NO SUMBER DAMPAK
JENIS DAMPAK
BESARAN DAMPAK
TOLOK UKUR DAMPAK
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP INSTITUSI PENGELOLA DAN
PEMANTAU LINGKUNGAN
HIDUP BENTUK PENGELOLAAN LOKASI PERIODE BENTUK PEMANTAUAN LOKASI PERIODE
TAHAP OPERASIONAL 1. Operasional
kendaraan
Gangguan lalu lintas
Kendaraan karyawan yaitu sedan dan minibus 80 kali/hari.
Kendaraan Alat Angkut Bahan Baku
& penolong yaitu truck 100 kali/hari
Kendaraan hasil produksi yaitu truck 120 kali/hari
Kendaraan pengangku t limbah padat (sampah) menggunak an truck dinas kebersihan 3 kali/hari.
Kendaraan tamu yaitu sedan/
mini bus 30 kali/hari.
Kendaraan karyawan
Adanya kemacetan / gangguan lalu lintas sekitar akses masuk pabrik
Menempatkan satpam pabrik sebagai pengatur lalu lintas yang mengendalikan kendaraan keluar dan masuk pabrik.
Mengatur jadwal
pengangkutan bahan baku dan penolong serta hasil produksi diluar jam sibuk lalu lintas dan menyediakan sarana parkir yang memadai dan terkonsentrasi.
Berpartisipasi dalam peningkatan jalan, kapasitas jalan dan pemasangan fasilitas perlengkapan LLAJ lainnya yang dikoordinasi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung.
Tindakan Darurat :
Segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polantas setempat.
Di depan akses jalan keluar dan masuk
Di sekitar akses keluar dan masuk dari arah jalan Cimareme.
Di sekitar akses keluar dan masuk
Setiap hari kerja
Setiap hari kerja
Pemasan gan satu kali, pemeliha -raan setiap minggu
Memantau adanya satpam pabrik yang mengatur lalu lintas yang mengendalikan kendaraan keluar-masuk
Memantau pengaturan jadwal pengangkutan bahan baku dan penolong dan kelancaran di ruas jalan umum
Memantau kelaikan fungsi rambu-rambu lalu lintas dan warning light
Mendokumentasikan kegiatan pengelolaan (dengan foto/media audio visual)
Di akses jalan keluar masuk
Di sekitar akses keluar dan masuk baik dari dan ke arah Cimareme
Di akses jalan keluar masuk
Tapak pabrik
Setiap hari kerja
Setiap hari kerja
Setiap hari kerja
a) Pelaksana : Pemrakarsa PT. Ultrajaya b) Pengawas :
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat c) Penerima
laporan:
DLH
Kabupaten
Bandung
Barat dan
Dinas
Perhubungan
Kabupaten
Bandung
Barat
HIDUP yaitu motor
roda dua 600 kali/hari.
2. Aktivitas proses produksi berupa operasional peralatan dan mesin-mesin produksi
Penurunan kualitas udara di ruang produksi
Akumulasi gas / debu dapat melebihi baku mutu
PerMennakertr ans No.
Per.13/Men/X/
2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Faktor Kimia Di Tempat Kerja
SO
2=250 µg/Nm
3 NO
2= 5.600 µg/Nm
3
H
2S= 1.400 µg/Nm
3
Debu Total=10.000 µg/Nm
3
CO= 29.000 µg/Nm
3 NH
3= 17.000
g/Nm
3 Menggunakan masker bagi karyawan di ruang produksi
Membuat sistem sirkulasi udara dengan menggunakan exhaust fan dan ventilasi, dengan jumlah yang memadai
Tindakan Darurat : Menghentikan kegiatan yang menimbulkan gas dan debu sementara waktu.
Ruang produksi
Ruang produksi
Setiap hari
Pemasa- ngan satu kali
Memantau keberadaan dan penggunaan masker bagi karyawan yang bekerja di dalam ruang produksi.
Memeriksa kelaikan dan fungsi exhaust fan dan ventilasi.
Melakukan pengukuran kualitas udara di ruang produksi menggunakan metode uji sesuai SNI 16- 7058-2004 dengan menggunakan alat Low Volume Sampler oleh laboratorium terakreditasi
Mendokumentasikan kegiatan pengelolaan (dengan foto / media audiovisual)
Ruang produksi
Ruang produksi
Ruang produksi.
LS 06°
52’01,6” &
BT 107° 30’
46,2”
Ruang produksi
Setiap hari
Setiap minggu
Setiap 6 bulan sekali
Setiap bulan
a) Pelaksana : Pemrakarsa PT. Ultrajaya, dan Laboratorium Pengujian yang terakreditasi / teregistrasi b) Pengawas :
DLH Kabupaten Bandung Barat c) Penerima
Laporan : DLH Kabupaten Bandung Barat
3. Operasional Kendaraan
Penurunan kualitas udara di lingkungan pabrik
Akumulasi gas / debu dapat melebihi baku mutu
PerMennakertr ans No.
Per.13/Men/X/
2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Faktor Kimia Di Tempat Kerja
SO
2=900 µg/Nm
3
CO= 30.000 µg/Nm
3 NO
2= 400 µg/Nm
3 Melakukan sistem pengaturan lalu lintas yang baik pada area pabrik, diantaranya dengan menyediakan area parkir yang terkonsentrasi dan menetapkan batasan kecepatan kendaraan dalam area pabrik.
Menanam tanaman disekitar areal pabrik pada RTH/area terbuka dan dalam pot.
Jalan Lingkungan dan tempat parkir mobil/mo- tor
Area terbuka sekitar jalan lingkungan dan tempat parkir
Setiap hari
Beberap a kali sesuai kebutuh an
Memantau kelaikan tempat parkir, keberadaan rambu- rambu tanda peringatan batasan kecepatan dan satpam pabrik sebagai pengatur lalu lintas
Memantau kegiatan penanaman, pemeliharaan dan tumbuh kembangnya tanaman dalam pot dan disimpan pada lahan terbuka yang telah mengalami perkerasan (aspal, dsb.)
Jalan Lingkungan dan tempat parkir mobil/moto r
Area terbuka sekitar jalan lingkungan dan tempat parkir
Setiap hari
Setiap penana- man dan setiap hari untuk pemeliha raan
a) Pelaksana : Pemrakarsa PT. Ultrajaya b) Pengawas :
DLH Kabupaten Bandung Barat c) Penerima
Laporan :
DLH
Kabupaten
Bandung
Barat
HIDUP
H
2S= 0,02 µg/Nm
3
NH
3= 2
g/Nm
3