• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian"

Copied!
227
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Serangkaian proses rest rukt urisasi program dan kegiat an pembangunan perkebunan t ahun 2015-2019 diawali dari penyusunan Rencana St rat egis (Renst ra) Direkt orat Jenderal Perkebunan, yang selanj ut nya di j abarkan dalam Rencana Kinerj a Tahunan, Perj anj ian Kinerj a dan diakhiri dengan penyusunan Laporan Kinerj a Inst ansi Pemerint ah (LAKIN). Laporan Kinerj a Inst ansi yang berisi pert anggung j awaban kinerj a suat u inst ansi/ organisasi dalam mencapai t uj uan at au sasaran st rat egis inst ansi. Oleh karena it u Laporan Kinerj a (LAKIN) Direkt orat Jenderal Perkebunan disusun dalam rangka perwuj udan pert anggungj awaban pelaksanaan t ugas pokok dan f ungsi sebagaimana yang diamanat kan dalam Surat Keput usan Ment eri Pert anian Republik Indonesia Nomor: 61/ Perment an/ OT. 140/ 10/ 2010 t anggal 14 okt ober 2010 t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a Kement erian Pert anian yang bert anggung j awab kepada Ment eri Pert anian.

Pada Bulan Maret 2015 t el ah disyahkan Perj anj ian Ki nerj a (PK) yang merupakan dokumen pernyat aan kinerj a ant ara Ment eri Pert anian dan Direkt ur Jenderal Perkebunan unt uk mewuj udkan t arget kinerj a meningkat kan produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan berkelanj ut an yang meliput i 7 (t uj uh) kegiat an ut ama yait u: (1) Peningkat an Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Rempah dan Penyegar; (2) Peningkat an Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Semusim; (3) Peningkat an Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Tahunan; (4) Dukungan Penanganan Pascapanen dan Pembinaan Usaha; (5) Dukungan Perlindungan Perkebunan; (6) Dukungan Manaj emen dan Dukungan Teknis Lainnya Dit j en Perkebunan; (7) Dukungan Penguj ian dan Pengawasan Mut u Benih dan Penyerapan Teknologi Prot eksi Tanaman Perkebunan.

Realisasi penyerapan anggaran pelaksanaan Program Peningkat an Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Perkebunan Berkelanj ut an pada t ahun 2015 sebesar Rp. 3. 567. 602. 932. 924, - at au mencapai 79, 33% dari t ot al pagu anggaran sebesar Rp. 4. 497. 268. 026. 000, - dengan capaian f isik seluruhnya 86, 97%. Capaian keuangan per kegiat an ut ama secara berurut an adalah kegiat an Dukungan Penguj ian dan Pengawasan Mut u Benih dan Penerapan Teknologi Prot eksi Tanaman Perkebunan sebesar 93, 65%, kegiat an Peni ngkat an Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Rempah dan Penyegar sebesar 88, 98%, kegiat an Dukungan Penanganan Pascapanen dan Pembinaan Usaha sebesar 87, 63%, kegiat an Peningkat an Produksi, Produkt ivit as dan Mut u Tanaman Tahunan sebesar 86, 73%, kegiat an Dukungan Perlindungan Perkebunan sebesar 82, 15%, kegiat an Dukungan Manaj emen dan Dukungan Teknis Lainnya sebesar 78, 03%, dan kegiat an Peningkat an Produksi dan Produkt i vit as Tanaman Semusim sebesar 63, 70%

(3)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerj a Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015 ini dibuat

dalam rangka perwuj udan pert anggungj awaban pelaksanaan t ugas

pokok dan f ungsi sebagaimana yang diamanat kan dalam Perat uran

Ment eri Pert anian Republik Indonesia Nomor:

61/ Perment an/ OT. 140/ 10/ 2010 t anggal 14 Okt ober 2010 t ent ang

Organisasi dan Tat a Kerj a Kement erian Pert anian bahwa Direkt orat

Jenderal Perkebunan adalah unsur pelaksana pada Kement erian

Pert anian yang dipimpin oleh Direkt ur Jenderal dan bert anggung j awab

kepada Ment eri Pert anian.

Laporan ini disusun sesuai dengan Perat uran Presiden Nomor 29 Tahun

2014, t ent ang Sist em Akunt abilit as Kinerj a Inst ansi Pemerint ah dan

dalam penyusunannya mengacu pada Perat uran Ment eri Negara

Pendayagunaan Aparat ur Negara dan Ref ormasi Birokrasi (Per Men-PAN

& RB) Nomor 53 Tahun 2014 t ent ang Pet unj uk Teknis Perj anj ian

Kinerj a, Pelaporan Kinerj a dan Tat a Cara Reviu At as Laporan Kinerj a

Inst ansi Pemerint ah. .

Berdasarkan Rencana St rat egis Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun

2015-2019, Direkt orat Jenderal Perkebunan mempunyai t uj uan: (1)

Meningkat kan produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan melalui

rehabilit asi, int ensif ikasi, ekst ensif ikasi dan diversif ikasi yang didukung

oleh penyediaan benih unggul, bermut u dan bersert if ikat , sarana

produksi dan alat mesin pert anian sert a pembangunan kebun sumber

benih t anaman semusim, t anaman t ahunan dan t anaman rempah

(4)

penyegar; (2) Melakukan pengembangan komodit as unggulan

perkebunan pada lahan-lahan eksist ing dan lahan bukaan baru sesuai

pot ensi kearif an lokal, kebut uhan pengembangan kawasan dan kesiapan

daerah pengembangan melalui pendekat an kawasan yang t erint egrasi

ant ar sekt or dan memperhat ikan kelayakan ekonomi, agroekosist em,

sosial, pasar dan pengembangan/ pot ensi berkelanj ut an; (3) Melakukan

pembinaan, bimbingan t eknis dan pendampingan kepada pekebun

dalam mendorong usaha agribisnis perkebunan dibudidayakan melalui

sist em budidaya perkebunan yang baik, berkelanj ut an dan

memperhat ikan isu-isu lingkungan t erut ama dalam penggunaan benih

dan sarana produksi (pupuk dan pest isida); (4) Memberikan f asilit asi

kegiat an pemberdayaan pekebun dan penguat an kelembagaan

kelompok pet ani t anaman semusim, t anaman t ahunan dan t anaman

rempah penyegar melalui pelat ihan penumbuhan kebersamaan/

dinamika kelompok, pelat ihan penguat an kelembagaan, penyuluhan

dan pendampingan, pengembangan sist em dan sarana prasarana

budidaya, dukungan penyediaan f asilit asi pembiayaan dan permodalan

sert a kemudahan akses ilmu penget ahuan dan t eknologi inf ormasi,

pascapanen dan perlindungan perkebunan; (5) Memf asilit asi

penyediaan/ pengadaan alat pascapanen t anaman semusim, t anaman

t ahunan dan t anaman rempah penyegar yang spesif ik lokasi dan f ungsi;

(6) Melakukan upaya st rat egis dan bimbingan t eknis dalam

memf asilit asi penerapan pembinaan usaha perkebunan berkelanj ut an,

perizinan usaha pekebunan, penilaian usaha perkebunan sert a

invent arisasi, ident if ikasi dan penanganan kasus gangguan usaha dan

konf lik perkebunan; (7) Melakukan upaya st rat egis dan bimbingan

t eknis dal am memf asil it asi penerapan pembinaan usaha perkebunan

(5)

berkelanj ut an, perizinan usaha pekebunan, penil aian usaha perkebunan

sert a invent arisasi, ident if ikasi dan penanganan kasus gangguan usaha

dan konf lik perkebunan; (8) Memberikan pelayanan perencanaan,

program, anggaran, kerj asama t eknis, administ rasi keuangan, aset ,

umum, organisasi, t at a laksana, kepegawaian, hukum, humas,

administ rasi perkant oran, evaluasi pelaksanaan kegiat an dan

penyediaan dat a sert a inf ormasi yang berkual it as; (9) Melakukan upaya

pengembangan komodit as perkebunan sumber bio-energy, sist em

pert anian polikul t ur sert a penerapan int egrasi t anaman perkebunan

dalam mendukung pengembangan sist em pert anian bio-indust ry melalui

pendekat an zero wast e management .

Sasaran st rat egis Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun 2015 yait u

peningkat an produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan

berkelanj ut an, yang dif okuskan pada peningkat an produksi dan

produkt ivit as 16 komodit as st rat egis yangmenj adi unggulan nasional

perkebunan (t ebu, kapas, t embakau nilam, karet , kelapa sawit , kelapa,

kopi, kakao, j ambu met e, lada, cengkeh, t eh, pala, sagu dan kemiri

sunan).

Mengingat banyaknya permasalahan yang ada, sedangkan sumberdaya

(SDM, t eknologi, sarana dan prasarana sert a dana) yang j umlahnya

t erbat as, maka kegiat an pembangunan perkebunan dilaksanakan

berdasarkan skala priorit as. Dengan menet apkan skala priorit as,

diharapkan sumberdaya yang ada dapat dimanf aat kan secara ef ekt if

dan ef esien unt uk memecahkan permasalahan yang ada secara

komprehensif . At as dasar skala priorit as t ersebut pada t ahun 2015

St rat egi Dit j en. Perkebunan t ahun 2015-2019 dalam pencapaian 6

(6)

sasaran st rat egis Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019 diant aranya

st r at egi pemenuhan penyedi aan bahan baku bi o-ener gy dan

pengembangan f ondasi si st em per t ani an bi o-i ndust r y; 5) st r at egi

akunt abi l i t as ki ner j a apar at ur pemer i nt ah yang bai k; dan 6) st r at egi

peni ngkat an pendapat an kel uar ga pekebun.

