v_-.i
MANAJEMEN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
(PPL) D2 - PGSD UPI BANDUNG
(Studi Pada Program D2 - PGSD UPI Bandung
Kampus Cibiru dan Bumi SiliwangiJawa Barat, Tahun 2001)
T E S I S
Diajukan Kepada Panitia Ujian Tesis Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Program Pasca Sarjana Bidang
Studi Administrasi Pendidikan
Diajukan Oleh
Hj. SRIWATI SUNARDJO NIM. 999780
PROGRAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA (S2)
DISETUJUI DAN DISYAHKAN
oleh
KETUA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UPI
Prof. DR. H.
-,/
imsuddin Makmun, MA.
'130188292
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PROGRAM PASCA SARJANA BANDUNG
DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH:
Prof. DR. Tb. H. Abjrj^amsuddin Makmun, MA.
NIP. 130188292
Pembirhbing 1
Pembimbing II
Prof. DR. H. Djam'an Satori, MA.
ABSTRAK
gum ekt'I JaTaf hST,n" 'emba8a ^"^ gUrl' dilu",ul """* ">™pcrsiapkan calon
prafamna'
a'"aS ^ m™V" m*^naka„ tugas kependidikan secara'
PGSD SSprSw mem,P,er^Pka" "=^ga kependidikan yang berkualitas di LPTK seperti
mencoba untuk menLakankan masTh ST i„
,T
}•""*" ^^ ""• maka Penu,is
Progran, Penga!a,™n ,Jpanga$'£>PGSD StT^" ^ S^"' "Ma"aJ=m™
up. Ba„dU„g K.mpus ciL^s^,^ zr;n?a(hs:^t °mm D2-PGSD
upa„8pSd^i =:SSS^£SS- "—
wavra„caradanstuTd„klentaSI
PC,,B"mpU'a" *"» 5"n» *pergUnakan ialah obScr4i,
keberada:" UPT S d'^GSd'uH'ltd"" """"f ?',' f^™"'™ -""""J'""'™ bah™
Bandung Nomor 2511/PT ?sh/r/i«l
u S' "laS'h berlaku Sural Kepulusan Rektor 1KIP
2 ^ melakSa"akan ,ek"iS admi"iSt™* «^> ^- edutat'Sl^UPP
-elan ^^''^JZ!Zt^^'^ZPaia 7"™^ TaJeme" PPL
(Panduan Praktek KeoendidikC h! p,h
J dalanVbuku Pandu™ yang berjudul PPK
'-BandangJ^tt^
PJfikan. Da.an, pe3 ,k^ P^^USantn t t T^eK
DAFTAR ISl
PERNYATAAN 1
ABSTRAK ii
KATA PENGANTAR in
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL vii
DAFTAR GAMBAR ix
BAB IPENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 5
C. TujuandanManfaatPenelitian 8
1. Tujuan Penelitian 8
2. Manfaat Penelitian 9
D. Asumsi 9
E. Paradigma Penelitian 10
BAB IITINJAUAN PUSTAKA 13
A. Manajemen Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam
LPTK 13
1. PengertianManajemenPendidikan 16
2. Perencanaan PPL (Program Pengalaman Lapangan) 17
3. Pengorganisasian PPL 18
4. Pelaksanaan (Actuating) PPL 24
5. Pengawasan (Controlling) PPL 25
B. Profil Guru SD Masa Depan 25
C. Tugas Pokokdan Fungsi Guru Sekolah Dasar 27
D. Sistem Pembelajaran Pendidikan Guru/Lembaga Pendidikan
Tenaga Kependidikan (LPTK) Masa Depan 29
E. Telaahan Studi Terdahulu Yang Relevan 35
BAB TTI PROSEDUR PENELITIAN 41
A. Pendekatan Penelitian 41
B. Populasi dan Sumber DataPenelitian 42 C. Teknikdan Alat Pengumpulan Data 43
1. Teknik Pengumpulan Data 44
2. Alat Pengumpul Data 45
D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data 46
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1 Rincian Penggunaan Anggaran PPL
Mahasiswa Program D2 PGSD Tahun 2001 62
2 Analisis SWOT/Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman Pengelolaan PPL Program D2-PGSD
UPI Bandung 66
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1 Paradigma Penelitian 12
2 Pola Organisasi Lini 21
3 Pola Organisasi Garis dan Staf 22
4 Pola Organisasi Fungsional 23
5 Organisasi yang Dipergunakan dalam PPL di UPT PPL
UPIBandung 24
6 Struktur Organisasi UPT PPL IKIP Bandung
(Sekarang UPI Bandung) 53
BAB1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bangsa Indonesia pada saat ini sedang melaksanakan pembangunan
nasional. Dalam konteks tersebut, pendidikan nasional merupakan sarana untuk
dapat mencapai cita-cita nasional. Selain itu pendidikan memiliki posisi yang
sangat strategis, karena merupakan proses kehidupan bangsa dalam membentuk
manusia Indonesia seutuhnya.
Pelaku dari pelaksana pembangunan ini memerlukan sumber daya manusia
(SDM) yang bermutu. Untuk membentuk SDM yang bermutu diperlukan tenaga
kependidikan yang profesionai. Hubungan pendidikan dengan pembangunan
nasional secara tegas adalah meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan
berfungsi mengembangkan kemampuan, keterampilan serta mutu kehidupan.
Kondisi kuantitatif dari sekolah dasar (SD) pada saat ini relatif sudah
memadai, namun kondisi kualitatif masih belum memadai. Rendahnya mutu PBM
(proses belajar mengajar) di sekolah dasar (SD) merupakan salah satu akibat dari
rendahnya mutu guru itu sendiri dan karena lemahnya sistem manajerial.
Peran guru yang sangat strategis dalam sistem pendidikan pada umumnya
dan dalam PBM khususnva, menghendaki adanya guru profesionai yang mampu
menjalankan perannya secara efektif. Tuntutan masyarakat tersebut antara lain
berkenaan dengan guru yang profesionai yaitu guru yang mampu menjalankan
tugas pokok baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar. Tuntutan terhadap
guru tersebut dikemukakan oleh Muchtar Bukhori (dalam KOMPAS, 4 Agustus
1993): "... guru yang profesionai adalah guru yang secara lengkap memiliki ciri
intelektualitas yang kuat, berkualitas yang tinggi, intreprenership yang tinggi,
sikap hidup yang lincah, prigel dan luwes." Dalam kenyataannya kualifikasi dari
guru profesionai seperti yang digambarkan di atas masih belum terealisir secara
memuaskan.
Untuk dapat membentuk tenaga kependidikan yang profesionai
diantaranya diperlukan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan, yang
disebut Program Pengalaman Lapangan atau PPL.
Anah S. Suparno (1993 : 1) memberi pengertian tentang PPL, yaitu :
"Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah satu program dalam pendidikan prajabatan guru, yang dirancang untuk melatih para calon guru menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya mereka siap untuk secara mandiri mengemban
tugas sebagai guru. "
PPL bagi mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK)
dilaksanakan di sekolah tempat berpraktek. Kedudukan sekolah bukan sebagai
tempat berlatih saja yang terpisah dari proses manajemen PPL, tetapi merupakan
bagian integral, merupakan sub sistem dari sistem manajemen PPL.
Manajemen PPL sebagai sistem terbuka dalam melaksanakan kinerjanya
dipengaruhi pula oleh sub-sub sistem yang lain. Diantaranya, sub sistem
manajemen internal, berkenaan dengan komponen peserta (mahasiswa),
pembimbing dan guru pamong, lokasi sekolah tempat berpraktek, dana dan
fasilitas, strategi pelaksanaan, dan waktu pelaksanaan. Keterkaitan antara berbagai
komponen tersebut memerlukan suatu rancangan yang secara sistematis dapat
Berdasarkan hasil studi eksplorasi, masih terdapat kesenjangan antara
LPTK sebagai lembaga penyelenggara PPL dengan SD sebagai tempat praktek
yang juga merupakan sub sistem dari sistem manajemen PPL.
