Informasi Dokumen
- Penulis:
- Tuti Sri Sundari
- Etty Andriaty
- Pengajar:
- Ir. Ning Pribadi, M.Sc.
- Sekolah: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
- Mata Pelajaran: Katalogisasi Bahan Pustaka Non Buku
- Topik: Petunjuk Teknis Katalogisasi Bahan Pustaka Non Buku
- Tipe: petunjuk teknis
- Tahun: 2009
- Kota: Bogor
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan dan Fungsi Katalog
Petunjuk Teknis Katalogisasi Bahan Pustaka Non Buku ini (seri no. 46) bertujuan untuk memudahkan petugas perpustakaan dalam mengolah bahan pustaka non-buku, khususnya di lingkungan Departemen Pertanian, dan memastikan keseragaman pengolahan. Dokumen ini merujuk pada standar internasional AACR2 (Anglo-American Cataloguing Rules, Second Edition). Ia meliputi langkah-langkah prakatalogisasi (pengelompokan bahan pustaka dan verifikasi duplikat) dan katalogisasi (penentuan tajuk entri utama, deskripsi bibliografi, dan penentuan nomor panggil). Katalog berfungsi sebagai alat temu kembali informasi, menunjukkan koleksi perpustakaan dari pengarang atau subyek tertentu, dan menunjukkan lokasi penyimpanan bahan pustaka.
1.1 Langkah-Langkah Prakatalogisasi
Langkah awal melibatkan pengelompokan bahan pustaka berdasarkan jenis (monograf, terbitan berseri, brosur, dan bahan non-buku seperti foto, CD, peta, dll.). Perbedaan jenis bahan pustaka memerlukan cara pengolahan yang berbeda. Langkah kedua adalah pengecekan pada katalog kendali (shelflist) atau pangkalan data untuk memverifikasi keberadaan duplikat. Ini memastikan efisiensi dengan hanya menambahkan nomor induk baru dan menggunakan nomor panggil yang sama untuk duplikat.
1.2 Langkah-Langkah Katalogisasi
Proses katalogisasi meliputi penentuan tajuk entri utama (main entry), penyusunan deskripsi bibliografis/deskripsi fisik, dan pembuatan jejakan (khusus katalog kartu). Pembuatan katalog dasar/utama merupakan langkah akhir, seperti yang diilustrasikan dalam Gambar 1 pada halaman 13. Gambar ini menunjukkan contoh entri katalog yang lengkap, termasuk tajuk entri utama, nomor panggil, deskripsi bibliografis, dan jejakan.
II. Deskripsi Bahan Pustaka Non Buku
Bagian ini menjelaskan secara terperinci cara mendeskripsikan berbagai jenis bahan pustaka non-buku. Ia menjabarkan tujuh daerah deskripsi: Judul, GMD (Guratan Materi Deskripsi), Pernyataan Tanggung Jawab, Edisi, Rincian Karakteristik Khusus, Impresum, Deskripsi Fisik, Seri, Catatan, dan Nomor Standar dan Harga. Setiap daerah deskripsi mempunyai aturan penulisan dan tanda baca spesifik yang dijelaskan secara detail dalam panduan ini, termasuk penggunaan singkatan baku dan contoh.
2.1 Susunan Deskripsi
Tujuh daerah deskripsi bibliografi ini membentuk struktur katalog. Urutan dan tata cara penulisannya mengikuti aturan AACR2. Penjelasan detail mengenai susunan setiap daerah, termasuk tanda baca dan aturan penulisannya, dijelaskan secara rinci di dalam dokumen. Penggunaan singkatan yang konsisten juga dijelaskan untuk efisiensi penulisan.
2.2 Sumber Informasi Utama
Sumber informasi utama bagi setiap daerah deskripsi adalah bahan pustaka itu sendiri (halaman judul, label, kemasan, dll.). Jika informasi tidak tersedia dalam bahan pustaka, informasi dari luar dokumen boleh digunakan dan harus dicantumkan dalam kurung siku ([]). Tabel pada halaman 15 menunjukkan sumber informasi utama yang disarankan untuk setiap daerah deskripsi.
2.3 Singkatan dan Tanda Baca
Petunjuk teknis ini menyediakan daftar singkatan baku yang harus digunakan secara konsisten dalam deskripsi bibliografi. Penggunaan tanda baca juga diatur dengan ketat untuk memastikan keseragaman dan kejelasan. Contoh penggunaan singkatan dan tanda baca di setiap daerah deskripsi disertakan untuk memudahkan pemahaman.
2.4 Pola Deskripsi
Dua pola deskripsi digunakan: pola berparagraf (untuk tajuk entri utama pada pengarang atau badan korporasi) dan pola indensi menggantung (untuk tajuk entri utama pada judul). Contoh setiap pola diberikan untuk memudahkan pemahaman dan aplikasi. Perpustakaan di lingkungan Departemen Pertanian diharap mengikuti pola-pola ini untuk mencapai keseragaman.
2.5 Daerah Deskripsi untuk Bahan Tertentu (Kartografi, Rekaman Suara, Sumber Elektronik)
Petunjuk teknis ini menyediakan panduan khusus untuk katalogisasi bahan kartografi (peta, atlas, dll.), rekaman suara (kaset, CD, dll.), dan sumber elektronik (file komputer). Setiap jenis bahan mempunyai karakteristik dan elemen deskripsi khusus yang harus diperhatikan, seperti skala untuk peta, masa putar untuk rekaman suara, dan karakteristik file untuk sumber elektronik. Setiap seksyen memberikan detail terperinci mengenai elemen-elemen spesifik ini.
III. Penentuan dan Pencantuman Tajuk Entri
Bagian ini menjelaskan proses penentuan tajuk entri utama (pengarang perorangan, badan korporasi, atau judul) dan pencantuman tajuk entri (untuk pengarang tunggal, ganda, editor, karya campuran, terjemahan, saduran, wawancara, dan anonim). Ia menekankan pada pemilihan nama yang tepat dan cara penulisannya, termasuk nama perorangan dan badan korporasi, serta penanganan nama-nama dalam berbagai bahasa dan bentuk.
IV. Penulisan Tajuk Entri
Bagian ini memberikan panduan terperinci tentang penulisan tajuk entri untuk nama perorangan dan badan korporasi, termasuk pemilihan nama, jenis nama, cara penulisan nama majemuk, dan penanganan perubahan nama. Panduan ini mencakup contoh-contoh praktis untuk berbagai kasus, termasuk nama-nama dalam bahasa Indonesia dan Tionghoa.