• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Bentuk Lahan Struktural Fluvial, Denudasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisa Bentuk Lahan Struktural Fluvial, Denudasional"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

L A P O R A N R E S M I

L A P O R A N R E S M I

P R A K T I K U M G E O M O R F O L O G I

P R A K T I K U M G E O M O R F O L O G I

ANALISA BENTUK LAHAN ANALISA BENTUK LAHAN

( STRUKTURAL, FLUVIAL, DENUDASIONAL )

( STRUKTURAL, FLUVIAL, DENUDASIONAL )

OLEH :

OLEH :

LEO AGUSTIAN

LEO AGUSTIAN

111 040 031

111 040 031

LABORATORIUM GEOMORFOLOGI

LABORATORIUM GEOMORFOLOGI

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL

FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL

UNIVERSITRAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

UNIVERSITRAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2005

2005

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PENGESAHAN

Disusun ini

Disusun ini diajukan diajukan sebagai syarat mengsebagai syarat mengikuti Praktikum Geomikuti Praktikum Geomorfologi selanjutnyaorfologi selanjutnya   pada seme

  pada semester III tahun ajaran 2005 / 2006 ster III tahun ajaran 2005 / 2006 JuruJurusan Teknisan Teknik Geologi, Fakk Geologi, Fakultas Teknultas Teknologiologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta.

Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta.

 Disusun oleh:  Disusun oleh: Leo Agustian Leo Agustian 111040 031 111040 031  Disahkan oleh:  Disahkan oleh: ASSISTEN GEOMORFOLOGI ASSISTEN GEOMORFOLOGI

LABORATORIUM GEOMORFOLOGI

LABORATORIUM GEOMORFOLOGI

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL

FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL

UNIVERSITRAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

UNIVERSITRAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2005

2005

(3)

ANALISA BENTUK LAHAN

ANALISA BENTUK LAHAN

A

A.. BBEENNTTUUKKAAN AN ASSAAL SL STTRRUUKKTTUURRAALL

 Dasar Teori  Dasar Teori

Struktur geologi yang kita kenal ada tiga, yaitu lipatan, sesar, kekar. Untuk mengenal Struktur geologi yang kita kenal ada tiga, yaitu lipatan, sesar, kekar. Untuk mengenal struktur geologi tersebu

struktur geologi tersebut kita harus mengenal dt kita harus mengenal dan memahami sifat dari ketiganya. an memahami sifat dari ketiganya. BentukanBentukan asal structural antara lain Blok sesar, gawir sesar pegunungan antiklin, perbukitan antiklin, asal structural antara lain Blok sesar, gawir sesar pegunungan antiklin, perbukitan antiklin,  perbukitan sinklin, pegunungan monoklin, perbukitan monoklin, pegunungan dome ( kubah),  perbukitan sinklin, pegunungan monoklin, perbukitan monoklin, pegunungan dome ( kubah), dataran tinggi (plateu), cuesta, hogblack, bentuk seterika (flat iron), lembah antiklin, lembah dataran tinggi (plateu), cuesta, hogblack, bentuk seterika (flat iron), lembah antiklin, lembah sinklin jembah subsekuen, perbukitan lipatan kompleks.

sinklin jembah subsekuen, perbukitan lipatan kompleks.

 Penafsiran Struktur Geologi  Penafsiran Struktur Geologi

Pada dasarnya strutur geologi (lipatan, sesar, kekar) dapat ditafsirkan keberadaanya Pada dasarnya strutur geologi (lipatan, sesar, kekar) dapat ditafsirkan keberadaanya melal

melalui pola atau sifat garis kontuui pola atau sifat garis kontur pada peta topografir pada peta topografi. Lapisan horiz. Lapisan horizontal ontal diciridicirikan olehkan oleh  permukaan yang datar dengan garis kontur yang jarang, tebing – tebingnya biasanya terjal,  permukaan yang datar dengan garis kontur yang jarang, tebing – tebingnya biasanya terjal,   be

  bervarvariasriasi i atau berunatau berundak dak (ter(tergangantuntung g resresististensensi i batbatuanuannyanya) ) dendengan pola gan pola konkontur yangtur yang menyesuaikan dan relatif sama.

