• Tidak ada hasil yang ditemukan

METAFORA CINTA PADA LIRIK LAGU GRUP MUSIK ADA BAND SKRIPSI OLEH : RAFIKA FITRI NIM :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METAFORA CINTA PADA LIRIK LAGU GRUP MUSIK ADA BAND SKRIPSI OLEH : RAFIKA FITRI NIM :"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

METAFORA CINTA PADA LIRIK LAGU GRUP MUSIK ADA BAND

SKRIPSI

OLEH : RAFIKA FITRI NIM : 160701005

PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2020

(2)
(3)
(4)
(5)

METAFORA CINTA PADA LIRIK LAGU GRUP MUSIK ADA BAND RAFIKA FITRI

160701005 ABSTRAK

Penelitian ini mendeskripsikan kategori dan makna metafora cinta pada lirik lagu grup musik Ada Band. Data yang digunakan adalah data tulis. Data penelitian diperoleh dengan metode simak dan menggunakan teknik simak bebas libat cakap juga teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode padan dan metode agih. Teknik analisis yang digunakan dalam metode padan adalah teknik hubung banding menyamakan, sedangkan pada metode agih teknik yang digunakan adalah teknik ganti. Penelitian ini menggunakan teori metafora Michael C. Haley yang mengusulkan sembilan kategori metafora, yaitu keadaan (being), benda-benda langit (cosmos), tenaga (energy), subtansi (subtace), permukaan bumi (terrestrial), benda (object), kehidupan (living), hewan (animate), dan manusia (human). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah metafora pada lirik lagu grup musik Ada Band memuat enam kategori, yaitu keadaan, benda-benda langit, tenaga, permukaan bumi, benda, dan manusia. Pada lirik lagu grup musik Ada Band tidak ditemukan kategori subtansi, kehidupan, dan hewan.

Kata kunci: metafora, kategori, cinta, dan Ada Band

(6)

PRAKATA

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah memberikan anugerah dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Skripsi ini adalah tugas akhir dari kegiatan akademik yang telah penulis lalui selama menuntut ilmu di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumeatera Utara. Adapun judul dari skripsi ini adalah Metafora Cinta Pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pembelajaran bahasa dalam bidang semantik mengenai metafora. Dalam penyelesaian skripsi ini penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik moral maupun material, baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Dr. Budi Agustono, M.S. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, dan juga Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan Wakil Dekan III.

2. Drs. Haris Sutan Lubis, M.S.P. sebagai Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

3. Drs. Amhar Kudadiri, M.Hum. sebagai Sekretaris Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

4. Dr. Mulyadi, M.Hum. sebagai dosen pembimbing saya yang telah banyak memberikan motivasi, masukan, saran, dan waktu untuk mengoreksi serta memberikan jalan keluar atas setiap permasalahan yang penulis hadapai demi kesempurnaan skripsi ini.

(7)

5. Dra. Rosliana Lubis, M.Si. sebagai dosen penguji skripsi yang telah memberikan berbagai saran, kritikan yang sangat berguna bagi penulis.

6. Drs. Asrul Siregar, M.Hum. sebagai dosen penguji skripsi yang telah memberikan berbagai arahan, masukan yang sangat baik bagi penulis.

7. Dra. Salliyanti, M.Hum. sebagai dosen penasehat akademik yang telah banyak memberikan arahan, masukan, dan berbagai motivasi selama menjalani proses perkuliahan di Program Studi Sastra Indonesia.

8. Seluruh staf pengajar Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan pengetahuan, baik dalam bidang lingusitik, sastra, serta bidang lainnya. Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Joko yang telah membantu penulis dalam hal administrasi di Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

9. Ibunda tercinta saya Poniati dan Ayahanda saya Imran yang telah sangat membantu saya dalam proses perkuliahan dan juga penelitian dalam menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada ibunda tercinta dan ayah saya yang telah memberikan kasih sayang tak terhingga serta doa dan dukungan material. Saya ucapkan juga terima kasih kepada kakak saya Devi Hafiza, Widya Rikzi, S.Si., dan adik saya Tio Aditya yang telah banyak memberi dorongan dan doa dalam menyelesaikan skripsi ini.

10. Senior-senior Sastra Indonesia yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

(8)
(9)

DAFTAR ISI

PENGESAHAN ... i

PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ...iv

PRAKATA ... v

DAFTAR ISI ... viii

BAB I PENDAHULUAN. ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 3

1.4.1 Manfaat Teoritis ... 3

1.4.2 Manfaat Praktis ... 4

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA... 5

2.1 Konsep... 5

2.1.1 Kategori ... 5

2.1.2 Metafora ... 5

(10)

2.1.3 Cinta ... 6

2.1.4 Makna ... 6

2.1.5 Lirik Lagu ... 6

2.2 Landasan Teoretis ... 7

2.3 Tinjauan Pustaka ... 9

BAB III METODE PENELITIAN ... 13

3.1 Sumber Data ... 13

3.2 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ... 15

3.3 Metode dan Teknik Analisis Data ... 16

3.4 Metode dan Teknik Penyajian Hasil Analisis Data... 17

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ... 18

4.1 Ketegori Metafora Cinta pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band ... 18

4.1.1 Kategori Keadaan (Being) ... 18

4.1.2 Kategori Benda-Benda Langit (cosmos) ... 22

4.1.3 Kategori Tenaga (energy) ... 23

4.1.4 Kategori Permukaan Bumi (terrestrial)... 28

4.1.5 Kategori Benda (object) ... 30

4.1.6 Kategori Manusia (human) ... 32

(11)

4.2 Makna Metafora Cinta pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band ... 35

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 50

5.1 Simpulan ... 50

5.2 Saran ... 50

DAFTAR PUSTAKA ... 51

LAMPIRAN 1. Data Metafora Pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band. ... 53

(12)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Metafora memiliki pengaruh yang kuat dalam kegiatan berbahasa. Metafora adalah cara seseorang untuk mengungkapkan suatu hal dengan menggunakan bentuk yang lain. Wahab (1991:71) mengartikan metafora secara longgar, yaitu ungkapan kebahasaan yang maknanya tidak dapat dijangkau secara langsung dari lambang karena makna yang dimaksud terdapat pada predikasi ungkapan kebahasaan itu. Dengan kata lain, metafora ialah pemahaman dan pengalaman akan sejenis hal yang dimaksudkan untuk perihal lain.Untuk mengungkapkan rasa cinta tersebut, manusia melakukan berbagai cara dan salah satunya dengan lagu.

Awe (dalam Yonatan, 2017:28) menyatakan lirik lagu merupakan ekspresi seseorang dalam batinnya tentang suatu hal yang sudah dilihat, didengar, maupun dialaminya. Para musisi sering menciptakan lirik lagu yang bertemakan cinta.

Metafora digunakan dalam lirik lagu untuk memperindah dan memberi variasi bahasa. Dengan metafora lagu-lagu tersebut tidak terasa kering dan pesan yang disampaikan lebih dirasakan para pendengarnya. Metafora cinta dapat membuat hati para pendengarnya hanyut akan pesan cinta yang disampaikan pada lirik lagu tersebut.

Ada Band adalah salah satu grup musik yang sangat populer dan banyak digemari oleh para kaum muda di Indonesia. Ada Band juga merupakan salah satu grup band yang mampu menggebrak dunia permusikan dan memliki segudang prestasi dengan karya-karya lagunya. Salah satu fenomena metafora cinta yang

(13)

terdapat dalam lirik lagu grup musik Ada Band dapat kita lihat seperti di bawah ini:

(1) Adakah keikhlasan

dalam palung jiwamu mengetukku (2) Haruskah kurelakan hidupku

hanya demi cinta yang mungkin membunuhku

Kata palung yang bermakna jurang yang dalam di dasar laut sementara jiwa adalah batin yang ada di dalam tubuh manusia dimana kedua kata tersebut memiliki kesamaan ciri semantis sesuatu yang dalam. Cinta dapat membuat seseorang tidak berdaya, biasanya orang yang jatuh cinta ketika mengalami patah hati menjadi tidak berdaya. Oleh karena itu cinta diungkapkan dengan kata membunuhku dimana membunuh berarti membuat seseorang tidak berdaya.

