1737
Tema: 7 Ilmu-ilmu murni (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi)
ANALISIS PENGGUNAAN FIBER OPTIK SEBAGAI SENSOR
KELEMBABAN YANG TERTANAM DI DALAM BETON
Oleh
Farida Asriani
1*, Hesti Susilawati
1, Widhiatmoko Heri Purnomo
1, Gandjar Pamudji
2,
dan Roy Indra Rahmat
11
Jurusan Teknik Elektro Universitas Jenderal Soedirman
2Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal Soedirman
*Penulis korenponden: [email protected]
ABSTRAK
Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam konstruksi bangunan. Oleh sebab itu mengetahui dan memonitoring kinerja beton secara berkala sangatlah penting. Dengan demikian perlu adanya peralatan yang mampu mengukur perubahan parameter pada beton. Penelitian ini merupakan bagian dari pengembangan fibre optik sebagai sensor yang digunakan untuk mengukur kinerja beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sensitifitas fiber optik untuk mendeteksi perubahan kelembaban pada beton. Fiber optik jenis singlemode dengan cladding gelatin sebagai sensor kelembaban ditanamkan pada pusat benda uji beton silinder. Pengujian fiber optik dilakukan dengan memberikan masukan sinar laser pada salah satu konektor fiber optik dan membaca daya serat optik pada konektor yang lain. Sumber cahaya yang digunakan berupa laser dengan panjang gelombang 1310 nm dan pada sisi keluaran diterima dengan menggunakan optical power meter (OPM). Hasil penelitian menunjukkan perubahan kelembaban beton berpengaruh terhadap daya keluaran serat optik. Perubahan daya keluaran serat optik meningkat seiring dengan meningkatnya nilai kelembaban beton. Besarnya sensitifitas fiber optik dengan cladding gelatin yang dicapai adalah 0,9244. Dengan demikian fiber optik dengan cladding gelatin dapat direkomendasikan untuk digunakan sebagai sensor kelembaban pada beton mutu normal.
Kata Kunci : fiber optik, sensor, kelembaban, beton
ABSTRACT
cylindrical concrete test object. Optical fiber testing is done by providing laser beam input on one of the optical fiber connectors and reading fiber optic power on the other connector. The light source used is a laser with a wavelength of 1310 NM and on the output side is received using an optical power meter (OPM). The result of this research showed that the change of concrete moisture effect on fiber optic output power. The change in fiber optic output power increases with the increase of concrete moisture value. The magnitude of fiber optic sensitivity with gelatin cladding achieved was 0.9244. Thus, optical fibers with gelatin cladding may be recommended for use as humidity sensors in normal quality concrete.1738
PENDAHULUAN
Fiber optik yang merupakan hasil rekayasa material, telah banyak diterapkan dalam teknologi
telekomunikasi sebagai media transmisi atau perambatan cahaya. Sensor fiber optik dapat
diterapkan sebagai sensor yang tertanam didalam beton dengan konfigurasi tertentu guna mengukur
sifat-sifat fisik dari beton secara berkesinambungan seperti parameter regangan dan pergeseran
elemen struktur beton (Bames, dkk 2005).
Sensor serat optik saat ini merupakan pilihan utama bagi proses sensing dalam
struktur beton.
sensor fiber optik adalah kandidat yang sangat baik untuk tujuan monitoring perubahan lingkungan karena keunggulannya dibandingkan sensor elektrik konvensional. Sensorfiber optik mudah diintegrasikan dengan piranti lain, ukurannya ringan, tidak menghantarkan arus
listrik karena sinyal yang dipakai adalah sinyal cahaya, kuat dan tahan terhadap lingkungan yang
keras, sensitivitas tinggi, .kemampuan Multiplexing untuk membentuk jaringan sensor, dan
kemampuan multifungsi sebegai sensor ( Fidanboylu, & Efendioglu, H. S. , 2009).
Sensor fiber
optik terdistribusi dapat diterapkan dalam smart struktur secara tertanam untuk memantau
suhu, regangan dan getaran pada beton. .Sensor ini memiliki resolusi dalam centimeter dan
memiliki presisi tinggi untuk pengukuran suhu (Bao and Chen, 2012).
Selain itu sensor fiber optik tertanam di dalam beton telah diterapkan untuk mendeteksi retakan akibat adanyapembebanan pada beton
(Asriani dkk, 2015; Asriani dkk, 2016). Sistem pendeteksi
kerusakan beton berbasis arduino juga telah dikembangkan (Asriani dkk, 2017).
Untuk deteksi perubahan kelembaban beton secara nirkabel telah dikembangkan
dengan menggunakan sensor SHT 21S (Baroca dkk, 2013). Sensor ini adalah sensor
elektris. Sensor elektris sangat riskan ketika diterapkan pada daerah lembab bahkan berair.
Pada paper ini penulis menerapkan sensor fiber optik karena kelebihannya bisa diterapkan
dilingkungan berair dan tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitifitas
fiber optik untuk mendeteksi adaanya perubahan kelembaban pada beton.
METODEPENELITIAN
Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah metode experiment. Penelitian
dilakukan di laboratorium instrumentasi dan kendali, serta laboratorium Teknik Sipil Fakultas
Teknik Unsoed. Jangka waktu penelitian adalah 6 bulan.
Alat dan Bahan Penelitian.
Peralatan yang diperlukan pada penelitian ini meliputi :
1739
3. Termometer4. Cetakan beton
Bahan yang diperlukan meliputi :
1. Kabel Fiber optik dengan konektor RC-RC 2. LED
9. Bahan pembuat beton ( Pasir, semen, kerikil) 10. Kabel
Tahapan Penelitian
Secara garis besar tahapan penelitian terdiri dari :
A. Pembuatan konfigurasi fiber optik
Konfigurasi fiber optik yang akan ditanam di dalam beton harus dirancang sedemikian rupa agar sensitif terhadap perubahan kelembaban. Konfigurasi fiber optik yang dirancang berbentuk lurus dengan melakukan pengelupasan sepancang 4 cm sampai dengan intinya. Selanjutnya inti dari fiber optik dilapisi dengan gelatin.
Cladding gelatin dibuat dengan perbandingan gelatin dan air 2:3 . Campuran kemudian dipanaskan
sampai suhu 70oC. Selanjutnya campuran gelatin didiamkan sampai suhu kamar. Ketika campuran
gelatin yang sudah dipanaskan mencapai suhu kamar maka bagian fiber optik yang yang sudah
dikupas jaketnya dilapisi dengan cladding gelatin. Pelapisan dilakukan dengan mencelupkan
bagian inti fiber optik ke dalam gel gelatin sesaat langsung diangkat dan didiamkan hingga
mengeras. Ketika gel gelatin sudah mengeras maka sensor siap ditanamkan dalam beton.
B. Pembuatan Beton dengan Sensor Fiber Optik Tertanam
Beton yang dirancang pada penelitian ini adalah sampel beton mutu normal dengan bentuk silinder
ukuran panjang 30cm dan diameter 15cm. Agar bentuk sensor fiber optic yang tertanam di dalam
beton tidak berubah (tetap lurus maka fiber optik dilekatkan pada kawat. Pada penelitian ini
penanaman sensor fiber optik didalam beton terletak tepat di tengah seperti ditunjukkan pada
1740
Gambar 1.
Posisi fiber optik dengan clading gelatin di dalam beton.
Untuk mengetahui besarnya nilai kelembaban suhu sebagai pembanding dari outout sensor
fiber optik maka didalam beton juga dipasang sensor kelembaban DHT 11.
C. Perancangan Hardware
Blok diagram sistem sensor tertanam dalam beton ditunjukkan pada Gambar 2. Sensor fiber optik
dihubungkan dengan sumber laser pada satu terminal sebagai terminal input dan pada ujung
terminal yang lain dahubungkan dengan optical power meter (OPM) sebagai terminal output.
Sumber laser mengeluarkan sinar laser dengan panjang gelombang tertentu sesuai yang
dikehendaki. Kemudian OPM akan mencatat daya output sinar laser yang tertangkap pada ujung
fiber optik.
Gambar 2. Blok diagram sistem sensor kelembaban tertanam di dalam beton.
Sensor DHT11 yang diletakan sejajar dengan fiber optik di dalam beton yang sebelumnya
1741
menggunakan kabel jumper. Pembacaan nilai kelembaban oleh arduino nantinya akan
ditampilkan pada layar lcd.