Fungsi LPTK di Indonesia, khususnva pada kasus Program D-2 PGSD di
UPI Bandung penting untuk dikembangkan sebagai "Center of Excellence"
terutama bagi sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya, yaitu tempat para
mahasiswa melaksanakan PPL. Di pihak lain sekolah dasar sebagai tempat
melaksanakan PPL itu, dilihat dari kaca mata LPTK sepatutnya dipandang sebagai
"Center of Inquiry". Kenyataan ini, khususnya dalam aspek pengembangan kerja
sama antara UPI dengan para sekolah dasar yang dijadikan tempat PPL,
menunjukkan bahwa pengembangan program kerja samaantara kedualembaga itu
merupakan suatu tuntutan, dan sangat mendesak yang saling dapat memberikan
keuntungan bagi kedua belah pihak.
Kerja sama antara Program D2 PGSD dengan sekolah dasar (SD) tempat
latihan di sekitarnya sepatutnya bersifat alamiah, sebagaimana suatu kenyataan
bahwa sekolah pertanian atau fakultas pertanian membutuhkan ladang atau kebun
dan fakultas kedokteran membutuhkan suatu rumah sakit. Bukankah LPTK secara
konvensional dituntut untuk mampu mempersiapkan tenaga kependidikan dan
guru yang profesionai dapat merupakan produk penelitian yang bermanfaat ?
Sedangkan sekolah yang baik dan unggul akan selalu membutuhkan tenaga
kependidikan dan guru profesionai yang memang dipersiapkan melalui program
pendidikan pra-jabatan yang sistematis dan teruji melalui suatu penelitian. Kerja
yang
mcmperkuat
keberhasilan
program-program
pendidikan
yang
diselenggarakan.
Melihat kenyataan saat ini, para pendidik dapat memaklumi adanya
beberapa hal yang menunjukkan kesenjangan dalam citra hubungan antara sekolah
dasar tempat latihan dengan LPTK, yaitu :
Pertama, kultur akademik dan sistem perilaku yang berbeda jauh di antara
kedua institusi itu. LPTK sebagai "perguruan tinggi", sedangkan SD atau sekolah
dasar, merupakan lembaga pendidikan tingkat dasar. Kedua, teori pendidikan
banyak diberikan dalam perkuliahan oleh dosen yang lebih banyak bersifat
teoritis, sedangkan pihak SD bersifat hanya menerima dari teori tersebut. Ketiga,
fungsi pengajaran (teaching) tidak berkembang karena tidak didukung oleh
penelitian (research) yang lebih langsung. Keempat. atas dasar ketiga butir a, b
dan c membawa akibat kesenjangan antara pendidikan pra-jabatan (prc-service)
dengan pendidikan dalam jabatan (in-service). Kelima, inovasi sering bersumber
dari perguruan tinggi/LPTK melalui tingkat pusat (makro) kemudian berlangsung
secara top-down dan kurang bersifat bottom-up dari tingkat sekolah (mikro)
tempat melaksanakan latihan.
Sehubungan dengan kelima hal tersebut di atas, maka pengembangan
manajemen PPL pada mahasiswa Program D2-PGSD adalah penting untuk
dipelajari lebih lanjut dan dapat dikembangkan dengan cara-cara yang lebih
profesionai. Pengembangan manajemen PPL sepatutnya mengusahakan
perubahan-perubahan yang inovatif, yakni setidaknya menawarkan harapan baru
manajemen PPL ini menuntut agar dapat mendorong kerja sama yang makin erat
antara SD Latihan dengan LPTK yang didasarkan atas tanggung jawab
profesionai dan saling menghormati serta saling menguntungkan dalam rangka
memperbaiki kualitas program pendidikan guru.
Dengan demikian, penelitian ini berkaitan dengan pengembangan
manajemen PPL yang mendasarkan pada dua motivasi yang diharapkan dapat
dimiliki para praktisi sekolah dasar, yaitu: Pertama, pengembangan manajemen
tersebut dituntut untuk merujuk pada maksud keilmuan yang berkembang seiring
dengan perkembangan manajemen pendidikan. Motivasi ini menempatkan
guru-guru khususnva pada posisi yang mampu menjembatani gagasan-gagasan dan
mampu membangun pengetahuannya sendiri (otonom) dalam pelaksanaan tugas
pekerjaarmya. Kedua, berkenaan dengan aspek politis yakni mengusahakan
peluang dan usaha demokratisasi dalam praktek kependidikan yang makin besar,
sehingga guru-guru dan praktisi lainnya diberi peluang untuk ikut ambil bagian
dalam menentukan lahan garapannya, sehingga posisi mereka semakin kuat dalam
memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam rangka
meningkatkan mutu guru SD.
B. Rumusan Masalah
Latar belakang masalah menunjukkan bahwa pelaksanaan PPL bagi para
mahasiswa D-2 PGSD di LPTK khususnya di Universitas Pendidikan Indonesia
memerlukan disain perencanaan yang terintegrasi. Dengan demikian, masalah
guru SD, khususnya yang dilaksanakan pada Kampus Bumi Siliwangi dan
Kampus Cibiru?
Masalah pokok tersebut dirinci ke dalam beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana manajemen PPL D-2 PGSD yang dilaksanakan di UPP Kampus Bumi Siliwangi dan UPP Kampus Cibiru UPI Bandung, yang meliputi :
a. Perencanaan
Bagaimana perencanaan PPL disusun selama ini ?
Problematik ini meliputi pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1) Bagaimana visi, misi dan tujuan penyelenggaraan PPL di UPP Cibiru dan UPP Bumi Siliwangi UPI Bandung ?
2) Siapa yang menyusun program kerja PPL ? 3) Siapa yang menentukan peserta PPL/praktikan ?
4) Apa yang menjadi dasar penentuan Dosen Pembimbing dan Dosen
Luar Biasa dalam melaksanakan PPL ?
5) Apa yang menjadi kriteria SD yang ditetapkan sebagai sekolah latihan
tempat PPL mahasiswa praktikan ?
6) Bagaimana penentuan waktu dan jadwal pelaksanaan ?
7) Kendala-kendala apa yang dihadapi dalam penyusunan rencana ?
b. Pengorganisasian
Bagaimana pengorganisasian PPL di UPP Cibiru dan UPP Bumi Siliwangi
Problematik ini dirinci ke dalam pertanyaan berikut:
1) Bagaimana deskripsi tugas pengelola PPL
2) Bagaimana struktur organisasi dan tata kerja pelaksana PPL ?
3) Kendala-kendala apa yang dihadapi dalam penyusunan organisasi
PPL? c. Pelaksanaan
Bagaimana pelaksanaan PPL pada UPP Cibiru dan Bumi Siliwangi UPI Bandung ?
Problematik ini dirinci ke dalam pertanyaan berikut: 1) Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan PPL ?
2) Bagaimana kegiatan PPL yang dilakukan oleh mahasiswa praktikan ? 3) Bagaimana kegiatan PPL yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing dan
Dosen Luar Biasa dari awal sampai akhir program ? d. Monitoring dan Evaluasi
Bagaimana monitoring dan evaluasi PPL pada UPP Cibiru dan Bumi Siliwangi UPI Bandung ?
Problematik ini dirinci ke dalam pertanyaan berikut:
1) Kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi PPL, baik yang dilakukan oleh Ketua UPP, Kepala Sekolah, Dosen Pembimbing dan Dosen Luar Biasa ?
2) Kendala-kendala apa yang dialami dalam melaksanakan monitoring
i: fc •"* Xs r • 1
3 t VA v .,«7T-* *
e. Dana
^^S£^''
Bagaimana dana PPL pada UPP Cibiru dan Bumi Siliwangi UPI
Bandung ?
Problematik ini dirinci ke dalam pertanyaan berikut:
1) Bagaimana proses pengadaan dana yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan PPL ?
