• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Fortifikasi. Reza Fadhilla, S.TP, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Teknik Fortifikasi. Reza Fadhilla, S.TP, M.Si"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

s

Reza Fadhilla, S.TP, M.Si

Teknik Fortifikasi

(2)

Deskripsi

Fortifikasi → penambahan sejumlah zat gizi ke produk pangan dalam kondisi normal untuk mencegah/mengatasi defisiensi gizi pada suatu populasi masyarakat tertentu (masyarakat target)

Sejarah fortifikasi:

[1917 PD.I Amerika]: garam dengan iodium → penyakit gondok pada tentara

[1930 Swiss & Amerika]: susu dengan vit A, D, B (thiamin, riboflavin, niasin), iodium, Fe

[1940 Denmark & Kanada]: serealia dengan vit D, thiamin, niasin, riboflavin, Fe

[1941 Amerika]: margarin dengan vit A

[1960]: usulan FDA → pengaturan regulasi agar tidak overfortification

Penambahan harus berdasarkan efeknya terhadap stabilitas fortifikan

Contoh: mineral ditambah pada adonan (saat pengolahan roti), sedang vit ditambah sebelum pengemasan

(3)

Definisi

Restorasi → Penambahan untuk menggantikan sejumlah zat gizi yang hilang selama proses pengolahan,penyimpanan, dan penanganan pangan

Standardisasi → Penambahan sejumlah zat gizi ke produk pangan mengikuti peraturan pemerintah bertujuan meningkatkan mutu produk

Suplementasi → Penambahan zat gizi (lebih dari satu) pada produk pangan dalam jumlah tinggi, dipakai sebagai zat gizi ekstra bagi yang memerlukan

Premix Kernel → Komposisi/campuran kaya senyawa gizi. Terbuat dari beras yang dihancurkan dan ditambah fortifikan (vitamin dan mineral)

(4)

Jenis Fortifikasi

Fortifikasi sukarela (Voluntary)

Fortifikasi dilakukan produsen untuk meningkatkan nilai tambah produk

Bertujuan untuk komersial dan promosi Fortifikasi wajib (Mandatory)

Fortifikasi yang diharuskan, terdapat dalam undang-undang maupun peraturan.

Bertujuan melindungi masyarakat dari masalah gizi

Sasaran fortifikasi wajib: masyarakat miskin yang umumnya menderita kekurangan zat gizi mikro (iodium, zat besi, dan vitamin A)

(5)

Tujuan Umum Fortifikasi

Memperbaiki kekurangan zat gizi pangan

Mengembalikan zat gizi yang awalnya terdapat dalam jumlah signifikan tetapi mengalami kehilangan selama pengolahan

Meningkatkan kualitas gizi produk pangan olahan/kemasan yang digunakan sebagai sumber pangan bergizi (susu)

Menjamin equivalensi gizi dari produk pangan olahan yang menggantikan pangan lain (margarin difortifikasi menggantikan mentega)

(6)

Syarat Sebagai Produk Pembawa Fortifikasi

Harus produk yang selalu dikonsumsi teratur (garam, gula, minyak goreng)

Produk harus diproduksi dan diolah oleh produsen yang ditunjuk (jumlahnya terbatas), agar mudah diawasi fortifikasinya.

Tersedianya teknologi fortifikasi untuk produk yang dipilih.

Produk tidak berubah rasa, warna, dan konsistensi setelah difortifikasi.

Jumlah zat fortifikan tidak berlebihan.

Tetap aman dan tidak membahayakan kesehatan.

Fortifikan yang ditambahkan harus mempunyai stabilitas baik.

Harga produk setelah difortifikasi harus murah, sehingga terjangkau konsumen sasaran (masyarakat kurang mampu)

(7)

Produk Fortifikasi

Produk pangan wajib fortifikasi:

Produk pangan pokok: terigu, jagung, beras

Produk pangan pelengkap: penyedap (MSG), garam, minyak goreng, gula, kecap kedelai, kecap ikan.

