BAJA LEMBARAN LAPIS SENG

Teks penuh

(1)

BAJA LEMBARAN LAPIS SENG (Bj.LS) – SNI – LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN, PERUBAHAN KEDUA

2016

PERMENPERIN N0.59/M-IND/PER/7/2016; BN TH.2016/NO.1116; LL KEMENPERIN : 7 HLM

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 48/M-IND/PER/9/2013 TENTANG

PENUNJUKAN LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN DALAM RANGKA

PEMBERLAKUAN DAN PENGAWASAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) BAJA LEMBARAN LAPIS SENG (Bj.LS) SECARA WAJIB

ABSTRAK: - Dalam rangka kelancaran pelaksanaan pemberlakuan dan pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Baja Lembaran Lapis Seng (Bj.LS) yang diberlakukan secara wajib dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 38/M-IND/PER/2/2012 dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 48/M-IND/PER/9/2013, maka perlu mengubah kembali dan menunjuk Lembaga Penilaian Kesesuaian yang melaksanakan sertifikasi dan pengujian mutu produk dimaksud, dengan menetapkan Peraturan Menteri.

- Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah : PERMENPERIN No. 48/M-IND/PER/9/2013, sebagaimana telah diubah dengan PERMENPERIN Nomor 46/M-IND/PER/4/2015 ; PERMENPERIN No. 107/M-IND/PER/11/2015. - Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Perubahan kedua beberapa

ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 48/M-IND/PER/9/2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 46/M-IND/PER/4/2015. Ketentuan Pasal 1 diubah dengan menambah 1 (satu) LSPro yang telah terakreditasi sehuingga tercantum dalam huruf A lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Peraturan Menteri ini. Laboratorium Penguji yang telah terakreditasi sebagaimana tercantum dalam huruf B Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Mengubah ketentuan Pasal 3 dan Pasal 4. .

CATATAN: - Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 13 Juli 2016, ditetapkan, 11 Juli 2016.

(2)

PENYAMBUNG PIPA-SNI-LEMBAGA PENUNJUKAN-PERUBAHAN KEDUA 2016

PERMENPERIN NO.58/M-IND/PER/7/2016, BN TH.2016/NO.1116: LL KEMENPERIN : 6 HLM PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 87/M-IND/PER/10/2011 TENTANG PENUNJUKAN LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN DALAM RANGKA PEMBERLAKUAN DAN PENGAWASAN PENERAPAN STANDAR NASIONAL (SNI) PENYAMBUNG PIPA BERULIR DARI BESI COR MELEABEL HITAM SECARA WAJIB ABSTRAK: - Dalam rangka kelancaran pelaksanaan pemberlakuan dan pengawasan Standar

Nasional Indonesia (SNI) Penyambung Pipa Berulir Dari Besi Cor Meleabel Hitam yang diberlakukan secara wajib dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 82/M-IND/PER/10/2014, sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal 1 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/10/2011 perlu menunjuk Lembaga Penilaian Kesesuaian yang melaksanakan sertifikasi dan pengujian mutu produk

- Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah : PERMENPERIN Nomor 87/M-IND/PER/10/2011 sebagaimana telah diubah dengan PERMENPERIN Nomor 87/M-IND/PER/10/2015 ; PERMENPERIN Nomor 107/M-IND/PER/11/2015 - Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri

Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/10/2011 tentang Penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam Rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Penyambung Pipa Berulir dari Besi Cor Meleabel Hitam Secara Wajib, diubah sebagai berikut: LSPro yang telah terakreditasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a sebagaimana dimaksud dalam huruf A Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/10/2011 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/10/2015 dan Laboratorium Penguji yang telah terakreditasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf b sebagaimana tercantum dalam huruf B Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/10/2011 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M/-IND/PER/10/2015 diubah dengan menambah 1 (satu) Laboratorium Penguji yang telah terakreditasi.

CATATAN: - Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 13 Juli 2016, ditetapkan, 11 Juli 2016.

- Lamp.: 2 hlm.

(3)

ORGANISASI-TATA KERJA-POLITEKNIK INDUSTRI LOGAM MOROWALI 2016

PERMENPERIN NO.81/M-IND/PER/12/2016 ; BN TH.2016/NO.2086: LL KEMENPERIN : 16 HLM

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA POLITEKNIK INDUSTRI LOGAM MOROWALI

ABSTRAK: - Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten perlu memperhatikan penyebaran dan pemerataan ketersediaan sumber daya manusia industri yang kompeten guna menngkatkan peran sumber daya manusia Indonesia di bidang industri dan harus memperhatikan penyebaran dan pemerataan ketersediaan sumber daya manusia industri melalui kegiatan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi.

- Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah : UU No.20 Tahun 2003 ; UU No.12 Tahun 2012 ; UU No.3 Tahun 2014 ; PP No.4 Tahun 2014 ; PP No. 41 Tahun 2015 ; PERPRES No. 7 Tahun 2015 ; PERPRES No. 29 Tahun 2015 ; PERMENPAN No. PER/18/M.PAN/11/2008 ; PERMENPERIN No. 107/M-IND/PER/11/2015.

- Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik

Industri Logam Morowali. Dalam rangka melaksanakan kegiatan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi di bidang industri logam, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menyetujui pembentukan Politeknik Industri Logam Morowali. Politeknik Industri Logam Morowali adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri. Politeknik Industri Logam Morowali dipimpin oleh Direktur dan mempunyai tugas melaksanakan program pendidikan vokasi di bidang teknologi industri logam. Dalam melaksanakan tugas, Direktur, Pembantu Direktur, Kepala Subbagian, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Satuan, Kepala Unit, dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing dan antar satuan organisasi dalam Politeknik Industri Logam Morowali serta dengan instansi di luar Politeknik Industri Logam Morowali sesuai dengan tugas masing-masing.

CATATAN: - Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 29 Desember 2016, ditetapkan 23 Desember 2016.

- Lamp.: 1 hlm.

(4)

NILAI DAN BUDAYA KERJA 2016

PERMENPERIN NO. 80/M-IND/PER/12/2016 ; LL KEMENPERIN : 10 HLM

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG NILAI DAN BUDAYA KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

ABSTRAK: - Dalam rangka mencapai sasaran strategis Kementerian Perindustrian, perlu didukung oleh organisasi yang dinamis dan adaptif diperlukan sumber daya manusia aparatur yang berkualitas sehingga diperlukan pengembangan dan penerapan Nilai dan Budaya Kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian. - Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah : UU No.5 Tahun 2014 ; PP No. 42

Tahun 2004 ; PP No.53 Tahun 2010 ; PERPRES No.7 tahun 2015 ; PERPRES No.29 Tahun 2015 ; KEPPRES No.121/P Tahun 2014 ; KEPPRES No.83/P Tahun 2016 ; PERMENPAN No.39 Tahun 2012 ; PERMENPERIN No. 30/M-IND/PER/6/2013 ; PERMENPERIN No.107/M/IND/PER/11/2015 ; PERMENPERIN No. 51.1/M-IND/PER/7/2015 ; KEPMENPERIN No.511/M-IND/Kep/10/2011

- Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Nilai dan Budaya Kerja Kementerian Perindustrian. Nilai adalah cara pandang dan keyakinan dasar yang menjadi acuan bagi Pegawai Kemenperin untuk bersikap dan berperilaku dalam melaksanakan pekerjaannya sedangkan Budaya Kerja adalah sikap dan perilaku Pegawai Kemenperin yang didasari atas Nilai dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari. Nilai yang harus dijunjung tinggi oleh Pegawai Kementerian Perindustrian meliputi Integritas, Profesional, Inovatif, Produktif dan Kompetitif. Dalam rangka mempercepat pengembangan dan penerapan Nilai dan Budaya Kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian dibentuk tim, yang selanjutnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri dan ditandangani Sekretaris Jenderal atas nama Menteri. Dalam rangka pengembangan dan penerapan Nilai dan Budaya Kerja, disusun Peta Panduan Pengembangan dan Penerapan Nilai dan Budaya Kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian oleh tim.

CATATAN: - Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, 19 Desember 2016 Lamp.: 4 hlm.

(5)

KAWAT BAJA BETON-SNI-LEMBAGA PENILAIAN

2017

PERMENPERIN N0.33/M-IND/PER/8/2017, BN TH.2017/NO.1110: LL KEMENPERIN : 17 HLM

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN DALAM RANGKA PEMBERLAKUAN DAN PENGAWASAN STANDAR NASIONAL

INDONESIA KAWAT BAJA BETON PRATEKAN UNTUK KEPERLUAN KONSTRUKSI BETON SECARA WAJIB

ABSTRAK : - Dalam rangka efektivitas pelaksanaan pemberlakuan dan pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kawat Baja Beton Pratekan untuk Keperluan Konstruksi Beton secara wajib sebagaimana diberlakukan dengan Peraturan Menteri Perin dustrian Nomor 28/M-IND/PER/7/2017, perlu menunjuk Lembaga Penilaian Kesesuaian untuk melaksanakan sertifikasi dan pengujian mutu Kawat Baja Beton Pratekan.

- Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah : UU No.3 Tahun 2014 ; UU No. 20 Tahun 2014 ; PP No.102 Tahun 2000 ; PP No.2 Tahun 2017 ; PERPRES No.29 Tahun 2015 ; PERMENPERIN No. 86/M-IND/PER/9/2009 ; PERMENPERIN No. 107/M-IND/PER/11/2015 ; PERMENPERIN No.28/M-IND/PER/7/2017.

- Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia Kawat Baja Beton Pratekan Untuk Keperluan Kontruksi Beton Secara Wajib. Kawat Baja Beton Pratekan untuk Keperluan Kontruksi Beton adalah kawat baja yang digunakan untuk keperluan konstruksi beton yang terdiri dari Tujuh Kawat Baja tanpa Lapisan Dipilin untuk Konstruksi Beton Pratekan (PC Strand/Kbj-P7), Kawat Baja Tanpa Lapisan untuk Konstruksi Beton Pratekan (PC Wire/KBjP) , dan Kawat Baja Quens (Quench) Temper untuk Konstruksi Beton Pratekan (PC Bar/KBjP-Q). Tujuh Kawat Baja tanpa Lapisan Dipilin untuk Konstruksi Beton Pratekan(PC Strand/Kbj-P7), adalah gabungan kawat baja yang dihasilkan dari batang kawat baja dan diproses dengan cara tarik dingin (cold wire drawing) sebanyak 7 (tujuh) batang yang dipilin, untuk dihilangkan sisa tegangannya dengan proses perlakuan panas (stress relieving) secara berkelanjutan hingga mencapai sifat mekanis sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan digunakan pada konstruksi beton pratekan. Seritifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Kawat Baja

(6)

Beton Pratekan untuk Keperluan Konstruksi Beton, yang selanjutnya disebut SPPT-SNI, adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Produksi kepada produsen yang mampu memproduksi Kawat Baja Beton sesuai dengan ketentuan SNI.

CATATAN: - Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 9 Agustus 2017, ditetapkan, 7 Agustus 2017.

- Lamp.: 5 hlm. Dibuat oleh: Yessika Maria Siregar

TATA CARA-PENYESUAIAN/INPASSING-JABATAN FUNGSIONAL

2017

PERMENPERIN N0.38/M-IND/PER/10/2017, BN TH.2017/NO.1620: LL KEMENPERIN : 16 HLM

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG TATA CARA

PENYESUAIAN/INPASSING JABATAN FUNGSIONAL ASESOR MANAJEMEN MUTU INDUSTRI

ABSTRAK : - Untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (6), PERMENPAN No. 26 Tahun 2016, perlu menetapkan Peraturan Menteri perindustrian tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri

- Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah : UU No.3 Tahun 2014 ; UU No.5 Tahun 2014 ; UU No.23 Tahun 2014 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No.9 Tahun 2015 ; PERPRES No. 29 Tahun 2015 ; PERMENPAN No.45 Tahun 2014 ; PERMENPERIN Nomor 107/M-IND/PER/11/2015 ; permenpan No. 26 Tahun 2016.

- Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri. Jabatan Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri adalah jabatan fungsional tertentu yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan asesmen sistem manajemen mutu industri dalam lingkungan instansi pusat dan daerah. Penyesuaian/Inpassing adalah proses pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan dalam jangka waktu tertentu. PNS yang akan disesuaikan/inpassing dalam Jabatan Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri harus memenuhi syarat yaitu berijazah paling rendah sarjana (S1)/diploma IV (D4), pangkat paling rendah Penata Muda, memiliki pengalaman di bidang Asesmen Sistem Manajemen Mutu Industri, nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir, usia

(7)

paling tinggi 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi pelaksana; 2 (dua) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi administrator dan pengawas; 1 (satu) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi administrator yang akan menduduki jabatan fungsional ahli madya; 1 (satu) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi pejabat pimpinan tinggi. Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk menyampaikan usulan PNS yang akan disesuaikan /inpassing kepada Menteri untuk mendapatkan rekomendasi. PNS yang lulus verifikasi dan uji kompetensi direkomendasikan untuk diangkat dalam Jabatan Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri melalui Penyesuaian/Inpassing dalam jenjang jabatan sesuai dengan golongan ruang dan angka kredit yang dimiliki.

CATATAN: - Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 16 Nopember 2017, ditetapkan, 13 Oktober 2017.

- Lamp.: 8 hlm.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :