PETUNJUK TEKNIS
PEMETAAN SWADAYA
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM)
MANDIRI - PERKOTAAN
Diterbitkan Oleh:
DAFTAR ISI
BAB 1
KETENTUAN UMUM | 1
1.1. Pengertian | 2 1.2. Persyaratan | 2 1.3. Jenis peta rona/kondisi eksisting | 3BAB 2
LANGKAH‐LANGKAH PELAKSANAAN
PEMETAAN SWADAYA | 7
2.1. Persiapan Pemetaan Swadaya | 8 2.2. Pelaksanaan Pemetaan Swadaya | 9 2.3. Kisi‐kisi Laporan Rona Awal Wilayah Kelurahan dan Kawasan Prioritas Permukiman Miskin | 12 2.4. Langkah‐Langkah | 13
BAB 1
KETENTUAN UMUM
1.1. Pengertian
Pemetaan Swadaya adalah seluruh rangkaian kegiatan survey pengumpulan data potensi dan persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan yang berbasis kawasan dan ruang (spatial) wilayah kelurahan dan kawasan prioritas permukiman miskin, pemetaan swadaya dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan peran Pemerintah Kabupaten/Kota. Hasil survey disajikan dalam peta‐peta tematik, sebagai bahan dasar perumusan perencanaan pembangunan RPLP dan RTPLP.
1.2. Persyaratan
a. Menindaklanjuti dan melengkapi hasil kesepakatan Refleksi Perkara Kritis (RPK), khususnya terkait kesepakatan kawasan permukiman miskin
b. Melengkapi produk pemetaan swadaya yang dihasilkan melalui siklus (reguler) P2KP/PNPM MP menjadi hasil Pemetaan Swadaya yang berbasis ruang (spatial) dan kawasan. Hasil Pemetaan Swadaya tersebut disajikan pada peta‐peta tematik sesuai kebutuhan
c. Ada kemauan masyarakat untuk melakukan kegiatan Pemetaan Swadaya
d. Tersedia atau dapat diadakan peta dasar dan penggunaan lahan eksisting berskala 1:5000 untuk wilayah kelurahan dan 1 : 1.000 untuk kawasan prioritas permukiman miskin
e. Tersedia peta‐peta sarana dan prasarana Kelurahan
f. Tersedia dokumen PJM Pronangkis yang dihasilkan melalui siklus P2KP/PNPM
g. Terbentuknya tim survey (PS) yang melibatkan UPL, perangkat kelurahan, Tim Inti Perencanaan dan kelompok peduli lainnya (relawan) yang tergabung dalam pokja (tata ruang dan lingkungan, permukiman, sarana & prasarana, ekonomi, kelembagaan dan pokja lainnya yang dapat ditambah jumlahnya sesuai kebutuhan)
h. Adanya dukungan/bantuan dari Pemerintah kabupaten/Kota terhadap penyelenggaraan kegiatan Pemetaan Swadaya, yaitu:
Bantuan pengadaan peta dasar, peta rencata tata ruang dan kebijakan‐kebijakan pembangunan
Bimbingan teknis pelaksanaan Survey data/pemetaan swadaya
Menyelenggarakan forum konsultasi Tim Teknis/Pokja Teknis ditingkat Kabupaten/ Kota untuk menyepakati proses dan hasil‐hasil Pemetaan Swadaya ditingkat Kelurahan selaras dengan rencana‐rencana dan kebijakan pembangunan Kabupatren/Kota
Meneyelenggarakan kegiatan sosialisasi/uji publik hasil Pemetaan Swadaya ditingkat Kabupaten/Kota
i. Terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan uji publik hasil pemetaan swadaya lengkap ditingkat Kelurahan, agar hasil pemetaan swadaya tersebut diketahui dan dipahami masyarakat Kelurahan yang lebih luas.
1.3. Jenis peta rona/kondisi eksisting
Tingkat kedalaman/Skala Jenis peta Muatan/materi A. Kelurahan (1:5000) 1. KK Miskin (PS2) a. Sebaran KK miskin b. Jumlah dan pengelompokkan KK miskin 2. Komunitas/ karakteristik kelompok sosial a. Sebaran komunitas/ kelompok‐kelompok sosial b. Karakteristik/budaya komunitas yang mempengaruhi Kehidupan lokal c. Dominasi sumber matapencaharian setiap komunitas sosial 3. Jumlah penduduk a. Berdasarkan kelompok umur b. Berdasarkan jenis kelamin c. Sebaran penduduk per RT/RW 4. Penggunaan tanah/ pola ruang eksisting a. Zona/kawasan konservasi/lindung (Luas lahan dan kondisinya) Sempadan Sungai Sempadan pantai Sekitar mata air dll b. Zona/kawasan Permukiman/ Perumahan (Lokasi, luas, kondisi dan perkembangannya) Permukiman/perumahan teratur Permukiman campuran (mixuse) Permukiman/perumahan heritage Permukiman miskin, namun sarana & prasarana memadai Permukiman/perumahan miskin dengan dengan sarana dan prasarana terbatas c. Zona/kawasan perdagangan/komersial (lokasi, luas, kondisi dan perkembangannya) Pasar tradisional (pelayanannya) Ruko dll d. Zona/kawasan home industri e. Zona/kawasan Ruang Terbuka hijau Jalur hijau Taman bermain, ruang publik Hutan kota dll f. Zona/kawasan pertanian dll g. Identifikasi persoalan & potensi setiap h. zona & kawasan5. Prasarana dan sarana a. Pelayanan sistem jaringan jalan dan angkutan (internal kelurahan, antar kelurahan dan pelayanan tingkat Kabupaten/Kota b. Kondisi sistem pelayanan drainase (jenis/klasifikasi, konstruksi, arah aliran, sistem pelayanan dan identifikasi persoalan‐persoalan yang muncul (genangan, banjir dll) c. Sistem Pelayanan Air Minum (sumber air, kondisi air, kapasitas, sistem distribusi dan retribusi dll d. Sanitasi Permasalahan dan sistem pengelolaan sampah kelurahan Permasalahan dan sistem pengelolaan air limbah & MCK e. Fasilitas sosial (pendidikan, kesehatan dan pelayanan umum) f. Prasarana & sarana lainnya 6. Kegiatan ekonomi lokal a. Jenis kegiatan ekonomi lokal/sumber penghidupan b. Jenis produk utama termasuk jumlah produksinya c. Tingkat pendapatan masyarakat/ kelompok masyarakat/komunitas d. Jejaring pemasaran produk lokal e. Kelembagaan pengelolaan ekonomi lokal 7. Kelembagaan sosial/ kearifan lokal a. Kelompok kekerabatan/komunitas b. Karang Taruna c. Kelompok gotong royong d. Kelompok kelembagaan sosial lainnya yang mempengaruhi pembangunan kelurahan 8. Rencana‐rencana dan kebijakan pembangunan kelurahan yang mempengaruhi pembangunan Kelurahan a. Rencana‐rencana tata ruang b. Rencana sistem jaringan jalan dan angkutan c. Rencana prasarana dan sarana dengan skala pelayanan kabupaten/Kota/Kawasan/Lingkungan d. Rencana program dan kegiatan pembangunan kabupaten/kota yang mempengaruhi pembangunan kelurahan 9. Kawasan potensi/rawan bencana a. Deliniasi kawasan potensi gempa b. Deliniasi kawasan‐kawasan yang terindikasi sebagai kawasan terkena dampak bencana Tsunami, banjir dll c. Indikasi dampak bencana longsor, kebakaran, wabah penyakit dan dampak
perubahan iklim (kekeringan, banjir, rob, wabah penyakit. dll) 10. Identifikasi kegiatan sosial, ekonomi dan fisik lingkungan di wilayah kelurahan yang berbatasan dan terindikasi menimbulkan dampak terhadap perkembangan wilayah kelurahan PLPBK a. Kegiatan Industri (Limbah pabrik) b. Sampah pasar dan rumah tangga c. Dranase kawasan perumahan (real estate) yang menimbulkan dampak banjir/genangan) d. Hiburan malam e. dan kegiatan lainnya B. Kawasan Prioritas Permukiman Miskin (1:1000) 1. Karakteristik sosial budaya & kebiasaan kebiasaan masyarakat miskin a. Jumlah KK miskin b. Permasalahan sosial kawasan prioritas c. Potensi aktifitas/kebiasaan masyarakat/kearifan lokal, sebagai modal sosial (social capital) 2. Pola ruang a. Perumahan (luas tanah dan persil bangunan) b. Jenis bangunan c. Fasilitas sosial ekonomi (jenis, jumlah, kondisi) d. Ruang publik/RTH (taman bermain anak, taman lingkungan, taman edukasi dll) e. Identifikasi kawasan‐kawasan fungsional disekitar kawasan prioritas yang terindikasi menimbulkan dampak perkembangan kawasan prioritas permukiman miskin 2. Pola tata letak bangunan eksisting a. Jumlah dan kepadatan bangunan b. kondisi bangunan c. Kerapatan dan ketinggian bangunan 3. Status kepemilikan tanah dan bangunan kawasan prioritas permukiman miskin a. Status kepemilikan tanah (legalitas) b. Status kepemilikan bangunan c. Permasalahan dan solusi penyelesaian aspek pertanahan dan kepemilikan bangunan 4. Prasaranan dan sarana a. Jaringan jalan, drainase dan pola sirkulasi kendaraan Kondisi dan dimensi jalan dan drainase Fungsi pelayanan jaringan jalan Pola sirkulasi kendaraan (internal dan eksternal) b. Sistem pelayanan air minum
Sumber air minum Kondisi/kualitas air Kapasitas pelayanan Kondisi sistem pelayanan jaringan air minum Ketersediaan potensi sumberdaya air c. Sanitasi Kondisi pengelolaan sampah jumlah produksi dan jenis sampah Permasalahan/dampak negatif dari pengelolaan sampah eksisting Kondisi sistem pengelolaan limbah rumah tangga (termasuk MCK) d. Jumlah dan kondisi bangunan fasilitas sosial dan pelayanan umum (pendidikan, kesehatan, balai warga dan fasilitas pelayanan sosial lainnya) e. Fungsi dan cakupan pelayanan serta sistem pengelolaan fasilitas sosial f. jenis fasilitas kegiatan ekonomi (warung, toko, pasar tradisional, ruko, home industri dan fasilitas ekonomi lainnya) g. Fungsi pelayanan setiap jenis fasilitas kegiatan ekonomi h. Luas lahan dan kondisi bangunan kegiatan ekonomi i. kondisi jejaring pemasaran produk home industri j. Kondisi kelembagaan pengelolaan kegiatan ekonomi 5. Identifikasi kegiatan disekitar kawasan prioritas yang mempengaruhi perkembangan pembangunan kawasan prioritas permukiman miskin a. Perumahan (real estate) b. Terminal angkutan umum c. Industri dan pasar d. Hiburan malam e. dan aktiifitas lain yang terindikasi menimbulkan dampak negatif Catatan: a. Data‐data diatas perlu dilengkapi dan disesuaikan dengan kondisi wilayah Kelurahan dan kawasan prioritas permukiman miskin b. Permasalahan dan potensi sosial, ekonomi, lingkungan/fisik dan kelembagaan diwilayah kelurahan dan kawasan prioritas tercatat lengkap dan dsajikan dalam peta‐peta rona/kondisi eksisting c. Hubungan sebab akibat dari munculnya permasalahan/persoalan termasuk pengembangan potensi terindentifikasi secara komprehensif/menyelurh
BAB 2
LANGKAH‐LANGKAH PELAKSANAAN
PEMETAAN SWADAYA
Kegiatan pemetaan/survey swadaya merupakan tahap awal penyusunan RPLP dan RTPLP yang dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil pemetaan swadaya, laporan PS disebut laporan Rona Awal Wilayah Kelurahan dan Kawasan Prioritas Permukiman Miskin.
Hasil Pemetaan Swadaya merupakan data dasar untuk analisis, perumusan gagasan/visi dan penyusunan RPLP & RTPLP yang selaras dengan rencana‐rencana dan kebijakan pembangunan di tingkat Kabupaten/Kota.
2.1. Persiapan Pemetaan Swadaya
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
1. Pembentukan Pokja PS ( tata ruang, permukiman dan lingkungan, prasarana dan sarana, kegiatan ekonomi lokal, kelembagaan dan pokja‐ pokjha lain yang dibentuk sesuai kebutuhan) Pelaksana: UPL, TIPP, TAPP & perangkat Kelurahan. Peserta: Semua relawan dan kelompok peduli yang mendaftar sebagai pokja PS. Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan Pokja PS terbentuk sesuai kebutuhan Pokja PS disosialisasikan untuk diketahui masyarakat Proses pembentukan pokja PS secara transparan dengan melibatkan sebanyak‐ banyaknya relawan/masya‐ rakat kelurahan 2. Pengadaan peta dasar & peta penggunaan tanah eksisting (land use) Pelaksana: TAPP & Tim Teknis Peserta: UPL, TIPP & Perangkat Kelurahan Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Peta dasar Kelurahan dengan skala 1: 5000 Peta dasar Kawasan Prioritas Permukiman Miskin dengan skala 1:1000 Sumber Peta dasar: Bakosurtanal/ Kantor pertanahan/ Dinas Tata Ruang/Bapeda Kabupaten/Kota Google map 3 Pengumpulan hasil PS sebelumnya (reguler) dan PJM nangkis Kelurahan Pelaksana: TAPP Peserta: UPL, TIPP Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan Hasil PS & PJM Nangkis tersedia Peserta memahami hasil PS perlu dilengkapi/disempur nakan Review hasil PS dan PJM nangkis untuk melengkapi data‐data & Peta‐ tematik untuk menyusun RPLP dan RTPLP 4 Serangkaian pelatihan Pemetaan Swadaya Pelaksana: TAPP & Tim teknis Peserta: UPL, TIPP dan Seluruh Pokja Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Pokja paham pelaksanaan PS TAPP, UPL dan TIPP siap mendampingi pokja dalam melaksanakan PS Tersusunya rencana kerja dan jadwal Pelatihan Transek dan praktek lapang Tim teknis Pemerintah Kabupaten/Kota memberikan bimbingan teknis Kegiatan
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
pelaksanaan PS Pemetaan Swadaya 5 Sosialisasi hasil pelatihan PS Pelaksana: TAPP Peserta: UPL, TIPP dan Seluruh Pokja Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Masyarakat mengetahui proses pelaksanaan Pemetaan Swadaya Sosialisasi diselenggarakan dengan cara‐cara yang mudah dipahami masyarakat
2.2. Pelakasanaan Pemetaan Swadaya
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
1. Penyusunan ceklist data , rencana kerja survey, pembagian tugas dan wilayah kerja setiap pokja dan mempersiapkan peralatan survey Pelaksana: UPL, TIPP, TAPP & perangkat Kelurahan. Peserta: Semua relawan/ pokja PS. Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan Ceklist data rencana kerja telah selesai Pembagian kerja disepakati Alat tulis, alat ukur/meteran, kamera, peta dasar dan land use/penggunaan tanah eksisting telah tersedia dan terdistribusi kesetiap pokja Terpenuhinya dukungan awal pelaksanaan kegiatan pemetaan swadaya 2. Melakukan transek dan pengamatan lapang a. Wilayah Kelurahan, mengamati dan mencatat: Permasala‐ han dengan tingkat kedalaman kawasan/ zoning kondisi sistem pelayanan sarana dan prasarana tingkat kelurahan atau wilayah Pelaksana: BKM dan Lurah didampingi TAPP dengan dukungan Tim teknis Peserta: UPL, TIPP dan seluruh relawan/pokja PS Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Potensi dan permasalahan wilayah kelurahan teridentifikasi lengkap dan disajikan dalam peta survey Potensi dan permasalahan kawasan prioritas permukiman miskin tercatat detail/rinci dan terukur serta disajikan dalam peta survey Setiap pokja wajib melengkapi catatan‐catatan peta‐peta survey dengan foto‐foto yang menggambar‐ kan permasalahan dan potensi wilayah Kelurahan dan kawasan prioritas Pelaksanaan survey diselesaikan sesuai jadwal yang disepakati Tim teknis berkewajiban memberikan bimbingan teknis dan mengawasi
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
yang lebih luas (pelayanan kabupaten/ kota) b. Kawasan prioritas permukiman miskin mengamati dan mencatat permasalahan dan potensi yang lebih detail/rinci dan terukur pelaksanaan kegiatan Pemetaan Swadaya 3 Melakukan rembug pokja PS untuk menyelaraskan/ menyatukan hasil pengamatan lapang Pelaksana: UPL, TIPP, TAPP dan perangkat kelurahan Pesrta: seluruh pokja PS dan relawan Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan Permasalahan dan potensi yang teridentifikasi oleh pokja telah diselaraskan/disatu‐ kan Sebab‐akibat munculnya permasalahan dan bagaimana mengembangkan potensi dalam kerangka penanganan kemiskinan telah disepakati Temuan hasil survey telah diselaraskan dengan hasil PS (reguler)dan PJM nagkis kelurahan Hasil pemetaan swadaya disepakati bersama 4 Penyajian hasil PS kedalam peta‐peta tematik digital dan skalatis yang dilengkapi foto‐ foto kondisi eksisting Pelaksana: TAPP dan relawan Peserta: UPL, TIPP dan Seluruh Pokja Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan Peta‐peta tematik telah diselesaikan lengkap dan baik dan siap digunakan sebagai alat analisis perencanaan wilayah kelurahan dan kawasan prioritas permukiman miskin Peta tematik Kelurahan disajikan dengan skala ketelitian 1:5000 atau 1:10.000 Peta tematik kawasan prioritas permukiman miskin disajikan
