1
THE IMPACT OF BRAND PERSONALITY, PERCEIVED QUALITY, AND SOCIAL MEDIA INFLUENCERS ON PURCHASE INTENTION USERS OF
LOCAL BRAND FUTSAL SHOES (STUDY ON USERS OF LOCAL BRAND FUTSAL SHOES IN MALANG CITY)
By:
Muhammad Azra Andika
Faculty of Economic and Business Universitas Brawijaya [email protected]
Supervisor:
Dr. Mugiono, SE., MM., CMA.
ABSTRACT
The development of the futsal industry in Indonesia also has an impact on the development of the local brand futsal shoe industry that can compete with imported brands based on consumer purchase intentions. This study aims to determine the effect of Brand Personality, Perceived Quality, and Social Media Influencers on users of local brand futsal shoes in Malang City. The type of research used in this research is explanatory research. The type of sampling is non-probability using the purposive sampling technique. The sample consists of 100 users of local brand futsal shoes. The data used are primary data derived from questionnaires using a five-point Likert Scale. This research uses multiple linear regression analysis methods. The results of this study indicate that Brand Personality, Perceived Quality, and Social Media Influencers have a significant effect on Purchase Intention. This study suggests that companies can maintain and improve Brand Personality, Perceived Quality, and Social Media Influencers on their products to get Purchase Intention from consumers.
Keywords: brand personality, perceived quality, social media influencers, purchase intention, local brand futsal shoes
2
PENGARUH BRAND PERSONALITY, PERCEIVED QUALITY, DAN SOCIAL MEDIA INFLUENCERS TERHADAP PURCHASE INTENTION
PENGGUNA SEPATU FUTSAL MEREK LOKAL
(STUDI PADA PENGGUNA SEPATU FUTSAL MEREK LOKAL DI KOTA MALANG)
Peneliti:
Muhammad Azra Andika
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]
Dosen Pembimbing: Dr.Mugiono, SE., MM.,CMA
ABSTRAK
Berkembangnya industri futsal di Indonesia juga berdampak pada perkembangan industri sepatu futsal merek lokal yang dapat bersaing dengan merek impor yang didasari oleh Purchase Intention konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Personality, Perceived Quality, dan Social Media Influencers pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Jenis pengambilan sampel yaitu secara non-probabilitas dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri atas 100 pengguna sepatu futsal merek lokal. Data yang digunakan adalah data primer yang berasal dari kuisioner dengan menggunakan Skala Rikert lima poin. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Brand Personality, Perceived Quality, dan Social Media Influencers berpengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan Brand Personality, Perceived Quality, dan Social Media Influencers pada produknya untuk mendapatkan Purchase Intention dari konsumen.
Kata Kunci: Brand Personality, Perceived Quality, Social Media Influencers, Purchase Intention, Sepatu Futsal Merek Lokal.
3 PENDAHULUAN
Konsumen mengambil banyak keputusan sebelum memilih atau membeli suatu produk. Begitu pula sebelum menggunakan sebuah produk atau jasa, terdapat suatu aktivitas yang disebut dengan niat. Konsumen dihadapkan dengan niat sebelum membeli suatu barang yang disebut dengan niat pembelian atau purchase intention. Menurut Hanggara & Brahmana (2015), purchase intention merupakan perilaku yang muncul dari calon konsumen ataupun konsumen sebagai sebuah respon terhadap suatu barang. Niat beli adalah merupakan tahap akhir dari proses keputusan pembelian yang kompleks. Proses ini dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu produk atau merek yang kemudian dilanjutkan dengan pemrosesan informasi oleh konsumen. Konsumen akan melakukan evaluasi atas produk atau
merek tersebut. Hasil dari evaluasi ini yang pada akhirnya akan memunculkan niat atau intensi untuk membeli sebelum akhirnya konsumen benar-benar melakukan pembelian.
