KABUPATEN MANOKWARI 2016 ISSN No. Katalog No. Publikasi : -: 8204007 . 91 : 91540 . 16 . 25 Ukuran Buku Jumlah Halaman
g
: 18,2 cm x 25,7 cm : viii + 15 Halaman Penyunting :BPS PROVINSI PAPUA BARAT Naskah :
BIDANG STATISTIK DISTRIBUSI Gambar Kulit :
BIDANG STATISTIK DISTRIBUSI Diterbitkan Oleh :
BPS PROVINSI PAPUA BARAT, MANOKWARI – INDONESIA
Dilarang Mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik
http://papuabarat.bps.
KABUPATEN MANOKWARI 2016
Anggota Tim Penyusun :
Penanggung Jawab : Drs. Simon Sapary, M.Sc
Penyunting : Drs. Simon Sapary, M.Sc
Hendra Wijaya, S.ST, M.Si Muhammad Rizqon A., S.ST
Penulis : Kristin Paskahrani Bakara, S.ST
Pengolah Data/ Penyimpan Draft : Muhammad Rizqon A., S.ST Kristin Paskahrani Bakara, S.ST
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat iv KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) September 2016 di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat telah selesai dilaksanakan. Salah satu kegunaan survei ini adalah untuk mendapatkan bobot/penimbang 6 (enam) jenis/kualitas beras yang mempunyai volume penjualan eceran beras terbesar dari seluruh jenis/kualitas beras yang diperjualbelikan di seluruh pasar terpilih, yang nantinya digunakan sebagai penimbang untuk penghitungan harga eceran beras umum di Kota Manokwari.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu demi kelancaran pelaksanaan survei ini, dan kami harapkan semoga hasil dari survei ini dapat bermanfaat bagi para konsumen data pada umumnya.
Manokwari, November 2016
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat
K e p a l a ,
Drs. Simon Sapary M.Sc NIP. 196606071993021001
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat v DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ivv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viiiiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) ... 2
1.3 Ruang Lingkup... 3
BAB II PELAKSANAAN SURVEI ... 4
2.1 Kegiatan Survei ... 4
2.2 Jenis Dokumen ... 4
2.3 Organisasi Lapang ... 5
2.4 Lokasi Survei ... 5
BAB III HASIL PELAKSANAAN SURVEI ... 6
3.1 Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing) ... 6
3.2 Analisa Hasil Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing) ... 6
3.3. Bobot/Penimbang Beras Umum ... 8
3.4 Bobot/Penimbang 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Pasar ... 9
LAMPIRAN ... 11
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat vi DAFTAR TABEL
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan SVPEB Kota Manokwari September 2016 ... 4 Tabel 2. Lokasi dan Jumlah Responden SVPEB Kota Manokwari ... 5 Tabel 3. Bobot/Penimbang Beras Untuk 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih
Menurut Volume Penjualan Terbanyak di Kota Manokwari (%) ... 9 Tabel 4. Bobot/Penimbang 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Pasar
di Kota Manokwari (%) ... 10
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat vii DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu di 2 (Dua) Pasar Terpilih di Manokwari (Kg) ... 7 Gambar 2. Persentase Jenis Kualitas Beras yang Diminati Masyarakat
Manokwari ... 8
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat vii i DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Persentase Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu Menurut Jenis/Kualitas Beras di Masing-masing Pasar ... 11
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komoditas beras merupakan kebutuhan yang pokok bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar berpenghasilan menengah dan rendah. Sebagian besar pengeluaran biaya hidup masyarakat Indonesia adalah untuk konsumsi beras. Hal ini terlihat dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) dimana beras memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu sebesar 4,79 persen (Nilai Konsumsi Dasar Hasil SBH 2012). Dibanding dengan komoditas lainnya, bobot beras tergolong tinggi, sehingga naik turunnya harga beras sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya inflasi yang terjadi.
Upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok, khususnya beras merupakan faktor penting dalam menjaga kestabilan ekonomi khususnya dan laju pembangunan pada umumnya. Usaha tersebut diarahkan untuk melindungi kepentingan produsen dan konsumen sekaligus, serta dilaksanakan sedemikian rupa agar berjalan sesuai dengan mekanisme pasar.
Komposisi volume penjualan beras yang beredar merupakan cerminan dari pola konsumsi beras di suatu tempat. Komposisi yang beredar di suatu pasar berbeda dengan pasar/tempat lainnya, hal tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan musim panen raya dan musim paceklik di suatu wilayah, perubahan jenis beras yang dihasilkan dari wilayah produsen, perubahan/perbedaan jenis dan kualitas beras yang disalurkan pemerintah ke pasar, perubahan
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 2
produsen ke konsumen.
Menyadari adanya pergeseran permintaan jenis/kualitas beras yang dikonsumsi dari waktu ke waktu dapat menimbulkan bias substitusi dalam perhitungan IHK, maka perlu dilaksanakan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) pada bulan September 2016 di Kota Manokwari – Provinsi Papua Barat. Dari hasil survei ini diharapkan akan terlihat gambaran dari pola konsumsi masyarakat terhadap jenis maupun kualitas beras yang banyak diminati masyarakat di Kota Manokwari. Selain itu, karena banyaknya kualitas beras yang beredar di pasaran sehingga tidak dapat dipantau secara langsung setiap kualitas-kualitas tersebut, sehingga survei tersebut perlu untuk dilakukan agar dapat menangkap setiap pola konsumsi masyarakat terhadap kualitas-kualitas beras yang beredar di pasaran.
Survei ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyesuaikan bobot masing-masing jenis dan kualitas beras yang akan digunakan untuk penghitungan harga rata-rata beras umum tertimbang, untuk menggantikan bobot/penimbang beras dari hasil Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) sebelumnya.
1.2 Tujuan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB)
Secara rinci tujuan dari Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari ini adalah :
1. Untuk mengetahui volume penjualan eceran beras menurut jenis dan kualitas yang diperjualbelikan di pasar-pasar.
2. Untuk mengetahui daya serap pasar terhadap berbagai jenis dan kualitas beras.
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 3
pembentukan harga beras di Kota Manokwari.
4. Untuk mendapatkan bobot/penimbang 6 (enam) jenis/kualitas beras yang mempunyai volume penjualan eceran beras terbesar dari seluruh jenis/kualitas beras yang diperjualbelikan di seluruh pasar terpilih, yang nantinya digunakan sebagai penimbang untuk penghitungan harga eceran beras umum di Kota Manokwari.
1.3 Ruang Lingkup
Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) dilaksanakan di 2 (dua) pasar terpilih yang banyak terdapat pedagang eceran beras dan dianggap dapat mewakili seluruh pasar yang ada di Kota Manokwari. Kedua pasar terpilih tersebut adalah Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi.
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 4 BAB II
PELAKSANAAN SURVEI
2.1 Kegiatan Survei
Pelaksanaan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari pada bulan September 2016 ini dilakukan dalam beberapa tahap kegiatan, yaitu :
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan SVPEB Kota Manokwari September 2016
Jenis Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Jumlah Hari
(1) (2) (3)
Pencacahan Pedagang 21-30 September 2016 10
Pengolahan Hasil Pencacahan 01-14 Oktober 2016 14
Tabulasi dan Laporan 15-31 Oktober 2016 17
Jumlah 41
2.2 Jenis Dokumen
Dokumen yang digunakan dalam Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) terdiri dari 2 (dua) daftar, yaitu :
1. Daftar SB-I, yaitu daftar pertanyaan yang digunakan untuk mencatat/mendaftar seluruh pedagang beras, baik pedagang eceran, pedagang besar, maupun pedagang besar merangkap eceran.
2. Daftar SB-II, yaitu daftar pertanyaan yang digunakan untuk mencacah pedagang beras terpilih, yang hanya merupakan pedagang eceran dan pedagang besar merangkap eceran.
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 5
Pelaksanaan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari dilakukan oleh BPS Provinsi Papua Barat khususnya Bidang Statistik Distribusi dan BPS Kabupaten Manokwari, yaitu :
1. Pengarah : 1 orang 2. Penanggung jawab : 2 orang 3. Petugas Pengawas : 2 orang 4. Petugas Pencacah : 2 orang
Jumlah : 7 orang
2.4 Lokasi Survei
Lokasi pelaksanaan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari dilaksanakan di 2 (dua) pasar tradisional, yaitu :
Tabel 2. Lokasi dan Jumlah Responden SVPEB Kota Manokwari
Nama Pasar Lokasi/Wilayah Pasar Jumlah Responden
(1) (2) (3)
Pasar Sanggeng Manokwari Barat 34
Pasar Wosi Manokwari Barat 66
Jumlah 100
Dari hasil survei di kedua pasar terpilih akan diketahui jumlah total volume penjualan beras eceran selama seminggu sesuai masing-masing jenis/kualitas beras yang diperjualbelikan di kedua pasar tersebut.
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 6 BAB III
HASIL PELAKSANAAN SURVEI
3.1 Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing)
Kegiatan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) dilaksanakan di 2 (dua) pasar terpilih yang terdapat di Kota Manokwari. Sebagai awal dari kegiatan survei ini, dilakukan pendaftaran terhadap seluruh pedagang beras yang ada di seluruh pasar terpilih (listing). Seluruh pedagang beras, baik pedagang eceran, pedagang besar, atau pedagang besar yang merangkap sebagai pedagang eceran, didaftar dengan menggunakan Daftar SB-I. Dari hasil listing diketahui jumlah pedagang beras seluruhnya yang tersebar di 2 (dua) pasar tersebut adalah 100 pedagang. Selanjutnya seluruh pedagang beras hasil listing tersebut dicacah dengan menggunakan Daftar SB-II. Jumlah pedagang beras yang dicacah sama dengan jumlah yang dilisting, hal ini dikarenakan jumlah sampel yang telah ditentukan yaitu sebanyak 100 sampel sama dengan jumlah populasi pedagang beras yang ada di Kota Manokwari.
3.2 Analisa Hasil Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing)
Dari hasil pencacahan pedagang beras dengan menggunakan Daftar SB-II di 2 (dua) pasar terpilih dengan jumlah sampel sebanyak 100 pedagang beras, diketahui bahwa jumlah jenis/kualitas beras yang beredar sebanyak 94 jenis/kualitas (Lampiran 1). Dari hasil pencacahan sampel juga terlihat bahwa selama seminggu di 2 (dua) pasar tersebut telah terjadi transaksi penjualan beras secara eceran sebanyak 54.247 Kg. Dengan rincian volume penjualan beras eceran terbesar di Pasar
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 7
Secara keseluruhan volume penjualan beras di setiap pasar tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu di 2 (Dua) Pasar Terpilih di Manokwari (Kg)
Variasi beras yang diminati oleh masyarakat di Kota Manokwari cukup heterogen. Sebagian besar masyarakat cenderung untuk memilih beras dengan harga yang lebih murah seperti beras Bulog, Uduk, Lopo Ijo, Berasmu, Kano, Daun Padi dan Lahap dengan volume masing-masing sebesar 9.742 Kg (17,96 persen), 4.469 Kg (8,24 persen), 3.894 Kg (7,18 persen), 2.412 Kg (4,45 persen), 2.061 Kg (3,80 persen), 1.745 Kg (3,22 persen), 1.449 Kg (2,67 persen). Sedangkan sebagian lainnya cenderung memilih kualitas beras yang
Pasar Wosi
Pasar Sanggeng
33,319 KG20,928 KG
Sumber Gambar: Google
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 8
beras Betet, Tawon dan Garuda dengan volume masing-masing sebesar 2.127 Kg (3,92 persen), 2.061 Kg (3,80 persen), dan 1.803 Kg (3,32 persen) dari seluruh jenis beras yang dijual di kedua pasar terpilih. Hal ini dapat dilihat dari Gambar 2.
Gambar 2. Persentase Jenis Kualitas Beras yang Diminati Masyarakat Manokwari
3.3. Bobot/Penimbang Beras Umum
Dari hasil penghitungan/pengolahan volume penjualan beras eceran selama seminggu di 2 (dua) pasar terpilih untuk masing-masing jenis/kualitas beras diketahui bahwa 6 (enam) jenis/kualitas beras yang mempunyai volume penjualan eceran beras terbesar yang diurutkan berdasarkan jenis/kualitas beras adalah Bulog sebesar 9.742 Kg, Uduk sebesar 4.469 Kg, Lopo Ijo sebesar 3.894 Kg, Berasmu sebesar 2.412 Kg, Betet sebesar 2.127 Kg dan Kano sebesar 2.061 Kg. Selanjutnya
17.96 % 8.24 % 7.18 % 4.45 % 3.92 % 3.80 % 3.80 % 3.32 % 3.22 % 2.67 % 41.45 % BULOG UDUK
LOPO IJO BERASMU
BETET KANO
TAWON GARUDA
DAUN PADI LAHAP
LAINNYA
Sumber Gambar : Google
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 9
jumlah/total volume 6 jenis/kualitas beras tersebut untuk mendapatkan persentase dari masing-masing jenis/kualitas beras. Persentase ini nantinya akan digunakan sebagai bobot/penimbang untuk menghitung rata-rata harga beras umum tertimbang Kota Manokwari. Bobot/penimbang beras umum menurut volume penjualan terbanyak dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Bobot/Penimbang Beras Untuk 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Volume Penjualan Terbanyak di Kota Manokwari (%)
NO JENIS/KUALITAS BERAS VOLUME (Kg) PERSENTASE (%)
(1) (2) (3) (4) 01. BULOG 9.742 39,43 02. UDUK 4.469 18,09 03. LOPO IJO 3.894 15,76 04. BERASMU 2.412 9,76 05. BETET 2.127 8,61 06. KANO 2.061 8,34 J U M L A H 24.705 100.00
3.4 Bobot/Penimbang 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Pasar
Hasil survei ini juga memberikan gambaran bobot/penimbang dari 6 jenis/kualitas beras terpilih yang paling diminati oleh masyarakat Kota Manokwari dari masing-masing pasar. Bobot/penimbang untuk masing-masing jenis/kualitas beras di setiap pasar yang diperoleh dari hasil survei dapat dilihat pada Tabel 4.
http://papuabarat.bps.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 10
Kota Manokwari (%)
PASAR JENIS/KUALITAS BERAS
BULOG UDUK LOPO IJO BERASMU BETET KANO
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) WOSI 53,89 54,35 44,14 78,52 63,75 66,04 SANGGENG 46,11 45,65 55,86 21,48 36,25 33,96 J U M L A H 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
http://papuabarat.bps.
o.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 11 LAMPIRAN
Lampiran 1. Persentase Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu Menurut Jenis/Kualitas Beras di Masing-masing Pasar
NO. JENIS/KUALITAS BERAS
P A S A R WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 1 69 0,11 0,33 2 278 0,23 0,00 3 AGUNG 1,68 0,00 4 AGUNG SAMPURNA 0,12 0,50 5 ALI BABA 2,37 0,94 6 ANAK MANIS 0,90 0,00 7 ANGGREK 0,06 0,10 8 BENELI 5 KG 0,16 0,00 9 BENGAWAN 0,26 0,00 10 BERAS BERSIH 10 KG 0,32 0,00 11 BERASMU 5,68 2,48 12 BERNAS 0,41 0,54 13 BETET 4,07 3,68 14 BIANG LALA 0,06 0,00 15 BORNEO 0,06 0,67 16 BULOG 15,76 21,46 17 BUNGA PANDAN 0,74 0,00 18 CENDERAWASIH 10 KG 0,00 1,67
http://papuabarat.bps.
o.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 12
NO. JENIS/KUALITAS BERAS
WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 19 CENDRAWASIH EMAS 10 KG 0,45 0,00 20 DADU 10 KG 0,21 0,00 21 DAUN PADI 2,45 4,44 22 DAUN PANDAN 10 0,15 1,67 23 DUA JARI 20 KG 1,53 0,00 24 DUA NAGA 10 KG 0,21 0,00 25 DUA PAUS 25 KG 0,08 0,00 26 GARUDA 4,19 1,95 27 GELATIK 10 KG 0,00 1,67 28 IKAN NILA 0,00 0,50 29 IRIAN 20 KG 3,12 0,00 30 JALAK MAS 10 KG 0,00 1,67 31 JEMPOL 0,00 0,33 32 JERUK 0,04 0,00 33 JERUK CHRISTAL 0,84 0,00 34 JERUK RED 0,06 0,00 35 KAKATUA 0,06 0,00 36 KANO 4,08 3,34 37 KASUARI 0,11 0,38 38 KEBUN MAS 1,92 0,27 39 KELAPA IJO 5 KG 0,11 0,00 40 KEPALA SINGA 0,35 0,33 41 KEPALA SPESIAL 10 KG 0,21 0,00 42 KEPALA SUPER 20 KG 0,06 0,00
http://papuabarat.bps.
o.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 13
NO. JENIS/KUALITAS BERAS
WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 43 KEPITING 0,00 0,19 44 KIJANG 5 KG 0,00 0,17 45 KOTA 2,01 1,84 46 KUNCUP MEKAR 10 KG 0,02 0,00 47 KURMO 1,76 2,94 48 LAHAP 2,75 2,54 49 LARON 0,43 0,10 50 LEBAH MADU 0,03 0,19 51 LELE 2,22 2,01 52 LELE MAS 0,53 0,00 53 LELE SUPER 0,00 0,17 54 LOPO IJO 5,16 10,39 55 MANGGA 0,36 0,00 56 MANGGA MANALAGI 0,25 6,02 57 MANGKOK 0,42 0,00 58 MANGKOK MAS 0,06 0,00 59 MELON 1,19 0,87 60 MERAK 0,05 0,00 61 MTHR 0,08 1,57 62 OKEY YAKIN 0,52 0,00 63 ORANSBARI 2,46 2,61 64 PAGI 0,11 0,00 65 PANDA 20 KG 0,06 0,00 66 PANDA SURI 0,52 0,48
http://papuabarat.bps.
o.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 14
NO. JENIS/KUALITAS BERAS
WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 67 PANDAN 10 KG 0,11 0,01 68 PANDAN WANGI 1,31 2,01 69 PELANGI 0,11 0,17 70 POLES SUPER 15 KG 0,05 0,00 71 PREMIUM 0,32 0,00 72 PULEN SUPER 0,11 0,00 73 PUTRI 20 KG 0,11 0,00 74 PUTRI AGRI 0,42 0,17 75 PUTRI CHERRY 0,11 0,17 76 PUTRI KOKI 0,12 0,00 77 RAJA 0,21 0,38 78 RAJA KEPALA 0,03 0,00 79 ROJO LELE 0,48 1,08 80 SAWA 10 KG 0,21 0,00 81 SEKOCI 10 KG 1,79 0,41 82 SENGAT 10 KG 0,74 0,00 83 SI CANTIK 0,11 0,10 84 SLYP SUPER 20 KG 0,59 0,00 85 SMASH 20 KG 0,80 0,00 86 SP 3,36 0,00 87 SPESIAL 0,21 0,00 88 SUMO 1,05 0,00 89 SUPER LELE 0,18 0,67 90 TAWON 4,61 2,51
http://papuabarat.bps.
o.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 15
NO. JENIS/KUALITAS BERAS
WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 91 UDANG 0,41 0,00 92 UDUK 7,29 9,75 93 WANGI 14 KG 0,00 0,94 94 WASUKA 1,07 0,60 J U M L A H 100,00 100,00