Berbicara mengenai metafora tentu saja tidak lepas dari makna yang dapat diulik lebih dalam untuk menemukan maksud dari ungkapan tersebut. Penggunaan metafora dalam lirik lagu yang bernuansa cinta merupakan suatu objek yang sangat menarik untuk dibahas. Fenomena metafora cinta yang terdapat dalam lirik-lirik lagu di atas adalah menjadi alasan mendasar penelitian ini untuk dilakukan.

1.2 Rumusan Masalah

Perumusan masalah dilandaskan atas asumsi bahwa metafora telah banyak digunakan dalam berbagai penggunaan bahasa. Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas dirumuskan masalah sebagai berikut:

(14)

1. Bagaimanakah kategori metafora cinta yang terdapat pada lirik lagu grup musik Ada Band berdasarkan model Haley?

2. Bagaimanakah deskripsi makna metafora cinta yang terdapat pada lirik lagu grup musik Ada Band?

1.3 Tujuan Penelitian

Pada dasarnya setiap penelitian memunyai tujuan yang memberikan arah dan beberapa pengertian. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Mendeskripsikan kategori metafora cinta yang terdapat pada lirik lagu grup musik Ada Band.

2. Mendeskripsikan makna metafora cinta yang terdapat pada lirik lagu grup musik Ada Band.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

1.4.1 Manfaat Teoretis

1. Menambah pengetahuan tentang kategori metafora cinta yang terdapat pada lirik lagu grup musik Ada Band.

2. Menambah penelitian pada bidang semantik tentang metafora cinta pada lirik lagu grup musik Ada Band.

(15)

1.4.2 Manfaat Praktis

1. Penelitian ini dapat dijadikan sumber acuan bagi peneliti selanjutnya tentang metafora cinta pada lirik lagu.

2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru tentang kategori dan makna metafora cinta pada lirik lagu grup musik Ada Band.

(16)

BAB II

KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep

Ada beberapa konsep yang digunakan dalam penelitian ini. Konsep yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu kategori, metafora, cinta, makna, dan lirik lagu.

2.1.1 Kategori

Kategori adalah pengelompokan sesuatu yang memiliki kesamaan ciri-ciri tertentu atau umum. Hasil pengelompokan unsur-unsur bahasa yang menggambarkan pengalaman manusia (Kridalaksana, 2008: 113).

Contoh: Kata meja, kursi, dan sapu, termasuk dalam kategori yang sama karena memiliki ciri semantis yang sama yaitu kategori benda. Contoh lain, kata senang, gembira, sedih, dan marah, termasuk ke dalam kategori yang sama karena memiliki ciri semantis yang sama yaitu kategori keadaan.

2.1.2 Metafora

Menurut Wahab (1991:65), metafora ialah ungkapan kebahasaan yang tidak dapat diartikan secara langsung dari lambang yang dipakai, melainkan dari predikasi yang dapat dipakai baik oleh lambang maupun makna yang dimaksudkan. Dengan kata lain, metafora ialah pemahaman dan pengalaman akan sejenis hal yang dimaksudkan untuk perihal lain. Untuk memperkuat pandangan Wahab, Hartmann dan F.G. Stork (dalam Purba, 2002:16) dikemukakan bahwa

(17)

metafora adalah ungkapan kebahasaan yang mana sesuatu dideskripsikan pada orang atau objek yang secara harfiah tidak dapat dipakai kecuali membandingkannya.

2.1.3 Cinta

Cinta adalah perasaan sayang yang dimiliki manusia dan biasanya disertai perasaan ingin memiliki. Pebriawati (2016: 1) mengatakan, salah satu hal abstrak yang diungkapkan melalui media bahasa adalah cinta. Memahami dan mendengar kata cinta selain cenderung bernuansa erotis, kata ini juga terkesan milik anak muda dan bukan milik orang-orang yang berkecimpung dalam kajian ilmiah.

Kesan ini memang tidak berlebihan karena memang bahasa sendiri tidak lepas dari common sense (akal sehat) yang ada di dalamnya.

2.1.4 Makna

Makna adalah arti atau maksud dari seorang penutur. Dari sudut pandang semantik, metafora selalu terdiri dari dua makna, yaitu makna kias (signifier) dan makna yang dimaksudkan (signified). Makna yang dimaksdukan dapat diungkapkan lewat serangkaian predikasi yang dapat diterapkan bersama antara lambang kias dan makna langsungnya (Wahab, 1991: 76).

2.1.5 Lirik Lagu

Lirik lagu adalah rangkaian kata-kata yang disusun untuk membentuk sebuah lagu. Awe (dalam Yonatan, 2017:28) menyatakan lirik lagu merupakan ekspresi seseorang dalam batinnya tentang sesuatu hal yang sudah dilihat, didengar, maupun dialaminya. Lirik lagu dapat diartikan sebagai realisasi dari

(18)

perasaan sesorang yang diperkuat dengan melodi dan nada sehingga pesan yang disampaikan akan lebih terasa.

2.2 Landasan Teori

Teori yang digunakan merujuk pada pendapat Haley. Wahab mengatakan studi metafora dapat dilihat berdasarkan sistem ekologi ruang persepsi manusia yang dikemukakan oleh Michael C Haley. Wahab (1991) menjelaskan bahwa metafora sudah menjadi bahan studi sejak lama, yaitu sejak zaman kuno.

Selanjutnya, Wahab mengartikan dalam defenisi yang agak longgar, metafora sebagai ungkapan kebahasaan yang maknanya tidak dapat dijangkau secara langsung dari lambang karena makna yang dimaksud terdapat pada predikasi ungkapan kebahasaan ungkapan itu.

Untuk mengetahui peranan metafora dalam sistem ekologi memakai konsep ruang persepsi manusia oleh Michael C. Haley (dalam Ching et al, (eds), 1980 : dalam Wahab,1991: 71). Metafora yang diciptakan oleh penyair digolong- golongkan lambangnya berdasarkan klasifikasi medan semantik ruang persepsi manusia model Haley yang terdiri dari:

a. Being (keadaan) yaitu metafora yang meliputi hal-hal abstrak seperti, kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian dan sebagainya. Jenis metafora ini berada paling atas dalam kategori medan semantik ruang persepsi manusia karena memiliki konsep abstrak, meskipun hal tersebut ada namun tidak dapat dihayati langsung oleh panca indra.

b. Cosmos (Benda-benda langit) yaitu metafora yang meliputi benda-benda kosmos seperti bumi, matahari, langit dan lainnya. Konsep kosmos

(19)

memiliki jarak yang jauh sebagai bagian cakrawala, meski demikian benda kosmik memliki ruang dan tempat sehingga masih bisa dicermati oleh indera manusia.

c. Energy (Energi/Tenaga) yaitu metafora yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan dengan prediksi bergerak, ruang dan tempat di antaranya api, cahaya, dan angin.

d. Subtance (Subtansi) yaitu metafora yang meliputi jenis-jenis gas dan predikasinya dapat member kelembaban, tekanan, bau, dan sebagainya.

