• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 1 9 Online di :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL OSEANOGRAFI. Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017, Halaman 1 9 Online di :"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian  Metode Pengambilan Data
Gambar 3.  Tanggal  Hmax (m)  22 Mei – 27  Mei 2016  1,22
Tabel 2. Hasil Pengolahan Angin Tinggi dan Periode Gelombang per Musim
Gambar 4. Penjalaran Gelombang (a) Musim Barat (b) Musim Peralihan I (c) Musim Timur (d) Musim  Peralihan II
+2

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan kerapatan energi gelombang sistem oscilatting water column (OWC) Semakin besar tinggi gelombang yang ada di perairan, semakin besar pula energi potensial dan daya

Pada titik trap 1 terletak disisi timur bangunan pantai sehingga arus sepanjang pantai yang terjadi terhalang oleh bangunan pantai, besaran laju sedimentasi yang terjadi

Pada gambar (23) terlihat bahwa wilayah pesisir pantai selatan yang memiliki elevasi rendah membuat tingkat kerawanan gelombang tsunami di daerah ini lebih tinggi ditambah

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil perhitungan arus sepanjang pantai, penjalaran gelombang musim barat memiliki kecepatan arus sepanjang pantai dan transpor

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi berdasarkan model pola arus pasang surut pada saat pasang surut purnama dan

Untuk perairan Pelabuhan Labuhan lebih cocok menggunakan , dikarenakan hasilnya yang telah dipengaruhi oleh komponen pasut yang menyebabkan perbedaan HWL dan LWL ditiap

Klorofil-a merupakan salah satu parameter indikator tingkat kesuburan perairan, tinggi rendahnya kandungan klorofil-a di laut sangat diperngaruhi oleh faktor oseanografi

Bahan organik dapat menjadi parameter penilaian tingkat kesuburan suatu perairan.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi dan distribusiKarbon Organik Total (KOT)