• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

KONSEP STYLE DESAIN INTERIOR

4.1 Latar Belakang Pemilihan Tema

Tema yang diangkat untuk mendukung bangunan perpustakaan umum ini adalah Dinamis dan Ceria. Adapun yang melatar belakangi pemilihan tema tersebut karena dunia perpustakaan di Indonesia saat ini tidak memperhatikan segi kenyamanan bagi pengunjung khususnya perpustakaan milik pemerintah, dan juga sebagai terobosan untuk meningkatkan minat membaca bagi masyarakatnya.

Sehingga pemilihan tema Dinamis dan ceria bisa dijadikan pertimbangan untuk suasana ruang perpustakaan yang selama ini tidak dianggap perlu.

4.2 Definisi Tema

Dinamis menurut kamus Bahasa Indonesia yaitu sifat atau perilaku yang bertenaga atau berkemampuan.

Definisi dinamis adalah suatu yang tidak membosankan, tidak monoton, dan mempunyai karakter tersendiri serta memberikan kesenangan tersendiri. Nuansa Dinamis juga bisa dituangkan dalam bentuk warna yang tidak terlalu mencolok seperti warna – warna pastel dan dalam bentuk furniture yang tidak terlalu banyak motif atau ornamen – oranamen penghiasnya, akan tetapi penerapan gaya dinamis ini tidak terpaku pada satu desain saja sehingga ruangan tidak monoton.

Tampilan dinamis minimalis yang mempunyai karakter

(2)

Ceria adalah suatu suasana hati yang berbunga-bunga, ceria juga bisa diartikan sebagai rasa gembira. Kesan ceria yang ditampilkan pada area baca anak ini adalah dengan menampilkan gambar-gambar yang disukai anak seperti gambar tokoh – tokoh kartun atau bunga-bunga, dan menggunakan warna – warna segar seperti biru, hijau, kuning serta warna – warna segar lainnya.

Untuk menunjang penerapan tema di atas, furniture yang akan digunakan dalam ruangan perpustakaan umum ini adalah furniture dengan gaya modern minimalis.

Jadi Dinamis Ceria adalah sebuah perpaduan tema yang tidak monoton untuk sebuah ruangan perpustakaan dimana terdapat unsur ketenangan minimalis yang hangat serta unsur rekreasi dan edukasi.

4.3 Penerapan Unsur Modern Minimalis

Penerapan unsur modern minimalis pada furniture yang terdapat pada perpustakaan umum ini dimaksudkan karena furniture bergaya modern minimalis ini telah banyak digunakan oleh sejumlah interior bangunan karena bentuknya yang tidak terlalu rumit, mudah dalam aplikasinya, dan juga mudah dalam perawatannya.

Unsur modern minimalis juga dapat menghadirkan suasana yang berkesan

hangat, dan dapat terwujud dengan membuat bentuk dan detail simple, kombinasi

warna yang harmonis dan variasi material serta finishing natural. Selain dapat

menciptakan kesan yang hangat unsur modern minimalis juga dapat menimbulkan

kesan dinamis namun tetap memiliki karakter yang kuat, serta tidak

mengenyampingkan unsur ceria bagi pengguna anak – anak.

(3)

Kesan hangat bisa di dapat dengan penggunaan warna dan material dari furniture yang ada, unsur modern minimalis hanya sebagai penglengkap tema dengan menggunakan bentuk modern minimalis.

Pada umum unsur modern minimalis telah dikenal dengan dominasi garis – garis lurus ( clean lines ), bentuk geometris yang kaku, serta aplikasi material pabrikasi yang dingin.

Namun material yang dipakai untuk perpustakaan ini adalah material dengan bahan kayu yang dapat dikombinasikan dengan bahan atau material lain, sehingga bentuk mebel tidak hanya bentuk geometris yang kaku tetapi juga bisa dengan bentuk asemetris tanpa meninggalkan unsur modern minimalis.

Sehingga sebuah perpustakaan umum sangat cocok bila ada unsur modern minimalis di dalamnya tanpa menghilangkan fungsi awal dari perpustakaan tersebut, yaitu sebagai pusat pembelajaran dan mencari informasi.

Salah satu tampilan Modern Minimalis

yang dipadukan dengan berbagai warna yang menarik

(4)

Furniture kayu dengan sentuhan modern

4.4 Fasilitas Dinamis dan Ceria Pendukung

Penentuan fasilitas pendukung pada perpustakaan umum yang direncanakan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan :

1. Fasilitas dinamis dan ceria pada suatu pusat pembelajaran atau tempat mencari informasi berfungsi sebagai pengikat pengunjung dengan dasar ilmu pengetahuan di dalamnya. Sehingga pusat pembelajaran tersebut mempunyai daya tarik tersendiri.

2. Perpustakaan umum dikunjungi oleh seluruh kelompok umur dalam

masyarakat ( anak-anak, remaja, dan orang dewasa ), sehingga fasilitas

dinamis dan ceria yang ada harus dapat dinikmati oleh hampir setiap

golongan umur.

(5)

4.4.1 Klasifikasi Kegiatan Dinamis dan Ceria a. Sifat kegiatan.

- Entertaimen ( kesukaan ) : taman buatan, area makan, - Amusement ( kesenangan ) : ruang audio visual, ruang baca b. Jenis kegiatan.

- Akif : Kegiatan yang membutuhkan gerak fisik seperti bermain.

- Pasif : kegiatan yang tidak terlalu banyak memerlukan gerak fisik seperti menonton film domunenter dan film anak, membaca.

c. Pola kegiatan.

- Massal : pertunjukan film

- Kelompok kecil : bermain, makan - Perorangan : membaca

4.5 Karakter Dinamis Ceria

Karakter dinamis ceria dapat tercermin pada beberapa hal, antara lain : 1. Keanekaragaman ruang.

Untuk menciptakan karakter dinamis ceria pada ruang dalam memerlukan adanya keanekaragaman dari beberapa hal yang digunakan pada suatu rancangan dengan mengkomposisikannya.

2. Warna.

Warna adalah unsur yang paling mencolok, yang dapat dibedakan suatu

bentuk terhadap lingkungannya. Warna juga dapat mempengaruhi bobot

visual suatu bentuk. Untuk menimbulkan kesan hangat pada ruangan

perpustakaan warna yang banyak dipakai adalah warna creem, coklat.

(6)

3. Material

Material adalah karakter permukaan suatu tekstur yang dapat mempengaruhi baik itu perasaan kita waktu menyentuh maupun kualitas pemantulan cahaya yang menimpa permukaan bentuk tersebut.

4. Dekorasi

Merupakan suatu olahan pada elemen ruang, dapat berupa dekorasi tempelan ataupun dekorasi langsung. Dekorasi berfungsi untuk memperindah atau menciptakan suasana ruang yang berbeda.

Elemen dekoratif ruang

4.6 Ruang Baca Anak

Konsep ruang baca anak adalah warna-warna ceria menghiasi dinding, rak buku dan karpet pada satu bagian ruang perpustakaan, ruangan ini terlihat kontras dengan ruangan lain yang ditata lebih serius sesuai isinya, dibandingkan dengan ruangan yang berisi buku-buku untuk orang dewasa ini dikarenakan ruangan tersebut memang dikhususkan untuk anak-anak.

Kursi untuk anak yang berfungsi ganda

(7)

Selain rak buku dan karpet, ruang buku anak-anak ini juga dilengkapi meja- meja serta kursi-kursi berukuran mini. Juga pernak-pernik berupa gambar-gambar atau boneka-boneka. Di salah satu sudut ruang terdapat satu kursi ukuran "orang dewasa" yang dikelilingi kursi berukuran kecil yang dikhususkan untuk anak-anak, penempatan kursi berukuran kecil yang mengelilingi kursi berukuran besar ini dimaksudkan agar anak-anak yang mengunjungi ruangan tersebut bisa mendengarkan cerita dari salah satu petugas perpustakaan.

Fasilitas yang disedia untuk ruang baca anak adalah : 1. Fasilitas peminjaman buku, majalah, CD.

