STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KB TUBEKTOMI DI BPM SRI MARTUTI KEMBANGSARI
SRIMARTANI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Disusun Oleh: SITI PATONAH
NPM: 1311153
PROGRAM STUDI D KEBIDANAN (D-3)
STIKES JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA 2015
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rakhmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan KaryaTulis Ilmiah berjudul :Gambaran Tingkat Pengetahuan IbuTentang KB Tubektomi Di BPM Sri Martuti Kembangsari Srimartani Piyungan Bantul Yogyakarta.
Karya Tulis Ilmiah telah dapat diselesaikan, atas bimbingan, arahan, dan bantuan berbagai pihak yang tidak biasa penulis sebutkan satu persatu, dan pada kesempatan ini penulis dengan rendah hati mengucapkan terimakasih dengan setulus-tulusnya kepada :
1. dr. Kuswanto Hardjo, M. Kes selaku Ketua Sekolah TinggiI lmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
2. Reni Merta Kusuma, M. Keb., selaku Ketua Prodi (D-3) Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
3. Alfie Ardiana Sari, M. Keb, selaku pembimbing Karya Tulis lmiah. 4. Ida Nursanti, S. Kep., Ns., MPH, selaku penguji usulan penelitian.
5. Sri Martuti, SST selaku bidan yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian ini.
6. Responden yang telah bersedia dan mau menjadi responden dalam penelitian saya.
7. Semua teman-teman mahasiswa Stikes Jenderal Achmad Yani yang telah membantu terselesai nya Karya Tulis Ilmiah ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kebaikan kepada semuanya, sebagai imbalan atas segala amal kebaikan dan bantuannya. Akhirnya besar harapan penulis semoga karya tulis ilmiah ini berguna bagi semua.
Yogyakarta, 2015
Penulis
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
viii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PERSETUJUAN ... iiHALAMAN PENGESAHAN ... iii
PERNYATAAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... ix DAFTAR GAMBAR ….. ... x DAFTAR LAMPIRAN ... xi INTISARI ... xii ABSTRACT ... xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 5 C. Tujuan Penelitian ... 5 D. Manfaat Penelitian... 6 E. Keaslian Penelitian ... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori ... 9
B. Kerangka Teori ... 29
C. Kerangka Konsep ... 30
D. Pertanyaan Penelitian ... 30
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ... 31
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 31
C. Populasi dan Sampel ... 32
D. Metode Sampling ... 32
E. Variabel Penelitian ... 34
F. Definisi Operasional ... 35
G. Alatdan Metode Pengumpulan Data ... 35
H. Metode Pengolahan dan Analisis Data ... 37
I. Etika Penelitian ... 39
J. Jalannya Penelitian ... 40
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian……….. 43
B. Pembahasan………... 48
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
ix
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ……… 55 B. Saran ……….. 56 DAFTAR PUSTAKA
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
ix DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.1 Keaslian Penelitian……… 8 Tabel 3.1 Definisi Operasional ... 35 Tabel 3.2 Kisi-Kisi Pertanyaan ... 36 Table 4.1 Karateristik responden berdasarkan umur, pendidikan danpekerjaan ... 44 Tabel 4.2 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB
Tubektomi di BPM Sri Martuti ... 45 Tabel 4.3 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang syarat –syarat KB Tubektomi diBPM Sri Martuti ... 45 Tabel 4.4 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang indikasi KB
Tubektomi di BPM Sri Martuti ... 46 Tabel 4.5 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti ... 46 Tabel 4.6 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat KB
Tubektomi di BPM Sri Martuti ... 47 Tabel 4.7 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti ... 47 Tabel 4.8 Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi
Di BPM Sri Martuti ... 48
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
x DAFTAR GAMBAR HalamanGambar 2.1 Alat reproduksi wanita ... 27
Gambar 2.2 Bagian yang di Tubektomi ... 27
Gambar 2.3 Tubektomi dengan cincin ... 28
Gambar 2.4 Kerangka Teori ... 29
Gambar 2.5 Kerangka konsep ... 30
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Pengolahan Data
Lampiran 2. Surat Balasan dari Lahan
Lampiran 3. Lembar Kesediaan Menjadi Responden Lampiran 4. Karateristik Responden
Lampiran 5. Kuesioner Penelitian Lampiran 6.Jadwal Penelitian Lampiran 7. Lembar Bimbingan
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
xi
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KB TUBEKTOMI DI BPM SRI MARTUTI KEMBANGSARI
SRIMARTANI PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA
INTISARI
Siti Patonah1 Alfie Ardiana Sari2
Latar Belakang : Indonesia pada saat ini memiliki jumlah peningkatan
kelahiran yang cukup tinggi. Maka pemerintah melakukan pengendalian dengan laju pertumbuhan menggunakan alat kontrasepsi. Dan berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan dengan cara wawancara terhadap 15 akseptor di BPM Sri Martuti terdapat 5 akseptor yang sudah mengetahui tentang KB tubektomi. Sedangkan 10 akseptor yang belum mengetahui tentang KB tubektomi.