Jenis metafora ini memiliki ruang dan dapat dicerna panca indera manusia, contoh; embu, es, uap.

e. Terrestrial (Permukaan Bumi) yaitu metafora yang objeknya menyatu dengan bumi seperti sungai, laut, gunung, dan lain-lain. Adapun yang berkaitan dengan sesuatu yang jatuh karena pengaruh gravitasi bumi atau berat badan seperti tenggelam, jatuh, juga termasuk dalam medan semantik ini.

f. Objek (Benda) yaitu metafora yang berkaitan dengan benda-benda mati dan dapat dilihat. Contoh, gelas, piring, meja, pinsil dan sebagainya.

g. Living (kehidupan) yaitu metafora yang lambang kiasnya mengacu pada kehidupan flora dan memiliki predikasi tumbuh layaknya tumbuh- tumbuhan seperti, kayu, bunga, rumput, dan lain-lain.

h. Animate (Hewan/Makhluk Bernyawa) yaitu metafora yang berlambang kias fauna yang memiliki kemampuan berlari, berjalan, terbang, melompat, umunya makhluk hidup di dunia fauna, seperti gajah, beruang, panda, burung, dan kucing.

(20)

i. Human (Manusia) yaitu metafora yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar menggunakan akal yaitu manusia dengan ragam perilakunya. Jenis metafora ini merupakan kategori medan semantik paling bawah dalam ruang persepsi manusia.

2.3 Tinjauan Pustaka

Dalam tinjauan pustaka terdapat penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini untuk meninjau secara ringkas penelitian-penelitian sebelumnya yang memberikan kontribusi terhadap penelitian ini.

Yonathan (2017) mengkaji kategori ekologi ruang persepsi manusia model Haley yang digunakan untuk menciptakan ungkapan metafora. Kedua, distribusi kategori ruang persepsi manusia model Haley yang paling menonjol. Ketiga, keadaan sistem ekologi dalam lirik lagu Iwan Fals pada album 1981-1983.

Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teoti metafora yang dikemukakan oleh Wahab (1995:

71) menjelaskan untuk mengetahui peranan metafora dalam sitem ekologi manusia memakai ruang persepsi manusia yang digunakan oleh Michael C Haley.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu Pertama,kategori ruang persepsi manusia model Haley yang digunakan untuk menciptakan ungkapan metafora dalam lirik lagu Iwan Fals tahun 1982-1983 terdiri dari 9 kategori yaitu, (1) kategori being, (2) kategori cosmos, (3) kategori energy, (4) kategori substance, (5) kategori terrestrial, (6) kategori object, (7) kategori living, (8) kategori animate, (9) kategori human. Kedua, distribusi pemakaian kategori ruang persepsi manusia model Haley yang paling menonjol untuk menciptakan ungkapan metafora dalam lirik-lirik lagu Iwan Fals pada tahun 1981-1983 yaitu kategori

(21)

human. Ketiga, berdasarkan hasil disribusi pemakaian kategori ruang persepsi manusia model Haley yang digunakan untuk menciptakan metafora dalam lirik- lirik lagu Iwan Fals pada album tahun 1981-1983, memperlihatkan bahwa adanya system ekologi yang tidak seimbang. Hal itu, dibuktikan adanya ketidak seimbangan disribusi pemakaian tiap kategori ruang persepsi manusia model Haley dalam menciptakan metafora penyair. Penelitian Yonathan memiliki kesamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama memakai teori metafora menurut pandangan Wahab dan yang membedakan penelitian ini dengan Yonathan adalah penelitian ini mengkaji metafora cinta pada lirik lagu grup musik Ada Band, sedangkan Yonathan mengkaji metafora dalam lirik lagu Iwan Fals.

Penelitian Yonathan memberi kotribusi dalam penelitian ini untuk lebih memahami dalam menganalisis kategori metafora.

Pebriawati (2016) mengkaji jenis metafora cinta, bagaimana hubungan metafora dengan budaya arab pada masa Ibn Hazm, dan bagaimana konsep cinta dalam pandangan Ibn Hazm sebagaimana yang tergambar dalam ungkapan metaforis dalam risalah ”Tauq Al-Hamamah”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori medan semantik Michael C Haley untuk mengklasifikasikan jenis metafora berdasarkan medan semantik yang digunakan pada vehicle dan mengetahui pandang Ibn Hazm tentang cinta. Selanjutnya, teori metafora cultural untuk mengetahui hubungan metafora dengan budaya arab. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan beberapa poin berdasarkan rumusan masalah yang ditentukan.

Pertama, jenis medan semantik metafora yang ditemukan terdiri dari delapan kategori, yaitu being, cosmos, energetic, substance, terrestrial, object, dan

(22)

human. Kedua, hubungan antara metafora dengan budaya arab diketahui bahwa, vehicle (pembanding) yang digunakan dalam metafora cinta (seperti, Yakud Andaluisa, tanah gersang, dan as-sahifah) banyak berhubungan dengan kehidupan masyarakat dan budaya Arab di Andalusia pada masa Ibn Hazm. Ketiga, konsep cinta pandangan dalam pandangan Ibn Hazm sebagaimana tertuang dalam metafora yaitu: 1) cinta itu paradok, 2) cinta adalah keyakinan dan kekuatan, 3) cinta adalah hal abstrak, 4) cinta tak terbatas logika logika, dan 5) cinta membutuhkan proses. Penelitian ini juga sangat membantu penulis dalam pemahaman pengkategorian metaforis berdasarkan teori ruang persepsi manusia model Haley.

Arianto (2019) mengkaji gaya bahasa kiasan metafora dalam buku syair berbahasa Arab. Data yang digunakan diambil dari buku syair Diwan Imam Syafi`iy. Teknik penelitian dilakukan dengan menguraikan tiga elemen pembentuk metafora menurut Taylor, yaitu pebanding, pembanding, dan persamaan keduanya. Medan makna mengacu pada pembanding yang menjadi kiasan, sedangkan pebanding adalah objek yang dideskripsikan. Pembanding diklasifikasi berdasarkan sembilan jenis pembanding Haley. Berdasarkan tinjauan terhadap buku syair Diwan Imam Syafi`iy, ditemukan tujuh jenis pembanding metafora, yaitu being,cosmos, energy, terrestrial, object, living, dan animate.Berdasarkan pembahasan terhadap syair dalam buku Diwan Imam Syafi`iy, dapat disimpulkan bahwa jenis metafora objek mendominasi jenis pembanding yang digunakan di dalam syair. Terdapat tujuh pembanding berjenis metafora yang tidak bergerak. Kata sarung pedang, salju, panah, emas, ludah, air liur, dan perahu termasuk metafora objek. Jadi, dapat disimpulkan bahwa

(23)

penggunaan objek benda mati banyak menghiasi perumpamaan di buku Diwan Imam Syafi`iy. Kata-kata tersebut merupakan cerminan budaya Arab yang penuh dengan perang dan pengembaraan.

Wardhani (2014) mengkaji jenis metafora yang terdapat dalam berita olahraga Superskor pada surat kabar Tribun Jogya, jenis makna metafora yang terdapat dalam berita olahraga Superskor pada surat kabar Tribun Jogya, fungsi metafora yang terdapat dalam berita olahraga Superskor pada surat kabar Tribun Jogya. Metode yang digunakan dalam penelitin ini, yaitu deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian ini yaitu pertama, jenis metafora yang terdapat dalam berita olahraga Superskor surat kabar Tribun Jogja adalah metafora keadaan (being), metafora kosmos (kosmos), metafora tenaga (energy), metafora substansional (substance), metafora permukaan bumi (terrestrial), metafora benda mati (object), metafora tumbuhan (living), metafora binatang (animate), metafora manusia (human), metafora genus ke spesies, metafora spesies ke genus, metafora spesies ke spesies, metafora analogi dan metafora sinaestik, metafora yang paling sering muncul adalah metafora analogi. Kedua, makna metafora dalam berita olahraga Superskor pada surat kabar Tribun Jogja ada dua yaitu makna gramatikal dan figuratif, yang paling sering muncul adalah makna gramatikal. Ketiga, fungsi metafora yang ditemukan pada penelitian ini terdiri dari penyebutan pemain hebat, konsep menang, konsep kalah, kerja keras, berhubungan dengan gol, aktivitas dan posisi di dalam sepakbola, benda, klasemen dan babak di dalam sepakbola, penyebutan nama tim, taktik, tempat bertanding, dan ekspresi, fungsi yang paling banyak ditemukan adalah metafora yang befungsi untuk menyebut pemain hebat.