2. Fasilitas audio visual untuk film pendidikan dan film anak.

3. Fasilitas bermain anak.

Pembatas buku pada ruang baca anak

Suasana pada R. Baca anak

Anak pada usia 5-16 tahun memiliki kecenderungan untuk mengetahui hal-hal

baru yang belum pernah mereka dengar dan mereka lihat, oleh karena itu pemilihan

bahan untuk furniture pada ruang baca anak ini harus mempunyai tinggkat keamanan

yang tinggi, sehingga orang tua yang membiarkan anaknya untuk mengunjungi

(8)

perpustakaan tersebut tidak merasa khawatir akan permainan yang disediakan oleh perpustakaan.

Suasana lain dari ruang baca anak

Suasana Perpustakaan Anak Taman Ismail Marzuki

4.7 Ruang Baca Dewasa

Ruang baca ini digunakan sebagai area untuk orang dewasa yaitu antara usia 16 tahun ke atas, ruangan ini lebih menyajikan ke konsep yang lebih dewasa dan mempunyai karakter yang kuat. Ruang baca ini akan dilengkapi dengan kursi dan meja baca dan juga akan terdapat beberapa satu set sofa agar pengunjung bisa menrasa nyaman.

Selain itu juga terdapat koleksi buku-buku atau bahan pustaka lainnya yang dapat menunjang pencarian informasi pengunjung, selain buku rujukan umum pada ruangan ini juga terdapat fasilitas sebagai berikut :

1. Fasilitas peminjaman bahan pustaka (majalah, buku, dan CD) 2. Fasilitas audio visual

3. Fasilitas internet

(9)

Suasana pada ruang baca dewasa

Untuk menjaga kebersihan dan ketertiban dalam perpustakaan, di setiap ruang atau pada titik tertentu akan disediakan tempat untuk meletakkan buku yang sudah dibaca oleh pengunjung dan akan diambil oleh petugas perpustakaan pada saat jam istirahat dan jam pulang untuk dikembalikan ketempatnya semula, ini dimaksudkan agar proses pencarian informasi dan bahan pustaka dapat berjalan lancer dan tertib.

4.8 Taman Buatan

Maksud dari pembuatan taman buatan di dalam ruangan perpustakaan adalah

agar pengunjung tidak merasa bosan dengan keadaan yang itu-itu saja, taman buatan

disini juga bisa dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai area membaca karena di taman

ini disediakan bangku taman dan meja sehingga pengunjung bisa merasakan suasana

yang berbeda.

(10)

Fasilitas yang tersedia di taman buatan adalah : 1. Area makan dan kantin,

2. Terdapat beberapa kursi taman dan meja bagi pengunjung yang akan membaca ditaman buatan.

Salah satu sudut taman buatan

4.9 Jenis Pemakaian Material

Penggunaan bahan material pada perpustakaan umum yang lebih diutamakan adalah jenis bahan yang aman karena selain digunakan oleh orang dewasa bahan ini juga akan digunakan oleh anak-anak yang memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap kuman atau bahan berbahaya lainnya.

Selain itu juga bahan yang digunakan harus mempinyai daya serap suara, bahan ini akan digunakan pada area audio visual, ruang baca anak dan dewasa, karena pada area-area ini tingkat ketenangan harus tinggi dan suara yang masuk harus ditekan sedemikian mungkin agar tidak menimbulkan kebisingan.

Bahan yang akan digunakan dalam perpustakaan antara lain :

¾ Lantai

Bahan yang digunakan untuk lantai sebaiknya adalah bahan yang tidak

lincin, dan mudah dalam perawatannya, ini dimaksudkan agar pengunjung

dewasa dan anak-anak yang datang merasa aman untuk berjalan di

perpustakaan dan untuk karyawan perpustakaan agar perawatan yang

dilakukan tidak terlalu sulit. Jenis material yang digunakan antara lain :

(11)

1. Granit

Lantai granit mempunyai struktur yang kuat terhadap daya tekan, selain itu juga lantai granit memiliki ketahanan terhadap suhu yang lembab, daya absorbsi kecil, tidak mudah tergores, mempunyai nilai dekoratif yang tinggi

2. Batu alam

Lantai dengan menggunakan batu alam mempunyai karakteristik, yaitu batu alam mempunyai tekstur yang alami dan terkesan natural, kuat terhadap daya tekan yang berada diatasnya, mempunyai daya serap yang tinggi.

3. Keramik

Pada dasasrnya lantai keramik memiliki beberapa keunggulan yaitu beraneka macam motif yang dikeluarkan keramik bisa membuat kesan tertentu dalam ruangan, dan bahan campurannya yang digunakan dalam proses pembuatan keramik juga mempunyai daya tahan terhadap zat kimia, cuaca dan kelembaban.

Namun keramik juga mempunyai kelemahan yaitu mempunyai daya serap yang rendah, serta ukurannya yang terbatas.

4. Karpet

Karpet mempunyai berbagai macam motif dan warna, mempunyai tekstur yang lembut dan kasar, dapat meredam suara, namun karpet juga mempunyai kelemahan yaitu karpet dapat menyimpan debu serta bagian bawah karpet sulit untuk dibersihkan. Jenis karpet yang sesuai untuk area anak dan office adalah jenis karpet Loop Tile.

Karpet Loop Pile

(12)

5. Kayu

Lantai dengan lapisan kayu akan menyababkan ruangan berkesan natural, hangat, pori-pori yang dimiliki oleh kayu juga dapat menyerap suara. Lantai jenis ini akan digunakan pada bagian depan perpustakaan, dengan menggunakan lantai papan kayu jati dengan tebal 2 cm dam lebar 20 cm. Penggunaan lantai papan kayu jati ini dimaksudkan karena kayu jati mempunyai daya tahan yang kuat dan mempunyai tekstur atau pola kayu yang bagus.

Kayu Jati

Dari beberapa alternatif diatas, material yang dianggap sesuai untuk bangunan perpustakaan adalah :

• Untuk lantai bawah : terdapat perbedaan jenis lantai antara lain, area lobby menggunakan lantai papan kayu jati, lantai ini untuk mengesankan kehangatan sebuah ruang, untuk office dan ruang pengawasan menggunakan lantai yang dilapisi dengan karpet, area baca anak menggunakan lantai kayu dan area baca dewasa menggunakan lantai keramik dengan ukuran 40 x 40 cm, sedangkan untuk area sirkulasi utama dan taman buatan menggunakan lantai dengan bahan batu alam.

Penggunaan bahan kayu, dan batu alam ini dimaksudkan agar terciptanya kesan yang natural dan nyaman.

• Untuk lantai atas : pada ruang audio visual menggunakan lantai yang dilapisi karpet, sedangkan untuk ruangan lainnya di lantai atas menggunakan lantai keramik berukuran 60 x 60 cm.

¾ Dinding dan Partisi

(13)

Untuk dinding menggunakan bahan seperti : 1. Cat Tembok dengan Spesial Efek

Bahan ini banyak digunakan karena sifatnya berkesan dingin, mudah dibersihkan, tahan api dan bahan kimia, dapat membantu penyerapan suara. Namun cat dinding biasa juga memiliki kelemahan tidak tahan terhadap kelembaban, tidak tahan lama, dan juga warna lebih cepat memudar sehingga diperlukan pengecatan ulang. Penggunaan cat tembok dengan special efek tertentu dapat menimbulkan kesan yang berbeda dandingkan dengan penggunaan cat tempok tanpa spesial efek.

2. Wallpaper

Dinding yang dilapisi dengan wallpaper ini memiliki banyak variasi warna, motif dan desain, selain itu juga wallpaper memiliki penampilan yang berkesan mewah, namun dalam hal perawatan wallpaper mempunyai kesulitan yang sulit, karena bahannya yang tidak tahan terhadap air dan kelembaban.

3. Panel gypsum

Bahan gypsum juga mempunyai peminat yang tidak sedikit ini dikarenakan bahannya yang mudah menyerap suara, dan juga mudah dalam perawatan dan pemasangannya.

4. Panel kayu

Dinding dengan lapisan kayu akan menyebabkan ruangan berkesan natural, hangat, pori-pori yang dimiliki oleh kayu juga dapat menyerap suara.

5. Kaca

Sebuah perpustakaan sangat membutuhkan tingkat pencahayaan tinggi oleh karena itu penggunaan kaca transparan sebagai dinding atau partisi dirasa cukup untuk memenuhi kebuthan akan cahaya. Selain itu juga kaca dapat memantulkan suara dengan baik, memberikan kesan mewah dan luas.

6. Cat Bertekstur

Untuk menyeimbangkan pantulan suara dari kaca, penggunaan cat

bertekstur sangat cocok karena teksturnya yang kasar dapat

(14)

memantulkan suara secara merata, sehingga suara yang dihasilkan tidak gaung.

Dari beberapa alternatif diatas, material yang dianggap sesuai untuk bangunan perpustakaan adalah :

• Sebagian besar dari bangunan perpustakaan umum pada lantai 1 dan 2 adalah menggunakan bahan dari kaca dengan kusen dari stainless steel. Penggunaan kaca dimaksudkan agar ruangan mendapatkan cahaya matahari secara maksimal pada siang hari sehingga dapat menghemat pemakaian listrik.

• Namun pemakaian kaca pada dinding ini tidak menutup kemungkinan untuk mengunakan bahan lainnya yang dapat dikombinasikan, sebagi contoh pada area computer dinding yang digunakan mengkombinasi antara cat tembok dengan panel kayu, dan untuk ruang audio visual seluruh dinding tertutup dan dilapisi dengan gypsum berongga atau bertekstur dan dilapisi dengan karpet.

• Untuk sekat antar ruang menggunakan partisi berupa panel gypsum atau partisi yang dilapisi dengan wallpaper

¾ Plafond 1. Gypsum

Pemakaian plafond dari gypsum sangat diminati karena bahannya yang mudah menyerap suara, dan juga mudah dalam perawatan dan pemasangannya.

2. Panel kayu

Plafond dengan lapisan kayu akan menyababkan ruangan berkesan natural, hangat, pori-pori yang dimiliki oleh kayu juga dapat menyerap suara.

Untuk penggunaan plafond pada perpustakaan umum yang sesuai adalah :

• Pada lantai dasar : seluruh permukaan plafond pada lantai dasar

ini menggunakan lapisan panel kayu, pemakaian ini

dimaksudkan karena struktur kayu yang berat akan mampu

(15)

struktur beton yang sebelumnya telah dirancang, dan juga plafond kayu ini akan membuat suasana ruangan menjadi hangat. Pemakaian plafond gypsum hanya pada bagian entrance perpustakaan yang merupakan point of view perpustakaan tersebut.

• Lantai atas : seluruhnya menggunakan plafond gypsum berpori, ini dimaksudkan agar suara yang ditimbulkan oleh pemakai dapat diredam, selain mudah dalam perawatan dan pemasangan gypsum juga dapat dibentuk yang disesuaikan dengan tema ruangan.

4.10 Sistem Utilitas

Yaitu system yang digunakan untuk mengatur system pencahayaan, penghawaan, dan tata suara pada setiap ruangan.

a. Tata Cahaya

Ada empat ketentuan yang harus diperhatikan untuk dijadikan parameter menganalisa suatu perpustakaan umum :

• Besaran ruang

• Sifat ruang

• Kesan ruang

• Kebutuhan interior

Untuk ruangan perpustakaan umum tata pencahayaan lebih dititik beratkan pada jatuhnya bayangan yang dihasilkan oleh pancaran sinar lampu. Adapun ketentuan-ketentuan

TPF5FPT

yang harus dimiliki sebelum merancang tata letak lampu adalah sebagai berikut :

1. Jenis ruangan, maksudnya disini adalah perancang harus mengetahui fungsi ruangan.

2. Denah, potongan ruangan skala 1 : 100, untuk detail 1:50 3. Bahan dna warna dari plafond, dinding, dan lantai.

4. Mengetahui tata letak furniture atau barang dalam ruangan tersebut.

5 Kristian Darmasetiawan, Lestari Puspita Kusuma, Pengantar Dasar Teknik Pencahayaan & Tata Letak

(16)

Dari ketentuan-ketentuan yang diperoleh dari data-data di atas maka :

1. Fungsi dari penyinaran dapat ditentukan, misalnya berfungsi sebagai :

- General lighting untuk seluruh ruangan,

- General lighting untuk seluruh ruangan ditambah untuk meja kerja,

- General lighting untuk meja kerja 2. Pemilihan jenis penyinaran:

- Langsung (direct)

- Tidak langsung (indirect) - Sebagian langsung

- Sebagian tidak langsung, dan

- Kombinasi langsung dan tidak langsung 3. Jumlah lux yang diperlukan.

• Untuk ruang baca anak dan dewasa jumlah Lux yang diperlukan yaitu sebesar 400 Lux

• Ruang control / pemeriksaan 600 Lux

• Ruang sirkulasi sebesar 400 Lux

• Ruang catalog 400 Lux

• Ruang kerja 400 Lux

4. Jenis dan warna lampu : lampu pijar, neon, halogen atau yang lainnya.

5. Model dari armatur atau rumah lampu.

Untuk perpustakaan pada area sirkulasi menggunakan down light dengan menggunakan jenis lampu PL, sedangkan untuk area lainnya lebih banyak menggunakan lampu neon dengan armatur atau rumah lampu berupa Bak yang ditanam di plafond.

b. Tata Udara / Penghawaan

Mengingat Indonesia memiliki kelembaban udara yang tinggi dan

pergantian musim yang sudah tidak teratur lagi, yang terkadang suhu udara

sangat begitu panas.

(17)

Dari pertimbangan diatas, penulis memberikan solusi untuk penghawaan di dalam ruangan perpustakaan umum adalah dengan menggunakan pendingin ruangan (AC).

c. Tata Suara

Ruangan perpustakaan umum sangat membutuhkan tingkat keheningan yang sangat tinggi, oleh karena itu pemakaian bahan atau material interiornya harus mempunyai unsur yang bisa menyerap bunyi.

Dan bahan penyerap bisa digunakan untuk setiap elemen bangunan seperti dinding, lantai, plafond dan bahkan bisa digunakan dalam bentuk furniture.

Bahan yang bisa digunakan untuk menyerap bunyi

TPF6FPT

antara lain ; 1. Bahan berpori

2. Penyerap panel (selaput)

3. Resonator rongga (helmholtz), dll.

• Untuk perpustakaan umum ini, penulis ingin menggunakan bahan berpori seperti kayu, gypsum berpori dan akan digunakan di ruangan baca anak dan ruang baca dewasa.

• Ruang audio visual : elemen yang akan digunakan adalah bahan penyerap panel (selaput) berupa karpet yang akan melapisi seluruh dinding berongga, pada umumnya ruang audio visual ini sistem tata suaranya hampir menyerupai dengan tata suara bioskop hanya saja dengan skala yang lebih kecil.

Referensi

Dokumen terkait

This paper reports the effect of loading up (variations HRT) and pH variations of acidogenesis stage or first stage of a two stage anaerobic digestion of conversion POME into

Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?." dengan

Simulasi koordinasi proteksi adaptif pada tugas akh ir ini menggunakan sistem distribusi mesh 8 bus yang terhubung dengan satu sumber pembangkit utama (grid) dan dua

Penulisan skripsi dengan judul “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dalam Rangka Meningkatkan Pengendalian Internal pada PT.. Hoindo

Pengawasan terhadap kegiatan yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang berwenang dan masyarakat melalui BPD sesuai

This report is intended to be shared with national TB programmes of the Member States, international organizations, national and local nongovernmental

Setelah dicermati, lukisan Djoko Pekik ‘Tuan Tanah Kawin Muda’ (1964), memang memberikan gambaran bahwa karya terse- but membawa ciri-ciri visual, tema, dan konsep yang

[r]