• Tidak ada hasil yang ditemukan

o.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "o.id"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

KABUPATEN MANOKWARI 2016 ISSN No. Katalog No. Publikasi : -: 8204007 . 91 : 91540 . 16 . 25 Ukuran Buku Jumlah Halaman

g

: 18,2 cm x 25,7 cm : viii + 15 Halaman Penyunting :

BPS PROVINSI PAPUA BARAT Naskah :

BIDANG STATISTIK DISTRIBUSI Gambar Kulit :

BIDANG STATISTIK DISTRIBUSI Diterbitkan Oleh :

BPS PROVINSI PAPUA BARAT, MANOKWARI – INDONESIA

Dilarang Mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

http://papuabarat.bps.

(4)

KABUPATEN MANOKWARI 2016

Anggota Tim Penyusun :

Penanggung Jawab : Drs. Simon Sapary, M.Sc

Penyunting : Drs. Simon Sapary, M.Sc

Hendra Wijaya, S.ST, M.Si Muhammad Rizqon A., S.ST

Penulis : Kristin Paskahrani Bakara, S.ST

Pengolah Data/ Penyimpan Draft : Muhammad Rizqon A., S.ST Kristin Paskahrani Bakara, S.ST

http://papuabarat.bps.

(5)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat iv KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) September 2016 di Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat telah selesai dilaksanakan. Salah satu kegunaan survei ini adalah untuk mendapatkan bobot/penimbang 6 (enam) jenis/kualitas beras yang mempunyai volume penjualan eceran beras terbesar dari seluruh jenis/kualitas beras yang diperjualbelikan di seluruh pasar terpilih, yang nantinya digunakan sebagai penimbang untuk penghitungan harga eceran beras umum di Kota Manokwari.

Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu demi kelancaran pelaksanaan survei ini, dan kami harapkan semoga hasil dari survei ini dapat bermanfaat bagi para konsumen data pada umumnya.

Manokwari, November 2016

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat

K e p a l a ,

Drs. Simon Sapary M.Sc NIP. 196606071993021001

http://papuabarat.bps.

(6)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat v DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ivv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viiiiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) ... 2

1.3 Ruang Lingkup... 3

BAB II PELAKSANAAN SURVEI ... 4

2.1 Kegiatan Survei ... 4

2.2 Jenis Dokumen ... 4

2.3 Organisasi Lapang ... 5

2.4 Lokasi Survei ... 5

BAB III HASIL PELAKSANAAN SURVEI ... 6

3.1 Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing) ... 6

3.2 Analisa Hasil Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing) ... 6

3.3. Bobot/Penimbang Beras Umum ... 8

3.4 Bobot/Penimbang 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Pasar ... 9

LAMPIRAN ... 11

http://papuabarat.bps.

(7)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat vi DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan SVPEB Kota Manokwari September 2016 ... 4 Tabel 2. Lokasi dan Jumlah Responden SVPEB Kota Manokwari ... 5 Tabel 3. Bobot/Penimbang Beras Untuk 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih

Menurut Volume Penjualan Terbanyak di Kota Manokwari (%) ... 9 Tabel 4. Bobot/Penimbang 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Pasar

di Kota Manokwari (%) ... 10

http://papuabarat.bps.

(8)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat vii DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu di 2 (Dua) Pasar Terpilih di Manokwari (Kg) ... 7 Gambar 2. Persentase Jenis Kualitas Beras yang Diminati Masyarakat

Manokwari ... 8

http://papuabarat.bps.

(9)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat vii i DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Persentase Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu Menurut Jenis/Kualitas Beras di Masing-masing Pasar ... 11

http://papuabarat.bps.

(10)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komoditas beras merupakan kebutuhan yang pokok bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar berpenghasilan menengah dan rendah. Sebagian besar pengeluaran biaya hidup masyarakat Indonesia adalah untuk konsumsi beras. Hal ini terlihat dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) dimana beras memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu sebesar 4,79 persen (Nilai Konsumsi Dasar Hasil SBH 2012). Dibanding dengan komoditas lainnya, bobot beras tergolong tinggi, sehingga naik turunnya harga beras sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya inflasi yang terjadi.

Upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok, khususnya beras merupakan faktor penting dalam menjaga kestabilan ekonomi khususnya dan laju pembangunan pada umumnya. Usaha tersebut diarahkan untuk melindungi kepentingan produsen dan konsumen sekaligus, serta dilaksanakan sedemikian rupa agar berjalan sesuai dengan mekanisme pasar.

Komposisi volume penjualan beras yang beredar merupakan cerminan dari pola konsumsi beras di suatu tempat. Komposisi yang beredar di suatu pasar berbeda dengan pasar/tempat lainnya, hal tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan musim panen raya dan musim paceklik di suatu wilayah, perubahan jenis beras yang dihasilkan dari wilayah produsen, perubahan/perbedaan jenis dan kualitas beras yang disalurkan pemerintah ke pasar, perubahan

http://papuabarat.bps.

(11)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 2

produsen ke konsumen.

Menyadari adanya pergeseran permintaan jenis/kualitas beras yang dikonsumsi dari waktu ke waktu dapat menimbulkan bias substitusi dalam perhitungan IHK, maka perlu dilaksanakan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) pada bulan September 2016 di Kota Manokwari – Provinsi Papua Barat. Dari hasil survei ini diharapkan akan terlihat gambaran dari pola konsumsi masyarakat terhadap jenis maupun kualitas beras yang banyak diminati masyarakat di Kota Manokwari. Selain itu, karena banyaknya kualitas beras yang beredar di pasaran sehingga tidak dapat dipantau secara langsung setiap kualitas-kualitas tersebut, sehingga survei tersebut perlu untuk dilakukan agar dapat menangkap setiap pola konsumsi masyarakat terhadap kualitas-kualitas beras yang beredar di pasaran.

Survei ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyesuaikan bobot masing-masing jenis dan kualitas beras yang akan digunakan untuk penghitungan harga rata-rata beras umum tertimbang, untuk menggantikan bobot/penimbang beras dari hasil Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) sebelumnya.

1.2 Tujuan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB)

Secara rinci tujuan dari Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari ini adalah :

1. Untuk mengetahui volume penjualan eceran beras menurut jenis dan kualitas yang diperjualbelikan di pasar-pasar.

2. Untuk mengetahui daya serap pasar terhadap berbagai jenis dan kualitas beras.

http://papuabarat.bps.

(12)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 3

pembentukan harga beras di Kota Manokwari.

4. Untuk mendapatkan bobot/penimbang 6 (enam) jenis/kualitas beras yang mempunyai volume penjualan eceran beras terbesar dari seluruh jenis/kualitas beras yang diperjualbelikan di seluruh pasar terpilih, yang nantinya digunakan sebagai penimbang untuk penghitungan harga eceran beras umum di Kota Manokwari.

1.3 Ruang Lingkup

Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) dilaksanakan di 2 (dua) pasar terpilih yang banyak terdapat pedagang eceran beras dan dianggap dapat mewakili seluruh pasar yang ada di Kota Manokwari. Kedua pasar terpilih tersebut adalah Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi.

http://papuabarat.bps.

(13)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 4 BAB II

PELAKSANAAN SURVEI

2.1 Kegiatan Survei

Pelaksanaan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari pada bulan September 2016 ini dilakukan dalam beberapa tahap kegiatan, yaitu :

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan SVPEB Kota Manokwari September 2016

Jenis Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Jumlah Hari

(1) (2) (3)

Pencacahan Pedagang 21-30 September 2016 10

Pengolahan Hasil Pencacahan 01-14 Oktober 2016 14

Tabulasi dan Laporan 15-31 Oktober 2016 17

Jumlah 41

2.2 Jenis Dokumen

Dokumen yang digunakan dalam Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) terdiri dari 2 (dua) daftar, yaitu :

1. Daftar SB-I, yaitu daftar pertanyaan yang digunakan untuk mencatat/mendaftar seluruh pedagang beras, baik pedagang eceran, pedagang besar, maupun pedagang besar merangkap eceran.

2. Daftar SB-II, yaitu daftar pertanyaan yang digunakan untuk mencacah pedagang beras terpilih, yang hanya merupakan pedagang eceran dan pedagang besar merangkap eceran.

http://papuabarat.bps.

