• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAMIKA AIR TANAH E PETAK TERSIER DAERAH RAWA PASANG SUMUT (P8-12S) TELANG I DAN (P10-2S) DELTA SALEH KABUPATEN BANYUASIN SIJMATEMA SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DINAMIKA AIR TANAH E PETAK TERSIER DAERAH RAWA PASANG SUMUT (P8-12S) TELANG I DAN (P10-2S) DELTA SALEH KABUPATEN BANYUASIN SIJMATEMA SELATAN"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

i

j

DINAMIKA AIR TANAH ©E PETAK TERSIER DAERAH RAWA PASANG SUMUT

(P8-12S) TELANG I DAN (P10-2S) DELTA SALEH KABUPATEN BANYUASIN SIJMATEMA SELATAN

1

(2)

O 1

P- > /,/y/iy

-JL*

Z-vos" DINAMIKA

airtanah di

PETAI££EJ

DAERAH RAWA PASANG SI (P8-12S) TELANG I DAN (P10-2S) D

KABUPATEN BANYUASIN SUMATE JP;

Oleh

RIESKE ANTITA

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDERALAYA

2005

(3)

SUMMARY

in Tertiary Blocks at RIESKE ANTITA. Water Table Fluctuation

P8-12S TelangIand P10-2SDeltaSalehTidai LowlandScheme Banyuasin District, South Sumatra ( Supervised by ROBIYANTO HENDRO SUSANTO and MOMONSODIKIMANUDDIN).

Theobjectiveoftheresearchwastoknowand leamthefluctuationofground watertable in P8-12S with the typeofoverflowingA and B to P10-2S with type of overflowingC and Daonfarming areaatthereclaimationoftidai swamp, identified all fluctuation'sfaetors ofgroundwatertable, analysedtheplant pattem appropriate pursuanttodataofgroundwatertable, elimateandtide.

Thisresearch wasconducted in thereclamationoftidai swamp arcaat lerliary 4 and tertiary 12 in Telang Karya (P8-12S) Telang I, Subdistrict ofMuara Telang and Srimulyo (P10-2S) Saleh, subdistrict ofMuara Padang, district ofBanyuasin.

Thisresearchwas startedfromOctoberuptoDecember2004.

The dataofdailygroundwatertable fluctuation aim to knowtheexistenceof ground water table offarming area so that it could be determined the appropriate plantpattem. Hydrotopographywasonly depictqualitativetheexistenceofwateron fann.

The conception ofhydrotopography was divide the fann on to four class of fann pursuant to its water condition at tide. The result of the reseach showed that Telang Karya wasdominated by type of overflowing A and Srimulyo was dominated by type of overflowing C, meanwhile based to its water table

(4)

(JulytoDecember2004),thereisa variationbetweenoneto anothertertiaryonthe secondary block. Therainy and dry season was difficult to be predicted. The rainyseasontliatwaspredicted on Augnstto Novemberwas notlooka likewith the rainfall data. Therainfall datawhich was collected on P8-12S, P10-2S, takingpiace tertiary4and tertiary 12(October2004 )was50 mm and 60 mm, 90 mmand 70 mm. This matter prove that rainfall level got highly varied, which can cause the happeningoftide.

In the earlierpcrception ( July 2004 ) the waler table on P8-12S was nol so deep to its ground surface with the deepnes gyration 35-50 cm. This matter was differentto P10-2Swas 115-120 cminthedryseasonand35-50cm inrainyseasons.

The plantpatemon P8-12S waspaddy and paddvin twoseason period, but on tertiary9 to 17 theplantpatemwasonlypaddy. The plantpalem on P10-2S was paddy in general one season. On farming area which was pertained by type of overflowing A, B, C and D havepoteney to be cultivated in two season period, but therainfall level had to bepredictedso that availibilty ofwaterwhichwasrequired bycropcan beavailable.

same

on

\

(5)

RINGKASAN

RIESKE ANTITA. Dinamika Air Tanah di Petak Tersier Daerah Rawa Pasang Surut (P8-12S) Telang I dan (P10-2S) Delta Saleh Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Dibimbing oleh ROBIYANTO HENDRO SUSANTO dan MOMON SODIKHVfANUDDIN).

Laporanpenelitian di daerah rawapasangsurutinibertujuanuntuk : 1)dapat mengetahui danmempelajarifluktuasi mukaairtanah di P.8-12S dengan tipeluapan A dan B serta P10-2S dengan tipe luapan C dan D dilahan usaha tani daerah reklamasipasangsurut,2) Dapatmengidentifikasikanfaktor-faktorFluktuasi Muka AirTanah, 3)Dapatmenganalisispolatanamyangsesuaiberdasarkan dataMukaAir Tanah,dataIklim, dan datapasangsurut.

Penelitian ini telah dilaksanakan di Primer 8 - 12S Tersier4 danTersier 12, Desa TelangKarya, DeltaTelang1Kecamatan MuaraTelangdanP.10-2STersier4 dan Tersier 12, Desa Srimulyo, Delta Saleh Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada bulan Oktober 2004 sampai pada bulan Desember2004.

Data fluktuasi muka air tanah harian bertujuan untuk mengetahui muka air tanahyang ada di lahan sehingga diharapkan data tersebut dapat menentukan pola tanamyangsesuaiuntuk Musim Tanam.

Konsep Hidrotopografi membagi lahan menjadi empat kelas lahan berdasarkan letak ketinggian relatif lahan terhadap ketergenangan air pada saat pasang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Telang Karya di dominasi oleh

(6)

lahan dengan tipe Ayaitu terluapi pada saat pasang besarmaupun pasangkecil dan desa Sri Mulyo didominasi dengan lahan tipe C yaitu tidak terluapi baik pada pasang besarmaupun pasang kecil. Sementara berdasarkan fluktuasi muka airtanah ( Juli 2004 sampai Desember 2004 ) terdapat variasi dari masing - masing petak tersier dalam satu petak sekunder yang sama. Musim hujan dan musim kemarau kadang susah ditebak, ini terbukti dengan hasil perolehan data curah hujan yang didapatkan tidak seperti yang dibayangkan. Musim hujan yang diprediksi terjadi padabulanagustus-Novembertidaksamadengandatacurahhujanyangada. Curah hujanyangdidapatkandiP8-12S terjadipadabulanOktoberdiTC.4berkisar50mm sedangkan di TC.12 berkisar 60 mm. Hal ini dapat membuktikan bahwa tingkat curah hujan yang didapatkan sangat beragam, yang dapat menyebabkan terjadinya pasang dan surutnya air sungai. Dan untuk di P10-2S curah hujan berkisar antara 90mm diTC4dan70mmdiTC 12.

Pada awal pengamatan ( Juli 2004 ) muka air tanah untuk di P8-12S tidak jauhdari permukaantanahdengankisaran 35-50 cm dibawahpermukaantanah. Hal ini terjadi pada saat musim hujan maupun musim kemarau, dikarenakan lokasi ini mukaairtanahdominan dipengaruhi akanpasangsurutnya airlaut. Pada saatmusim kemarau danmusim penghujan pun terlihat mukaairtanah berada diatas permukaan tanah sehingga lahan terlihat tergenang dengan ketinggian genangan 35-50 Berbeda dengan lokasidi P10-2Syangmuka airtanahnyadominan tergantungakan dalangnya curah hujan. Semakin banyak curah hujan maka muka air tanah akan mendekati permukaan tanah. Kisaran muka air tanah di P10-2S pada saat

saat

cm.

musim

(7)

kemarauyaitu 115-120 cmdibawahpermukaantanahdan35-50 cmpadasaatmusim penghujan.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Desa Telang Karya secara

mempunyai hidrotopografi lahan tipe A, namun ada yang termasuk ke lahan tipe luapan Bsehingga pola tanamyangumumditerapkan pada musimhujan dan musim kenarau adalah padi-padi. Namun, untuk petak palingujung tersier9 sampai tersier 17 hanya menanam 1 kali musim tanam yaitu padi-bera dikarenakan lahan tersebut tergolong kelahan tipe A sehingga lahan sering tergenang akibat luapan air sungai dan tidak adanya tanggul pembatas untuk mengatur keluar masuknya air yang dibutuhkan oleh tanaman. Terkadang petanijuga menanam palawija untuk musim umum

tanamII. Berbedadengandi P10-2S yangmemiliki hidrotopografi lahantipeC dan D. Petani hanya dapat menanam 1 kali musim tanamyaitu Padi-bera, dikarenakan lahan tersebut kurang akan ketersediaan air. sekarang akan diusahakan untuk memanfaatkanlahanpadasaatMTIIuntukditanamidengan palawija.

Pada lahan yang tergolongtipe A dan B Telang I dan Tipe C dan D Delta Saleh dapat berpotensi untuk ditanami 2 kali musim tanam yaitu Padi-padi, dan padi-palawija setelah melihat kondisi yang telah ada. Namun, haraus diprediksi dahulu datangnya curahhujan agar ketersediaan airyangdibutuhkan oleh tanaman dapattersedia.

(8)

DINAMIKA AIR TANAH DI PETAK TERSIER DAERAH RAWA PASANG SURUT

(P8-12S) TELANG I DAN (P10-2S) DELTA SALEH KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN

Oleh

RIESKE ANTITA

SKRIPSI

sebagaisalahsatu syaratuntukmemperolehgelar SarjanaPertanian

pada

PROGRAM STUDI ILMU TANAH JURUSAN TANAH

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDERALAYA

2005

(9)

Skripsi

DINAMIKA AIRTANAH DIPETAKTERSIER

DAERAHRAWA PASANGSURUT

(P8-12S)TELANGI DAN(P10-2S) DELTASALEH

KABUPATENBANYUASINSUMATERA SELATAN

Oleh

RrESKEANTITA 05003102041

telahditerimasebagaisalah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Pertanian

Pembimbing I Inderalaya, Agustus2005

Fakultas Pertanian

^JJniversitasSriwijaya gltDekan

Dr. Ir. RobiyantoH. Susanto M.Agr.Sc. ^\

/i /r t S

Pembimbing II

’&YJ

■J.

"Z :

v".’v>V

C"

\ ^A

Dr.Ir*GatotPrivanto, M.S.

NIP 131414570 MomonSodik Imanuddin,S.P.,M.Sc.

(10)

Skripsi berjudul “ Dinamika AirTanah di Petak Tersier Daerah Rawa Pasang Surut (P8-I2S) Telang I dan (PI0-2S) Delta Saleh Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan “ oleh Rieske Antita telah dipertahankan di depan Komisi Penguji padatanggal 11 Juli 2005

Komisi Penguji

1. Dr. Ir. Robiyanto H. SusantoM.Agr.Sc Ketua

Sekretaris 2. Dr. A.Napoleon

3. Dr. Ir. Robiyanto H. SusantoM.Agr.Sc Anggota

T)

4. Momon Sodik Imanuddin SP.M.Sc Anggota

5. Ir. Alamsyah Pohan M.S Anggota

6. Ir. Bakri M.P Anggota ( )

Mengetahui,

KetuaJurusanTanah

Mengesahkan,

KetuaProgramStudi IlmuTanah

Ir. WarsitoM. P Ir. AgusHermawan

NIP 131672714 NIP 132047821

(11)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa seluruh data dan informasi yangdisajikan dalam skripsi ini, kecualiyangdisebutkan dengan jelas sumbernya, adalah hasil penelitian dan investigasi saya sendiri dan belum pernah atau tidak sedang diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaanlainatau gelaryangsamaditempatlain.

Indcralaya, Agustus 2005 Yangmembuatpernyataan

RieskeAntita

(12)

RIWAYAT IIIDUP

Penulis dilahirkan pada tanggal 7 Agustus 1982 di Palembang, Sumatera Selatan, Putri dari Bapak Manwel Galego dan Ibunda Asmawati yang merupakan anakke3 dari 4bersaudara. 2laki-lakiyaitukakakdan 1 adikperempuan.

Setelah mengikutipendidikan SD padatahun 1994 di SD Muhammadiyah 9 Palembang, penulis melanjutkan ke sekolah Menengah Tingkat Pertama di SMP Negeri 8 Palembangpadatahun 1997 dan menjadi Seorang pengajaruntuk olahraga Bola Volly di SMP Negeri tersebut, Penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Alas di SMA Negeri 7 Palembang dan selesai tahun 2000. Pada Bulan Agustus 2000 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Tanah Fakultas PertanianUniversitasSriwijaya.

Penulis semasa di Fakultas PertanianJurusan Tanah pernah menjadi Asisten matakuliahrancanganPercobaan danmatakuliahirigasi dan drainase.

(13)

KATA PENGANTAR

kehadirat Allah SWT, karena berkat

“ DinamikaAirTanah Puji dan syukur penulis panjatkan

rahmatdan hidayah-nya sehinggahasil skripsi yangberjudul

PetakTersierDaerahRawaPasangSurutP8-12STelangI dan P10-2SDeltaSaleh di

KabupatenBanyuasin SumateraSelatan’ inidapatdiselesaikan.

Padakesempatanini penulismenyampaikanucapanterimakasihkepada:

1 Bapak Dr. Ir. Robiyanto Hendro Susanto, M. Agr. Sc selaku dosen pembimbing Idan BapakMomon Sodik Immanudin.,SP.Msc.,selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan studi literature yang sangat bermanfaat dan telah memberikan berbagai macam bimbingan yang sangat berguna.

2. Bapak dan Ibu Dosen terutama di Jurusan Tanah Fakultas Pertanian yang telahmemberikanpengetahuanyangluarbiasadantakterhingga.

3. OrangTuaku (Papi dan Mami)terima kasihatas dukunganyangtelah kalian berikan, hidupku tiada berarti tanpa kalian. Sembah sujud anakmu.

Keluargaku yang telah memberikan semangat untuk hidupku, terutama adikku (Evie), keponakanku kakakku (K'Dedy dan K'Yandi)

( JOE dan JEY ), Tante Rengga, Om Sudirman serta kedua anaknya Noviyanti dan Romi. Tante Sila, makasih yach atas pengorbanannya sudah membantumembiayaisekolahdankuliahkuketingkatpendidikanyang lebih tinggi sampai bisa menjadi seorang sarjana. Keponakanmu tak akan mengecewakanmu.

XII

(14)

4. Seseorang yang akan selalu ada didalam hatiku ( Kak Yudhidhanna, SE ) terima kasih atas pengertian dan kesabarannya, sudah memberikan yang terbaikuntukku, kaukan selaluadadi dalamhatiku.

5. Rekan-rekan seperjuanganku yang tiada hentinya menemani, menjaga dan merawatku semasa melaksanakan penelitian ini ( Tri, Dian, Winda, Ferdy ).

Teman-temanku terutama angkatan 2000 tanpa terkecuali, makasih sudah jadi teman-teman terbaikku dan Sahabat terbaikku Nova dan Santi, kalian selalubuatkutersenyum.

6. Tim Proyek Pengelolaan Lahan dan Air kerjasama Indonesia-Belanda (P'agus, P'Amirul, P'Muslim, K'Nas, K'Herman, K'Mul, KT’eri, Y'Merza, Y'Dewiq, Y'Dian, Y'Melly )makasih atasbantuannya, tanpakalian mungkin skripsikubelumbisaselesai.

7. Seseorang yang telah jauh, walaupun kau telah menyakitiku, kaulah yang membuatku lebih terus bersemangat dan terus beijuang, kuakan buktikan tanpamuhidupkukan lebihberarti.

Penulis berharap semoga pemikiran ini dapat bermanfaat bagi upaya pengelolaanlahan dan airkhusunya di daerah rawapasangsurut, dan pembangunan pertaniandi Indonesiapadaumumnya.

Indralaya, Agustus 2005 Penulis,

xiii

(15)

daftar

ISI

Halaman

DAFTARTABEL XVII

XVIII

DAFTARGAMBAR DAFTARLAMPIRAN XXI

I. PENDAHULUAN A. Latarbelakang 1 B. Permasalahan 4 C. Tujuan 5

II.TINJAUAN PUSTAKA

A. KarakteristikDaerahRawaPasangSurut... 6 B. ReklamasiLahanRawaPasang Surut...

C. PengelolaanA,rdanPengaruhTataAirTerhadapWaktuTanam D. OperasidanPemeliharaanJaringan reklamasi...

E. FluktuasiMukaAirdiDaerahPasang Surut...

9 10

13 14 111. PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Tempatdan Waktu 18 B. Bahandan Alat 18 C. Metode 18

D. CaraKeija 19

UPT. PEWPOSTA<AAN UNitfWW»TA* StViVC'kJAYA

v g

T1»M>AI. : 1 R SEP 2CG5

(16)

IV. HASILDAN PEMBAHASAN A. Kondisi UmumDaerah Penelitian

a.1 Keadaanlokasi Penelitian P8-12STelangI 22 a.2 Keadaan Lokasi Penelitian P10-2S Delta Saleh 24 B. Iklim danTopograpfi

b.1 P8-12STelangKarya 26 b.2 P10-2SDeltaSaleh 27

C. Sistem PengelolaanAirdi Saluran..

c.l P8-12STelangKarya 29 c.2 P10-2S DeltaSaleh 30 D. TingkatKesuburanTanah

d.l P8-12S TelangKarya 31

d.2 P10-2S DeltaSaleh 32

E. FluktuasiMukaAirTanahdiPetakTersier 32

1. Kondisi MukaAirTanahdiTersier4 33

1.a MukaAirTanahdi P8-12S 33

l.bMukaAirTanahdi P10-2S 38

2. Kondisi MukaAirTanahdiTersier 12 41

2.aMukaAirTanahdi P8-12S 43

2.b MukaAirTanahdi P10-2S 45

3.PerbandinganFluktuasi MukaAirTanahdi Tersier4dan Tersier 12 3.a P8-12STelangKarya

3.b P10-2SDeltaSaleh

49 53

xv

(17)

F. Faktor-faktoryangmempengaruhiMuka.AirTanahdiLahanUsaha danKaitannyadenganProduksiTanaman...

f.l TinggiMukaAirdi SaluranTersierdi LahanUsahaTersier4 danTersier12... ...

62

63 f.2Tinggi MukaAirdiSaluranTerhadapPengaruh Muka AirTanah 69 f.3 DinamikaMukaAirTerhadapPasangdan Surutnyadi Saluran .... 75 G. SistemUsahaTani dalam Kaitannyadengan SatatusAirdi Petak

Tersier

g.l P8-12STelangKarya 79

g.2 P10-2SDeltaSaleh 81

V. KESIMPULANDANSARAN

A. Kesimpulan 84

B. Saran 85

DAFTAR PUSTAKA 86

DAFTARLAMPIRAN 88

\

XVI

(18)

DAFTAR TABEL

Halaman 1. PembagianTipeLuapan atauTipegenangan LahanPasangsurut 7 2. KepemilikanLahanPetani diP8-12S DesaTelangKarya 23

3. KepemilikanLahan Petanidi P10-2SDesaSrimulyo 25 4. Prediksi PolaTanamMusim TanamI danMusimTanam II 82

xvn i

(19)

DAFTARGAMBAR

Halaman 1. EmpatTipeLahan PasangSurut BerdasarkanPengaruh Pasang 8

2. GrafikCurahHujandi P8-12STelang I...

3. GrafikCurahHujan di P10-2SDeltaSaleh...

4. Fluktuasi MukaAirTanahdiLahanUsaha Tersier4 di P8-12S

26 28 34 5. FluktuasiMukaAirTanah diLahanUsaha Tersier4di P10-2S 39

FluktuasiMukaAirTanahdiLahanUsaha Tersier 12diP8-12S 42 6.

Fluktuasi MukaAirTanah diLahan Usaha Tersier 12di P10-2S 46 7.

Fluktuasi MukaAirTanahOT4.1 danOT 12.1 BulanJuli2004 Sampai September2004(MusimKemarau)diP8-12S...

8.

50 FluktuasiMukaAirTanahOT4.3danOT 12.3 BulanJuli2004 Sampai

September2004(MusimKemarau)diP8-12S...

9.

50 10. Fluktuasi MukaAirTanahOT4.5 danOT 12.5.BulanJuli2004 Sampai

September2004(MusimKemarau)diP8-12S... 50 11. Fluktuasi MukaAirTanah OT4.1 dan OT 12.1 Bulan Oktober2004 Sampai

Desember2004(MusimPenghujan)di P8-12S... 51 12. Fluktuasi MukaAirTanahOT4.3 danOT 12.3 Bulan Oktober2004Sampai

Desember2004 (MusimPenghujan)di P8-12S...

13. FluktuasiMukaAirTanahOT4.5 danOT 12.5 BulanOktober2004Sampai Desember2004 (MusimPenghujan)diP8-12S...

14. Fluktuasi MukaAirTanah OT4.1 danOT 12.1 BulanJuli 2004 Sampai September2004(MusimKemarau)di P10-2S...

15. Fluktuasi MukaAirTanahOT4.3danOT 12.3 BulanJuli2004 Sampai September2004 (MusimKemarau)di P10-2S...

51

51

53

54

xvm

(20)

16. FluktuasiMuka AirTanahOT4.5dan OT 12.5 BulanJuli2004 Sampai September2004(MusimKemarau)di P10-2S...

17. Fluktuasi MukaAirTanahOT4.1 danOT 12.1 BulanOktober2004Sampai Desember2004 (MusimPenghujan)di P10-2S

18. Fluktuasi Muka AirTanah OT4.3 danOT 12.5 BulanOktober2004 Sampai Desember2004 (Musim Penghujan)di P10-2S...

19. Fluktuasi MukaAirTanah OT4.5 danOT 12.5 BulanOktober2004 Sampai Desember2004 (MusimPenghujan)di P10-2S...

20. Fluktuasi MukaAirTanahdiTersier4OT4.1 di P8-12S dandi P10-2S...

54

..54

55

55 58 21. FluktuasiMuka AirTanah diTersier4OT4.3di P8-12Sdandi P10-2S 58 22. FluktuasiMuka AirTanah diTersier4OT4.5di P8-12SdandiP10-2S 58 23. FluktuasiMukaAirTanahdiTersier12OT 12.1 diP8-12S dandiP10-2S .. 60 24. Fluktuasi MukaAirTanahdiTersier 12OT 12.3 diP8-12S dandiP10-2S .. 60 25. FluktuasiMuka AirTanahdiTersier 12OT 12.5 di P8-12Sdandi P10-2S .. 61 26. Fluktuasi MukaAirdi SaluranTersier4 diP8-12S TelangI 64 27. FluktuasiMuka Airdi SaluranTersier12di P8-12STelang I 64 28. FluktuasiMukaAirdi SaluranTersier4 di P10-2SDeltaSaleh 66 29. FluktuasiMukaAirdi SaluranTersier 12di P10-2SDeltaSaleh 67

30. FluktuasiMukaAirdiSPDdiP8-12S 69

31. FluktuasiMukaAirdi SDUdi P8-12S 69

32. Pengaruh MukaAirdi SalurandanCurah HujanTerhadap MukaAir Tanah(Juli2004sampai desember2004 )di P8-12STelang1...

33. FluktuasiMukaAirdi SPDdi P10-2S...

70 73

34. FluktuasiMukaAirdiSDUdiP10-2S 73

35. PengaruhMukaAirdi SalurandanCurahlIujanTerhadapMukaAir

Tanah(Juli2004sampaidesember2004 )diP10-2S DeltaSaleh.... 73

XIX

(21)

36. FluktuasiMukaAirdi SPDdiP8-12S 76

37. FluktuasiMukaAirdi SPDdiP10-2S 77

38. FluktuasiMukaAirdiSPDdi P10-2S 77

39. FluktuasiMukaAirdi SPDdiP10-2S 77

\

xx

(22)

DAFTARLAMPIRAN

Halaman 1. PetaTelangI dan DeltaSaleh... 88

2. Peta HidrotopographyTelang IdanDeltaSaleh 3. Tata LetakAlatPengamatandi P8-12STelang I

89 90 4. TataLetak AlatPengamatandi P10-2S DeltaSaleh 91

5a. DataFluktuasiMukaAirTanah diTC.4 P8-12STelang I 92

98 5b. DataFluktuasiMuka AirTanah diTC.12 P8-12STelangI

6a. DataFluktuasiMukaAir'Panah diTC.4 P10-2S DeltaSaleh 104 6b. DataFluktuasiMukaAirTanahdiTC.12P10-2SDelta Saleh 109 7. SketsaLetak PintuTersierdiP8-12S DesaTelangKarya 1 14 8. SketsaLetakPintuTersierdiP10-2S DesaSri Mulyo 1 15 9. PosisiKetinggianAlatdiLahanUsahadandiSaluran P8-12STelang I.. 116 10. Posisi AlatdanKondisiLahanUsaha P10-2SDelta Saleh 117

XXI

(23)

I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pembangunan pertanian untuk mencapai dan melestarikan swasembada pangan di Indonesia yang melibatkan penggunaan lahan marginal basah yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Sektor pertanian merupakan sektor yang besar untuk kesejahteraan masyarakat. Sebagian mata pencarian masyarakat berada pada lahan pertanian itusendiri. Pemanfaatanlahan pasangsurut misalnyadigunakan olehmasyarakatdalammelestarikanpotensipengembangansektorpertanian.

Lahan pasang surut di Indonesia diperkirakan 24,7 juta ha dan diantaranya sesuai untuk pertanian. Lahan pasang surut ini tersebar di Sumatera, Kalimantan, Irianjayadan Sulawesi. Khususdi SumateraSelatan lahan pasang surutmembentang disepanjang kawasan pantai timur dengan luasan diperkirakan 2,92 juta ha ( Euroconsult, 1995 ). Salah satu penggunaan daerah rawa pasang surut terletak di Delta Musi Banyuasin, yaitu seluas 365.000 ha (Lampiran 1). Pembukaan lahan pasangsurut untuk daerah transmigrasi di Delta Musi diantarannyadi daerah Telang I (26.680ha),danDeltaSaleh( 19.090ha)(Euroconsult, 1997).

Sistem pengelolaan air yang diterapkan dilahan pasang surut merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pemanfaatan lahan pasang surut. Kunci keberhasilan usaha tani di lahan pasang surut salah satunya adalah pengelolaan air secara benar agarjaringan tata air yang telah dibuat dapat berfungsi sesuai dengan kondisilahandankebutuhantanaman( P2SLPS2, 1998 ).

1

(24)

2

Masalah - masalah yangberkaitan denganpengelolaan air seperti penurunan muka air tanah yang berlebihan, kekeringan tanaman, serta penurunan kualitas air dan tanah cukup dirasakan terutama pada musim kemarau panjang. Oleh karena itu perencanaan budidayatanamanhendaknya memperhatikanketersediaanair.

Jumlah dan mutu air dimusim kemarau dan pada perioda tertentu dimusim penghujan di daerah rawa Pasang Surut sering tidak sesuai dengan kebutuhan.

Faktor - faktor yang mempengaruhijumlah dan mutu air tersedia layak guna serta dampak negatifdan positifkekurangan ataukelebihan airdirawapasang surut perlu diketahui. Upayayang dilakukanuntukmemperbaikipengelolaan airharuslah secara teknis dapat dilakukan, secara sosial diterima, tidak mahal, serta berwawasan manusiadanlingkungan(Susanto, 1997 ).

Sistem pengelolaan air tersebut dibagi menjadi dua ketegori yaitu pengelolaan air makro dan pengelolaan air mikro. Pengelolaan air makro dimulai dari sungai, tingkat saluran primer dan sekunder. Sedangkan pengelolaan air secara mikro dimulai dari saluran tersier, kuaterdan lahan pertanaman. Oleh karena sistem pengelolaan air ini saling berkaitan maka didalam pengelolaannya agar berhasil diperlukan pemikiran dan pengoperasian pintu - pintu saluran dari saluran primer, saluransekunder,tersiersecarabenar( Susanto, 1997 ).

Salah satu aspek usaha tani yang erat kaitannya dengan tingkat produksi tanaman per areal musim tanam ataupun Intensitas penanaman selama satu tahun adalahtataairmikrodi lahanusahatani (Chescheiret. al., 1992,Susanto, 1994 abe j.

Tata airmikro dilahan usahatani pasangsurut di DeltaTelangdan Saleh misalnya, tidak sepenuhnya dapat menjamin ketersediaan air untuk pertumbuhan dan

(25)

3

perkembangan tanaman. Mal ini disebabkan oleh keterbatasan ketersediaan air baik darisegijumlah,waktuataupuntempatnya.

Peningkatan produksi padi dan palawija di daerah telang dan saleh dapat dilakukan dengan perbaikan tala air,terutama tataair mikro di lahan usaha tani yang erat kaitannya dengan status air di daerah perakaran tanaman. Pada akhirnya, perbaikan tata air mikro ini akan meningkatkan hasil tanaman persatuan luas pada suatumusimtanam, dan atauakan menambaliintensitastanamdari satumenjadi dua atautigakalisetahun.

Potensi untuk mempertahankan atau meningkatkan mutu air dan lahan yang ada perlu dipelajari dan dikembangkan, Strategi pengelolaan air melalui rancang bangun saluran kuarter, pengoperasian pintu - pintu upaya pengelolaan tanah dan tanaman, penelitian dan pengembangan dan pelatihan, serta koordinasi antara lembagaterkait(Susanto, 1995).

Ketersedian air di daerah perakaran tanaman kadang - kadang terbatas terutama pada musim kemarau dan pada periode tertentu dimusim tanam.

Kebanyakan petani menanamhanyasatujenistanaman setiap tahun,yaitu padi tadah hujan. Penanaman tanaman ini kadang - kadang dibatasi oleh ketidaktersediaan air pada awal musim hujan. Periode kritis lainnya yang berkaitan dengan ketersediaan air yang tidak mencukupi kebutuhan adalah periode setelah penanaman bibit padi daripembibitankelahanpersawahan petani.

Pembahan ketersediaan air di lahan pasang surut dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu curahhujan, luapan airpasangdan lokasi itu sendiri. Jumlah curah hujan yang turun pada suatu lokasi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan ai:

tanah. Pada musimkemarau dimanacurahhujan sedikit, mukaairtanah berada lebih

(26)

4

dalam dari permukaan tanah, sedangkan pada musim hujan dimana curah hujan tinggi adalah sebaliknya. Luapan air pasang juga berpengaruh terhadap air tanah, yakni pada saat pasang terjadi, air naik dan masuk kelahan sehingga menambah jumlah air tanah dan muka air tanah naik. Sebaliknya pada saat surut, maka air saluran akan berkurangyang akan menurunkanmuka airtanah. Pengaruh airpasang dan surut terhadap kedalaman muka air tanah tergantung padajarak antar saluran, kedalaman dan dimensi saluran. Ketinggian lahan berpengaruh terhadap air tanah, lokasi yang lebih rendah akan memperoleh luapan air pasang yang lebih besar dari lahanyangmempunyaiketinggianlebihtinggi(Oktaviana,2003 ).

Status air di masing - masing petak petani dapat beragam yang disebabkan karena perbedaan kelembaban dan kedalaman muka air tanah. Ketersediaan data harian Fluktuasi Muka AirTanah di petak tersier dan sekunder di daerah Telang I danSaleh, terutamadiP.8danP.10,dapatmembantudalammengevaluasi statusair.

Berdasarkan potensi dan kendala diatas maka dipandang prrlu untuk mempelajari ketersediaan air di lahan usaha daerah rawa pasang surut agar dapat bermanfaatuntukkebutuhantanaman.

B. Permasalahan

Permasalahanyangdapatdiambildalampenelitianiniadalah:

1- Bagaimana Fluktuasi Muka Air Tanah di lahan P.8 - 12S yang mempunyai tipologi A/Bdengan di P.10 - 2S yangmempunyai tipologi C/D dibanding denganpertumbuhantanaman.

2. Faktor - faktor apa saja yang berpengaruh terhadap Fluktuasi Muka Air Tanah.

(27)

5

3. Bagaimana sistem pola tanam yang sesuai, berdasarkan data Muka Air Tanah,dataiklim, dan datapasangsurutyangada.

C.Tujuan

Adapuntujuanpenelitianiniadalah untuk:

Dapat mengetahui dan mempelajari Fluktuasi Muka Air di P.8-12S dengan tipe luapan A/B dan P10-2S dengan tipe luapan C/D dilahan usaha tani daerahreklamasi pasangsurut.

Dapat mengetahui fak.or - faktor yang mempengaruhi Fluktuasi Muka Air 1.

2.

Tanah.

Dapat menganalisis pola tanam yang sesuai berdasarkan data Muka Air 3.

Tanah,dataIklim ,dandatapasangsurut.

\

(28)

86

DAFTARPUSTAKA

Ananlo, E.E. Subagiyo, H., Ismail, I.G., Kusnaidi, U., Alihamsyah, T., Thahir., R., Hermanto., dan D.K.S. Swastika.

PengembanganPertanian. Departemen Pertanian.

Chescheir, G. M., C. Murugaboopathi, R. W. Skaggs, R. H. Susanto and R. O.

Evans. 1992. Modelling WaterTable Control System With High Head Losses near the Drain. Proc. of the 6Ul International Drainage Symposium, ASAE, pp. 38-45.

Djalal dan Munawar. 1995. reklamasiRawaPasangSurutdi KarangAgung Propinsi Sumatera Selatan. Departemen Pekerjaan Umum Directorate Jenderal PengairanPusatPengembanganDaerahRawa (P2DR).

Euroconsult. 1997. Laporan Mengenai Pemantauan Aspek-aspek Hidrologi Makro, Proyek Pengembangan Pertanian Telang dan Saleh, Komponen PengembanganDrainase.IntegratedIrigationSectorProject(IISP).

Ismail, G.I., T. Alihamsyah, I.P.G. Widjaja-Adhi, Suwamo, T. Herawari, R.Thaher, dan D.E. Sianturi. 1993. Sewindu Penelitian Pertanian di Lahan Rawa 1985 -1993; Kontribusi dan Prospek Pengembangan Proyek Penelitian Pertanian Lahan Pasang Surut dan Rawa, SWAMPS - II.

Penelitian dan PengembanganPertanian,DepartemenPertanian.

Imanudin, 2002. Laporan Survai Lapangan Bidang Iklim Hidrologi, Jaringan Tata Air, dan Sosial Infrastruktur, Daerah reklamasi Rawa Pasang Surut Telang I, SumateraSelatan. PusatPenelitianManajemenAirdanLahan.

Indralaya

1998. Badan Penelitian dan

Badan

Maitooetomo, S. dan Wirawan. 1991. Reklamasi Rawa dan Daerah Pasang Surut.

: Irigasi di Indonesia. Strategi dan Pengembangan Dalam

(Pasadaran,E.,Ed). Gramedia. Jakarta.

Octaviana, D. 2003. Dinamika Muka Air Tanah pada Kondisi Tata Air Terkendali dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Beberapa Tanaman di Lokasi Daerah Reklamasi Rawa Pasang Surut P6-3N Telang I Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tesis Mahasiswa Program Studi Ilmu TanahProgrampascaSaijana.UniversitasSriwijaya. Palembang.

PHPA AWB-Indonesia. 1990. Integrating Conservation and Land-Use Planning;

Coatal Region of South Sumatera Indonesia. Directorate General of ForestProtectionandNatureConservation. Asian Wetland Buteau.

(29)

87

PPLH-UNSRI. 1991. Profil Lingkungan Kawasan PantaiTimur Sumatera Selatan.

PPLH-UNSRIdanAWB-Indonesia. Palembang.

P2SLPS2. 1998. Prospek Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Modem di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Proyek Pengembangan Sistem Usaha Pertanian Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan. Badan Litbang Pertanian,DepartemenPertanian.

Sardjadijaja, R. dan R. P. S. Sitoms. 1992. Prospek dan Permasalahan Pengembangan Kawasan Rawa Pasang Surut Untuk Program Transmigrasi Direktorat Jendral Penyiapan Permukiman. Depariement Transmigrasi.

\

Sugeng., S. 1992. Pengembangan dan PemanfaatanRawadi Indonesia. Proseding : Seminar Nasional Pemanfaatan potensi Lahan Rawa untuk Pencapaian dan Pelestarian Swasembada Pangan. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya.Palembang.

Susanto. R. H., 1994. Teknik Pengelolaan Air Tepat Guna pada Daerah Pertanian Pasang SurutDeltaMusi, SumateraSelatan. MaxalahSeminarKenaikan Jabatan.FakultasPertanian. UNSRI.Palembang.

Susanto,R.H. 1995 (mIndonesian). Potensi,KendaladanKepekaanPengembangan dan Pengelolaan Rawa Pasang Surut untuk Pembangunan yang Berkelanjutan. Makalah disampaikan di PPLH-UNSRI dalam Rangka DiesNatalisUnsridanUlangtahunFakultasPertanianUnsri.

1997. Potensi, Kendala dan Kepekaan Pengembangan dan Pengelolaan Rawa Pasang Surut Untuk Penmbangunan Berkelanjutan.

Prosiding Seminar Nasional Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air dan Lahan. Pusat Kajian Pengelolaan Lahan dan Air, Unsri, Inderalaya.

Susanto, R.H. 2000. Manajemen AirDaerah Reklamasi Rawadalam Kompleksitas Sistem Usaha Tani. Workshop Teknologi Pengembangan Lahan Rawa, Integrated Swamps development Project loan No.

Palembang, 29-1 september2000.

Triadi, L.B. 1996. Peranan Tata Air pada Pengembangan Daerah Rawa Pasang Surut. Jurnal Informasi teknik No. 19-1996. Departemen Pekerjaan UmumDirektorat JenderalPengairan. Direktorat BinaTeknik.

Susanto, R.H.

3755-IND.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait