• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT ASIA TENGGARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT ASIA TENGGARA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

DIREKTORAT ASIA TENGGARA

2020-2024

DIREKTORAT JENDERAL ASIA PASIFIK DAN AFRIKA

KEMENTERIAN LUAR NEGERI

(2)

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Direktorat Asia Tenggara telah menyusun Rencana Strategis Direktorat Asia Tenggara tahun 2020 – 2024 yang mengacu kepada Rencana Strategis Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika serta Rencana Strategis Kementerian Luar Negeri sesuai amanat Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Rencana Strategis Direktorat Asia Tenggara berisikan visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah kebijakan strategis dan target kinerja sampai dengan lima tahun mendatang, sebagai pedoman pelaksanaan politik luar negeri baik di kawasan Asia Tenggara.

Selaras dengan Visi Kementerian Luar Negeri tahun 2020 – 2024 yakni “Memimpin diplomasi yang aktif dan efektif untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”, Rencana Strategis Direktorat Asia Tenggara diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai rencana kerja Direktorat Asia Tenggara periode 2020 – 2024 dalam mengelola dan melaksanakan kebijakan politik luar negeri RI di kawasan Asia Tenggara.

Kami mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan Renstra ini. Kami berharap Renstra ini dapat diimplementasikan sebaik-baiknya untuk mendukung pelaksanaan visi dan misi Kementerian Luar Negeri, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Jakarta, 31 Januari 2021 Direktur Asia Tenggara

(3)

BAB I

ANALISA SWOT

DIREKTORAT ASIA TENGGARA

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara merupakan tetangga terdekat dan merupakan

concentric circle utama diplomasi RI. Asia Tenggara merupakan kawasan dengan beragam

rezim politik, latar belakang historis, budaya, demografi, kekayaan alam dan kemajuan ekonomi. Dengan total populasi 661,9 juta penduduk (World Bank, 2019) kawasan ini terdiri dari negara-negara dengan kemampuan ekonomi berbeda-beda, dengan total GDP sebesar US$ 3,17 triliun (World Bank, 2019) serta dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup beragam di kisaran 0,7% (Singapura) hingga 7,1% (Kamboja).

Kemampuan ekonomi di kawasan ini beragam dengan adanya Indonesia sebagai anggota G-20 pada urutan ke-16 dengan GDP senilai USD 1,12 triliun, Thailand sebagai negara ke-2 dengan GDP terbesar di kawasan yaitu dengan GDP senilai USD 543,6 milyar (negara urutan ke-22 dengan GDP terbesar di dunia), disusul Filipina, Singapura, dan Malaysia dengan GDP masing-masing di kisaran angka USD 300 milyar (negara urutan ke-34, 35 dan 37 dengan GDP terbesar di dunia) hinga negara-negara yang masuk ke kategori Least Developed Countries seperti Kamboja, Laos, Myanmar, dan Timor-Leste.Termasuk juga 2 negara kecil di kawasan Pasifik yang masuk dalam lingkup Dit. Asia Tenggara yaitu Palau dan Kepulauan Marshall dengan GDP di kisaran USD 200 juta.

Kawasan ini berisi negara-negara yang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Asia Pasifik dan Afrika yaitu antara lain dengan Singapura (USD 30,4 M), Malaysia (USD 16,6 M), Thailand (USD 15,7 M), dan Vietnam (USD 9 M).

Berdasarkan Global Innovation Index (GII) 2019 WIPO, kawasan ini juga berisi negara-negara dengan daya saing inovasi yang beragam. Terdapat Singapura sebagai negara dengan daya inovasi terbaik di peringkat ke-8 dunia, Malaysia di peringkat ke-35, Vietnam, Thailand, dan Filipina di peringkat 42, 43, dan 54, Brunei, Indonesia dan Kamboja di peringkat 71, 85, dan 98, hingga negara yang tidak masuk ke dalam daftar seperti Myanmar, Laos, dan Timor-Leste. Dalam bidang investasi, negara Asia Tenggara juga merupakan penyumbang investasi yang cukup besar di Indonesia. Singapura menempati urutan pertama sebagai investor terbesar dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2019, porsi investasi negara Asia Tenggara di Indonesia berada sekitar 36% dari keseluruhan investasi yang masuk dari seluruh dunia. Sementara pada tahun 2020, di tengah situasi pandemi, proporsi investasi dari negara Asia Tenggara di Indonesia naik menjadi 38,15% dengan Singapura di urutan pertama senilai USD 9,77 milyar, Malaysia di urutan ke-7 senilai USD 1,04 milyar, Thailand ke-20 nilai investasi 112 juta, dan Filipina urutan ke-64 nilai USD 0,2 juta, serta Vietnam yang berada di urutan 74 dengan 7 proyek dan Brunei Darussalam di urutan ke-77 dengan 17 proyek.

Defisit dalam neraca perdangangan dengan beberapa negara seperti Thailand, Laos, Singapura juga perlu menjadi fokus Direktorat Asia Tenggara, sehingga defisit dapat semakin berkurang. Neraca perdagangan Indonesia positif dengan Brunei, Kamboja, Filipina, Malaysia, Myanmar, Timor-Leste dan Viet Nam juga perlu terus ditingkatkan.

(4)

Sebagai kawasan yang mayoritas berisikan negara sahabat yang juga merupakan negara tetangga yang telah bersatu dalam forum regional ASEAN, tidak banyak isu menonjol secara politik. Hubungan bilateral, regional, dan multilateral antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangatlah baik dan hubungan baik ini perlu terus dijaga dan dikembangkan. Mengingat hubungan erat tersebut, yang menjadi fokus hubungan bilateral di Direktorat Asia Tenggara adalah aspek ekonomi, perdagangan bilateral, investasi, serta kerja-kerja sama baik dalam bidang sosial budaya, politik, ekonomi, maupun aspek potensial lainnya.

Salah satu isu yang paling menonjol adalah perlindungan WNI/BHI di Malaysia dimana jumlah WNI di Malaysia diperkirakan mencapai 3,3 juta orang1 sehingga perlu perhatian khusus,

terutama dengan banyaknya kasus-kasus yang dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) kita di Malaysia. Selain itu isu menonjol adalah perbatasan yang masih belum terselesaikan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Timor-Leste, dan Viet Nam. Isu Rakhine di Myanmar serta isu di Thailand Selatan juga menjadi perhatian sebagai konflik di kawasan yang perlu diperhatikan dalam memastikan keamanan dan kedamaian di Asia Tenggara.

Peran Indonesia terhadap pembangunan di kawasan melalui kontribusi dan kerja sama untuk peningkatan kesejahteraan negara di kawasan juga diwujudkan melalui komitmen Indonesia terhadap Timor-Leste, terutama bagi masyarakat di perbatasan. Selain itu, Indonesia juga berperan aktif dalam mendorong terealisasinya repatriasi yang sukarela, aman dan bermartabat bagi pengungsi Rohingya dari Cox’s Bazar ke Rakhine State, Myanmar.

Penyelesaian perbatasan Indonesia dan negara-negara di kawasan juga menjadi fokus Direktorat Asia Tenggara, yaitu perbatasan darat dengan Malaysia dan Timor-Leste, serta pebatasan maritim dengan Viet Nam, Malaysia, Thailand, dan Timor-Leste.

Tantangan lain yang sering dihadapi wilayah ini berkaitan dengan isu-isu keamanan non-tradisional seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang mengakibatkan asap melintas ke negara tetangga, kejahatan lintas batas, terorisme, narkotika, dan bencana alam.

Di tahun 2020 dengan adanya pandemi Covid-19, muncul tantangan baru dalam kerja sama bilateral dengan negara-negara di kawasan dimana banyak kerja sama yang perlu ditunda pelaksanaannya. Masing-masing negara sedang fokus dengan keadaan dalam negeri, dalam upaya mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi. Dalam kaitan ini, diplomasi Indonesia juga difokuskan pada: i) upaya memperkuat perlindungan WNI; ii) mendukung upaya mengatasi pandemi, baik dari aspek Kesehatan maupun dampak sosial ekonomi; dan iii) terus berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas dunia.

Sejak berdirinya pada tahun 2017, Direktorat Asia Tenggara menangani negara-negara ASEAN (Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Viet Nam) dan beberapa negara lain yaitu Timor-Leste, Kepulauan Marshall, dan Palau. Dalam hal ini Timor-Leste dalam proses untuk dapat turut bergabung dengan ASEAN. Namun demikian, sesuai Perpres No 116 tahun 2020 tentang Kementerian Luar Negeri, Kepulauan Marshall dan Palau akan ditangani Direktorat Pasifik dan Oseania pada tahun 2021.

1 Berdasarkan data Direktorat PWNI dan BHI tercatat 1.192.871 WNI berdokumen resmi dan estimasi jumlah WNI

(5)

Dalam menjalankan peran serta menghadapi tantangan selama 5 (lima) tahun ke depan dan memenuhi harapan para stakeholders, Direktorat Asia Tenggara perlu memiliki gambaran permasalahan, tantangan, peluang dan potensi yang dimiliki, sebagai dasar untuk menentukan strategi perencanaan lima tahun mendatang. Analisis SWOT Direktorat Asia Tenggara adalah sebagai berikut:

Internal

S1. Kualitas SDM yang kompeten

S2. Jangkauan diplomasi Direktorat Asia Tenggara yang meningkat dengan semua negara anggota ASEAN dan juga Timor Leste S3. Jejaring yang luas di antara pemangku

kepentingan dalam mendukung pelaksanaan kebijakan luar negeri di kawasan Asia Tenggara

S4. Pengelolaan kerja sama bilateral yang semakin kuat

W1. Penempatan SDM yang belum sesuai dengan kompetensi

W2. SDM belum sesuai kebutuhan dengan adanya formasi jabatan yang belum terisi.

W3. Pranata yang mengatur infrastruktur diplomasi masih dalam proses penyempurnaan

W4. Sarana dan prasarana yang belum menunjang khususnya IT W5. Anggaran yang belum memadai

O1. Kawasan Asia Tenggara yang potensial bagi peningkatan kerja sama bilateral dan regional O2. Peluang yang ada di kawasan untuk

melakukan diplomasi ekonomi dan maritim O3. Peran dan pengaruh Indonesia yang semakin diperhitungkan oleh negara mitra dan dalam forum kerja sama di kawasan Asia Tenggara 04. Meningkatnya kerja sama dengan mitra

strategis di kawasan

O5. Potensi ekonomi Indonesia dan meningkatnya minat kerja sama TTI dari negara-negara kawasan Asia Tenggara ke Indonesia 06. Kawasan Asia Tenggara lebih cepat dalam

pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19

T1. Dinamika konstelasi ekonomi politik negara, kawasan dan global yang

berdampak negatif terhadap Indonesia dan kawasan.

T2. Meningkatnya kapabilitas negara kompetitor dalam persaingan pasar di kawasan

T3. Lemahnya komitmen dan ketidaksiapan pemangku kepentingan terkait dalam menindaklanjuti kesepakatan di kawasan Asia Tenggara

T4. Kecenderungan menguatnya praktek para-diplomasi (para-diplomasi yang dilakukan oleh Pemda dan K/L di luar Kemlu)

T5. Masih kuatnya ego sektoral

Kementerian/Lembaga dalam mendukung upaya diplomasi

Strengths (S)

Weaknesses (W)

Opportunities (O)

Threats (T)

S u p p o r t Eksternal B a r r i e r r

(6)

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN/SASARAN STRATEGIS DIREKTORAT ASIA

TENGGARA

II.1 VISI

Guna mewujudkan Visi Kementerian Luar Negeri Tahun 2020 – 2024 “Memimpin diplomasi yang aktif dan efektif untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”, maka ditetapkanlah Visi Direktorat Asia Tenggara sebagai berikut:

“Memimpin diplomasi yang aktif dan efektif di Kawasan Asia Tenggara untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian

berlandaskan Gotong Royong”

II.2 MISI

Dalam upaya mencapai visi tersebut, Direktorat Asia Tenggara telah menetapkan 2 (dua) misi yang akan dilaksanakan selama kurun waktu 2020-2024, sebagai berikut:

1. Memberikan nilai manfaat ekonomi yang optimal melalui hubungan luar negeri di Kawasan Asia Tenggara untuk mendukung struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing

2. Memajukan kepemimpinan dan peran Indonesia yang berpengaruh di Kawasan Asia Tenggara

II.3 TUJUAN/SASARAN STRATEGIS

Tujuan dari Direktorat Asia Tenggara adalah:

a. Nilai manfaat diplomasi ekonomi yang optimal melalui hubungan luar negeri di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika

Nilai manfaat diplomasi ekonomi, keuangan dan pembangunan adalah jumlah nominal

manfaat yang dihasilkan oleh berbagai kerja sama dan promosi perdagangan, investasi dan pariwisata

Optimal adalah paling baik, tertinggi, dan paling menguntungkan

Hubungan luar Negeri adalah setiap kegiatan yang menyangkut aspek bilateral, regional dan

internasional yang dilakukan oleh Pemerintah di tingkat Pusat dan daerah, atau Lembaga- lembaganya, Lembaga, badan usaha, organisasi-organisasi, Lembaga swadaya masyarakat, atau warga negara Indonesia.

Tujuan/Sasaran Strategis tersebut diukur melalui indikator yang disertai dengan target sampai dengan 2024 sebagai berikut:

(7)

Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Nilai manfaat diplomasi

ekonomi yang optimal melalui

hubungan luar negeri di

Kawasan Asia Tenggara

Jumlah negara akreditasi di Kawasan Asia Tenggara dengan peningkatan nilai perdagangan dengan Indonesia minimal 3% 2 3 4 4 5 Jumlah negara akreditasi di wilayah Asia Tenggara dengan peningkatan nilai investasi asing ke Indonesia minimal 3% 1 1 2 2 3 Jumlah negara akreditasi di wilayah Asia Tenggara dengan peningkatan jumlah wisatawan manca negara ke Indonesia minimal 5% 1 2 2 3 4

b. Dukungan dan komitmen nasional atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan internasional di Kawasan Asia Tenggara yang tinggi

Dukungan adalah sokongan/bantuan

Komitmen adalah (upaya) perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu Tinggi adalah (mendukung) secara penuh

Kebijakan luar negeri adalah sikap dan langkah Pemerintah Republik Indonesia yang diambil

dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, dan subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional.

Kesepakatan internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apa pun, yang diatur

oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan subyek hukum internasional, serta menimbulkan hak dan kewajiban pada Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat hukum publik.

(8)

Tujuan/Sasaran Strategis tersebut diukur melalui indikator yang disertai dengan target sampai dengan 2024 sebagai berikut:

Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Utama

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Dukungan dan komitmen nasional atas kebijakan luar

negeri dan kesepakatan

internasional di Kawasan Asia Tenggara yang tinggi

Persentase kesepakatan kerja sama bilateral di Kawasan Asia Tenggara yang ditindaklanjuti stakeholders dalam negeri 80% 80% 85% 85% 85%

(9)

Lampiran 1: Matriks Arah Kebijakan dan Strategi

Lampiran 2: Matriks Target Kinerja

(10)

LAMPIRAN

Lampiran 1: Matriks Arah Kebijakan dan Strategi Direktorat Asia Tenggara

No Arah Kebijakan Kementerian

Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

1. Peningkatan optimalisasi nilai manfaat diplomasi ekonomi melalui hubungan luar negeri

1. Meningkatkan komunikasi secara berkala dengan para stakeholders dalam negeri guna menindaklanjuti

business inquiries dari Perwakilan RI

di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika untuk membantu pemberdayaan potensi di daerah dengan

memanfaatkan event-event promosi di luar negeri.

1. Meningkatkan koordinasi dengan Perwakilan di kawasan Asia Tenggara untuk memfasilitasi kehadiran pelaku bisnis Indonesia dalam berbagai event promosi di kawasan Asia Tenggara

2. Penyelesaian kerja sama bilateral di bidang ekonomi yang akan memberi manfaat bagi kepentingan nasional.

2. Mendorong finalisasi berbagai kesepakatan dalam bidang ekonomi.

3. Mengintensifkan dialog dan lobi untuk mengatasi hambatan-hambatan perdagangan dalam berbagai forum pertemuan bilateral

3. Meningkatkan koordinasi dengan

pemangku kepentingan terkait dalam upaya pendekatan dengan negara mitra untuk mengatasi berbagai hambatan perdagangan

4. Mengoptimalkan wadah joint working

group untuk mengkomunikasikan

aspek teknis dalam menyukseskan kerja sama.

