PETUNJUK TEKNIS
KEGIATAN MBKM MAGANG PENYULUHAN
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PETERNAKAN DAN KESEJAHTERAAN HEWAN
TAHUN AKADEMIK 2022/2023
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG
2023
KEMENTERIAN PERTANIAN
2023
TIM PENYUSUN PETUNJUK TEKNIS MBKM MAGANG PENYULUHAN
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PETERNAKAN DAN KESEJAHTERAAN HEWAN POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG
TAHUN AKADEMIK 2022/2023
Pelindung :
Dr. Setya Budhi Udrayana, S.Pt, MSi.
Penanggung Jawab :
Dr. Novita Dewi Kristanti, M.Si
Pengarah :
Dr. Andi Warnaen, SST., M.I.Kom Dr. Wahyu Windari, S.Pt., M.Sc
Penyusun :
Dr. Sad Likah, S.Pt., MP Nurlaili, S.Pt., M.Sc
Kartika Budi Utami, SST., MP Saraswati Ayu Purbarani, SST., M.Si
PRAKATA
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penyusun dapat menyelesaikan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan MBKM Magang Penyuluhan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Penyusunan Juknis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dosen, pembimbing eksternal dan mahasiswa serta sebagai pedoman bagi mahasiswa serta pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan magang dapat terlaksana dengan baik dan kompetensi yang diharapkan dapat tercapai. Secara garis besar, Petunjuk Teknis ini berisi tentang alur dan tatalaksana kegiatan MBKM magang Penyuluhan mulai tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pada penyusunan output dan laporan akhir kegiatan.
Penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan telah memberikan kontribusi pemikiran sehingga Petunjuk Teknis ini dapat diterbitkan.
Meski telah diupayakan untuk menyajikan sebuah petunjuk yang berisi lengkap dan sejelas mungkin sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, akan tetapi masih dirasakan adanya beberapa kekurangan maka saran yang konstruktif demi perbaikan Juknis ini sangat diharapkan. Semoga bermanfaat.
.
Malang, Februari 2023 Tim Penyusun
DAFTAR ISI
TIM PENYUSUN PETUNJUK TEKNIS ... 2
LEMBAR PENGESAHAN ... 3
PRAKATA ... 4
DAFTAR ISI ... 5
DAFTAR TABEL ... 6
DAFTAR LAMPIRAN ... 7
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. LATAR BELAKANG ... 1
1.2. TUJUAN ... 3
1.3. DASAR HUKUM ... 4
1.4. DEFINISI OPERASIONAL ... 5
BAB II PELAKSANAAN ... 7
2.1. WAKTU DAN LOKASI ... 7
2.2. PESERTA,DOSEN PENGAMPU,PEMBIMBING DAN PENGUJI ... 8
2.3. TAHAPAN PELAKSANAAN ... 9
2.4. JENIS KEGIATAN DAN KOMPETENSI YANG DICAPAI ... 12
2.5. MONITORING DAN EVALUASI ... 12
2.6. PEMBIAYAAN ... 12
BAB III. PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN ... 13
3.1. PENYUSUNAN PROPOSAL ... 13
3.2 PENYUSUNAN LAPORAN ... 14
3.3. FORMAT PENULISAN ... 15
3.4. FORMAT PENGETIKAN ... 18
3.5. PENJILIDAN ... 18
BAB IV. PENILAIAN DAN UJIAN ... 19
4.1 PENILAIAN ... 19
4.1 UJIAN MAGANG ... 21
BAB V PENUTUP ... 23
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) MBKM Magang Penyuluhan.... 12
Tabel 2. Mata Kuliah, Kegiatan, dan Output pada MBKM Magang Penyuluhan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan ... 14
Tabel 3. Komponen Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa ... 19
Tabel 4. Konversi Logbook dan Output Nilai Mata Kuliah Praktek dalam MBKM Magang Penyuluhan ... 19
Tabel 5. Komponen Penilaian Magang Penyuluhan ... 20
Tabel 6. Komponen Penilaian Magang oleh Pembimbing Eksternal ... 20
Tabel 7. Skala Penilaian MBKM Magang Penyuluhan ... 21
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Contoh Cover Proposal ... 21
Lampiran 2. Contoh Lembar Pengesahan Proposal ... 22
Lampiran 3. Format Logbook MBKM Magang Penyuluhan ... 23
Lampiran 4. Bahan Kajian Mata Kuliah ... 25
Lampiran 5. Format Catatan Kegiatan Harian (Logbook) Kegiatan Magang ... 28
Lampiran 6. Format Lembar Konsultasi ... 29
Lampiran 7. Contoh Cover Laporan Magang ... 30
Lampiran 8. Contoh Lembar Pengesahan Laporan Magang ... 31
Lampiran 9. Format Penulisan Laporan Magang ... 32
Lampiran 10. Contoh Kata Pengantar ... 33
Lampiran 11. Contoh Daftar Isi ... 34
Lampiran 12. Contoh Daftar Tabel ... 35
Lampiran 13. Contoh Daftar Gambar ... 36
Lampiran 14. Contoh Daftar Pustaka ... 37
Lampiran 15. Format Lembar Penilaian Pembimbing Ekstern ... 38
Lampiran 16. Format Lembar Rekapitulasi Penilaian Pembimbing Internal dan eksternal ... 39 Lampiran 17. Format Penilaian MBKM Magang Penyuluhan oleh Dosen Pengampu . 40
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 1 BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pada Pasal 18 disebutkan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan: 1) mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam program studi pada perguruan tinggi sesuai masa dan beban belajar; dan 2) mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.
Melalui Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, mahasiswa memiliki kesempatan untuk 1 (satu) semester atau setara dengan 20 (dua puluh) sks menempuh pembelajaran di luar program studi pada Perguruan Tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 (empat puluh) sks menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda;
dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.
Secara umum penyetaraan bobot kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) dapat dikelompokkan menjadi 3 bentuk yaitu: (1) Bentuk bebas (free form) berdasarkan pembagian Learning Outcome; (2) Bentuk terstruktur (structured form) berdasarkan dengan penyetaraan mata kuliah; dan (3) Bentuk blended (campuran 1 dan 2).
MBKM Magang penyuluhan merupakan salah satu kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang wajib dilaksanakan mahasiswa program vokasi Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang). Sesuai struktur kurikulum Polbangtan Malang, MBKM magang Penyuluhan dilaksanakan selama satu semester yakni pada semester VI dengan total kredit 22 SKS. Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Malang menggunakan bentuk terstruktur (structured form) dan melakukan penyetaraan dengan mata kuliah yang ada pada semester VI.
Mata kuliah yang dikonversi ke MBKM Magang Penyuluhan adalah mata
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 2 kuliah Magang Penyuluhan (6 SKS; 0 Teori – 6 Praktek) dan mata kuliah terkonversi.
Mata kuliah terkonvensi antata lain adalah Programa Penyuluhan Pertanian (3 SKS;
1 Teori – 2 Praktek), Pendidikan Orang Dewasa (3 SKS; 1 Teori – 2 Praktek), Kelembagaan Usaha Peternakan (3 SKS; 1 Teori – 2 Praktek), Evaluasi Penyuluhan Pertanian (4 SKS; 1 Teori – 3 Praktek), Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian (2 SKS; 1 Teori – Praktek), dan Metode Penelitian Penyuluhan (1 SKS; 1 Teori – 0 Praktek).
Magang merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar bekerja praktis pada dunia usaha/dunia industri/dunia kerja yang diharapkan dapat menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa. Mahasiswa akan memperoleh keterampilan yang tidak hanya bersifat kognitif dan afektif, namun juga psikomotorik yang meliputi keterampilan fisik, intelektual, sosial dan manajerial. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dengan cara ikut bekerja sehari-hari pada dunia usaha/dunia industri/dunia kerja yang layak dan representatif dijadikan lokasi magang.
Program MBKM Magang Penyuluhan 1 semester, dengan kredit 22 SKS akan memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa yaitu pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hard skills (keterampilan complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb.).
Dengan mengikuti dan melaksanakan kegiatan magang, diharapkan mahasiswa mampu:
1) Berlatih untuk mengerjakan pekerjaan lapangan dan sekaligus melaksanakan serangkaian keterampilan yang sesuai dengan bidang keahliannya
2) Memperoleh kesempatan untuk memantapkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga kepercayaan dan kematangan dirinya meningkat 3) Berlatih untuk berpikir kritis dan menggunakan daya nalarnya dengan cara
memberi komentar logis terhadap kegiatan yang dikerjakan dalam bentuk kegiatan laporan
4) Menumbuhkan jiwa wirausaha dan sikap kerja yang berkarakter
5) Mempraktikkan teori dalam kegiatan yang sesungguhnya pada dunia usaha dan dunia industri
6) Berlatih bermasyarakat dengan kondisi sosiokultur yang berbeda dengan atmosfer akademik.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 3 Selain itu diharapkan dengan kegiatan magang terwujud link and match antara kurikulum dengan kebutuhan kompetensi dunia usaha dan dunia industri.
Polbangtan Malang sebagai penyelenggara pendidikan program vokasi di bidang pertanian lebih dikenal oleh DUDI. Selain juga menciptakan kerjasama yang baik dengan dunia usaha/dunia industri dan lembaga penyuluhan di bidang pemberdayaan sumber daya manusia pertanian. Agar pelaksanaan magang sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan, maka perlu disusun Petunjuk Teknis Kegiatan MBKM Magang Penyuluhan Mahasiswa Program Studi PPKH Polbangtan Malang yang dapat digunakan sebagai acuan bagi mahasiswa, dosen dan penyelenggara.
1.2. Tujuan
Tujuan penyusunan petunjuk teknis MBKM Magang Penyuluhan ini adalah sebagai berikut :
1. Panduan bagi dosen pengampu, dalam melaksanakan pembelajaran mata kuliah bagi mahasiswa di Semester VI;
2. Panduan bagi pembimbing internal dan eksternal dalam membimbing pelaksanaan magang, dimulai dari persiapan, monitoring dan evaluasi, pelaksanaan ujian dan penilaian;
3. Pedoman bagi mahasiswa dalam pelaksanaan MBKM magang penyuluhan meliputi pembelajaran dan pelaksanaan magang yang dimulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan magang, penyusunan laporan dan pelaksanaan ujian magang.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 4 1.3. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Petunjuk Teknis Kegiatan Magang Mahasiswa Politeknik Dasar Pembangunan Pertanian Malang, adalah sebagai berikut:
1. Undang-undang RI Nomor : 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-undang RI Nomor : 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen;
3. Undang-undang RI Nomor : 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
4. Undang-undang RI Nomor : 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014, Tanggal 30 Januari 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara R.l. Tahun 2014 Nomor 16);
6. Peraturan Pemerintah RI Nomor : 37 tahun 2009 tentang Dosen;
7. Peraturan Presiden Nomor : 08 tahun 2012 tentang KKNI dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 13 tahun 2013 tentang Penerapan KKNI;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 73 tahun 2013 tentang Penerapan KKNI bidang Pendidikan Tinggi;
9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor : 46 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 17 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya;Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, Dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.
11. Surat Menristek Dikti No. 399/2017 tentang Rekomendasi Perubahan Bentuk STPP Menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian
12. Surat Menpan RB No. B-311/2018 tentang Penetapan Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Pembangunan Pertanian
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 5 13. Permentan No. 25/2018 tentang OTK Politeknik Pembangunan Pertanian
14. Peraturan Menteri Pertanian No. 36/PERMENTAN/SM.220/8/ 2018 tentang STATUTA Politeknik Pembangunan Pertanian
15. Peraturan Menteri Pertanian No. 75/Permentan/SM.220/I/08/ 2016 tentang Pedoman Penerapan Teaching Factory/Teaching Farm Pada Lembaga Pendidikan Vokasi Pertanian Lingkup Kemenerian Pertanian
16. Peraturan Menteri Pertanian No. 11/PERMENTAN/SM.220/5/ 2017 tentang Standar Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian
17. Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Nomor: 88/Kpts/SM.220/I/05/ 2018 tentang Profil, Capaian Pembelajaran dan Bahan Kajian Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian
18. Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian no 29/Kpts/SM.220/I/02/19 tentang Petunjuk Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian
19. Keputusan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Malang Nomor: 3309/
Kpts / SM.140 / I.9.2 / 09 / 2018 tentang Kurikulum Politeknik Pembangunan Pertanian Malang Tahun 2018
20. Surat Keputusan Bersama (4 Menteri) No.01/KP/2020 tanggal 15 Juni 2020 tentang Panduan Penyelenggaran Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemik corona virus disease (Covid-19).
1.4. Definisi Operasional
1) MBKM Magang Penyuluhan adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang memberikan wawasan dan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai kegiatan riil di dunina industri, dunia usaha dan dunia kerja yang dilaksanakan selama 1 (satu) semester. MBKM Magang Penyuluhan adalah integrasi dari kegiatan perkuliahan Semester VI dengan magang penyuluhan yang dilaksanakan pada dunia usaha atau dunia industri (DUDI) atau perusahaan pertanian/peternakan, lembaga penyuluhan, P4S maupun Koperasi.
2) Program Studi adalah Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Jurusan Peternakan, Polbantan Malang.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 6 3) Mahasiswa adalah mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan
Kesejahteraan Hewan (PPKH) semester VI (Tingkat III) Tahun Ajaran 2022/2023.
4) Mata kuliah adalah mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa semester VI yaitu Program Penyuluhan Pertanian (3 SKS), Pendidikan orang dewasa (3 SKS), Kelembagaan usaha peternakan (3 SKS), Evaluasi Penyuluhan (4 SKS), Teknologi Informasi Penyuluhan I (2 SKS), Metode Penelitian Penyuluhan Pertanian I (1 SKS) yang pelaksanaannya diintegrasikan dengan Magang Penyuluhan (6 SKS).
5) Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) atau perusahaan pertanian/peternakan adalah tempat dilaksanakannya kegiatan produksi pertanian atau peternakan dan tempat berkumpulnya semua faktor produksi pertanian atau peternakan.
6) Kelembagaan penyuluhan adalah lembaga pemerintah, swasta dan/atau masyarakat yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan penyuluhan.
7) Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga masyarakat yang dimiliki dan dikelola petani langsung baik secara perorangan maupun kelompok dalam meningkatkan peran aktif pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian seperti pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan.
8) Koperasi adalah adalah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha dan buruh peternakan yang berkepentingan dan mata pencahariannya langsung berhubungan dengan peternakan, serta memiliki peran menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 7 BAB II PELAKSANAAN
3.1. Waktu dan Lokasi 3.1.1. Waktu
MBKM Magang Penyuluhan dilaksanakan selama 6 bulan berdasarkan kalender akademik pada tahun ajaran 2022/ 2023.
3.1.2. Lokasi
Magang dilaksanakan di wilayah lokasi magang yang sesuai syarat- syarat yang telah ditentukan. Jumlah mahasiswa dalm satu lokasi magang maksimal 5 (lima) orang. Persyaratan lokasi magang sebagai berikut :
1) Lembaga penyuluhan milik pemerintah (BPP)
2) Lembaga penyuluhan swasta/ dunia usaha/ dunia industri atau divisi penyuluhan/pemberdayaan masyarakat di perusahaan pertanian/peternakan 3) P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya),
4) Koperasi Peternakan yang memiliki program kemitraan atau pemberdayaan petani/peternak.
Baik lembaga penyuluhan milik pemerintah maupun swasta, P4S maupun Koperasi Peternakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1) Lembaga memiliki peta dan data potensi wilayah;
2) Lembaga memiliki program penyuluhan/pemberdayaan;
3) Lembaga melaksanakan penyuluhan dan pemberdayaan dengan dibuktikan dokumen pelaksanaan penyuluhan (penentuan metode, media dan materi penyuluhan);
4) Lembaga memiliki binaan petani atau kelompok tani atau lembaga usaha peternakan;
5) Lembaga sudah menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan tupoksi penyuluhan/pemberdayaan;
6) Lembaga memiliki laporan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan/pemberdayaan;
7) Lembaga melakukan aktivitas kajian di bidang penyuluhan/pemberdayaan dibuktikan dengan laporan hasil kajian atau publikasi.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 8 3.2. Peserta, Dosen Pengampu, Pembimbing dan Penguji
3.2.1. Peserta
Peserta magang adalah mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus dari semester V dan memprogram mata kuliah MBKM magang penyuluhan pada kartu rencana studi (KRS) semester VI. Mahasiswa peserta magang wajib menaati peraturan yang berlaku. Tugas peserta magang adalah melaksanakan seluruh tahapan kegiatan yang sudah ditetapkan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
3.2.2. Dosen Pengampu
Dosen pengampu adalah dosen pengampu mata kuliah pada semester VI TA. 2022/2023. Dosen pengampu memiliki tugas:
1) Memberikan pembekalan kepada mahasiswa terutama capaian pembelajaran dan output matakuliah yang harus dicapai mahasiswa;
2) Melakukan validasi aktivitas/kegiatan mahasiswa yaitu kesesuain aktivitas dengan bahan kajian dan capaian pembelajaran matakuliah pada logbook dan Output kegiatan MBKM Magang Penyuluhan mahasiswa;
3) Memberikan penilaian matakuliah kepada mahasiswa sesuai dengan hasil logbook dan Output kegiatan MBKM Magang penyuluhan masing-masing mahasiswa.
3.2.3. Pembimbing
Pembimbing MBKM Magang Penyuluhan yaitu Pembimbing Internal (Dosen Polbangtan Malang) dan Pembimbing Eksternal yang berasal dari tempat magang mahasiswa.
a) Pembimbing Internal adalah dosen Program Studi PPKH Polbangtan Malang dan untuk masing-masing mahasiswa terdiri atas 2 (dua) orang dosen pembimbing yang telah ditetapkan melalui surat keputusan Direktur Polbangtan Malang.
Tugas Pembimbing internal:
1. Membimbing mahasiswa dalam persiapan magang penyuluhan/ penyusunan proposal;
2. Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan magang penyuluhan;
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 9 3. Melakukan supervisi pelaksanaan magang dalam bentuk kegiatan monitoring
dan evaluasi;
4. Melakukan validasi terhadap logbook dan ouput dari setiap kompetensi magang;
5. Membimbing mahasiswa dalam penyusunan laporan magang;
6. Menguji dan memberikan penilaian magang penyuluhan, proporsi penilaian dari pembimbing internal adalah 60% dari nilai magang.
b) Pembimbing Eksternal adalah praktisi penyuluhan atau pemberdayaan masyarakat baik dari lembaga penyuluhan (BPP/P4S) maupun dunia usaha.
Pembimbing eksternal mendapatkan legalitas penugasan dari Polbangtan Malang, dengan ketentuan satu Pembimbing Eksternal maksimal membimbing 5 (lima) orang mahasiswa.
Tugas Pembimbing eksternal:
1. Mengarahkan mahasiswa dalam pelaksanaan magang di lokasi
2. Memfasilitasi mahasiswa magang dalam mengumpulkan data yang diperlukan
3. Melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dalam bentuk pemantauan kedisiplinan mahasiswa peserta magang dan ketercapaian output magang (Tabel 1). Pelaksanaan monev ditunjukkan dengan menandatangani catatan kegiatan harian (logbook) mahasiswa magang
4. Memberikan penilaian magang yaitu pada komponen pelaksanaan magang.
Penilaian didasarkan pada pemantauan unjuk kerja mahasiswa selama kegiatan di dunia usaha/dunia industri/perusahaan / lembaga penyuluhan.
Proporsi penilaian dari pembimbing eksternal adalah 40% dari nilai magang
3.2.4. Penguji
Penguji adalah dosen pembimbing. Tata laksana ujian magang di jelaskan pada Bab IV tentang Penilaian dan Ujian.
3.3. Tahapan Pelaksanaan
Penyelenggaraan MBKM magang Penyuluhan Program Studi PPKH di Polbangtan Malang dilaksanakan oleh Panitia yang ditetapkan oleh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Malang dibawah koordinasi
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 10 Ketua Program Studi. Prosedur Pelaksanaan kegiatan magang adalah sebagai berikut:
1. Survei calon lokasi magang dan Perijinan
Mahasiswa melakukan survei dan perijinan secara mandiri pada calon lokasi yang memenuhi persyaratan baik yang sudah ditetapkan prodi maupun yang diusulkan mahasiswa. Hasil survei calon lokasi direkap dan diverifikasi oleh Prodi. Lokasi yang memenuhi syarat ditetapkan sebagai lokasi magang oleh Direktur Polbangtan Malang.
2. Pembekalan Magang
Pembekalan MBKM magang Penyuluhan diberikan kepada mahasiswa sebelum pemberangkatan ke lokasi magang. Pembekalan dilaksanakan baik secara offline atau online dengan ketentuan:
- Pembekalan disampaikan oleh Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, dosen pengampu dan panitia.
- Materi pembekalan disesuaikan dengan mata kuliah di Semester VI - Pembekalan wajib diikuti mahasiswa Prodi PPKH sesuai dengan jadwal.
3. Penyusunan proposal Magang
Mahasiswa wajib menyusun proposal magang sesuai aturan penyusunan proposal secara rinci dapat dibaca di Bab 3 dan sudah ditandatangani pembimbing sebelum berangkat magang.
4. Konversi Matakuliah
Konversi kegiatan magang ke dalam mata kuliah sesuai dengan daftar mata kuliah dan output yang telah ditetapkan oleh program studi pada Tabel 1.
Bahan Kajian yang akan dikonversikan dalam kegiatan magang terdapat pada lampiran 4.
5. Pelaksanaan
Ketentuan pelaksanaan MBKM magang penyuluhan dijelaskan sebagai berikut:
- Pelaksanaan MBKM magang penyuluhan di lapangan dilakukan oleh mahasiswa peserta magang, sesuai perencanaan yang tertuang di proposal selama 6 bulan setara 22 SKS.
- Mahasiswa melaksanakan MBKM magang penyuluhan dengan membawa petunjuk teknis MBKM magang penyuluhan, Proposal serta instrumen MBKM magang.
- Mahasiswa berkewajiban mengisi catatan kegiatan harian atau logbook
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 11 (lampiran 3 dan 5) dan ditandatangani oleh dosen pengampu matakuliah, dosen pembimbing internal dan pembimbing eksternal.
- Mahasiswa peserta magang wajib berkonsultasi dan mengikuti arahan dosen pengampu, pembimbing internal dan eksternal untuk pencapaian output magang. Lembar konsultasi harus diisi sebagai portofolio kegiatan tersebut. Format lembar konsultasi ada di Lampiran 6.
- Mahasiswa menyelesaikan barang bukti output setiap matakuliah yang di konversikan dalam kegiatan magang.
6. Penyusunan Laporan
Mahasiswa wajib menyusun laporan MBKM magang penyuluhan, aturan dalam penyusunan laporan secara rinci dapat dibaca di Bab 3.
7. Ujian
Mahasiswa dapat mengikuti ujian magang sesuai jadwal dengan ketentuan laporan magang sudah dianggap layak untuk diuji berdasarkan keputusan dosen pembimbing. Ujian magang dapat dilakukan secara offline maupun online. Aturan rinci mengenai pelaksanaan ujian dapat dibaca pada Bab IV 8. Penilaian
Mahasiswa dinyatakan lulus pada kegiatan MBKM Magang Penyuluhan, jika nilai masing-masing matakuliah hasil konversi minimal C dan nilai magang minimal B. Penilaian magang dilakukan oleh dosen pengampu, dosen pembimbing internal dan pembimbing eksternal. Dosen pengampu memberikan penilaian terhadap output masing-masing mata kuliah (tabel 1).
Pembimbing internal memberikan penilaian terhadap komponen proposal, pelaksanaan, laporan dan ujian. Sedangkan pembimbing eksternal hanya memberikan penilaian terhadap komponen pelaksanaan magang. Rincian komponen penilaian dijelaskan pada Bab IV. Perusahaan/lembaga penyuluhan dapat memberikan sertifikat untuk dijadikan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
9. Sanksi
MBKM Magang Penyuluhan merupakan kegiatan akademik bagian dari kurikulum. Bagi mahasiswa yang berangkat ke lapangan tanpa membawa proposal yang sudah ditandatangani oleh pembimbing, maka dinyatakan kegiatan magang tersebut tidak sah dan harus menuntaskan proposal terlebih dahulu. Mahasiswa yang meninggalkan lokasi magang tanpa seijin
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 12 pembimbing internal dan eksternal dinyatakan tidak lulus magang.