Pengukuran Kinerj a berdasarkan capaian kinerj a t ingkat nasional di

lingkup Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015 yang diwuj udkan

dalam bent uk produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan, dapat

diperoleh hasil sebagai berikut :

Capaian kinerj a makro Direkt orat Jenderal Perkebunan selama enam

t ahun t erakhir (2010-2015), semua indikat or mengalami peningkat an

yang cukup signif ikan, khususnya PDB berdasarkan harga berlaku

(10, 39%) yang dapat digunakan unt uk melihat kont ribusinya t erhadap

pembangunan ekonomi, ket erlibat an t enaga kerj a di sekt or perkebunan

mengalami peningkat an dengan laj u pert umbuhan yang mencapai

2, 50%. Neraca perdagangan unt uk komdit i perkebunan yang sedikit

peningkat an sebesar 0, 73% dan ekspor komodit i perkebunan yang

mencapai 3, 17% per t ahun.

Hasil pengukuran kinerj a t erhadap capaian sasaran program yang

berupa out comes yang diwuj udkan dalam bent uk produksi dan

(7)

produkt ivit as t anaman perkebunan, selama 6 t ahun (2010-2015)

mengalami kenaikan yang cukup signif ikan dengan laj u pert umbuhan

produksi rat a-rat a sebesar 5, 21% per t ahun dari 32, 38 j ut a t on pada

t ahun 2010 menj adi 41, 67 j ut a t on pada t ahun 2015. Bila dibandingkan

dengan t arget Renst ra sesuai Rencana Kinerj a Tahunan (RKT) at au

Perj anj ian Kinerj a (PK) Tahun 2015 bahwa capaian produksi 16

komodit as unggulan mencapai 41, 67 j ut a t on dari t arget sebesar 42, 69

j ut a t on at au mencapai 97, 59%. Namun meningkat menj adi 103, 47%

bila dibandingkan dengan capaian produksi t ahun 2014 yang besarnya

40, 27 j ut a t on at au mengalami peningkat an sebesar 3, 47%. Jika

dibandingkan dengan t arget sampai dengan berakhirnya Rencana

St rat egis (RENSTRA) Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015 - 2019,

maka capaian t ahun 2015 mencapai 83, 01%. Sedangkan capaian luas

areal tanaman, j ika dibandingkan dengan RKT t ahun 2015 yang nilainya

23, 61 j ut a hekt ar, maka capaiannya sebesar 135, 67%. Apabila

dibandingkan dengan t ahun 2014, luas areal perkebunan mengalami

peningkat an sebesar 1, 45% atau mencapai 101, 45% dari 23, 27 j ut a

hekt ar menj adi 23, 60 j ut a hekt ar unt uk t ahun 2015. Terhadap t arget

Renst ra 2015-2019 yang besarnya 18, 29 j ut a ha, maka kinerj a t ahun

2015 sudah mencapai 129, 09%.

Direkt orat Jenderal Perkebunan dalam rangka mendukung

pengembangan perkebunan t ahun 2015 mendapat alokasi anggaran awal

(r ef ocusi ng) pada bulan Maret 2015 sebesar Rp. 1. 585. 459. 690. 000, -.

Pada t anggal 13 April 2015 t erj adi revisi I karena mendapat anggaran

t ambahan yang disebut APBN Perubahan (APBN-P) menj adi sebesar

Rp. 4. 754. 153. 234. 000, -. Kemudian dilakukan revisi ke 2 dengan

(8)

pengurangan anggaran unt uk kegiat an t anaman pangan pada t anggal 10

Juli 2015 t erhadap t ot al alokasi pengelolaan anggaran, sehingga

menj adi sebesar Rp. 4. 505. 279. 599. 000, -. Pada t anggal 28 Agust us 2015

dilakukan revisi ke 3 karena adanya penambahan dana menj adi sebesar

Rp. 4. 509. 268. 026. 000, -. Selanj ut nya pada t anggal 10 Desember 2015

dilakukan revisi ke 4 dengan pengurangan anggaran sebesar

Rp. 12. 000. 000. 000, - unt uk membayar kenaikan t unj angan kinerj a

pegawai di Kement erian Pert anian sehingga t ot al anggaran menj adi

sebesar Rp. 4. 497. 268. 026. 000, -.

Realisasi penyerapan anggaran pelaksanaan Program Peningkat an

Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Perkebunan Berkelanj ut an pada

t ahun 2015 sebesar Rp. 3. 567. 602. 932. 924, - dari t ot al pagu sebesar

Rp. 4. 497. 268. 026. 000, - at au keuangan mencapai 79, 33% dengan

capaian fisik seluruhnya86, 97%.

Capaian kinerj a per kegiat an ut ama secara berurut an adalah kegiat an

Dukungan Penguj ian dan Pengawasan Mut u Benih dan Penyiapan

Teknologi Prot eksi Tanaman Perkebunan sebesar 93, 65%, Peningkat an

Produksi dan Produkt ivit as Tanaman Rempah dan Penyegar sebesar

88, 98%, Dukungan Penanganan Pascapanen dan Pembinaan Usaha

sebesar 87, 63%, Peningkat an Produksi dan Produkt ivit as Tanaman

Tahunan sebesar 86, 73%, Dukungan Perlindungan Perkebunan sebesar

82, 15%, Dukungan Manaj emen dan Dukungan Teknis Lainnya Dit j en

Perkebunan sebesar 78, 03%, dan Peningkat an Produksi dan

Produkt ivit as Tanaman Semusim sebesar 63, 70%.

Pada Tahun 2015 pembangunan perkebunan dilaksanakan oleh 88 sat ker

yang t erdiri at as Sat ker Direkt orat Jenderal Perkebunan (Pusat ), Sat ker

(9)

UPT Pusat (4 sat ker), Sat ker Dinas Provinsi (33 sat ker) dan Sat ker Dinas

Kabupat en/ kot a (50 sat ker).

Capaian kinerj a pada t riwulan IV cukup mengalami peningkat an

dibandingkan t riwulan III. Jika dilihat dari sat ker yang masuk kat egori

sangat berhasil yait u meningkat 26, 14% dari 8 sat ker menj adi 23 sat ker,

unt uk yang berhasil meningkat 56, 82% dari 7 sat ker menj adi 50 sat ker,

cukup berhasil j uga meningkat 13, 64% dari 11 sat ker menj adi 12 sat ker

dan kurang berhasil t urun menj adi 3, 41% yait u dari 62 sat ker menj adi 3

sat ker.

Sat ker yang serapan anggarannya dibawah 80% akan dipert imbangkan

unt uk dikenakan punishment pada pengalokasian anggaran Direkt orat

Jenderal Perkebunan pada t ahun 2017.

Permasalahan yang mengakibat kan kurang ef ekt if dalam pencapaian sasaran pembangunan perkebunan t ahun 2015 secara umum adalah pengadaan barang dan j asa, permodalan pet ani yang masih sulit di akses, dan t erlambat nya penyediaan benih dan koordinasi yang belum opt imal. Permasalahan t ersebut dikelompokkan menj adi administ rasi dan t eknis. Lebih lanj ut unt uk t eknis diuraikan lagi menj adi t eknis perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Permasalahan t ersebut sebagian besar t elah mampu diat asi dengan baik, sehingga kegiat an dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.

(10)

DAFTAR ISI

1. 3. 1. Tant angan Pembangunan Perkebunan Dalam Ruang Lingkup Global . . . 16

1. 3. 2. Tant angan Pembangunan Perkebunan Dalam Ruang Lingkup Sekt or Pert anian . . . 17

1. 3. 3. Tant angan Pembangunan Perkebunan Dalam Ruang Lingkup Sub Sekt or Perke- bunan . . . 18

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA . . . 20

2. 1. Perencanaan St rat egis Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015 – 2019 . . . 20

2. 1. 1. Visi Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019 . . . 23

2. 1. 2. Misi Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019 . . . 24

2. 1. 3. Tuj uan Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019 . . . 25

2. 1. 4. Arah Kebij akan Direkt orat Jenderal Perke- bunan Tahun 2015-2019 . . . 28

2. 1. 5. Sasaran St rat egis Direkt orat Jenderal Perke- bunan Tahun 2015-2019 . . . 29 2. 1. 6. Program Direkt orat Jenderal Perkebunan

(11)

Tahun 2015-2019 . . . 33

2. 1. 7. Agenda Priorit as NAWACITA Tahun 2015- 2019 . . . 37

2. 1. 8. Kegiat an Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019 . . . 41

2. 1. 9. Kait an Kegiat an Dengan Fokus Kegiat an Pembangunan Perkebunan Tahun 2015- 2019 . . . 42

2. 2. Rencana Kinerj a Tahunan (RKT) Tahun 2015 . . . 48

2. 2. 1. Sasaran Kegiat an Direkt orat Jenderal Per- kebunan Tahun 2015 . . . 49

2. 3. Perj anj ian Kinerj a . . . 55

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA . . . 64

3. 1. Pengukuran Kinerj a . . . 64

3. 1. 1. Pengukuran Kinerj a Capaian Sasaran Program (Out comes) . . . 67

3. 1. 1. 1. Produksi . . . 69

3. 1. 1. 2. Produkt ivit as . . . 71

3. 1. 2. Pengukuran Kinerj a Capaian Sasaran Kegiat an (Out put s) . . . 72

3. 1. 2. 1. Pengukuran Kinerj a Terhadap Capaian Sasaran Kegiat an Nasional . . . 72

(12)

3. 1. 2. 2. 6. Sekret ariat Direkt orat 3. 2. 1. Evaluasi Kinerj a Terhadap Capaian Sasaran

Program (Out comes) . . . 93 3. 2. 2. Evaluasi Kinerj a Terhadap Capaian Sasaran

(13)

3. 2. 2. 3. Capaian Kinerj a Terhadap Sasaran RENSTRA Direkt orat Jenderal Perkebunan Tahun

2015-2019 . . . 102

3. 3. Akunt abilit as Keuangan . . . 103

3. 3. 1. Capaian Kinerj a Keuangan Berdasarkan

Kegiat an Ut ama Tahun 2015 . . . 104

3. 3. 2. Capaian Kinerj a Keuangan Berdasarkan

(14)
(15)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Indikat or Kinerj a Program (IKP) Peningkat an Produk-

si dan Produkt ivit as Tanaman Perkebunan Berkelan-

j ut an Tahun 2015-2019 . . . 36

Tabel 2 : Perj anj ian Kinerj a (PK) Direkt orat Jenderal

Perkebunan Tahun 2015 . . . 57

Tabel 3 : Capaian Kinerj a Makro Pembangunan Perkebunan Tahun 2015 . . . 66

Tabel 4 : Perkembangan Produksi Komodit as perkebunan

Tahun 2010-2015 . . . 70

Tabel 5 : Perkembangan Produkt ivit as Perkebunan Tahun 2010-2015 . . . 71

Tabel 6 : Perkembangan Luas Areal Komodit as Perkebunan Tahun 2010-2015 . . . 73

Tabel 7 : Capaian Kinerj a Produksi Tahun 2015 . . . 95

Tabel 8 : Capaian Kinerj a Produkt ivit as Tahun 2015 . . . 98

Tabel 9 : Capaian Kinerj a Luas Areal Perkebunan Tahun 2015 . . 101

Tabel 10 : Realisasi Serapan Keuangan Per Kegiat an Ut ama Tahun 2015 . . . 105

Tabel 11 : Out put Kegiat an Peningkat an Produksi dan

Produkt ivit as Tanaman Rempah dan Penyegar Tahun

2015 . . . 110

Tabel 12 : Out put Kegiat an Peningkat an Produksi dan

Produkt ivit as Tanaman Semusim Tahun 2015 . . . 113

(16)

Tabel 13 : Out put Kegiat an Peningkat an Produksi dan

Produkt ivit as Tanaman Tahunan Tahun 2015 . . . 117

Tabel 14 : Out put Kegiat an Dukungan Penanganan Pascapanen

Dan Pembinaan Usaha Tahun 2015. . . 118

Tabel 15 : Out put Kegiat an Dukungan Perlindungan Perkebunan

Tahun 2015 . . . 126

Tabel 16 : Out put Kegiat an Dukungan Manaj emen dan Dukungan t eknis Lainnya Dit j en. Perkebunan Tahun

2015 . . . 127

Tabel 17 : Out put Kegiat an Dukungan Penguj ian dan Pengawasan Mut u Benih Sert a Penerapan Teknologi

Prot eksi Tanaman Perkebunan t ahun 2015 . . . 129

Tabel 18 : Sat ker Provinsi Yang Capaian Serapan Keuangan Mulai Dari Yang Tert inggi Sampai Dengan Yang

Terendah . . . 131

Tabel 19 : Sat ker Kabupat en/ Kot a Yang Capaian Serapan Keuangan Mulai Dari Yang Tert inggi Sampai Dengan

Yang Terendah. . . 132

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Pengukuran Kinerj a Out comes Tahun 2015

(Berdasarkan Dari RKT/ Renst ra) . . . 161

Lampiran 2 : Capaian Kinerj a Program/ Kegiat an Direkt orat

Jenderal Perkebunan Tahun 2015 (Berdasarkan

Dari RKT/ Renst ra). . . 163

Lampiran 3 : Perj anj ian Kinerj a (PK) Tahun 2015 . . . 167

Lampiran 4 : Rekapit ulasi Realisasi Anggaran Triwulan IV

Sat ker Lingkup Direkt orat Jenderal Perkebunan

Tahun 2015 . . . 189

(18)

BAB I

P E N D A H U L U A N

(19)

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Pembangunan perkebunan sebagai bagian int egral dari pembangunan

pert anian dan pembangunan nasional merupakan salah sat u pot ensi

st rat egis dalam meningkat kan kemakmuran dan kesej aht eraan rakyat .

Oleh karenanya pengelolaannya harus diselaraskan dengan upaya

pengelolaan sumberdaya alam dan pemeliharaan daya dukungnya agar

bermanf aat bagi peningkat an kesej aht eraan rakyat dari generasi

ke-generasi. Pada t ahun 2015-2019, sub sekt or perkebunan masih menj adi

sub sekt or pent ing dalam peningkat an perekonomian nasional. Peran

st rat egis sub sekt or perkebunan baik secara ekonomis, ekologis maupun

sosial budaya ini digambarkan melalui kont ribusinya dalampenyumbang

PDB; nilai invest asi yang t inggi dalam membangun perekonomian

nasional; berkont ribusi dalam menyeimbangkan neraca perdagangan

komodit as pert anian nasional; sumber devisa negara dari komodit as

ekspor; berkont ribusi dalam peningkat an penerimaan negara dari cukai,

paj ak ekspor dan bea keluar; penyediaan bahan pangan dan bahan baku

indust ri; penyerap t enaga kerj a; sumber ut ama pendapat an masyarakat

pedesaan, daerah perbat asan dan daerah t ert inggal; pengent asan

kemiskinan; penyedia bahan bakar nabat i dan bioenergy yang bersif at

t erbarukan, berperan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca

sert a berkont ribusi dalam pelest arian sumber daya alam dan lingkungan

hidup dengan mengikut i kaidah-kaidah konservasi. Sej alan dengan

(20)

berbagai kont ribusi sub sekt or perkebunan t ersebut maka segala bent uk

usaha budidaya perkebunan harus mengedepankan keseimbangan

pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan alat / sarana

prasarana input produksi melalui kegiat an penyelenggaraan perkebunan

yang memenuhi kaidah pelest arian lingkungan hidup. Hal t ersebut

dij elaskan dalam Undang-Undang nomor 39 t ahun 2014 t ent ang

Perkebunan.

Undang-Undang nomor 39 t ahun 2014 yang dit erbit kan pada t anggal 17

Okt ober 2014 yang menyat akan bahwa perkebunan adalah segala

kegiat an pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sarana

produksi, alat dan mesin, budidaya, panen, pengolahan dan pemasaran

t erkait t anaman perkebunan. Dengan pengert ian yang luas t ersebut ,

penyelenggaraan perkebunan mengemban amanat yang berat dalam

mendukung pembangunan nasional. Amanat t ersebut mengharuskan

penyelenggaraan perkebunan dit uj ukan unt uk (1) meningkat kan

kesej aht eraan dan kemakmuran rakyat ; (2) meningkat kan sumber

devisa negara; (3) menyediakan lapangan kerj a dan kesempat an

berusaha; (4) meningkat kan produksi, produkt ivit as, kualit as, nilai

t ambah, daya saing dan pangsa pasar; (5) meningkat kan dan memenuhi

kebut uhan konsumsi sert a bahan baku indust ri dalam negeri; (6)

memberikan perlindungan pada pelaku usaha perkebunan dan

masyarakat ; (7) mengelola dan mengembangkan sumber daya

perkebunan secara opt imal, bert anggung j awab dan lest ari, dan (8)

meningkat kan pemanf aat an j asa perkebunan.

(21)

Dalam era ot onomi daerah dan desent ralisasi f iskal perencanaan dan

penganggaran diamanat kan mengikut i pembagian kewenangan pusat

dan daerah sesuai UU nomor 23 t ahun 2014 t ent ang Pemerint ahan

Daerah. Pemerint ah pusat dan daerah memiliki kewenangan dan

t anggung j awab masing-masing dalam pembangunan.

Undang-undang t ersebut memasukkan bidang-bidang t erkait sub sekt or

perkebunan yang menj adi kewenangan Pemerint ah Daerah sepert i

t enaga kerj a, st at ist ik, pemberdayaan masyarakat dan desa, pangan,

lingkungan hidup dan pert anahan sebagai urusan waj ib yang t idak

t erkait pelayanan. lmplikasi penet apan urusan pert anian sebagai urusan

pemerint ah bersif at pilihan khususnya sub sekt or perkebunan yang

memiliki kekhasan komodit as sesuai pot ensi unggulan daerah adalah

akan membuka peluang negosiasi ant ara Pemerint ah Pusat dan

Pemerint ah Daerah unt uk menent ukan pembagian kewenangan sub

sekt or perkebunan yang t epat dan disesuaikan dengan kebij akan

program, anggaran dan regulasi yang ef ekt if dan ef isien.

Dalam rangka mewuj udkan pert anggungj awaban pelaksanaan t ugas

pokok dan f ungsi sert a pengelolaan sumberdaya, kebij akan dan program

bagi inst ansi pemerint ah, maka diperlukan Sist em Akunt abilit as Kinerj a

Inst ansi Pemerint ah (SAKIP) yang memadai. Penyusunan Laporan

Kinerj a (LAKIP) didasarkan at as Rencana St rat egis (Renst ra), Rencana

Kinerj a Tahunan (RKT) dan Penet apan Kinerj a (PK). Laporan ini disusun

sesuai dengan Inst ruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 t ahun

1999 t ent ang Laporan Akunt abilit as Kinerj a Inst ansi Pemerint ah (LAKIP)

(22)

yang diperbaharui dengan Perat uran Presiden Nomor 29 Tahun 2014,

t ent ang Sist em Akunt abilit as Kinerj a Inst ansi Pemerint ah (SAKIP) dan

dalam penyusunannya mengacu pada yang dit et apkan dalam Perat uran

Ment eri Negara Pendayagunaan Aparat ur Negara dan Ref ormasi

Birokrasi (MENPAN & RB) Nomor 53 Tahun 2014 t ent ang Pet unj uk Teknis

Perj anj ian Kinerj a, Pelaporan Kinerj a dan Tat a Cara Reviu At as Laporan

Kinerj a Inst ansi Pemerint ah dengan Format yang t erdiri dari: 1) Ikht isar

Eksekut if ; 2) Bab I Pendahuluan; 3) Bab II Perencanaan Kinerj a; 4) Bab

III Akunt abilit as Kinerj a yang meliput i: (a) Capaian Kinerj a Organisasi

sesuai dengan hasil pengukuran kinerj a organisasi dengan melakukan

analisis capaian kinerj a; (b) Realisasi Anggaran yang digunakan dan

t elah digunakan sesuai dengan dokumen Perj anj ian Kinerj a; 5) Bab IV

Penut up dan Lampiran-lampiran.