2) Bagaimana penggunaan dana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
PPL?
3) Kendala-kendala apa yang dihadapi ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai secara umum melalui penelitian ini adalah dapat
memperoleh gambaran empiris tentang manajemen PPL bagi mahasiswa Program
D-2 PGSD UPI, khususnya pada Kampus Bumi Siliwangi dan Kampus Cibiru
UPI Bandung.
Tujuan khusus penelitian ini adalah dapat mengumpulkan data tentang:
a. Perencanaan PPL, pengorganisasian PPL, pelaksanaan PPL, monitoring &
evaluasi PPL, serta pengadaan, penggunaan dan pertanggungjawaban dana
PPL.
b. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PPL mahasiswa Program
2. Manfaat penelitian
Secara teoritis, penelitian ini sangat bermanfaat bagi pengembangan
keilmuan, khususnya dalam memperkaya khazanah disiplin ilmu administrasi
pendidikan, khususnya dalam pengembangan ilmu manajemen peserta didik, teori
sistem, dan perencanaan pendidikan.
Di samping itu, secara praktis penelitian ini pun bermanfaat, khususnya:
a. Bagi pengelola UPT PPL dalam melaksanakan PPL program PGSD D-2 UPI
Bandung mendapatkan masukan yang berarti dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan guru SD.
b. Bagi para dosen pembimbing PPL akan merasa memiliki mitra kerja dalam
pelaksanaan tugas menyiapkan guru SD lebih bermutu.
c. Bagi para Kepala Sekolah Dasar akan memberikan peluang untuk
meningkatkan kemampuan manajerial dalam mengelola program PPL.
d. Bagi guru-guru SD di sekolah tempat latihan PPL mendapat peluang untuk
saling belajar dalam rangka meningkatkan mutu kinerja sebagai guru.
e. Bagi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, akan mendapat masukan yang
berarti dalam rangka meningkatkan kinerjanya terutama dalam pelayanan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar.
D. Asumsi
Pendekatan yang dibangun dalam pengembangan paradigma manajemen
kependidikan, khususnya dalam disiplin Ilmu Administrasi Pendidikan, tidak
teriepas dari implementasi konsep dan teori sistem. Karena itu, keterkaitan dan
pendidikan senantiasa diupayakan dalam menghasilkan synergy dalam
mevvujudkan tujuan-tujuan sistem pendidikan.
Beranjak dari pemikiran tersebut, maka dikembangkan asumsi penelitian
sebagai berikut:
1. Manajemen PPL yang dilaksanakan dengan baik dapat meningkatkan kualitas
calon guru SD yang profesionai.
2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PPL mahasiswa Program
D-2 PGSD, dapat berupa kendala yang bersifat organisasional maupun
kendala yang bersifat individual.
3. Mcrancang disain sistem pengembangan manajemen PPL bagi mahasiswa
Program D-2 PGSD dapat dikaji dari keterpaduan perangkat pendukung
sistem manajemen PPL, baik yang berkenaan dengan komponen masukan dan
proses maupun komponen output sistem manajemen PPL.
E. Puradigma Penelitian
Tuntutan akan pentingnya pengembangan sistem manajemen LPTK
semakin dirasakan. Dalam hubungan ini, perubahan IKIP menjadi Universitas
yang tidak meninggalkan tugas pokok sebagai LPTK merupakan salah satu upaya
dalam menjawab tantangan tersebut. Kondisi ini membawa implikasi terhadap
struktur sistem operasional manajemen kelembagaan, baik pada aspek manajemen
internal maupun pada manajemen eksternal.
UPI dalam pelaksanaan misinya secara umum memiliki tugas pokok
pcngabdinn kepada masyaraknt. Khususnya dalam aspek pelaksanaan misi
pendidikan pengajaran, sudah barang tcntu disesuaikan dengan karakteristik setiap
program pendidikan. Begitu puln pnda Program D-2 PGSD yang tersebar pada
kampus Bumi Siliwangi, Cibiru, Sumedang, Tasikmalaya, Purwakarta dan
Serang, tidak terbatas pada upaya membekaii mahasiswa calon guru SD dengan
aspek teoritis semata-mata. Akan tetapi dibekali pula dengan
pengalaman-pcngalaman praktis melalui proses magnng di sekolah-sekolah dasar, yang d.sebut
Program Pengalaman Lapangan (PPL).
Program PPL ini, dalam pelaksanaannya senantiasa melibatkan banyak
pihak, terutama dengan pihak-pihak yang dijadikan tempat dan lokasi tftffctek
mahasiswa. Karena itu, keterkaitan antara sistem interna! yang berlaku di
lingkungan internal hams terpadu dengan sistem eksterrn^yam berlaku pada
organisasi sekolah-sekolah dasar.
Berdasarkan pemikiran tersebut, maka paradlgma penelitian dirumuskan
12
->
PENGELOLAAN PPL
D-2 PGSD UP!
V V LPTK/UP1 D2-PGSD DINAS PENDIDIKAN v V
UPT PPL D2- PGSD SD-SD-SD
. fe. VIS!, MISI, TUJUAN,
BAB HI
PROSEDUR PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
naturalistik-kualitatif. Pemilihan pendekatan ini berkaitan dengan aspek situasi
dan kondisi yang tengah berlangsung sekarang ini, dengan berusaha
menggambarkan realita pada saat penelitian dilakukan. Dengan demikian, untuk
menjawab permasalahan penelitian yang diajukan digunakan metode penelitian
deskriptif-analitik.
Berdasarkan pendekatan tersebut, sifat penelitian ini lebih ditekankan
kepada "studi kasus" dalam pengertian sebagaimana yang dirumuskan
Vredenbregt (1983:38), yang mengemukakan bahwa:
"Sifat khas dari "case study" adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk mempertahankan keutuhan (wholeness) dari obyek, artinya data yang dikumpulkan dalam rangka "study kasus", dipelajari sebagai suatu keseluruhan yang terintegrasi. Tujuannya adalah untuk memperkembangkan pengetahuan yang mendalam mengenaiobyek yang bersangkutan, ..."
Pernyataan Vredenbregt tersebut, memberikan gambaran bahwa,
penelitianyang menggunakanpendekatan studi kasus, seharasnya ditujukan untuk
pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih mendalam. Karena itu, walaupun
dalam penelitian ini tidak menggali ilmu pengetahuan secara mendalam, namun
diupayakan dengan menganalisis gambaran faktual fenomena-fenomena yang
berkaitan dengan realita yang menjadi kasus.
42
B. Populasi dan Sumber Data Penelitian
Bertolak dan masalah dan paradigma penelitian ini, populasi dalam
penelitian ini meliputi seluruh aspek yang berkenaan dengan proses dan substansi
manajemen PPL mahasiswa Program D-2 PGSD pada Kampus Bumi Siliwangi
dan Kampus Cibiru UPI Bandung.
Berkenaan dengan sampel penelitian, pada penelitian kuantitatif
didasarkan pada distribusi populasi yang cukup besar dan penarikannya
didasarkan pada luas serta sifat-sifat populasi. Penentuan sampel pada penelitian
ini berbeda dengan proses penentuan sampel pada penelitian kuantitatif.
Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara terus-menems dan
sifatnya tergantung pada tujuan penelitian. Nasution (1988:29), mengemukakan:
"Tidak ada pengertian populasi dalam penelitian ini. Sampling berbeda
tafsirannya. Sampling ialah pilihan peneliti aspek apa dari peristiwa apa dan
siapa yang dijadikan fokus pada saat dan situasi tertentu dan karena itu
dilakukan terns menems sepanjang penelitian. Sampling bersifat purposif
yakni tergantung pada tujuan fokus pada suatu saat."
Pada bagian lain Nasution (1988: 95-96) menambahkan bahwa: "Sampling
dalam penelitian naturahstik adalah pengambilan keputusan untuk mengadakan
pilihan dari populasi manusia dan non-manusia".
