• Tidak ada hasil yang ditemukan

KWU wawancara dengan wirausahawan. dcox

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KWU wawancara dengan wirausahawan. dcox"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Untuk menyelesaikan tugas kewirausahaan dengan melakukan olah eksperimen kepada pelaku usaha dengan cara wawancara. Hasil dari wawancara melalui iMessage dilampirkan.

Emi Ratna Jati ( Cik Me) wanita dengan usia 45 tahun selaku kepala depo PT Suryo Utomo kantor cabang Kediri. PT Suryo Utomo memiliki kantor pusat di Jalan Meyjend sungkono Surabaya dan memiliki beberapa kantor cabang di kota lain seperti Denpasar-Bali, Malang, Semarang, Solo, dan Jakarta . PT Suryo Utomo kantor cabang Kediri berada di Jalan Pesantren No 68 kecamatan Pesantren Kota Kediri. Lokasi perusahaan 1 KM dengan Pabrik Gula Pesantren dan 1 KM dengan Monumen Simpang Lima Gumul. Suasana lokasi perusahaan cukup menunjang karena berada di pinggiran kota dan akses jalan raya yang cukup besar, sehingga ketika ada kiriman datang dari pabrik Probolinggo menggunakan truk trailer tidak mengganggu arus lalu lintas pada jalan tersebut.

Hubungan antara kantor pusat dengan cabangnya masih menggunakan telefon dan HT (handy talky ). tidak hanya itu, menurut Emi mayoritas pelanggannya menggunakan telefon rumah untuk menambah order, complain, dan bertanya mengenai jumlah persediaan barang. Nomor telefon yang bisa dihubungi ada 2 yaitu (0354) 688295 dan (0354) 697898. Pelanggan lebih nyaman jika berhubungan lewat suara karena lebih praktis dan cepat. Terlebih lagi dengan metelfon nomer tersebut akan berhubungan langsung dengan Emi Ratna Jati selaku kepala depo PT Suryo Utomo cabang Kediri.

Produk yang dihasilkan PT Suryo Utomo adalah asbes, galfalum, kloset, dan pintu – pintu kamar mandi. Menurut emi produk terlaris adalah asbes gelombang besar karena kekokohan dan kualitasnya bagus. Jika asbes gelombang besar dipasang di atap hanya perlu satu lapisan saja mampu menahan beban yang cukup berat.

Bisnis pada PT Suryo Utomo berawal dari turun temurun, namun jika pada awal berdiri hanya menjual asbes dengan kulitas yang biasa saja,saat ini kualitas asbes jauh lebih baik dari sebelumnya dan produk yang diperdagangkan tidak hanya asbes tetapi juga galfalum, kloset, paku , dan lain sebagainya.

Menurut Emi, alasan untuk bergabung dengan Suryo Utomo karena kebutuhan yang mendesak. Emi mengaku bahwa sebelum menjadi kepala Depo di Suryo Utomo dia pernah bekerja di salah satu perusahaan bangunan sebelumnya tetapi dengan gaji yang sangat minim. Sehingga pada tahun 2000 Emi memutuskan untuk bergabung dengan PT Suryo Utomo. Saat ini jumlah karyawan yang bekerja pada depo miliknya berjumlah 57 orang yang terdiri dari sales marketing 10 orang, admin 3 orang, supir 10 orang, kurir 30 orang, tukang sapu 2 orang, dan tukang memotong asbes 3 orang. Dengan jumlah pegawai tersebut Emi memasarkan produknya hingga seluruh karisidenan Kediri ( Kediri,Kab. Kediri, Kab. Blitar, Blitar, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek, Jombang, Mojoagung, Kertosono, Nganjuk)

Strategi pemasaran yang dilakukan menurut Emi sama saja dengan yang lain. Walaupun banyak masyarakat umum yang membeli langsung ke Emi dalam jumlah besar Emi tidak akan memberikan harga yang sama dengan harga toko. Karena menurut Emi yang terpenting dalam bisnis adalah kesinambungan order. Dalam proses barang di produksi Emi memiliki target jadi bukan barang yang diproduksi atas dasar jumlahnya orderan.

Dalam dinamika bisnis posisi keuntungan secara konstan diraih merupakan posisi yang diinginkan, tetapi pada kenyataannya bisnis ada fase pasang dan surutnya. Menurut Emi pada saat ini perusahaan sedang surut dan cara untuk mengatasi sepinya daya beli pelanggannya Emi mengirim Sales marketing untuk melebarkan sayap dan bermain harga dengan diskon tetapi tidak mematikan harga dipasaran. Walaupun dengan adanya bermain harga perusahaan mengalami rugi 1-2% tetapi strategi ini

Lellen Novia Hariono

(2)

ampuh untuk meningkatkan daya beli pelanggannya kembali. Terbukti dengan pada akhir bulan ini (oktober 2015) sudah menembus target omset bulanan yaitu 2.7 M hanya saja menurut Emi , dengan capaian tersebut terbilang sepi karena bulan – bulan yang lalu Emi selalu melebihi target onset bulanan.

Dalam perkembangannya tidak hanya ada penurunan daya beli, Emi mengakui pernah dalam 1 bulan mendapat omset sebesar 10 M padahal target bulanan hanya 2.7M karena prestasi itu Emi dan seluruh Karyawan K7 ( kantor cabang Kediri ) berlibur ke Bromo dalam satu minggu dengan mendapat fasilitas penginapan gratis, makanan gratis , dan transportasi gratis semua dari kantor pusat ( Cik Jun )

Setiap tahun ada pengembangan SDM dengan acara temu musyawarah secara kekeluargaan membicarakan cara yang digunakan dalam pasaran apakah sudah efektif ataukah belum. Sehingga goal dari acara tersebut memberikan solusi – solusi terbarukan.

Rencana dalam 5 tahun kedepan cukup hebat. Emi mentargetkan dalam 5 tahun kedepan akan memperluas gudang dengan membeli tanah seluas 2 Ha di Pare Kabupaten Kediri, dengan diperluasnya gudang Emi berani untuk menaikan target omset bulanan. Tidak hanya itu, Emi sudah mengurus beberapa toko yang masuk wilayah malang karena kantor Malang yang kurang berkembang sehingga Emi juga akan memperluas wilayah persebaran hingga malang dan pasuruhan. Emi juga menginginkan untuk membeli gudang di Malang hanya saja lokasinya belum ditentukan.

(3)
(4)
(5)

Referensi

Dokumen terkait