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
pada peta dengan skala ketelitian 1:1000 5 Sosialisasi awal hasil pemataan swadaya Pelaksana: BKM dan Lurah didampingi TAPP Peserta: UPL, TIPP dan Seluruh Pokja Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Masyarakat mengetahui proses pelaksanaan dan hasil Pemetaan Swadaya Sosialisasi diselenggarakan dengan cara‐cara yang mudah dipahami masyarakat 6 Melakukan konsultasi untuk menyepakati hasil PS dengan tim teknis/pokja PLPBK, melalui forum konsultasi ditingkat Kabupaten/Kota Pelaksana: TKPKD Kabupaten/Kota Peserta: SKPD, Tim teknis/pokja PLPBK, BKM, UPL, TIPP, TAPP, Pokja PS, perangkat Kelurahan dan Kecamatan serta KBP dan kelompok peduli lainnya Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Hasil Pemetaan swadaya telah diselaraskan dengan kebijakan dan rencana‐rencana pembangunan Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kelurahan‐kelurahan yang berbatasan Hasil PS disepakati ditingkat Kabupaten Kota Hasil kesepakatan wajib diketahui disepakati penentu kebijakan pembangunan ditingkat Kabupaten/Kota ( Kepala dinas, Ketua Bapeda dan Bupati/Walikota) 7 Finalisasi hasil Pemetaan Swadaya Pelaksana: BKM, Lurah didampingi TAPP dan Tim teknis Peserta: UPL, TIPP, Pokja PS dan perangkat Kelurahan Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Hasil Pemetaan Swadaya telah memasukkan hasil‐hasil kesepakatan forum konsultasi ditingkat kabupaten/Kota Finalisasi dilakukan dengan bimbingan dan persetujuan tim teknis Peta‐peta tematik hasil PS disajikan lengkap, informatif,kreatif dan mudah dipahami masyarakat 8 Lokakarya/Sosia‐ lisasi akhir hasil Pemetaan Swadaya ditingkat Kelurahan Pelaksana: UPL, TIPP, TAPP dan perangkat Kelurahan Peserta: Pokja PS dan Kelompok peduli Kelurahan Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator Hasil Pemetaan Swadaya diketahui, dipahami dan disepakati masyarakat, khususnya warga miskin di Kelurahan dan Kawasan Prioritas (Seluruh warga PS2) Sosialisasi kepada warga miskin, sebaiknya dilakukan secara terpisah dan langsung (door to door), sebagai antisipasi munculnya dominasi pengaruh kesepakatan warga non miskin 9 Sosialisa/desimi nasi akhir hasil Pemetaan Pelaksana: TKPKD/Tim Teknis Peserta: Bupati/Walikota, Hasil Pemetaan Swadaya dipahami dan disepakati jajaran Sosialisasi/desi‐ minasi diselenggarakan
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
Swadaya ditingkat Kabupaten/Kota SKPD, BKM & UP‐UP, Lurah, TIPP didampingi TAPPdan Kelompok peduli lainnya/KBP Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator SKPD/Pemerintah Kabupaten/Kota dalam bentuk Lokakarya, Bazar dll Kegiatan sosialisasi ini bagian dari even pemasaran sosial
2.3. Kisi‐kisi Laporan Rona Awal Wilayah Kelurahan dan Kawasan Prioritas
Permukiman Miskin
a. Laporan rona awal disusun berdasarkan kesepakatan hasil pemetaan swadaya dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan/dokumen perencanaan RPLP dan RTPLP
b. Rona awal merupakan narasi/deskripsi kondisi eksisting wilayah Kelurahan dan kawasan prioritas yang mengungkap berbagai permasalahan dan potensi sosial, ekonomi, lingkungan /fisik dan kelembagaan pembangunan kelurahan secara lengkap, ringkas dan informatif. Rona awal sekurang‐kurangnya menyajikan:
Narasi dan petabatas wilayah Kelurahan dan kawasan prioritas permukiman miskin Narasi dan peta tematik sebaran warga miskin
Narasi karakteritik sosial komunitas diwilayah Kelurahan dan Kawasan Prioritas Permukiman miskin (karakteristik negatif maupun positif)
Narasi dan Peta sebaran kegiatan ekonomi lokal dan Kelembagaannya
Narasi dan peta permasalahan kegiatan ekonomi rumah tangga (sumber penghidupan dan kehidupan)
Narasi dan peta permasalahan dan potensi penggunaan lahan/pola ruang wilayah Kelurahan (kawasan/zona permukiman, perdagangan/komersial, home industri, pertanian dan penggunaan lahan lainnya). Identifikasi juga permasalahan‐permasalahan penggunaan lahan disekitar wilayah Kelurahan yang akan menimbulkan dampak terhadap perkembangan kelurahan PLPBK
Narasi dan peta permasalahan dan potensi pengembangan sarana & prasarana Narasi dan peta permasalahan Ruang terbuka Hijau dan Ruang Publik
Narasi dan peta daerah rawan bencana
Narasi dan peta status kepemilikan lahan dan bangunan
Narasi karakteristik sosial dan peta sebaran warga miskin dikawasan prioritas permukiman miskin
Narasi karakteristik/kondisi tata letak bangunan dikawasan prioritas permukiman miskin (kondisi bangunan, kepadatan bangunan, ketinggian bangunan, luas lahan dan lokasi sebaran bangunan perumahan
Narasi karakteristik kegiatan ekonomi dikawasan permukiman miskin (sumber penghidupan dan kehidupan)
Narasi karakteristik dan peta permasalahan sarana dan prasarana kawasan prioritas
c. Deskripsi rona awal yang menguraikan persoalan/permasalahan selanjutnya digunakan sebagai bahan dasar kegiatan analisis dan perumusan visi/gagasan pembangunan Kelurahan dan kawasan prioritas permukiman miskin
d. Antisipasi terjadinya ketidaksesuaian/penyimpangan materi rona awal dengan isi kesepakatan hasil pemetaan swadaya ditingkat Kelurahan dan Kabupaten/Kota.