Tujan : Mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang KB tubektomi di BPM
Sri Martani Kembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul.
Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di BPM Sri Martuti Kembangsari,
Srimartani, Piyungan, Bantul pada tanggal 2 februari 2015. Populasi dalam penelitian sebanyak 321 ibu dan Sampel dalam penelitian ini adalah 76 responden menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisa menggunakan analisa univariat.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu
tentang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan pengetahuan baik sebanyak 20 responden (26,3%), pengetahuan cukup sebanyak 21 responden (27,6%), pengetahuan kurang sebanyak 35 responden (46,1%).
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu tentang KB tubektomi di BPM Sri
Martuti Kembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul dapat dikategorikan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 35 responden (46,1%).
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, KB Tubektomi 1
Mahasiswa Program Studi (D-3) Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
2Dosen Program Studi (D-3) Kebidanan Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
xi
THE DESCRIPTION GRADE KNOWLEDGE MOTHERS EVENT PLANNING CONTRACEPTION TUBEKTOMI IN PRIVATE
PROFESSION PRACTICE MIDWIFE SRI MARTUTI
KEMBANGSARI, SRIMARTANI, PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA
ABSTRACT
Siti Patonah1, AlfieArdiana Sari2
Background: Indonesia currently has an increased number of births is high enough. Then the government to control the growth rate using the tool contraceptives. And based on preliminary studies that researchers do by way of interviews with 15 acceptors in BPM Sri Martuti there are 5 acceptors who already know about KB tubektomi. While the 10 acceptors who do not know about KB tubektomi.
Objective : Knowing the mother's level of knowledge about family planning tubektomi in BPM Sri MartaniKembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul.
Methods: This study design using quantitative descriptive design. This research was conducted in Sri MartutiKembangsari BPM, Srimartani, Piyungan, Bantul on 2 February 2015. The population in the study of 321 mothers and sample in this research is 76 respondents using accidental sampling technique. The research instrument was a questionnaire. Analyzed using univariate analysis.
Results: The results showed the level of knowledge of mothers about family planning tubektomi in Sri Martuti BPM knowledge can be categorized either as many as 20 respondents (26.3%), sufficient knowledge of as many as 21 respondents (27.6%), lack of knowledge as much as 35 respondents (46, 1%). Conclusions: The level of knowledge of mothers about family planning tubektomi in BPM Sri MartutiKembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul less knowledge can be categorized as many as 35 respondents (46.1%).
Keywords: Knowledge Level, KB Tubektomi.
1
A student of Diploma 3 Midwifery Study Program of Stikes General AchmadYani Yogyakarta
2
A Counseling lecturer of Diploma 3 Midwifery Study Program of Stikes General AchmadYani Yogyakarta
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Salah satu tolak ukur pembangunan nasional adalah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, semakin berkualitas maka kesejahteraan masyarakat semakin baik pula (Notoatmodjo, 2007). Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerintah melakukan pembangunan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah mengatasi kependudukan antara lain sumber daya manusia yang rendah dan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat (Winkjosastro, 2010).
Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000 per tahun.Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan Keluarga Berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan Keluarga Berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi, dikhawatirkan hasil pembangunan tidak akan berarti (Manuaba, 2006).
Usaha pemerintah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk dilaksanakan melalui program keluarga berencana (KB), sebab jika tidak meningkatkan peserta KB, jumlah penduduk Indonesia akan mengalami ledakan yang luar biasa. Program KB juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama peningkatan
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
derajat kesehatan yang akan berpengaruh menurunkan tingkat kematian, terutama kematian bayi dan anak (Anggraini dan Martini, 2012).