menyesuaikan dan relatif sama. Str

Struktuktur ur liplipataatan, n, unsunsure ure – – ununsursure e yanyang g terterdapdapat at padpada a strstruktuktur ur ini ini dapdapat at dikdiketahetahuiui de

dengngan an memenanafsfsirkirkan an kekedudududukakan n lalapipisasan n babatutuanannynya. a. KeKedudududukakan n lalapipisasan n babatutuan an ataatauu kem

kemiriiringangan n laplapisaisan n batbatuan uan padpada a petpeta a toptopogrografi afi akaakan n berberlawlawanaanan n dendengan gan kenkenampampakaakann ker

kerapaapatan tan konkonturturnyanya, , dimdimana ana laplapisaisan n mirmiring ing dicdiciriirikan kan oleoleh h adaadanya nya gawgawir ir – – gawgawir ir trjtrjalal (di

(dituntunjukjukkan kan dendengan gan polpola a konkontur tur yanyang g raprapat) at) yanyang g memmemotootong ng laplapisaisan. n. Arah Arah kemkemiriiringangann lapisan batuan searah dengan kemiringan landai dari topografinya (biasanya diperlihatkan lapisan batuan searah dengan kemiringan landai dari topografinya (biasanya diperlihatkan dengan punggungan yang landai). Hal ini pada peta topografi ditinjukkan dengan garis kontur  dengan punggungan yang landai). Hal ini pada peta topografi ditinjukkan dengan garis kontur  yang renggang.

yang renggang.

Kemiringan satu arah ditunjukkan dengan kemiringan lapisan batuan yang mengarah / Kemiringan satu arah ditunjukkan dengan kemiringan lapisan batuan yang mengarah / menuju pada pola kontur / daerah landai. Kemiringan dua arah (lipatan), mempunyai arah menuju pada pola kontur / daerah landai. Kemiringan dua arah (lipatan), mempunyai arah kem

kemiriiringangan n laplapisaisan n batbatuan uan yanyang g berberlawlawanaanan. n. KemKemiriiringangan n tigtiga a araarah h (li(lipatpatan an menmenunjunjam)am),, mempunyai tiga arah kemiringan lapisan batuan yang berbeda. Kemiringan kesegala arah, mempunyai tiga arah kemiringan lapisan batuan yang berbeda. Kemiringan kesegala arah, mempunyai arah kemiringan lapisan batuan kesegala

(4)

Str

Struktuktur ur sessesar, ar, dapdapat at ditditafsafsirkirkan an dardari i petpeta a toptopogrografi afi dendengan gan ditditandandai ai oleoleh h kenkenampampakaakan n – –  kenampakan sebagai berikut : pola kontur yang panjang lurus dan rapat, arah aliran sungai kenampakan sebagai berikut : pola kontur yang panjang lurus dan rapat, arah aliran sungai yang membelok secara tiba – tiba dan menyimpang dari pola arah umum, jajaran triangular  yang membelok secara tiba – tiba dan menyimpang dari pola arah umum, jajaran triangular  facet, jajaran mata air, Off – set morfologi, pelengkungan kelurusan.

facet, jajaran mata air, Off – set morfologi, pelengkungan kelurusan.