4. Mendorong pelaksanaan pertemuan

secara berkala berbagai forum kerja sama bilateral yang dimiliki dengan negara-negara di Asia Tenggara

5. Mendorong pengembangan

konektivitas dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika guna meningkatkan akses pasar dan

5. Mendorong dan memfasilitasi upaya-upaya penerbangan langsung dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara dengan Indonesia

(11)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

investasi, serta meningkatkan kunjungan wisatawan dari kawasan Asia Pasifik dan Afrika ke Indonesia, termasuk implementasi konektivitas

dan infrastruktur Aceh dari Andaman dan Nicobar melalui 6 (enam) area kerja sama, yaitu perdagangan,

investasi, perhubungan udara dan laut, kelautan yang sustainable dan people

to people relations.

6. Mengupayakan koridor perjalanan untuk bisnis esensial, dinas, dan diplomatik.

6. Mendorong terbentuknya persetujuan Travel Corridor

Arrangement dengan negara-negara

di kawasan 7. Menyusun pemetaan prioritas

perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di dalam negeri, termasuk BUMN, pemerintah daerah, pelaku usaha nasional dan diaspora Indonesia.

7. Melakukan engagement dengan

BUMN, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam upaya peningkatan nilai

perdagangan dan investasi

8. Mendorong keikutsertaan pelaku usaha dalam negeri dan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan promosi perdagangan dan investasi yang difasilitasi oleh Ditjen Aspasaf dan Perwakilan RI di kawasan Asia Pasifik dan Afrika untuk

8. Melakukan engagement dengan

pelaku usaha dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan promosi potensi perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia di negara-negara di kawasan Asia Tenggara

(12)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

memaksimalkan pengenalan potensi berbagai daerah di Indonesia. 8. Mendorong keikutsertaan

pengusaha/perusaahaan dari negara mitra dalam kegiatan-kegiatan promosi perdagangan dan investasi di dalam negeri.

9. Mendorong Perwakilan RI di negara-negara kawasan Asia Tenggara untuk melakukan pendekatan dengan pelaku bisnis di wilayah akreditasi untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi perdagangan dan investasi di Indonesia

9. Memfasilitasi para pemangku kepentingan dengan melakukan link

and match atas permintaan pasar,

termasuk melakukan diseminasi informasi dan memberdayakan potensi daerah dengan

memanfaatkan kegiatan promosi di kawasan dan forum regional di kawasan Asia Pasifik dan Afrika

9. Memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan terkait melalui pelaksanaan kegiatan seperti

business matching dengan pelaku

serupa di negara mitra, atau melakui keikutsertaan pelaku usaha

Indonesia di berbagai kegiatan promosi di negara mitra di kawasan Asia Tenggara

10. Mendorong terbentuknya dan menindaklanjuti kerja sama sister

city/sister province untuk

mengembangkan dan memanfaatkan potensi daerah.

10. Meningkatkan koordinasi dengan Perwakilan RI di Asia Tenggara dan Pemerintah Daerah di Indonesia dalam upaya memetakan peluang pembentukan sister city/sister

province antara daerah/propinsi di

Indonesia dan daerah/propinsi di negara mitra

11. Mendorong pemanfaatan data

economic/market intelligence oleh

11. Melakukan diseminasi informasi terkait data economic/market

(13)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

stakeholders dalam negeri untuk mendorong outbond invesrment ke negara-negara potensial di kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

intelligence kepada pemangku

kepentingan terkait di Indonesia untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata antara Indonesia dengan negara mitra

12. Mendorong dan mengawal relokasi investasi asing dari negara mitra di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika ke Indonesia.

12. Meningkatkan koordinasi dengan Perwakilan RI di Asia Tenggara dan pemangku kepentingan terkait di Indonesia terkait investasi dari negara mitra di kawasan ke Indonesia

13. Mendorong partisipasi BUMN dan Lembaga terkait, serta kalangan swasta nasional pada proyek pembangunan strategis di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

13. Meningkatkan koordinasi dengan Perwakilan di negara Asia Tenggara guna melakukan engagement terhadap BUMN, Lembaga terkait dan sektor swasta nasional untuk terlibat dalam pembangunan

strategis di kawasan Asia Tenggara 14. Menyelenggarakan dan mendorong

pembahasan Perjanjian Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) dengan negara mitra di kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

14. Mendorong finalisasi kesepakatan Perjanjian Promosi dan

Perlindungan Penanaman Modal (P4M) dengan negara mitra di kawasan Asia Tenggara 15. Menyelenggarakan dan mendorong

pembahasan Perjanjian

Penghindaran Pajak Berganda

dengan negara mitra di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, untuk memperkuat

15. Mendorong pembahasan dan

finalisasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda dengan negara mitra di kawasan Asia Tenggara, untuk memperkuat Perjanjian

(14)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

Perjanjian Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M).

