10
PENENTUAN MODEL PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA KONSUMSI BAHAN BAKAR MINYAK
(KBBM) DENGAN METODE STEPWISE
(STUDI KASUS: TRUK PIKAP 1.3 3W FH DI KOTA BANDUNG)
Harimansyah Prodi Manajemen Transportasi Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia
Jl. Sariasih No.54 Sarijadi-Bandung Indonesia [email protected]
Abstract
The needs of the community continue to experience development, making the frequency of community movements also increasing, one of which can support the fulfillment of these needs is distribution. In the planning, it is necessary to optimize the consumption of fuel oil (KBBM), there are several factors that are known to be the cause of the large amount of fuel oil consumption (KBBM), namely, transportation load, speed, road elevation, travel time, temperature and distance. The purpose of this research is to find out how the multiple linear regression equation model for pickup truck fuel consumption and what is a significant influence factor in pickup truck fuel consumption. The analysis technique used is multiple linear regression analysis with stepwise method. The results showed the model of the fuel oil consumption equation (KBBM) for pickup cars, namely Y = 0.090 + 0.050X_1 - 0.003X_6 + 0.002 X_3 and a significant influence factor, namely transportation load (X_1) of 0.050 l / Km, elevation (X_3) of 0.002. l / Km, and distance (X_6) will save fuel by 0.003 l / Km.
Keywords: Consumption of Fuel Oil (KBBM), multiple linear regression equation model, significant factors, savings, pickup trucks
Abstrak
Kebutuhan masyarakat terus mengalami perkembangan membuat frekuensi pergerakan masyarakat juga ikut meningkat, salah satu yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut adalah distribusi. Dalam perencanaannya dibutuhkan mengoptimalkan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM), ada beberapa faktor yang diketahui menjadi penyebab besarnya Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) yaitu, beban angkutan, kecepatan, elevasi jalan, travel time, suhu dan jarak. Tujuan dari penelitian ini untuk menetahui bagaimana model persamaan regresi linier berganda konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap dan apa yang menjadi faktor pengaruh signifikan dalam konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap. Teknik analisis yang digunakan analisis regresi linier berganda metode stepwise. Hasil penelitian menunjukkan model persamaan konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) mobil pikap, yaitu Y= 0,090 + 0,050X1 – 0,003X6 + 0,002 X3 dan faktor pengaruh signifikan yaitu Beban angkutan (X1) sebesar 0,050 l/Km, elevasi (X3) sebesar 0,002 l/Km, serta jarak (X6) akan menghemat BBM sebesar 0,003 l/Km.
Kata Kunci: Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM), model persamaan regresi linier berganda, faktor signifikan, penghematan, truk pikap.
11
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kebutuhan hidup masyarakat Indonesia yang terus dan selalu mengalami perkembangan membuat frekuensi aktivitas masyarakat juga ikut meningkat, menuntut penyedia jasa layanan transportasi logistik untuk terus berkembang dan berinovasi mengikuti jalannya laju permintaan konsumen di pasaran yang mengutamakan kepuasan terhadap pelanggan mereka, dan salah satu dari berbagai aktifitas yang dapat mendukung jalannya pemenuhan kebutuhan di bidang transportasi adalah pendistribusi. Dalam pengoperasiannya terdapat berbagai pelaku dalam melakukan pendistribusian itu sendiri dan salah satu pelaku penyaluran tersebut adalah Lembaga pemasaran atau Lembaga distributor resmi yang mengatur angkutan kendaraan atau armada transportasi di perusahaan. Survei The Asia Foundation (2008) menyebutkan bahwa biaya angkutan barang yang terbesar ada pada biaya bahan bakar minyak dan upah pekerja (sopir dan montir).
Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) dalam Biaya Operasional Kendaraan (BOK) menjadi perhatian khusus, di mana bagi mereka menekan biaya Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) dapat berdampak pada peningkatan keuntungan. Untuk mengoptimalkan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) suatu armada transportasi, tentu mengetahui faktor-faktor penyebab Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) menjadi langkah awal untuk pengoptimalkan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) suatu kendaraan. Beban angkutan, kecepatan, elevasi, travel time, suhu dan jarak dalam suatu kendaraan merupakan hal yang menjadi dugaan terhadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) kendaraan yang tinggi.
Maka dari itu dilakukan analisis mengenai model perhitungan dari beberapa faktor berpengaruh untuk mengetahui jumlah Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) yang digunakan kendaraan mobil pikap dalam aktifitas penyaluran barang atau jasa kepada konsumen mereka sehingga, pelaku usaha jasa layanan distribusi maupun layanan logistik lainnya dalam kota dapat membandingkan perhitungan biaya angkutan barang terhadap perencanaan armada yang mereka miliki maupun yang sedang direncanakan.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu: Bagaimana model persamaan regresi linier berganda Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) mobil pikap: Apa yang menjadi faktor pengaruh signifikan dalam konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian yaitu: Untuk mengetahui model persamaan beban angkutan barang, elevasi, kecepatan, travel time, jarak dan suhu cuaca dalam konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap: Untuk mengetahui faktor pengaruh signifikan dalam konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap.
12
METODE PENELITIAN
Alur Penelitian
Dalam melakukan penyusunan tugas akhir ini ada beberapa tahapan yang menjadi pedoman dalam melakukan penelitian, berikut desain tahapan penelitian pada gambar 1 yaitu:
Gambar 1. Diagram Desain Penelitian
DATA DAN ANALISIS
Pengumpulan data
Dalam melakukan penelitiannya, dilakukan pengumpulan data melalui observasi langsung dengan beberapa kondisi pengujian terhadap objek penelitian yang digunakan yaitu mobil pikap. Pada peneliti telah melakukan beberapa klasifikasi uji dari masing-masing variabel yang nantinya dibutuhkan untuk memperoleh model yang diinginkan, adapun klasifikasi tersebut seperti perbedaan kondisi beban angkutan, tinggi rendahnya elevasi jalan, lalu suhu lingkungan dan jarak tempuh yang dilalui serta konsumsi Konsumsi Bahan Bakar Minyak yang telah digunakan.
Setelah memperoleh data dari hasil pengujian tersebut, kemudian dilakukan konfersi data dari data hasil pengujian truk pikap menjadi variabel yang dapat digunakan dalam menentukan model persamaan, yang nantinya diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk
13
mencapai tujuan penelilian. Berikut hasil konfersi data, menjadi variabel yang nantinya digunakan untuk pengolahan yang dapat dilihat pada tabel 1 dibawah:
Tabel 1. Data Hasil Konfersi Kedalam Satuan Masing-Masing Variabel Beban
Angkutan Kecepatan Elevasi Travel time
Suhu lingkungan
Jarak tempuh
Konsumsi BBM
X1 X2 X3 X4 X5 X6 Y
Ton Km/jam m/Km Menit/Km ℃ Km l/Km
0,900 27,53 2,18 2,179 24 7,8 0,89
0,900 31,2 -4,23 1,923 23 7,8 0,85
0,900 37,47 -0,86 1,601 25 18,6 1,47
0,900 36,4 -7,03 1,648 25 9,1 0,76
0,900 38,79 8,31 1,547 26 7,7 1,08
0,900 28,59 0,62 2,099 28 16,2 1,58
0,675 21,27 2,18 2,821 27 7,8 0,79
0,675 17,25 -4,23 3,478 27 7,8 0,72
0,675 38,52 -0,86 1,558 27 18,6 0,96
0,675 41,99 -7,03 1,429 24 9,1 0,65
0,675 24,32 8,31 2,467 23 7,7 0,87
0,675 28,59 0,62 2,099 25 16,2 1,13
0,450 21,27 2,18 2,821 25 7,8 0,69
0,450 24,67 -4,23 2,432 24 7,8 0,62
0,450 31,06 -0,86 1,932 25 18,6 0,82
0,450 24,76 -7,03 2,423 24 9,1 0,58
0,450 23,67 8,31 2,535 23 7,7 0,79
0,450 41,08 0,62 1,461 24 16,2 0,9
0,225 21,27 2,18 2,821 25 7,8 0,41
0,225 46,35 -4,23 1,294 24 7,8 0,61
0,225 31,89 -0,86 1,881 24 18,6 0,71
0,225 28,47 -7,03 2,107 24 9,1 0,54
0,225 24,32 8,31 2,467 22 7,7 0,66
0,225 47,39 0,62 1,266 22 16,2 0,76
0 44,52 2,18 1,348 21 7,8 0,4
0 13,37 -4,23 4,488 20 7,8 0,58
0 24,76 -0,86 2,423 20 18,6 0,66
0 34,22 -7,03 1,753 20 9,1 0,48
0 23,08 8,31 2,600 21 7,7 0,77
0 32,74 20 1,833 16,2 16,20 0,68
14
Analisis Data
a. Analisis Uji Normalitas
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Dengan One sample Komogorov-Simirnov One Sample Komogorov-Simirnov test
Unstandardized Residual
N 30
Asymp.sig (2-railed) 0,200
Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Dengan One sample Komogorov-Simirnov menggambarkan hasil tes uji normalitas variabel seluruh data variable independent (X) dengan jumlah 30 sample penelitian terhadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) dependent (Y) dengan hasil uji normalitas nilai pada kolom asymptotic significance 0,200 ≥ 0,05, maka dapat disimpulkan pada 30 data sampel yang digunakan dalam penelitian memiliki sifat berdistribusi normal, H0 diterima : Data berdistribusi normal.