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tadi, maka penentuan sampel
dalam penelitian ini, dilakukan secara purposif. Gambaran sumber data yang telah
dipaparkan di muka, memang tidak mempunyai batas-batas yang tegas. Tetapi,
menentukan satu aspek dari substansi atau proses manajemen PPL pada kasus
Program D-2 PGSD Kampus Bumi Siliwangi dan Kampus Cibiru UPI Bandung,
43
Sebagai pedoman, sumber data tersebut dapat dikelompokkan sebagai
berikut:
1. Sumber data primer, yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam proses manajemen
PPL baik di lingkungan internal maupun eksternal UPI;
2. Sumber data sekunder, yaitu dokumen-dokumen yang berkenaan dengan
substansi manajemenPPL baik di lingkungan internal maupun eksternal UPI;
3. Situasi dan kondisi lingkungan yang berkaitan dengan pelaksanaan PPL di
lingkungan eksternal UPI.
Selanjutnya, masing-masing kelompok sumber data itu dipilih dan
ditetapkan berdasarkan kepentingan tujuan penelitian.
C. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
teknik pengumpulan data berkaitan dengan cara dan instfumen untuk
memperoleh data. Instrumen yang paling utama sebenarnya adalah peneliti
sendiri. Sebagaimana yang dikemukakan Nasution (1988:55) adalah: "Dalam
penelitian naiuralistik tidakada pilihan laindari pada menjadikan mariusia sebagai
instrumen penelitian utama". Ini mengandung arti bahwa, instrumen yang utama
dalam penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai peneliti. Dengan demikian,
alat-alat yang dipaparkan di bawah ini merapakan pelengkap. Keputusan
penggunaan instrumen pelengkap ini, didasarkan pada pendekatan penelitian,
44
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan disesuaikan dengan jenis dan sumber data. Untuk jenis data primer, digunakan teknik wawancara. Untuk jenis data sekunder digunakan teknik telaahan dokumen. Dan untuk jenis data yang
bersumber dari situasi dan kondisi lingkungan digunakan observasi.
Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh sejumlah informasi dari pikiran, perasaan, pendapat, pengetahuan orang-orang yang terlibat proses manajemen PPL. Penggunaan teknik ini didasarkan pertimbangan Best (1982:215) yang mengemukakan bahwa:
Dibidang-bidang yang berhubungan dengan motivasi manusia seperti terungkap dalam alasan bertindak mereka, perasaan dan sikap manusia dan sebagainya wawancara boleh jadi merapakan teknik yang efektif.
Teknik telaahan dokumenter digunakan untuk memperoleh sejumlah informasi berkenaan dengan gambaran hal-hal yang dijadikan acuan, alat atau fasilitas proses manajemen PPL. Teknik ini, berkaitan dengan upaya memperoleh
informasi tentang mengapa dokumen itu ditulis, dan bagaimana peran dokumen itu bagi proses pelaksanaan PPL.
Substansi yang dijadikan bahan kajian dari setiap dokumen, dikaitkan dengan bentuk dan mmusan kebijakan yang menyangkut fungsi, peranan, rincian
tugas, wewenang, tanggung jawab, sistem dan organisasi, petunjuk pelaksanaan
45
Teknik observasi, digunakan untuk memperoleh sejumah data tentang
konteks nyata situasi dan kondisi lingkungan sekolah yang dijadikan tempat
mahasiswa Program D-2 PGSD melakukan praktek.
Proses pengumpulan data dilakukan secara bertahap, yaitu: (1) Tahap
Penjajagan, dengan pengenalan dan pemahaman berbagai karakteristik populasi
melalui observasi partisipasi aktif (2) Tahap Eksplorasi, dengan penggalian dan
pengumpulan data sesuai dengan permasalahan yang diteliti. (3) Tahap Member
Check; pada tahap ini, setiap perolehan data, baik ketika pengumpulan data
berlangsung maupun setelah seluruh data terkumpul, selalu mkordirmasikan dan
dicek kembali kepada sumber datanya. Pada tahap ini pula, penulis memanfaatkan
orang-orang yang sangat berkentingan yaitu para Kepala Sekolah dasar.
Pemanfaatan orang-orang ini, berkenaan dengan terbatasnya tenaga penulis untuk
mengumpulkan seluruh data dan upaya mengkonfirmasikan data termasuk
pengakuan kebenaran data yang diperoleh dari sumber datanya.
2. Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data, ditentukan berdasarkan data yang diperlukan dan
teknik-teknik yang digunakan. Alat pengumpul data yang digunakan terdiri dari:
a. Pedoman Wawancara. Pedoman wawancara ini, berupa daftar sejumlah
pertanyaan mengenai: (1) Pengalaman dan perbuatan yang berkenaan dengan
proses perencanaan alokasi dan lokasi pendidikan sekolah; (2) Pendapat,
pandangan, tanggapan atau pikiran responden tentang proses pendataan;
46
lingkungan yang terjadi sasaran PPL mahasiswa Program PGSD; Model alat
pengumpul data ini dikembangkan pada Format-1.
b. Pedoman Telaahan Dokumen dan Observasi. Pedoman ini diperlukan untuk
memudahkan proses pengamatan yang seksama mengenai aspek lingkungan
yang menjadi objek dalam Program PPL; Model alat pengumpul data ini
dikembangkan pada Format-2.
c. Catatan Lapangan. Catatan lapangan bersisi deskripsi infomasi dari sejumlah
data yang diperlukan berdasarkan kelompok data dan sumber data; Model alat
pengumpul data ini dikembangkan pada Format-3.
D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Teknik pengolahan data dalam penelitian ini didasarkan pada paradigma
dan metologi penelitian yang dipakai. Prosesnya dilakukan secara terns menerus
sejak penulis bempaya memahami data sampai seluruh data terkumpul. Setiap
peroleh data dari Catatan Lapangan kemudian direduksi, dikelompokkan,
dianalisa, dan diinterpretasikan ke dalam Lembar Rangkuman.
Lembar Rangkuman, mempakan alat yang digunakan sebagai bahan pokok
untuk menjawab problematik penelitian secara menyelumh. Isinya merapakan
rangkuman-rangkuman setiap permasalahan yang diteliti. Model instrumen ini
dikembangkan pada Format-4.
Proses analisa selanjutnya, dilakukan dengantahapan berikut:
1. Tahap Penyajian Data: Data disajikan dalam bentuk deskripsi yang
^..,'.\ »«
2. Tahap Komparasi: Tahap komparasi merapakan proses analisa kes^luri^an,^ v
data yang telah dideskripsikan, dan diarahkan kepada interpretasi data unluk^-^-''
menjawab problematik penelitian yang diajukan.
3. Tahap penyajian Hasil Penelitian: Tahap ini dilakukan setelah anahsa
komparasi, yang kemudian dirangkum dan diarahkan pada jawaban
problematik penelitian.
—.caftsi^
lidJaabraaaSk
!!.«•[•»:'.• •::•]•.
:;;;:= i:.:!::-:t::.!:i:::!:«.-T.: :
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Program Pengalaman Lapangan (PPL) UPI Bandung pada tanggal II Oktobcr
2001 dan disertai dengan stud, dokumcntasi. temyata dokumen rcsmi tentang
keberadaan UPT PPL UPI Bandung belum ada. Hal ini karena keberadaan UPT
PPL UPI Bandung masih menunggu Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan
Nasional yang masih dalam proses pengajuan. Adapun PPL Kependidikan UPI
Bandung yang.sekarang masih berpegang pada landasan yang berlaku bagi IKIP
Bandung yang lalu, yaitu Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN)
Nomor 2 Tahun 1989, Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990, dan
Pedoman Akademik IKIP Bandung yang hal ini pada hakekatnya sudah tidak
berlaku lagi bagi UPI Bandung yang telah bcrubah dari IKIP Bandung.