(14)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 5

Pelaksanaan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari dilakukan oleh BPS Provinsi Papua Barat khususnya Bidang Statistik Distribusi dan BPS Kabupaten Manokwari, yaitu :

1. Pengarah : 1 orang 2. Penanggung jawab : 2 orang 3. Petugas Pengawas : 2 orang 4. Petugas Pencacah : 2 orang

Jumlah : 7 orang

2.4 Lokasi Survei

Lokasi pelaksanaan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) di Kota Manokwari dilaksanakan di 2 (dua) pasar tradisional, yaitu :

Tabel 2. Lokasi dan Jumlah Responden SVPEB Kota Manokwari

Nama Pasar Lokasi/Wilayah Pasar Jumlah Responden

(1) (2) (3)

Pasar Sanggeng Manokwari Barat 34

Pasar Wosi Manokwari Barat 66

Jumlah 100

Dari hasil survei di kedua pasar terpilih akan diketahui jumlah total volume penjualan beras eceran selama seminggu sesuai masing-masing jenis/kualitas beras yang diperjualbelikan di kedua pasar tersebut.

http://papuabarat.bps.

(15)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 6 BAB III

HASIL PELAKSANAAN SURVEI

3.1 Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing)

Kegiatan Survei Volume Penjualan Eceran Beras (SVPEB) dilaksanakan di 2 (dua) pasar terpilih yang terdapat di Kota Manokwari. Sebagai awal dari kegiatan survei ini, dilakukan pendaftaran terhadap seluruh pedagang beras yang ada di seluruh pasar terpilih (listing). Seluruh pedagang beras, baik pedagang eceran, pedagang besar, atau pedagang besar yang merangkap sebagai pedagang eceran, didaftar dengan menggunakan Daftar SB-I. Dari hasil listing diketahui jumlah pedagang beras seluruhnya yang tersebar di 2 (dua) pasar tersebut adalah 100 pedagang. Selanjutnya seluruh pedagang beras hasil listing tersebut dicacah dengan menggunakan Daftar SB-II. Jumlah pedagang beras yang dicacah sama dengan jumlah yang dilisting, hal ini dikarenakan jumlah sampel yang telah ditentukan yaitu sebanyak 100 sampel sama dengan jumlah populasi pedagang beras yang ada di Kota Manokwari.

3.2 Analisa Hasil Pendaftaran Pedagang Eceran Beras (Listing)

Dari hasil pencacahan pedagang beras dengan menggunakan Daftar SB-II di 2 (dua) pasar terpilih dengan jumlah sampel sebanyak 100 pedagang beras, diketahui bahwa jumlah jenis/kualitas beras yang beredar sebanyak 94 jenis/kualitas (Lampiran 1). Dari hasil pencacahan sampel juga terlihat bahwa selama seminggu di 2 (dua) pasar tersebut telah terjadi transaksi penjualan beras secara eceran sebanyak 54.247 Kg. Dengan rincian volume penjualan beras eceran terbesar di Pasar

http://papuabarat.bps.

(16)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 7

Secara keseluruhan volume penjualan beras di setiap pasar tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu di 2 (Dua) Pasar Terpilih di Manokwari (Kg)

Variasi beras yang diminati oleh masyarakat di Kota Manokwari cukup heterogen. Sebagian besar masyarakat cenderung untuk memilih beras dengan harga yang lebih murah seperti beras Bulog, Uduk, Lopo Ijo, Berasmu, Kano, Daun Padi dan Lahap dengan volume masing-masing sebesar 9.742 Kg (17,96 persen), 4.469 Kg (8,24 persen), 3.894 Kg (7,18 persen), 2.412 Kg (4,45 persen), 2.061 Kg (3,80 persen), 1.745 Kg (3,22 persen), 1.449 Kg (2,67 persen). Sedangkan sebagian lainnya cenderung memilih kualitas beras yang

Pasar Wosi

Pasar Sanggeng

33,319 KG

20,928 KG

Sumber Gambar: Google

http://papuabarat.bps.

(17)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 8

beras Betet, Tawon dan Garuda dengan volume masing-masing sebesar 2.127 Kg (3,92 persen), 2.061 Kg (3,80 persen), dan 1.803 Kg (3,32 persen) dari seluruh jenis beras yang dijual di kedua pasar terpilih. Hal ini dapat dilihat dari Gambar 2.

Gambar 2. Persentase Jenis Kualitas Beras yang Diminati Masyarakat Manokwari

3.3. Bobot/Penimbang Beras Umum

Dari hasil penghitungan/pengolahan volume penjualan beras eceran selama seminggu di 2 (dua) pasar terpilih untuk masing-masing jenis/kualitas beras diketahui bahwa 6 (enam) jenis/kualitas beras yang mempunyai volume penjualan eceran beras terbesar yang diurutkan berdasarkan jenis/kualitas beras adalah Bulog sebesar 9.742 Kg, Uduk sebesar 4.469 Kg, Lopo Ijo sebesar 3.894 Kg, Berasmu sebesar 2.412 Kg, Betet sebesar 2.127 Kg dan Kano sebesar 2.061 Kg. Selanjutnya

17.96 % 8.24 % 7.18 % 4.45 % 3.92 % 3.80 % 3.80 % 3.32 % 3.22 % 2.67 % 41.45 % BULOG UDUK

LOPO IJO BERASMU

BETET KANO

TAWON GARUDA

DAUN PADI LAHAP

LAINNYA

Sumber Gambar : Google

http://papuabarat.bps.

(18)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 9

jumlah/total volume 6 jenis/kualitas beras tersebut untuk mendapatkan persentase dari masing-masing jenis/kualitas beras. Persentase ini nantinya akan digunakan sebagai bobot/penimbang untuk menghitung rata-rata harga beras umum tertimbang Kota Manokwari. Bobot/penimbang beras umum menurut volume penjualan terbanyak dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Bobot/Penimbang Beras Untuk 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Volume Penjualan Terbanyak di Kota Manokwari (%)

NO JENIS/KUALITAS BERAS VOLUME (Kg) PERSENTASE (%)

(1) (2) (3) (4) 01. BULOG 9.742 39,43 02. UDUK 4.469 18,09 03. LOPO IJO 3.894 15,76 04. BERASMU 2.412 9,76 05. BETET 2.127 8,61 06. KANO 2.061 8,34 J U M L A H 24.705 100.00

3.4 Bobot/Penimbang 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih Menurut Pasar

Hasil survei ini juga memberikan gambaran bobot/penimbang dari 6 jenis/kualitas beras terpilih yang paling diminati oleh masyarakat Kota Manokwari dari masing-masing pasar. Bobot/penimbang untuk masing-masing jenis/kualitas beras di setiap pasar yang diperoleh dari hasil survei dapat dilihat pada Tabel 4.

http://papuabarat.bps.

(19)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 10

Kota Manokwari (%)

PASAR JENIS/KUALITAS BERAS

BULOG UDUK LOPO IJO BERASMU BETET KANO

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) WOSI 53,89 54,35 44,14 78,52 63,75 66,04 SANGGENG 46,11 45,65 55,86 21,48 36,25 33,96 J U M L A H 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

http://papuabarat.bps.

o.id

(20)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 11 LAMPIRAN

Lampiran 1. Persentase Volume Penjualan Eceran Beras Selama Seminggu Menurut Jenis/Kualitas Beras di Masing-masing Pasar

NO. JENIS/KUALITAS BERAS

P A S A R WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 1 69 0,11 0,33 2 278 0,23 0,00 3 AGUNG 1,68 0,00 4 AGUNG SAMPURNA 0,12 0,50 5 ALI BABA 2,37 0,94 6 ANAK MANIS 0,90 0,00 7 ANGGREK 0,06 0,10 8 BENELI 5 KG 0,16 0,00 9 BENGAWAN 0,26 0,00 10 BERAS BERSIH 10 KG 0,32 0,00 11 BERASMU 5,68 2,48 12 BERNAS 0,41 0,54 13 BETET 4,07 3,68 14 BIANG LALA 0,06 0,00 15 BORNEO 0,06 0,67 16 BULOG 15,76 21,46 17 BUNGA PANDAN 0,74 0,00 18 CENDERAWASIH 10 KG 0,00 1,67

http://papuabarat.bps.

o.id

(21)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 12

NO. JENIS/KUALITAS BERAS

WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 19 CENDRAWASIH EMAS 10 KG 0,45 0,00 20 DADU 10 KG 0,21 0,00 21 DAUN PADI 2,45 4,44 22 DAUN PANDAN 10 0,15 1,67 23 DUA JARI 20 KG 1,53 0,00 24 DUA NAGA 10 KG 0,21 0,00 25 DUA PAUS 25 KG 0,08 0,00 26 GARUDA 4,19 1,95 27 GELATIK 10 KG 0,00 1,67 28 IKAN NILA 0,00 0,50 29 IRIAN 20 KG 3,12 0,00 30 JALAK MAS 10 KG 0,00 1,67 31 JEMPOL 0,00 0,33 32 JERUK 0,04 0,00 33 JERUK CHRISTAL 0,84 0,00 34 JERUK RED 0,06 0,00 35 KAKATUA 0,06 0,00 36 KANO 4,08 3,34 37 KASUARI 0,11 0,38 38 KEBUN MAS 1,92 0,27 39 KELAPA IJO 5 KG 0,11 0,00 40 KEPALA SINGA 0,35 0,33 41 KEPALA SPESIAL 10 KG 0,21 0,00 42 KEPALA SUPER 20 KG 0,06 0,00

http://papuabarat.bps.

o.id

(22)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 13

NO. JENIS/KUALITAS BERAS

WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 43 KEPITING 0,00 0,19 44 KIJANG 5 KG 0,00 0,17 45 KOTA 2,01 1,84 46 KUNCUP MEKAR 10 KG 0,02 0,00 47 KURMO 1,76 2,94 48 LAHAP 2,75 2,54 49 LARON 0,43 0,10 50 LEBAH MADU 0,03 0,19 51 LELE 2,22 2,01 52 LELE MAS 0,53 0,00 53 LELE SUPER 0,00 0,17 54 LOPO IJO 5,16 10,39 55 MANGGA 0,36 0,00 56 MANGGA MANALAGI 0,25 6,02 57 MANGKOK 0,42 0,00 58 MANGKOK MAS 0,06 0,00 59 MELON 1,19 0,87 60 MERAK 0,05 0,00 61 MTHR 0,08 1,57 62 OKEY YAKIN 0,52 0,00 63 ORANSBARI 2,46 2,61 64 PAGI 0,11 0,00 65 PANDA 20 KG 0,06 0,00 66 PANDA SURI 0,52 0,48

http://papuabarat.bps.

o.id

(23)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 14

NO. JENIS/KUALITAS BERAS

WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 67 PANDAN 10 KG 0,11 0,01 68 PANDAN WANGI 1,31 2,01 69 PELANGI 0,11 0,17 70 POLES SUPER 15 KG 0,05 0,00 71 PREMIUM 0,32 0,00 72 PULEN SUPER 0,11 0,00 73 PUTRI 20 KG 0,11 0,00 74 PUTRI AGRI 0,42 0,17 75 PUTRI CHERRY 0,11 0,17 76 PUTRI KOKI 0,12 0,00 77 RAJA 0,21 0,38 78 RAJA KEPALA 0,03 0,00 79 ROJO LELE 0,48 1,08 80 SAWA 10 KG 0,21 0,00 81 SEKOCI 10 KG 1,79 0,41 82 SENGAT 10 KG 0,74 0,00 83 SI CANTIK 0,11 0,10 84 SLYP SUPER 20 KG 0,59 0,00 85 SMASH 20 KG 0,80 0,00 86 SP 3,36 0,00 87 SPESIAL 0,21 0,00 88 SUMO 1,05 0,00 89 SUPER LELE 0,18 0,67 90 TAWON 4,61 2,51

http://papuabarat.bps.

o.id

(24)

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat 15

NO. JENIS/KUALITAS BERAS

WOSI SANGGENG [1] [2] [3] [4] 91 UDANG 0,41 0,00 92 UDUK 7,29 9,75 93 WANGI 14 KG 0,00 0,94 94 WASUKA 1,07 0,60 J U M L A H 100,00 100,00

http://papuabarat.bps.

o.id

(25)

Gambar

Gambar  1.  Volume  Penjualan  Eceran  Beras  Selama  Seminggu  di  2  (Dua) Pasar Terpilih di Manokwari (Kg)
Gambar  2.  Persentase  Jenis  Kualitas  Beras  yang  Diminati  Masyarakat  Manokwari
Tabel 3. Bobot/Penimbang Beras Untuk 6 Jenis/Kualitas Beras Terpilih  Menurut Volume Penjualan Terbanyak di Kota Manokwari (%)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) untuk meningkatkan kreativitas

Di dalam pembahasan mengenai aspek gerakan kasar dan gerakan halus, buku ini akan memberikan contoh perangsangan dan kemampuan yang dapat dikuasai anak pada usia

[r]

Dalam tuturan BMK, kalimat imperatif yang mengandung maksud untuk memerintah atau meminta agar mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana diinginkan oleh si penutur bisa

Berdasarkan Surat Nomor : 02/TAP.PMNG/POKJA/DPU-KBS/VI/2016 Tanggal 03 Juni 2016 Tentang Pengumuman Pemenang Lelang Pekerjaan "Peningkatan Jaringan Air Bersih/Air minum

(8) Diisi dengan nomor dan tanggal pengesahan dari Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Departemen Perindustrian DIREKTUR JENDERAL, ttd ANWAR SUPRIJADI

KELOMPOK KERJA UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/ JASA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BINTAN.. TAHUN