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
A TAHAP PERSIAPAN 1 Orientasi PLPBK tingkat provinsi Pelaksana: TKPKD Prov Peserta : TKPKD Kota/Kab, Walikota/Bupati, DPRD Kota/Kab Fasilitator: Satker & KMW Anggota TKPKD Prov memiliki pemahaman yang sama mengenai PLPBK 2 Serangkaian lobby ke perangkat pemkot/kab serta kelompok strategis Pelaksana: KMW/Korkot Peserta : Walikota/Bupati, ketua DPRD, pejabat kota/kabupaten, tokoh formal dan informal yang berpengaruh/strategis Fasilitator: Satker Kota/kab Kelompok peduli PLPBK tingkat kota/kabupaten terbangun Penggerak‐penggerak PLPBK di tingkat kota mulai muncul dan menyadari PLPBK akan segera berlangsung di kota/kab masing2 3 Pemberitaan ke media masa Pelaksana: KMW/Korkot Peserta : Media cetak, elektronik Fasilitator: Satker Kota/kab Media cetak dan elektronik paham PLPBK Media cetak dan elektronik tahu dan sadar bahwa PLPBK sedang berlangsung di kota/kab mereka Media cetak menyebarluaskan bahwa akan segera ada lokakarya orientasi di kota/kabupaten ybs Lihat format yg disediakan 4 Orientasi PLPBK tingkat kota/kabupaten Pelaksana: TKPKD Kota/Kab Peserta : SKPD, Wakil DPRD, Camat, tokoh‐tokoh strategis, Forum BKM/LKM Fasilitator: Satker Kota/kab, Korkot Perangkat Pemda, DPRD, tokoh‐tokoh strategis, Forum BKM memiliki pemahaman yang sama tentang PLPBK Pelaku kota paham apa yg harus dilakukan untuk mensukseskan PLPBK Upayakan yang akan berbicara mengenai substansi adalah tokoh dari Provinsi atau dari pusat 5 Jumpa pers hasil lokakarya Pelaksana: TKPKD Kota/Kab Peserta : Media cetak, elektronik Fasilitator: Satker Kota/kab, Korkot Media komunikasi siap menyebar‐luaskan PLPBK 6 Pembentukan Pokja Teknis PLPBK Pelaksana: TKPKD Kota/Kab Peserta : SKPD, para pemeduli, Forum BKM. Fasilitator: Satker Pokja Teknis PLPBK Kota/Kab terbentuk Pokja Teknis paham tupoksinya Dilakukan di tingkat kota/kabupaten dan dimungkinkan krn sdh mulai
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
Kota/kab, Korkot banyak warga kota/profesional yg peduli (lihat langkah ke 5) 7 Sosialisasi terbentuknya Pokja Teknis PLPBK Pelaksana: TKPKD Kota/Kab Peserta : Warga kota/kab, Forum BKM. Fasilitator: Satker Kota/kab, Korkot Kehadiran Pokja Teknis PLPBK disadari oleh kota/kab Legitimasi Pokja Teknis PLPBK meningkat 8 Jumpa pers tentang PLPBK dan terbentuknya Pokja Teknis PLPBK Pelaksana: TKPKD Kota/Kab Peserta : Media cetak dan elektronik. Fasilitator: Satker Kota/kab, Korkot Media sadar kota/kab dapat PLPBK Kehadiran Pokja Teknis makin dipahami 9 Sosialisasi PLPBK tingkat kota/kab Pelaksana: TKPKD Peserta : Masyarakat kota/kab, Forum Kota BKM/LKM Fasilitator: Tim Korkot Warga kota/kabupaten mengetahui adanya PLPBK Dilakukan di tingkat kota/kabupaten bila ada min 1 kel di kota tsb meskipun mungkin yg lain tersebar di ibu kota kecamatan 10 Kunjungan media ke lokasi PLPBK Pelaksana: Fokum Kota BKM Peserta : Wartawan media cetak dan elektronik Fasilitator: Tim Korkot Dunia media masa paham pembangunan berbasis masyarakat sedang berlangsung di kota/kabupaten bersangkutan 11 Pemberitaan ke media masa akan adanya lokakarya orientasi PLPBK di kecamatan Pelaksana: TKPKD Kota/Kab Peserta : Media cetak dan elektronik. Fasilitator: Satker Kota/kab, Korkot Dunia media paham ada gerakan sitematik pembangunan berbasis komunitas Media masa menyebarkan berita akan adanya lokakarya PLPBK di kecamatan 12 Orientasi PLPBK tingkat kecamatan Pelaksana: Camat Peserta : Lurah/Kades, perangkat kecamatan, PJOK, tokoh strategis sekecamatan Fasilitator: Tim Korkot Perangkat kecamatan, Lurah/Kades, tokoh strategis memiliki pemahaman yang sama tentang PLPBK Camat dan perangkatnya siap membantu pelaksanaan PLPBK
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
13 Orientasi PLPBK tingkat kelurahan Pelaksana: Lurah/Kades Peserta : Perangkat kelurahan, RT, RW kelurahan terpilih, tokoh strategis kelurahan Fasilitator: Tim Fasilitator Perangkat kelurahan/desa, RT, RW dan tokoh strategis kelurahan terpilih memiliki pemahaman yang sama tentang PLPBK Kelurahan terpilih siap melaksanakan PLPBK 14 Serangkaian lobby ke tokoh strategis kelurahan/desa Pelaksana: Lurah/Kades Peserta : Tokoh‐tokoh strategis, pemeduli kemiskinan, berbagai kader/relawan yg sdh ada Fasilitator: Tim Fasilitator Tokoh‐tokoh masyarakat memiliki pemahaman yang sama tentang PLPBK Tokoh‐tokoh masyarakat siap mensukseskan PLPBK 15 Pebentukan /pengukuhan Tim Relawan (Relawan ini dpt yang baru atau yg sdh lama ada) Pelaksana: BKM dan Lurah. Peserta : Calon relawan dan relawan yang telah ada di PNPM Fasilitator: Tim Fasilitator Terbentuk tim relawan/kader