UPT PPL UPI Bandung hanya menangani masalah teknis adminislratif
dalam pelaksanaan PPL. Sedangkan masalah akademis langsung ditangan. oleh
UPP masing-masing. Dosen Pembimbing adalah orang yang member, kuliah
SBM (Strategi Belajar Mengajar), sedangkan yang menjadi Dosen Luar Biasa
adalah orang yang sudah mempunyai golongan minimal III Adan pengalaman
mengajar minimal 5 tahun.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai hasil penelitian
yang telah dilakukan, maka dalam Bab ini penulis akan mengemukakan hal-hal
sebagai berikut:
49
A. Perencanaan
Setiap kegiatan yang mempunyai tujuan akan memerlukan suatu
perencanaan yang tepat. Tanpa perencanaan yang tepat tujuan tidak akan tercapai
secara efektif dan efisien. Dengan perencanaan akan diperoleh tindakan yang tepat
dan terkoordinasi. Di samping itu perencanaan membantu efisiensi kerja dan
menghindari kesalahan dalam melaksanakan kegiatan.
Dari hasil studi dokumenter diperoleh informasi tentang perencanaan,
bahwa visi penyelenggaraan PPL PGSD adalah menginginkan calon gum sekolah
dasar yang profesionai pada masa yang akan datang. Selanjutnya untuk
mempersiapkan calon gum yang profesionai menurut visi ini, perlu dibekali
ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, disiplin, loyalitas, penuh dedikasi,
kepribadian yang tangguh, kestabilan emosi, sehingga bila mereka terjun ke
masyarakat diharapkan akan mampu berperan aktif dalam dunia pendidikan
sebagai guru yang profesionai.
Sedangkan misi dalam rangka melaksanakan PPL adalah melatih agar
calon guru sekolah dasar menguasai kemampuan keguruan yang terintegrasi,
sehingga mereka diharapkan dapat mengemban tugas sebagai gum sekolah dasar.
Untuk mewujudkan misi ini, mereka dibekali kemampuan penguasaan bidang
studi, landasan kependidikan praktis, manajemen kelas, serta hal-hal yang
berkaitan dengan pengelolaan proses belajar mengajar. Dengan melalui latihan ini
diharapkan akan lebih meningkatkan kualitas calon gum sekolah dasar.
50
dalam teknik keterampilan mengajar yang dapat dijadikan bekal dalam
melaksanakan tugas sebagai guru sekolah dasar. Sesuai dengan ketentuan Dirjen
Dikti bahwa tujuan ini dikembangkan melalui:
1. menguasai berbagai keterampilan mengajar;
2. mampu menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh:
3. mengenai lingkungan fisik, administratif, akademik - sosial SD sebagai
tempat bekerja kelak; dan
4. mampu menarik pelajaran dari penghayatan dan pengalamannya selama
latihan melalui refleksi yang merapakan salah satu ciri penting pekerjaan
profesionai.
Dalam melaksanakan kegiatan PPL, UPT UPI menyusun suatu buku
PanduanPraktek Kependidikan (PPK) untuk Program D2 PGSD dan Program SI.
Penyusunan buku PPK ini oleh UPT PPL UPI bersama-sama dengan UPP Bumi
Siliwangi. Sedangkan UPP yang lainnya seperti Serang, Purwakarta, Sumedang,
dan Cibim (Bandung) tidak diikutsertakan dalam penyusunan buku PPK. Hal ini
sesuai dengan hasil wawancara bahwa UPP Bumi Siliwangi merapakan wakil dari
UUP-UPPyang lainnya.
Pada tahap ini UPT PPL mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan
masalah administrasi maupun sumber daya manusianya. Kegiatan administrasi
yaitu yang berkaitan dengan data sekolah tempat latihan dan dosen luar biasa yang
tersedia menjadi tempat PPL mahasiswa UPI. Kemudian melalui jumsan, mendata
calon praktikan yang akan melaksanakan PPL dan daftar dosen yang akan diberi
51
Untuk membekaii para dosen pembimbing, diadakan pelatihan dengan
materi mengenai keterampilan dasar mengajar, simulasi mengajar bidang studi
dengan mengacu pada salah satu keterampilan dasar mengajar, sistem pembinaan,
termasuk
penggunaan
APKG
dan
sosialisasi
PPK
(Panduan
Praktek
Kependidikan).
Berdasarkan hasil wawancara penentuan lokasi SD yang dijadikan tempat
melaksanakan praktek diatur oleh UPP PGSD masing-masing sesuai dengan
jumlah praktikan. Peserta praktikan untuk UPP Cibim berjumlah 382 orang yang
ditempatkan pada 16 Sekolah Dasar yang berada di sekitar UPP. Setiap SD
ditempatkan 25 praktikan dan untuk setiap kelas ada empat sampai lima orang
praktikan yang dibimbing oleh seorang Dosen Luar Biasa. Sedangkan UPP Bumi
Siliwangi peserta praktikan ada 239 orang, yang ditempatkan pada 24 SD
bertempat di Lembang. Untuk setiap SD ditempatkan sembilan sampai sepuluh
orang praktikan. Dosen Luar Biasa membimbing dua orang praktikan. Yang
dijadikan tempat praktek ialah kelas dua sampai dengan kelas enam. Kelas satu
tidak dijadikan tempat praktek. Dosen pembimbing ada 24 orang. Untuk setiap
sekolah ada seorang koordinator dosen luar biasa; sedangkan untuk seorang
supervisor mengkoordinir 12 pembimbing.
Penampilan di kelas 30X maksimum untuk praktikan yang berasal dari
PGA, SPG dan SGO, sedangkan untuk yang berasal dari SMA 36X maksimum
yang dilaksanakan selama sembilan minggu. Untuk satu minggu melaksanakan
praktek terbimbing yaitu melalui "micro teaching", sedangkan yang delapan
52
dipergunakan untuk praktek mandiri dengan rotasi praktek dari kelas dua sampai
dengan kelas enam selama empat minggu dan empat minggu berikutnya
memegang kelas utuh yaitu terus menerus pada kelas yang tetap.
Selama melaksanakan PPL, praktikan selain melaksanakan pembelajaran
di kelas, mengerjakan pula tugas manajemen sekolah. Kegiatannya ialah
membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kelas; melaksanakan tugas di
perpustakaan, serta ikut serta melaksanakan piket sekolah.
Di UPP Bumi Siliwangi setiap minggu dosen pembimbing mengunjungi
SD untuk membicarakan dengan Kepala Sekolah, Dosen Luar Biasa dan
Koordinator tentang masalah yang mungkin ditemukan oleh praktikan untuk
kemudian didiskusikan dalam suatu "case conference". Pelaksanaan "case
conference" satu kali setiap bulan.
B. Pengorganisasian
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala UPT PPL UPI Bandung
bahwa stmktur organisasi UPT PPL Bandung sebagai berikut (sambil menunggu
SK Menteri yang masih dalam proses):
Berdasarkan Keputusan Rektor IKIP Bandung Nomor:2511/-PT.H/E/1992
tanggal 3 Juni 1992 tentang Penyempurnaan Susunan Organisasi dan Personalia
Unit Pelaksanaan Teknis Program Pengalaman Lapangan IKIP Bandung,
KOORD. BID. PROG RAM REKTOR PR I KEPALA SEKRETARIS KOORD. BID. AKADEMIK KOORD. BID. SUPERVISE EVALUASI 53 TIM PEMBINA KASUBAG TU KOORD. B1D.LAB. MICRO TEACHING Gambar 6
Struktur Organisasi UPT PPL UPI Bandung
(dulu IKIP Bandung)
Berdasarkan Surat Keputusan di atas susunan personalian UPT PPL adalah
sebagai berikut:
1. Penanggung jawab (Rektor dan Pembantu Rektor I);
2. Tim personalia 3. Kepala
4. Sekretaris
5. Koordinator
Bidang
(Bidang
Program,
Bidang
Akademik,
Bidang
Supervisi/Evaluasi, dan Bidang Laboratorium Micro Teaching)
6. KasubagTU.
54
selama pelaksanaan program pengalaman lapangan personalia UPT PPL diperlu^s
dengan tenaga-tenaga sebagai berikut: ' • - .
1. Dosen Pembimbing
2. Koordinator Dosen Pembimbing
3. Gum Pamong
4. Koordinator Guru Pamong
5. Kepala Sekolah Supervisor.
Untuk setiap sekolah tempat melaksanakan PPL disusun organisasi
penyelenggaraan PPL sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah : Penanggung Jawab
2. Koordinator Dosen Luar Biasa : Koordinator Dosen Luar Biasa yang ditugasi
oleh Kepala Sekolah.
3. Dosen Luar Biasa : Gum Kelas yang mendapatkan tugas dari Kepala Sekolah
untuk membimbing praktikan.
Sedangkan untuk memudahkan pelaksanaan PPL, praktikan membentuk
organisasi yang disusun sebagai berikut:
1. Ketua : Tugasnya sebagai penghubung antara sekolah dengan praktikan
2. Sekretaris : Bertugas mengums surat menyurat yang berhubungan atau
berkaitan antara sekolah dengan praktikan atau dengan pihak lain yang terkait.
3. Bendahara : Mempunyai tugas mengumpulkan dana; membukukan uang;
merencanakan dan membelanjakan untuk kebutuhan kelengkapan dalam
55
C. Pelaksanaan
Untuk memudahkan pelaksanaan PPL (Program Pengalaman Lapangan),
UPT PPL UPI Bandung menerbitkan buku PPK (Panduan Praktek Kependidikan)
yang dibagikan kepada setiap praktikan untuk melaksanakan kegiatan PPL.
Sebelum
dimulai
pelaksanaan
masa
PPL,
pihak
UPP
PGSD
menyelenggarakan pertemuan dengan Kepala Sekolah, Dosen Luar Biasa, dan
Dosen Pembimbing. Tujuan pertemuan adalah untuk mencapai pemahaman yang
sama antara UPP PGSD dengan pihak sekolah sebagai tempat melaksanakan
praktek dan membimbing praktek dalam hal pemberian pengalaman langsung,
serta keterampilan sekolah secara nyata. Acara yang dilaksanakan adalah
pemberian informasi tentang kebijakan pelaksanaan PPL yang sesuai dengan buku
Panduan Praktek Kependidikan (PPK), serta tanya jawab dan pemecahan masalah
yang dihadapi atau kemungkinan sesuatu yang dihadapi selama melaksanakan
PPL.
Pada pelaksanaan kegiatan PPL di sekolah mahasiswa melaksanakan tahap
kegiatan sebaga berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan (Orientasi dan Adaptasi)
2. Kegiatan Pengembangan/lnti Latihan
3. Kegiatan Kulminasi/Pelaporan dan Ujian
Untuk ketiga tahap kegiatan ini, praktikan dibimbing oleh pihak sekolah
tempat latihan, yaitu Koordinator Dosen Luar Biasa dan Dosen Luar Biasa. Di
samping itu juga praktikan dibimbing oleh Dosen Pembimbing/Dosen Tetap dari
56
Langkah yang ditempuh oleh praktikan pada ketiga tahap tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan (Orientasi dan Adaptasi)
Praktikan menerima pengarahan dan tugas-tugas yang diberikan oleh Kepala
Sekolah/Koordinator Dosen Luar Biasa PPL, Dosen Luar Biasa PPL dan
petugas sekolah.
2. Kegiatan Pengembangan/lnti Latihan
Melaluibimbingan pihak sekolah, praktikan mempelajari :
a. Stmktur organisasi sekolah
b. Kurikulum sekoah (Program Tahunan, Program Catur Wulan, GBPP,
Program Satuan Pelajaran danRencana Pengajaran)
c. Administrasi sekolah dan administrasi kelas
d. Program kesiswaan/ekstra kurikuler
e. Program bimbinganpenyuluhan
f. Perpustakaan sekolah
g. Mengamati proses belajar mengajar secara nyata.
Dari awal sampai akhir kegiatan PPL, praktikan hams beradaptasi dengan
situasi dan kondisi sekolah. Berdasarkan orientasi, arahan dan pemberian
tugas, praktikan menyusun rencana kegiatan individual dan kelompok unit
sekolah.
Ada dua bidang latihan yang dipraktekkan dalam PPL Kependidikan,
57
a. Bidang Praktek Keguruan
1) Menyusun program satuan pelajaran dan rencana pelajaran (RP),
dibimbing oleh dosen PPL.
2) Melaksanakan proses belajar mengajar dengan langkah-langkahnya
sebagai berikut:
a) RP harus dikonsultasikan dan ditandatangani oleh Dosen Luar
Biasa.
b) Materi pelajaran dan pokok bahasan disesuaikan dengan program
catur wulan yang telah telah disetujui oleh Dosen Luar Biasa.
c) RP dibuat dengan tulisan tangan dalam buku tubs ukuran folio.
Perbaikan dari Dosen Luar Biasa dibubuhkan dalam buku tersebut.
d) Jumlah RP selama kegiatan PPL minimal delapan buah.
e) Praktikan hanya dibenarkan mengajarkan mata pelajaran yang
sesuai dengan jurusannya. Untuk praktikan dari FIP selain jumsan
PLB akan diatur tersendiri.
b. Bidang Praktek Kependidikan
Yaitu melaksanakan upacara bendera, layanan perpustakaan, piket gum,
ekstrakurikuler, OS1S, Pramuka, PMR, olahraga, dan bimbingan
penyuluhan.
3. Kegiatan Kulminasi/Pelaporan dan Ujian
Setelah jumlah rencana pelajaran dan jumlah penampilan mengajar memenuhi
syarat, maka praktikan dengan seijin dosen PPL diperbolehkan untuk
58
Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, UPP PGSD mengijinkan
sejumlah praktikan yang dipimpin oleh Koordinator Dosen Pembimbing ke
sekolah yang telah ditentukan, sesuai dengan daftar penempatan praktikan.
Kemudian oleh pihak sekolah praktikan langsung diperkenalkan dengan
gum-gum dan langsung ditempatkan ke kelas masing-masing.
D. Monitoring
Agar pelaksanaan PPL dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien perlu
dimonitor secara terus menems dan berkesinambungan.
Yang menjadi pelaksana dari monitoring PPL ini adalah Ketua UPP, yang
merapakan manajer puncak yang memonitor kegiatan-kegiatan yang dilakukan
oleh:
1. Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab di lapangan (di sekolah) tentang
PPL yang dilakukan oleh praktikan.
2. Koordinator Dosen Luar Biasa sebagai penanggung jawab dalam
mengkoordinir kegiatan Dosen Luar Biasa dalam melaksanakan monitoring
terhadap kegiatan PPL yang dilaksanakan oleh praktikan.
3. Dosen Pembimbing dan Dosen Luar Biasa sebagai pembimbing praktikan
dalam melaksanakan PPL.
59
Hal-hal yang dimonitor, yaitu mengenai:
1. Pelaksanaan tugas yang sesuai dengan rencana dari masing-masing yang
terlibat kegiatan PPL, yaitu Kepala Sekolah, Koordinator Dosen Luar Biasa,
Dosen Luar Biasa dan Dosen Pembimbing serta Praktikan.
2. Hasil yang diperoleh praktikan dari proses kegiatan PPL.
3. Hambatan yang dihadapi dan cara mengatasinya.
Dosen Pembimbing dan Dosen Luar Biasa memonitor kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh praktikan dalam melaksanakan PPL. Mulai dari awal
kegiatan sampai akhir kegiatan, sampai pada pemberian nilai akhir. Monitoring
dilaksanakan baik dalam rangka pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.
