BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Perusahaan
Gambar 2.1 PLTU Tarahan
Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Tarahan adalah salah satu dari
sektor pembangkit Sumatera Bagian Selatan dengan unit operasi 3 dan 4 yang
berkapasitas 2 X 100 MW. PLTU ini berlokasi di desa Ranggai Tri Tunggal (desa
Tarahan), Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung
dan terletak di tepi teluk Lampung yang berjarak ±15 km dari pusat kota Bandar
Lampung ke arah timur dengan lahan seluas ±62,84 Ha yang digunakan untuk
Power Plant, Intake, Discharge dan Base Camp.
Pembangunan fisik PLTU ini dimulai sejak tahun 2001 (Lot I : Site
Preparation). Kemudian diteruskan pada tahapan pembangunan sipil yang resmi
mulai dilakukan pada tanggal 15 September 2004 yaitu pemasangan tiang pertama
secara simbolik oleh Wakil Gubernur Lampung, Syamsurya Ryacudu didampingi
Proyek ini dibiayai oleh JBIC ODA LOAN No.IP-486 dengan alokasi
sebesar 6,41 milyar JPY atau 176,97 Juta USD, dana pendamping dari
pemerintah RI ( APBN ) senilai 332,85 milyar diluar biaya perolehan tanah dan
pekerjaan persiapan.
Pembangunan PLTU Tarahan ini merupakan kebijakan Pemerintah
Indonesia yang ditindak lanjuti oleh PT. PLN (Persero) supaya mengembangkan
pembangkit listrik non-BBM dengan memanfaatkan batu bara berkalori rendah.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar batu bara, PT. PLN (Persero)
mengadakan kontrak pembelian dengan PT. Bukit Asam supaya menyuplai batu
bara untuk PLTU Tarahan dengan pertimbangan lokasi stockpile batu bara yang
berasal dari tambang terbuka Tanjung Enim berdekatan dengan PLTU Tarahan.
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) Tarahan adalah perusahaan yang
bergerak di bidang pengolahan listrik. Adapun ruang lingkup bidang usaha pada
perusahaan ini adalah :
1. Air laut dirubah menjadi air tawar dengan sistem desalination.
2. Air tawar dirubah menjadi air murni dengan sistem Water Treatment Plant
3. Air murni dipanaskan menjadi uap untuk memutar turbin yang akan
menghasilkan listrik.
2.3. Visi dan Misi Perusahaan
Visi PLTU Tarahan ialah: “Menjadi PLTU Batubara dengan Kinerja Kelas
Misi dari PLTU Tarahan ialah:
1. Melaksanakan tata kelola pembangkit kelas dunia didukung oleh SDM
profesional
2. Menyediakan Energi Listrik yang andal dan efisien
3. Melaksanakan kegiatan pembangkitan yang berwawasan lingkungan
4. Menjadikan budaya perusahaan sebagai tuntutan di dalam melaksankan tugas.
2.4. Letak Geografis Perusahaan
Lokasi PLTU Tarahan berlokasi di desa Ranggai Tri Tunggal (desa
Tarahan), Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung
dan terletak di tepi teluk Lampung yang berjarak ±15 km dari pusat kota Bandar
Lampung ke arah timur
2.5. Daerah Pemasaran
Setelah PLTU Tarahan menghasilkan energi listrik, maka listrik akan di
salurkan ke jaringan tranmisi. Listrik yang di hasilkan dengan tegangan 11kV,
dengan menggunakan travo step up maka tegangan 11 kV di naikan ke 150 kV
dan disalurkan melalui tranmisi ke P3BS dan kemudian disalurkan ke pelanggan.
Harga jual kwh produksi dari pembangkit ke P3BS sebesar Rp 877,-/kwh.
2.6. Organisasi dan Manajemen Perusahaan 2.6.1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi bagi suatu perusahaan mempunyai peranan yang
penting dalam menentukan dan memperlancar jalannya roda perusahaan.