1. 2. Organisasi

Berdasarkan Perat uran Ment eri Pert anian Nomor:

43/ Perment an/ OT. 010/ 8/ 2015 t anggal 14 Agust us 2015 t ent ang

Organisasi dan Tat a Kerj a Kemet erian Pert anian yang menj adi

nomenklat ur organisasi Direkt orat Jenderal Perkebunan yang baru.

Namun perat uran yang baru t ersebut belum bisa dilaksanakan karena

belum ada uraian t ugas dan f ungsi t erhadap st rukt ur organisasinya.

Oleh karena it u program dan kegiat an yang dilaksanakan Direkt orat

Jenderal Perkebunan masih menggunakan Perat uran Ment eri Pert anian

(23)

Nomor: 61/ Perment an/ OT. 140/ 10/ 2010 t anggal 14 Okt ober 2010

t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a Kemet erian Pert anian (lama).

Dalam melaksanakan t ugasnya, Direkt orat Jenderal Perkebunan

mempunyai tugas “ mer umuskan ser t a mel aksanakan kebi j akan dan

st andar i sasi t ekni s di bi dang per kebunan”. Unt uk pelaksanaan t ugas

t ersebut , Direkt orat Jenderal Perkebunan menyelenggarakan fungsi:

1) Perumusan kebij akan di bidang perbenihan, budidaya,

perlindungan, dan pascapanen perkebunan;

2) Pelaksanaan kebij akan di bidang perbenihan, budidaya,

perlindungan dan pascapanen perkebunan;

3) Penyusunan norma, st andar, prosedur dan krit eria, di bidang

perbenihan, budidaya, perlindungan dan pascapanen perkebunan;

4) Pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang perbenihan,

budidaya, perlindungan dan pascapanen perkebunan; dan

5) Pelaksanaan administ rasi Direkt orat Jenderal Perkebunan.

Susunan Organisasi Direkt orat Jenderal Perkebunan t erdiri dari

Sekret ariat Direkt orat Jenderal, Direkt orat Tanaman Semusim,

Direkt orat Tanaman Rempah dan Penyegar, Direkt orat Tanaman

Tahunan, Direkt orat Perlindungan Perkebunan dan Direkt orat

Pascapanen dan Pembinaan Usaha.

Berdasarkan Perat uran Ment eri Pert anian t ersebut maka t ugas dan

f ungsi dari masing-masing unit kerj a adalah sebagai berikut :

(24)

1) Sekret ariat Direkt orat Jenderal Perkebunan, mempunyai t ugas

memberikan pelayanan t eknis dan administ rasi kepada seluruh unit

organisasi di lingkungan Direkt orat Jenderal Perkebunan. Dalam

melaksanakan t ugas t ersebut , Sekret ariat Direkt orat Jenderal

Perkebunan menyelenggarakan f ungsi:

a. Koordinasi, dan penyusunan rencana dan program, anggaran,

dan kerj asama di bidang perkebunan;

b. Pengelolaan urusan keuangan dan perlengkapan;

c. Evaluasi dan penyempurnaan organisasi, t at a laksana,

pengelolaan urusan kepegawaian, dan penyusunan rancangan

perat uran perundang-undangan, sert a pelaksanaan hubungan

masyarakat dan inf ormasi publik;

d. Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiat an di bidang

perkebunan; dan

e. Pelaksanaan urusan t at a usaha Direkt orat Jenderal Perkebunan.

2) Direkt orat Tanaman Semusim, mempunyai t ugas melaksanakan

penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebij akan, penyusunan

norma, st andar, prosedur, dan krit eria sert a pemberian bimbingan

t eknis dan evaluasi di bidang t anaman semusim. Dalam

melaksanakan t ugas t ersebut , Direkt orat Tanaman Semusim

menyelenggarakan f ungsi:

(25)

a. Penyiapan perumusan kebij akan di bidang ident if ikasi dan

pendayagunaan, sumber daya, perbenihan, budidaya sert a

pemberdayaan dan kelembagaan t anaman semusim;

b. Pelaksanan kebij akan di bidang ident if ikasi dan pendayagunaan

sumber daya, perbenihan, budidaya sert a pemberdayaan dan

kelembagaan t anaman semusim;

c. Penyusunan norma, st andar, prosedur dan krit eria, di bidang

ident if ikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan,

budidaya sert a pemberdayaan dan kelembagaan t anaman

semusim;

d. Pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang ident if ikasi

dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya sert a

pember-dayaan dan kelembagaan t anaman semusim;

e. Pelaksanaan urusan t at a usaha Direkt orat Tanaman Semusim.

3) Direkt orat Tanaman Rempah dan Penyegar, mempunyai t ugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebij akan,

penyusunan norma, st andar, pedoman, prosedur, dan krit eria sert a

pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang t anaman

rempah dan penyegar. Dalam melaksanakan t ugas t ersebut ,

Direkt orat Tanaman Rempah dan Penyegar menye-lenggarakan

f ungsi:

a. Penyiapan perumusan kebij akan di bidang ident if ikasi dan

pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya, sert a

(26)

pemberdayaan dan kelembagaan t anaman rempah dan

penyegar;

b. Pelaksanaan kebij akan di bidang ident if ikasi dan pendayagunaan

sumber daya, perbenihan, budidaya, sert a pemberdayaan dan

kelembagaan t anaman rempah dan penyegar;

c. Penyusunan norma, st andar, prosedur dan krit eria, di bidang

ident if ikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan,

budidaya sert a pemberdayaan dan kelembagaan t anaman

rempah dan penyegar;

d. Pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang ident if ikasi

dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya sert a

pemberdayaan dan kelembagaan t anaman rempah dan

penyegar;

e. Pelaksanaan urusan t at a usaha Direkt orat Rempah dan Penyegar.

4) Direkt orat Tanaman Tahunan, mempunyai t ugas melaksanakan

penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebij akan, penyusunan

norma, st andar, prosedur, dan krit eria sert a pemberian bimbingan

t eknis dan evaluasi di bidang t anaman t ahunan. Dalam

melaksanakan t ugas t ersebut , Direkt orat Tanaman Tahunan

menyelenggarakan f ungsi :

a. Penyiapan perumusan kebij akan di bidang ident if ikasi dan

pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya, sert a

pemberdayaan dan kelembagaan t anaman t ahunan;

(27)

b. Pelaksanan kebij akan di bidang ident if ikasi dan pendayagunaan

sumber daya, perbenihan, budidaya, sert a pemberdayaan dan

kelembagaan t anaman t ahunan;

c. Penyusunan norma, st andar, prosedur dan krit eria, di bidang

ident if ikasi dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan,

budidaya sert a pemberdayaan dan kelembagaan t anaman

t ahunan;

d. Pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang ident if ikasi

dan pendayagunaan sumber daya, perbenihan, budidaya sert a

pemberdayaan dan kelembagaan t anaman t ahunan;

e. Pelaksanaan urusan t at a usaha Direkt orat Tanaman Tahunan.

5) Direkt orat Perlindungan Perkebunan, mempunyai t ugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebij akan,

penyusunan norma, st andar, prosedur, dan krit eria, sert a

pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang perlindungan

perkebunan. Dalam melaksanakan t ugas t ersebut , Direkt orat

Perlindungan Perkebunan menyelenggarakan f ungsi:

a. Penyiapan perumusan kebij akan di bidang ident if ilkasi dan

pengendalian organisme pengganggu t umbuhan, t anaman

semusim, rempah dan penyegar, dan t ahunan, sert a dampak

perubahan iklim dan pencegahan kebakaran;

b. Pelaksanan kebij akan di bidang ident if ilkasi dan pengendalian

organisme pengganggu t umbuhan, t anaman semusim, rempah

(28)

dan penyegar, dan t ahunan, sert a dampak perubahan iklim dan

pencegahan kebakaran;

c. Penyusunan pengendalian organisme pengganggu t umbuhan,

t anaman semusim, rempah dan penyegar, dan t ahunan, sert a

dampak perubahan iklim dan pencegahan kebakaran;

d. Pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang ident if ilkasi

dan pengendalian organisme pengganggu t umbuhan, t anaman

semusim, rempah dan penyegar, dan t ahunan, sert a dampak

perubahan iklim dan pencegahan kebakaran;

e. Pelaksanaan urusan t at a usaha Direkt orat Perlindungan

Perkebunan.

6) Direkt orat Pascapanen dan Pembinaan Usaha mempunyai t ugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebij akan,

penyusunan norma, st andar, prosedur, dan krit eria, sert a

pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang pascapanen dan

pembinaan usaha. Dalam melaksanakan t ugas t ersebut , Direkt orat

Pascapanen dan Pembinaan Usaha menyelenggarakan f ungsi:

a. Penyiapan perumusan kebij akan di bidang pascapanen t anaman

semusim, rempah dan penyegar, t ahunan, dan bimbingan usaha

dan perkebunan berkelanj ut an, sert a gangguan usaha dan

penanganan konf lik;

b. Pelaksanan kebij akan di bidang pascapanen t anaman semusim,

rempah dan penyegar, t ahunan, dan bimbingan usaha dan

(29)

perkebunan berkelanj ut an, sert a gangguan usaha dan

penanganan konf lik;

c. Penyusunan norma, st andar, prosedur dan krit eria, di bidang

pascapanen t anaman semusim, rempah dan penyegar, t ahunan,

dan bimbingan usaha dan perkebunan berkelanj ut an, sert a

gangguan usaha dan penanganan konf lik;

d. Pemberian bimbingan t eknis dan evaluasi di bidang pascapanen

t anaman semusim, rempah dan penyegar, t ahunan, dan

bimbingan usaha dan perkebunan berkelanj ut an, sert a gangguan

usaha dan penanganan konf lik;

e. Pelaksanaan urusan t at a usaha Direkt orat Pascapanen dan

Pembinaan Usaha.

7) UPT Pusat yang berada di daerah sebanyak 4 UPT sesuai dengan

Surat Keput usan Ment eri Pert anian Nomor: 08, 09, 10, 11/ Perment an

/ OT. 140/ 2/ 2008, t anggal 9 Pebruari 2008 yait u: BBP2TP Surabaya,

BBP2TP Medan, dan BBP2TP Ambon. yang st at usnya set ara Eselon

II. b dan BPTP Pont ianak st at usnya set ara Eselon III. a.

Kedudukan dari Balai Besar Perbenihan dan Prot eksi Tanaman

Perkebunan (BBP2TP) adalah sebagai unit pelaksana t eknis

Direkt orat Jenderal Perkebunan berada di bawah dan bert anggung

j awab kepada Direkt ur Jenderal Perkebunan, pembinaan t eknis

bidang perbenihan dilaksanakan oleh Direkt ur Tanaman Semusim,

Direkt ur Tanaman Rempah dan Penyegar, Direkt ur Tanaman

(30)

Tahunan, dan bidang prot eksi dilaksanakan oleh Direkt ur

Perlindungan Perkebunan. Sedangkan unt uk Balai Prot eksi Tanaman

Perkebunan (BPTP) adalah sebagai unit pelaksana t eknis Direkt orat

Jenderal Perkebunan berada di bawah dan bert anggung j awab

kepada Direkt ur Jenderal Perkebunan, pembinaan t eknis

dilaksanakan oleh Direkt ur Perlindungan Perkebunan.

Tugas pokok BBP2TP Surabaya, Medan, dan Ambon adalah

melaksanakan pengawasan, pengembangan penguj ian mut u benih,

dan analisis t eknis dan pengembangan prot eksi t anaman

perkebunan, sert a pemberian bimbingan t eknis penerapan sist em

manaj emen mut u dan laborat orium. Sedangkan BPTP Pont ianak

mempunyai t ugas pokok melaksanakan analisis t eknis dan

pengembangan prot eksi t anaman perkebunan.

Dalam melaksanakan t ugas pokok sebagaimana t ersebut diat as,

BBP2TP Surabaya, Medan, dan Ambon menyelenggarakan f ungsi

sebagai berikut :

a. Pengawasan pelest arian plasma nut f ah t ingkat nasional;

b. Pelaksanaan penguj ian mut u benih perkebunan int roduksi, eks

impor, dan yang akan di ekspor, sert a rekayasa genet ika;

c. Pelaksanaan penguj ian adapt asi (observasi) benih perkebunan

dalam rangka pelepasan variet as;

d. Pelaksanaan penilaian penguj ian manf aat dan kelayakan benih

perkebunan dalam rangka penarikan variet as;

(31)

e. Pelaksanaan penguj ian mut u dan sert if ikasi benih perkebunan

dalam rangka pemberian sert if ikat layak edar;

f . Pelaksanaan pemant auan benih perkebunan yang beredar

lint as provinsi;

g. Pelaksanaan pengembangan t eknik dan met ode penguj ian mut u

benih perkebunan dan uj i acuan (r ef er ee f est);

h. Pelaksanaan ident if ikasi organisme pengganggu t umbuhan

(OPT) perkebunan;

i. Pelaksanaan analisis dat a serangan dan perkembangan sit uasi

OPT sert a f akt or yang mempengaruhi;

j . Pelaksanaan analisis dat a gangguan usaha perkebunan dan

dampak anomali iklim sert a f akt or yang mempengaruhi;

k. Pengembangan t eknik sur vei l l ance OPT pent ing;

l. Pelaksanaan pengembangan met ode pengamat an, model

peramalan t aksasi kehilangan hasil, dan t eknik pengendalian

OPT perkebunan;

m. Pelaksanaan eksplorasi dan ivent arisasi musuh alami OPT

perkebunan;

n. Pelaksanaan pengembangan t eknologi perbanyakan , penilaian

kualit as, dan pelepasan agens hayat i OPT perkebunan;

o. Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi agens hayat i OPT

perkebunan;

(32)

p. Pelaksanaan pengembangan t eknologi prot eksi perkebunan

yang berorient asi pada implement asi pengendalian hama

t erpadu;

q. Pelaksanaan penguj ian dan analisis residu pest isida;

r. Pemberian pelayanan t eknik kegiat an perbenihan dan prot eksi

t anaman perkebunan;

s. Pengelolaan dat a dan inf ormasi kegiat an perbenihan dan

prot eksi t anaman perkebunan;

t . Pemberian bimbingan t eknis penerapan sist em manaj emen

mut u dan manaj emen laborat orium perbenihan dan prot eksi

t anaman perkebunan;

u. Pelaksanaan pengembangan j aringan dan kerj asama

laborat orium perbenihan dan prot eksi t anaman perkebunan;

v. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, t at a usaha dan

rumah t angga Balai Besar.

Sedangkan BPTP Pont ianak dalam melaksanakan t ugasnya,

menyelenggarakan f ungsi:

a. Pelaksanaan ident if ikasi organisme pengganggu t umbuhan

(OPT) perkebunan;

b. Pelaksanaan analisis dat a serangan dan perkembangan sit uasi

OPT sert a f akt or yang mempengaruhi;

c. Pelaksanaan analisis dat a gangguan usaha perkebunan dan

dampak anomali iklim sert a f akt or yang mempengaruhi;

(33)

d. Pelaksanaan pengembangan t eknologi perbanyakan dan

pelepasan agens hayat i OPT perkebunan;

e. Pelaksanaan pengembangan met ode pengamat an, model

peramalan t aksasi kehilangan hasil, dan t eknik pengendalian

OPT perkebunan;

f . Pelaksanaan eksplorasi dan ivent arisasi musuh alami OPT

perkebunan;

g. Pelaksanaan pengembangan t eknologi perbanyakan, penilaian

kualit as, dan pelepasan agens hayat i OPT perkebunan;

h. Pelaksanaan pengembangan t eknologi prot eksi perkebunan

yang berorient asi pada implement asi pengendalian hama

t erpadu;

i. Pelaksanaan penguj ian dandan pemanf aat an pest isida nabat i;

j . Pemberian pelayanan t eknik kegiat an analisis t eknis dan

pengembangan prot eksi t anaman perkebunan;

k. Pengelolaan dat a dan inf ormasi kegiat an analisis t eknis dan

pengembangan prot eksi t anaman perkebunan;

l. Pelaksanaan pengembangan j aringan dan kerj asama

laborat orium perbenihan dan prot eksi t anaman perkebunan;

m. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, t at a usaha dan

rumah t angga Balai.

(34)

1. 3. Aspek Strategis Organisasi

Mencermat i isu-isu st rat egis sebagaimana diungkapkan dalam

Rancangan Teknokrat ik RPJMN 2015-2019 yang meliput i bidang

ekonomi, sumber daya alam dan lingkungan hidup, kesej aht eraan

rakyat , kewilayahan dan kedaerahan sert a bidang polit ik, hukum,

pert ahanan dan keamanan, maka t ant angan kedepan yang akan

dihadapi dalam membangun perkebunan secara garis besar

dikelompokkan menj adi 1) t ant angan pembangunan perkebunan dalam

ruang lingkup global; 2) t ant angan pembangunan perkebunan dalam

ruang lingkup sekt or pert anian dan 3) t ant angan pembangunan

perkebunan dalam ruang lingkup sub sekt or perkebunan.

1. 3. 1. Tantangan Pembangunan Perkebunan dalam Ruang Lingkup

Global

Tant angan yang akan dihadapi pembangunan perkebunan kedepan

dalam ruang lingkup global t erut ama berkait an dengan liberalisasi pasar

global yang dapat diklasif ikasikan yait u:

1. Liberalisasi perdagangan global (implikasi pert emuan WTO, APEC,

G20 dan kerj asama bilat eral/ mult ilat eral/ regional lainnya)

2. Kondisi perekonomian global yang menimbulkan gej olak harga

dunia (implikasi negat if era pasar bebas ASEAN/ AEC 2015)

3. Tunt ut an t erhadap at ribut mut u/ kualit as produk (implikasi dari

t unt ut an daya saing komodit as)

(35)

4. Perubahan iklim akibat pemanasan global (implikasi t erhadap

munculnya bencana alam dan peningkat an serangan 0PT)

5. Dukungan t erhadap opt imalisasi pemanf aat an sumber daya alam dan

lingkungan hidup (implikasi t erhadap pembangunan perkebunan

berkelanj ut an yang berwawasan lingkungan)

6. Tingginya t ingkat permint aan akibat ledakan j umlah penduduk dan

urbanisasi (implikasi t erhadap ket ersediaan bahan baku)

7. Aspek dist ribusi/ pengangkut an dan pemasaran (implikasi dari

globalisasi produksi dan pasar)

1. 3. 2. Tantangan Pembangunan Perkebunan dalam Ruang Lingkup

Sektor Pertanian

Tant angan yang akan dihadapi pembangunan perkebunan kedepan

dalam ruang lingkup sekt or pert anian t erut ama berkait an dengan

kondisi pert anian secara umumdapat diklasif ikasikan yait u:

1. Kondisi keberlangsungan kelembagaan pet ani/ pekebun (implikasi

lemahnya posisi t awar lembaga pet ani/ pekebun)

2. Penurunan minat generasi muda t erhadap budidaya pert anian/

perkebunan (implikasi t erbat asnya sumber daya insani (SOl)

pert anian/ perkebunan)

3. Kondisi permodalan dan akses kredit usaha (implikasi

pengembangan usaha agribisnis pert anian/ perkebunan)

(36)

4. Dukungan ket ersediaan inf rast rukt ur dan sarana prasarana

pert anian/ perkebunan (implikasi t erhadap daya dukung usaha

agribisnis pert anian/ perkebunan)

5. Penurunan kehilangan hasil (implikasi penanganan pascapanen

yang baik)

6. Kecukupan pangan bergant ung impor (implikasi kebij akan

ket ahanan dan kedaulat an pangan)

7. Desent ralisasi pengembangan pert anian/ perkebunan (implikasi dari

pemusat an pembangunan pert anian/ perkebunan di Pulau Jawa)

8. Tunt ut an at as penerapan ot onomi daerah (implikasi t erhadap

pembagian urusan pemerint ahan ant ara pemerint ah pusat ,

pemerint ah daerah provinsi dan pemerint ah daerah kabupat en/ kot a)

9. Ket idaksinambungan kebij akan/ regulasi sert a koordinasi lint as

sekt oral dan daerah (implikasi t umpang t indih kebij akan/ regulasi

lint as sekt or)

1. 3. 3. Tantangan Pembangunan Perkebunan dalam Ruang Lingkup

Sub Sektor Perkebunan

Tant angan yang akan dihadapi pembangunan perkebunan kedepan

dalam ruang lingkup sub sekt or perkebunan t erut ama berkait an dengan

kondisi perkebunan secara khusus dari aspek hulu dan hilir dapat

diklasif ikasikan yait u:

(37)

1. Ket ersediaan benih dan sarana produksi (implikasi peningkat an

produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan berkelanj ut an)

2. Ket erbat asan, penurunan kualit as, st at us kepemilikan, persaingan

pemanf aat an, degradasi dan konversi/ alih f ungsi lahan (implikasi

permasalahan umum sumber daya lahan berkelanj ut an)

3. Pemberdayaan pekebun (implikasi peningkat an kemampuan

pekebun dalam usaha agribisnis perkebunan)

4. Kondisi pert anaman perkebunan (implikasi banyaknya t anaman t ua

dan t anaman dengan produkt ivit as rendah)

5. Tunt ut an penerapan konsep pembangunan perkebunan

berkelanj ut an yang berwawasan lingkungan (implikasi dari

pemberlakuan ISPO)

6. Tunt ut an pengat uran perizinan usaha perkebunan (implikasi

ref ormasi birokrasi perizinan dalam era ot onomi daerah)

7. Konf lik dan gangguan usaha perkebunan (implikasi keamanan,

kenyamanan berusaha sert a pencipt aan minat dan iklim invest asi)

(38)

BAB II

PERENCANAAN DAN

PERJANJIAN KINERJA

(39)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2. 1. Perencanaan Strategis Direktorat Jenderal Perkebunan

Tahun 2015-2019

Berdasarkan perencanaan yang t elah disusun dalam Rencana St rat egis

(Renst ra) Dit j en. Perkebunan t ahun 2015-2019 disusun dengan mengacu

pada arah dan kebij akan pembangunan nasional sebagaimana

t ercant um dalam RPJMN 2015-2019 sesuai amanat Perat uran Presiden

nomor 2 t ahun 2015 t ent ang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Nasional t ahun 2015-2019. Arah kebij akan umum pembangunan nasional

t ahun 2015-2019 adalah 1) meningkat kan pert umbuhan ekonomi yang

inklusif dan berkelanj ut an; 2) meningkat kan pengelolaan dan nilai

t ambah sumber daya alam yang berkelanj ut an; 3) mempercepat

pembangunan inf rast rukt ur unt uk pert umbuhan dan pemerat aan; 4)

meningkat kan kualit as lingkungan hidup, mit igasi bencana alam dan

penanganan perubahan iklim; 5) penyiapan landasan pembangunan yang

kokoh; 6) meningkat kan kualit as sumber daya manusia dan

kesej aht eraan rakyat yang berkeadilan; dan 7) mengembangkan dan

memerat akan pembangunan daerah. Unt uk mewuj udkan hal t ersebut ,

pemerint ah menet apkan 9 Agenda Priorit as NAWACITA sebagai j alan

perubahan menuj u Indonesia yang berdaulat secara polit ik, mandiri

dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Amanat pembangunan nasional dalam 9 Agenda Priorit as NAWACITA

(40)

perkebunan t ahun 2015-2019 sebagaimana t ercant um dalam RPJMN

2015-2019 mencakup 2 agenda priorit as diant aranya 1) meningkat kan

produkt ivit as rakyat dan daya saing di pasar Int ernasional dengan sub

agenda priorit as akselerasi pert umbuhan ekonomi nasional melalui

peningkat an agroindust ri berbasis komodit as perkebunan; dan 2)

mewuj udkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sekt or-sekt or

st rat egis ekonomi domest ik dengan sub agenda peningkat an kedaulat an

pangan. Selain it u agenda priorit as t erkait membangun Indonesia dari

pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah (perbat asan, daerah

t ert inggal dan daerah kawasan t imur Indonesia) dan desa dalam

kerangka negara kesat uan menj adi salah sat u arah kebij akan yang akan

dipriorit askan Dit j en. Perkebunan melalui kegiat an sist emat ik.

Sasaran pokok sub agenda priorit as peningkat an agr oi ndust r y adalah

peningkat an produksi komodit as andalan dan prospekt if ekspor

perkebunan sepert i kelapa sawit , karet , kakao, t eh, kopi dan kelapa

sert a mendorong berkembangnya agroindust ri di perdesaan. Sedangkan

sasaran pokok sub agenda priorit as peningkat an kedaulat an pangan

adalah t ercapainya peningkat an ket ersediaan pangan dari t ebu yang

bersumber dari produksi dalam negeri unt uk memenuhi konsumsi gula

rumah t angga dan indust ri rumah t angga.

Secara umum pengembangan komodit as perkebunan dif okuskan pada 16

komodit as unggulan yait u Tebu, Kelapa Sawit , Karet , Kelapa, Kakao,

Kopi, Lada, Teh, Pala, Cengkeh, Jambu Met e, Sagu, Kemiri Sunan,

Kapas, Tembakau dan Nilam. Penent uan komodit as t ersebut sesuai

dengan Keput usan Ment eri Pert anian nomor 511/ Kpt s/ PD. 310/ 9/ 2006

(41)

t ent ang j enis komodit as t anaman binaan Direkt orat Jenderal

Perkebunan, Direkt orat Jenderal Tanaman Pangan dan Direkt orat

Jenderal Hort ikult ura sert a Keput usan Ment eri Pert anian nomor

3399/ Kpt s/ PD. 310/ 10/ 2009 t ent ang perubahan lampiran I dari

Keput usan Ment eri Pert anian nomor 511/ Kpt s/ PD. 310/ 9/ 2006. Arah

pengembangan komodit as-komodit as t ersebut dicapai melalui program

peningkat an produksi dan produkt ivit as dengan implement asi kegiat an

sepert i rehabilit asi, int ensif ikasi, ekst ensif ikasi dan diversif ikasi yang

didukung oleh penyediaan benih bermut u, pemberdayaan pekebun dan

penguat an kelembagaan, pembangunan dan pemeliharaan kebun

sumber benih, penanganan pascapanen, pembinaan usaha dan

perlindungan perkebunan sert a pemberian pelayanan berkualit as

dibidang manaj emen dan kesekret ariat an. Komodit as-komodit as

unggulan perkebunan yang masih dalam t ahap inisiasi t et ap

dikembangkan dan dif asilit asi Dit j en. Perkebunan yang diarahkan unt uk

pemenuhan st andar pelayanan minimum (SPM) yang meliput i

penyediaan benih/ variet as unggul, pembangunan/ pemeliharaan kebun

sumber benih (demplot , kebun induk, kebun ent res dan lain-lain),

pengendalian OPT, penanganan pascapanen, pemberdayaan pekebun,

peningkat an kapasit as sumber daya insani (SDI) dan penguat an

kelembagaan.

Sasaran st rat egis Dit j en. Perkebunan t ahun 2015-2019 yang selaras

dengan kebij akan Kement erian Pert anian sebagaimana t ert uang dalam

Renst ra Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019 adalah mendukung: 1)

(42)

produksi gula nasional; 2) peningkat an diversif ikasi pangan berbasis

komodit as perkebunan yang dif okuskan pada pengembangan komodit as

sagu dalam rangka penganekaragaman pangan perkebunan, kegiat an

int egrasi t anaman perkebunan dan t ernak, pengembangan kegiat an

t umpang sari dengan komodit as t anaman pangan/ hort ikult ura/

perkebunan lainnya dan pemanf aat an t anaman sela; 3) peningkat an

komodit as perkebunan bernilai t ambah dan berorient asi ekspor dalam

mewuj udkan daya saing sub sekt or perkebunan yang dif okuskan pada

pengembangan produk segar dan olahan dari 16 komodit as unggulan

perkebunan; 4) pemenuhan penyediaan bahan baku bio-energy dan

pengembangan f ondasi sist em pert anian bio-indust ry dengan f okus

pengembangan komodit as kelapa sawit baik melalui peningkat an

produksi dan produkt ivit as maupun melalui kegiat an int egrasi t anaman

dan t ernak sert a penyediaan benih kemiri sunan; 5) akunt abilit as

kinerj a aparat ur pemerint ah yang baik dengan menerapkan prinsip

ket erbukaan, akunt abilit as, ef ekt ivit as, ef isiensi, supremasi hukum,

keadilan, int egrit as/ komit men, kej uj uran, konsist ensi dan bebas KKN di

lingkungan organisasi Dit j en. Perkebunan; dan 6) peningkat an

pendapat an keluarga pekebun yang merupakan result an dari

pencapaian sasaran st rat egis lainnya.

2. 1. 1. Visi Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019

Dalam rangka mendukung Visi Pembangunan Nasional t ahun 2015- 2019

yait u "Terwuj udnya Indonesia yang Berdaulat , Mandiri dan

Berkepribadian Berlandaskan Got ong-Royong" dan Visi Kement erian

(43)

Pert anian t ahun 2015-2019 yait u t erwuj udnya sist em pert anian bio-

indust ry berkelanj ut an yang menghasilkan beragam pangan sehat dan

produk bernilai t ambah t inggi berbasis sumber daya lokal unt uk

kedaulat an pangan dan kesej aht eraan pet ani maka Direkt orat Jenderal

Perkebunan menet apkan Visi Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun

2015-2019 yait u "Menj adi Direkt orat Jenderal yang prof esional dalam

mewuj udkan peningkat an produksi dan produkt ivit as t anaman

perkebunan secara opt imal, berdaya saing dan bernilai t ambah t inggi

unt uk kesej aht eraan pekebun dan memperkokoh f ondasi sist em

pert anian bio-indust ry berkelanj ut an".

2. 1. 2. Misi Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019

Mengacu pada misi pembangunan nasional dan Kement erian Pert anian

maka misi pembangunan perkebunan dit et apkan sebagai berikut :

1) Mewuj udkan peningkat an produksi dan produkt ivit as t anaman

semusim, t anaman t ahunan dan t anaman rempah penyegar secara

berkelanj ut an.

2) Mewuj udkan int egrasi ant ar pelaku usaha budidaya t anaman

perkebunan dengan pendekat an kawasan.

3) Mendorong upaya penerapan budidaya t anaman perkebunan

dengan baik dan berwawasan lingkungan.

4) Mendorong upaya pemberdayaan pet ani dan penumbuhan

(44)

5) Mewuj udkan peningkat an penyediaan t eknologi dan penerapan

pascapanen t anaman perkebunan secara berkelanj ut an.

6) Menyediakan f asilit asi bimbingan dan penanganan usaha

perkebunan berkelanj ut an sert a penanganan gangguan usaha dan

konf ik perkebunan.

7) Mewuj udkan sist em perlindungan perkebunan dan penanganan

dampak perubahan iklim yang t erpadu, t erint egrasi dan

berkelanj ut an.

8) Mewuj udkan pelayanan prima dan berkualit as dibidang manaj emen

dan kesekret ariat an.

9) Mewuj udkan sist em pert anian bio-indust ry berbasis pengembangan

komodit as perkebunan.

2. 1. 3. Tuj uan Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019

Unt uk mendukung pencapaian t uj uan pembangunan nasional dan

pembangunan pert anian pada periode j angka menengah t ahun 2015-

2019, maka Direkt orat Jenderal Perkebunan menet apkan t uj uan

Direkt orat Jenderal Perkebunan dalam pembangunan perkebunan

t ahun 2015-2019 yang akan dicapai sesuai dengan penet apan Visi, Misi

sert a t ugas pokok dan f ungsi organisasi sebagai berikut :

1) Meningkat kan produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan

melalui rehabilit asi, int ensif ikasi, ekst ensif ikasi dan diversif ikasi

yang didukung oleh penyediaan benih unggul, bermut u dan

(45)

bersert if ikat , sarana produksi dan alat mesin pert anian sert a

pembangunan kebun sumber benih t anaman semusim, t anaman

t ahunan dan t anaman rempah penyegar.

2) Melakukan pengembangan komodit as unggulan perkebunan pada

lahan-lahan eksist ing dan lahan bukaan baru sesuai pot ensi kearif an

lokal, kebut uhan pengembangan kawasan dan kesiapan daerah

pengembangan melalui pendekat an kawasan yang t erint egrasi ant ar

sekt or dan memperhat ikan kelayakan ekonomi, agroekosist em,

sosial, pasar dan pengembangan/ pot ensi berkelanj ut an.

3) Melakukan pembinaan, bimbingan t eknis dan pendampingan kepada

pekebun dalam mendorong usaha agribisnis perkebunan

dibudidayakan melalui sist em budidaya perkebunan yang baik,

berkelanj ut an dan memperhat ikan isu-isu lingkungan t erut ama

dalam penggunaan benih dan sarana produksi (pupuk dan pest isida).

4) Memberikan f asilit asi kegiat an pemberdayaan pekebun dan

penguat an kelembagaan kelompok pet ani t anaman semusim,

t anaman t ahunan dan t anaman rempah penyegar melalui pelat ihan

penumbuhan kebersamaan/ dinamika kelompok, pelat ihan penguat an

kelembagaan, penyuluhan dan pendampingan, pengembangan sist em

dan sarana prasarana budidaya, dukungan penyediaan f asilit asi

pembiayaan dan permodalan sert a kemudahan akses ilmu

penget ahuan dan t eknologi inf ormasi, pascapanen dan perlindungan

(46)

5) Memf asilit asi penyediaan/ pengadaan alat pascapanen t anaman

semusim, t anaman t ahunan dan t anaman rempah penyegar yang

spesif ik lokasi dan f ungsi.

6) Melakukan upaya st rat egis dan bimbingan t eknis dalam memf asilit asi

penerapan pembinaan usaha perkebunan berkelanj ut an, perizinan

usaha pekebunan, penilaian usaha perkebunan sert a invent arisasi,

ident if ikasi dan penanganan kasus gangguan usaha dan konf lik

perkebunan.

7) Melakukan upaya st rat egis dan bimbingan t eknis dalam memf asilit asi

penerapan pembinaan usaha perkebunan berkelanj ut an, perizinan

usaha pekebunan, penilaian usaha perkebunan sert a invent arisasi,

ident if ikasi dan penanganan kasus gangguan usaha dan konf lik

perkebunan.

8) Memberikan pelayanan perencanaan, program, anggaran, kerj asama

t eknis, administ rasi keuangan, aset , umum, organisasi, t at a laksana,

kepegawaian, hukum, humas, administ rasi perkant oran, evaluasi

pelaksanaan kegiat an dan penyediaan dat a sert a inf ormasi yang

berkualit as.

9) Melakukan upaya pengembangan komodit as perkebunan sumber

bio-energy, sist em pert anian polikult ur sert a penerapan int egrasi

t anaman perkebunan dalam mendukung pengembangan sist em

pert anian bio-indust ry melalui pendekat an zero wast e management .

(47)

2. 1. 4. Arah Kebij akan Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun

2015-2019

Dalam rangka mendukung arah kebij akan Pembangunan Nasional t ahun

2015-2019 dan kebij akan Kement erian Pert anian t ahun 2015- 2019,

maka Direkt orat Jenderal Perkebunan menet apkan arah kebij akan

Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun 2015-2019 sebagai dasar

pelaksanaan st rat egi, program dan kegiat an Direkt orat Jenderal

Perkebunan t ahun 2015-2019. Arah kebij akan pembangunan perkebunan

5 t ahun mendat ang dit et apkan menj adi Arah Kebij akan Umum dan

Arah Kebij akan Khusus.

Arah kebij akan umum dit et apkan dalam rangka mendukung program

Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun 2015-2019 yait u peningkat an

produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan berkelanj ut an,

sedangkan arah kebij akan khusus adalah arah kebij akan pembangunan

perkebunan t ahun 2015-2019 yang dit et apkan dalam rangka mendukung

pencapaian 6 sasaran st rat egis Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019.

Implement asi dukungan Dit j en. Perkebunan t ahun 2015-2019 dalam

pencapaian 6 sasaran st rat egis Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019

diant aranya meliput i: 1) pemenuhan penyediaan bahan baku Tebu

dalam rangka peningkat an produksi gula nasional; 2) peningkat an

diversif ikasi pangan berbasis komodit as perkebunan; 3) peningkat an

komodit as perkebunan bernilai t ambah dan berorient asi ekspor dalam

mewuj udkan daya saing sub sekt or perkebunan; 4) pemenuhan

(48)

pert anian bi o-i ndust r y; 5) akunt abilit as kinerj a aparat ur pemerint ah

yang baik; dan 6) peningkat an pendapat an keluarga pekebun.

2. 1. 5. Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Perkebunan

Dalam RPJMN t ahun 2015-2019 dit et apkan 9 agenda priorit as NAWACITA

yang menunj ukkan sasaran priorit as pembangunan nasional dalam

mewuj udkan j alan perubahan menuj u Indonesia yang berdaulat secara

polit ik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam

kebudayaan. Perumusan agenda priorit as NAWACITA yang menj adi

t upoksi Dit j en. Perkebunan adalah mewuj udkan kemandirian ekonomi

dengan menggerakkan sekt or st rat egis ekonomi domest ik melalui

peningkat an kedaulat an pangan dengan sasaran produksi gula t ahun

2019 mencapai 3, 8 j ut a t on. Selain it u agenda priorit as t erkait

akselerasi pert umbuhan ekonomi nasional melalui peningkat an

agroindust ri berbasis komodit as perkebunan dengan sasaran produksi

t ahun 2019 unt uk komodit as kelapa sawit sebesar 36, 42 j ut a t on CPO;

komodit as karet sebesar 3, 81 j ut a t on karet kering; komodit as kakao

sebesar 961 ribu t on bij i kering; komodit as t eh sebesar 162, 7 ribu t on

daun kering; komodit as kopi sebesar 778 ribu t on kopi berasan; dan

komodit as kelapa sebesar 3, 49 j ut a t on set ara kopra.

Sasaran pokok pembangunan nasional t ersebut dij abarkan lebih lanj ut

kedalam 6 (enam) Sasaran St rat egis Kement erian Pert anian t ahun

2015-2019 yang meliput i:

(49)

1) Swasembada padi, j agung dan kedelai sert a peningkat an produksi

daging dan gula.

2) Peningkat an diversif ikasi pangan.

3) Peningkat an komodit as bernilai t ambah, berdaya saing dalam

memenuhi pasar ekspor dan subst it usi impor.

4) Penyediaan bahan baku bio-energy dan bio-indust ry.

5) Akunt abilit as kinerj a aparat ur pemerint ah yang baik.

6) Peningkat an pendapat an keluarga pet ani.

Keenam sasaran st rat egis Kement erian Pert anian t ersebut dit et apkan

dengan mempert imbangkan arah pembangunan pert anian sebagaimana

t ercant um dalam dokumen St rat egi Induk Pembangunan Pert anian

(SIPP) t ahun 2013-2045.

Unt uk mendukung pencapaian sasaran st rat egis nasional dan sasaran

st rat egis Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019, sesuai t ugas pokok

dan f ungsinya, Direkt orat Jenderal Perkebunan menet apkan sasaran

st rat egisnya unt uk periode 2015-2019 yang dif okuskan pada

peningkat an produksi dan produkt ivit as 16 komodit as st rat egis

yangmenj adi unggulan nasional perkebunan.

St rat egi pelaksanaan program dan kegiat an t erhadap pencapaian arah

dan kebij akan pembangunan perkebunan t ahun 2015-2019 yang

dit et apkan Direkt orat Jenderal Perkebunan. St rat egi pembangunan

perkebunan 5 t ahun mendat ang dapat dibagi menj adi Strategi Umum

(50)

St rat egi umum dirumuskan dalam rangka mendukung program

Direkt orat Jenderal Perkebunan t ahun 2015-2019 yait u peningkat an

produksi dan produkt ivit as t anaman perkebunan berkelanj ut an,

sedangkan st rat egi khusus adalah st rat egi pembangunan perkebunan

t ahun 2015-2019 yang dirumuskan dalam rangka mendukung pencapaian

6 sasaran st rat egis Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019. St rat egi

Dit j en. Perkebunan t ahun 2015-2019 dalam pencapaian 6 sasaran

st rat egis Kement erian Pert anian t ahun 2015-2019 diant aranya meliput i:

1) st r at egi pemenuhan penyedi aan bahan baku Tebu dal am r angka

peni ngkat an pr oduksi gul a nasi onal ; 2) st r at egi peni ngkat an

di ver si f i kasi pangan ber basi s komodi t as per kebunan; 3) st r at egi

peni ngkat an komodi t as per kebunan ber ni l ai t ambah dan ber or i ent asi

ekspor dal am mewuj udkan daya sai ng sub sekt or per kebunan; 4)

st r at egi pemenuhan penyedi aan bahan baku bi o-ener gy dan

pengembangan f ondasi si st em per t ani an bi o-i ndust r y; 5) st r at egi

akunt abi l i t as ki ner j a apar at ur pemer i nt ah yang bai k; dan 6) st r at egi

peni ngkat an pendapat an kel uar ga pekebun.

Strategi umum pembangunan perkebunan 5 t ahun mendat ang adalah:

1) St rat egi pengembangan komodit as perkebunan st rat egis;

2) St rat egi pengembangan kawasan berbasis komodit as perkebunan

unggulan nasional;

3) St rat egi pengembangan sumber daya insani perkebunan (SDI);

4) St rat egi penguat an kelembagaan pekebun dan kemit raan usaha

perkebunan;

(51)

5) St rat egi pengembangan dan penguat an sist em pembiayaan

perkebunan;

6) St rat egi pengembangan sarana prasarana dan inf rast rukt ur

pendukung usaha perkebunan;

7) St rat egi perlindungan, pelest arian, pemanf aat an dan pengelolaan

lingkungan hidup;

8) St rat egi peningkat an upaya adapt asi, mit igasi bencana, perubahan

iklim dan perlindungan perkebunan;

9) St rat egi dukungan pengelolaan dan pelaksanaan program t emat ik

pembangunan perkebunan;

10) St rat egi penguat an t at a ket ot a kepemerint ahan yang baik dan

ref ormasi birokrasi sebagai dasar pet ayanan prima;

Strategi khusus pembangunan perkebunan 5 t ahun mendat ang adalah:

1) St rat egi pemenuhan penyediaan bahan baku Tebu dalam rangka

peningkat an produksi gula nasional;

2) St rat egi peningkat an diversif ikasi pangan berbasis komodit as perkebunan;

3) St rat egi peningkat an komodit as perkebunan bernilai t ambah dan

berorient asi ekspor dalam mewuj udkan daya saing komodit as

perkebunan;

4) St rat egi pemenuhan penyediaan bahan baku bio-energy dan

pengembangan f ondasi sist em pert anian bio-indust ry;

5) St rat egi akunt abilit as kinerj a aparat ur pemerint ah yang baik;

(52)

2. 1. 6. Program Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2015-2019

Pembangunan perkebunan saat ini dan dimasa yang akan dat ang

menghadapi t ant angan yang cukup berat baik dalam t at aran liberalisasi

perdagangan global maupun lingkup regional, t erut ama memasuki era

AEC (Asean Economi c Communi t y) t ahun 2015. Tunt ut an pembangunan

perkebunan di era AEC adalah bagaimana st rat egi pengembangan

komodit as perkebunan yang berkelanj ut an, berdaya saing baik

kuant it as maupun kualit as dan ramah lingkungan sert a mampu

memecahkan masalah kesenj angan ekonomi (kemiskinan dan

pengangguran). Selain it u bagaimana masalah pemerat aan

pembangunan perkebunan dan kesej aht eraan pekebun perlu benar-

benar menj adi priorit as program dan kegiat an Direkt orat Jenderal

Perkebunan t ahun 2015-2019. Keberhasilan pembangunan perkebunan

di era AEC yang penuh persaingan ini t idak hanya memerlukan

"keterpaduan" seluruh pot ensi sumber daya (SDI dan SDA) yang ada

unt uk mencapai t uj uan dan sasaran yang diharapkan t et api yang j ust ru

lebih pent ing adalah bagaimana "kebersamaan dan keterbukaan" dari

para st akeholder Pusat -Daerah dan masyarakat pekebun dalam menj aga

"kedaulatan dan kemandirian" NKRI dit engah serbuan invest asi asing

dan produk-produk negara lain sehingga diperlukan pengamanan pasar

domest ik yang "berefisiensi keadilan" dan berbasis "kearifan lokal"

unt uk meningkat kan daya saing dan penguat an ekspor komodit as

perkebunan agar mampu mencapai t uj uan "kebermanfatan dan

keberlanj utan" bagi perekonomian nasional dan "kelestarian

lingkungan hidup".

(53)

Berdasarkan hasil rest rukt urisasi program dan kegiat an sesuai surat

edaran bersama Ment eri Keuangan nomor SE-1848/ MK/ 2009 dan

Ment eri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas nomor

0142/ M. PPN/ 06/ 2009 t anggal 19 Juni 2009, set iap unit Eselon I

mempunyai sat u program yang mencerminkan nama Eselon I yang

bersangkut an dan set iap unit Eselon II hanya mempunyai dan t anggung

j awab t erhadap pelaksanaan kegiat an. Dengan demikian indikat or

kinerj a unit Eselon I adalah out come dan indicat or kinerj a unit Eselon II

adalah out put.

Berdasarkan Perat uran Presiden (Perpres) nomor 45 t ahun 2015 t ent ang

Kement erian Pert anian menyat akan bahwa Direkt orat Jenderal

Perkebunan mempunyai t ugas "menyelenggarakan perumusan dan

pelaksanaan kebij akan di bidang peningkat an produksi t ebu dan

t anaman perkebunan lainnya". Dalam menj alankan t ugas t ersebut ,

Direkt orat Jenderal Perkebunan menyelenggarakan f ungsi:

1. Perumusan kebij akan di bidang penyediaan perbenihan,

penyelenggaraan budidaya, peningkat an pascapanen, pengolahan,

dan pemasaran hasil produksi t ebu dan t anaman perkebunan lainnya,

pengembangan bahan baku bioenergi, pembinaan usaha perkebunan

berkelanj ut an sert a pengendalian hama penyakit dan perlindungan

perkebunan;

2. Pelaksanaan kebij akan di bidang penyediaan perbenihan,

penyelenggaraan budidaya, peningkat an pascapanen, pengolahan,

Gambar

Tabel 13 : Output
Tabel 1. Indikator Kinerj a Program (IKP) Peningkatan Produksi dan
Tabel 2.  Perj anj ian Kinerj a (PK) Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2015
Tabel 3. Capaian Kinerja Makro Pembangunan Perkebunan Tahun
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Pembuktian Kualifikasi untuk paket pekerjaan Supervisi Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi dengan ini kami undang

(1976) reported that in Suffolk, Hampshire, and Willamette (a composite breed of 1/2 Columbia, 1/4 Dorset Horn, and 1/4 Border Cheviot), proli®cacy was maximized at 4±6 years and

Apabila pada hari dan tanggal yang telah kami tentukan saudara tidak hadir atau tidak dapat memperlihatkan data - data tersebut diatas, maka perusahaan saudara dinyatakan

Dengan ini Pokja BLPBJ Provinsi Papua mengundang Perusahaan Saudara untuk mengikuti Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya sehubungan dengan Paket

Cubic trend ( P <0.001) of the sampling time effect for mean voluntary intake (VI) of grazing non-pregnant Suffolk and Rambouillet mature ewes and yearlings (Sampling times (S1±S5)

beiilh Earanglraa lase I PrkEt

Perencanaan Peningkatan Jaringan Irigasi D I Panton Teungku Kec Kuala Batee Tanggal : 03 Maret

In contrast, to isolate pre- antral follicles in our study, best results were obtained when the ovarian fragments were cut in the tissue chopper at an interval of 87.5 m m