Dari hasil observasi dan wawancara dengan Ketua UPP, intensitas
monitoring yang dilakukan oleh Kepala Sekolah, Dosen Pembimbing maupun
Dosen Luar Biasa masih minim. Mereka hanya melaksanakan monitoring tiga kali
selama praktikan melaksanakan PPL. Yang seharusnya mereka melaksanakan
minimal empat kali, yaitu pada permulaan penyerahan praktikan, pertengahan
pelaksanaan PPL, dan pada akhir pelaksanaan PPL serta pada waktu penutupan
acara. Berdasarkan hasil wawancara, hal ini disebabkan karena terbatasnya waktu
karena Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab sekolah mempunyai tanggung
jawab mengelola sekolah secara penuh. Sedangkan Dosen Luar Biasa, tetap
mempunyai beban tugas sebagai gum/mengajar seperti biasa. Dosen Pembimbing
juga sama mempunyai beban tugas sebagaimana dosen mempunyai tugas
60
E. Evaluasi
Kegiatan ini dilaksanakan oleh :
1. Ketua UPP dalam mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang telah dirumuskan
dan diimplementasikan.
2. Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab dalam mengevaluasi kegiatan PPL
di sekolah yang dipimpinnya.
3. Dosen Pembimbing dan Dosen Luar Biasa, mengevaluasi praktikan selama
melaksanakan PPL dari awal sampai akhir kegiatan PPL. Menjelang akhir
program dilaksanakan evaluasi yang dilanjutkan dengan penentuan nilai akhir
(NA)bersama-sama dengan Kepala Sekolah.
Apabila setiap praktikan telah memenuhi persyaratan penampilan, yang
bersangkutan diberi kesempatan untuk menempuh ujian. Pelaksanaan ujian
dilaksanakan secara bergiliran, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan
sesuai dengan jadwal pelajaran yang berlaku. Lamanya ujian yaitu satu jam
pelajaran yaitu empatpuluh lima menit (45').
Yang menjadi penilai ialah Dosen Luar Biasa, Dosen Pembimbing dan
Kepala Sekolah.
Alat penilaian yang dipergunakan adalah alat penilaian yang dipergunakan
harian. Nilai akhir yang diperoleh praktikan adalah gabungan nilai harian (Nl)
dan nilai ujian (N2) dengan pembobotan sebagai berikut:
- Nilai harian (Nl) diberi bobot 2.
- Nilai ujian (N2) diberi bobot 3.
2N1 + 3N2
Nilai Kelulusan ditambah dengan :
\v '%-C**^
1. Aktivitas praktikan di dalam mengerjakan tugas-tugas administrasi set
dan kelas; membimbing ekslra kelas serta nilai akhir penampilan mengajar.
2. Laporan keselumhan kegiatan PPL diserahkan oleh pihak sekolah (SD) ke
UPP PGSD segera setelah seluruh praktikan telah mengikuti ujian dan
dinyatakan lulus atau tidak lulus. Saran dari Kepala Sekolah:
1. Perlu ada latihan secara intensif mengenai penggunaan instrumen PPL.
2. Lamanya PPL paling tidak satu cawu agar praktikan mendapat pengalaman
yang lebih lengkap dari awal tahun ajaran.
3. Honorarium untuk para pelaksana agar sesuai dengan waktu penyerahan tugas;
jangan terlalu lama hams menunggu.
F. Dana
Program Pengalaman lapangan (PPL) yang merapakan bagian
intra-kurikuler merapakan kegiatan yang sangat penting sekali dalam rangka
pembentukan calon tenaga kependidikan yang profesionai. Suatu kegiatan akan
berhasil dengan efektif dan efisien bila kegiatan tersebut ditunjang oleh dana atau
pembiayaan yang memadai.
Dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi ke UPP Bumi
Siliwangi dan UPP Cibiru UPI Bandung anggaran PPL mahasiswa untuk Program
Tabel 1
Rincian Penggunaan Anggaran PPL Mahasiswa
Program D2 PGSD Tahun 2001
62
NO KEGIATAN WAKTU
ANGGARAN PER UPP (RP.)
Bumi Siliwangi Cibiru Keterangan 251 mahasiswa 382 mahasiswa
1. Bahan PPL/ATK Juli2001 2.510.000 3.820.000 10.000/mhs
2. Kegiatan Operasional
- Operasional PPL
- Monitoring PPL
Supervisi administrasi
Juli 2001 1.255.000 1.910.000 5.000/mhs
3. Transfort supervisi
PPL ke sekolah-sekolah
Okt 2001 502.000 764.000 2.000/mhs
4. Honorarium Dosen
Pembimbing PPL
Nov 2001 2.008.000 3.056.000 8.000/mhs JUMLAH 6.275.000 9.550.000
Penerimaan dana dari UPT kepada UPP sering terlambat. Alokasi dana
yang diterima oleh masing-masing UPP tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Hal
ini merupakan kendala yang ditimbulkan oleh pembuat kebijakan pengelola
program.
Proses manajemen akan berjalan dengan efektif dan efisien bila didukung
oleh dana yang memadai dan akan menghasilkan output yang diharapkan, yaitu
' •• :•• -/---.'J."-. •:••: "\
/ • ^M%1S«;D:':V.:
bab vi u ;".
V> '•••:•
KES1MPULAN, IMPL1KASI DAN REKOMENDAS1
A. Kcsimpulan
Dari hasil penelitian, maka dapatlah disimpulkan bahwa :
Proses perencanaan PPL D2-PGSD UPI Bandung telah disusun cukup memadai,
yang menjadi sebuah program kerja yang memuat visi, misi dan tujuan.
Perencanaan ini disusun dalam sebuah buku pedoman dalam melaksanakan
kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan buku Panduan Praktek
Kependidikan (PPK) Program D2-PGSD.
Hanya kendala dalam penyusunan perencanaan ini tidak dipartisipasikan
semua UPP, yang menyusun hanya UPP Bumi Siliwangi dengan UPT PPL
sehingga yang tercantum dalam perencanaan masih belum lengkap karena belum
mcmpartisipasikan semua UPP seperti UPP Cibiru dan UPP yang lainnya.
Pengorganisasian PPL D2-PGSD UPI Bandung telah berjalan cukup baik,
sesuai dengan peraturan yang ada, sambil menunggu SK dan Menteri Pendidikan
Nasional tentang keberadaan UPT PPL UPI Bandung yang masih dalam proses.
Dalam pelaksanaan PPL yang dilaksanakan oleh dosen pembimbing dan
dosen luar biasa maupun kepala sekolah, menunjukkan intensitasnya masih minim
terutama dari frekuensi bimbingan dan kualitas bimbingan. Di samping itu,
praktikan belum memberdayakan fasilitas secara optimal.
69
Pelaksanaan monitoring belum dilaksanakan sebagaimana mestinya,
karena intensitasnya minim sekali. Pelaksanaan evaluasi telah dilaksanakan sesuai
dengan yang tercantum dalam buku PPK (Panduan Praktek Kependidikan).
Dukungan dana untuk kegiatan PPL D2-PGSD UPI Bandung, kurang
memadai, sehingga pelaksanaan PPL belum dapat dilaksanakan seoptimal
mungkin. Hal ini merupakan kendala karena semua proses kegiatan manajemen
tanpa dukungan dana yang memadai akan sulit untuk dilaksanakan sebagaimana
mestinya.
B. Implikasi
Dari hasil penelitian serta kesimpulan yang telah diperoleh, maka
disampaikan implikasi manajemen PPL di Cibiru dan Bumi Siliwangi UPI
Bandung sebagai berikut:
Mcskipun manajemen PPL oleh kedua UPP, yaitu Cibiru dan Bumi
Siliwangi sudah dilaksanakan, namun masih perlu adanya penyempurnaan dalam
hal perencanaannya, yaitu perlu melaksanakan partisipasi aktif dari seluruh UPP
dalam penyusunan perencanaan program PPL. Dengan adanya partisipasi dalam
penyusunan perencanaan, maka diharapkan keseluruhan program PPL akan lebih
lengkap dan diharapkan materi dari program PPL akan dapat membentuk calon
guru yang profesionai.