Tupoksi relawan/kader sdh dirumuskan 16 Sosialisasi pengukuhan relawan melalui media warga Pelaksana: BKM dan Lurah. Peserta : Warga masyarakat kelurahan Fasilitator: Tim Fasilitator Warga kelurahan sadar akan adanya tim relawan PLPBK 17 Penguatan kapasitas relawan Pelaksana: Korkot. Peserta : Relawan yang telah diangkat Fasilitator: BKM, Tim Fasilitator Tim Relawan mendapat bekal cukup untuk memulai dgn kegiatan PLPBK Lihat GBPP yang disediakan 18 Revitalisasi Tim Perencana Partisipatif menjadi TIPP Pelaksana: BKM dan Lurah. Peserta : Masyarakat, TPP (Tim Perencana Partisipatif yang sdh ada selama pelaksanaan PNPM sebelumnya) Fasilitator: Tim Fasilitator TIPP terbentuk TIPP memahami tupoksi mereka TIPP memiliki rencana kerja termasuk kebutuhan tenaga ahli pendamping dan anggaran biaya yang dibutuhkan Koordinator BKM/LKM sebaiknya tidak menjadi anggota TIPP sehingga tetap obyektif utk melakukan supervisi 19 Sosialisasi TIPP Pelaksana: BKM dan Lurah. Peserta : Warga masyarakat kelurahan Fasilitator: Tim Fasilitator Warga kelurahan sadar TIPP sdh terbentuk Warga kelurahan paham garis besar tupoksi TIPP Harus dijelaskan perbedaan mendasar TIPP dengan TPP yg sdh terbentuk di PNPM sebelumnya
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
20 Penguatan Kapasitas TIPP Pelaksana: BKM/LKM dan Lurah Peserta: anggota TIPP Fasilitator: Tim Fasilitator TIPP paham konsep dan mekanisme pelaksanaan kegiatan PLPBK TIPP mampu mengorganisasi masyarakat untuk melakukan perencanaan partisipatif 21 Perekrutan Tenaga/Tim ahli Perencanaan dan Pemasaran (TAPP) Pelaksana: TIPP, BKM, Lurah Peserta: Calon Tenaga Ahli Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot TAPP terpilih SPK TAPP telah ditandatangani oleh BKM dan Lurah Lihat TOR dan SPK yg sdh disediakan 22 Refleksi kemiskinan & perkara kritis di kawasan permukiman miskin tingkat kelurahan Pelaksana: TIPP Peserta: TAPP, BKM, perangkat kelurahan dan warga masyarakat. Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot Karakteristik kemiskinan ditemukenali dan disepakati Kriteria kawasan permukiman kumuh, padat dan miskin dikelurahan di temukan dan disepakati Kebutuhan tenaga ahli pendamping yang masih dibutuhkan disepakati bersama Berbagai perkara kritis bukan hanya kemiskinan menjadi bahan kajian selama refleksi termasuk bencana bila ada 23 Sosialisasi hasil RPK Pelaksana: TIPP Peserta: Warga masyarakat kelurahan. Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot/Askot Mandiri Warga masyarakat sadar berbagai perkara kritis yang dihadapi kelurahan Perlu disebar luaskan melalui berbagai media termasuk media warga 24 Forum konsultasi 1 Pembekalan oleh Pemda (renc makro kota, criteria padat, kumuh dan miskin serta strategi penanganan kumuh) Pelaksana: Pokja Teknis PLPBK Peserta : TAPP, TIPP, BKM, Lurah, Camat, dan kelompok peduli Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot Tim PLPBK kelurahan/desa paham tentang : Rencana makro kota, kriteria padat, kumuh dan miskin Rencana garis besar penanganan kawasan kumuh Dalam forum konsultasi 1 dimana TIPP beru terbentuk maka utamanya adalah pembekalan dari pemda dan dilanjutkan dengan dialog yang diawali dengan paparan hasil RPK dan dilanjutkan dengan diskusi
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
25 Sosialisasi input Pemda Pelaksana: BKM/LKM dan Lurah Peserta : Warga masyarakat kelurahan Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot Warga sadar TIPP sdh mendapat bekal dari Pokja Teknis Warga paham pokok‐pokok pembekalan Masukan dari pemda harus disebar luaskan melalui berbagai media termasuk media warga, sehingga masyarakat sadar akan batasan‐ batasan dalam menata kembali permukiman mereka. B TAHAP PERENCANAAN 1 Pembentukan tim PS Pelaksanan: BKM dan Lurah Peserta: Kelompok peduli dan relawan/kader Fasilitator: Tim fasilitator kelurahan Tim PS terbentuk termasuk pembagian tugas kelompok kerja masing‐masing Tupoksi Tim PS tersusun Lihat Juknis PS 2 Penyiapan Tim PS (penyiapan tim, bahan dan perlengkapan PS) Pelaksanan: BKM dan Lurah Peserta:TAPP, TIPP, UP‐UP, perangkat kelurahan, kelompok peduli lokal dan relawan/kader Fasilitator: Tim fasilitator kelurahan Tim PS paham tupoksinya dan siap melaksanakan tugas Tersusunnya rencana kerja dan anggaran biaya PS Tersedianya peralatan dan perlengkapan survey swadaya termasuk peta peta yang dibutuhkan (paling tidak peta dasar tersedia) Harus dipahamkan kepada semua pelaku bahwa PS adalah awal kegiatan perencanaan, untuk mengumpulkan data‐data yg dibutuhkan Lihat Juknis PS 3 Review PS dilanjutkan dgn penyempurnaan Pelaksanan: BKM dan Lurah Peserta:TAPP, TIPP, UP‐UP, perangkat kelurahan, kelompok peduli lokal dan relawan/kader Fasilitator: Fasilitator kelurahan Kekurangan hasil PS yang ada telah didata. Hasil PS yang ada disajikan kedalam peta‐ peta tematik sesuai standar perpetaan perencanaan dan siap disempurnakan Review ini diperlukan untuk dapat melihat informasi apa saja yang masih dibutuhkan. Lihat Juknis PS 4 Sosialisasi hasil review PS Pelaksanan: TAPP, TIPP Peserta: Lurah, BKM dan warga kelurahan. Fasilitator: Fasilitator kelurahan Warga kelurahan paham butir‐butir apa saja yang masih perlu dicari/didata. Lihat Juknis PS 5 Pelaksanaan PS utk Pelaksanan: TAPP, TIPP
Peserta: warga masyarakat Potensi dan persoalan‐persoalan sosial, ekonomi
Lihat Juknis PS harus selalu
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
penyempurnaan PS sebelumnya (pendataan, kondisi, potensi, persoalan) Fasilitator: Askot CD, Infra dan atau urban planner dan Tim fasilitator kelurahan dan lingkungan di tataran kelurahan dikenali dan didokumentasi (termasuk peta social budaya dalam pengambilan keputusan publik) Karakteristik kawasan permukiman kumuh, padat dan miskin dikenali dan didokumentasi Lokasi kawasan dgn resiko bencana dikenali dan didokumentasi Hasil penyempurnakan PS disajikan dlm teks, grafik dan peta diingat PS sebagai pendataan untuk masukan perencanaan RPLP dan RTPLP 6 Sosialisasi hasil PS (lokakarya / bazzar pembangunan) Pelaksanan: TAPP, TIPP Peserta: Lurah, BKM dan warga kelurahan. Fasilitator: Fasilitator kelurahan Hasil PS diketahui dan dipahami Lurah, BKM, perangkat kelurahan dan masyarakat Daftar umpan balik dari berbagai pihak untuk penyempurnaan PS Disini sebenar sdh dapat dimulai dengan proses pemasaran gagasan. 7 Finalisasi laporan PS Pelaksana: TAPP dan TIPP yang Fasilitator: Tim Fasilitator kelurahan Tersusunnya laporan hasil PS/rona wilayah kelurahan (teks, grafik dan peta) Jangan lupa transfer semua informasi dalam peta 8 Forum konsultasi 2 Hasil PS dan lokasi kawasan prioritas Pelaksana: Pokja Teknis PLPBK Peserta : TAPP, TIPP, BKM, Lurah, Camat, dan kelompok peduli Fasilitator: Tim Fasilitator dan Tim Korkot Hasil PS dipahami oleh para SKPD dan disepakati ditingkat Kabupaten/Kota Lokasi prioritas disepakati Pokok pokok penataan kembali disegarkan kembali dan disepakati 9 Sosialisasi hasil konsultasi 2 Pelaksanan: TAPP, TIPP Peserta: Warga kelurahan. Fasilitator: Fasilitator kelurahan Warga sadar bahwa lokasi prioritas sdh ditentukan Warga paham pokok‐ pokok hasil PS 10 Serangkaian rembug/diskusi penggalian visi dan gagasan penataan kembali Pelaksana: TAPP, TIPP Peserta: Kelompok‐ kelompok warga masyarakat, perempuan dan laki‐laki Fasilitator: Tim Korkot dan Berbagai gagasan, visi, harapan masyarakat dari berbagai unsur didokumentasikan Berbagai gagasan, visi, harapan di bahas bersama Lihat Juknis RPLP/RTPLP
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
fasilitator kelurahan masyarakat 11 Penyusunan draft RPLP dan RTPLP Pelaksana: TAPP, TIPP Peserta: BKM, Lurah, kelompok peduli dan Tim PS Fasilitator: Tim Korkot dan fasilitator kelurahan Draft : RPLP tersusun dgn lengkap, baik dan benar Aturan bersama disepakati dan terdokumentasi Konteks RPLP dan RPJM kelurahan terurai dgn jelas Kebutuhan kelembagaan terdokumentasi dan disepakati RTPLP/rencana penanganan kawasan permukiman kumuh, padat dan miskin tersusun lengkap, baik dan benar (sesuai pedoman dan karakteristik kawasan) Lihat Juknis RPLP/RTPLP dan selalu perhatikan hasil PS, pembangunan visi kelurahan, dsb 12 Sosialisasi draft RPLP, RTPLP dan aturan bersama Pelaksanan: TAPP, TIPP Peserta: Warga kelurahan. Fasilitator: Fasilitator kelurahan Draft RPLP, RTPLP dan aturan bersama dipahami warga Warga mendiskusikan draft tersebut sesuai kebutuhan masing‐ masing disetiap kesempatan 13 Serangkaian rembug untuk mendapatkan masukan atas draft yg disusun Pelaksana: TAPP, TIPP Peserta: Kelompok‐ kelompok warga masyarakat, perempuan dan laki‐laki Fasilitator: Tim Fasilitator kelurahan Draft RPLP, RTPLP dan aturan bersama serta kebutuhan kelembagaan secara garis besar disepakati. 14 Uji publik hasil perencanaan partisipatif/baza ar pembangunan Pelaksana: TAPP, TIPP Peserta: Warga kelurahan Fasilitator: Tim Korkot dan Tim Fasilitator kelurahan Masukan final (public editing) terkumpul Masyarakat kelurahan sepakat dengan RPLP dan RTPLP 15 Forum konsultasi 3 RPLP dan RTPLP Pelaksana: Pokja Teknis PLPBK Peserta : TAPP, TIPP, BKM, Lurah, Camat, dan kelompok peduli Fasilitator: Tim Fasilitator, RPLP dan RTPLP di pahami dan disepakati untuk disahkan Aturan bersama dipahami dan didukung
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
Tim Korkot 16 Sosialisasi hasil konsultasi 3 Pelaksana: TAPP, TIPP Peserta: Warga kelurahan Fasilitator: Tim Fasilitator kelurahan Warga sadar RPLP, RTPLP sdh disetujui Sebar luaskan melalui berbagai media, rembug, pertemuan periodik, arisan, sembahyangan, dan media warga. C TAHAP PEMBANGUNAN DAN KEBERLANJUTAN 1 Sosialisasi ke berbagai mitra potensial Pelaksana: BKM & Lurah Peserta: Mitra potensial Fasilitator: Tim Fasilitator kelurahan, TAPP, TIPP Rencana penataan lingkungan permukiman dipahami oleh para calon mitra Sebaiknya dibangun kesepahaman dgn para calon mitra potensial tentang prospek kedepan 2 Serangkaian pertemuan menggalang kemitraan Pelaksana:BKM dan Lurah, Peserta: Camat, TKPKD, Pokja/Pokja Teknis, dan kelompok peduli swasta Fasilitator: Tim Korkot dan fasilitator kelurahan Terjalin kemitraan sinergis dengan berbagai SKPD dan swasta Kegiatan ini sebaiknya dilakukan sejak awal perencanaan atau setelah PS 3 Forum konsultasi 4 Pola kemitraan dan pendanaan Pelaksana: Pokja Teknis PLPBK Peserta : TAPP, TIPP, BKM, Lurah, Camat, dan kelompok peduli Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot Pola kemitraan disepakati Pola pendanaan dari berbagai pihak disepakati 4 Sosialisasi hasil konsultasi 4 tentang pola kemitraan dan aturan bersama Pelaksana: BKM & Lurah Peserta: Warga kelurahan Fasilitator: Tim Fasilitator kelurahan, TAPP, TIPP Warga sadar adanya kemitraan dengan berbagai pihak dan konsekwensinya Upayakan semua unsur warga tua, muda, anak2, laki, perempuan mengetahui hal tersebut 5 Persiapan konstruksi Pelaksana: TAPP, TIPP, BKM, Lurah Peserta : calon pemanfaat, relawan‐relawan, UP‐UP Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot KSM dan Panitia terbentuk lengkap dengan kelompok kerja yang dibutuhkan utk pengadaan, pengawasan dan konstruksi 6 Pelaksanaan
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
fisik 1 dan 2
(konstruksi) Fasilitator: Tim Korkot dan Tim Fasilitator Kelurahan
bestek dan spesifikasi Pelaksanaan pembangunan tepat waktu Harga pembangunan relatif murah Kualitas hasil pembangunan baik Tim pemeliharaan terbentuk dan bekerja baik 7 Serangkaian rembug pengembangan lembaga pengurus (pengawas bangunan, pengelola kawasan/estate management) Pelaksana: BKM dan Lurah, Peserta : Perangkat kelurahan, perangkat BKM, Pokja/Pokja Teknis dan para mitra Fasilitator: Tim Korkot dan fasilitator Kelurahan Terbentuknya lembaga pengurus pembangunan Tugas pokok dan fungsi tiap lembaga yang dibentuk tersedia Rencana kerja tiap lembaga terbentuk, tersedia Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus sesuai kebutuhan dan sebenarnya sdh dimulai sejak penyusunan RPLP 8 Forum konsultasi 5 Aturan bersama dan tata kelembagaan Pelaksana: Pokja Teknis PLPBK Peserta : TAPP, TIPP, BKM, Lurah, Camat, dan kelompok peduli Fasilitator: Tim Fasilitator, Tim Korkot Aturan bersama dan tata kelembagaan diterima dan disepakati 9 Sosialisasi hasil konsultasi 5 dan apa tindak lanjutnya Pelaksana: BKM dan Lurah, Peserta : Warga kelurahan Fasilitator: Tim Korkot dan fasilitator Kelurahan Warga sadar adanya berbagai aturan yang harus dipatuhi dan berbagai lembaga yang harus dibangun Upayakan semua unsur warga tua, muda, anak2, laki, perempuan mengetahui hal tersebut 10 Evaluasi
Kegiatan PLPBK Pelaksana: Konsultan Evaluasi Peserta : BKM, UP‐UP, TIPP, Lurah serta Pokja/Pokja Teknis dan warga masyarakat Fasilitator: KMP & KMW PNPM MP dan Tim Korkot Rekomendasi hasil evaluasi Rencana kerja tahap berikutnya tersedia Dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan 11 Pemantauan dan evaluasi internal dan eksternal oleh lembaga Pelaksana: Konsultan manajemen, BPKP Peserta : BKM, UP‐UP, TIPP, Lurah serta Pokja/Pokja Prlaksanaan PLPBK sesuai aturan yang berlaku Penyimpangan Dilakukan secara berkala
Kegiatan Pelaku Hasil Keterangan
terkait (BKKP) Teknis dan warga masyarakat Fasilitator: KMP & KMW PNPM MP dan Tim Korkot terdokumentasi Bahan perbaikan program 12 Review keberlanjutan PLPBK Pelaksana: BKM & Lurah Peserta: UP‐UP, TIPP, perangkat kelurahan dan warga masyarakat Fasilitator: Tim Korkot dan fasilitator Kelurahan Pelaksanaan kegiatan review/ peng‐ulangan siklus masyarakat/kelurahan direalisasikan sesuai kesepakatan dan sesuai pedoman Hasil review dapat diimplementasikan Berkala dan menerus
Jl. Penjernihan 1 No. 19 F Pejompongan Jakarta Pusat Indonesia - 10210
SEKRETARIAT TP PNPM MANDIRI www.pnpm-mandiri.org PENGADUAN P.O. BOX 2222 JKPMT SMS 0817 48048 e-mail : [email protected] www.p2kp.org | www.pnpm-perkotaan.org