Distribusi tugas, wewenang dan tanggung jawab serta keselarasan hubungan satu
bagian dengan bagian yang lain dapat digambarkan dalam suatu struktur
organisasi. Dengan demikian diharapkan adanya suatu kejelasan arah dan
koordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan dan masing-masing karyawan dapat
mengetahui dengan jelas dari mana perintah itu datang dan kepada siapa harus
dipertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka struktur
organisasi yang digunakan oleh PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan
Sumatera Selatan adalah struktur organiasasi campuran antara struktur organisasi
lini dan fungsional (seperti pada gambar 2.2).
bawahnya menurut garis vertikal. Sedangkan struktur organisasi fungsional adalah
struktur organisasi di mana organisasi diatur berdasarkan pengelompokan
aktivitas dan tugas yang sama untuk membentuk unit-unit kerja seperti,
enginiring, operasi, pemeliharaan, keuangan, personalia, dan sebagainya yang
memiliki fungsi yang terspesialisasi. Spesialisasi di sini akan memberikan
efisiensi kerja yang lebih tinggi lagi.
Dari Gambar 2.2 dapat dilihat bahwa pimpinan tertinggi dipegang oleh
seorang Manager dan dibantu beberapa Asisten Manager dan Supervisior yang
didalamnya telah terlihat batasan-batasan pertanggungjawaban dari setiap bidang
pekerjaan tersebut. Di samping itu, adanya hubungan antara satu seksi dengan
seksi lainnya melalui fungsi masing-masing.
2.6.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Pembagian fungsi dan tugas pokok dari tiap-tiap jabatan pada struktur
organisasi PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Sumatera Selatan di atas
adalah sebagai berikut:
1. Manajer Sektor
Adapun tugas pokok dari seorang Manager Sektor antara lain:
a. Mengelola pembangkit listrik dengan mengoptimalkan seluruh sumber
daya yang ada, serta memastikan kinerja unit yang handal, efisiensi dan
dikelola menurut manajemen operasi.
b. Ketentuan atau peraturan sebagai pedoman pelaksaan tugas.
c. Melakukan inovasi secara berkesinambungan dalam peningkatan kinerja
unit pembangkit.
d. Memantau, menganalisa dan mengevaluasi sistem serta prosedur kerja
operasi dan lingkungan.
e. Meningkatkan kualitas SDM diunit pembangkit melalui pembinaan,
pengembangan dan pelatihan berdasarkan program yang jelas dan tepat
guna, sehingga dapat tercapai SDM yang proaktif.
f. Memastikan sasaran kinerja yang ditetapkan Direksi dapat dicapai dengan
baik.
g. Memberikan masukan kepada Direksi mengenai langkah-langkah yang
penyelenggaraan pengoperasian unit pembangkit berlangsung secara
berkesinambungan.
h. Melakukan koordinasi dengan pihak luar yang terkait dengan aspek
pengolahan pembangkit, baik pemerintah daerah maupun phak-pihak
terkait lainnya.
i. Membuat laporan secara berkala sebagai bahan masukan dan pengambilan
keputusan lebih lanjut.
2. Asisten Manager Enjiniring (Asman Enginiring)
Tugas pokok Asisten Manajer Enjiniring adalah melakukan perencanaan
dan evaluasi pengoperasian dan pemeliharaan unit-unit pembangkit tenaga listrik.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Enjiniring
mempunyai fungsi:
a. Perencanaan pengoperasian pembangkit tenaga listrik,
b. Perencanaan pemeliharaan pembangkit tenaga listrik,
c. Pengevaluasian pengoperasian pembangkit tenaga listrik,
d. Pengevaluasian pemeliharaan pembangkit tenaga listrik,
e. Pengevaluasian masalah lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan,
3. Asisten Manajer Operasi (Asman Operasi)
Tugas pokok Asisten Manajer Operasi adalah melaksanakan
pengoperasian unit-unit pembangkit sesuai dengan rencana dan prosedur yang
ditetapkan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Operasi
mempunyai fungsi:
a. Penyiapan kebutuhan untuk operasi pusat pembangkit tenaga listrik yang
meliputi jadwal jaga,
b. Pengoperasian pembangkit tenaga listrik berdasarkan parameter operasi,
c. Pelaksanaan mengatasi gangguan yang terjadi pada pembangkit tenaga
listrik,
d. Pembuatan laporan gangguan, kerusakan dan data operasi,
e. Pembuatan laporan emergency dan tindak lanjut yang telah dilaksanakan,
f. Pengurusan limbah bahan bakar.
4. Asisten Manager Pemeliharaan (Asman Pemeliharaan)
Tugas pokok Asisten Manager Pemeliharaan adalah melaksanakan
pemeliharaan mesin unit-unit pembangkit tenaga listrik sesuai dengan rencana dan
prosedur yang ditetapkan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manager Pemeliharaan
mempunyai fungsi:
a. Penyiapan kebutuhan bahan untuk pemeliharaan unit-unit pembangkit
tenaga listrik,
b. Pelaksaan pemeliharaan rutin unit-unit pembangkit tenaga listrik,
c. Pelaksaan pemeliharaan periodik unit-unit pembangkit tenaga listrik,
d. Pelaksaan laporan pemeliharaan unit-unit pembangkit tenaga listrik.
5. Asisten Manager Coal dan Ash Handling (Asman Coal dan Ash Handling) Tugas pokok Asisten Manager Coal dan Ash Handling adalah melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi Coal dan Ash Handling,
serta pengelolaan bahan bakar sesuai dengan rencana dan prosedur yang
ditetapkan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Coal dan Ash Handling mempunyai fungsi:
a. Penyiapan kebutuhan untuk operasi pusat listrik pembangkit tenaga listrik
meliputi bahan bakar dan bahan lain untuk menunjang operasi,
b. Pengoperasi instalasi Coal dan Ash Handling berdasarkan parameter operasi,
c. Pembuatan laporan gangguan, kerusakan dan data operasi Coal dan Ash Handling,
e. Pengurusan bahan bakar, mulai dari perencanaan, persiapan penerimaan,
penyaluran dan pemakaiannya.
6. Asisten Manager Sumber Daya Manusia dan Administrasi (Asman SDM dan
ADM)
Tugas pokok Asisten Manager Sumber Daya Manusia dan Administrasi
adalah penyelenggarakan tata usaha kepegawaian, kesekretariatan,
logistik/angkutan, pergudangan, administrasi bahan bakar/minyak pelumas,
anggaran dan keuangan serta akuntansi.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Asisten Manajer Sumber Daya
Manusia dan Administrasi mempunyai fungsi:
a. Pelaksanaan tata usaha kesekretariatan,
b. Pelaksanaan tata usaha kepegawaian dan diklat,
c. Pelaksanaan tata usaha anggaran dan keuangan,
d. Pelaksanaan tata usaha logistik/angkutan dan pergudangan.
2.6.3. Jumlah Tenaga Kerja pada Perusahaan
Adapun jumlah keseluruhan pegawai di PT. PLN (Persero) Sektor
Pembangkitan Tarahan pada saat ini adalah berjumlah 176 orang dengan perincian
Tabel 2.1. Jumlah Pimpinan PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan
No Keterangan Jumlah Orang
1 Manajer Sektor 1
2 Asisten Enjiniring 1
3 Asisten Operasi 1
4 Asisten Pemeliharaan 1
5 Asisten Coal dan Ash Handling 1
6 Asisten SDM dan Administrasi 1
Total 6
(Sumber : Bagian Kepegawaian PT. PLN (PERSERO)Sektor Pembangkitan Tarahan)
Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Pelaksana PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan
(Sumber : Bagian Kepegawaian PT. PLN (Persero)Sektor Pembangkitan Tarahan)
2.6.4. Jam Kerja
Standar waktu kerja yang berlaku di PT. PLN (Persero) Pembangkit
Sumatera Selatan Sektor Pembangkitan Tarahan adalah 8 jam/hari. Khusus bagian
pegawai kantor (tata usaha), laboratorium dan pemeliharaan adalah 5 hari kerja
1. Pukul 07.30 s/d 12.00 WIB : Jam Kerja
2. Pukul 12.00 s/d 13.00 WIB : Jam Istirahat
3. Pukul 13.00 s/d 15.30 WIB : Jam Kerja
Waktu kerja untuk karyawan bagian operasi terbagi menjadi 3 kelompok
shift kerja dengan pembagian waktu shift yaitu:
1. Shift pagi pukul 07.30 s/d 15.30 WIB
2. Shift sore pukul 15.30 s/d 22.30 WIB
3. Shift malam pukul 22.30 s/d 07.30 WIB.
2.6.5. Sistem Pengupahan
Sistem penggajian (pengupahan) yang digunakan PT. PLN (Persero)
Sektor Pembangkitan Tarahan adalah sistem pengupahan yang dibayarkan sekali
sebulan sesuai dengan gaji pokok/golongan pegawai.
Kesejahteraan umum bagi staff dan pegawai pembangkit merupakan hal
yang sangat penting. Produktivitas kerja seorang karyawan sangat dipengaruhi
tingkat kesejahteraannya. PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan
memikirkan hal ini dengan memberikan beberapa fasilitas yaitu:
1.Perumahan bagi staff, karyawan dan keluarganya, yang berada di lokasi
pembangkit sekitar.
2.Sarana kesehatan (rumah sakit) untuk staff dan pegawai beserta keluarga.
3.Membangun sarana olah raga yang tersedia di lokasi sekitar pembangkit.
2.7. Proses Produksi
Suatu proses produksi diartikan sebagai kegiatan yang mengubah masukan
berupa bahan baku (input) menjadi keluaran (output) yang berupa produk/hasil. Teknologi, mesin, dan peralatan serta berbagai cara kerja direncanakan dan
digunakan untuk proses produksi.
Gambar 2.4. Proses Flow Diagram PLTU Tarahan
Keterangan Gambar :
1. Coal Conveyor 24. HV Switchyard 47. Outlet Discharge 2. Coal Sila 25. Transmission Tower 48. Coal Truck hoppe 3. Coal Crusher 26. CWP Pit 49. Plant Area Silo 4. Coal Bunker 27. CWP 50. Disposal Area Silo 5. Furnace Boiler 28. Condensar 51. Limestone Silo 6. Cyclone Separator 29. Discharge Pipe 52. Limestone Boiler 7. Back Pass 30. PA FAN
9. ID FAN 32. Air Heater 10.Chimey 33. Ash Dump Truck 11.Condensat Pump 34. Ash Disposal Area 12.Low Pressure Heater 35. Desalination 13.Deaerator 36. Raw Water tank 14.Boiler Feed Pump 37. Water Treatment Plant 15.High Pressure Heater 38. Water Treatment Tank 16.Economiser 39. Make Up Water 17.Steam Drum 40. Chlorination 18.Furnace Superheater 41. Aux Transformer 19.Final Superheater 42. PDC Transformer 20.Steam Turbine 43. MCC
21.Electrical Generator 44. Conection Pit 22.Transformer 45. Intake Tower
23.HV Cable 46. Man Hole
2.7.1. Standar Mutu Produk
Ada komponen kualitas yang dipakai sebagai standar dalam pengendalian
Tabel 2.3. Pengendalian Mutu Air
Parameter Batasan Satuan
pH 7-8,5
Spec. Conductivity <15 µS/cm
TDS <10 Mg/I
Turbidity <5 NTU
Total Iron <0,3 Mg/I
Total Hardnes 1,54 Mg/I
Ca-Hardness <0,15 Mg/I
Free Res. Chlorine <0,2 Mg/I
Silika <0,1 Mg/I
Total-alkalinity <2 Mg/I
Chloride <4,4 Mg/I
TSS <1 Mg/I
Analisa air dilakukan setiap hari oleh bagian kimia, pagi dan sore hari
untuk mengetahui kualitas air.
Pengambilan sampel batu bara di inlet chruser dilakukan 1 kali per hari
dan tepatnya pada siang hari adapun Standar mutu batu bara yang ditetapkan
Tabel 2.4. Sampel Batu Bara
Parameter Satuan Standard
Size Particle (Ukuran Partikel)
> 50 mm % Berat < 4
Standar mutu limestone yang ditetapkan PLTU Tarahan sebagaimana tercantum
pada Tabel 3.3.
Tabel 2.5. Standar Mutu Limestone
Parameter Satuan Standard
Size Particle (Ukuran Partikel)
2.7.2. Bahan-bahan yang Digunakan
Dalam menghasilkan produk listik digunakan bahan baku (air murni) yang
mempunyai standard air yang sudah ditetapkan. Bahan baku ialah bahan utama
yang digunakan dalam proses produksi dan berperan dalam penentuan mutu
produk. Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan dan ikut dalam proses
produksi yang meningkatkan kualitas produk. Bahan penolong adalah bahan yang
digunakan sebagai pelengkap pada produk akhir, biasanya untuk pengemasan
produk atau untuk mendukung proses produksi tetapi tidak ikut terlibat dalam
proses.
2.7.2.1. Bahan Baku
Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam kegiatan
produksi dan memiliki persentase yang lebih besar dibandingkan bahan-bahan
lainnya. Oleh karena itu bahan baku yang digunakan adalah air murniyang harus
memenuhi standar mutu yang telah ditentukan oleh PLTU
2.7.2.2. Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan dalam proses produksi
dan bercampur dengan bahan baku yang membentuk produk akhir dan diharapkan
dapat meningkatkan mutu produk. Oleh karena itu bahan tambahan yang
digunakan adalah HSD, oli, zat kimia dan batu bara yang harus memenuhi
2.7.2.3. Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan-bahan yang diperlukan dalam
memperlancar penyelesaian suatu produk dimana keberadaan bahan penolong ini
tidak mengurangi nilai tambah produk yang dihasilkan tersebut, dan bahan
penolong ini tidak terdapat pada produk akhir. Dalam hal ini tidak ada bahan
penolong yang digunakan dalam proses produksi pada PLTU Tarahan.
2.7.3. Uraian Proses Produksi
Ada beberapa tahapan uraian produksi pada PLTU Tarahan, Adapun tahapan
uraian proses produksi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sirkit Bahan Bakar
Batu bara merupakan bahan bakar pokok dari PLTU Tarahan, yang
menjadi sumber penyuplai batu bara adalah PT. Bukit Asam. Batu bara yang di
transfer dari PT. Bukit Asam dengan menggunakan conveyor. Batu bara yang akan di pergunakan untuk bahan bakar di PLTU Tarahan sebelumnya telah
melalui beberapa tahap seleksi, mulai dari pemisahan logam-logam yang ikut di
transfer bersama batu bara itu. Setelah melalui tahap itu, kemudian batu bara di
transfer ke coal crusher untuk di hancurkan menjadi halus dengan ukuran yang kecil. Selesai di hancurkan, batu bara kemudian di transfer ke coal bunker dan kemudian akan di pergunakan untuk bahan bakar.
Di lain pihak selain batu bara yang di pergunakan sebagai bahan bakar
pergunakan untuk start awal PLTU Tarahan, setelah temperature dan pressure
furnace sudah bias untuk menggunakan batu bara maka solar di non aktifkan atau
tidak di pergunakan lagi. Solar di transfer dari mobil tank solar ke tank solar
sebagai penampung sebelum di gunakan.
2. Sistem Pengolahan Air
Untuk Pengolahan air kita mulai dari suplai air laut yang di saring sebelum
masuk ke Intake sebagai penampung air laut yang akan di pergunakanpada PLTU
Tarahan. Sebelum di desalination, air laut di injeksikan chorine dengan tujuan memabukkan atau melemahkan biota-biota laut yang ikut tersalur atau lolos dari
penyaringan. Setelah diinjeksi chorin, air laut di salurkan ke desanation untuk di
ubah menjadi air tawar. Proses desalination mengunakan proses evaporasi, dengan
media pemanas yakni steam yang di suplai dari unit.
Setelah melalui desalination, air yang telah menjadi tawar di salurkan ke
raw water tank sebelum masuk ke tahap berikut yakni water treatment plant yang
berfungsi untuk menghilangkan kadar garam mineral yang masih terlarut dalam
air. Setelah melalui tahap water treatment plant kemudian hasil treatment akan di
salurkan ke demin tank. Dan akan di salurkan ke make up water dan siap di
pergunakan untuk keperluan pembangkit.
3. Siklus Air dan Uap
Prinsip kerja dari PLTU adalah dengan menggunakan siklus air-uap, air
yang merupakan suatu sistem tertutup. Air kondensat atau air dari hasil proses
pengondensasian di condenser dan air dari make up water (air yang telah
tekanan rendah (low pressure heater). Disini air dipanasi kemudian dimasukkan
ke deaerator untuk menghilangkan gas udara (oksigen), kemudian air ini dipompa
oleh boiler feedwater pump masuk ke pemanas tekanan tinggi (high pressure heater) lalu menuju ke economizer. Dari economizer yang selanjutnya masuk ke
boiler drum, di boiler drum masih terbentuk dua fasa, yakni fasa air dan fasa uap, yang masih berbentuk fasa air dialirkan ke pipa down comer untuk dipanaskan pada wall tubes oleh boiler. Uap air ini dikumpulkan kembali pada steam drum,
kemudian dipanaskan lebih lanjut pada superheater. Keluar dari superheater
sudah berubah menjadi uap kering yang mempunyai tekanan dan temperature
tinggi dan selanjutnya uap ini digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin.
Di dalam turbin uap bertekanan memutar turbin. Turbin berputar,
generator pun berputar di karenakan turbin dan generator satu poros. Dengan
putaran 3000 rpm dan frekuensi 50 hz maka di hasilkan beban dengan besar 100
MW per unit.
Setelah menghasilkan energy listrik, listrik akan di salurkan ke jaringan
tranmisi. Listrik yang di hasilkan dengan tegangan 11kV. Dengan menggunakan
travo step up maka tegangan 11 kV di naikan ke 150 kV dan disalurkan melalui
tranmisi ke P3B dan kemudian ke pelanggan.
2.8. Safety and Fire Protection
Kecelakaan kerja yang terjadi dapat mengakibatkan hambatan-hambatan
akan menyebabkan tingginya biaya produksi. Keselamatan kerja merupakan
sarana utama untuk pencegahan kecelakaan kerja, cacat dan kematian yang
diakibatkan oleh kecelakaan kerja.
Safety and fire protection adalah upaya yang dilakukan agar keselamatan tetap terjaga selama proses produksi berlangsung, dalam hal ini adalah proses
pengolahan dari air tawar menjadi listik baik bagi karyawan dan bahan yang
terdapat di PLTU Tarahan.
2.9. Limbah
Limbah yang di hasilkan dari proses produksi pembangkit listrik ada dua
jenis yakni limbah padat dan cair. Limbah padat berupa abu, di hasilkan dari sisa
pembakaran di dalam furnace ada dua jenis abu yakni bottom ash dan fly ash
Bottom ash dialirkan melalui ash screw cooler mengunakan belt menuju bottom
ash silo, sedangkan fly ash dilewatkan baghouse untuk ditampung dalam fly ash
silo , lalu bottom ash dan fly ash dari masing-masing silo diangkut menuju
disposal silo untuk kemudian dibuang di ash disposal. Abu yang di buang itu
sebagian telah di pergunakan untuk membuat batako dan bahan bangunan lainnya.
Selain limbah padat ada juga limbah cair yakni air-air yang bercampur
dengan minyak bekas proses di turbin dan boiler. Air itu di salurkan ke system
waste water treatment plant. Bak penampung limbah cair dari unit pembangkit
sebelum di salurkan ke WWTP dialirkan dulu ke UNP (Unit Netralising Pit). Air dari ) kemudian dilakukan pengolahan Proses pengolahan limbah menggunakan
mengendapkan lumpur dan memisahkan sebagian logam . Setelah melalui semua
proses netralisasi dan pengolahan di sistem WWTP, air yang dihasilkan
diharapkan telah memenuhi baku mutu limbah sesuai keputusan Menteri Negara