Struktut kekar, struktur ini pada peta topografi ditandai oleh adanya kelurusan gawir, Struktut kekar, struktur ini pada peta topografi ditandai oleh adanya kelurusan gawir, lembah bukit dan celah – celah. Dapat pula dilihat dari pola perkembangan sungainya.

lembah bukit dan celah – celah. Dapat pula dilihat dari pola perkembangan sungainya. Prinsip – Prinsip yang digunakan

Prinsip – Prinsip yang digunakan a.

a. PriPrinsinsip – p – priprinsinsip stp strukruktur tur geogeologlogi.i.  b.

 b. PriPrinsinsip – prp – prinsinsip siip sifat gfat garis aris konkonturtur.. c.

c. PrinsiPrinsip – prinsp – prinsip hubuip hubungan anngan antara morfotara morfologi yanlogi yang terbrng terbrntuk dengtuk dengan resisan resistensi battensi batuanuan dan struktur geologi.

dan struktur geologi.

B

B.. BBEENNTTUUKKAAN N AASSAAL L FFLLUUVVIIAALL

 Pendahuluan  Pendahuluan

Ben

Bentuktukan an asaasal l flufluviavial l antantara ara lailain n : : datdataran aran banbanjirjir, , datdataran aran allalluviuvial, al, kipkipas as allalluviuvial,al, sun

sungai gai berkelberkelok ok – – kelok (Meanderikelok (Meandering), gosong sungai, sungai ng), gosong sungai, sungai teranyteranyam, am, dsb. Proses fluvialdsb. Proses fluvial ini bersifat merusak dan membangun. Proses yang merusak ini meliputi pelapukan, erosi dan ini bersifat merusak dan membangun. Proses yang merusak ini meliputi pelapukan, erosi dan denu

denudasi hinggdasi hingga transportaa transportasi dan mengakibasi dan mengakibatkan terbenttkan terbentuknyuknya a bentubentuk lahan yang berupak lahan yang berupa lembah – lembah

lembah – lembah sungai. Proses sungai. Proses yang brsifat konyang brsifat konstruktif meliputi proses struktif meliputi proses transportasi hinggatransportasi hingga sedimentasi dan membangun bentuk – bentuk positif hasil sedimentasi. Pada akhir proses sedimentasi dan membangun bentuk – bentuk positif hasil sedimentasi. Pada akhir proses tersebut akan membentuk suatu dataran.

tersebut akan membentuk suatu dataran.

Didalam proses geologi maupun geomorfologi, air memegang peranan penting karena Didalam proses geologi maupun geomorfologi, air memegang peranan penting karena kemampuan sebagai proses pelapukan, erosi yang dapat mengukir permukaan bumi, media kemampuan sebagai proses pelapukan, erosi yang dapat mengukir permukaan bumi, media transportasi dan proses sedimentasi. Aliran permukaan dapat menyebabkan terjadinya erosi transportasi dan proses sedimentasi. Aliran permukaan dapat menyebabkan terjadinya erosi dan berkembang dari bentukan splash erosion, rill erosion, gulley erosion, valley erosion dan dan berkembang dari bentukan splash erosion, rill erosion, gulley erosion, valley erosion dan sheet erosion.

(5)

Bentuk Erosi Oleh Air Bentuk Erosi Oleh Air   Splash erosion

  Splash erosion, erosi ini umumnya terjadi pada daerah yang beriklim sedang atau tropis., erosi ini umumnya terjadi pada daerah yang beriklim sedang atau tropis. Terjadi pada waktu hujan jatuh ke permukaan bumi dan mampu mengadakan benturan tau Terjadi pada waktu hujan jatuh ke permukaan bumi dan mampu mengadakan benturan tau  pukulan – pukulan sehingga mampu membentuk relief berupa

 pukulan – pukulan sehingga mampu membentuk relief berupa lubang – lubang.lubang – lubang.  Rill Erosion

 Rill Erosion yaitu perluasan dari splash erosion yang berhubungan dengan cekungan yangyaitu perluasan dari splash erosion yang berhubungan dengan cekungan yang   be

  berberbentuntuk k linlinierier, , sedsedikiikit t menmengalgalami ami pempembelbelahaahan n ataatau u penpengemgembanbangangan. . RilRill l eroerosiosion n iniini merup

merupakan awal akan awal terbenterbentuknytuknya a sungsungai ai (initi(initial al river), erosi ini river), erosi ini umumumumnya terdapat nya terdapat pada daerahpada daerah dengan kemiringan lereng lebih besar dari 18

dengan kemiringan lereng lebih besar dari 18oo.. Gulley erosion

Gulley erosion, suatu prngrmbangan rill erosion atas dasar terjadinya perkembngan lembah, suatu prngrmbangan rill erosion atas dasar terjadinya perkembngan lembah yang bersifat melebar kearah samping (widen valley).

yang bersifat melebar kearah samping (widen valley).