Promosi dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M).

16. Menyusun mapping mengenai

industri halal Indonesia bekerja sama dengan pemangku kepentingan di dalam negara.

16. Mendorong kerja sama industri hallal dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara

17. Mendorong keikutsertaan pelaku usaha industri halal di dalam negeri pada kegiatan promosi industri halal di negara mitra di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

17. Mendorong keikutsertaan pelaku usaha industri halal di dalam negeri pada kegiatan promosi industri halal di negara mitra di Kawasan Asia Tenggara

18. Mendorong kerja sama industri farmasi dengan negara mitra di kawasan dan forum regional Asia Pasifik dan Afrika.

18. Mendorong industri farmasi Indonesia untuk dapat masuk ke negara-negara di Asia Tenggara

19. Mendorong kerja sama pemenuhan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dan rumah sakit di kawasan dan forum regional Asia Pasifik dan Afrika.

19. Melakukan diseminasi informasi terkait potensi kerja sama alat kesehatan di Kawasan Asia Tenggara kepada pemangku kepentingan terkait di Indonesia 20. Mendorong terbentuknya

kesepakatan business to business dalam berbagai kegiatan promosi serta kesepakatan bilateral.

20. Melakukan engagement dengan

pelaku usaha Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi di negara-negara di Asia Tenggara

(15)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

21. Mendorong keikutsertaan lembaga pembiayaan untuk mendukung proyek infrastruktur dan industri strategis di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

21. Melakukan pendekaan dengan

lembaga pembiayaan di Indonesia untuk mendukung proyek

infrastruktur dan industri strategis di Kawasan Asia Tenggara

22. Melakukan pendekatan dan lobi melalui mekanisme pertemuan bilateral guna memastikan diberlakukannya kebijakan non-diskriminatif terhadap komoditas unggulan Indonesia.

22. Melakukan pendekatan dengan

pemangku kepentingan terkait dalam upaya dialog dengan negara mitra untuk mengatasi berbagai hambatan perdagangan atas produk unggulan Indonesia

23. Mendorong ekspansi start-up Indonesia ke negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

23. Melaksanakan diseminasi kepada pemangku kepentingan terkait mengenai peluang kerja sama industri digital dengan negara-negara Asia Tenggara

24. Mendorong pemanfaatan peluang Indonesia untuk memenuhi global suppy chain melalui substitusi produk AS ke RRT maupun produk RRT ke AS dengan produk unggulan

Indonesia

24. Melakukan promosi potensi produk unggulan Indonesia ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara

25. Meningkatkan promosi dagang untuk produk industri manufaktur ke

kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

25. Melakukan pendekatan dengan

kalangan industri manufaktur untuk dapat terlibat dalam berbagai kegiatan promosi di negara-negara di Asia Tenggara

(16)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

26. Memperluas akses pasar di negara-negara Kawasan Asia Pasifik Afrika untuk produk industri manufaktur dengan memanfaatkan perjanjian dagang yang telah disepakati.

26. Memberikan diseminasi informasi terkait peluang pemasaran produk manufaktur Indonesia di negara-negara di Asia Tenggara

27. Menarik investasi di bidang industri manufaktur dari negara-negara mitra di kawasan Asia Pasifik dan Aspasaf ke Indonesia.