(24)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini berupa ungkapan yang mengandung metafora cinta dalam lirik-lirik lagu grup musik Ada Band. Ada Band adalah salah satu grup musik yang sangat populer dan banyak digemari oleh para kaum muda Indonesia. Ada Band juga merupakan salah satu grup band yang mampu menggebrak dunia permusikan yang memliki segudang prestasi dalam karya- karya lagunya (https://m.liputan6.com/showbiz/read/776337/hanya-4-bulan-ada- band-raih-10-kali-platinum-awards).

Data yang digunakan dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Data primer penelitian ini adalah semua lirik lagu grup musik Ada Band terdiri dari 10 album dan mencakup 98 judul lagu yang mengandung metafora cinta. Sedangkan data sekunder yang digunakan berupa informasi lain yang berkaitan dengan judul penelitian, baik itu buku, jurnal, tesis dan sebagainya. Sumber data penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.1 Album Lagu Ada Band

No. Album The Best of Discografy (2003)

Album Metamorphosis (2003)

Album Heaven of Love (2004)

Album Romantic Rapsody (2006)

Album cinema a Story (2007)

1. Jadikan Aku Raja Kaulah Yang Terbaik Bagimu

Surga Cinta Akal Sehat

2. Seharusnya Masih (sahabatku kekasihku)

Manusia Bodoh 1001 Cara Semenit Waktu

(25)

No. Album The Best of Discografy (2003)

Album Metamorphosis (2003)

Album Heaven of Love (2004)

Album Romantic Rapsody (2006)

Album cinema a Story (2007)

3. Bilakah Seberkas Kisah Lalu

Kau Auraku Sayang Belahan Jiwa

4. Seribu Bayang Manja Setengah Hati Jalan Cahaya Lari Dari Kenyataan 5. Seberkas Kisah

Lalu

Terbuai Hitam &Putih Haruskah Kumati

Nyawa Hidupku

6. Ough Tinggalkan Saja

Dia

Kencan Rahasia Karena Wanita Ingin Dimengerti

Kau dan Dirinya

7. Belenggu dan Cinta

Sungguh Ingin Ku berlari

Kau dan

Keajaiban Kecilmu

Senandung Lagu Cinta

8. Salahkah Raihlah Wangi Dunia

Tak Bisa Lagi Menyayangmu

Pemburu Cinta

9. Tiara Kekasihmu Yang

Lain

Penjara Jiwa Pura-Pura Cinta

10. Kemanakah Biarkanku Pergi Jangan Egomu Kau Paksakan

Setinnginya Nirwana

11. Segudang Cinta Nadia

12. Langit Tujuh

Bidadari

Singgasana Cinta

No. Album Harmonious (2008)

Album Mystery Of Musical (2009)

Album Empati (2011)

Album Masa Demi Masa (2013)

Album Chemistery (2016)

1. Armada Masa Depan

Biar Mampus Saja

Kurang Makan Kurang Tidur

Intim Berdua Kucuri Lagi Hatimu

2. Kuat Dahsyat Pemujamu Lelah Kau Tak Ada

Disini

Kaulah Kesukaanku

3. Suara Kecewa Misteri Izinkan Sendiri Siap Melepasmu

4. Baiknya Masih Adakah

Cinta

Maunya Kamu Takkan Bisa Imajinasi

5. Musik Cinta Masih

Bisa Tersenyum

Sendiri Beib Percuma Bilang Cinta

(26)

No. Album Harmonious (2008)

Album Mystery Of Musical (2009)

Album Empati (2011)

Album Masa Demi Masa (2013)

Album Chemistery (2016)

6. Pemain Cinta Buang Saja Ragu

Hasrat Buah Hatiku

7. Pesona Potretmu Semakin Dekat Sumpah Mati Ku Selalu Untukmu

8. Bukan Cinta Sempurna

Takkan Bisa I’m Crazy About You

9. Mimpi Idola Serasa Beda

10. Cinta Sempurna Menjadi Yang

Terakhir

Berbeda Soal Biasa

11. Hati Tunggal Penguasa Hatimu

12. Manusia Luar

Biasa

3.2 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah metode simak, disebut metode simak karena memang berupa penyimakan; dilakukan dengan menyimak (Sudaryanto, 2015:203). Proses pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan membaca dengan seksama sumber data dan penghayatan dalam rangka pengamatan terhadap sumber data agar memperoleh data secara tepat dan cermat. Teknik yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dalam teknik SBLC alat yang digunakan ialah peneliti itu sendiri dan peneliti tidak dilibatkan langsung untuk menentukan pembentukan dan pemunculan calon data kecuali sebagai pemerhati saja (Sudaryanto, 2015: 204-205). Kemudian dilanjutkan dengan teknik catat, yaitu mengunduh teks lirik-lirik lagu grup musik

(27)

Ada Band dalam (https://g.co/kgs/4FMPuz) kemudian, langkah selanjutnya diikuti dengan membuat kode data pada setiap kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam lirik lagu yang mengandung ungkapan metaforis. Contoh pengelompokan data dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.2 Pengelompokaan Data

No Pengelompokan Data Kode Data

1.

2.

3.

Terbanglah cinta sampaikan sayangku hanya bagi dia.

Aku terlahir di dunia sebagai pemburu cinta.

Tatap matamu untuk yang terakhir siksa batinku yang mencintaimu.

(1-JL.2-AR.06)

(2.JL.5-AR.05)

(3-JL.11-ACS.07)

Keterangan kode:

1 = Nomor urut data yang diperoleh JL.2 = Judul Lagu ke-2 (Haruskah Kumati) ARR.06 = Album Romantic Rapsody Tahun 2006

3.3 Metode dan Teknik Analisis Data

Dalam analisis data penelitian ini digunakan metode padan dan metode agih. Metode padan adalah metode yang alat penentunya di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan (Sudaryanto, 2015:15).

Sedangkan metode agih adalah metode yang alat penentunya justru bagian dari bahasa itu sendiri (Sudaryanto, 2015: 18).

Teknik analisis yang digunakan dalam metode padan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP). Teknik analisis yang digunakan pada metode padan adalah

(28)

teknik hubung banding sama (HBS) dan teknik pilah unsur penentu (PUP).

Sedangkan teknik yang digunakan pada metode agih adalah teknik ganti, teknik ganti sangat berguna untuk menemukan rumusan mengenai masalah karakteristik suatu unsur satuan lingual.

(3a) Dalam palung jiwamu mengetukku.

(3b) Palung Mariana terletak di Samudra Pasifik.

Pada kalimat (3a) kata palung menunjukkan suatu perasaan di dalam jiwa manusia, sementara pada kalimat (3b) kata palung menunjukkan sebuah jurang di dasar laut. Dari kedua kalimat tersebut dapat dilihat bahwa kalimat (3a) berupa ungkapan metaforis, sementara pada kalimat (3b) tidak terdapat ungkapan metaforis.

3.4 Metode dan Teknik Penyajian Data

Setelah data dianalisis, data akan disajikan. Hasil analisis disajikan dengan metode formal dan informal. Metode formal adalah perumusan dengan apa yang umum dikenal sebagai tanda dan lambang-lambang, sedangkan penyajian informal adalah perumusan dengan kata-kata biasa, walaupun dengan terminologi yang bersifat teknis (Sudaryanto, 2015:241).

Dalam penyajian ini, data disajikan dengan penggunaan kata-kata biasa yang mana penjabarannya dapat langsung dipahami. Selain dengan kata-kata biasa penyajian data juga dilakukan dengan penggunaan tanda atau lambang.

(29)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Ketegori Metafora Cinta pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band

Kategori Metafora Cinta pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band berdasarkan klasifikasi medan semantik ruang persepsi manusia model Haley memiliki enam kategori, yaitu (1) keadaan (being), (2) benda-benda langit (cosmos), (3) Tenaga (energy), (4) permukaan bumi (terrestrial), (5) benda (object), (6) manusia (human). Berikut ini penjelasan dan contohnya.

4.1.1 Kategori Keadaan (Being)

Kategori Keadaan (being) yaitu metafora yang meliputi hal-hal abstrak seperti, kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian dan sebagainya. Jenis metafora ini berada paling atas dalam kategori medan semantik ruang persepsi manusia karena memiliki konsep abstrak. Berikut contoh dan penjelasannya.

1. JL.2-AHOL.04 Hanya kepedihan

Yang selalu datang menertawakanku Dia belahan jiwa

Pada data (1) lambang kias (signifier) terdapat pada frasa belahan jiwa. Frasa belahan jiwa memiliki makna jiwa yang terbelah menjadi dua. Dari ungkapan metaforis tersebut grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, dan sebagainya. Dari kesamaan ciri semantis ungakapan metaforis belahan jiwa dengan kategori KEADAAN (BEING), dapat disimpulkan ungkapan metaforis dalam lirik lagu di atas termasuk ke dalam kategori KEADAAN (BEING).

(30)

2. JL.1-AHOL.04

Andaikan detik itu kan bergulir kembali Ku rindukan suasana basuh jiwaku

Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu Tuk wujudkan segala sesuatu yang terlewati

Lambang kias (signifier) pada data (2) terlihat dari kata haus yang memiliki kesamaaan ciri semantis dengan kategori KEADAAN (BEING). Kata haus memiliki makna rasa ingin minum. Ungkapan metaforis haus tersebut memperlihatkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai suatu keadaan yang abstrak namun dapat dirasakan oleh panca indra.

3. JL.2-ARR.06

Aku setia menunggu semua berkembang dihati Bukan tanpa sebab bila nanti

Cinta putihku tak terbalas

Berbahagia karena cinta tumbuh wangi Dihatiku walau tak harus miliki

Kata wangi pada data (3) merupakan lambang kias (signifier) yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori KEADAAN (BEING). Kata wangi bermakna aroma yang sedap dihirup. Grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, dan sebagainya.

4. JL.3-ARR.06

Sayang berikanlah satu kesempatan Wujudkan mimpi bersamamu

Manis kan kutuangkan seluruh cinta ini Hanya padamu rasa

Lambang kias (signifier) pada data (4) terlihat dari ungkapan metaforis manis yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori KEADAAN (BEING).

Kata manis dapat dimaknai sebagai rasa manis seperti gula. Ungkapan metaforis

(31)

manis menunjukkan kalau grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

5. JL.5-ARR.06

Bagaimana mestinya

Membuatmu jatuh hati kepadaku?

Telah kutuliskan sejuta puisi Meyakinkanmu membalas cintaku

Pada data (5) lambang kias (signifier) terdapat pada frasa jatuh hati. Frasa jatuh hati dapat dimaknai seperti hati yang jatuh. Grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

Ungkapan metaforis jatuh hati pada lirik lagu di atas termasuk ke dalam kategori KEADAAN (BEING).

6. JL.7-ARR.06

Kecantikan sempurna Yang tak terlukiskan Bahagiakan diri ini Saat bersamamu

Pada data (6) dapat dilihat bahwa lambang kias (signifier) pada frasa yang tak terlukiskan yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori KEADAAN (BEING). Ungkapan yang tak terlukiskan memiliki makna tidak dapat digambar.

Grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

7. JL.5-AMDM.13

Hanya aku yang bisa membuatmu penasaran Beib nanti kamu tahu

Hanya aku yang buatmu tergila-gila

(32)

Lambang kias pada data (7) terdapat pada kata tergila-gila yang ciri semantisnya sama dengan kategori KEADAAN (BEING). Kata tergila-gila memiliki makna sangat menyukai seseorang secara berlebihan. Ungkapan metaforis tersebut menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

8. JL.2-AH.08

Cinta bisa juga membuat kita pusing Tapi cinta juga bisa memabukkan jiwa Namun cinta sangat perasa

Jangan mencoba membunuhnya

Pada data (8) lambang kias (signified) terdapat pada kata memabukkan yang ciri semantisnya sama dengan kategori KEADAAN (BEING). Kata memabukkan bermakna maknanya berasa pening dan hilang keadaran. Ungkapan metaforis memabukkan menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

9. JL.6-AC.16

Selamat datang oh buah hatiku Kau terbitkan cahaya hidupku Di sini akukan menjagamu Nilai mu lebih dari nyawaku

Pada data (9) lambang kias (signified) terdapat pada klausa lebih dari nyawaku yang ciri semantisnya sama dengan kategori KEADAAN (BEING).

Klausa lebih dari nyawaku bermakna adalah lebih berharga dari pada hidup seseorang. Ungkapan metaforis lebih dari nyawaku menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan

(33)

dengan hal-hal yang abstrak seperti kasih sayang, kebahagiaan, kesedihan, kebencian, dan sebagainya.

Pada contoh di atas ditemukan beberapa ungkapan yang sering digunakan untuk menunjukkan suatu keadaan. Frasa belahan jiwa pada data (1) biasanya digunakan saat seseorang menunjukkan rasa cintanya. Kata haus pada data (2) sering digunakan saat seseorang sedang membutuhkan air. Kata wangi pada data (3) menunjukkan keadaan aroma sesuatu. Kata manis pada data (4) dipahami untuk menujukkan rasa. Frasa jatuh hati pada data (5), kata tergila-gila pada data (7) dan klausa lebih dari nyawaku pada data (9) biasanya digunakan pada saat seseorang merasakan cinta. Frasa yang tak terlukiskan pada data (6) biasanya digunakan untuk menujukkan rasa kagum. Kata memabukkan pada data (8) dipahami sebagai suatu hal yang dapat membuat seseorang hilang kesadaran.

Ungkapan metaforis pada data (1) sampai (8) dapat dikategorikan ke dalam kategori KEADAAN (BEING) karena kesamaan ciri semnatis yang dimiliki.

4.1.2 Kategori Benda-Benda Langit (cosmos)

Kategori Cosmos (Benda-benda langit) yaitu metafora yang meliputi benda- benda kosmos seperti bumi, matahari, langit dan lainnya. Konsep kosmos memiliki jarak yang jauh sebagai bagian cakrawala, meski demikian benda kosmik memliki ruang dan tempat sehingga masih bisa dicermati oleh indera manusia. Berikut ini contoh dan penjelasannya.

10. JL.6-ARR.06

Ingin kuajak engkau menari Bermandi hangat cahaya bulan Sebagai tanda kebahagiaan Bagi semesta cinta kita

(34)

Pada data (10) lambang kias (signifier) terlihat pada klausa bermandi hangat cahaya bulan yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan ketegori BENDA LANGIT (COSMOS). Klausa bermandi hangat cahaya bulan memiliki makna membersihkan tubuh dengan air dan sabun dan juga dapat memberikan rasa segar pada tubuh di bawah cahaya bulan.

11. JL.2-AC.16

Bilakah semua berkenan kepadamu Memohon restu bumi dihadapmu

Kaulah kesukaanku dan juga kesedihanku Kemarahanku kau kesenangan sejatiku Kaulah kekuatanku dan juga kelemahanku Masa depanku kau kesayangan hidupku

Lambang kias (signifier) pada data (11) terlihat pada kata bumi yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori BENDA LANGIT (COSMOS).

Kata bumi memiliki arti salah satu jenis planet atau permukaan dunia. Dari ungkapan metaforis tersebut grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta meliputi benda-benda kosmos.

Dari contoh di atas ditemukan beberapa ungkapan yang sering digunakan untuk menunjukkan benda-benda langit. Klausa bermandi hangat cahaya bulan pada data (10) dan kata bumi pada data (11) dipahami sebagai benda-benda angkasa. Ungkapan metaforis pada data (10) dan data (11) dikategorikan sebagai BENDA LANGIT (COSMOS) karena memiliki kesamaan ciri semantis.

4.1.3 Kategori Tenaga (energy)

Kategori Tenaga (energy) yaitu metafora yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan dengan prediksi bergerak, ruang dan tempat di antaranya api, cahaya, dan angin. Berikut ini contoh dan penjelasannya.

(35)

12. JL.3-ATBD.03 Sejenak ku sadar Harapku mulai sirna Mengguncang sisi jiwaku

Hasratpun meronta, merebak dalam tanya Adilkah duniaku bawa melangkah

Lambang kias (signifier) pada data (12) terlihat pada kata mengguncang yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori TENAGA (ENERGY). Kata mengguncang memiliki makna menggoyangkan sesuatu dengan kuat sehingga membuat sesuatu menjadi tidak stabil. Dari ungkapan metaforis tersebut dapat dilihat grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai suatu hal yang memiliki kekuatan dengan prediksi bergerak, ruang dan tempat.

13. JL.9-ATBD.03 Kucium harummu Menggugah sadarmu Di tepi indah wajahmu Kutemukan api cinta

Pada data (13) lambang kias (signifier) terlihat pada kata api yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori tenaga TENAGA (ENERGY). Kata api memiliki arti suatu zat yang bersifat panas dan bercahaya yang dapat menerangi.

Ungkapan metaforis api menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan prediksi bergerak, ruang, dan tempat.

14. JL.10-ATBD.03 Dirimu selalu

Taburkan cahaya di benakku dan kalbuku Meskipun takdir tak hendaki kita 'tuk bersama Namun ku masih menyayangmu, menantiku

Lambang kias (signifier) pada data (14) terdapat pada frasa taburkan cahaya yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori tenaga TENAGA (ENERGY). Frasa taburkan cahaya ditafsirkan sebagai menghamburkan sesuatu

(36)

yang biasanya berupa benih dan kata cahaya yang bermakna sesuatu sinar yang menerangi. Grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan prediksi bergerak, ruang dan tempat diantaranya, api, cahaya, dan angin.

15. JL.1-AL.03 Jauh bersamamu

7 samudra kan kuarungi Tak satupun jua

Sanggup halangi diriku

Meski badai ombak menerjang

Ungkapan metaforis badai ombak pada data (15) merupakan lambang kias (signifier). Frasa badai ombak yang bermakna keadaan dimana cuaca buruk dengan angin kencang yang menyebabkan kuatnya gelombang air. Terlihat bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan prediksi bergerak, ruang dan tempat.

16. JL.2-AL.03

Walau badai menghadang Ingatlah kukan selalu Setia menjagamu Berdua kita lewati jalan Yang berliku tajam

Pada data (16) kata badai merupakan lambang kias (signifier) dari ungkapan metaforis di atas. Kata badai yang memiliki arti keadaan dimana cuaca buruk dengan angin kencang. Dari ungkapan metaforis badai, grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan prediksi bergerak, ruang dan tempat. Ungkapan metaforis badai yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori TENAGA (ENERGY).

(37)

17. JL.6-AM-03

Belai rambutmu hanyutkan rasa Kerinduanku wujudkan keinginan Halus sikapmu merasuk jiwa Gelora kasihmu bawaku

Terbang melayang di atas kabut cintaku

Kata terbang pada data (17) merupakan lambang kias (signifier) pada lirik lagu di atas. Kata terbang memiliki makna bergerak di udara dengan tenaga sayap. Ungkapan metaforis tersebut menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan prediksi bergerak, ruang, dan tempat. Ungkapan metaforis terbang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori TENAGA (ENERGY).

18. JL.12-AHOL.04

Kau auraku oh pancarkan sepercik harapan Datanglah merasuk, menjelma, meleburkan cinta

Lambang kias (signifier) pada data (18) terlihat pada kata meleburkan yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori TENAGA (ENERGY). Kata meleburkan memiliki makna mencairkan dan meluluhkan. Dari ungkapan metaforis tersebut grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan prediksi bergerak, ruang, dan tempat.

19. JL.8-ARR.06

Mengapa saat degup jantungku Bergetar tak sewajar biasa Ketika melihat tentang semua

Di dirimu indah dan membuatku malu

Pada data (19) lambang kias (signifier) terlihat pada kata bergetar yang ciri semantisnya sama dengan kategori TENAGA (ENERGY). Kata bergetar bermakna gerak berulang-ulang dengan cepat. Ungkapan metaforis tersebut menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai

(38)

sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan prediksi bergerak, ruang, dan tempat.

20. JL.7-ARR.06

Senandung lagu cinta Tercipta untukku Yang getarkan jiwa ini Lumpuhkan jantungku

Pada lirik lagu (20) di atas lambang kias (signifier) terdapat pada kata getarkan. Kata getarkan memiliki makna membuat sesuatu goyangan dengan cepat. Kata getarkan memiliki ciri semantis yang sama dengan kategori TENAGA (ENERGY). Dari ungkapan metaforis tersebut dapat dilihat bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan dengan predikasi bergerak.

21. JL.3-AMOM.09

Kau misteri yang mainkan rasa Hingga ku hanyut

Menyeretku ke sebuah cinta Yang penuh keindahan

Lambang kias (signifier) pada data (21) diatas terdapat pada kata hanyut yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori TENAGA (ENERGY).

Kata hanyut maknanya adalah terbawa oleh arus. Ungkapan metaforis hanyut menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang memiliki kekuatan dengan predikasi bergerak.

Pada data di atas ditemukan beberapa ungkapan yang sering digunakan untuk menunjukkan seseuatu yang berkaitan dengan energi. Kata mengguncang pada data (12) dipahami sebagai tindakan menggoyangkan sesuatu. Kata api pada data (13) dipahami sebagai sesuatu zat yang memiliki energi panas yang dapat

(39)

membakar seuatu. Frasa taburkan cahaya pada data (14) dipahami sebagai suatu sinar yang mampu bergerak dengan cepat. Frasa badai ombak pada data (15) dan kata badai pada data (16) dipahami sebagai suatu cuaca buruk disertai angin yang berkecepatan tinggi. Kata hanyut pada data (21) digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang terbawa arus. Kata terbang pada data (17) biasa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang mampu bergerak di udara. Kata meleburkan pada data (18) biasanya digunakan untuk mencairkan suatu zat yang padat. kata bergetar pada data (19) dan kata getarkan pada data (20) dipahami sebagai suatu gerakan yang berulang-ulang dengan cepat sehingga membuat suatu benda bergoyang.

Ungkapan metaforis pada data (12) sampai (21) memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori TENAGA (ENERGY).

4.1.4 Kategori Permukaan Bumi (terrestrial)

Kategori Permukaan Bumi (terrestrial) yaitu metafora yang objeknya menyatu dengan bumi seperti sungai, laut, gunung, dan lain-lain. Adapun yang berkaitan dengan sesuatu yang jatuh karena pengaruh gravitasi bumi atau berat badan seperti tenggelam, jatuh, juga termasuk dalam medan semantik ini. Berikut ini contoh dan penjelasannya.

22. JL.2-AM.03

Walau badai menghadang Ingatlah kukan selalu Setia menjagamu Berdua kita lewati jalan Yang berliku tajam

Pada data (22) lambang kias (signifier) terlihat dari klausa jalan yang berliku tajam yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori PERMUKAAN BUMI (TERRESTRIAL). Klausa jalan yang berliku tajam memiliki makna

(40)

berkelok-kelok dan curam. Grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sebuah objek yang menyatu dengan bumi atau permukaan bumi.

23. JL.5-ARR.06 Adakah keikhlasan

Dalam palung jiwamu mengetukku Ajarkanmu bahasa perasaan

Hingga hatimu tak lagi membeku

Dapat dilihat pada data (23) kata palung merupakan lambang kias (signifier) dari ungkapan metaforis tersebut. Kata palung memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori PERMUKAAN BUMI (TERRESTRIAL). Kata palung memiliki arti jurang di dalam dasar laut. Ungkapan metaforis tersebut menunjukkan grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sebuah objek yang menyatu dengan bumi.

24. JL.7-ARR.06

Jurang yang dalam pisahkan kita Yang tak mungkin untuk dilalui Biarlah lagu cinta ini

Terdengar dalam kalbu

Lambang kias (signifier) pada data (24) terlihat pada kata jurang yang ciri semantisnya sama dengan kategori PERMUKAAN BUMI (TERRESTRIAL). Kata jurang bermakna lembah yang dalam dan sempit, serta curam dindingnya.

Ungkapan metaforis tersebut menunjukkan kalau grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sebuah objek yang menyatu dengan bumi.

25. JL.10-ARR.06

Mungkin hatimu pertanyakan Ada kepastian di lubuk jiwaku

Kutelah bersumpah setia berikrar denganmu Takkan hempaskanmu yang kedua kalinya

Pada data (25) kata lubuk merupakan lambang kias (signifier) dari ungkapan metaforis di atas. Kata lubuk memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori

(41)

PERMUKAAN BUMI (TERRESTRIAL). Kata lubuk memiliki makna bagian yang dalam di sungai. Dari ungkapan metaforis tersebut terlihat jelas bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sebuah objek yang menyatu dengan bumi.

Dari data di atas ditemukan beberapa ungkapan yang sering digunakan untuk menunjukkan seseuatu yang berkaitan dengan permukaan bumi. Klausa jalan yang berliku tajam pada data (22) menunjukkan sesuatu dengan bumi. kata palung pada data (23), kata jurang pada data (24) dan kata lubuk pada data (25) merupakan sesuatu yang menyatu dengan bumi. Ungkapan metaforis pada data (22) sampai (25) menunjukkan kesamaan ciri semantis yang sama dengan kategori PERMUKAAN BUMI (TERRESTRIAL).

4.1.5 Kategori Benda (object)

Kategori Benda (Object) yaitu metafora yang berkaitan dengan benda- benda mati dan dapat dilihat. Contoh, gelas, piring, meja, pinsil dan sebagainya.

Berikut contoh dan penjelasannya.

26. JL.1-ATBD.03 Bila telah tiba

Waktuku untuk dirimu Nantikan jiwa ini Di gerbang hatimu

Pada data (26) lambang kias (signifier) dari lirik lagu di atas terlihat pada kata gerbang yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori BENDA (OBJECT). Kata gerbang bermkana pintu masuk. Ungkapan metaforis tersebut memperlihatkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai suatu benda-benda mati dan dapat dilihat.

(42)

27. JL.7-AMOM.09

Semakin jauh kepadamu Semakin takut kehilangan

Panah asmara yang menghujam jiwaku Setengah mati

Kerinduan yang menggila Di lubuk dinginku

Pada data (27) lambang kias (signifier) terlihat pada klausa panah asmara yang menghujam jantungku yang memiliki kesamaaan ciri semantis dengan kategori BENDA (OBJECT). Klausa panah asmara yang menghujam jantungku bermakna alat yang digunakan untuk menembak. Dari ungkapan metaforis tersebut grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan benda-benda mati dan dapat dilihat.

28. JL.1-AC.16

Andaikan kucuri lagi hatimu Percayalah hanya padamu cintaku Kamulah harta yang paling indah Ku sayang dan selalu ku jaga kekasih

Pada data (28) lambang kias (signified) terlihat pada kata harta yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori BENDA (OBJECT). Kata harta bermakna barang yang menjadi kekayaan. Ungkapan metaforis tersebut menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan benda-benda mati dan dapat dilihat.

29. JL.11-AHOL.04

Sementara ku menggilaimu Inginkan segudang cintamu Sampai mati desah akhir nafasku

Pada data (29) lambang kias (signified) terlihat pada kata segudang yang ciri semantisnya sama dengan kategori BENDA (OBJECT). Kata segudang bermakna sebuah tempat penyimpanan barang. Ungkapan metaforis segudang menunjukkan

(43)

grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan benda-benda mati dan dapat dilihat.

Pada data di atas ditemukan beberapa ungkapan yang sering digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang berkaitan dengan benda. Kata gerbang pada data (26), klausa panah asmara yang menghujam jantungku pada data (27), kata harta pada data (28), dan kata segudang pada data (29) menunjukkan sesuatu objek yang dapat dilihat.

4.1.6 Kategori Manusia (human)

Kategori Manusia (human) yaitu metafora yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar menggunakan akal yaitu manusia dengan ragam perilakunya. Jenis metafora ini merupakan kategori medan semantik paling bawah dalam ruang persepsi manusia. Berikut ini contoh dan penjelasannya.

30. JL.1-ATBD.03

Kekasihku tersenyumlah Bawa ku ke duniamu Jadikan aku raja bagimu Dalam istana hatimu

Pada data (30) lambang kias (signifiier) terdapat pada kata raja dimana kata tersebut memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori MANUSIA (HUMAN).

Kata raja memiliki makna seorang pemimpin atau penguasa suatu wilayah. Dari ungkapan metaforis jadikan aku raja bagimu terlihat grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai manusia yang memiliki kemampuan berpikir dengan berbagai perilakunya.

(44)

31. JL.8-ARR.06

Aku terlahir di dunia Sebagai pemburu cinta

Yang selalu haus dalam bercinta Membagi kasih sayangku

Pada data (31) dapat dilihat lambang kias (signifier) terdapat pada kata pemburu yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori MANUSIA (HUMAN). Kata pemburu memiliki makna orang yang kerjanya berburu binatang.

Ungkapan metaforis pemburu menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar.

32. JL.9-ARR.06

Tiada pernah terbayangkan Pertama kali bertemu

Sapa lembut manis menggoda merayu Mencoba menangkap hati ini

Lambang kias (signifier) pada data (32) terlihat pada kata menangkap yang ciri semantisnya sama dengan kategori MANUSIA (HUMAN). Kata menangkap bermakna memegang sesuatu yag bergerak cepat, lepas, dan sebagainya misalnya memegang binatang, pencuri dan sebagainya). Ungkapan metaforis menngkap menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar.

33. JL.8-ARR.06

Janji padamu sayang

Bahagiakan dirimu lahir dan batinku kekal yeah Karena kau jadikan ku pemenang atas cinta Bila merengkuh hidupmu

Lambang kias (signifier) pada data (33) di atas terdapat pada kata pemenang yang ciri semantisnya sama dengan kategori MANUSIA (HUMAN).

(45)

Kata pemenang memunyai makna juara. Dari ungkapan metaforis tersebut dapat dilihat bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar.

34. JL.6-AM.03

Embun pagiku maafkan aku Bila sejukmu buatku menangis Lupakan semua sikap kasarku

Bawa kembali janji sehidup semati di antara kita Yang pernah tulus terucap

Lambang kias (signifier) pada data (34) di atas terdapat pada frasa sehidup semati memiliki ciri semantis yang sama dengan kategori MANUSIA (HUMAN).

Frasa sehidup semati memiliki arti hidup dan mati akan tetap dilalui bersama.

Ungkapan metaforis sehidup semati menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar.

35. JL.1-AC.16

Andaikan kucuri lagi hatimu Percayalah hanya padamu cintaku Belahlah dadaku

Lihatlah betapa besarnya cinta ini

Lambang kias (signified) pada data (35) terlihat pada frasa belahlah dadaku yang memiliki kesamaan ciri semantis dengan kategori MANUSIA (HUMAN). Frasa belahlah dadaku bermakna membelah dada. Ungkapan metaforis belahlah dadaku menunjukkan bahwa grup musik Ada Band mengonseptualisasikan cinta sebagai sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan berpikir atau bernalar.

(46)

Pada data di atas ditemukan beberapa ungkapan yang sering digunakan untuk menunjukkan seseuatu yang berkaitan dengan manusia. Kata raja pada data (30) dipahami sebagai gelar yang dimiliki manusia sebagai pemimpin. Kata pemburu pada data (31) dan kata menangkap pada data (32) dipahami sebagai suatu tindakan yang biasanya dilakukan manusia. kata pemenang pada data (33) dipahami sebagai ketika manusia memenangkan suatu perlombaan. Frasa sehidup semati pada data (34) dan frasa belahlah dadaku pada data (35) biasa digunakan manusia pada saat menyatakan cinta. Ungkapan metaforis pada data (30) sampai (35) menunjukkan kesamaan ciri semantis dengan kategori MANUSIA (HUMAN).

4.2 Makna Metafora Cinta pada Lirik Lagu Grup Musik Ada Band

Dalam pandangan semantik metafora cinta pada lirik lagu grup musik Ada Band mengandung makna lambang kias (signifier) dan makna yang dimaksudkan (signified), berikut contoh dan penjelasannya:

1. JL.2-AHOL.04 Hanya kepedihan

Yang selalu datang menertawakanku Dia belahan jiwa

Pada lirik lagu data (1) ungkapan metaforis terlihat pada ungkapan belahan jiwa. Lambang kias (signifier) terdapat pada ungkapan belahan jiwa yang maknanya adalah ada sebuah jiwa yang terbelah menjadi dua. Sedangkan makna yang dimaksudkan (signified) adalah kekasih atau orang yang dicintai. Belahan jiwa dimaknai sebagai dua insan yang berbeda menjadi satu karena ikatan cinta.

(47)

2. JL.1-ATBD.03

Kekasih tersenyumlah Bawa ku ke duniamu Jadikan aku raja bagimu Dalam istana hatimu

Pada lirik lagu data (2) lambang kias (signifier) terdapat pada kata raja yang bermakna penguasa suatu daerah atau kerajaan. Makna yang dimaksudkan (signified) adalah pemiliki hati. Kata raja sebagai penguasa memiliki kesamaan makna dengan pemilik hati dimana dalam cinta tujuan utama adalah memiliki hati orang yang dicintai.

3. JL.1-ATBD.03 Bila telah tiba

Waktuku untuk dirimu Nantikan jiwa ini Di gerbang hatimu

Pada lirik lagu data (3) lambang kias (signifier) terdapat pada kata gerbang yang bermakna pintu masuk. Makna yang dimaksudkan (signified) adalah pada lirik lagu tersebut adalah seseorang yang memerintahkan kekasihnya untuk menunggu dirinya untuk hadir dalam hati kekasihnya tersebut. Kata gerbang digunakan untuk menunjukkan jalan masuk untuk mendapatkan hati orang yang dicintai, karena cinta adalah memiliki seseorang yang disayangi.

4. JL.3-ATBD.03 Sejenak ku sadar Harapku mulai sirna Mengguncang sisi jiwaku

Hasratpun meronta, merebak dalam tanya Adilkah duniaku bawa melangkah

Pada lirik lagu data (4) lambang kias (signifier) terdapat pada kata mengguncang yang maknanya menggoyangkan sesuatu dengan kuat sehingga membuat sesuatu menjadi tidak stabil. Makna yang dimaksudkan (signified)

(48)

adalah jiwa yang gerogi karena cinta. Biasanya orang yang sedang mencintai orang lain jiwanya tidak akan stabil karena rasa gugup.

5. JL.9-ATBD.03 Kucium harummu Menggugah sadarmu Di tepi indah wajahmu Kutemukan api cinta

Pada data (5) ungkapan metaforis terdapat pada lambang kias (signifier) frasa api cinta yang dimana api memiliki makna sesuatu zat yang bersifat panas dan bercahaya yang dapat menerangi. Makna yang dimaksudkan (signified) adalah cinta yang besar dan membara sama seperti api yang membara. Cinta dimaknai seperti sifat api yang berkobar-kobar. Karena orang yang jatuh cinta memiliki perasaan yang besar dan membara.

6. JL.10-ATBD.03 Dirimu selalu

Taburkan cahaya di benakku dan kalbuku Meskipun takdir tak hendaki kita 'tuk bersama Namun ku masih menyayangmu, menantiku

Pada data (6) lambang kias (signifie) terdapat pada ungkapan taburkan cahaya yang dimana kata taburkan bermakna menghamburkan sesuatu yang biasanya berupa benih dan kata cahaya yang bermakna sesuatu sinar yang menerangi.

Sehingga makna dari taburkan cahaya adalah menghamburkan sinar. Sedangkan makna yang dimaksudkan (signified) dari ungkapan metaforis pada lirik di atas adalah cinta menerangi hati seseorang. Pada lirik tersebut cinta diungkapkan dengan taburkan cahaya dimana cahaya dimaknai sebagai sesuatu yang dapat menerangi hati seseorang. Cinta dianggap mampu menerangi hidup manusia karena cinta memberikan kasih sayang.

(49)

7. JL.1-AL.03 Jauh bersamamu

7 samudra kan kuarungi Tak satupun jua

Sanggup halangi diriku

Meski badai ombak menerjang

Pada data (7) lambang kias (signifier) terdapat pada ungkapan metaforis badai ombak yang artinya adalah angin kencang di lautan yang menyembabkan gelombang air besar dan menyertai cuaca buruk. sedangkan makna yang dimaksudkan (signified) ungkapan metaforis badai ombak pada lirik lagu diatas mengungkapkan sebuah perjuangan sebuah cinta. Dalam mendapatkan cinta dari orang disayangi haruslah disertai dengan perjuang bagamianapun beratnya rintangan dalam mendapatkan cinta.

8. JL.2-AL.03

Walau badai menghadang Ingatlah kukan selalu Setia menjagamu Berdua kita lewati jalan Yang berliku tajam

Pada data (8) lambang kias (signifier) terdapat pada ungkapan badai yang bermakna keadaan dimana cuaca buruk dengan angin kencang. Makna yang dimaksudkan (signified) pada lirik lagu di atas adalah kesetiaan. Kata badai yang merupakan sebuah rintangan akan tetap dilalui demi cinta kepada seseorang. Pada lirik tersebut dapat dilihat bahwa kesetiaan tergambar jelas pada ungkapan metaforis walau badai menghadang. Konsep cinta terlihat karena dalam cinta pastilah diperlukan yang namanya kesetiaan.

9. JL.2-AL.03

Walau badai menghadang Ingatlah kukan selalu Setia menjagamu

Gambar

Tabel 3.1 Album Lagu Ada Band
Tabel 3.2 Pengelompokaan Data

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan interpretasi makna dari simbol-simbol yang digunakan pada de- sain cover atau sampul album grup musik DEWA diketahui terdapat kemiripan, mod- ifikasi atau bahkan

Berdasarkan penelitian dan analisis data suatu pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer merupakan

Berdasarkan analisis data penelitian dapat disimpulkan: (1) Aspek gramatikal yang digunakan pada lirik lagu Kala Cinta Menggoda karya Guruh Soekarno Putra yaitu: (a) pengacuan

Berdasarkan uraian hasil penelitian, analisis, dan pembahasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan yang terdaftar di ISSI maka dapat

Kesimpulan dari hasil penelitian ini, bahwa didalam lirik lagu “Jangan Menyerah” terdapat sebuah penderitaan manusia dan adanya penggambaran kepasrahan manusia dalam

Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh pembahasan hasil penelitian pada BAB IV disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif ( cooperative learning ) dapat

Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan metafora yang terdapat pada lirik lagu Taylor Swift di album 1989 menjelaskan kehidupan atau pengalaman