3.4. Jenis Kegiatan dan Kompetensi yang dicapai
Mahasiswa ikut serta melaksanakan kegiatan pada perusahaan/
bidang usaha agribisnis/ dunia usaha/ dunia industri/ lembaga penyuluhan pemerintah maupun swasta / P4S / Koperasi. Kompetensi dan keluaran yang harus dicapai setelah mahasiswa melaksanakan MBKM Magang Penyuluhan disajikan pada Tabel 1 dan 2 berikut ini:
Tabel 1. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) MBKM Magang Penyuluhan
Mata Kuliah CPMK
Magang Penyuluhan Mahasiswa mampu melakukan identifikasi potensi, permasalahan, dan merumuskan rekomendasi potensi dan pemecahan masalah wilayah;
menggunakan IPTEK untuk memetakan potensi wilayah; menyusun program penyuluhan pertanian;
melakukan penyusunan materi penyuluhan; memilih, menetapkan dan menyusun desain media penyuluhan; memilih, menetapkan dan menyusun desain dan strategi metode penyuluhan pertanian;
melakukan evaluasi penyuluhan; mengakses dan memanfaatkan informasi, teknologi, permodalan, dan pasar pada penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan; menerapkan prinsip-prinsip POD dan pemberdayaan masyarakat pada pelaksanaan penyuluhan; dan melaksanakan penyuluhan dalam rangka penumbuhkembangan kelembagaan peternak.
Programa Penyuluhan Pertanian
Mahasiswa mampu menjelaskan program dan perencanaan program, unsur-unsur programa penyuluhan pertanian, prinsip-prinsip penyusunan programa penyuluhan pertanian, melakukan identifikasi potensi wilayah dan menetapkan potensi wilayah, merumuskan program penyuluhan pertanian dan menyusun programa penyuluhan pertanian.
Pendidikan Orang Dewasa
Mahasiswa mampu menjelaskan hakikat teori pembelajaran orang dewasa, latar belakang munculnya pembelajaran orang dewasa, karakteristik petani sebagai penerima manfaat penyuluhan, prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa dan pendekatan yang digunakan, model- model pembelajaran orang dewasa, motivasi belajar orang dewasa, perubahan perilaku, metode dan teknik pembelajaran orang dewasa, strategi pembelajaran orang dewas, serta mahasiswa
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 13 mampu merencanakan dan melakukan pembelajaran orang dewasa.
Kelembagaan Usaha Peternakan
Mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi penumbuhkembangan kelembagaan peternak yang tepat dan sesuai, mampu mengidentifikasi model- model penumbuhkembangan KP/KEP di wilayah tertentu, mampu merekontruksi (merencanakan, menyusun dan mempresentasikan) konsep penumbuhkembangan kelembagaan peternak dan kelembagaan ekonomi peternak secara nyata di tingkat peternak, mampu melaksanakan penumbuhankembangan kelembagaan peternak dan kelembagaan ekonomi peternak di wilayah tertentu.
Evaluasi Penyuluhan Mahasiswa mampu dan bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja individu dan kelompok serta melakukan evaluasi penyuluhan pertanian secara mandiri dan sistematis dengan menggunakan jenis evaluasi yang sesuai, model evaluasi serta analisis data yang tepat sehingga mampu menghasilkan data yang bisa akurat dan bisa digeneralisir sebagai suatu keputusan yang tepat dalam melakukan embinaan terhadap sasaran penyuluhan.
Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian I
Mahasiswa mampu mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi sesuai standar masing-masing wilayah dalam pelaksanaan penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan.
Metode Penelitian Penyuluhan Pertanian I
Mahasiswa mampu mengidentifikasi ruang lingkup penelitian penyuluhan, mampu menerapkan prinsip dan prosedur penelitian serta mampu merancang rencana penelitian.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 14 Tabel 2. Mata Kuliah, Kegiatan, dan Output pada MBKM Magang Penyuluhan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan
Mata Kuliah Kegiatan Output
Magang Penyuluhan 6 SKS (0T-6P)
Melaksanakan identifikasi potensi, permasalahan, merumuskan rekomendasi potensi dan pemecahan masalah wilayah
Data potensi wilayah dan permasalan hasil IPW
Menggunakan IPTEK untuk memetakan potensi wilayah
Peta potensi wilayah
Melakukan penyusunan materi Materi Penyuluhan Pertanian (Sinopsis)
Memilih, menetapkan dan menyusun desain metode penyuluhan
Metode Penyuluhan Pertanian (LPM)
Memilih, menetapkan dan menyusun desain media penyuluhan
Media Penyuluhan Pertanian
Melaksanakan penyuluhan Laporan kegiatan pelaksanaan penyuluhan
Program Penyuluhan Pertanian 3 SKS (1T-2P)
Menyusun program penyuluhan pertanian
Program penyuluhan pertanian*
Pendidikan Orang Dewasa 3 SKS (1T-2P)
Merencanakan dan melakukan pembelajaran pada orang dewasa
Laporan kegiatan penyuluhan (yang menerapkan prinsip pembelajaran Orang Dewasa)*
Kelembagaan Usaha
Peternakan 3 SKS (1T-2P)
Melakukan Pendampingan kelembagaan penyuluhan (BPP) melalui peningkatan kapasitas BPP sebagai model Kostratani dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani (Poktan/Gapoktan)
Laporan kegiatan pendampingan BPP dan kelembagaan petani
Evaluasi Penyuluhan 4 SKS (1T-3P)
Melakukan evaluasi penyuluhan Laporan Hasil evaluasi Program/proses/dampak penyuluhan pertanian*
Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian I 2 SKS (1T-1P)
Melakukan kegiatan penyuluhan (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengkajian maupun usaha peternakan) berbasis teknologi informasi
Laporan kegiatan penggunaan teknologi informasi dalam penyuluhan dan dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video*
Metode Penelitian Penyuluhan Pertanian I 1 SKS (1T-0P)
Menetapkan judul Penelitian Tugas Akhir Judul penelitian untuk Tugas Akhir
Keterangan: *)termasuk output magang penyuluhan
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 12 3.5. Monitoring dan Evaluasi
Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan oleh Dosen Pengampu, Pembimbing Internal dan Pembimbing Eksternal secara periodik selama mahasiswa berada di lokasi magang. Kegiatan monev oleh dosen pengampu dan pembimbing internal dilaksanakan dengan mengisi instrumen monitoring dan evaluasi (monev) secara online/offline serta melakukan validasi atas aktivitas yang telah dilakukan oleh mahasiswa melalui Logbook MBKM Magang Penyuluhan (Lampiran 3 dan 5). Kegiatan monev oleh pembimbing eksternal juga dilakukan dengan menandatangani logbook peserta MBKM magang (lampiran 5). Penandatanganan dilakukan setiap hari kerja sesuai penjadwalan kegiatan magang. Tandatangan dosen pengampu, pembimbing internal dan pembimbing eksternal menunjukkan sudah terlaksananya cek kehadiran/kedisiplinan peserta dan tercapainya output MBKM magang penyuluhan sesuai kurikulum MBKM.
3.6. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan magang dibebankan kepada DIPA Politeknik Pembangunan Pertanian Malang tahun akademik berjalan sebagian dan atau seluruhnya.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 13 BAB III. PENYUSUNAN PROPOSAL DAN
LAPORAN 3.1. Penyusunan Proposal
Mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan MBKM Magang Penyuluhan wajib menyusun proposal sebelum pelaksanaan MBKM Magang Penyuluhan. Proposal disusun berdasarkan hasil survei calon lokasi dan kompetensi yang akan dicapai pada perusahaan serta memuat susunan rencana kerja selama periode magang.
Semua proposal wajib dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dosen pembimbing. Konsultasi dapat dilaksanakan secara online maupun offline.
Persetujuan dosen pembimbing dituangkan dalam lembar pengesahan proposal magang yang diketahui oleh Ketua Program Studi dan Ketua Jurusan.
Proposal yang sudah dilengkapi lembar pengesahan dijilid rangkap 6 (enam) masing-masing 1 eksemplar untuk mahasiswa yang bersangkutan, 2 eksemplar untuk dosen pembimbing, 1 eksemplar untuk pembimbing eksternal, 1 eksemplar untuk arsip BAAK dan 1 eksemplar untuk arsip prodi. Proposal paling lambat diserahkan 3 (tiga) hari kerja sebelum pemberangkatan ke lokasi magang.
Adapun sistematika penulisan proposal sebagaimana petunjuk berikut : - COVER (Lampiran 1)
- LEMBAR PENGESAHAN (Lampiran 2) - KATA PENGANTAR
- DAFTAR ISI - DAFTAR TABEL - DAFTAR GAMBAR - DAFTAR LAMPIRAN - BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan
1.3. Manfaat
- BAB II TINJAUAN PUSTAKA
- BAB III METODE PELAKSANAAN MBKM MAGANG PENYULUHAN 3.1. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan MBKM Magang Penyuluhan 3.2. Metode Pelaksanaan MBKM Magang Penyuluhan
- DAFTAR PUSTAKA
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 14 - LAMPIRAN
(Lampiran memuat Jadwal Palang dengan rincian rencana kegiatan dan waktu pelaksanaan)
Contoh Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel dan Daftar Gambar dapat dilihat pada Lampiran 10-13.
3.2 Penyusunan Laporan
Laporan kegiatan MBKM Magang Penyuluhan terdiri dari 2 (dua) jenis; yaitu Output Kegiatan Belajar dan Laporan Magang.
1) Output Kegiatan Belajar adalah barang bukti kegiatan belajar yang telah dilaksanakan berupa ketercapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) setiap matakuliah yang dibuktikan melalui logbook MBKM (Lampiran 3) dan barang bukti output akhir dari setiap mata kuliah sesuai tabel 2 tentang Mata Kuliah, Kegiatan, dan Output MBKM Magang Penyuluhan. Output kegiatan belajar disusun oleh individu mahasiswa, karenanya plagiasi tidak dibenarkan. Mahasiswa yang kedapatan melakukan plagiasi akan mendapatkan sanksi tidak lulus mata kuliah.
2) Laporan MBKM Magang adalah laporan kegiatan magang yang telah dilaksanakan di tempat magang. Penyusunan laporan magang dilakukan berdasarkan hasil Magang Penyuluhan yang diperoleh selama kegiatan magang (dibuktikan dengan logbook magang penyuluhan sesuai Lampiran 5) dan dipadukan dengan referensi/pustaka yang relevan. Draft laporan magang merupakan syarat mengikuti ujian magang. Dalam menyusun laporan magang, mahasiswa wajib berkonsultasi dengan dosen pembimbing internal baik secara online maupun offline. Laporan magang disusun oleh individu mahasiswa. Plagiasi tidak dibenarkan. Mahasiswa yang kedapatan melakukan plagiasi akan mendapatkan sanksi tidak dapat mengikuti ujian magang. Persetujuan dosen pembimbing dituangkan dalam lembar pengesahan laporan magang yang diketahui oleh Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi. Laporan dijilid rangkap 6 (enam); 1 eksemplar untuk mahasiswa yang bersangkutan, 2 eksemplar untuk dosen pembimbing, 1 eksemplar untuk pembimbing eksternal, 1 eksemplar untuk arsip BAAK dan 1 eksemplar untuk arsip prodi. Laporan paling lambat diserahkan 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan ujian magang.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 15 3.3. Format Penulisan
Adapun sistematika penyusunan Laporan Magang sebagaimana petunjuk berikut;
- COVER (luar dan dalam contoh di Lampiran 7) - LEMBAR PENGESAHAN (Lampiran 8)
- KATA PENGANTAR - DAFTAR ISI
- DAFTAR TABEL - DAFTAR GAMBAR - DAFTAR LAMPIRAN - BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan
1.3. Manfaat
- BAB II TINJAUAN PUSTAKA
- BAB III METODE PELAKSANAAN MBKM MAGANG PENYULUHAN 3.1. Lokasi dan Waktu
3.2. Metode Pelaksanaan
- BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Lokasi Magang/Profil Perusahaan 4.2. Hasil MBKM Magang Penyuluhan
- BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan 5.2. Saran
- DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN
PENJELASAN:
Laporan kegiatan Magang merupakan laporan setiap kegiatan yang dilakukan dalam MAGANG yang terdiri dari:
JUDUL KEGIATAN : (tuliskan judul kegiatan di Cover sesuai jenis kegiatan yang dilakukan)
I. PENDAHULUAN, berisi uraian tentang :
1. Latar Belakang yaitu mengenai ruang lingkup kegiatan magang yang akan
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 16 dilakukan, serta alasan memilih judul tersebut.
2. Tujuan (pelaksanaan kegiatan magang)
3. Tujuan adalah uraian yang menerangkan sesuatu yang ingin dicapai dalam pelaksanaan magang
4. Manfaat (pelaksanaan kegiatan magang)
5. Manfaat adalah uraian yang menerangkan manfaat yang terkait dengan pelaksanaan magang baik bagi mahasiswa maupun instansi pemerintah atau swasta.
II. TINJAUAN PUSTAKA, berisi tentang : teori-teori atau pemikiran yang melandasi pentingnya dilakukan suatu kegiatan. Teori yang disajikan pada tinjauan pustaka menerangkan hubungan antara beberapa konsep yang digunakan untuk menjelaskan masalah magang. Tinjauan Pustaka mengandung sejumlah pustaka yang dijadikan referensi dalam penulisan usulan magang maupun laporan magang. Sumbernya dapat berasal dari jurnal, buku ilmiah, majalah ilmiah, laporan penelitian, laporan dinas, internet dengan mencantumkan tanggal diakses, dan dapat pula laporan yang tidak diterbitkan atau komunikasi pribadi, terutama dilakukan dalam pendekatan kualitatif. Pustaka yang diacu harus up to date, jangan mengacu pustaka yang sudah usang (terlalu lama).
III. METODE PELAKSANAAN MBKM MAGANG PENYULUHAN, berisi tentang : 3.1. Lokasi dan waktu Pelaksanaan MBKM Magang Penyuluhan
Pada sub bab ini dijelaskan lokasi dan waktu pelaksanaan Magang
3.2. Metode Pelaksanaan Kegiatan (disesuaikan pada setiap kegiatan yang dilakukan)
Pada sub bab ini dijelaskan metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan Magang, antara lain: mengikuti kegiatan secara langsung (Magang), observasi, wawancara dan menghimpun data sekunder.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran umum lokasi magang/Profil Perusahaan/Lembaga Penyuluhan Berisi informasi umum perusahaan/Lembaga penyuluhan (sejarah perusahaan, lokasi, jumlah pekerja, pemilik modal dan lain-lain), struktur organisasi beserta penjelasan masing-masing bagian.
4.2 Hasil MBKM Magang Penyuluhan
Berisi hasil pelaksanaan kegiatan magang penyuluhan di dunia usaha/dunia industri/perusahaan/lembaga penyuluhan yang sesuai dengan judul dan tujuan
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 17 MBKM magang. Bagian ini harus memuat output MBKM magang penyuluhan yang dituangkan dalam sub-sub pokok bahasan (Tabel 2).
V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan, berisi tentang; penulisan kesimpulan kegiatan secara jelas dan runtut. Kesimpulan yang baik akan menjawab tujuan kegiatan.
5.2 Saran, berisi tentang; saran yang dapat menjadi acuan untuk melakukan kegiatan yang sejenis di masa yang akan datang. Penulisan saran kegiatan harus secara jelas dan runtut.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka adalah suatu daftar yang memuat sumber informasi ilmiah yang diacu secara langsung dalam menyusun proposal maupun laporan magang. Sumber informasi tersebut meliputi nama pengarang, tahun terbitan, judul sumber informasi, nama penerbit dan tempat penerbitan untuk buku. Sumber pustaka yang digunakan dapat berupa textbook, jurnal, web dan atau laporan pada kurun waktu maksimal 10 tahun terakhir.
Berikut adalah poin-poin yang harus diperhatikan dalam penyusunan Daftar Pustaka (Contoh penulisan Daftar Pustaka seperti pada Lampiran 14):
- Buku ilmiah populer atau buku praktis dapat digunakan paling banyak 10% dari total sumber informasi.
- Textbook dan jurnal harus mencantumkan nama pengarang, tahun terbitan, judul buku/artikel, nama dan kota penerbit. Khusus jurnal harus juga menyebutkan nama, nomor jurnal dan halaman dari bagian yang dijadikan sumber pustaka.
- Web adalah sumber pustaka yang diambil dari internet. Dalam penulisan harus mencantumkan nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, alamat website dan halaman serta tanggal diakses.
- Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang. Apabila terdapat nama pengarang yang sama, maka penulisan kedua dan seterusnya cukup dengan garis. Sumber pustaka yang tidak memuat nama pengarang, maka cukup ditulis Anonim sebagai pengganti nama dalam penulisan pada Daftar Pustaka.
- Daftar Pustaka ditulis dengan jarak 1 spasi antar baris dalam satu sumber pustaka sedangkan jarak antar sumber pustaka 2 spasi.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 18 3.4. Format Pengetikan
Teknik pengetikan: Kertas HVS putih 80 gram ukuran A4, huruf Arial 11 dengan jarak 2 spasi. Batas penulisan: atas 3 cm, bawah 3 cm, kiri 4 cm, dan kanan 3 cm. Paragraf dimulai dengan 6 indentasi. Ketentuan teknik penulisan secara detail mengikuti pedoman penulisan Tugas Akhir 2021 yang diterbitkan oleh Polbangtan Malang dan dapat diunduh di laman Polbangtan Malang.
3.5. Penjilidan
Proposal dan Laporan dijilid langsung (tanpa lakban) sebanyak 6 (enam) eksemplar diserahkan kepada: pembimbing internal, pembimbing eksternal, Kaprodi dan BAAK. Cover berwarna hijau tua bagi Jurusan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan warna coklat tua bagi Jurusan Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 19 BAB IV. PENILAIAN DAN UJIAN
4.1 Penilaian
Penilaian MBKM magang penyuluhan terdiri dari 2 (dua) jenis penilaian:
1) Penilaian hasil belajar oleh Dosen Pengampu mata kuliah. Dosen memberikan penilaian berterhadap output mata kuliah (tabel 2) yang telah dikumpulkan mahasiswa. Skala penilaian ditampilkan dalam tabel 7.
Penilaian mata kuliah oleh dosen pengampu terdiri dari nilai Teori dan Praktek. Komponen penilaian mata kuliah yang dapat dilihat pada tabel 3 berikut:
Tabel 3. Komponen Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
No. Komponen Presentase (%)
1. Teori
Penugasan 30
UTS 30
UAS 40
2. Praktek
Pelaksanaan 40
Unjuk Kerja 40
Hasil 20
Komponen penilaian TEORI didapatkan saat pelaksanaan pembekalan kepada mahasiswa. Dosen mengampu diwajibkan memberikan penugasan, melaksanakan kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada saat pembekalan. Komponen penilaian PRAKTEK didapatkan dosen pengampu dari kegiatan magang mahasiswa yaitu validasi dan konversi logbook dan nilai output MBKM magang penyuluhan yang dikumpulkan oleh mahasiswa setelah selesai MBKM Magang penyuluhan.
Tabel 4. Konversi Logbook dan Output Nilai Mata Kuliah Praktek dalam MBKM Magang Penyuluhan
No. Komponen Konversi Bobot (%)
1 Pelaksanaan Hasil validasi/kesesuaian aktivitas dengan bahan kalian mata kuliah
40 2 Unjuk Kerja Ketercapaian capaian pembelajaran
mata kuliah dibuktikan dari logbook dan output mata kuliah
40
3 Hasil Laporan/output mata kuliah 20
Total 100
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 20 2) Penilaian magang oleh Pembimbing internal dan Pembimbing eksternal.
Komponen penilaian magang terdiri dari beberapa komponen yang dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Komponen Penilaian Magang Penyuluhan
No Komponen Persentase (%)
1 Proposal 20
2 Pelaksanaan Magang (Logbook dan Output magang)
40
3 Laporan 20
4 Ujian 20
Penilaian pelaksanaan magang mahasiswa selama di tempat magang dilakukan oleh Pembimbing Internal dan Pembimbing Eksternal dengan komponen penilaian dapat dilihat pada Tabel 5. Penilaian pelaksanaan magang oleh pembimbing eksternal dapa dilihat pada Tabel 6 dan format lembar penilaian pembimbing eksternal terdapat pada lampiran 15.
Tabel 6. Komponen Penilaian Magang oleh Pembimbing Eksternal
No. Komponen Nilai
maksimum
1. Kedisiplinan 20
2. Kreatifitas 20
3. Aktivitas/Kegiatan 20
4. Kerjasama 20
5. Tanggung Jawab 20
Jumlah 100
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 21 Pada komponen pelaksanaan menjadi penilaian pembimbing internal dan eksternal. Format Lembar Rekapitulasi Nilai Magang dapat dilihat pada Lampiran 16.
Nilai akhir dari MBKM Magang Penyuluhan terdiri dari nilai akhir mata kuliah oleh dosen pengampu dan nilai magang penyuluhan yang berasal dari rekapitulasi nilai magang dari nilai pembimbing internal dan nilai pembimbing eksternal. Skala penilaian Magang dapat dilihat pada Tabel 7 berikut ini.
Tabel 7. Skala Penilaian MBKM Magang Penyuluhan
Nilai Sebutan Huruf Mutu Angka Mutu
80 - 100 Amat Sangat Baik A 4,0
76 – 79 Sangat Baik B+ 3,5
70 - 75 Baik B 3,0
66 - 69 Lebih Dari Cukup C+ 2,5
60 - 65 Cukup C 2,0
45 - 59 Kurang D 1,0
< 45 Sangat Kurang E 0,0
Mahasiswa dinyatakan lulus pada kegiatan MBKM Magang Penyuluhan, jika nilai masing-masing matakuliah hasil konversi minimal C dan nilai Magang Penyuluhan minimal B. Apabila mahasiswa mendapatkan nilai kurang dari B, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dan harus memperbaiki nilai sampai batas waktu yang ditentukan yaitu sebelum rapat kelulusan semester genap tahun akademik berjalan. Nilai Magang akan diterbitkan apabila mahasiswa yang bersangkutan telah menyerahkan bukti penyerahan laporan yang telah disempurnakan dan ditandatangani dosen pembimbing.
4.1 Ujian Magang
Ujian magang dilaksanakan untuk mengetahui pencapaian komponen mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan magang di Dunia Usaha/Dunia Industri/Perusahaan atau Lembaga penyuluhan sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai dari masing-masing program studi. Peserta ujian adalah mahasiswa yang Laporan Magang-nya telah dianggap layak uji berdasarkan keputusan pembimbing internal. Ujian magang merupakan bentuk
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 22 pertanggungjawaban peserta magang terhadap laporan yang sudah disusun.
Ujian dilakukan dengan cara mempresentasikan laporan dihadapan penguji, menunjukkan bukti-bukti hasil pelaksanaan magang dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji. Penjadwalan ujian akan ditetapkan oleh program studi.
Draft laporan yang sudah memenuhi syarat untuk ujian magang diserahkan paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum pelaksanaan ujian, kepada dosen pembimbing. Peserta magang wajib memperbaiki draft sesuai dengan revisi yang disampaikan dosen pembimbing pada saat ujian magang.
Mahasiswa yang telah melaksanakan ujian magang akan mendapatkan nilai magang. Bagi mahasiswa yang tidak lulus ujian diberikan kesempatan untuk menempuh ujian ulang sampai dinyatakan LULUS.
Penguji berasal dari Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II yang ditunjuk melalui Surat Keputusan Direktur Polbangtan Malang.
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan 2023 | 23 BAB V PENUTUP
Petunjuk Teknis MBKM Magang Penyuluhan merupakan panduan bagi dosen pengampu mata kuliah serta dosen pembimbing magang dalam melakukan pengajaran dan pembimbingan dan bagi mahasiswa yang melaksanakan kegiatan MBKM Magang Penyuluhan di lapangan pada semester VI Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang. Semoga Petunjuk Teknis ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi mahasiswa maupun dosen dalam pelaksanaan MBKM Magang Penyuluhan, khususnya di Tahun Ajaran 2022/2023.
Lampiran 1. Contoh Cover Proposal
3 cm
PROPOSAL MBKM MAGANG PENYULUHAN
(Arial 13)JUDUL
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PETERNAKAN DAN KESEJAHTERAAN HEWAN (arial 11)
NAMA MAHASISWA
NIRM
4 cm 3 cm
JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG KEMENTERIAN PERTANIAN
2023
3 cm
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL MAGANG ...
Judul Nama NIRM
: : : Program Studi : Jurusan :
Malang, ………..
Menyetujui:
Lampiran 2. Contoh Lembar Pengesahan Proposal
Mengetahui, Pembimbing I,
(Nama lengkap & cetak tebal) NIP
Pembimbing II,
(Nama lengkap & cetak tebal) NIP
Ketua Jurusan,
(Nama lengkap & cetak tebal) NIP
Ketua Program Studi,
(Nama lengkap & cetak tebal) NIP
Lampiran 3. Format Logbook MBKM Magang Penyuluhan
LOGBOOK MBKM MAGANG PENYULUHAN
Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan
Nama Kegiatan MBKM Magang Penyuluhan
Nama Mahasiswa NIRM
Minggu ke-
No. Mata Kuliah Bahan
Kajian/Pengetahuan/Keterampilan yang dibutuhkan/digunakan
Waktu (menit)*
Tanggal Aktivitas Tanda Tangan
Dosen Pengampu 1 Program Penyuluhan
Pertanian
Pengertian, fungsi, tipe, ruang lingkup, syarat perencanaan Program Penyuluhan
170’ x 2 30 maret 2023
• Melakukan diskusi dengan penyuluh dan melakukan identifikasi
permasalahan petani dalam rangka perencanaan programa penyuluhan
• Melakukan studi literatur 2 Pendidikan Orang
Dewasa
Hakikat dan pengertian POD (Pengertian POD, pendekatan proses belajar orang dewasa, periode dewasa, perbedaan antara pedagogi dan andragogi, implikasi asumsi dalam pelaksanaan program POD)
170’ x 2 2 April 2023
• Mengikuti kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh
• Mengidentifikasi pendekatan dan proses pendidikan orang dewasa melalui kegiatan penyuluhan
• Melakukan studi literartur 3 Evaluasi Penyuluhan
4 Kelembagaan Usaha Peternakan
5 Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian I
6 Metodologi Penelitian Penyuluhan Pertanian I
*) Keterangan: Jumlah jam pelajaran setiap 1 SKS (Teori) adalah 170 menit per minggu (50 menit tatap muka, 60 menit tugas terstruktur, 60 menit tugas mandiri) dan Jumlah jam pelajaran setiap 1 SKS (Praktek) adalah 170 menit per minggu.
NO. Isu/Permasalahan Mata Kuliah/Rencana Tindakan Tanda Tangan/Nama Dosen
Pembimbing
Lampiran 4. Bahan Kajian Mata Kuliah
No. Mata Kuliah SKS* Bahan Kajian
1. Program Penyuluhan Pertanian
3 SKS (1 Teori – 2 Praktek)
1. Pengertian, fungsi, tipe, ruang lingkup, syarat perencanaan Program 2. Model perencanaan program
3. Alur penyusunan perencanaan program berbasis partisipatif 4. Unsur dan tahapan penyusunan programa
5. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data potensi wilayah 6. Penyusunan RUK
7. Menyajikan data hasil IPW
8. Identifikasi masalah program penyuluhan pertanian 9. Penyusunan RUK dan profil keluarga petani
10. Penyusunan RDK/RDKK
11. Perumusan programa penyuluhan (analisa data, intepretasi hasil analisis data, perumusan dan penulisan programa)
2. Pendidikan Orang Dewasa 3 SKS (1 Teori – 2 Praktek)
1. Hakikat dan pengertian POD (Pengertian POD, pendekatan proses belajar orang dewasa, periode dewasa, perbedaan antara pedagogi dan andragogi, implikasi asumsi dalam pelaksanaan program POD)
2. Konsep, teori dan prinsip pembelajaran orang dewasa
3. Karakteristik Petani, Adopsi inovasi, sifat-sifat adopter, cara pendekatan kepada petani
4. Proses belajar-mengajar orang dewasa (Kondisi pembelajaran, penurunan faktor fisik orang dewasa dalam belajar, langkah-langkah pokok dalam proses pembelajaran orang dewasa)
5. Motivasi belajar dari orang dewasa dan latar belakangnya
6. Perubahan perilaku dalam proses pembelajaran orang dewasa (taksonomi bloom sebagai dasar pengukuran perilaku, metode merubah perilaku, faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku)
7. Metode pembelajaran orang dewasa
8. Teknik Fasilitasi pada pembelajaran orangb dewasa
9. Pendekatan dan desain strategi pembelajaran orang dewasa
10. Langkah-langkah praktek pembelajaran orang dewasa (menetapkan tujuan
pembelajaaran, menetapkan materi, metode pembelajaran orang dewasa, membuat LPM)
11. Melakukan pembelajaran orang dewasa
12. Mengevaluasi desain strategi pembelajaran orang dewasa 3. Evaluasi Penyuluhan
Pertanian
4 SKS (1 Teori – 3 Praktek)
1. Pengertian, arti penting, tujuan evaluasi penyuluhan pertanian 2. Prinsip umum instrumen evaluasi penyuluhan pertanian 3. Proses sevaluasi penyuluhan
4. Ruang lingkup evaluasi penyuluhan pertanian 5. Prosedur evaluasi penyuluhan pertanian
6. Aspek-aspek hasil penyuluhan yang harus diukur 7. Bentuk penilaian evaluasi
8. Analisis kualitas soal (analisis teoritis/rasional, analisis empiris) 9. Penilaian keterampilan
10. Mengolah hasil penilaian evaluasi
11. Pembuatan laporan evaluasi penyuluhan pertanian 4. Kelembagaan Usaha
Peternakan
3 SKS (1 Teori – 2 Praktek)
1. Pengembangan kelembagaan peternak dan kelembagaan ekonomi peternak 2. Pengertian kelembagaan, peran dan fungsi kelembagaan, prinsip-prinsip
penumbuhan dan pengembangan kelembagaan peternak
3. Konsep-konsep kelembagaan (perkembangan istilah dan konsep kelembagaan dilihat dari teori lembaga dan organisasi, rekonseptualisasi lembaga dan organisasi, istilah dan konsep kelembagaan dilihat dari berbagai perspektif keilmuan, konsep
pengembangan kelembagaan berdasarkan pendekatan kelembagaan baru)
4. Model-model kelembagaan peternak (tinjauan umum model kelembagaan pertanian, rancangan model kelembagaan peternak: Poktan, Gapoktan, Asosiasi komoditas pertanian nasional); Kelembagaan ekonomi peternak (kemitraan bermediasi, kelembagaan klinik agribisnis, BUMP, koperasi peternak, lembaga keuangan mikro agribisnis (LKM), Koorporasi peternak.
5. Pengembangan kelembagaan peternak (KP); pengembangan Gapoktan;
pengembangan Askomper dan pembentukan DKPN 6. Pengembangan kelembagaan Ekonomi Peternak (KEP)
7. Penyusunan instrumen evaluasi kelembagaan peternak dan kelembagaan ekonomi peternak
8. Evaluasi kelembagaan peternak dan kelembagaan ekonomi peternak 9. Penyusunan desain pengembangan kelembagaan peternak sesuai dengan
karakteristik sosial peternak dan kebutuhan peternak di lokasi tertentu
10. Pengembangan kelembagaan peternak dan kelembagaan ekonomi peternak di lokasi tertentu
5. Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian I
2 SKS (1 Teori – 1 Praktek)
1. Analisis kebutuhan informasi, teknologi, pemasaran dan permodalan (definisi informasi, informasi penyuluhan pertanian, penggolongan informasi penyuluhan pertanian, karakteristik sasaran penyuluhan, dan kebutuhan informasi penyuluhan pertanian)
2. Seleksi kebutuhan informasi (jenis-jenis informasi, dampak informasi dalam penyuluhan pertanian, regulasi teknologi informasi dan komunikasi)
3. Definisi teknologi informasi dan komunikasi, identifikasi teknologi dalam pemasaran, permodalan dan penyuluhan, jenis-jenis sarana akses sumber informasi, penggunaan sarana akses sumber informasi
4. Sumber informasi penyuluhan, akses sumber informasi, jenis-jenis aplikasi penyuluhan, pemanfaatan aplikasi berbasis android
5. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian, permodalan maupun pemasaran
6. Metodologi Penelitian Penyuluhan Pertanian I
1 SKS (1 Teori – 0 Praktek)
1. Pengertian, tujuan, ruanng lingkup penelitian penyuluhan
2. Jenis, karakteristik metode ilmiah, prosedur berfikir ilmiah dan paradigma dalam penelitian sosial/penyuluhan
3. Meto penelitian, desain penelitian, klasifikasi penelitian menurut tujuan, metode dan penetapan metode penelitian
4. Identifikasi topik penelitian, sumber permasalahan, karakteristik permasalahan penelitian, kaidah perumusan masalah penelitian, memilih dan menetapkan masalah penelitian yang baik
*) Keterangan: Jumlah jam pelajaran setiap 1 SKS (Teori) adalah 170 menit per minggu (50 menit tatap muka, 60 menit tugas terstruktur, 60 menit tugas mandiri) dan Jumlah jam pelajaran setiap 1 SKS (Praktek) adalah 170 menit per minggu.
Lampiran 5. Format Catatan Kegiatan Harian (Logbook) Kegiatan Magang
LOGBOOK MAGANG PENYULUHAN
PROGRAM STUDI PENYULUHAN PETERNAKAN DAN KESEJAHTERAAN HEWAN JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG TAHUN 2023
Nama :
NIRM :
Lokasi Magang :
Nama Pembimbing eksternal :
Jabatan :
No Hari/
Tanggal Kegiatan Output Dokumentasi Open
Camera
Tanda tangan Pembimbing
Eksternal
Lampiran 6. Format Lembar Konsultasi
LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN MAGANG PENYULUHAN PROGRAM STUDI PPKH
JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG TAHUN 2023
Nama :
NIRM :
Lokasi Magang :
Alamat :
Pembimbing Internal : 1) : 2) Pembimbing Eksternal :
No Hari/
Tanggal
Materi Bimbingan
Saran Pembimbing
Tanda tangan Pembimbing
Lampiran 7. Contoh Cover Laporan Magang
3 cm
JUDUL (Arial 13)
LAPORAN MBKM MAGANG PENYULUHAN JUDUL
PROGRAM STUDI ...
NAMA MAHASISWA
NIRM
4 cm 3 cm
JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN
2023
3 cm
Lampiran 8. Contoh Lembar Pengesahan Laporan Magang
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN MAGANG
Judul :
Nama :
NIRM :
Program Studi :
Jurusan :
Malang, ………..
Menyetujui:
Pembimbing I,
(Nama lengkap & cetak tebal) NIP
Pembimbing II,
(Nama lengkap & cetak tebal) NIP
Mengetahui:
Ketua Jurusan, Ketua Program Studi,
(Nama lengkap & cetak tebal) (Nama lengkap & cetak tebal)
NIP NIP
Lampiran 9. Format Penulisan Laporan Magang
- Cover dalam
- LEMBAR PENGESAHAN - KATA PENGANTAR - DAFTAR ISI
- DAFTAR TABEL - DAFTAR GAMBAR - DAFTAR LAMPIRAN - BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan
1.3. Manfaat
- BAB II TINJAUAN PUSTAKA
- BAB III METODE PELAKSANAAN MAGANG 3.1. Lokasi dan Waktu
3.2. Metode Pelaksanaan
- BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Lokasi Magang/Profil Perusahaan 4.2. Hasil Magang
- BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan
5.2. Saran
- DAFTAR PUSTAKA - LAMPIRAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyusun Laporan MBKM Magang Penyuluhan dengan judul ……….. ……….
Lampiran 10. Contoh Kata Pengantar
DAFTAR ISI
Lampiran 11. Contoh Daftar Isi
Halaman
PRAKATA………... i
DAFTAR ISI…...………. ii
DAFTAR TABEL....………...……….... iii
DAFTAR GAMBAR....………...………. iv
DAFTAR LAMPIRAN………...……….. v
I. PENDAHULUAN………... 1
1.1 Latar Belakang...………... 1
1.2 Tujuan………...………. 2
1.3 Manfaat...………...…….. 3
II. TINJAUAN PUSTAKA…...………. 4
2.1 ………...………... 4
2.2 ……...………... 5
III. METODE PELAKSANAAN MBKM MAGANG PENYULUHAN .. 10
3.1 Lokasi dan Waktu………...………….. 10
3.2 Metode Pelaksanaan………...……. 10
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN………... 11
4.1 Gambaran umum lokasi magang………... 11
4.2 Hasil MBKM Magang Penyuluhan ...…...… 12
V. KESIMPULAN DAN SARAN... 28
DAFTAR PUSTAKA ... 30
LAMPIRAN... 31
Lampiran 12. Contoh Daftar Tabel
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Identifikasi ALI dan ALE 36
2. Matrik Bobot Urgensi untuk ALI 36
3. Matrik Bobot Urgensi untuk ALI 37
4. Penentuan Skor ALI dan ALE 37
5. Penentuan Faktor- Faktor Kunci Keberhasilan dalam Pengembangan Agribisnis Kentang Organik
38
6. Analisis Sederhana Penentuan Komuditas Unggulan 69
7. Analisis ALI dan ALE 71
8. Perumusan Strategi Agribisnis Kentang Organik 71 9. Faktor Penentu Keberhasilan Agribisnis Kentang Organik 72
Lampiran 13. Contoh Daftar Gambar
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Lingkup Pembangunan Sistem Agribisnis 20
2 Penanaman Bibit Kentang 76
3. Budidaya Kentang Organik 78
4. Penanganan Pasca Panen Kentang Organik 80
5. Pemasaran Hasil Panenan Kentang Organik 81
6. Pembibitan Kentang 82
Lampiran 14. Contoh Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Anton. 2008. Komposisi Kimia Ekstrak Kulit Jeruk. http://www.jeruk.com.
Diakses tanggal: 22 Juli 2008.
--- 2008. Komposisi Kimia Ekstrak Jahe. http://www.jeruk.com. Diakses tanggal 22 Juli 2008.
Bennet, C. 1999. Cooperative Extention Roles and Relationships for New Era: Extention Service. US Department of Agriculture. Washington DC.
BPS. 1997. Statistik Indonesia 1996. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
Gardjito, M., S. Nambi, Murdiati dan Sujono. 1994. Ilmu Pangan. Terjemahan dari The Science of Food oleh Gaman P.M. and K.B. Sherrington.
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Idris, M. 1994. Pembuatan Telur Asin dengan Cara Penyuntikan. Poultry Indonesia 176: 18-19.
Kailasepathy, K. 1996. Polysaccharide Ingredients in Dairy Products Application: Increase in Cheese Yield. J. Food Australia 48 (10): 58- 461.
Lim, J.M., J.J. Hwang, H.M. Chung and K. Niwa. 1999. Development Of In Vivo Maturated Bovine Oocytes Rafter Cryopreservative With Different Cryoprotectants. J. Theriogernology 51: 1303-1310.
NRC. 1989. Nutrient Requirements of Dairy Cattle. National Research Council. 6th Revised Edition. NRC. Washington.
Radiati, L.E. 2000. Penghambatan Bakteri Enteropatogen oleh Ekstrak Jahe. J.
Habitat. 12 (2): 81-91
Lampiran 15. Format Lembar Penilaian Pembimbing Ekstern
LEMBAR PENILAIAN PEMBIMBING EKSTERNAL KEGIATAN MAGANG PENYULUHAN
Nama Mahasiswa : ………..
NIRM : ………..
Program Studi : ………..
Jurusan : ………..
Lokasi Magang : ………..
Nama Pembimbing : ………..
Jabatan : ………..
Penilaian Magang mahasiswa pada:
Unit Kerja : ………..
Periode : ……….. s/d ………
No. Komponen Nilai maksimum Nilai
1. Kedisiplinan 20
2. Kreatifitas 20
3. Aktivitas/Kegiatan 20
4. Kerjasama 20
5 Tanggung Jawab 20
Jumlah 100
……….., ………..
Pembimbing Eksternal ttd
( Nama pembimbing ekstrnal )
*) Mohon dimasukkan Amplop tertutup