Valley Erosion

Valley Erosion, merupakan kegiatan erosi hasil pertemuan gulley erosion dengan proses, merupakan kegiatan erosi hasil pertemuan gulley erosion dengan proses meander berjalan sangat kompleks bahkan sedimentasinya berjalan dengan sangat hebat. meander berjalan sangat kompleks bahkan sedimentasinya berjalan dengan sangat hebat. Gull

Gulley ey erosioerosion n merupmerupakan perkembanakan perkembangan gan lembahlembah, , ada ada dua yaitu dua yaitu pemanpemanjangajangan n yang berasalyang berasal rill lembah dan pelebaran lembah.

rill lembah dan pelebaran lembah.  Sheet Erosion

 Sheet Erosion, merupakan pertemuan dengan valley erosion dengan proses deepen of valley, merupakan pertemuan dengan valley erosion dengan proses deepen of valley yang dipengaruhi oleh sedimentasi secara efektif diangkut oleh aliran berkembang pada suatu yang dipengaruhi oleh sedimentasi secara efektif diangkut oleh aliran berkembang pada suatu tempat mengalirnya air secara alamiah dengan membentuk pola tertentu yang disebut dengan tempat mengalirnya air secara alamiah dengan membentuk pola tertentu yang disebut dengan sungai.

sungai.

Faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan erosi Faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan erosi

a.

a. KuKuantantitaitas atau vols atau volume air yaume air yang menng mengalgalir dipeir dipermurmukaakaan.n.  b

 b.. JeJeninis bas batutuan aan atatau tau tananah.h. c.

c. TopTopogrografi afi atau atau kemkemiriiringangan ln lerenereng.g. d.

d. KuanKuantitas titas vegetavegetasi si penutpenutup up (conv(convered ered vegetvegetationation).). e.

(6)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Pada acara praktikum kali ini membahas ten

Pada acara praktikum kali ini membahas tentang jenis – jenis tang jenis – jenis bentuk lahan (structural,bentuk lahan (structural, fluvial, denudasional). Lithologi daripada lahan structural yaitu terbentuk dari batuan yang fluvial, denudasional). Lithologi daripada lahan structural yaitu terbentuk dari batuan yang resisten yang merupakan batuan yang berbutir kasar. Faktor pengontrol disini ada dua macam, resisten yang merupakan batuan yang berbutir kasar. Faktor pengontrol disini ada dua macam, endogen dan eksogen. Dari endogen ini terjadi karena pengangkatan sehingga daerah daerah endogen dan eksogen. Dari endogen ini terjadi karena pengangkatan sehingga daerah daerah yang satu deng

yang satu dengan yang lain berbeda. Sedangkan an yang lain berbeda. Sedangkan dari eksogen ini terjadi erosi. dari eksogen ini terjadi erosi. Bentukan asalBentukan asal fluvi

fluvial ini terjadi karena proses - al ini terjadi karena proses - proses yanproses yang antara lain proses yang bersifg antara lain proses yang bersifat merusak danat merusak dan membangun,

membangun,

Disamping itu masih ada pembahasan yang lain, yaitu menentukan kemiringan lereng Disamping itu masih ada pembahasan yang lain, yaitu menentukan kemiringan lereng (landai, curam, dll), ini bisa dilihat dari topografi pada daerah tersebut dimana factor yang (landai, curam, dll), ini bisa dilihat dari topografi pada daerah tersebut dimana factor yang  berperan disi adalah kontur. Kita bisa lihat langsung dari peta, dimana bila kontur tersebut  berperan disi adalah kontur. Kita bisa lihat langsung dari peta, dimana bila kontur tersebut

aga

agak k renrenggaggang ng bisbisa a kitkita a tartarik ik keskesimpimpulaulan n daedaerah rah tertersebsebut ut lanlandaidai, , karkarena ena ketketinginggiagian n dardarii daerah tersebut relatif hampir sama, sebaliknya jika kontur rapat menunjukkan daerah tersebut daerah tersebut relatif hampir sama, sebaliknya jika kontur rapat menunjukkan daerah tersebut curam / terjal. Setelah analisa diatas diketahui jenis kemiringan lerengnya, kemudian langkah curam / terjal. Setelah analisa diatas diketahui jenis kemiringan lerengnya, kemudian langkah selanjutnya kita cari struktur geologi apa saja yang berkembang di daerah tersebut (lipatan, selanjutnya kita cari struktur geologi apa saja yang berkembang di daerah tersebut (lipatan, sesar, kekar). Untuk mengenal struktur geologi tersebut itu harus mengenal dan memahami sesar, kekar). Untuk mengenal struktur geologi tersebut itu harus mengenal dan memahami sifat dari ketiga struktur tersebut

sifat dari ketiga struktur tersebut Sel

Selanjanjutnutnya ya kitkita a menmenetuetukan kan jenjenis is mormorfolfologi ogi daedaerah rah tertersebsebut, ut, jenjenis is mormorfolfologi ogi iniini mel

melipuiputi ti datdataranaran, , lemlembahbah, , lerelereng, ng, pegpegunuunungangan, n, perperbukbukitaitan. n. UntUntuk uk menmenententukaukan n daedaerah rah – –  daerah tersebut kita tidak lepas dari prinsip – prinsip sifat garis kontur. Dataran disini di daerah tersebut kita tidak lepas dari prinsip – prinsip sifat garis kontur. Dataran disini di cirikan dengan adanya kontur yang relair renggang dengan ketinggian yang hampir sama. cirikan dengan adanya kontur yang relair renggang dengan ketinggian yang hampir sama. Lembah, dimana kontur disini hampir sama dengan daerah gunungan, kita bisa membedakan Lembah, dimana kontur disini hampir sama dengan daerah gunungan, kita bisa membedakan dengan melihat titik ketinggain dari daerah disekitarnya. Sedangkan lereng dicirikan dengan dengan melihat titik ketinggain dari daerah disekitarnya. Sedangkan lereng dicirikan dengan keadaan kontur yang lumayan rapat. Pegunungan dengan keadaan kontur yang rapat dan keadaan kontur yang lumayan rapat. Pegunungan dengan keadaan kontur yang rapat dan kerapatan ini agak memanjang. Perbukitan disini hampir sama dengan pegunungan, tetapi kerapatan ini agak memanjang. Perbukitan disini hampir sama dengan pegunungan, tetapi keduanya tidak sama.

keduanya tidak sama.

Langkah selanjutnya yaitu menetukan tingkat resistensi batuan. Tingakta resistensi Langkah selanjutnya yaitu menetukan tingkat resistensi batuan. Tingakta resistensi  batuan antara daerah yang tinggi (pegunungan, perbukitan) berbeda dengan resistensi batuan  batuan antara daerah yang tinggi (pegunungan, perbukitan) berbeda dengan resistensi batuan yang berada didaerah dataran / rendahan. Hal ini terjadi karena di daerah yang rendahan / yang berada didaerah dataran / rendahan. Hal ini terjadi karena di daerah yang rendahan / dataran rendah ini merupakan daerah hasil pengendapan, umumnya daerah ini di dominasi dataran rendah ini merupakan daerah hasil pengendapan, umumnya daerah ini di dominasi oleh batuan sedimen. Berbeda dengan daerah yang tinggi / pegunungan, kebanyakan disini di oleh batuan sedimen. Berbeda dengan daerah yang tinggi / pegunungan, kebanyakan disini di dominasi oleh batuan beku tetapi itu tidak semuanya.

(7)

Setelah analisa semuanya selesai, kita sekarang bisa menetukan jenis bentuk lahannya. Setelah analisa semuanya selesai, kita sekarang bisa menetukan jenis bentuk lahannya. Bentuk lahan disini mempunyai cirri – cirri yang berbeda – beda dan mempunyai karateristik  Bentuk lahan disini mempunyai cirri – cirri yang berbeda – beda dan mempunyai karateristik  yang beda juga. Misal

yang beda juga. Misal bentubentuk k lahan fluviallahan fluvial, , bentubentuk k lahan ini antara lahan ini antara lain dataran banjir, kipaslain dataran banjir, kipas alluvial, sungai berkelok – kelok dan sebagainya. Dan bentuk lahan dari lahan structural alluvial, sungai berkelok – kelok dan sebagainya. Dan bentuk lahan dari lahan structural meliputi blok sesar, gawir sesar pegunungan antiklin, perbukitan antiklin, pegunungan sinklin meliputi blok sesar, gawir sesar pegunungan antiklin, perbukitan antiklin, pegunungan sinklin dan sebagainya masih banyak lagi.

(8)

KESIMPULAN KESIMPULAN

Analisa bentuk lahan structural adalah analisa yang disebabkan oleh struktur geologi. Analisa bentuk lahan structural adalah analisa yang disebabkan oleh struktur geologi. Dalam hal ini adalah antiklin, sinklin, sesar, kekar, rekahan dan perbukitan. Berdasarkan Dalam hal ini adalah antiklin, sinklin, sesar, kekar, rekahan dan perbukitan. Berdasarkan keadaan topografi pola kontur menunjukkan keadaan untuk jenis – jenis morfologi, resistensi keadaan topografi pola kontur menunjukkan keadaan untuk jenis – jenis morfologi, resistensi  batuan dan bentuk asal atau bentuk lahan. Pola kontur yang rapat menunjukkan bahwa daerah  batuan dan bentuk asal atau bentuk lahan. Pola kontur yang rapat menunjukkan bahwa daerah tersebut adalah gawir dimana di daerah ini punya resistensi batuan yang kuat. Kemiringan tersebut adalah gawir dimana di daerah ini punya resistensi batuan yang kuat. Kemiringan satu arah menunjukkan bahwa daerah tersebut adalah dome, oleh karena itu pola kontur dalam satu arah menunjukkan bahwa daerah tersebut adalah dome, oleh karena itu pola kontur dalam  pe

 peta ta toptopogrografi afi sansangat gat menmenetuetukan kan daldalam am pempemilailahan han – – pempemilailahan han ataatau u pempembagbagian ian AnaAnalislisaa  bentuk lahan.

 bentuk lahan.

Jenis pada daerah ini berbeda – beda satu dengan yang lainnya, hal ini disebabkan Jenis pada daerah ini berbeda – beda satu dengan yang lainnya, hal ini disebabkan ole

oleh h perperbedbedaan aan benbentuk tuk relirelief ef perpermukmukaan aan bumbumi, i, benbentuk tuk terstersebuebut t antantara ara lailain n perperbukbukitaitan,n,  punggungan, lembah dataran dan lereng.

(9)

Keterangan Jenis Morfologi : Keterangan Jenis Morfologi :

Dataran Dataran Lereng Lereng Perbukitan Perbukitan Punggungan Punggungan Lembah Lembah Antiklin Antiklin Sinklin Sinklin Sayatan Sayatan B B – – B’B’

(10)

Keterangan Resistensi Batuan : Keterangan Resistensi Batuan :

Kuat Kuat sedang sedang Lemah Lemah Sayatan C – C’ Sayatan C – C’

(11)

Keterangan Bentuk Asal : Keterangan Bentuk Asal :

Struktural Struktural Fluvial Fluvial Denudasainal Denudasainal Sayatan D – D’ Sayatan D – D’

(12)

Keterangan : Keterangan : Kontur  Kontur  Sungai Sungai Titik Ketinggian Titik Ketinggian Sayatn A – A’ Sayatn A – A’ KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

(13)

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga praktikan dapat mengikuti praktikum melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga praktikan dapat mengikuti praktikum GEOMORFOLOGI..Dengan rahmat-Nya pula praktikan dapat menyelesaikan laporan dengan GEOMORFOLOGI..Dengan rahmat-Nya pula praktikan dapat menyelesaikan laporan dengan  baik dan tepat waktu.

 baik dan tepat waktu.

Praktikan mengucapkan terima kasih kepada asisten pembimbing yang telah banyak  Praktikan mengucapkan terima kasih kepada asisten pembimbing yang telah banyak  me

membmbanantu tu seserta rta memembmbimimbibing ng kakami mi dadalalam m memelalaksksananakakan an prprakaktitikukum, m, sesertrta a prprakaktitikakann mengucapkan terima kasih pada rekan-rekan atas kerjasamanya.

mengucapkan terima kasih pada rekan-rekan atas kerjasamanya. Pr

Prakaktitikakan n memenynyadadarari i babahwhwa a dadalalam m pepenynyususununan an lalapoporaran n inini i mamasisih h babanynyak ak  kekurangan. Oleh karena itu praktikan tidak menutup diri untuk menerima kritik dan saran kekurangan. Oleh karena itu praktikan tidak menutup diri untuk menerima kritik dan saran yan

yang g berbersifsifat at memmembanbangun gun dardari i semsemua ua pihpihak ak demdemi i kelkelengengkapkapan an laplaporaoran n prapraktiktikum kum iniini  berikutnya.

 berikutnya.

Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Bukan hanya Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Bukan hanya  pribadi tapi untuk orang lain yang tidak mengerti tapi dengan melihat sekilas mereka dapat  pribadi tapi untuk orang lain yang tidak mengerti tapi dengan melihat sekilas mereka dapat

tertarik, untuk membacanya tertarik, untuk membacanya

Yogyakarta

Yogyakarta 12 12 oktober oktober 20052005

.I

(14)

1.

1. AgaAgar mamr mampu mpu membembuat puat peta beta bententuk lauk lahanhan 2.

2. Dapat Dapat mengemengenal dnal dari pari pada mada macam acam dari pdari peta beeta bentuk ntuk lahanlahan 3.

3. DapDapat at memmembuabuat pet peta gta geomeomorforfoloologigi 4.

4. DapDapat mat membembuat puat peta reta resiesistestensi nsi batbatuanuan

Halaman Judul Halaman Judul

Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan

(15)

Kata pengantar  Kata pengantar  Daftar isi

Daftar isi

BAB

BAB I I PendahuluanPendahuluan I.I

I.I Maksud Maksud dan dan TujuanTujuan I.II

I.II Dasar Dasar TeoriTeori

BAB II. Pembahasan BAB II. Pembahasan

II.I

II.I Peta Peta Bentuk Bentuk lahanlahan Peta sungai

Peta sungai

Peta geomorfolgi Peta geomorfolgi Peta resistensi batuan Peta resistensi batuan

Kesimpulan Kesimpulan Daftar Pustaka Daftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

(16)

Katili,J.A. 1989.Geologi Indonesia Katili,J.A. 1989.Geologi Indonesia

Van Bemelen,R.W.1970.The Geology Of Indonesia,Vol IA.The hague Van Bemelen,R.W.1970.The Geology Of Indonesia,Vol IA.The hague Asikin, sukendar.Geologi Struktur Indonesia.geologi ITB.

(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait