1
Penelitian Kapasitas Pengembangan Program Studi
PENGARUH LAYANAN LABORATORIUM GALERI INVESTASI TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI MADURA DALAM BERTRANSAKSI DI PASAR MODAL SYARIAH
OLEH :
WADHAN, M.Si (NIP.19751116200604 1 001/NIDN.2016117501) FATATI NURYANA, M.Si (NIP19791001200501 2 004/NIDN.006042002)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA 2019
2 ABSTRAKSI
Wadhan, 2019, Pengaruh Layanan Laboratorium Galeri Investasi Terhadap Kepuasan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam Bertransaksi di Pasar Modal Syariah
Kata Kunci: Layanan, Kepuasan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah. dan menghitung seberapa besar pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
Penelitian ini adalah merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian variabel independennya berupa layanan laboratorium Galeri Investasi dan variabel Dependen (Variabel Output, kriteria, konsekuen, terikat) yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah kepuasan mahasiswa dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Layanan Laboratorium Galeri Investasi terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah, (pertama), Nilai thitung variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi (X) adalah sebesar 7,139. Karena nilai thitung > t tabel
1,966 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi (X) terhadap variabel Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah Syariah (Y). (kedua), Kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen yang baik adalah jika di atas 60%. Dari hasil output model summary, diketahui nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,352. Besarnya angka koefisien determinasi (Adjusted R Square) 0,352 sama dengan 35,2% angka tersebut mengandung arti bahwa Layanan Laboratorium Galeri Investasi mampu menjelaskan Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah sebesar
%. sedangkan sisanya (100% - 42,2% = 57,8%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model regresi ini.
3 PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Secara umum terdapat sembilan macam kegiatan bisnis sebagaimana tercantum dalam klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) 1997, diantaranya adalah usaha jasa yang meliputi usaha yang dilakukan oleh masyarakat, baik perorangan ataupun kelompok, untuk memberikan jasa pelayanan yang dibutuhkan sesuai kebutuhannya. Usaha jasa sangat penting artimya bagi kegiatan perekonomian.1
Sektor jasa berkontribusi besar bagi perekonomian global. Sebagai contoh, sektor jasa berkontibusi terhadap sekitar 80% Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat. Sumbangan sektor jasa terhadap PDB2 di sejumlah negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin juga signifikan, misalnya Korea Selatan (52%), Hongkong (80%), Argentina (64%), dan Afrika Selatan (65%). Kontribusi sektor jasa terhadap PDB di Indonesia selalu mengalami peningkatan, yaitu sekitar 45% ditahun 2000 kemudian menjadi hampir 60% di tahun 2015.3
Dalam banyak hal, pada waktu yang sama produk kita tidak unik dan karenanya konsumen akan menguji jumlah semua penawaran pemasok untuk mendapatkan yang mana dalam persepsi konsumen, memenuhi paling banyak kebutuhann nyata atau yang dibayangkan. Konsumen akan memilih pemasok yang kemasannya sangat menyenangkan. Di lain pihak, kita harus mampu memenuhi kebutuhan konsumen tambahan itu dengan biaya dimana konsumen bersedia membayar dan yang akan dilihat oleh pembeli sebagai alasan yang cukup untuk menjamin harga premi. Pemenuhan terhadap beberapa kebutuhan tersebut agak mahal agak mahal bagi kita. Bagaimanapun, nilai tambah melalui layanan konsumen. Tujuan layanan konsumen adalah untuk membuat konsumen merasa senang dalam berhubungan bisnis kita.4 Oleh karena itu menambah nilai melalui layanan konsumen merupakan persoalan melakukan tugas kita masing-masing seefektif mungkin dan memikirkan kebutuhan konsumen di saat menjalankan tugas kita.
Penilaian pelanggan atas kinerja produk tergantung pada banyak faktor, terutama jenis hubungan loyalitas yang dimiliki pelanggan dengan sebuah merek.
Konsumen sering membentuk persepsi yang lebih menyenangkan tentang sebuah produk dengan merek yang sudah mereka anggap positif. Perusahaan yang yang berpusat pada pelanggan berusaha menciptakan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Tetapi itu bukan tujuan akhirnya.5 Jika perusahaan meningkat kepuasan pelanggan dengan menurunkan harganya atau meningkatkan pelayanannya mungkin laba
1.Sudaryono, Manajemen Pemasaran, Teori dan Implementasi (Yogyakarta: Andi Offset, 2016), Hal.11.
2.Produk Domestik Bruto merupakan nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.
3. Fandy Tjiptono, Service Management Mewujudkan Layanan Prima (Yogyakarta; Andi Offset, 2017), Hal.5
4. Ahmad Subagyo, Marketing In Business (Studi Kasus Usaha Mikro Kecil dan Lembaga Keuangan Mikro), (Jakarta; Mitra Wacana Media, 2010), Hal.247
5. Philip kotler, Kevin Lane keller, Manajemen Pemasaran (Jakarta; Penerbit Erlangga, 2008), Hal.139
4
akan menurun. Perusahaan dapat meningkatkan profitabilitasnya dengan meningkat kepuasan terhadap pelanggan.6
Orientasi bisnis perusahaan tidak boleh hanya bisnis perusahaan tidak boleh hanya dinyatakan pada pernyataan pimpinan perusahaan, tetapi harus dituangkan dalam filosofi perusahaan. Filosofi ini harus terkait dengan peningkatan nilai para pemegang saham melalui peningkatan nilai pelanggan.7
Di Institut Agama Islam Negeri Madura memiliki tiga Jurusan yaitu, Jurusan Tarbiyah, Jurusan Syariah, dan Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam. Pada Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam ini memiliki tiga Program Studi yakni, Program Studi Perbankan Syariah, Program Studi Ekonomi Islam Dan Program Studi Akuntansi Syariah. Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam ini memiliki beberapa Laboratorium diantaranya Laboratorium Bank Mini Syariah (BMS), Laboratorium Galeri Investasi (GI), Laboratorium Akuntansi dan Laboratorium Statistik. Laboratorium Galeri Investasi pertama kali di launcing tanggal 22 Agustus 2014 yang disertai oleh penandatangan kerjasama antara PT.Bursa Efek Indonesia dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan dan PT.
Mandiri Sekuritas dengan Nomor : SP-00216/BEI.HKM/08-2014, Nomor : Sti.
18.3/KP.02.3/1160/2014, dan Nomor : 16/ECMR/SKDI/VI/2014.
Laboratorium Galeri Investasi (GI) memberikan layanan yang baik kepada mahasiswa agar merasa senang dan puas dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah. Layanan tersebut dapat berupa:(a) Menyediakan informasi atau publikasi berkenaan dengan pembukaan rekening efek dan konsultasi rekening, (b) ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialiasi pasar modal, (c) ikut serta dalam kompetisi pasar modal, (d) memfasilitasi kegiatan praktik kerja atau magang, (e) aktivasi rekening.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka ditetapkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah?
2. Seberapa besar pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah?
C.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menganalisa pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
2. Untuk menghitung dan menganalisa seberapa besar pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
6.Kepuasan (satisfaction) adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk (hasil) terhadap ekspektasi mereka.
7.Sofjan Assauri, Strategic Marketing, Sustaining Lifetime Customer Value (Jakarta; RajaGrafindo Persada, 2012), Hal.6
5 D. Signifikansi Masalah
Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pemikiran studi akademis dan dapat bermanfaat, baik dalam skala mikro maupun makro, baik dalam aspek teoritik maupun guna laksana, yaitu:
1. Bagi Akademik, dapat memberikan kontribusi pada pengembangan akademik, khususnya mata kuliah manajemen keuangan khususnya bahasan tentang manajemen investasi, portopolio dan investasi keuangan agar lebih efektif.
2. Bagi IAIN Madura, adanya laboratorium galeri investasi merupakan wadah untuk mengasah analisis yang tajam dan kebijakan pasar keuangan, pasar modal dan pasar saham khususnya yang syariah bagi civitas akademik IAIN Madura.
3. Bagi Mahasiswa, sebagai sarana pelatihan menganalisa dan bertransaksi di pasar modal dan pasar saham syariah, karena mahasiswa tidak hanya paham teori-teori tentang manajemen keuangan dan investasi syariah tetapi, lebih dari itu mahasiswa di harapkan memiliki analisa yang tajam tentang pasar keuangan, pasar modal syariah dan mengambil keputusan yang tepat untuk bertransaksi dan berinvestasi di pasar modal syariah.
E. Kajian Riset Sebelumnya
Putri Dwi Cahyani (2015)8, bahwa kepuasan pelanggan tentang kualitas pelayanan di bank syariah telah diatas moderat (cukup tinggi). Factor yang memberikan efek besar bagi kepuasan pelanggan di perbankan syariah adalah faktor responsiveness, compliance, dan emphaty. Dengan analisis varians disimpulkan bahwa kualitas setiap bank syariah tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Anna Nurlita (2014)9, dari hasil penelitian bahwa Undang-undang Pasar Modal (UUPM) No.8 Tahun 1995 mengatur tentang pasar modal tidak membedakan antara pasar modal konvensional dengan pasar modal syariah.
Sehingga pada dasarnya konsep pasar modal syariah merupakan konsep dari pasar konvensional yang telah diatur dalam Undang-undang Pasar Modal. Hanya saja pada pasar modal syariah terdapat beberapa hal yang ditekankan, yaitu mengenai kegiatan usaha emiten, efek yang diterbitkan oleh emiten, serta mekanisme perdagangan yang dilakukan oleh investor haruslah sesuai dengan prinsip syariah.
Ami Latifah (2016)10, hasil penelitian bahwa dana pihak ketiga (DPK), pembiayaan syariah, sukuk Negara, dan sukuk korporasi secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Financial Deepening di Indonesia. Secara parsial, DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Deepening.
Miftah Farid (2016),11 dari hasil penelitian diperoleh bahwa perbankan syariah diminati oleh semua kalangan, termasuk kalangan non muslim yang berbeda keyakinan. Akan tetapi setelah diteliti banyak tanggapan yang positif dan hampur keseluruhan masyarkat non muslim puas.
8.Putri Dwi Cahyani, Tingkat Kepuasan Nasabah Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Syariah Di Yogyakarta , (Journal Bisnis dan Manajemen Volume 6 (2), Oktober 2016 P-ISSN:2087-2038).
9.Anna Nurlita, Investasi Di Pasar Modal Syariah Dalam Kajian Islam, (Kutubkhanah, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Vol.17, No.1 Januari- Juni 2014)
10.Ami Latifah, Pengaruh Sektor Perbankan Syariah dan Pasar Modal Syariah Terhadap Financial Deepening Di Indonesia, (Jurnal Ekonomi Islam, Volume 7, No.2, September 2016).
11. Miftah Farid, Analisis Tingkat Kepuasan Nasabah Non Muslim Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Bank Syariah Di Kota Medan, (Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol.1 No.1).
6
Telah banyak penelitian tentang pelayanan terhadap kepuasan di pasar modal syariah seperti yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, namun dalam penelitian ini, peneliti ingin menganalisa pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.dan menghitung serta menganalisa seberapa besar pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Madura dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
TINJAUAN PUSTAKA
Dalam kontek penelitian ini, peneliti memakai teori yang disampaikan oleh Philip Kotler bahwa pelayanan (service) suatu kegiatan atau keuntungan yang ditawarkan suatu kelompok kepada lainnya dan pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan terhadap apapun. Sedangkan menurut Warrant Blanding, pelayanan merujuk pada aktivitas dari kepuasan pelanggan yang biasanya dimulai dengan pemesanan dan diakhiri dengan pengiriman barang pada pelanggan, dimana ada beberapa kasus berlanjut pada maintenance. Terdapat lima elemen kunci dalam layanan diantaranya:
1. Reliabilitas; kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, keandalan dan memuaskan. Indikatornya meliputi: (a) ketepatan pelaksanaan layanan, (b) kesesuaian pelaksanaan dengan prosedur, (c) konsisten tidak pilih kasih.
2. Assurance; mencakup pengetahuan kemampuan, kesopanan, dan sifat yang dapat dipercaya oleh para karyawan. Elemen ini terdapat unsur kepastian pelayanan. Indikatornya: (a) Kemampuan petugas, (b) Keramahan petugas, (c) kepercayaan pelanggan, dan (d) keamanan pelanggan.
3. Tangibel; meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi. Indikatornya: (a) peralatan dan fasilitas yang lengkap dan nyaman, (b) gedung/ kantor yang memadai dan nyaman, (c) profil petugas yang ramah dan rapi.
4. Empati; meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pelanggan. Pada elemen ini terdapat unsur kemudahan dengan indikatornya: (a) kemudahan memperoleh pelayanan, (b) kejelasan informasi, dan (c) pemahaman pelanggan.
5. Responsif ; keinginan para karyawan untuk membantu para pelanggandan memberikan pelayanan yang tanggap. Pada elemen ini terdapat unsur kesiapan pelayanan dan kecepatan. Dengan indikatornya: (a) kecekatan petugas dalam pelayanan menangani keluhan nasabah, (b) hemat waktu dan tenaga.12
Teori yang kedua yang dipakai dalam penelitian ini adalah yang disampaikan Sudaryono bahwa kepuasan merupakan hasil dari penilaian konsumen bahwa produk atau jasa pelayanan telah memberikan tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.
Kajian tingkat kepuasan terhadap suatu produk dalam bentuk penelitian dapat diterapkan langsung pada atribut produk atau dimensi tertentu yang manjdi fokus kajian. Menurut Handi Irawan Dalam (Sudaryono) ada sepuluh prinsip
12. Ibid, Ahmad Subagyo, hal.245
7
kepuasan pelanggan yang harus diperhatikan untuk merebut hati mereka agar dapat memenangkan persaingan, yaitu:
1. Memulai dengan percaya akan pentingnya kepuasan pelanggan, menanamkan kepuasan manuai laba;
2. Memilih pelanggan dengan benar untuk membangun kepuasan pelanggan;
3. Memahami harapan pelanggan, mengontrol harapan, dan menggali harapan pelanggan adalah kunci;
4. Mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan;
5. Faktor emosional adalah factor penting yang memengaruhi kepuasan pelanggan;
6. Pelanggan yang komplain adalah pelanggan yang loyal;
7. Garansi kepada pelanggan adalah lompatan yang besar dalam kepuasan konsumen;
8. Mendengarkan suara pelanggan melalui pengukuran kepuasan pelanggan;
9. Peran karyawan sangat penting dalam upaya memuaskan pelanggan;
10. Kepemimpinan adalah teladan dalam kepuasan pelanggan.
Teori yang ketiga yaitu pasar modal syariah yang disampaikan oleh Irsan Nasarudin bahwa pasar modal merupakan tempat bertemunya pemilik dana (supplier of fund) dengan pengguna dana (user of fund) untuk tujuan investasi jangka menengah (middle-term investment) dan jangka panjang (long-term investment). Kedua pihak melakukan jual beli modal yang berwujud efek.13 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan atau aktivitas yang memperjualbelikan surat-surat berharga.14Pasar modal adalah satu potensi dan peluang investasi terbesar yang kita abaikan selama ini. Kita abaikan karena seolah-olah pasar modal dan bursa efek letaknya nun jauh di sana, dengan kesan njelimet, complicated, dan mahal. Sebaliknya, berinvestasi di pasar modal adalah mudah, sederhana dan tidak mahal.15
Pasar modal merupakan bagian dari pasar keuangan.16 Pasar keuangan ini meliputi kegiatan: (1) pasar uang (money market), (2) pasar modal (capital market), dan (3) lembaga pembiayaan lainnya seperti sewa beli (leasing), anjak piutang (factoring), modal ventura, kartu kredit.
Tujuan pengembangan pasar modal akan semakin luas dan menyebar seiring dengan semakin berkembangnya aktivitas pasar modal Indonesia. Sudah menjadi keharusan dalam rangka memenuhi tuntutan kemajuan zaman serta menghadapi perkembangan ekonomi secara global di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, secara makro tujuan pengembangan pasar modal diantaranya adalah sebagai berikut:
13. Irsan Nasrudin dkk, Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia (Jakarta: Kencana, 2011), Hal.10
14. Pasar Modal adalah kagiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
15.Nicky Hogan, Yuk Nabung Saham, Selamat Datang Investor Indonesia (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2017), Hal.9
16. Pasar keuangan memainkan fungsi, yaitu menyediakan mekanisme untuk menentukan harga asset keuangan, membuat asset keuangan lebih likuid dan mengurangi biaya peralihan asset.
Dengan demikan pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (financial market).
8
a. Sebagai wahana penghimpun dana; pasar modal sebagai salah satu pembiayaan bagi dunia usaha menengah dan kecil untuk membangun dunia usaha serta sebagai wahana investasi bagi pemodal.
b. Demokrasi kepemilikan modal; pasar modal memiliki fungsi sebagai alat demokratisasi kepemilikan atas perusahaan dan memperluas partisipasi masyarakat untuk memiliki saham menuju pemerataan pendapatan.
METODE PENELITIAN
1.Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana peneliti memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal ( West, 1982). 17 Data yang digunakan harus terukur dan menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel Independen (Variabel Stimulus, Prediktor, Antecedent atau Bebas) yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau terikat. Dalam penelitian variabel independennya berupa layanan laboratorium Galeri Investasi dan variabel Dependen (Variabel Output, kriteria, konsekuen, terikat) yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah kepuasan mahasiswa dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
2.Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Data primer yang dianalisis dalam penelitian ini adalah berasal dari para mahasiswa yang melakukan transaksi pasar modal syariah di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Institut Agama Islam Negeri Madura.
3.Populasi dan Sampling a. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.18 Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam yang terdiri dari tiga Program Studi yakni, Program Studi Perbankan Syariah, Program Studi Ekonomi Syariah, dan Program Studi Akuntansi Syariah yang melakukan transaksi pasar modal syariah di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Institut Agama Islam Negeri Madura yang berjumlah 2.315 mahasiswa.
b. Sampling
Sampling adalah menunjuk pada sejumlah pelaku ekonomi yang diteliti dengan setting yang menitikberatkan pada upaya mengungkap informasi bervariasi, sehingga diperlukan pelaku dalam satuan jumlah yang representative untuk
17.Sukardi, “Metode Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Prakteknya”, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008), hal, 157.
18. Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Bandung: Penerbit CV.ALFABETA, 2002), Hal.72
9
mendapatkan keberagaman informasi yang diteliti.19 Dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling secara aksidental.
4.Definisi Operasional Variabel
4.1. Layanan Laboratorium Galeri Investasi
Layanan Laboratorium Galeri Investasi merupakan suatu kegiatan atau keuntungan yang ditawarkan oleh laboratorium Galeri Investasi kepada kepada mahasiswa yang bisa berupa pembukaan rekening efek, aktivasi rekening efek, Sekolah Pasar Modal, Sosialisasi, dan kompetisi pasar modal . Analisis faktor terhadap ke tujuh item tersebut mengungkapkan bahwa seluruh item dibebankan menjadi faktor tunggal. Cronbach alpha pengukuran adalah 0.60.
4.2. Kepuasan Mahasiswa
Kepuasan mahasiswa dapat diartikan sebagai hasil dari penilaian konsumen bahwa produk atau jasa pelayanan telah memberikan tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang. dengan menggunakan skala likert sembilan point dengan Cronbach alpha sebesar 0.60.
5. Teknik Analisis
Data penelitian yang diperoleh dianalisis sebagai berikut : 5.1 Statistik Deskriptif
Untuk memberikan gambaran mengenai demografi responden penelitian dan deskriptif mengenai variabel-variabel penelitian (layanan laboratorium Galeri Investasi/ variabel X), kepuasan mahasiswa dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah / variabel Y), peneliti menggunakan tabel distribusi frekuensi absolut yang menunjukkan angka rata-rata, median, kisaran dan deviasi standar.
5.2 Uji Non Respon Bias
Salah satu kelemahan mail questionairre adalah bahwa responden yang berpartisipasi adalah mereka yang mempunyai kepentingan pribadi terhadap hasil penelitian. Secara umum kemungkinan terjadi karakteristik mereka yang berpartisipasi dan yang tidak berpartisipasi berbeda. Apabila hal itu terjadi, maka hasil analisis data yang dengan yang tidak berpartisipasi kemungkinan akan berbeda dengan hasil analisis data tanpa yang berpartisipasi. Kondisi seperti ini disebut nonresponse bias, kondisi ini akan menjadi masalah yang sangat serius jika tingkat pengembalian sangat rendah.
5.3 Uji Kualitas Data
Ada tiga prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengukur realibitas dan validitas data, yaitu:
1. Uji Konsistensi internal (uji reliabilitas) dilakukan dengan menghitung koefisien (Cronbach) alpha dari masing-masing instrumen dalam satu variabel. Instrumen yang dipakan dalam variabel tersebut dikatakan andal (reliabel) bila memiliki koefisien Cronbach alpha lebih dari 0,60 (Nunnaly, 1969).
2. Uji homogenitas data dengan uji korelasional antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan skor total. Angka R-kuadrat disyaratkan minimal sebesar 0,35 (Brownel dan Hirst, 1986),0,47 (Dunk,1989)
3. Uji validitas konstruk dengan analisis faktor terhadap skor setiap butir.Uji validitas yang dilakukan dengan analisis faktor dimaksudkan untuk memastikan bahwa masing-masing pertanyaan akan terklarifikasi pada
19. Sonny Leksono, Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi dari Metodologi ke Metode (Jakarta:
Rajawali Pers, 2013), Hal.317.
10
variabel-variabel yang telah ditentukan Uji analisis faktor ini dapat dilakukan terhadap nilai setiap variabel. Nilai Kaiser-Meyer-Olkin Measure of sampling Adequacy (Kaiser's MSA) yang disyaratkan agar data yang terkumpul dapat tepat dilakukan dengan analisis faktor harus diatas 0,50 dan hal ini juga akan menunjukkan construct validity dari masing-masing variabel (Kaiser dan Rice,1974).
5.4 Uji Asumsi Klasik
Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu data diuji kondisi multicollinearity dengan menganalisis nilai VIF, autocorrelation dengan memperhatikan nilai Durbin Watson (dw), dan heterocedasticity dengan memperhatikan grafik scatterplots ( Imam, 2001)20. Jika empat asumsi klasik tersebut menjadi karakteristik data maka di-tratement sehingga data yang digunakan dalam pengujian hipotesis bendistribusi normal dan bebas asumsi klasik (Gujarati,1995). Karakteristik data seperti itu akan menghasilkan kesimpulan penelitian yang tepat dan objektif.
5.5 Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel independen (layanan laboratorium Galeri Investasi) dan satu variabel dependen (kepuasan mahasiswa dalam bertransaksi di pasar modal Syariah), maka analisisnya menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk meramalkan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap satu variabel terikat (untuk membuktikan ada tidaknya hubungan fungsional atau hubungan kausal antara dua atau lebih variabel bebas X1, X2, ..., Xi terhadap suatu variabel terikatY).21 Analisis ini di maksudkan untuk mengetahui besarnya pengaruh layanan laboratorium Galeri Investasi terhadap kepuasan mahasiswa dalam bertransaksi di pasar modal Syariah dengan menggunakan rumus regresi linear berganda. Model persamaan regresi linear berganda dapat dituliskan sebagai berikut:
Y = a + bX + e Keterangan:
Y = kepuasan mahasiswa dalam bertransaksi di pasar modal Syariah (variabel terikat)
X = layanan laboratorium Galeri Investasi (variabel bebas pertama) A = konstanta
b = koefisien regresi untuk tiap – tiap variabel e = standar error22
Dalam analisis regresi ada beberapa jenis kriteria ketepatan yaitu:
a.Uji F (Uji Signifikansi secara Simultan)
Uji serentak yaitu uji statistik bagi koefisien regresi yang serentak atau bersama-sama mempengaruhi Y. Uji ini menggunakan uji F yaitu:
( ) ( )
20.Imam ghozali, “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, (Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2001), Hal., 57-77
21. Fatati Nuryana, Statistik Bisnis, (Surabaya: Pena Salsabila, 2013),Hal. 149
22Wiratna Sujarweni, Poly Endrayanto, Statistik untuk Penelitian, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), hlm. 88
11 Atau
( )
( )( ) Keterangan:
n = Jumlah subjek
k = Jumlah variabel bebas
∑ = Jumlah kuadrat variabel
Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut:
1) Menentukan formulasi hipotesis
Ho : Tidak ada pengaruh X1, X2, X3 terhadap Y Ha : Ada pengaruh X1, X2, X3 terhadap Y 2) Menentukan taraf nyata α dan nilai Ftabel
Taraf nyata yang digunakan adalah 5% (0,05).
Nilai F tabel memiliki derajat kebebasan (db) v1= k-1, v2 = n-k-1.
3) Menentukan kriteria pengujian
Hoditerima ( H1ditolak) bila Fhitung ≤ F;(k1,nk) Hoditerima ( H1diterima) bila Fhitung ≥ F;(k1,nk) 4) Menentukan nilai uji statistik
5) Membuat kesimpulan
Jika Fhit ≥ F;(k1,nk) maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas tersebut secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (Terima Ha). Sebaliknya jika Jika Fhit ≤ F;(k1,nk)dan maka dapat dikatakan tidak signifikan (Tolak Ha).23
a. Uji t (Uji Signifikansi secara Parsial)
Tujuan dilakukan uji signifikansi secara parsial dua variabel bebas (independent) terhadap variabel tak bebas (dependent) adalah untuk mengukur secara terpisah kontribusi yang ditimbulkan dari masing-masing variabel bebas (independent) terhadap variabel tak bebas (dependent). Adapun langkah- langkah pengujian signifikansi secara parsial (uji t) sebagai berikut:
1) Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik Ho: 1 = 0
Ha: 1 0
Dimana: 1 = merupakan koefisien yang akan diuji 2) Menentukan taraf signifikan ( )
3) Kaidah pengujian
Jika, - ttabel thitung ttabel, maka Ho diterima jika, thitung > ttabel, maka Ho ditolak
4) Menghitung thitung
Menghitung nilai thitung Rumus:
thitung =
23Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik ed. 2, (Jakarta : Bumi Aksara, 2010), hlm. 107-108.
12 Dimana:
bi = nilai konstanta Sbi = standar error 5) Menentukan nilai ttabel
Nilai ttabel dapat dicari dengan menggunakan tabel t- student. Bila pengujian dua sisi, maka nilai di bagi 2.
Rumus:
ttabel = t( /2)(n-2)
6) Membandingkan ttabel dan thitung
Tujuan untuk menbandingkan antara ttabel dan thitung adalah untuk mengetahui, apakah Ho ditolak atau diterima berdasarkan kaidah pengujian.
7) Mengambil keputusan
Tujuan dari membuat keputusan adalah untuk mengetahui hipotesis mana yang terpilih Ho atau Ha.24
b. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) pada intinya adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi (R2) adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel-variabel terikat amat terbatas, demikian sebaliknya bila mendekati satu berarti variabel- variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat. Sealin R2 untuk menguji determinasi variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dapat dilakukan dengan melihat Adjusted R2. Dalam penelitian ini untuk mengevaluasi model persamaan regresi digunakan nilai Adjusted R2 saja. Adapun rumus untuk mengukur nilai Adjusted R2 adalah sebagai berikut:25
Adjusted R2 = 1 – (1 – R2)( ) HASIL PENELITIAN
A. Paparan Data
1.Uji Kualitas Instrumen a.Uji Validitas
Uji validitas bertujuan untuk melihat ketepatan instrument pengukur penelitian. Tingkat validitas dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai rtabel untuk df = n-2. Dimana n adalah jumlah sampel dan alpha (a =0,05 (5%)). Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji ini yaitu:
Jika nilai rhitung > rtabel, maka item soal kuesioner tersebut dinyatakan valid, dan jika rhitung < rtabel , maka item soal angket tersebut dinyatakan tidak valid.
Pada penelitian ini besarnya df = 96-2 = 94 dengan alpha = 0,05 sehingga didapat rtabel = 0,202. Selanjutnya untuk mendapatkan nilai rhitung maka dilakukan perhitungan data penelitian menggunakan SPSS. Hasil analisisnya dapat dilihat sebagaimana pada Lampiran 2 dan diringkas dalam tabel 4.1 berikut:
24Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan perbandingan perhitungan Manual & SPSS, hlm. 304 - 306
25Mudrajad Kuncoro, Metode Kuantitatif, (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen, 2001), hlm. 108
13 Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Tiap Item Pernyataan Variabel X Dan Y No Pernyataan Koefisien Korelasi Kritik (rtabel) Keterangan
1 X1 0,74 0,202 Valid
2 X2 0,677 0,202 Valid
3 X3 0,679 0,202 Valid
4 X4 0,708 0,202 Valid
5 X5 0,753 0,202 Valid
6 X6 0,647 0,202 Valid
7 X7 0,662 0,202 Valid
8 Y1 0,469 0,202 Valid
9 Y2 0,876 0,202 Valid
10 Y3 0414 0,202 Valid
11 Y4 0,480 0,202 Valid
12 Y5 0,424 0,202 Valid
13 Y6 0,362 0,202 Valid
14 Y7 0,680398 0,202 Valid
15 Y8 0,410 0,202 Valid
16 Y9 0,450 0,202 Valid
Sumber: Data primer diolah dengan SPSS, 2019.
Dari tabel 4.1 dapat diketahui bahwa nilai rhitung pada kolom koefisien korelasi untuk tiap item pertanyaan memiliki rhitung yang lebih besar dan positif dibandingkan dengan rtabel yaitu 0,202 dengan jumlah sampel adalah 96 responden (n = 96) dan alpha 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan variabel X dan Y adalah valid dan dapat dilanjutkan dengan tahap pengujian selanjutnya.
b.Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui konsistensi jawaban responden atau kuesioner yang diberikan. Uji reliabilitas dalam hal ini mengacu pada nilai alpha yang terdapat dalam tabel output spss. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas adalah jika nilai Cronbach’s Alpha >0,60 maka kuesioner dinyatakan reliabel atau konsisten, sementara jika nilai Cronbach’s Alpha <0.60 maka kuesioner atau angket dinyatakan tidak reliabel atau tidak konsisten.
Tabel 4.2
Hasil Uji Reliabilitas Instrument Variabel Jumlah
Item
Crombach Alpha
Koefisien
Reabilitas Keterangan Layanan Laboratorium
Galeri Investasi (X1) 7 0,819 0,60 Reliabel
Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah (Y)
9 0,693 0,60 Reliabel
Sumber: Data primer diolah dengan SPSS, 2019.
14
Berdasarkan keterangan tabel 4.2 menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji reliabilitas dari semua indikator dari ketiga variabel tersebut dikatakan reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha > nilai tabel (nilai a > nilai tabel).
2.Uji Asumsi Klasik a.Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang akan digunakan dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk melihat apakah data residual berdistribusi normal atau tidak.
Pertama yaitu pedoman pengambilan keputusan rentang dan distribusi normal berdasarkan uji statistik dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirnov.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas K-S yaitu, jika nilai signifikansi (Sig) lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal, dan begitu juga sebaliknya.
Tabel 4.3
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 368
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 4,01044220
Most Extreme Differences Absolute ,036
Positif ,036
Negatif -,024
Kolmogorov-Smirnov Z ,692
Asymp. Sig. (2-tailed) ,724
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Pada tabel hasil pengolahan data primer tersebut dapat dilihat besarnya perolehan nilai Asyimp. Sig (2-tailed) sebesar 0,724 lebih besar dari 0,05. Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov- Smirnov diatas, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi.
Cara yang yang kedua untuk uji normalitas dapat dilakukan melalui perhitungan regresi dengan spss yang dideteksi melalui pendekatan uji garfik P- plot . dalam uji ini, normalitas dilakukan pada nilai residual pada model regresi, model regresi yang baik seharusnya memiliki nilai residual yang normal.
Pendeteksian kenormalan residual dilakukan dengan melihat titik-titik plot hasil dari output spss dan melihat apakah titik-titik tersebut berada disekitar garis diagonalnya.
15 Gambar 4.1 Grafik Normal P-Plot
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Berdasarkan grafik 4.1 tersebut, bahwa gambar menunjukkan data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal sehingga syarat normalitas nilai residual untuk analisis regresi dapat terpenuhi.
b.Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi. Berikut ini dapat dilihat cara mendeteksi multikolinearitas dengan menganalisis matriks korelasi antar variabel independen dan perhitungan Tolerance Value dan Varian Inflation Faktor (VIF). Pedoman keputusan berdasarkan Tolerance Value yaitu jika nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 maka artinya tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi, dan begitu juga sebaliknya. Pedoman keputusan berdasarkan Varian Inflation Faktor (VIF) yaitu: jika nilai VIF <10,00 maka artinya tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi, dan begitu juga sebaliknya. Berikut hasil output spss uji multikolinearitas:
Tabel 4.4
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 3.818 4.556 .838 .404
X 1.164 .163 .593 7.139 .000 1.000 1.000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Berdasarkan data hasil pengolahan SPSS pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Tolerance masing-masing variabel bebas mempunyai nilai Tolerance
> 0,10 dan nilai VIF < 10,00. Hal ini berarti menunjukkan bahwa tidak adanya
16
masalah multikolinearitas dalam model regresi, sehingga memenuhi syarat analisis regresi.
c.Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan Variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini, untuk memprediksi atau mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas salah satunya dengan menggunakan uji grafik P-Plot yang dihasilkan dari pengolahan data dengan menggunakan program SPSS yang dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.2
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Berdasarkan gambar 4.2 tersebut, grafik Scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik tidak membentuk pola tertentu yang jelas, dimana titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. oleh karena itu, model regresi dikatakan tidak mengalami heteroskedastisitas. Namun demikian, jika hanya melihat output grafik ScatterPlot, dapat menimbulkan penilaian yang subjektif dan kurang tepat. Oleh karena itu, untuk lebih memastikan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, dalam penelitian ini juga dilakukan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan Uji Park. Kriteria uji Park adalah jika nilai signifikansi (Probabilitas) dibawah 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas, namun jika berada diatas diatas 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Berikut hasil uji Park pada penelitian ini:
Tabel 4.5 Hasil Uji Park
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,198 ,740 1,620 ,107
X -,030 ,030 -,084 -1,009 ,314
17
Y ,010 ,021 ,037 ,449 ,654
a. Dependent Variable: LNU2I
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas diatas, yaitu dengan menggunakan uji Park dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari Layanan Laboratorium Galeri Investasi (0,314 > 0,05) dan Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah (0,654 > 0,05) semua menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa didalam model regresi tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas.
d.Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Ada beberapa cara yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi, pada penelitian ini yang digunakan adalah uji autukorelasi dengan Durbin Watson (DW Test). Dasar pengambilan keputusan adalah:
Tabel 4.6
Ketentuan pengambilan keputusan
Hipotesi (Ho) Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak Ho 0 < dhitung< dL,a Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada
keputusan
dL,a < dhitung < dU,a
Tidak ada autukorelasi Positif dan negatif Terima Ho dU,a < dhitung < 4- dU,a
Tidak ada auto korelasi negative Tidak ada keputusan
4–dU,a<dhitung<4- dL,a
Tidak ada auto korelasi negative Tolak Ho 4–dL,a<dhitung<4 Sumber: Tabel pengambilan keputusan ada tidaknya korelasi
Hasil uji autokorelasi dengan Durbin Watson dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7 Uji Autokorelasi
Model Summaryb Model
R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
dimension0
1 .593 .352 .345 5.49426 2.453
a. Predictors: (Constant), X b. Dependent Variable: Y
Tabel diatas menunjukkan jika nilai DW sebesar 2,453 maka untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi, nilai DW tersebut akan dibandingkan dengan nilai DW tabel sebagai berikut:
18 Tabel 4.8
Hasil Pengujian Asumsi Klasik Autokorelasi
dL,a dU,a 4-dL,a 4-dU,a dhitung Hipotesis
1,645 1,687 2,355 2,645 2,453 Tidak ada
autokorelasi Sumber: Output spss, data primer diolah 2019.
Nilai dhitung 2, diperoleh dari tabel Durbin-Watson dengan ketentuan 5%
dimana n (sampel) = 96 serta k (jumlah variabel independen) = 1.
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai DW sebesar 2,453 berada diantara nilai dU,a = 1,687 dan nilai 4 - dU,a = 2,645 (dU,a < dhitung < 4-dU,a), sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi autokorelasi atau tidak terdapat auto korelasi positif maupun negatif pada data yang diuji.
B.Pembuktian Hipotesis
1.Uji Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi merupakan suatu metode atau teknik analisis hipotesis penelitian untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara variabel satu dengan variabel lain yang dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi. Analisis regresi linear sederhana berfungsi untuk mencari pengaruh dari satu variabel independen(X) terhadap variabel dependen (Y). persamaan regresi linear sederhana pada penelitian ini adalah sabagai berikut:
Y = α + b1 X
Dari hasil analisis menggunakan program spss, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.9
Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana
Coefficientsa Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.818 4.556 .838 .404
X 1.164 .163 .593 7.139 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Dari hasil analisis regresi linear berganda diatas, dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:
Y = 3,818 + 1,164 X
Berdasarkan persamaan regresi linear berganda tersebut, dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
a. Nilai Konstanta positif sebesar 3,818, menunjukkan pengaruh positif variabel Independen. Bila variabel independen naik maka Variabel dependen juga akan naik atau meningkat. Pada saat X (Layanan Laboratorium Galeri Investasi) nol satuan, maka Y (Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah) sebesar 3,818.
b. Koefisien regresi variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi (X) bernilai positif sebesar 1,164 hal ini menunjukkan bahwa apabila variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi bertambah satu satuan, maka Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah mengalami peningkatan sebesar 1,164 satuan. Korelasi positif antara Layanan dan Kepuasan artinya
19
semakin tinggi / baik kualitas layanan variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi maka semakin tinggi pula Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
Uji-t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas atau variabel independen (X) secara parsial (sendiri-sendiri) berpengaruh terhadap variabel terikat atau variabel dependen (Y). Dasar pengambilan keputusan uji-t parsial dalam analisis regresi berdasarkan perbandingan nilai thitung dengan ttabel adalah jika nilai t hitung > ttabel maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis diterima, dan begitu juga sebaliknya. Berdasarkan nilai Signifikansi adalah jika nilai signifikansi (Sig) < Probabilitas 0,05 maka ada pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) atau hipotesis diterima, dan sebaliknya. Hasil uji t dapat dilihatpada tabel berikut:
Berdasarkan tabel output SPSS “coefficient’s” diatas maka diperoleh analisis sebagai berikut:
Nilai thitung variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi (X) adalah sebesar 7,139. Karena nilai thitung > t tabel 1,966 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi (X) terhadap variabel Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah (Y).
2.Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel dependen. Semakin besar nilai R2 (Mendekati 1), maka ketepatannya semakin baik. Berikut hasil uji koefisien determinasi (R2):
Tabel 4.10
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summary Model
R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
dimension0 1 .593a .352 .345 5.49426
a. Predictors: (Constant), X
Sumber: Output SPSS, data primer diolah 2019.
Dari hasil output model summary, diketahui nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,352. Besarnya angka koefisien determinasi (Adjusted R Square) 0,352 sama dengan 35,2% angka tersebut mengandung arti bahwa Layanan Laboratorium Galeri Investasi mampu menjelaskan Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah sebesar %. sedangkan sisanya (100% - 42,2% = 57,8%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model regresi ini.
C.Pembahasan
1.Pengaruh Layanan Laboratorium Galeri Investasi terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modak Syariah
Hasil analisis yang diperoleh menggunakan uji regresi linear setelah melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebagai media pengumpulan data dan diolah menggunakan SPSS versi 19. Tujuan analisis ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan Layanan Laboratorium Galeri Investasi terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
20
a. Pengaruh Layanan Laboratorium Galeri Investasi terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modak Syariah
Berdasarkan hasil uji-t yang dapat dilihat pada tabel 4.10, bahwa variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi dengan t-hitung sebesar 7,139 dan nilai t tabel adalah 1,966 sehingga t hitung > t tabel dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang Artinya terdapat pengaruh variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi (X1) terhadap variabel Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah (Y).
Pelayanan (service) suatu kegiatan atau keuntungan yang ditawarkan suatu kelompok kepada lainnya dan pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan terhadap apapun. Di sisi lain, aktivitas dari kepuasan pelanggan yang biasanya dimulai dengan pemesanan dan diakhiri dengan pengiriman barang pada pelanggan, dimana ada beberapa kasus berlanjut pada maintenance. Kepuasan merupakan hasil dari penilaian konsumen bahwa produk atau jasa pelayanan telah memberikan tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.
Menurut DSN-MUI Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di bidang Pasar Modal, telah disebutkan bahwa transaksi yang tidak boleh dilakukan adalah transaksi yang bersifat spekulasi dan manipulasi yang didalamnya mengandung unsur dharar, gharar, riba’, maysir, risywah, maksiat, dan kedzoliman.26 Selain itu yang tidak diperbolehkan juga adalah Najsy;Bai’al-ma’dum; Insider trading; Margin trading; serta menimbulkan informasi yang menyesatkan. 27
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan tiga Program Studi yakni, Program Studi Perbankan Syariah, Program Studi Ekonomi Syariah, dan Program Studi Akuntansi Syariah wajib memiliki rekening efek untuk melakukan transaksi pasar modal syariah di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Institut Agama Islam Negeri Madura yang berjumlah 2.315 mahasiswa.
Layanan Laboratorium Galeri Investasi merupakan suatu kegiatan atau keuntungan yang ditawarkan oleh laboratorium Galeri Investasi kepada kepada mahasiswa yang bisa berupa pembukaan rekening efek, aktivasi rekening efek, Sekolah Pasar Modal, Sosialisasi, dan kompetisi pasar modal.
Kepuasan mahasiswa dapat diartikan sebagai hasil dari penilaian konsumen bahwa produk atau jasa pelayanan telah memberikan tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.
Beberapa usaha Laboratorium Galeri Investasi (GI) dalam memberikan layanan yang baik kepada mahasiswa puas dalam bertransaksi di Pasar Modal Syariah dilakukan dengan menyediakan informasi atau publikasi berkenaan dengan pembukaan rekening efek dan konsultasi rekening, ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialiasi pasar modal, ikut serta dalam kompetisi pasar modal, serta memfasilitasi kegiatan praktik kerja atau magang, aktivasi rekening.
Hasil analisis diatas relevan dengan tanggapan mahasiswa IAIN Madura terhadap layanan GI Mahasiswa IAIN Madura sangat baik dilihat dari sebaran
26. Fatwa Dewan Syriah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 40/DSN- MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.
27.Khaerul Umam, Pasar Modal Syariah & Praktik Pasar Modal Syariah (Bandung: CV.Pustaka Setia, 2013), Hal.97
21
data yang memilih setuju dan sangat setuju pada setiap pernyataan dalam kuesioner antara lain yaitu mahasiswa dilayani dengan baik dan tepat waktu dalam pembukaan rekening efek (86,5%); mahasiswa dilayani dengan baik dan tepat waktu dalam aktivasi rekening efek. (77%); petugas GI ramah dan santun dalam memberikan layanan konsultasi tentang Pasar Modal Syariah (82,3%);
peralatan dan fasilitas yang ada di GI BEI IAIN Madura memadai, lengkap dan nyaman (60%); mahasiswa mendapatkan informasi yang jelas tentang keikutsertaan dalam sosialisasi Pasar Modal (63%); mahasiswa mendapatkan kemudahan layanan keikutsertaan dalam kompetisi Pasar Modal Syariah (67%);
serta petugas GI memberikan layanan yang prima dalam memberikan informasi tentang Pasar Modal Syariah. (77%). Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Demikian pula Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di GI menunjukkan hal positif pada setiap item pernyataan yaitu mahasiswa merasa puas karena : GI menyediakan fasilitas yang memadai dan nyaman (69,8%); Petugas GI berpakaian rapi dan sopan (85,4%); Petugas GI berperilaku ramah ketika malayani (91,7%);
Petugas GI bersedia membantu nasabah bila ada masalah (87,5%); Petugas GI mempunyai pengaetahuan yang cukup untuk melayani anda (92,7%); Desain interior GI mempermudah anda dalam melakukan transaksi pasar modal syariah (65,6%); mahasiswa menerima layanan yang yang cepat dan tepat dari petugas GI. (67,8%); mahasiswa tidak pernah berpikir pindah ke tempat investasi lain.
(60,4%); serta mahasiswa merekomendasikan kepada teman-teman untuk tetap setia bertransaksi di pasar modal Syariah di GI (61,5%).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Tengku Putri Lindung Bulan 2016 yang berjudul “Pengaruh Layanan Laboratorium Galeri Investasi Terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modak Syariah Sosis di Kuala Simpang”, serta penelitian yang telah dilakukan oleh Asrina dan Lince Bulutoding 2016 yang berjudul “Pengaruh Layanan Laboratorium Galeri Investasi Terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah Produk Kosmetik Dikota Makassar”, penelitian tersebut menyatakan bahwa Layanan Laboratorium Galeri Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah.
b.Kontribusi Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah
Kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen yang baik adalah jika di atas 60%. Dari hasil output model summary, diketahui nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,352. Besarnya angka koefisien determinasi (Adjusted R Square) 0,352 sama dengan 35,2% angka tersebut mengandung arti bahwa Layanan Laboratorium Galeri Investasi mampu menjelaskan Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah sebesar
%. sedangkan sisanya (100% - 42,2% = 57,8%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model regresi ini.
Rendahnya (di bawah 60%) kontribusi variabel Layanan Laboratorium Galeri Investasi terhadap Kepuasan Mahasiswa Bertransaksi di Pasar Modal Syariah disebabkan rendahnya minat dan kemampuan mahasiswa untuk berinvestasi. Hal ini menyebabkan target utama yang diharapkan yaitu mampu mendapatkan profit yang signifikan juga tidak tercapai sempurna.
22
Daftar Pustaka
Ahmad Subagyo, Marketing In Business (Studi Kasus Usaha Mikro Kecil dan Lembaga Keuangan Mikro), Jakarta; Mitra Wacana Media, 2010
Ami Latifah, Pengaruh Sektor Perbankan Syariah dan Pasar Modal Syariah Terhadap Financial Deepening Di Indonesia, (Jurnal Ekonomi Islam, Volume 7, No.2, September 2016).
Anna Nurlita, Investasi Di Pasar Modal Syariah Dalam Kajian Islam, (Kutubkhanah, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Vol.17, No.1 Januari- Juni 2014)
Fandy Tjiptono, Service Management Mewujudkan Layanan Prima, Yogyakarta; Andi Offset, 2017
Fatwa Dewan Syriah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.
Fatati Nuryana, Statistik Bisnis, Surabaya: Pena Salsabila, 2013
Imam ghozali, “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2001
Irsan Nasrudin dkk, Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia, Jakarta:
Kencana, 2011
Irham Fahmi, Manajemen Keuangan Perusahaan dan Pasar Modal, Jakarta: Mitra Wacana Media, 2014
Khaerul Umam, Pasar Modal Syariah & Praktik Pasar Modal Syariah, Bandung: CV.Pustaka Setia, 2013
Miftah Farid, Analisis Tingkat Kepuasan Nasabah Non Muslim Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Bank Syariah Di Kota Medan, (Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol.1 No.1).
Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik ed. 2, Jakarta : Bumi Aksara, 2010
Mudrajad Kuncoro, Metode Kuantitatif, (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen, 2001
Nicky Hogan, Yuk Nabung Saham, Selamat Datang Investor Indonesia, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2017
Putri Dwi Cahyani, Tingkat Kepuasan Nasabah Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Syariah Di Yogyakarta , (Journal Bisnis dan Manajemen Volume 6 (2), Oktober 2016 P-ISSN:2087-2038).
Philip kotler, Kevin Lane keller, Manajemen Pemasaran, Jakarta; Penerbit Erlangga, 2008
Sofjan Assauri, Strategic Marketing, Sustaining Lifetime Customer Value, Jakarta; RajaGrafindo Persada, 2012
23
Sudaryono, Manajemen Pemasaran, Teori dan Implementasi, Yogyakarta:
Andi Offset, 2016
Sonny Leksono, Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi dari Metodologi ke Metode, Jakarta: Rajawali Pers, 2013
Sukardi, “Metode Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Prakteknya”, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008
Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan perbandingan perhitungan Manual & SPSS
Wiratna Sujarweni, Poly Endrayanto, Statistik untuk Penelitian, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012