Dalam rangka pembinaan terhadap praktikan oleh dosen pembimbing,
dosen luar biasa dan kepala sekolah harus dilaksanakan secara intensif, karena
70
berkesinambungan. Pembinaan yang dilaksanakan dengan frekwensi yang sangat
minim, tidak akan efektif dan tidak akan menghasilkan calon guru yang
profesionai. Pembinaan mengenai masalah profesionalisme ini dapat melalui
kolaborasi di antara praktikan dengan pembimbing dengan jalan berbagi
pengalaman sehingga dapat terbcntuk profesionalisme guru yang diharapkan. Di
samping itu, hal yang turut mcncntukan penampilan profesionai guru adalah
sejauh manakah ia menguasai prinsip-prinsip pedagogi secara umum maupun
didaktik-metodik secara khusus yang berlaku pada setiap mata pelajaran.
Dalam hubungan ini, maka perlu adanya pembenahan mengenai
persyaratan pendidikan dan pcrsyaratan pengalaman di lapangan bagi dosen luar
biasa terutama dalam kegiatan penilaian terhadap praktikan. Oleh karena itu
pendidikan prajabatan, pendidikan dalam jabatan termasuk penataran, pembinaan
dari organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi
keguruan, pencgakan kode etik profesi, scrtifikasi, serta peningkatan kualitas
calon guru, akan menentukan pengembangan profesionalisme seseorang termasuk
guru.
Seluruh proses manajemen PPL akan efektif bila adanya dukungan dana
yang memadai. Dari seluruh proses kegiatan, mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan sampai pada pengawasan yang telah disusun
dengan baik, tidak mungkin akan mencapai tujuan dengan efektif, bila tidak ada
71
C. Kckumcndasi
1. Untuk lebih meningkatkan manajemen PPL agar menghasilkan calon guru yang profesionai, salah satu bentuk kegiatan kolaboratif antara LPTK dengan
SD adalah pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Melalui interaksi yang lebih
intensif antara guru dengan pendidik guru, antara lain melalui Penelitian Tindakan Kelas, maka akan terbuka kesempatan untuk menciptakan serta memantapkan secara sistematis dasar-dasar pengetahuan tentang mengajar yang sangat bermakna baik bagi para guru maupun bagi para pendidik guru.
2. Dalam hubungan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, sebaiknya para mahasiswa dibekali pengetahuan tentang metodologi penelitian. Hal ini
berkaitan dengan masalah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru
menurut P3G adalah sebagai berikut: 1) menguasai bahan
2) mengelola program belajar mengajar
3) mengelola kelas
4) menggunakan media/sumber belajar '
5) menguasai landasan kependidikan 6) mengelola interaksi belajar mengajar 7) menilai prestasi belajar
8) mengenai fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan
9) mengenai dan menyelenggarakan administrasi sekolah
72
Sesuai dengan masalah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang gura, maka
butir kesepuluh perlu bagi seorang gum untuk memiliki pengetahuan tentang
metodologi penelitian.
3. Adanya tiga jenis bentuk kolaborasi antara LPTK dengan SD, yang
mungkin ada faedahnya untuk diterapkan dalam meningkatkan manajemen PPL di
Indonesia, yaitu:
a. Kolaborasi kooperatif, yaitu berbagai bentuk kerja sama. Misalnya jasa
layanan akhli oleh LPTK kepada guru-gum SD yang berkolaborasi,
pembinaan penataran. Yang penting tidak adanya ketimbalibalikan konseptual
dalam kolaborasi jenis ini.
b. Kolaborasi simbiotik, adalah adanya ketimbalbalikan. Misalnya SD
menyelenggarakan PPL untuk mahasiswa calon guru, kemudian LPTK
memeberikan lokarya untuk kepentingan guru-guru di SD tempat
penyelenggaraan PPL.
c. Kolaborasi organik yaitu kebersamaan dalam melihat serta berperan serta
dalam uapaya memecahkan berbagai permasalahan, yang diidentitikasikan
secara bersama-sama serta ditangani secara bersama-sama pula. Para peserta
berinteraksi sebagai mitra yang sederajat, baik dari segi akademik maupun
administratif.
Pada saat ini di Indonesia hubungan yang lebih bersifat kolaborasi organik
akan lebih mendapatkan manfaat, karena dalam kolaborasi organik adanya
pelibatan semua unsur, baik dari pihak LPTK maupun sekolah, kemudian adanya
permasalahan bersama yang pada dasamya mengenai bidang penelitian':^t«KV* //
^ ^„;.,u^ //
^~-y~ Jy meningkatkan dasar pengetahuan pembelajaran maupun untuk mengembangkarr-^--^
bahan serta prosedur pembelajaran bam. Semuanya adalah dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan.
4. Agar setiap UPP mempunyai sekolah dasar latihan, karena sekolah
dasar latihan merapakan penunjang untuk melaksanakan manajemen PPL yang
baik agar dapat membentuk calon gum yang profesionai.
5. Setiap praktikan tampil, seharusnya dosen luar biasa dan dosen
pembimbing hadir menyaksikan praktikan melakukan praktek mengajar di kelas.
6. Adanya dukungan dana yang cukup untuk melaksanakan proses
manajemen PPL, karena tanpa dukungan dana yang memadai tidak mungkin
DAFTAR PlISTAKA
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Dasar dan
Menengah. (1999). Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta : Depdikbud.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). Konferensi Pendidikan
Indonesia : Mengatasi Krisis Menuju Pembaruan. Jakarta : Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan & Bappenas.
Direktorat Jenderal Pembinaan Kelcmbagaan Agama Islam. ,(1999. Platform
Reformasi Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta :
Logos.
Engkoswara. (1999). Menuju Indonesia Modern 2020. Bandung : Yayasan Amal
Keluarga.
Fadjar, H. A. M. (1993). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Yogyakarta :
Aditya Media.
Harian Umum Kompas Edisi 4 Agustus 1993.
Ibrahim. (1988). Inovasi Pendidikan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Joni, T. R. (1995). Konsep Dasar SIJ Laboratonum Latihan PGSD. Jakarta :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Kasbulah, K. E. S. (1998/1999). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderd Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar. (Primary School Teacher Development
Proyect). IBRD : LOAN-IND.
Lincoln, Y. S. & Guba. (1983). Naturalistik Inquiry. London : Sage Publication.
Nasution, S. (1988). Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif Bandung : Tarsito.
Siagian, S. P. (1977). Filsafat Administrasi. Jakarta : Gunung Agung.
• (1992). Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta : Bumi Aksara.
Sudjana, H. D. (2000). Manajemen Program Pendidikan untuk Pendidikan Luar
Sekolah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung : Falah
Production.
Suhaenah, A. (1992). Program Pengalaman Lapangan Dikti Depdikbud.
t
Sutisna, 0. (1993). Administrasi Pendidikan Dasar 'Teoritis untuk Praktek
Profesionai. Bandung : Angkasa.
Terry, G. R. (1986). Prinsip-prinsip Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.
Tilaar, HAR. (1994). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa
Depan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
.<-€,- ••**.
/ «•>'• 7'5* ''7 a \ **>.*••^*
^ ''•';,••*, * «*'-?'T .i' •/
Lapangan (PPL). Jakarta : D^ejj^:;'^^/'
. (1999). Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan, Nasional dalam
Perspcktif Abaci 21. Magelang : Tera Indonesia.
Turney, C. et. al. (1982). The Practicum in Teacher lulucaUon : Research,
Practice and Supervision. Sidney : Sidney University Press.
—c (1992). 'The School Manager. Australia : Allen & Unwim. Ukas, M. (1993). Manajemen. Bandung : Tudung Kencana.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2000). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah :
Laporan Buku, Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi. Bandung : Universitas
Pendidikan Indonesia.
UPT PPL IKIP Bandung. (1993). Pedoman Program Pengalaman Lapangan
Kependidikan IKIP Bandung. Bandung : IKIP.
- —. (2000). Panduan Praktek Kependidikan. (PPK) Program D2-PGSD. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.