapan manajemen masjid ini diharapkan masjid-masjid yang ada di Kelurahan Rawa Barat dapat difungsikan seoptimal mungkin, sehingga jama’ah akan merasa tenang dan nyaman dalam melakukan ibadah kepada Allah. Semoga bermanfaat. Amin.
remaja masjid Nurul Iman berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak/Ibu Lurah yang telah mempercayakan kami mewakili kelurahan Rawa Barat dalam kegiatan Pembinaan Kepemudaan dan Remaja Masjid Kota Jakarta Selatan.
Pemateri Ust Fauzan dari Rumah Motivasi