HALAMAN JUDUL
LAPORAN PENELITIAN
SKEMA PENDANAAN:
Penelitian Revitalisasi Visi Institusi (PRVI)
SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NEAR FIELD
COMMUNICATION
Pengusul :
1.
Andi Widiyanto
NIDN. 0623087901 Fakultas Teknik/Teknik Informatika (D3)
2.
Affan Rifa’i
NIDN. 0601107702 Fakultas Teknik/Teknik Industri (S1)
3.
Rochim Widaryanto NIDN. 0628078503 Fakultas Teknik/Teknik Informatika (D3)
Dibiayai oleh Universitas Muhammadiyah Magelang dengan Anggaran Belanja tahun akademik 2016/2017
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
Tahun 2017
Bidang Prioritas Rencana Induk Penelitian:
RIP-06: Industri, transportasi, dan teknologi informasi
Topik penelitian:
ii
H ALAMAN PENGESAHAN
1. a.
Judul penelitian
: Sistem Presensi Menggunakan Teknologi Near
Field Communication
b.
Bidang RIP
: Industri, transportasi, dan teknologi informasi
(RIP-06)
c.
Topik RIP
:
Riset Pengembangan Smart card (06.13)
2. Ketua peneliti
a.
Nama lengkap dan gelar
b.
Jenis kelamin
c.
Golongan/Pangkat/NIP/NIS
d.
Jabatan fungsional
e.
Fakultas/program studi
:
:
:
:
:
Andi Widiyanto, S.Kom, M.Kom
Laki-laki
III.b/Penata Muda Tk. I/ NIK. 107906052
Asisten Ahli
Teknik/ Teknik Informatika (D3)
3. Alamat ketua peneliti
: Treko I, Treko, Mungkid, Magelang
4. Jumlah anggota peneliti
:
2 (dua) orang
5. Mahasiswa yang dilibatkan
:
3 (tiga) mahasiswa
6. Lokasi penelitian
:
Magelang
7. Kerjasama dengan institusi lain
a.
Nama institusi
b.
Alamat
c.
Telpon/fak/e-mail
:
:
:
8. Lama penelitian
:
5 bulan
9. Biaya yang diperlukan
a.
LP3M UMM
b.
Sumber lain (sebutkan)
:
:
Rp. 4.000.000,-
Rp. 3.000.000,-
JUMLAH
:
Rp. 7.000.000,-
Mengetahui/menyetujui
Magelang, 17 Nopember 2017
Dekan Fakultas Teknik
Ketua Peneliti
( Yun Arifatul Fatimah, MT., Ph.D )
( Andi Widiyanto, M.Kom )
NIK. 987408139
NIDN. 0623087901
Mengesahkan
Ketua LP3M
( Dr. Heni Setyowati E.R., S.Kp., M.Kes.)
NIK. 937008062
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
DAFTAR ISI ... iii
RINGKASAN... iv
BAB 1. PENDAHULUAN ...1
1.1. Latar belakang ...1
1.2. Tujuan ...1
1.3. Kontribusi penelitian yang diusulkan terhadap visi institusi...2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ...3
2.1. State of Art ...3
2.2. Kerangka Konsep ...4
BAB 3. METODE PENELITIAN ...5
3.1. Pentahapan Penelitian ...5
3.2. Rancangan alat ...6
3.3. Desain pengujian ...6
3.4. Analisis data ...6
3.5. Cara Penafsiran dan Penyimpulan Hasil Penelitian ...6
BAB 4. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI...7
4.1. Hasil Penelitian ...7
4.2. Luaran penelitian ... 14
BAB 5. KESIMPULAN ... 15
RINGKASAN
Presensi perkuliahan adalah bukti kehadiran mahasiswa dalam proses belajar
mengajar sebuah mata kuliah. Prosesnya dengan membubuhkan tanda tangan pada
kolom kehadiran pada berita acara perkuliahan. Banyak pula perguruan tinggi yang
menggunakan kartu mahasiswa untuk proses kehadiran. Kecurangan kehadiran dapat
dilakukan dengan cara ditandatangani teman yang hadir kuliah atau menitipkan kartu
mahasiswa. Untuk mengatasi hal tersebut maka penelitian ini memanfaatkan
teknologi Near Field Communication (NFC) Smartphone sebagai alat presensi
perkuliahan. Proses presensi dengan mendekatkan smartphone mahasiswa ke alat
pembaca NFC mengunakan microcontroller yang terhubung komputer sistem
informasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan prototype alat
pembaca NFC smartphone sebagai alat presensi perkuliahan. Metode yang
digunakan adalah studi pustaka dan eksperimen dengan pengujian di laboratorium
yang dikondisikan. Hasil pengujian prototype NFC reader yang dihasilkan dapat
bekerja dengan baik pada berbagai perangkat dengan operating system yang berbeda.
Luaran penelitian ini telah dipresentasikan melalui URECOL 2017 dan akan
dipublikasikan pada jurnal KOMTIKA.
1
BAB 1.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar belakang
Kasus e-ktp saat ini menjadi perhatian di Negara Indonesia. E-ktp diharapkan
menjadi kartu kependudukan dengan berbagai macam fitur canggih didalamnya.
Pemanfaatan fungsinya yang belum maksimal menyebabkan banyak pihak yang
sangsi dengan fitur e-ktp. Terlebih lagi dengan munculnya kasus dugaan korupsi
proyek pengadaan e-ktp.
e-ktp ditanam chip dengan teknologi
Near Field Communication
(NFC). NFC
adalah salah satu teknologi konektivitas wireless jarak dekat yang memungkin
interaksi dua arah antar perangkat elektronik yang lebih aman dan simple. NFC
juga memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi secara contactless,
mengakses konten digital dan melakukan koneksi dengan perangkat elektronik
hanya dengan satu sentuhan.
NFC merupakan pengembangan dari sistem RFID (
Radio Frequency
Identification
) dengan jarak untuk saling bertukar data hanya sekitar 4 inci. RFID
harus menggunakan peralatan khusus yang tidak bisa digunakan secara personal,
sehingga pemanfaatannya kurang luas. Sedangkan NFC dapat digunakan secara
personal dengan diintegrasikan pada Smartphone & tablet.
Sistem presensi kuliah dapat dilakukan dengan menggunakan tanda tangan atau
paraf kehadiran di lembar presensi. Proses ini memungkinkan seorang mahasiswa
memanipulasi dengan paraf dobel atau paraf dilakukan oleh temannya. Sistem ini
dapat diatasi dengan menggunakan kartu mahasiswa dengan NFC, e-ktp atau
bahkan
finger print
. Dengan model ini mahasiswa masih saja dapat melakukan
kecurangan dengan menitipkan kartu pengenalnya atau dengan duplikat sidik jari.
Sistem presensi dengan menggunakan teknologi NFC sebenarmya sudah banyak.
Sistem ini menggunakan aplikasi android dengan fitur NFC sebagai card reader.
Sistem ini memiliki kelemahan yaitu harus menggunakan perangkat android yang
support NFC dan harus membuat sistemberbasis android baru untuk
diintegrasikan dengan Sistem Informasi Akademik.
2
Tujuan penelitian ini adalah :
Menghasilkan sebuah prototipe alat NFC reader yang dapat digunakan untuk
membaca e-ktp/smartphone NFC sebagai presensi yang diintegrasikan dengan
Sistem Informasi Akademik
1.3.
Kontribusi penelitian yang diusulkan terhadap visi institusi
Kondisi obyektif saat ini di universitas muhammadiyah magelang, sistem presensi
masih menggunakan lembar paraf kehadiran. Kualitas validitas data masih
diragukan.
Usulan riset yang diajukan adalah sistem presensi dengan menggunakan teknologi
NFC seperti e-KTP maupun Smartphone dengan fitur NFC yang digunakan
sebagai bukti kehadiran.
Keberhasilan riset ini akan mendukung riset Universitas Muhammadiyah
Magelang dalam bidang
Industri, transportasi, dan teknologi informasi
[RIP-06]
pada topik
Riset Pengembangan Smart Card (06.13).
Mimpi kedepan dapat
diwujudkan
Smart Card
berupa
single card
yang dapat digunakan dalam berbagai
aktivitas di Universitas.
3
BAB 2.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. State of Art
Proses kecurangan dalam presensi kehadiaran kuliah memicu penelitian sistem
untuk presensi. Presensi adalah untuk menandai kehadirans seorang mahasiswa
dalam proses kuliah. Penandaan dengan menggunakan tanda tangan atau paraf
kehadiran di lembar presensi adalah hal yang sudah umum.
Presensi dengan menggunakan kartu tanda mahasiswa (Nasution, 2010), barcode
(Fadlil et al., 2008) atau menggunakan fingerprint (Mardiyantoro, Purwanto, &
Soeleman, 2014) juga sudah dilakukan. Akan tetapi system tersebut masih bisa
dicurangi dengan cara menitipkan kartu mahasiswa atau sidik jari rekayasa.
Masalah tersebut dapat diatasi dengan system biometric seperti face recognition
(Kurniawan, 2014) maupun dengan retina scanner (Hikmah, 2008). System ini
sulit untuk dicurangi karena harus yang bersangkutan sendiri yang harus
melakukan pemindaian, karena wajah dan retina setiap orang berbeda. Penerapan
system ini memerlukan biaya pengadaan alat yang mahal sehingga hal ini menjadi
kendala.
Sistem presensi dengan menggunakan teknologi NFC sebenarmya sudah banyak
dilakukan seperti (Handojo, Wonodihardjo, & Andjarwirawan, n.d.), (Neforawati,
Fareza, & Juniarti, 2015) (Akbar, Silvana, & Afnarius, 2015), (Rismawati, 2016).
Sistem ini menggunakan aplikasi android dengan fitur NFC sebagai card reader.
System ini memiliki kelemahan yaitu harus menggunakan perangkat android yang
support NFC dan mahasiswa masih dapat menitipkan kartu mahasiswanya.
Pada penelitian ini akan membuat sebuah alat yang dapat membaca teknologi
NFC dan dapat dihubungkan dengan computer atau perangkat yang lain melalui
USB. E-ktp atau bahkan smartphone yang support NFC dapat digunakan sebagai
alat presensi dengan cara mendekatkan kea lat ini, kemudian dihubungkan dengan
system informasi akademik misalnya. Tidak perlu membangun system presensi
baru, akan tetapi menggunakan teknologi baru yang dapat dihubungkan dengan
system infromasi akademik yang lama.
4
2.2. Kerangka Konsep
Gambar 2.2.1 Kerangka Konseptual Penelitian
TEMA PENELITIANSistem presensi dengan teknologi NFC
MASALAH PADA SITEM PRESENSI
1. Proses presensi lama 2. Validitas tidak kuat 3. Memungkinkan terjadinya
kecurangan
TUJUAN
Meningkatkan validitas presensi. (mengurangi kecurangan presensi)
METODE
Membuat NFC reader yang dihubungkan dengan PC/laptop melalui USB
DATA
1. Kemampuan baca NFC Reader 2. Tag RFID/NFC yang dapat dibaca
oleh NFC reader OUTPUT Prototipe NFC Reader OUTCOME 1. Publikasi 2. HKI PARAMETER Keakuratan data presensi
5
BAB 3.
METODE PENELITIAN
3.1.
Pentahapan Penelitian
Tahapan penelitian disajikan dalam bentuk
road map
kegiatan
penelitian seperti gambar 3.1
MULAI
1. Telaah teknologi yang sudah ada dan penelusuran artikel ilmiah. 2. Observasi penelitian tentang NFC Design sistem presensi PERSIAPAN PENELITIAN PEMBUATAN PROTOTYPE
Merakit alat pembaca NFC smartphone
Pengujian prototype alat
PENGUJIAN PROTOTYPE
PENYAJIAN HASIL PENELITIAN
Analisis data hasil pengujian, pembahasan, dan publikasi. SELESAI ALUR PENELITIAN KEGIATAN PENELITIAN OUTPUT
Prototipe
NFC
smartphone
Reader
Publikasi
dan HKI
INDIKATOR CAPAIAN Ditemukan teknologi yang akan digunakan Diperoleh alat pembaca NFC smartphone Diperoleh Data uji Data hasil pengujian Naskah publikasi6
3.2.
Rancangan alat
Studi pustaka yang dilakukan digunakan untuk merancang alat yang
akan diuji, diagram blok rancangan sistem sebagai berikut:
NFC Smartphone saat didekatkan akan mengirimkan data ke NFC
reader melalui microcontroller, kemudian data yang dibaca akan
dikirimkan oleh komputer ke Sistem Informasi Akademik. Data akan
diverifikasi dengan data akademik terdaftar atau tidak ke Sistem Informasi
Akademik.
3.3.
Desain pengujian
Pengujian dengan model simulasi di laboratorium yang dikondisikan
dengan berbagai kondisi supaya alat yang dibuat dapat diperbaiki dan
disesuaikan sehingga dapat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan.
3.4.
Analisis data
Analisis data pengujian akan menghasilkan kemampuan alat untuk
membaca NFC smartphone dan jarak optimal antara NFC Reader dengan
NFC Smartphone. Kecepatan komunikasi data juga didapatkan dari
analisis data pengujian.
3.5.
Cara Penafsiran dan Penyimpulan Hasil Penelitian
Untuk menyimpulkan hasil penelitian ini ditentukan dengan berhasil
tidaknya NFC Reader membaca NFC Smartphone dan komunikasi data
dengan Sistem Informasi Akademik
Gambar 3.2.1 Diagram blok rancangan sistem
NFC Reader ARDUINO KOMPUTER SISTEM INFORMASI AKADEMIK NFC Smartpho ne / e-KTP
7 BAB 4. HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI
4.1. Hasil Penelitian
Rancangan sistem presensi terdiri dari flowchart untuk menggambarkan alur sistem dan ERD sebagai rancangan basisdatanya. Pada saat dosen masuk kelas, dosen akan mendekatkan ID Card nya ke NFC Reader untuk masuk ke sistem, lalu sistem akan menampilkan jadwal matakuliah yang diampu oleh dosen tersebut pada hari itu. Dosen memilih matakuliah dan menginput data materi yang akan disampaikan. Setelah itu mahasiswa dengan membawa Smartphone yang memiliki fitur NFC atau yang telah ditempeli stiker NFC mendekatkan ke NFC Reader untuk proses presensi ke sistem seperti yang digambarkan pada gambar 4.4
Gambar 4.4
Flowchar Rancangan Sistem Presensi
Sistem presensi akan berhubungan dengan sistem lain seperti Sistem Infomasi Akademik melalui data pada tabel dosen, mahasiswa, matakuliah, jadwal dan data Kartu Rencana Studi (KRS) dan proses presensi akan disimpan melalui tabel
8
presensi. Untuk menggambarkan basisdata dan hubungan antar data pada tabel
digambarkan dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) pada gambar 4.5.
Gambar 4.5
ERD Sistem Presensi
Pada tahap pembuatan prototype tahap awal menggunakan Arduino Uno telah
didapatkan hasil bahwa alat dapat membaca NFC tag. Pada saat NFC tag didekatkan
pada NFC Module V3 dari elechouse, maka program aplikasi Arduino IDE layar serial monitor muncul data (gambar 4.1).
9
Gambar 4.1
Prototipe NFC Reader dengan Arduino Uno dapat membaca NFC tag
NFC Module akan membaca data dari NFC tag, kemudian data akan dikirim dan diterjemahkan ke microcontroller (Arduino) dan selanjutnya akan ditampilkan dilayar serial monitor aplikasi Arduino IDE. Tujuan awal penelitian data hasil pembacaanm NFC reader akan dikirimkan ke komputer pada posisi dimana kursor komputer berada, sehingga tidak mempengaruhi sistem informasi yang sedang digunakan. NFC Reader akan menggantikan proses presensi yang dilakukan melalui pengetikan keyboard nomor ID seperti NIDN bagi dosen dan NIM/NPM mahasiswa atau melalui pembacaan barcode scanner atau magnetic card reader. Dosen dan mahasiswa presensi dengan mendekatkan ID Card nya ke NFC reader. NFC tag yang telah dicoba berbentuk seperti kartu, key chain, dan berupa stiker NFC yang ditempel pada smartphone (gambar 4.2).
10
Gambar 4.2 Jenis NFC tag yang diuji
4.2. Kendala Penelitian
Rancangan alat diharapkan dapat bekerja pada berbagai sistem operasi dan sistem informasi. Alat bekerja dengan sistem plug & play seperti halnya barcode scanner tanpa harus merubah sistem yang berjalan.
Namun prototype NFC reader yang telah dibuat tidak dapat bekerja langsung sesuai dengan yang diharapkan dalam hal komunikasi dengan sistem yang telah ada. Microcontroller yang digunakan tidak dapat mengirimkan data langsung ke kursor aktif komputer, sehingga NFC Reader yang dibuat tidak memiliki fitur plug & play
yaitu bekerja secara otomatis dengan memasang pada port Universal Serial Bus
(USB).
Hasil penelusuran dari berbagai rujukan supaya NFC Reader dapat bekerja secara
plug & play memerlukan microcontroller yang memiliki fitur USB-Host seperti Arduino Duemilanove, Leonardo atau Micro yang menggunakan ATmega32u4.
11
Uji coba selanjutnya menggunakan Arduino Leonardo akan tetapi alat tidak bekerja sesuai yang diharapkan. NFC reader dengan arduino terkadang dapat membaca NFC tag, setelah dilepas kemudian dipasang lagi alat tidak dapat bekerja (gambar 4.3).
Gambar 4.3
NFC Reader dengan Arduino Leonardo
Langkah selanjutnya mengganti microcontroller dengan Arduino Micro hasilnya pun tidak berbeda. Penelusuran di berbagai forum juga menunjukkan hal yang sama. Hipotesis awal bahwa microcontroller yang didapatkan adalah bajakan sehingga tidak bekerja secara optimal.
Penyelesaian alternative adalah mencoba mengganti library yang sebelumnya dari
elechouse (https://github.com/elechouse/PN532) dengan library Adafruit
(https://github.com/adafruit/Adafruit-PN532-RFID-NFC-Shield) seperti gambar 4.4. Walaupun NFC module yang digunakan adalah produk dari elechouse ternyata dapat berkerja menggunakan library dari adafruit.
12
Gambar 4.4
Menggunakan library Adafruit
Hasilnya prototype NFC Reader (gambar 4.5) dapat bekerja sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
13
Gambar 4.5
Prototype NFC Reader Arduino
Pengujian prototype NFC Reader selanjutkan dilakukan dengan memasang pada berbagai laptop dan komputer yang ada di lapangan. Prototype NFC Reader dapat berjalan dengan baik diberbagai pewrangkat dan Operating System. Hasil pengujian tersaji pada table 4.1.
Tabel 4.1. pengujian prototype NFC Reader
NO HARDWARE OPERATING SYSTEM KET
1 Intel Core i5 1,3 GHz
RAM 8 GB
Mac OS Sierra 10.12.5 Berjalan dengan
baik
2 AMD APU A9-9400 3.2
Ghz
RAM 8 GB
Linux Ubuntu 16.04 Berjalan dengan
baik
3 AMD APU A6-5400 3.6
Ghz
RAM 2 GB
Win 7 Ultimate SP1 Berjalan dengan
baik
4 AMD APU A9-9400 3.2
Ghz
RAM 8 GB
Win 10.1 Berjalan dengan
baik
5 Intel Celeron 1007U
1,5GHz RAM 2 GB
Linux Ubuntu 12.04 Berjalan dengan
14
6 Intel Core i5 2,3 GHz
RAM 4 GB
Mac OS X Yosemite Berjalan dengan
baik
7 Intel E2160 1,8 GHz
RAM 2GB
Win XP SP2 Berjalan dengan
baik
4.3. Luaran penelitian
Luaran penelitian ini berupa prototype NFC Reader versi 1 (Uno) dan NFC Reader versi 2 (Leonardo) yang dapat digunakan pada komputer atau laptop dengan berbagai macam sistem operasi. Rancangan sistem presensi telah diterima dan dipresentasikan pada URECOL 2017 dan akan dipublikasikan pada jurnal KOMTIKA.
15 BAB 5. KESIMPULAN
Penelitian ini menghasilkan prototipe NFC reader yang dapat digunakan untuk membaca e-ktp/smartphone NFC sebagai alat presensi yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Akademik maupun sistem infomasi yang lain tanpa memerlukan instalasi. Luaran penelitian yang berupa tulisan ilmiah telah dipresentasikan pada URECOL 2017 dan akan publikasikan pada jurnal KOMTIKA
16 REFERENSI
Akbar, F., Silvana, M., & Afnarius, S. (2015). Implementasi Near Field Communication ( NFC ) dan Kartu RFID sebagai Perangkat Mobile Presensi Mahasiswa. In Seminar Nasional Instrumentasi, Kontrol dan Otomasi (SNIKO) (pp. 10–11). Bandung.
Fadlil, A., Firdausy, K., Hermawan, F., Studi, P., Elektro, T., & Dahlan, U. A. (2008). Pengembangan Sistem Basis Data Presensi Perkuliahan Dengan Kartu Mahasiswa Ber-Barcode. Telkomnika, 6(1), 65–72.
Handojo, A., Wonodihardjo, J., & Andjarwirawan, J. (n.d.). Aplikasi Presensi Kelas Kuliah Dengan Near Field Communication ( Nfc ) Pada Android.
Hikmah, N. (2008). Identifikasi Retina Mata Manusia Sistem Inferensi Neuro Fuzzy Adaptif. Depok. Retrieved from http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124285-R030861.pdf
Kurniawan, L. M. (2014). Metode Face Recognition untuk Identifikasi Personil Berdasar Citra Wajah bagi Kebutuhan Presensi Online Universitas Negeri Semarang. Scientific Journal of Informatics, 1(2), 210–220.
Mardiyantoro, N., Purwanto, Y., & Soeleman, A. (2014). Model Presensi Berbasis Fingerprint Dan Short Message Service Sebagai Media Pemantau Kehadiran Dan Poin Pelanggaran Siswa. Jurnal Teknologi Informasi, 10(1), 59–67.
Nasution, S. (2010). Sistem Manajemen Administrasi Dan Presensi Online Untuk Perkuliahan Dan Praktikum Menggunakan Oracle. Seminar, 2010(Snati), 123– 127. Retrieved from
http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/download/1876/1654
Neforawati, I., Fareza, M. I., & Juniarti, V. (2015). Monitoring Absensi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Menggunakan Teknologi NFC pada Android. Politeknologi, 14(2).
Rismawati, N. (2016). Sistem Absensi Dosen Menggunakan Near Field Communication ( Nfc ) Technology. Faktor Exacta, 9(2), 135–142.
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
17
Prototype Function Flow Diagram (FFD) - Combined Unified
Modelling Language with Data Flow Diagram
Rochim Widaryanto1*, Andi Widianto2 , Affan Rifa’i3
1,2
Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Magelang
3
Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Magelang
*Email: 1*[email protected], 2[email protected], [email protected]
1. PENDAHULUAN
System Development Life Cycle (SDLC) adalah proses yang digunakan dalam pembuatan sistem. Ada 4 fase pada SDLC, yaitu Planning, Analisis, Desain, Implementasi [4]. Beberapa model telah diciptakan. Belum ada satu model yang efektif untuk semua penerapan, karena itu perlu memilih model yang sesuai untuk setiap project [2].
Object Oriented Programming bertujuan untuk mengombinasikan data dan mengasosiasikan method ke dalam satu unit yang bernama objek untuk membangun sistem yang kompleks. UML merupakan sekumpulan diagram dengan
aspek yang berbeda yang digunakan untuk memodelkan software berorientasi objek. UML saat ini menjadi tool paling penting untuk sistem dengan model berorientasi objek [3].
DFD memiliki representasi node dan aliran data. Node dapat berupa data store, auxiliary store, proses, atau terminator. Panah berhubungan dengan aliran data. Node dan aliran data harus diberi label yang menandakan node ataupun aliran data tersebut [1].
Abstrak Keywords:
SDLC; UML; DFD; FFD; Sistem.
System Development Life Cycle (SDLC) adalah proses yang digunakan dalam pembuatan sistem. Object Oriented Programming bertujuan untuk mengombinasikan data dan mengasosiasikan method ke dalam satu unit yang bernama objek untuk membangun sistem yang kompleks.. Belum ada satu model yang efektif untuk semua penerapan, karena itu perlu memilih model yang sesuai untuk setiap project. UML saat ini menjadi tool paling penting untuk sistem dengan model berorientasi objek. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan percobaan dari hipotesis yang ada, yaitu sebuah perancangan dengan bentuk yang mirip dengan dfd dengan simbol panah berupa proses atau interaksi yang terjadi di dalam sistem, baik dari user ke sistem maupun sistem ke data, dengan bagan terdiri atas aktor, sistem dan data dan dapat dijabarkan lagi pada level berikutnya seperti pada DFD, dapat digunakan untuk perancangan program berorientasi objek. Hasil kombinasi dari UML dengan bentuk DFD menjadi satu konsep yaitu FFD. FFD dapat dilakukan sampai level dasar yaitu fungsi dan query database sehingga FFD akan mempermudah programmer dalam melihat rancangan sistem.
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
18
Gambar 1. Simbol FFD
Untuk menggunakan FFD, perancangan data ERD terlebih dahulu sudah dilakukan. Bentuk perancangan dan pengembangan yang digunakan meniru DFD. Proses yang ada pada sistem dan proses yang terjadi dari interaksi sistem ke database terbentuk menjadi sebuah kelas yang didalamnya terdiri atas fungsi fungsi. Dari perancangan ini, maka FFD dapat digunakan untuk pemrograman berorientasi objek. Bagian ini sebenarnya meniru proses aliran flow dari Use case diagram dan sequence diagram dari UML.
Pada penelitian yang dilakukan, dikombinasikan model flow dari DFD dengan UML sehingga dapat digunakan untuk pemrograman benrorientasi objek. Tujuannya ialah untuk memperigkas Diagram. Jika UML memerlukan use case, sequence diagram, di sini didesain dengan diagram FFD.
2. METODE
Hipotesis, sebuah perancangan dengan bentuk yang mirip dengan dfd, dengan simbol panah berupa proses atau interaksi yang terjadi di dalam sistem, baik dari user ke sistem maupun sistem ke data, dengan bagan terdiri atas aktor, sistem dan data dan dapat dijabarkan lagi pada level berikutnya seperti pada DFD, dapat digunakan untuk perancangan program berorientasi objek.
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan percobaan dari hipotesis yang ada.
Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan data dari jurnal mengenai DFD dan UML.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.Konsep dasar FFD
Pada UML, Use case diagram menggambarkan interaksi antara sistem dan aktor. Sequence diagram menjelaskan urutan objek / yang harus dilakukan untuk menghasilkan sesuatu.
Untuk menggunakan FFD, perancangan data ERD terlebih dahulu sudah dilakukan. Bentuk perancangan dan pengembangan yang digunakan meniru DFD. Fungsi pada DFD menjadi Proses pada FFD. Aliran data pada DFD menjadi Aliran yang terdiri atas 3 jenis yaitu actor ke proses, proses ke proses dan proses ke database/tabel
FFD level 0 menjabarkan semua pengguna sistem, sistem dan database yang digunakan,acak interaksi yang dilakukan oleh user ke sistem, maupun sistem ke database.
Pengembangan level 0 ke level berikutnya akan menjabarkan Proses yang ada pada sistem dan proses yang terjadi dari interaksi sistem ke database terbentuk menjadi sebuah kelas yang didalamnya terdiri atas fungsi fungsi. Dari perancangan ini, maka FFD dapat digunakan untuk pemrograman berorientasi objek. Bagian ini sebenarnya meniru proses aliran flow dari Use case diagram dan sequence diagram dari UML.
Atribut dari FFD :
a. User (actor/fungsi) digambarkan dengan logo orang. Hanya yang dapat mengakses sistem yang disebut sebagai user.
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
19 b. Proses merupakan sebuah sistem.
Proses dijabarkan dengan nama P1.nama proses, P2 nama proses dan seterusnya.
c. Kelas ditandai dengan lingkaran, merupakan detail dari isi proses. kelas dijabarkan dengan nama P1.1. nama kelas, P1.2. nama kelas dan seterusnyaFungsi atau prosedur ditandai dengan elipse. fungsi dijabarkan dengan nama P1.1.1. nama fungsi, P1.1.2. nama fungsi dan seterusnya
d. Fungsi atau prosedur ditandai dengan elipse.
e. Datarecord merupakan salah satu tempat sistem menyimpan data sementara. Satu sistem dapat memiliki lebih dari satu datarecord. Datarecord ditunjukkan sebagai Dr1, Dr2.
f. Datarecord namatabel merupakan salah satu tempat sistem menyimpan data sementara. Satu sistem dapat memiliki lebih dari satu datarecord. Pada FFD level berikutnya, tabel dari datarecord tertentu ditunjukkan sebagai Dr1.nama_tabel. Dr2.nama_tabel.
g. Database merupakan salah satu tempat sistem menyimpan data yang semi permanent (dapat disimpan jangka panjang, dimodifikasi, maupun dihapus). Satu sistem dapat memiliki
lebih dari satu database. Pada FFD Database ditunjukkan sebagai Db1. Db2.
h. Database namatabel merupakan salah satu tempat sistem menyimpan data yang semi permanent (dapat disimpan jangka panjang, dimodifikasi, maupun dihapus). Satu sistem dapat memiliki lebih dari satu database namatable. Pada FFD level berikutnya, tabel dari database tertentu ditunjukkan sebagai Db1.nama_tabel. Db2.nama_tabel.
i. Flow yang ada pada FFD ada 3 jenis
- Actor to proses : merupakan interaksi atau perintah actor terhadap sistem. Perintah actor berupa kata kerja.
- Proses to proses : merupakan interaksi internal fungsi/prosedur yang berhubungan dengan fungsi/prosedur lain di dalam sistem.
- Proses to database/tabel : merupakan interaksi sistem dengan database. Fungsi sistem untuk mengakses database dijabarkan. Hubungan fungsi dengan quary yang ada dijabarkan pada tabel proses query.
j. Tabel proses fungsi berisi detail dari fungsi/prosedur yang terjadi dalam sistem
k. Tabel proses query berisi detail dari query yang terjadi dari flow fungsi ke database
3.2.Simulasi Proses pembuatan FFD
1. ERD Dbmarket
Jika FFD menggunakan Data, maka data merupakan hal yang pertama
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
20 kali dibuat sebelum pembuatan FFD.
Tabel Data terbentuk dari ERD.
Gambar 2. Tabel data
2. FFD level 0
Pada FFD level 0 dijabarkan apa yang dilakukan oleh user. Jika ada balikan dari sistem berupa tampilan ditulis dengan “show”. “notifikasi” merupakan peringatan/keterangan dari sistem ke user.
Pada proses internal sistem, terdapat fungsi “set” digunakan untuk mengeset nilai variable, “get” untuk mengambil data dan fungsi fungsi lain dijelaskan pada FFD level berikutnya. Dari sistem ke datarecord/database ditulis dengan fungsi yang akan digunakan. Penjabaran lebih detail dilakukan pada FFD level berikutnya.
Gambar 3. FFD Level 0
3. FFD level 1 sistem krs dan sistem presensi. Pada FFD level 1, dijabarkan per sistem dan memunculkan tabel dari database.
Gambar 4. FFD Level 1 Sistem Krs
Gambar 5. FFD Level 1 Sistem Presensi
4. FFD level 2 sistem krs dan sistem presensi. kelas yang digunakan oleh sistem dimunculkan.
Gambar 6. FFD Level 2 Sistem Krs
Gambar 7. FFD Level 2 Sistem Presensi
5. FFD level 3 sistem krs dan sistem presensi. fungsi yang digunakan oleh setiap kelas dalam sistem dimunculkan. flow antara fungsi ke database diberi keterangan “query select” untuk mengambil data, “query add” untuk menambah data,
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
21 “query update” untuk mengubah
data atau “query delete” untuk menghapus data
Gambar 8. FFD Level 3 Sistem Krs
Gambar 9. FFD Level 3 Sistem Presensi
bagian akhir itu didefinisikan variabel yang diinputkan user dan query yang dilakukan sistem ke database
Tabel 1. user-sistem krs user alur
dosen 1.1.1. memilih untuk melihat jadwal
dosen 1.1.2. memilih untuk melihat krs
mahasiswa 1.1.2. memilih untuk melihat jadwal
mahasiswa 1.2.1. memasukkan kd_jadwal
Tabel 2. sistem krs pada tabel berikut tidak ada perhitungan di setiap fungsi. jika ada,
dijelaskan dengan alur code fungsi penjelasan fungsi 1.1.1.
get_all_jadw al()
tidak ada perhitungan di dalamnya.
1.1.2.
get_krs(npm)
tidak ada perhitungan di dalamnya 1.2.1. input_krs(np m, kd_jadwal, status, tgl_krs)
tidak ada perhitungan di dalamnya
Tabel 3. sistem krs - database fungsi query
1.1.1. get_all_jadw al()
select * from jadwal
inner join dosen on jadwal.dosen_nidn = dosen.nidn
inner join matkul on jadwal.matkul_kd_matkul = matkul.kd_matkul 1.1.2. get_krs(npm) select * from krs inner join mhs on krs.mhs_npm=mhs.npm inner join jadwal on krs.jadwal_kd_jadwal=jadwal .kd_jadwal
inner join dosen on krs.jadwal_dosen_nidn = dosen.nidn
inner join matkul on krs.jadwal_matkul_kd_matk ul = matkul.kd_matkul where mhs_npm = npm 1.2.1. input_krs(np m, kd_jadwal, status, tgl_krs)
insert into krs values
input_kd_krs, input_npm, input_kd_matkul,
input_nidn, input_kd_jadwal, input_status_2, input_tgl_krs Tabel 4. user-sistem presensi user alur
dosen 2.1.1. melakukan presensi dengan kartu nfc, sistem membaca data dari kartu dosen 2.1.2. memilih untuk melihat
presensi
dosen 2.1.3. memasukkan kd_jadwal, npm dan status
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
22 presensi dari mahasiswa
mahasiswa 2.1.3. melakukan presensi dengan kartu nfc, sistem membaca data dari kartu Tabel 5. sistem presensi pada tabel berikut tidak ada perhitungan di setiap fungsi. jika ada,
dijelaskan dengan alur code fungsi penjelasan fungsi 2.1.1. update_dsn(k d_jadwal, nidn, tanggal, materi, status_prese nsi_dosen)
tidak ada perhitungan di dalamnya
2.1.2. get_all_by_k d_jadwal(kd_ jadwal)
tidak ada perhitungan di dalamnya 2.1.3.update_ dsn(kd_jadwa l, npm, tanggal, status_prese nsi_mahasisw a)
tidak ada perhitungan di dalamnya
Tabel 6. sistem presensi - database fungsi query 2.1.1. update_dsn(k d_jadwal, nidn, tanggal, materi, status_prese nsi_dosen)
update presensi set
tanggal = input_tanggal, materi = input_materi, status_presensi_dosen = input_status_presensi_dosen where krs_jadwal_kd_jadwal = kd_jadwal 2.1.2. get_all_by_k d_jadwal(kd_ jadwal)
select * from presensi inner join krs on presensi.krs_kd_krs = krs.kd_krs inner join mhs on presensi.krs_mhs_npm=mhs. npm
inner join jadwal on krs.jadwal_kd_jadwal=jadwal .kd_jadwal
inner join dosen on presensi.krs_jadwal_dosen_ nidn = dosen.nidn
inner join matkul on presensi.krs_jadwal_matkul_ kd_matkul = matkul.kd_matkul where krs_jadwal_kd_jadwal = kd_jadwal 2.1.3.update_ dsn(kd_jadwa l, npm, tanggal, status_prese nsi_mahasisw a)
update presensi set
status_presensi_mahasiswa = input_status_presensi_maha siswa where krs_jadwal_kd_jadwal = kd_jadwal 4. KESIMPULAN
UML dengan model flow mendekati DFD dapat untuk perancangan software object orieted. FFD dapat dilakukan sampai level dasar yaitu fungsi/prosedur dan query database sehingga FFD akan mempermudah programmer dalam melihat sistem.
REFERENSI
Jurnal, Bulletin, dan Majalah Ilmiah
[1] Kirti Tiwari, Alpika Tripathi, Shipra Sharma, Vandana Dubey. Merging of Data Flow Diagram with Unified Modeling Language. International Journal of Scientific and Research Publications2 2012; Volume 2, Issue 8.
[2] M.L.V.Roopa Vani, M.Chandrika Kumari, M.Hari Priya, N.Harika. An Effective Language for Object Oriented Design-UML(Unified Modeling Language). International Research Journal of Engineering and Technology (IRJET);2012; Volume: 02 Issue: 05.
[3] Munassar, N. ; Govardhan, A. Comparison between Traditional Approach and Object-Oriented
The 6th University Research Colloqium 2017 Universitas Muhammadiyah Magelang
23 Approach in Software Engineering
126 Development. International Journal of Advanced Computer Science and Applications(IJSCA);2011; Vol. 2, No. 6.
[4] Rosziati Ibrahim, Siow Yen Yen. A Formal Model for Data Flow Diagram Rules, AJSS Journal;2012; Volume 1 No. 2.