Gambar 3. Rangkaian pengukur kelembaban dengan DHT11
D. Pengujian Sensor tertanam di dalam beton
Pengujikan dilakukan dengan mengaktifkan sistem pembacaan sensor tertanam didalam beton.
Sumber laser diaktifkan kemudian daya outputnya ditampilkan pada OPM. Kelembaban suhu
dalam beton ditampilkan pada LCD.
E. Pengambilan data
Pengambilan data dilakukan selama masa pengerasan beton yaitu 28 hari sejak pertama .beton
dibuat. Pencatatan data dilakukan tiap pagi, siang dan sore hari.
F. Analisis Data
Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat sensitifitas fiber optik untuk mendeteksi adanya
perubahan kelembaban dalam beton. Analisi dilakukan dengan membuat grafik hubungaan antara
kelembaban dan daya output. Tingkat kemiringan grafik menujnukkan sensitifitas sensor fiber optic
1742
HASIL DAN PEMBAHASAN
Fiber optik dengan lapisan cladding gelatin
Pada penelitian ini dibuat 10 buah fiber optik dengan cladding gelatin. Sensitifitas fiber optik
dengan cladding gelatin terhadap udara bebas diukur dengan melakukan pengamatan lossis daya
output fiber optic terhadap perubahan kelembaban udara bebas.
Tabel 1. Data pengujian fiber optik dengan cladding gelatin di udara bebas
Fiber Optik dengan cladding gelatin
dB
dBm
µW
Kelembaban
(%)
Suhu ©
42,49
-7,51
177,4
70
27
42,47
-7,53
176,6
72
27
42,45
-7,55
175,7
74
27
42,44
-7,56
174,5
75
26
42,40
-7,60
173,7
76
26
42,39
-7,61
173,3
79
26
42,37
-7,63
172,5
82
25
42,36
-7,64
172,1
84
25
42,57
-7,42
181,5
65
29
42,63
-7,37
183,2
53
37
Beton dengan sensor kelembaban tertanam
Pada penelitian ini beton yang dirancang adalah beton mutu normal. Sensor yang teratanam tepat
dibagian tengah beton terdiri dari fiber optic dan sensor DHT 11 dengan posisi sejajar. Hasil
1743
Gambar 4. Beton dengan sensor tertanam
Perancangan hardware
Hardware yang dirancang pada penelitian ini adalah rangkaian pengukur kelembaban beton dengan
DHT 11. Rangkaian ini dirancang untuk mengukur kelembaban di dalam beton. Adapun rangkaian
dari sistem yang dirancang ditunjukkan pada Gambar 5.
1744
Hasil pengujian rangkaian menunjukkan bahwa sistem pengukuran kelembaban dengan
sensor DHT 11 dapat berfungsi dengan baik.
Pengujian sensor kelembaban beton
Pengujian sistem sensor tertanam di dalam beton dilakukan dengan mengamati dan mengambil data
perubahan lossis fiber optik terhadap perubahan nilai kelembaban di dalam beton.
Pengujian
dilakukan sejak hari pertama beton dibuat sampai beton berusia 28 hari. Pengambilan data
dilakukan setiap pagi, siang dan sore hari. Dari data yang didapatkan diperoleh hubungan
antara daya fiber optik dan kelembaban seperti ditunjukkan pada grafik
Gambar 6
.
Gambar 6
. Hubungan daya fiber optik terhadap kelembaban beton
Analisi Data
Analisis data dimaksudkan untuk mengetahui sensitifitas sensor fiber optik dengan cladding gelatin
terhadap perubahan kelembaban pada beton. Dari data yang diperoleh dibuat nilai rerata daya serat
output untuk tiap nilai kelembaban. Selanjutnya dibuat grafik daya sensor fiber optik terhadap
1745
Gambar 7. Grafik rerata daya outout terhadap kelembaban
Rentang nilai dayaserat optik (-8.6) dBm untuk kelembaban 87 % dan (-7.54) dBm untuk
kelembaban 91% dengan nilai koefisien gradient( sensitivitas) sebesar 2,5x10-1 dBm/ %; 0,9244.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sensor fiber optic dengan cladding gelatin memiliki sensitifitas yang
bagus, atau dengan kata lain sensor fiber optik dengan cladding gelatin dapat mendeteksi dengan
baik adanya perubahan kelembaban pada beton.