Pada pasar perlengkapan olahraga, niat beli atau purchase intention juga berperan penting pada proses keputusan pembelian konsumen. Bagi perusahaan yang berhasil membentuk niat beli konsumen tentunya akan dapat meningkatkan penjualan mereka. Menurut penelitian Choudhary, Dubey & Baghel (2018) purchase intention pada pasar perlengkapan olahraga di Raipur dipengaruhi oleh pengiklanan secara online.
Dalam penelitian ini variabel purchase intention sebagai variabel terikat dan didukung oleh variabel brand personality, perceived quality ,dan social media influencers sebagai
4 variabel pendukung dalam penelitian ini.
Brand personality merupakan suatu gabungan dari sifat manusia yang dapat diterapkan pada suatu merek. Keterkaitan antara brand personality dan purchase intention adalah konsumen melihat brand personality yang baik dan cocok dengan kepribadian mereka maka konsumen akan memiliki purchase intention terhadap merek tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian dari Hanggara & Brahmana (2015) yang menunjukan bahwa brand personality berpengaruh positif terhadap purchase intention.
Keterkaitan antara perceived quality dan purchase intention adalah perceived quality yang tinggi dapat mengarahkan konsumen untuk mengenali diferensiasi dan keunggulan merek tertentu dan dengan demikian mendorong mereka
untuk memiliki purchase intention terhadap merek tersebut daripada merek pesaing. Hal ini didukung oleh penelitian dari Calvo-Porral & Levy-Mangin (2017) menyatakan bahwa perceived quality berpengaruh positif terhadap purchase intention.
Social media influencers dan purchase intention saling berkaitan dikarenakan konsumen terus mencari ulasan secara online dan cenderung lebih mengandalkan pengulas karena mereka membantu mereka membuat keputusan pembelian terbaik karena ada berbagai faktor yang memengaruhi niat membeli mereka. Hal ini didukung oleh penelitian dari Anwar & Gayathri (2020) menyatakan bahwa social media influencers berpengaruh positif terhadap purchase intention.
Dalam penelitian ini, peneliti memilih objek pada pengguna sepatu futsal dikarenakan terdapat masalah
5 pada fenomena yang terjadi, yaitu lebih banyak pengguna sepatu futsal di Indonesia yang menggunakan sepatu futsal merek lokal dibanding impor. Populasi pengguna sepatu futsal di Kota Malang dipilih karena fenomena dan masalah tersebut juga terjadi di Kota Malang.
Futsal pertama kali datang di Kota Malang pada tahun 2003 yang dibawakan oleh Agus Abdulrachman yang merupakan mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya dengan mendirikan sebuah tim futsal fakultas yang bernama Futsal FE UB kemudian berubah namanya menjadi Saweri Gading Futsal FEB UB pada 2007 hingga kini. Pada tahun tersebut, futsal masih belum banyak diminati dan Saweri Gading (Futsal FE UB) menjadi salah satu pencetus di futsal Kota Malang yang memiliki banyak prestasi di tingkat regional, nasional, hingga
internasional walau hanya tim yang diisi oleh pemain dari fakultas.
Tren futsal di Kota Malang semakin berkembang dengan adanya banyak klub futsal seperti Saweri Gading FEB UB, Uasb UB, Unior UIN, dan Macan Awu-Awu.
Berkembangnya futsal di Indonesia hingga Kota Malang menyebabkan berkembangnya juga industri pada bidang tersebut. Salah satunya ialah produk sepatu futsal yang menjadi perlengkapan atau senjata utama dalam bermain olahraga ini. Beragam produk sepatu futsal mulai dari merek impor kelas dunia seperti Adidas, Nike, dan X-Munich hingga produk lokal seperti Specs dan Ortuseight yang sudah menjadi pilihan bagi para pengguna sepatu futsal.
Bersumber dari akun Instagram salah satu klub Liga Professional Futsal Indonesia dari, Bintang Timur Surabaya pada 2021, sebanyak 10 pemain dari total 14 pemain atau sekitar 71% pemain yang menggunakan sepatu futsal merk
6 lokal. Hal yang serupa juga terjadi di futsal Kota Malang. Bersumber dari akun Instagram Liga Futsal Kota Malang, pada salah satu tim pesertanya Saweri Gading FEB UB, terdapat 12 dari 16 pemain atau sekitar 75% pemain yang menggunakan sepatu futsal merk lokal.
Sebuah tulisan Kompas (Gischa, 2020) menyatakan bahwa Indonesia masih termasuk sebagai negara berkembang. Ciri-ciri negara berkembang antara lain ialah memiliki pendapatan per tahun yang rendah, tingginya angka pengangguran, serta lebih sering membeli barang impor. Perilaku keputusan pembelian tersebut dipengaruhi oleh niat beli dari tiap konsumen. Konsumen dapat membeli merek ketika mereka melihat merek tersebut menawarkan kualitas atau fitur produk yang tepat.
Berdasarkan uraian tersebut, dengan semakin berkembangnya futsal di Kota Malang berakibat pada
meningkatnya jumlah pemain, tim, dan kompetisi yang tersedia di Kota Malang serta para pedagang perlengkapan futsal yang juga kian semakin banyak, sehingga juga berdampak pada meningkatnya transaksi jual beli perlengkapan futsal, khususnya sepatu futsal. Peningkatan transaksi tersebut membuat perilaku konsumen yang beragam dalam melakukan transaksi jual beli sepatu futsal yang berpengaruh terhadap purchase intention mereka. Hal tersebut mendorong peneliti untuk meneliti purchase intention pengguna sepatu futsal dalam memutuskan pembelian terhadap merek sepatu futsal lokal dengan menguji seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh variabel brand personality, perceived quality, dan social media influencers terhadap purchase intention.
7 KAJIAN PUSTAKA
Perilaku Konsumen
Istilah perilaku konsumen bisa diartikan sebagai perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen dalam kegiatan pembelian produk dan jasa yang mereka harapkan, sehingga dapat memuaskan kebutuhanya. Perilaku konsumen mengacu kepada perilaku pembelian individu pembelian terakhir dan rumah tangga yang membeli barang atau jasa untuk kosumsi pribadi.
Menurut Schiffman dan Kanuk dalam buku Setiadi (2013) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan studi mengenai bagaimana individu, kelompok, dan organisasi dalam proses memilih, menggunakan, dan menghentikan produk, jasa, ide, dan pengalaman untuk memuaskan kebutuhannya dan dampaknya bagi masyarakat dan konsumen itu sendiri. Solomon (2018) berpendapat bahwa perilaku
konsumen mempelajari mengenai segala hal tentang bagamana proses yang terjadi pada saat konsumen memilih, membeli, menggunakan atau membuang suatu produk jasa, ide, ataupun pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan kenginan konsumen itu sendiri.
Brand Personality
Menurut Yusuf (2018) brand personality merupakan suatu bauran yang bersifat spesifik, yang berasal dari adanya perbedaan karakter diri manusia dan dapat dijadikan atribut pada barang tertentu. Merek yang memiliki kepribadian jauh lebih menarik karena memberikan kesan tertentu dibandingkan dengan merek yang tidak memiliki kepribadian. Merek pada dasarnya dapat memiliki kepribadian yang sama seperti kepribadian manusia, merek dapat menjadi professional maupun kompeten (Fauziah, 2016).
8 Menurut Yusuf (2018) terdapat lima faktor yang menjadi konsep dan dimensi-dimensi brand personality. Dimensi-dimensi tersebut meliputi Sincerity, Excitement, Competence, Sophistication, dan Ruggedness.
Perceived Quality
Persepsi kualitas atau bisa disebut Perceived Quality banyak diartikan sebagai tolak ukur keseluruhan konsumen terhadap suatu produk maupun jasa, yang pengukurangnya akan berdampak kepada keloyalan pelanggan terhadap pruduk dari suatu merek. Menurut Adhitama, (2018) Perceived Quality adalah suatu perasaan yang penilaiannya subjektif dari produk atau layanan tertentu tetapi tidak menutup kemungkinan akan berbeda persepsi antar individu.
Dalam Ramadhani (2018) dimensi perceived quality dibagi
menjadi tujuh, yaitu primary ingredients, supplementary features, product reliability, durability, serviceability, style, dan design. Social Media Influencers
Social media influencer mewakili tipe baru dari endorser pihak ketiga yang mandiri yang membentuk perilaku audience melalui blogs, tweets, dan penggunaan saluran media sosial lainnya (Rachmy, 2018). Social media influencer sebagian besar bisa dirasionalisasikan oleh dua teori yang sudah ada; word of mouth (WOM) dan opinion leadership (Rachmy, 2018).
Dalam Rachmy (2018), Social media influencer marketing merupakan proses pemasaran yang dilakukan oleh opinion leader menggunakan word of mouth sebagai mediumnya dan dilakukan di saluran media sosial.
9 Terdapat 6 indikator Social Media Influencer dalam Rachmy (2018), yaitu familiarity, likebility,
similiarity, credibility, match-up, dan transfer meaning.
Purchase Intention
Kotler & Keller (2016) menyatakan bahwa minat beli konsumen merupakan sebuah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk yang ditawarkan.
Dalam Herdiani (2018) minat beli merupakan pemusatan perhatian terhadap sesuatu yang disertai dengan perasaan senang terhadap barang tersebut, kemudian minat individu tersebut menimbulkan keinginan sehingga timbul perasaan yang meyakinkan bahwa barang tersebut mempunyai manfaat sehingga
individu ingin memiliki barang tersebut dengan cara membayar atau menukar dengan uang.
Dalam Herdiani (2018) minat pembelian konsumen dapat diukur dengan berbagai dimensi berikut, yaitu minat transaksional, minat referensial, minat preferensial, dan minat eksploratif.
Hipotesis Penelitian
Gambar 1. Model Penelitian Sumber: Peneliti, 2021
Berdasarkan gambar di atas, maka hipotesis penelitian ini sebagai berikut:
H1: Brand Personality (X1) berpengaruh terhadap Purchase Intention (Y) pengguna Sepatu Futsal Merek Lokal di Kota Malang.
H2: Perceived Quality (X2) berpengaruh terhadap Purchase
10 Intention (Y) pengguna Sepatu Futsal Merek Lokal di Kota Malang.
H3: Social Media Influencer (X3) berpengaruh terhadap Purchase Intention (Y) pengguna Sepatu Futsal Merek Lokal di Kota Malang.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang menjelaskan hubungan kausalitas antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang. Sampel yang digunakan sebanyak 100 sampel yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan karakteristik responden yang merupakan pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang dan berusia minimal 18 tahun. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner google form dengan skala likert yang disebar melalui pesan singkat di media social WhatsApp, Line, dan Instagram kemudian diuji menggunakan analisis regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS.
HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil perolehan data jawaban responden, 91 dari total responden berjenis kelamin laki-laki dan sisanya 9 responden Perempuan. Rentang usia responden di antara 18 hingga 22 tahun dengan jumlah 69 responden. Responden berasal dari Kota Malang yang mencakup lima kecamatan yaitu Sukun, Klojen, Lowokwaru, Blimbing dan Kedungkandang. Latar belakang pendidikan responden didominasi tingkat SMA (59%) dengan pendapatan per-bulan <Rp 1.000.000 (41%) dan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa sebanyak 70 responden. Sebanyak 68% responden menggunakan sepatu futsal merek lokal Specs.
Hasil Uji Validitas
Hasil uji validitas menyatakan bahwa seluruh item pernyataan dari brand personality, perceived quality, social media influencers dan purchase intention memiliki nilai signifikan <0.05 yaitu 0.00 sehingga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini valid.
11 Hasil Uji Reliabilitas
Sebuah variabel dikatakan reliable jika nilai koefisien Cronbach’s Alpha lebih dari 0,50 (Ghozali, 2016.) Berikut adalah hasil uji reliabilitas penelitian ini:
Tabel 1. Ui Reliabilitas Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan Brand Personality (X1) 0.889 Reliabel Perceived Quality (X2) 0.828 Reliabel Social Media Influencers (X3) 0.809 Reliabel Purchase
Intention (Y) 0.742 Reliabel
Sumber: Data Primer Diolah, (2021). Hasil perhitungan di atas menunjukkan nilai koefisien Cronbach’s alpha lebih dari 0,50 sehingga instrumen dapat dikatakan reliabel.
Hasil Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji linieritas. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test yang menghasilkan nilai signifikan lebih dari 0.05 yaitu sebesar 0.469 sehingga H0: residual terdistribusi secara normal dapat diterima.
Antarvariabel independen dikatakan tidak terjadi
multikolinearitas jika nilai tolerance untuk semua variabel independen ≥ 0,10 dan nilai Variance Inflation Faktor (VIF) ≤ 10. Nilai tolerance masing-masing variabel independen dalam penelitian ini lebih dari 0.10 dan nilai VIF kurang dari 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas antarvariabel independen.
Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Standardized Residual (Sig. 2-tailed) Keterangan Brand Personality (X1) 0.835 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Perceived Quality (X2) 0.427 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Social Media Influencers (X3) 0.543 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas
Sumber: Data Primer Diolah, (2021). Dengan melihat Tabel 2, Dari hasil pengujian tersebut didapat bahwa nilai sig. seluruh variabel adalah > α (α = 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa sisaan mempunyai ragam homogen (konstan) atau dengan kata lain tidak terdapat gejala heterokedastisitas.
Hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dapat dikatakan linier
12 apabila nilai signifikansinya ˃ 0.05 (Ghozali, 2016). Hasil uji linieritas dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi ˃ 0,05 yang berarti semua variabel independen dalam penelitian ini memiliki hubungan linear terhadap variabel dependen.
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Berikut adalah hasil pengolahan data kuesioner menggunakan aplikasi SPSS 25.0. Hasil ini menunjukkan analisis regresi berganda antara variabel independen brand personality (X1), perceived quality (X2), dan social media influencers (X3) terhadap variabel dependen purchase intention (Y).
Tabel 3. Analisis Regresi Linier Berganda
Sumber: Data Primer Diolah, (2021).
Y = 0,251 X1 + 0,357 X2 + 0,264 X3
Artinya:
1. Apabila brand personality meningkat, maka purchase intention akan mengalami peningkatan juga.
2. Apabila perceived quality meningkat, maka purchase intention akan mengalami peningkatan juga.
3. Apabila social media influencers meningkat, maka purchase intention akan mengalami peningkatan juga.
Hasil Uji Koefisien Determinasi Tabel 4. Hasil Uji Koefisien
Determinasi
R R Square Adjusted R
Square
0.733 0.537 0.523
Sumber: Data Primer Diolah, (2021). Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R2 sebesar 0,523 artinya 52,3% dari purchase intention pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang dijelaskan oleh variabel independen yang terdapat dalam penelitian dan sisanya sebesar 47,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Hasil Uji F
Hasil Uji F ini dilihat dari nilai Fhitung yang dibandingkan dengan nilai Ftabel dan signifikansi 0.05.
Tabel 5. Hasil Uji F
13 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa Fhitung sebesar 37,164, dengan df regresi = 3; df residual = 96; dan α = 0,05 sehingga diperoleh nilai Ftabel sebesar 2,699 karena Fhitung ˃ Ftabel yaitu 37,164 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Hasil Uji t
Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t ini dilihat dari nilai thitung yang dibandingkan dengan ttabel dan signifikansi < 0.05.
Tabel 5. Hasil Uji t Hubungan Variabel T hitung Sig.
X1→Y 2.499 0.014
X2→Y 4.279 0.000
X3→Y 2.690 0.008
Sumber: Data Primer Diolah, (2021). Berdasarkan tabel di atas, dengan Ttabel = 1.985 (α = 0,05; df residual = 96), maka hasil uji t dapat disimpulkan sebagai berikut:
H1: Brand Personality (X1) Berpengaruh terhadap Purchase Intention (Y) pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa Thitung ˃ Ttabel yaitu 2,499 ˃ 1,985 dengan nilai sig. < 0,05 yaitu 0,014. Hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, maka pengaruh purchase intention (X1) terhadap purchase intention (Y) adalah signifikan.
H2: Perceived Quality (X1) Berpengaruh terhadap Purchase Intention (Y) pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa Thitung ˃ Ttabel yaitu 4,279 ˃ 1,985 dengan nilai sig. < 0,05 yaitu 0,000. Hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, maka pengaruh Perceived Quality (X2) terhadap purchase intention (Y) adalah signifikan.
H3: Perceived Quality (X1) Berpengaruh terhadap Purchase Intention (Y) pengguna sepatu futsal merek lokal di Kota Malang
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa Thitung ˃ Ttabel yaitu 2,690 ˃ 1,985 dengan nilai sig. < 0,05 yaitu 0,008. Hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, maka pengaruh social media influencers (X3) terhadap purchase intention (Y) adalah signifikan.
14 KESIMPULAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana sajakah yang mempunyai pengaruh pada Purchase Intention. Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah variabel Brand Personality (X1), Perceived Quality (X2), Social Media Influencers (X3) terhadap variabel terikat yaitu Purchase Intention (Y). Berdasarkan pada hasil penelitian sebelumnya, dapat diketahui :
1. Berdasarkan pada hasil analisis didapatkan bahwa variabel Brand Personality (X1), Perceived Quality (X2), dan Social Media Influencers (X3) mempunyai pengaruh terhadap Purchase Intention. 2. Berdasarkan pada hasil uji
regresi didapatkan bahwa variabel Perceived Quality mempunyai nilai koefisien
regresi yang paling besar. Sehingga variabel Perceived Quality mempunyai pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan variabel yang lainnya maka variabel Perceived Quality mempunyai pengaruh yang dominan terhadap Purchase Intention. 3. Meningkatkan Brand
Personality, Perceived Quality, dan Social Media Influencers pada suatu merek akan dapat meningkatkan Purchase Intention konsumen, khususnya pada produk sepatu futsal merek lokal di Kota Malang.
4. Produk sepatu futsal merek lokal seperti Specs dan Ortuseight telah menunjukkan bahwa mereka memiliki Brand Personality, Perceived Quality, dan Social Media
15 Influencers yang baik sehingga mereka memiliki Purchase Intention pada konsumennya. Maka dari itu produk sepatu futsal merek lokal dapat mendominasi di pasar sepatu futsal lokal khususnya di Kota Malang. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun bagi pihak-pihak lain. Adapun saran yang diberikan, antara lain:
1. Diharapkan pihak perusahaan dapat mempertahankan serta meningkatkan Perceived Quality, karena variabel Perceived Quality mempunyai pengaruh yang dominan dalam mempengaruhi Purchase Intention, sehingga
Purchase Intention akan meningkat.
2. Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi Purchase Intention diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempertimbangkan variabel -variabel lain seperti Harga yang merupakan variabel lain diluar variabel yang sudah masuk dalam penelitian ini. 3. Peneliti selanjutnya
disarankan untuk mempertimbangkan kembali beberapa item pertanyaan pada penelitian ini sebelum digunakan kembali karena memiliki nilai yang paling
16 rendah seperti pada item X1.8, X2.3, X3.6, dan Y1.2.
DAFTAR PUSTAKA
Adhitama, S. T. (2018). Pengaruh Brand Image dan Perceived Quality terhadap Brand Loyalty.
Universitas Brawijaya.
bintangtimur_surabaya. (2021, April 2). Good Morning! Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
Calvo-Porral, C., & Levy-Mangin, J.-P. (2017). Store brands’ purchase intention: Examining the role of perceived quality. European
Research on Management and Business Economics.
Choudary, D., Dubey, D., & Baghel, D. (2018). Online Advertisement and Purchase Intentions of Sports Equipment. International
Journal of Physical Education and Applied Exercise Sciences.
Cresswell, J. W. (2012). Educational
Research: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research.
Lincoln: Pearson.
futsalkotamalang. (2018, April 7). Klasemen Sementara Liga Futsal Kota Malang 2018. Malang, Jawa Timur, Indonesia. futsalkotamalang. (2018, Februari 28).
Tim Futsal Peserta Liga Futsal Kota Malang 2018. Malang, Jawa Timur, Indonesia.
Ghozali. (2018). Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Gischa, S. (2020, 2 24). Daftar Negara
Maju dan Berkembang di Dunia.
Retrieved from kompas.com: https://www.kompas.com/skol a/read/2020/02/24/080000069 /daftar-negara-maju-dan-negara-berkembang-di-dunia Hanggara, V., & Brahmana, R. K. (2015).
Pengaruh Brand Personality Teh Javana Terhadap Purchase Intention Melalui Pendekatan Self-Image Congruence. Jurnal
Strategi Pemasaran.
He, J., & Wang, C. L. (2014). Cultural identity and consumer. Journal
of Business Research ethnocentrism impacts on preference and purchase of domestic versus import brands: An empirical study in China.
Herdiani, M. R. (2020). Pengaruh Lifestyle, Brand Image, dan Perceived Value Terhadap Purchase Intention pada Brand Uniqlo di Indonesia. Universitas
Brawijaya.
Husna, A., & Gayathri, D. (2020). Impact of Social Media Influencers’ Reviews on Consumers’ Purchase Intention. UGC Care
Listed Journal.
Keller, Kotler, P. T., & Lane, K. (2016). A
Framework for Marketing Management. Pearson.
17 Neuman, W. L. (2014). Social Research
Methods: Qualitative and Quantitative Approaches.
Harlow: Pearson.
Rachmy, F. S. (2018). Pengaruh Social Media Influencer terhadap Purchase Intention pada merek Kosmetik Wardah dengan Brand Image Sebagai Variabel Mediasi.
Universitas Brawijaya.
Ramadhani, M. D. (2018). Pengaruh Etnosentrisme Konsumen, Perceived Quality, dan Brand Awareness Terhadap Proses Keputusan Pembelian Sepatu Olahraga Specs pada
Mahasiswa Anggota UKM Olahraga Perguruan Tinggi di Ciputat. Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah.
Setiadi, N. J. (2013). Perilaku
Pemasaran. Jakarta: Kencana.
Setyawan, B. (2010). Pengaruh Perceived Quality, Perceived Sacrifice, Perceived Value, Satisfaction pada Behavioral Intentions (Survei pada
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta). Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
Solomon. (2018). Consumer Behaviour:
Buying, Having, and Being, Global Edition, 12th Edition.
Pearson.
Sumarwan, U. (2011). Perilaku
Konsumen. Jakarta: PT. Ghalia
Indonesia.
Tong, X., & Li, C. (2013). Impact of Brand Personality and Customer
Ethnocentrism in China’s Sportswear Market. Asian
Pasific Journal of Marketing and Logistics.
Topscore.id. (2021). Depok, Jawa Barat, Indonesia.
Uma Sekaran, R. B. (2016). Research
Methods for Business: A Skill Building Approach. Wiley.
Yusuf, D. A. (2018). Pengaruh Consumer Personality, Brand Personality, dan Corporate Personality terhadap Brand Preference.