(8)

Teknik Fortifikasi

Dusting:

Beras di fortifikasi dengan campuran zat fortifikan (fortificant mix)

Terbatas untuk beberapa fortifikan (tidak larut air)

Resiko terbentuknya sedimentasi selama proses fortifikasi

Dusting umum dilakukan di Amerika

Beras fortifikasi tidak dicuci mengingat resiko kehilangan zat fortifikan Coating:

Fortifikasi dilakukan melalui pelapisan (Coating) pada permukaan beras

Semua jenis beras difortifikasi dengan teknik ini (termasuk beras rusak) Extrusion:

Segala jenis beras dapat diterapkan, termasuk beras rusak

Keuntungan dihasilkan fortifikan berukuran kecil (nanonutrients) sehingga dapat masuk ke dalam pori

Fortifikasi lebih merata

Perubahan warna tergantung komposisi fortifikan

(9)

Extrusion Technologies

Menggunakan alat extruder

Suhu memegang peranan penting dalam proses fortifikasi

Untuk produk pasta digunakan suhu 30-50C (Cold extrusion)

Beras (beras analog), biji-bijian, snack: suhu 60-80C (warm extrusion) atau hot extrusion 80-110C

Extruder

(10)

Basic Extrusion Steps

Rice flour

Water

Additeves Premix

Steam Water Steam

Dry mixing

Conditioning

Dough formation Shaping

Stabilising Drying

Fortified rice kernels

(11)

Extrusion Technologies

Are the nutriens in fortified rice retained after preparation and cooking?

Percent Retention of Nutrients Exposed to Different Preparation and Cooking Methods: Average for Coating, Cold Extrusion & Hot Extrusion

In fortified rice made through coating and extrusion technologies, there is good retention of most nutrients (except Vitamin A) over a wide variety of washing and cooking methods

(12)

Produk Pangan Fortifikasi di Asia

Negara Produk fortifikasi Fortifikan Cina Kecap kedele dan ikan

Tepung terigu

Zat besi

Zat besi, asam folat, dan vitamin A India Tepung terigu

Gula Minyak Teh Susu

Zat besi, asam folat, dan vitamin B Vitamin A

Vitamin A Vitamin A Vitamin A

Philipina Tepung terigu Zat besi, asam folat, dan vitamin A

Thailand Beras Zat besi, vitamin B1, B3, B6, dan niacin Vietnam Kecap ikan

Gula

Zat besi Vitamin A Indonesia Garam

Tepung terigu

Iodium

Zat besi, seng, asam folat, vitamin B1, B2

(13)

Produk Fortifikasi

Garam

Konsentrasi iodium: 30%, 64%, dan 78%.

SNI 01-3556:2000 Garam Konsumsi: fortifikan iodium  30 mg/kg dengan kalium iodat (KIO3), besi, kalsium

Produk: Refina, Garam Bata, Meja Cap Flipper, Garam Gurih, Dolphin Garam.

Bumbu Penyedap (MSG)

Difortifikasi vitamin A.

Hasil diharapkan menurunkan prevalensi defisiensi vitamin A pada balita

dihentikan terjadi perubahan warna MSG dan penentangan masyarakat anti-MSG

(14)

Produk Fortifikasi

Minyak Goreng

Zat fortifikan (konsentrasi 45 IU/gr): ß-Carotene, vitamin A, D, dan E.

SNI 7709:2012 Minyak Goreng Sawit

Permasalahan: warna makanan menjadi merah dan berasa getir

Fortifikasi minyak goreng termasuk fortifikasi sukarela

Produk: Amanda, Filma, Sunco, Rose Brand Sofia, ForVita Tepung Terigu

Produk: Segitiga Biru, Kunci Biru, Cakra Kembar, Tali Emas

Fortifikan: vitamin dan mineral (kadar bervariasi)

Sifat: fortifikasi wajib, berdasarkan SNI 3751:2009 Tepung Terigu

Fortifikan: vitamin B1 ( 2,5mg/kg), B2 ( 4mg/kg), B9 ( 2mg/kg), Besi ( 50mg/kg),Seng ( 30mg/kg)

(15)

Produk Fortifikasi

Mie Instan

Semua produk mie instan difortifikasi vitamin dan mineral

Konsentrasi fortifikan beragam tergantung bahan baku terigu yang digunakan.

Fortifikan: vitamin (A, D, E, B1, B2, B6, B12) dan mineral (besi, kalsium, dan iodium)

Produk-Produk Susu

Produk susu paling banyak difortifikasi [susu ibu hamil & menyusui, susu bayi & balita, susu pertumbuhan, susu bubuk, susu UHT, Susu kental manis, susu skim, yogurt, keju

Fortifikan: vitamin (ß-Carotene, vitamin A, D, E, C, B1, B2, B6, B9, B12) dan mineral (besi, Kalsium, Iodium)

Produk: Nestle, Kalbe Nutritionals, Diamond, Ultrajaya, Frisian Flag, Danone, Kraft Ultrajaya,

(16)

Produk Fortifikasi

Margarin

Produk margarin: Blue Band, ForVITA, Simas Palmia, Sovia dan Filma.

Fortifikan: ß-Carotene, vitamin A, E, B1, B2, D, E, dan niasin Kembang Gula/Permen, Coklat

Produk: Pilmool Lozenges-Bonbons, Milkita

Fortifikan: vitamin C dan kalsium.

Biskuit

Biskuit difortifikasi dengan vitamin A, B1, B2, B6, B12, dan mineral.

21 produk: Gibis Party Animals, Bismart, Jacobs, Selamat Fibero, Slai O’lai, Kraft Keju cake, 2 variant berbeda Richoco, 3 variant Richesse

& Biskuat, dan 5 variant Roma.

(17)

Produk Fortifikasi

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Produk MP ASI: Milna, SUN, HEINZ Farley’s dan Nestle Cerelac.

Fortifikan: Vitamin (A, D, E, B1, B2, B6, B9, B12, C) dan mineral (besi, kalsium, iodium, seng)

Fortifikan difortifikasi beragam tergantung produsen dan komposisi bahan.

Minuman Kemasan

Produk sari buah: Sunglo, Ice Mony, Fruitkuat, Buavita, Mr. Jussie, Sari Kacang Hijau, ABC, Vitamin Water, Balancea Rosella Tea, Teh Kotak Rasa, Malle Veggies, Malee, Happy Day, dan Old Orchand.

Fortifikan: Vitamin (ß-Carotene, A, D, E, B1, B2, B6, B9, B12, C) dan mineral (besi, kalsium)

(18)

Produk Fortifikasi

Makanan Ringan Siap Santap

Produk: Richips dan Milo Chocoblazz.

Fortifikasi Richips (vitamin E), Milo Chocoblazz (vitamin C, Besi)

Fortifikan: vitamin A, D, E, B1, B2, B6, B9, B12, C, besi, dan kalsium.

Sangat terbatasnya jumlah makanan ringan yang difortifikasi perlu menjadi perhatian agar anak-anak dapat mengkonsumsi asupan zat gizi.

(19)

Produk Fortifikasi

Beras

Rekomendasi (WHO) kadar gizi mikro berdasarkan tingkat konsumsi beras menggunakan acuan fortifikasi maizena dan tepung terigu (mg/100g)

Fortifikan: Besi, asam folat, vitamin B12 (cyanocobalamin, pyridoxine hydrochloride), vitamin A, thiamin, niacin (niacin amide), seng (zink oxide),

Sampel beras fortifikasi

(20)

Fortifikan Wajib: Iodium/Iodine

Iodium: jenis mineral esensial bagi tubuh

Kekurangan iodium: menurunkan kecerdasan & konsentrasi, gangguan pertumbuhan fisik-mental, memicu gondok

Bentuk iodium: Iodat kalium, Kalium iodida, Natrium iodat, natrium iodida

Iodat lebih stabil, tidak merubah warna produk, meningkatkan rasa garam.

Difortifikasi pada produk garam dapur dan beras

Komponen utama beras: karbohidrat (amilosa & amilopektin), dapat mengikat iodium dengan baik

(21)

Zat Besi (Fe)

Fungsi zat besi (Fe) berperanan penting dalam beragam reaksi biokimia:

Pengangkutan elektron [sitokrom]

Pengaktifan oksigen [oksidase & oksigenase]

Pengangkut oksigen [hemoglobin & mioglobin]

Pembentukan sel darah merah

Fe sebagian besar berada dalam hemoglobin (Hb)

Fortifikasi Fe lebih sulit dibanding fortifikasi zat gizi lain. Disebabkan sangat reaktif saat pengolahan pangan, menghasilkan efek tidak dikehendaki

Beberapa efek yang tidak dikehendaki dari Fe:

bereaksi dengan fenol (tanin) membentuk warna biru kehitam-hitaman

bereaksi dengan sulfur membentuk warna hitam

meningkatkan enzim oksidatif (penyebab perubahan warna,rasa, & aroma)

Fe memicu reaksi oksidatif

Bentuk Fe yang digunakan sebagai fortifikan digolongkan:

a.Senyawa larut air (ferro sulfat, ferro fumarat, ferro laktat, ferro glukonat, ferro amonium sitrat)

b.Senyawa sedikit larut (ferro suksinat, ferro fumarat, ferri sakarat)

c.Senyawa tidak larut dan sedikit larut asam (ferri ortofosfat, ferro pirofosfat, besi elemental)

(22)

Vitamin A

Defisiensi vitamin A penyebab terbesar morbiditas dan mortalitas balita

vitamin A esensial untuk kenormalan fungsi imun, pertumbuhan, penglihatan, dan metabolisme lain

Beberapa keuntungan fortifikasi vitamin A pada minyak goreng:

Vitamin A/karoten larut dalam minyak goreng

Vitamin A lebih stabil dalam minyak goreng dibanding produk lain

Minyak goreng membantu proses absorpsi dan bioavaibilitas vitamin A

Minyak goreng banyak dipakai masyarakat luas

Teknologi sederhana. Prinsip: Siapkan larutan biang Vitamin A (pre- dilution of vitamin A), Lakukan degassing; sebelum penambahan Vit A, Campur merata menggunakan tangki berpengaduk turbin (propeller).

Biaya fortifikasi terjangkau

(23)

Stabilitas Vitamin A

(24)

Zink (Zn)

Pemilihan bentuk fortifikan zink didasarkan pada: kelarutan air, rasa, harga, efek samping dan keamanan

Kelarutan bentuk fortifikan zink:

Larut air: zink asetat, zink klorida, zink glukonat, zink sulfat

Sedikit larut: zink sitrat, zink laktat. Tidak larut: zink karbonat, zink oksida, zink stearat

Bentuk larut air paling baik di absorpsi dibanding lainnya

Senyawa Warna Rasa Bau kelarutan

Zink asetat Zink carbonat Zink klorida Zink sitrat Zink glukonat Zink laktat Zink metionin Zink oksida Zink stearat

Zink sulfat anhydrous Zink sulfat heptahidrat

Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih

Putih, abu-abu Putih

Sedikit berwarna Sedikit berwarna

Astringent Astringent Astringent -

- -

Asam, pahit Astringent -

-

Astringent

Asam asetat Sedikit bau Sedikit bau Sedikit bau Sedikit bau Sedikit bau Vanila Sedikit bau Tidak jelas Sedikit bau Sedikit bau

Larut

Tidak larut Larut

Sedikit larut Larut

Sedikit larut Larut

Tidak larut Tidak larut Larut

Larut

Karakteristik senyawa zink

(25)

Biofortifikasi

Biofortifikasi: Proses meningkatkan konsentrasi ketersediaan elemen esensial pada tanaman pangan melalui teknik pemuliaan konvensional maupun bioteknologi modern

Teknik biofortifikasi:

Persilangan tanaman secara tradisional hingga teknik molekuler (rekayasa genetik)

Meningkatkan kandungan vitamin-mineral tanaman pangan melalui teknik pemuliaan konvensional selektif

Mengurangi kadar zat anti gizi (asam fitat, tanin, fenolik, logam berat)

Tanaman pangan hasil biofortifikasi Fe dan Zn: beras (Oryza sativa), gandum (Triticum aesticum), jagung (Zea mays), buncis (Phaseolus vulgaris) dan singkong (Manihot esculenta)

(26)

Target Biofortifikasi Pada Tanaman

Tanaman Gizi Sifat Tahun

Kacang Besi Tahan virus, panas dan kekeringan 2012 Singkong Vitamin A Tahan virus, Tahan penyakit, dan toleransi 2011 Jagung Vitamin A Tahan penyakit dan kekeringan 2012 Jewawut Besi Tahan jamur dan toleransi kekeringan 2012

Beras Seng Tahan hama dan penyakit 2013

Ubi jalar Vitamin A Tahan virus dan toleransi kekeringan 2007

Gandum Seng Tahan penyakit 2013

(27)

EnD..

s

Referensi

Dokumen terkait