b. Analisis Uji Multikolinieritas
Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients
Kesimpulan Colinearity Statistics
Model (Constant)
Tolerance VIF
X1 0.396 2.525 Bebas Multikolinearitas X2 0.125 7.977 Bebas Multikolinearitas X3 0.935 1.070 Bebas Multikolinearitas X4 0.119 8.385 Bebas Multikolinearitas X5 0.413 2.422 Bebas Multikolinearitas X6 0.822 1.217 Bebas Multikolinearitas
Pada tabel 3 dikolom collinearity statistics hasil uji normalitas terdapat nilai VIF dengan masing-masing variabel yaitu, beban angkutan (X1) = 2,525, elevasi (X2) = 7,997, kecepatan (X3) = 1,070, travel time (X4) = 8,385, suhu lingkungan (X5) = 2,422 dan jarak (X6) = 1,217. Dengan nilai yang dimiliki oleh setiap variabel independent berada pada rentang nilai 1-10 maka ini membuktikan tidak terjadi hubungan atau korelasi antara beban angkutan (X1), elevasi (X2), kecepatan (X3), travel time (X4), suhu lingkungan (X5) dan jarak (X6) sehingga dengan data tersebut dapat membentuk model persamaan yang baik dengan tidak adanya korelasi diantara variable independent.
c. Analisis Uji Heterokedestisitas
Dalam memperoleh model persamaan regresi linier yang baik, dilakukan uji heterokedastisitas dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi, di mana hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan model regresi linier sederhana tidak efisien dan akurat. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil pengolahan uji heterokedastisitas gambar 2 dibawah.
15
Gambar 2. Grafik Scatterplot Hasil Uji Heterokedastisitas
Pada gambar 2 Grafik Scatterplot Hasil Uji Heterokedastisitas, diketahui titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu pada grafik yang telihat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
d. Analisis Koefisien Determinasi
Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R R Square
1 0,613 0,375
2 0,848 0,72
3 0,927 0,86
Pada Tabel 4 hasil uji koefisien determinasi di atas, dapat diketahui ada tiga tahap yang dilakukan saat pengolahan data menggunakan metode stepwise. Dan pada model terpilih yang diperoleh dalam hasil pengujian koefisien determinasi adalah model ketiga dengan nilai 𝑅2 = 0,86 atau 86% yang menggambarkan besaran pengaruh yang diberikan terhadap perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) pada mobil pikap, yang berarti terdapat 14% variable lain yang tersisa untuk menggambarkan pengaruhnya terhadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) pada mobil pikap.
e. Analisis Uji Simultan Koefisien Tegresi Atau Uji F
Tabel 5. Hasil Uji Simultan Koefisien Regresi Atau Uji F ANOVA
Model F Sig.
3 regression 53,346 0,000
residual
total
Pada tabel 5 hasil uji simultan koefisien regresi atau uji f berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi persamaan yang digunakan dengan besaran pengaruh tertinggi adalah model ketiga yaitu 𝑅2 = 0,86 atau 86%, sehingga nilai (sig.) difokuskan pada
16
model persamaan ketiga saja. Diketahui nilai yang dimiliki untuk model ketiga memiliki nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 53,346, berdasarkan tabel F dengan taraf signifikansi (α) =0,05 diketahui bahwa 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan df = (k;n-k) = (6;24), maka 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 2,51. Berdasarkan hasil di mana nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang dimiliki oleh model menggambarkan bahwa hipotesis diterima. Sehingga dapat diketahui model yang diperoleh dari hasil pengolahan data tersebut yaitu variabel beban angkutan (X1), elevasi (X3) dan jarak (X6) memiliki pengaruh simultan terhadap perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM).
f. Analisis Uji Parsial Koefisien Regresi Atau Uji T
Tabel 6. Hasil Uji Parsial Koefisien Regresi Atau Uji t
Unstandardized
Coefficients
Model t Sig
3 (Constant) 15,434 0,000
X1 8,355 0,000
X6 -7,563 0,000
X3 5,113 0,000
Pada tabel 6 hasil uji simultan koefisien regresi atau uji t berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi persamaan yang digunakan dengan besaran pengaruh tertinggi adalah model ketiga yaitu 𝑅2 = 0,86 atau 86%, sehingga nilai (sig.) difokuskan pada model persamaan ketiga saja. Diketahui nilai yang dimiliki untuk model ketiga memiliki nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 untuk variabel beban angkutan (X1) = 8,355, nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 untuk variabel jarak (X6) = -7,563, nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 untuk variabel elevasi (X3) = 5,113, dengan membandingkan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 pada tabel 6 hasil uji simultan koefisien regresi atau uji t di atas dengan tarif signifikansi 0,05 dan derajat kebebasan (df) = (α/2;n-k-1) = (0,025;23) diperoleh 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 2,068. Dengan demikian nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 masing-masing variabel terpilih
< 0,05 menggambarkan bahwa hipotesis H0 diterima, yang berarti variabel beban angkutan (X1) dan elevasi (X3) secara parsial berpengaruh positif terhadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) dan jarak (X6) secara parsial tidak berpengaruh positif tehadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM).
g. Analisis model persamaan regresi linier
Tabel 7. Bentuk Model Persamaan Regresi Linier Model Persamaan Regresi Linier
B (Constant) .090
X1 .050
X6 -.003
X3 .002
Pada tabel 7 dengan mengetahui bahwa hasil uji asumsi klasik dan uji hipotetis telah memenuhi syarat yang telah ditentukan dari masing-masing pengujian, penelitian ini memperoleh bentuk model persamaan regresi linier berganda konsumsi Bahan Bakar
17
Minyak (KBBM) mobil pikap yang diinginkan, yaitu Y= 0,090 + 0,050𝑋1 – 0,003𝑋6 + 0,002 𝑋3.
Keterangan:
𝑋1 = Beban angkutan 𝑋6 = Jarak 𝑋3 = Elevasi
h. Faktor Pengaruh signifikan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) Setelah melakukan berbagai analisis terhadap hasil pengolahan data yang diperoleh, terdapat beberapa variabel yang menjadi faktor pengaruh signifikan terhadap konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap dalam penelitian ini yaitu:
Beban angkutan (X1) dengan besaran pengaruh untuk 0,001 Ton beban yang diangkut akan mengkonsumsi BBM mobil pikap sebesar 0,050 l/Km.
Gambar 3 Grafik Variabel Beban Angkutan (X1)
Pada gambar 3 di atas diketahui model yang digunakan diukur dengan jarak 15 Km dan elevasi sebesar 3 m/Km dengan berat masing-masing muatan yang diangkut, dan hasil yang diperoleh dengan memuat beban angkutan maksimal 0,9 ton dengan jarak 15 Km dan elevasi 3 m/Km Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) yang digunakan dalam simulasi perjalanan tersebut sebesar 1,311 l/Km. namun hal ini akan berbeda apabila dalam kondisi elevasi dan jarak lainnya dalam bentuk analisis yang dilakukan.
Elevasi (X3) dengan besaran pengaruh untuk setiap kenaikan rata-rata satu m/Km akan mengkonsumsi BBM mobil pikap sebesar 0,002 l/Km. Hal ini dapat dipahami dengan melihat Gambar 4 yang mana, untuk mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) suatu kendaraan akan lebih baik dalam pemilihan rute perjalanan yang dilakukan memiliki rata-rata elevasi yang rendah, dengan begitu pengguna kendaraan tersebut dapat mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) yang digunakan dalam suatu perjalanan.
0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1
0,056 0,061 0,066 0,071 0,076 0,081 0,086 0,091 0,096
Beban Angkutan (ton)
Konsumsi Bahan bakar Minyak (KBBM) l/Km
Variabel Beban angkutan (X1)
18
Gambar 4 Grafik Variabel Elevasi (X3)
Jarak (𝑋6) dengan besaran pengaruh untuk setiap satu kilometer jarak yang ditempuh akan menghemat penggunaan konsumsi BBM mobil pikap sebesar 0,003 l/Km.
Gambar 5 Grafik Veriabel Jarak (X6)
Dapat dilihat pada gambar 5, diketahui semakin jauh jarak tempuh yang dilalui dalam suatu perjalanan, maka Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) yang digunakan juga akan semakin berkurang bisa atau semakin hemat, dan untuk jarak tempuh yang dilalui dengan skema berat angkutan sebesar 0,9 ton dan elevasi sebesar 3 m/Km maka diperoleh Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) terendah ada pada jarak 18 Km dengan 1,302 l/Km nya.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari pengolahan data dengan model persamaan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (KBBM) mobil pikap menggunakan metode stepwise diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Dari beberapa hasil analisis asumsi klasik dan hipotesis yang dilakuakan sebagai syarat membentuk model persamaan yang baik, diperoleh model persamaan regresi linier berganda konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap yang dapat digunakan untuk mengukur konsumsi BBM yang digunakan yaitu Y= 0,090 + 0,050X1 – 0,003X6 +
8 6
4 2
0 -2
-4 -6
-8 -10-8-6-4-202468
0,106 0,102 0,098 0,094 0,09 0,086 0,082 0,078 0,074
Elevasi (m/Km)
Konsumsi Bahan bakar Minyak (KBBM) l/Km
Elevasi (m/Km)
2 4 6 8 10 12 14 16 18
0 5 10 15 20
0,135 0,129 0,123 0,117 0,111 0,105 0,099 0,093 0,087
Jarak (Km)
Konsumsi Bahan bakar Minyak (KBBM) l/Km
Variabel Jarak (X6)
19
0,002 X3 dengan beberapa faktor pengukuran terdiri dari Beban anggkutan (X1), elevasi (X3) dan jarak (X6).
variabel yang menjadi faktor pengaruh signifikan terhadap konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil pikap dalam penelitian ini yaitu:
a. Beban angkutan (X1) dimana dengan penambahan besaran muatan untuk satu kilogram beban angkut akan berpengaruh terhadap konsumsi BBM mobil pikap sebesar 0,050 l/Km.
b. Elevasi (X3) untuk setiap kenaikan rata-rata 1 m/Km akan berpengaruh terhadap konsumsi BBM mobil pikap sebesar 0,002 l/Km, berarti semakin banyak jalan mendaki yang dilalui mengakibatkan konsumsi BBM menjadi semakin banyak.
c. Jarak (X6) dimana untuk setiap satu kilometer jarak yang ditempuh oleh mobil pikap akan menghemat penggunaan konsumsi BBM mobil pikap sebesar 0,003 l/Km, yang artinya semakin jauh jarak tempuh akan semakin hemat penggunaan BBM nya.
DAFTAR PUSTAKA
Salim, Abbas. 2016. Manajemen Transportasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Tamin, O. Z. 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.
Suryanto, Mikael Hang. 2016. Sistem Operasional Manajemen Distribusi. Jakarta: PT Gramedia.
Dirjen Bina Marga. 1990, Panduan Survei dan Perhitungan Waktu Perjalanan Lalu Lintas, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
RSNI. 2006, Pedoman Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan. Jakarta: Balitbang PU Departemen Pekerjaan Umum.
Yaxin Hu. 2013. Short Term Prediction of Freeway Travel Times Using Data from Bluetooth Detectors.
Wulandari, Anastasia Anita. 2017. “Penaruh Fasilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Transportasi Darat”. Yogyakarta: FakultasEkonomi Universitas Sanata Dharma.
Wohon, Selfina Clara, Djoni Hardja, Nelson Nainggolan. 2017. Penentuan Model Regresi Terbaik Dengan Menggunakan Metode Stepwise (Studi Kasus :Impor Beras Di Sulawesi Utara). Manado : Universitas Sam Ratulangi.