27. Melakukan promosi di negara-negara kawasan Asia Tenggara mengenai peluang investasi bidang industri manufaktur di Indonesia

2 Peningkatan pengaruh

kepemimpinan dan peran Indonesia dalam kerja sama internasional

1. Mengedepankan constructive

engagement terhadap Myanmar,

dalam upaya mencari penyelesaikan permasalahan di Rakhine State, dan dalam upaya Myanmar untuk

mewujudkan perdamaian, stabilitas, demokrasi serta pembangunan berkelanjutan. Selain itu, mendorong peran aktif ASEAN untuk

memfasilitasi repatriasi secara sukarela, aman dan bermartabat

1. Mengedepankan constructive

engagement terhadap Myanmar,

dalam upaya mencari penyelesaikan permasalahan di Rakhine State, dan dalam upaya Myanmar untuk

mewujudkan perdamaian, stabilitas, demokrasi serta pembangunan berkelanjutan. Selain itu, mendorong peran aktif ASEAN untuk

memfasilitasi repatriasi secara sukarela, aman dan bermartabat 3. Penguatan integritas NKRI dan

diplomasi politik keamanan

1. Meningkatkan peran aktif Indonesia dalam penyelesaian konflik di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, seperti konflik di Rakhine State, Myanmar, konflik Palestina-Israel serta peacebuilding di Afghanistan melalui forum bilateral, regional, dan multilateral.

1. Meningkatkan peran aktif Indonesia dalam melakukan engagement terhadap Myanmar dan pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencari solusi atas isu Rakhine State

(17)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

2. Mendorong terbentuknya kesepakatan bilateral mengenai penanggulangan terorisme dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, serta mengawal implementasi kesepakatan bilateral tersebut.

2. Melakukan pendekatan kepada

pemangku kepentingan terkait di Indonesia dan negara mitra untuk dapat mewujudkan kerja sama dalam bidang penanggulangan terorisme

3. Meningkatkan kerjasama

penanggulangan terorisme dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, termasuk dengan pemberian bantuan teknis dan peningkatan kapasitas.

3. Meningkatkan kerjasama

penanggulangan terorisme dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, salah satunya dengan pemberian bantuan teknis dan peningkatan kapasitas.

4. Mendorong terbentuknya kesepakatan bilateral mengenai pertahanan dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, serta mengawal implementasi kesepakatan bilateral tersebut.

4. Melakukan pendekatan kepada

pemangku kepentingan terkait di Indonesia dan negara mitra untuk mendorong pembentukan

kesepakatan dalam bidang pertahanan

5. Meningkatkan promosi industri pertahanan Indonesia di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

5. Melakukan pendekatan kepada

pemangku kepentingan terkait di Indonesia untuk dapat terlibat aktif dalam promosi industri strategis Indonesia di Asia Tenggara 6. Mendorong terbentuknya

kesepakatan bilateral mengenai penanggulangan kejahatan

transnasional dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika,

6. Melakukan pendekatan kepada

pemangku kepentingan terkait di Indonesia dan negara mitra untuk mendorong pembentukan

(18)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

serta mengawal implementasi kesepakatan bilateral tersebut.

penanggulangan kejahatan transnasional

7. Meningkatkan mekanisme

information sharing antar institusi

penegakan hukum dengan negara mitra di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

7. Meningkatkan mekanisme

information sharing antar institusi

penegakan hukum dengan negara mitra di Kawasan Asia Tenggara

8. Mendorong pembentukan dan

implementasi kesepakatan

mandatory consular notification

dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

8. Mendorong pembentukan dan

implementasi kesepakatan

mandatory consular notification

dengan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara, terutama negara dengan konsentrasi jumlah WNI yang tinggi

9. Meningkatkan kerja sama kepolisian dalam tanggulangi tantangan

terorisme.

9. Melakukan pendekatan dengan

Kepolisian RI dan juga Kepolisia di negara mitra untuk meningkatkan kerja sama bidang kepolisian, terutama dalam upaya

menanggulangi tantangan terorisme 10. Mengembangkan kerja sama

pembangunan kapasitas dan berbagi pengalaman dan sumber daya institusi keamanan

10. Mengembangkan kerja sama

pembangunan kapasitas dan berbagi pengalaman dan sumber daya institusi keamanan dengan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara

(19)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

11. Mendorong terbentuknya kesepakatan bilateral mengenai keamanan dan keselamatan laut, serta search and rescue,

penanganan bencana di laut, serta perlindungan lingkungan laut dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, serta mengawal implementasi kesepakatan bilateral tersebut.

11. Melakukan pendekatan kepada

pemangku kepentingan terkait di Indonesia dan negara mitra untuk mendorong pembentukan

kesepakatan dalam bidang keamanan dan keselamatan laut, serta search and rescue,

penanganan bencana di laut, serta perlindungan lingkungan laut dengan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara

12. Meningkatkan intensitas perundingan untuk mendorong finalisasi perjanjian penetapan batas Indonesia, baik batas maritim

maupun batas darat, dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika.

12. Melakukan pendekatan kepada

pemangku kepentingan terkait di Indonesia dan negara mitra untuk mendorong peningkatan

perundingan dan finalisasi perjanjian penetapan batas Indonesia, baik batas maritim maupun batas darat, dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara

4. Peningkatan dukungan dan

komitmen nasional atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan internasional

1. Meningkatkan koordinasi dengan kementerian/Lembaga teknis melalui pertemuan interkementerian.

1. Melakukan pendekatan dengan

kementerian/Lembaga teknis melalui pertemuan interkementerian untuk pembahasan berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama

2. Mendorong dimasukkannya kegiatan

implementasi kesepakatan bilateral dan regional di Kawasan Aspasaf dalam perencanaan kinerja

2. Melakukan diseminasi terkait

kesepakatan di Asia Tenggara untuk dapat dimasukkan dalam

(20)

No Arah Kebijakan Kementerian Luar Negeri

No Strategi Unit Organisasi Ditjen

Asia Pasifik dan Afrika

No. Strategi Direktorat Asia Tenggara

Kementerian/Lembaga teknis dan Pemerintah Daerah

Kementerian/Lembaga teknis dan Pemerintah Daerah

(21)

LAMPIRAN 2:

MATRIK TARGET KINERJA DIREKTORAT ASIA PASIFIK DAN AFRIKA

Program/Kegiata

n Sasaran Program/Indikator

TARGET ALOKASI ANGGARAN

2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024

Program: Diplomasi dan Kerja Sama Internasional

Nilai manfaat diplomasi ekonomi yang optimal di Kawasan Asia

Tenggara 1.222.343.000 2.375.000.000 2.612.500.000 2.873.750.000 3.161.125.000

1. Jumlah Negara akreditasi di Kawasan Asia Tenggara yang mencapai target peningkatan nilai perdagangan dengan Indonesia

2 3 4 4 5

2. Jumlah Negara akreditasi di Kawasan Asia Tenggara yang mencapai target peningkatan nilai investasi dengan Indonesia

1 1 2 2 3

3. Jumlah negara akreditasi di kawasan Asia Tenggara yang mencapai target peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia 1 2 2 3 4 4. Persentase Kesepakatan Kerjasama Bilateral di Kawasan Asia Tenggara yang ditindak lanjuti oleh Stakeholder dalam Negeri

80% 80% 85% 85% 85%

5. Jumlah Kesepakatan hasil perundingan di Bidang Ekonomi, Sosial dan

(22)

Program/Kegiata

n Sasaran Program/Indikator

TARGET ALOKASI ANGGARAN

2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024

Budaya di kawasan Asia Tenggara.

6. Persentase Data

Economic Intelligence dari kawasan Asia Tenggara yang Ditindaklanjuti Stakeholders dalam Negeri

100% 100% 100% 100% 100%

7. Jumlah Kesepakatan Hasil Perundingan di Bidang Kemaritiman, Polkam dan Perbatasan di Kawasan Asia Tenggara

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang

Biaya adalah biaya medik langsung berdasarkan perspektif rumah sakit yaitu rata-rata biaya untuk pasien BPJS yang terkait dengan terapinya berdasarkan perspektif rumah sakit

kemurungan di kalangan subjek; membandingkan peratusan strok, kemurungan dan kecelaan fungsi kognitif di kalangan warga tua lelaki dan perempuan; dan melihat hubungan tahap

Jurusan Kimia UIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga pendidikan tinggi yang core studi nya fokus pada integrasi-interkoneksi sains-keislaman mewujudkan perannya dalam bentuk

(2) Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, yang tidak memerlukan persetujuan DPRD, apabila : a. sudah

Setiap kali peserta didik mengumpulkan tugas, guru diharapkan untuk selalu memberikan feedback secara tertulis. Melalui tulisan tersebut, peserta didik dapat memahami sejauh

menggunakan larva  Aedes aegypti, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah variabel bebas yaitu ekstrak biji dan daun mengkudu sedangkan

Dalam penelitian kualitatif juga, temuan atau data dapat dikatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan penliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi