Nama Mata Kuliah : Sosiologi Antropologi Gizi
Nama Dosen : Adilita Pramanti, S.sos, M.Si
Nama Mahasiswa/NPM : Muhammad Sean Aziz/P23131117021
Kelas : DIV 2A
Judul Tugas : Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial Budaya
Asal Institusi : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II
CHAPTER I Nama: Puji Lestari Jenis Kelamin : Wanita Umur: 18 Tahun
CHAPTER II 1.Geografis
-TTL: Jakarta, 14 Juni 1999 -Suku : Keduanya Jawa
-Tempat tinggal: Pertama kali di daerah Cipinang dan pindah ke Kalimalang -Pengaruh yang dibawa sejak pindah rumah:
Lingkungannya lebih nyaman, tetapi jarang main karena diri sendiri dan tetangga memiliki kesibukan yang berbeda
2. Teknologis
-Teknologi yang paling sering dipakai seperti gadget dan sebagainya Positif: Lebih cepat dapat informasi, lebih mudah komunikasi Negatif: Berlebihan dalam memakai sesuatunya
3. Ideologi
- cara survive di lingkungan baru:
-Tipe menghormati perbedaan:
Selama itu tidak mengganggu apa yang saya percaya, saya pun tidak mengganggu mereka, cara menghormatinya dengan toleransi apa yang mereka prinsipkan
4. Kepemimpinan
-Lebih suka memimpin atau dipimpin:
Dipimpin, karena belum bisa memimpin orang lain -Contoh memimpin diri sendiri:
Jika memiliki tujuan tertentu, saya dapat memfokuskan diri untuk mencapai tujuan tersebut 5. Penduduk
Peduli gizi dengan masyarakat sekitar:
Peduli, misalnya ketika melihat masyarakat sekitar memakan makanan tidak sehat, kita bisa menegur secara baik-baik dan memberitahu kalau itu tidak baik.
Kesimpulan: Puji Lestari, Mahasiswa berusia 18 tahun, berasal dari suku jawa. Memiliki kehidupan sosial yang kurang dekat dengan tetangganya karena memiliki kesibukan masing- masing. Seperti remaja pada umumnya ia mendapatkan efek positif dan negatif dari perubhan teknologi seperti gadget dan sebagainya. Ia adalah karakakter orang yang lebih suka dipimpin daripada memimpin. Mahasiswi ini peduli dengan kehidupan gizi masyaakat sekitarnya dengan cara menegur jika ada pola makan yang tidak sehat dengan cara yang seramah mungkin.
CHAPTER I
Nama: Nisrina Fakhriyah Jenis Kelamin : Wanita Umur: 18 Tahun
CHAPTER II 1.Geografis
-TTL: Jakarta, 21 Juli 1999 -Suku : Keduanya Jakarta
-Tempat tinggal: Tinggal di rumah, terkadang di rumah nenek karena ketika playgroup di dekat rumah nenek
2. Teknologis
Negatif: seperti dunia cuma laptop dan hp, dalam sehari bisa 12 jam lebih menggunakannya 3. Ideologi
- cara menyikapi perbedaan:
Lebih bersikap mengalah dalam perbedaan agar tidak menjadi masalah berkepanjangan 4. Kepemimpinan
-Lebih suka memimpin atau dipimpin:
Dipimpin, karena belum bisa memimpin orang lain -Contoh memimpin diri sendiri:
Menabung untuk mendapatkan suatu barang yang diinginkan 5. Penduduk
Peduli gizi dengan masyarakat sekitar:
Ya, khususnya pada keluarga, dengan cara menerapkan apa yang telah didapatkan di perkuliahan Kesimpulan: Nisrina Fakhriyah, mahasiswa berusia 18 tahun berasal dari Jakarta, masa kecilnya dihabiskan denga tinggal dirumah neneknya. Memiliki efek negatif dari pengaruh globalisasi misalnya terlalu berlebihan dalam menggunakan hp dan laptop. Dalam menyikapi perbedaan, ia lebih memilih bersikap , mengalah agar tidak menjadi masalah berkepanjangan. Ia karakter orang yang lebih memilih dipimpin karena belum bisa memimpin orang lain. Ia peduli dengan keadaan gizi masyarakat di lingkungannya khususnya keluarga, dengan menerapkan apa yang telah didapatkan di perkuliahan CHAPTER I
Nama: Amalia Desnafa Jenis Kelamin : Wanita Umur: 18 Tahun
CHAPTER II 1.Geografis
-TTL: Jakarta, 1 Desember 1999
-Suku : ibu dari betawi dan bapak dari jawa
-Pengaruh yang dibawa sejak pindah rumah: Lebih cepat beradaptasi dimanapun
2. Teknologis
-Teknologi yang paling sering dipakai seperti gadget dan sebagainya
Positif: Lebih cepat dapat informasi, lebih mudah komunikasi dengan orang dalam dan luar negri Negatif: Berlebihan dalam memakai sesuatunya, terlalu fanatik dengan korea
3. Ideologi
- cara menyikapi perbedaan: dapat memaklumi perbedaan sikap yang sewajarnya -Gaya Hidup: tidak terlalu mengikuti trend, hanya sekedarnya saja
4. Kepemimpinan
-apakah anda bisa berpendirian kuat dengan keputusan yang diambil Ya bisa
-Contoh memimpin diri sendiri:
Dalam berbagai kesempatan saya telah alami,misalnya kerja keras untuk mencapai suatu hasil 5.penduduk
-Apakah peduli dengan gizi dilingkungan mu: peduli
-Bagaimana caranya: jika masyarakat ada yang membahas sesuatu tentang masalah gizi, saya akan berusaha memberikan informasi yang telah saya dapat dari perkuliahan
Kesimpulan: Amalia Desnafa, mahasiswa berusia 18 tahun berasal dari daerah jawa dan jakarta. Memiliki tempat tinggal yang tidak tetap karena mengikuti tempat kerja orang tuanya, karena sering berpindah ia dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru. Ia mengaku telah terlalu fanatik dengan korea karena efek dari perkembangan teknologi yang pesat. Caranya menyikapi perbedaan yaitu memaklumi perbedaan yang masih bersifat wajar.Ia memiliki pendirian yang kuat atas keputusan yag telah diambil. Ia peduli dengan keadaan gizi masyarakat sekitarnya dengan cara memberikan informasi yang didapat di perkuliahan
CHAPTER I
Nama: Mawaddah Anis Rahmatillah Jenis Kelamin : Wanita
CHAPTER II 1.Geografis -Lahir di Manado
-Suku : Ayah madiun dan Ibu Makassar
-Tempat tinggal: Madiun, Jogja, Manado, Makassar, Jakarta, Bekasi -Pengaruh yang dibawa sejak pindah rumah:
Mudah memahami beragam karakteristik masyarakat di berbagai daerah 2. Teknologis
-Teknologi yang paling sering dipakai seperti gadget dan sebagainya Positif: media belajar digital
Negatif: Wasting time, terpapar radiasi 3. Ideologi
- cara menyikapi perbedaan:
Menerima perbedaan tanpa menyalahkannya, karena setiap orang memiliki latar belakang ang berbeda
-Apakah memiliki gaya hidup yang mengikuti trend: hanya mengikuti akan tetapi tidak terlalu berlebihan
4. Kepemimpinan
-Apakah memiliki pendirian dalam mengambil keputusan:
Iya, lebih tepatnya berusaha bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil -Apakah bisa memimpin diri sendiri untuk sesuatu yang diimpikan:
Terkadang bisa, tetapi lebih sering tidak bisanya 5. Penduduk
Peduli gizi dengan masyarakat sekitar:
Peduli, misalnya dengan cara menegur pola makan masyarakat yang tidak seimbang dan memberikan informasi tentang gizi seimbang