Program KB merupakan salah satu program upaya untuk peningkatan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga, dengan cara pengaturan kelahiran anak, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahuan dan kesejahteraan keluarga. KB juga untuk menyelenggarakan pelayana kesehatan reproduksi yang berkualitas dan mengendalikan angka kelahiran yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas penduduk dan mewujudkan keluarga-keluarga kecil berkualitas (Sulistyawati, 2011).
Menurut data Survei Kesehatan dan Demografi Indonesia tahun 2012 kesehatan masyarakat pada metode kontrasepsi mantap masih rendah jumlah peserta KB yang memakai kontrasepsi tubektomi 3,2% (SDKI 2012). Padahal tubektomi merupakan alat kontrasepsi yang dianggap sangat efektif, murah dan aman dalam menghentikan kehamilan.
Pasangan Usia Subur (PUS) adalah berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal terutama organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Ini dibedakan dengan perempuan usia subur yang berstatus janda atau cerai. Pada masa ini pasangan usia subur 2
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
harus dapat menjaga dan memanfaatkan reproduksinya yaitu menekan angka kelahiran dengan metode keluarga berencana sekarang jumlah dan interval kehamilan dapat diperhitungkan untuk meningkatkan kualitan reproduksi dan kualitas generasi yang akan datang (Suparyanto, 2012). Dengan harapan wanita PUS yang sudah memiliki anak yang lebih dari 2 dapat memilih tubektomi sebagai alat kontrasepsinya.
Hasil pembinaan peserta KB aktif seluruh keluarga per metode kontrasepsi di kota Bantul pada tahun 2012 yang menjadi peserta KB aktif berjumlah 122,697 meliputi Suntik jumlah peserta 59,306 (48.34%), Pil jumlah peserta 13,336 (10.87%), Implan jumlah peserta 6,282 (5.12%), IUD jumlah peserta 27,995 (22.82%), MOP jumlah peserta 1,234 (1.01%), MOW jumlah peserta 6,408 (5.22%), Kondom jumlah peserta 8.136 (6.63%) (Dinkes Propinsi, DIY, 2012).
Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya ini dapat bersifat sementara maupun bersifat permanen dan upaya ini dapat dilakukan dengan menggunakan cara,alat atau obat-obatan (Proverawati, 2010). Kontrasepsi mantap wanita atau dalam bahasa Medis Tubektomi adalah kreasi baru kontap wanita.Tubektomi dalam gerakan keluarga berencana nasional diterima masyarakat dengan meningkatkan jumlah peserta yang semakin muda. Dengan usia sekitar 30 tahun diperlukan waktu cukup lama untuk mencapai klimakterium secara alami. Peserta metode
3
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
operasi wanita yang relatif muda tidak boleh menderita gangguan hormonal karena medis teknis operasinya (Manuaba, 2010).
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan atau perilaku seseorang, dimana pengetahuan akan membentuk perilaku seseorang dalam kehidupan bersosialnya (Notoatmodjo, 2007). Berdasarkan penelitian Ismiyatin tentang pengetahuan ibu post partum tentang KB MOW (Tubektomi) di RSU Assalam Gemolong Sragen, dapat dikategorikan pengetahuan baik sebanyak 3 responden (8,3%), pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (77,8%), pengetahuan kurang 5 responden (13,9%).
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di BPM Sri Martuti Piyungan pada 15 orang akseptor KB. Didapatkan hasil wawancara tentang KB Tubektomi, 5 orang yang sudah mengetahui tentang KB Tubektomi dan 10 orang yang belum mengetahui KB Tubektomi, dikarenakan pengguna akseptor KB yang masih sedikit khususnya pada akseptor KB Tubektomi. Hal ini selaras dengan data yang diperoleh dari Dinkes Propinsi, DIY, 2012 yang menyatakan
4
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
untuk akseptor KB MOW hanya (5,22%) dari seluruh peserta KB aktif per metode kontrasepsi.
Berdasarkan dari uraian tersebut, penting sekali untuk dilakukan penelitian tentang „‟Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian Latar Belakang diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:” Bagaimana Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta?”
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
2. Tujuan Khusus
a. Diketahui gambaran pengetahuan ibu tentang pengertian KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
b. Diketahui gambaran pengetahuan ibu tentang syarat-syarat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
c. Diketahui gambaran pengetahuan ibu tentang Indikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
d. Diketahui gambaran pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KBTubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
e. Diketahui gambaran pengetahuan ibu tentang manfaatKB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
f. Diketahui gambaran pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi bagi ilmu kesehatan khususnya kebidanan yang berhubungan dengan gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
2. Manfaat Praktis a. Bagi Responden
Dapat menjadi tambahan informasi tentang KB yang cocok bagi ibu dan bila akan beralih kontrasepsi ke KB Tubektomi merasa yakin akan pilihannya.
b. Bagi Tenaga Pelayanan Kesehatan
Dapat meningkatkan pelayanan dalam memberikan konseling KB, sehingga Pasangan Usia Subur (PUS) dapat menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai.
c. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat menjadikan referensi atau tambahan wawasan dalam pengetahuan tentang KB Tubektomi. d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi atau data dasar dalam melakukan penelitian selanjutnya.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
E. Keaslian Peneliti Tabel 1.1 Keaslian Penelitian
Keaslian
Peneliti Metode Hasil Peneliti Perbedaan
1. Ismiyatin (2012) Tingkat
Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang
KB MOW
(Tubektomi) Di
RSU Assalam
Gemolong Sragen
2. Herlinawati (2012) Faktor- faktor yang berhubungan dengan pemakaian tubektomi pada wanita pasangan usia subur 3. Sylviani, Y, V (2014) Gambaran Pengetahuan Ibu PUSTentang KB MOW
Desain peneliti ini menggunakan rancangan
Deskriptif kuantitatif.
Populasi dalam penelitian sebanyak 36 responden dan sampel dalam penelitian ini adalah 36 responden menggunakan teknik Sampling jenuh. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan penelitian menggunakan variable tunggal.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif- analitik dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah
populasi sebanyak 255 akseptor. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner.
Penelitian ini adalah survei dengan rancang penalitian potong lintang menggunakan metode wawancara mendalam dilanjutkan kuesioner terstruktur. Hasil Penelitian pengetahuan baik sebanyak 3 responden (8,3%) pengetahuan cukup sebanyak 28 responden (77,8%), pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (13,9%). Berdasarkan umur 25-35 tahun 53 responden (61,6%), dibandingumur >35 tahun 33 responden (38,4%), pendidikan rendah 63 responden (73,3%), disbanding pendidikan tinggi 23 responden (26,7%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan pada tingkat baik 21 orang (42,0%), tingkat cukup 11 orang (36,7%), tingkat kurang 4 orang (66,7%). Perbedaan Peneliti ini adalah menggunakan teknik Sampling jenuh.
Perbedaan Peneliti ini adalah menggunakan deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional. Perbedaan peneliti ini adalah survei dengan rancang penelitian potong lintang menggunakan wawancara mendalam. 8
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Sri Martuti yang terletak di Dusun Kembangsari, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Propinsi Yogyakarta. Letak BPM Sri Martuti cukup strategis dan mudah dijangkau kendaraan karena letaknya dekat dengan jalan raya.
Tenaga kesehatan yang ada di BPM Sri Martuti ada 3 orang bidan. Fasilitas yang ada yaitu 1 ruang periksa, 1 ruang bersalin, 3 ruang nifas dan 2 kamar mandi. Pelayanan yang menjadi unggulan di BPM Sri Martuti adalah pelayanan keluarga berencana (KB), karena pada pelayanan KB dilakukan sesuai prosedur seperti Anamnesa, konseling, pemasangan alat kontrasepsi dan kunjungan ulang. Pelayanan yang diberikan di BPM Sri Martuti adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan keluarga berencana (KB), Anenatal Care (ANC), pelayanan persalinan 24 jam, pelayanan nifas, imunisasi dan kesehatan umum.
2. Karakteristik Responden
a. Karakteristik responden berdasarkan umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, karakteristik responden dapat didiskripsikan sebagai berikut.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Tabel 4.1
Tabel Karakteristik Responden Berdasarkan Umur, Pendidikan, dan Pekerjaan
No Karakteristik Responden Frekuensi Persentase (%)
1 Umur < 20 Tahun 12 15.8 20-35 Tahun 49 64.5 > 35 Tahun 15 19.7 2 Pendidikan SD 17 22.4 SMP 15 19.7 SMA 39 51.3 S1 5 6.6 3 Pekerjaan Tidak Bekerja 40 52.6 Petani/Pedagang 13 17.1 Pegawai swasta 20 26.3 PNS 3 3.9 Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa umur responden sebagian besar adalah antara 20 - 35 tahun yaitu 49 responden atau 64,5%. Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah SMA yaitu 39 responden atau 51,3%. Sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 40 responden (52,6%).
3. Tingkat pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
a. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
Tabel 4.2
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul
Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 20 26.3
2 Cukup 21 27.6
3 Kurang 35 46.1
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 35 responden atau 46.1%.
b. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang syarat-syarat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Tabel 4.3
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang syarat-syarat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan,
Bantul Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 54 71.1
2 Cukup 12 15.8
3 Kurang 10 13.2
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang syarat-syarat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah baik yaitu 54 responden atau 71,1%.
c. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang Indikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Tabel 4.4
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang Indikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul
Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 25 32.9
2 Cukup 20 26.3
3 Kurang 31 40.8
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang Indikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 31 responden atau 40.8%
d. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Tabel 4.5
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan,
Bantul Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 17 22.4
2 Cukup 16 21.1
3 Kurang 43 56.6
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 43responden atau 56.6%
e. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Tabel 4.6
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul
Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 38 50.0
2 Cukup 11 14.5
3 Kurang 27 35.5
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah baik yaitu 38 responden atau 50%
f. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Tabel 4.7
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan,
Bantul Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 7 9.2
2 Cukup 17 22.4
3 Kurang 52 68.4
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 52 responden atau 68,4%
g. Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Tabel 4.8
Gambaran Tingkat pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
No Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
1 Baik 20 26.3
2 Cukup 21 27.6
3 Kurang 35 46.1
Total 76 100
Sumber : Data Primer Diolah, 2015.
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah cukup yaitu 24 responden atau 48%.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
B. Pembahasan
1. Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta.
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 35 responden atau 46,1%.
Banyaknya responden dengan tingkat pengetahuan rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor jarangnya responden mendapat penyuluhan yang diperoleh dari dinas terkait. Berdasarkan notoatdmojo (2010), menunjukan bahwa penyuluhan sangat penting bagi masyrakat dalam mendapatkan informasi. Semakin seringnya masyarakat memperoleh informasi dari penyuluhan maka akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin membaik (Notoatmodjo, 2010).
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2012) yang menyatakan bahwa pertisipasi penyuluhan memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang pengertian KB Tubektomi.
2. Tingkat pengetahuan ibu tentang syarat-syarat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang syarat-syarat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah baik yaitu 54 responden atau 71,1%.
Banyaknya responden dengan pengetahuan baik dikarenakan sebagian besar responden hidup dilingkungan dengan kondisi masyarakat yang aktif bersosialisasi. Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, dimana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat kelompoknya. Cara berpikir seseorang akan dipengaruhi lingkungannya dalam memperoleh suatu pengalaman. Seseorang memperoleh suatu kebudayaan dalam hubungannya dengan orang lain, karena hubungan ini seseorang mengalami suatu proses belajar dan memperoleh suatu pengetahuan (Notoatmodjo, 2012). Pengalaman pribadi dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan, hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu (Notoatmodjo, 2012).
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Muliana (2013) yang menyatakan bahwa faktor lingkungan memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang syarat-syarat KB Tubektomi.
3. Tingkat pengetahuan ibu tentang Indikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang Indikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 31 responden atau 40,8%.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Banyaknya responden yang mempunyai pengetahuan kurang dipengaruhi oleh faktor karakteristik responden yaitu pekerjaan. Banyaknya responden yang mempunyai pengetahuan kurang dipengaruhi oleh beberapa faktor karakteristik responden yaitu pekerjaan responden. menurut karakteristik responden paling banyak adalah tidak bekerja sebesar 40 responden (52,6 %). Bahwasanya pengetahuan seseorang juga dapat diperoleh baik secara langsung maupun tidak langsung selaras dengan lingkungan dan interaksi sosial individu tersebut.
Menurut Solihin (2005), tidaknya adanya pekerjaan mempunyai pengaruh pada pengetahuan seseorang. Orang-orang yang tidak bekerja biasanya mempunyai wawasan yang lebih sedikit dibandingkan orang yang bekerja. Sumber informasi baru bagi mereka yang tidak bekerja akan lebih terbatas daripada yang bekerja.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Muliana (2013) yang menyatakan bahwa faktor pekerjaan memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang indikasi KB Tubektomi.
4. Tingkat pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang kontraindikasi KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 43 responden atau 56,6%.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Banyaknya responden yang mempunyai pengetahuan kurang dipengaruhi oleh faktor karakteristik responden yaitu faktor pendidikan dimana sebagian besar responden pendidikan SLTA memiliki pengetahuan kurang sebanyak 39 responden (51,3 %), sedangkan teori yang dikemukakan oleh Cahyonoputra (2009), pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Dan menurut Wawan dan Dewi (2010), berpendapat pendidikan dapat mempengaruhi seseorang dan perilakunya termasuk pola hidup terutama dalam memotivasi untuk sikap berperan serta dalam pembangunan. Karena pendidikan sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang karena biasanya orang yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah menangkap informasi baik secara langsung atau tidak langsung.
Penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2012) pun menyatakan bahwa faktor pendidikan memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang kontraindikasi KB Tubektomi.
5. Tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah baik yaitu 38 responden atau 50,0%.
Banyaknya responden dengan tingkat pengetahuan baik dipengaruhi oleh beberapa faktor karakteristik responden yaitu umur. Mayoritas umur
52
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
responden memiliki umur 20-35 tahun sebanyak 49 responden (64,7%). Umur mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Secara umum usia produktif akan lebih sulit menerima informasi karena pada usia ini, seseorang lebih dapat menyesuaikan diri dalam kesibukan masyarakat dan pekerjaan utama mereka. Sehingga memiliki keterbatasan waktu dalam mencari informasi di melalui media. Hal inilah yang menunjukan bahwa setiap individu tidak terlibat aktif dalam mencari serta mendapatkan informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan individu termasuk informasi tentang kontrasepsi yang sesuai untuk individu tersebut.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2012) yang menyatakan bahwa factor manfaat memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang pengertian KB Tubektomi.
6. Tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa Tingkat pengetahuan ibu tentang efek samping KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 52 responden atau 68,4%.
Banyaknya responden dengan tingkat pengetahuan kurang dipengaruhi faktor karakteristik responden yang sebagian besar adalah berpendidikan SMA 27 responden (54%). Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
pendidikan formal. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Faktor pendidikan SMA memiliki kemampuan dalam hal mengakses informasi melalui internet maupun sampai mengikuti penyuluhan informasi yang kadang disediakan.
Penelitian yang dilakukan oleh pipit (2011) pun menyatakan bahwa faktor pendidikan memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang efek samping KB Tubektomi.
7. Tingkat gambaran pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa Tingkat gambaran pengetahuan ibu tentang KB Tubektomi di BPM Sri Martuti, Kembangsari Srimartani Piyungan, Bantul Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu 35 responden atau 46,1%.
Banyaknya responden yang mempunyai pengetahuan kurang dipengaruhi oleh beberapa faktor karakteristik responden yaitu pekerjaan responden. menurut karakteristik responden paling banyak adalah tidak bekerja sebesar 40 responden (52,6 %). Orang-orang yang bekerja biasanya mempunyai wawasan yang lebih luas dibandingkan orang yang tidak bekerja. Sumber informasi baru bagi mereka yang bekerja akan lebih banyak dari yang tidak bekerja. Mereka bisa mendapatkan informasi di jalan, tempat kerja dan sebagainya. Ibu yang tidak bekerjan hanya di sibukkan dengan pekerjaan rumahnya sehinnga tidak dapat mengakses informasi dari luar.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pipit (2011) yang menyatakan bahwa faktor pekerjaan memberikan pengaruh kepada pengetahuan responden tentang pengertian KB Tubektomi.
C. Keterbatasan Penelitian
Pada saat pengisian kuesioner, responden mengisi kuesioner tidak terisi penuh karena tidak semua responden merasa paham dengan dengan istilah
kalimatnya.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan di atas maka kesimpulan yang dapat diambil adalah:
1. Tingkat Pengetahuan ibu tentang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan kurang berdasarkan pengetahuan pengertian sebanyak 35 responden (46,1%).
2. Tingkat Pengetahuan ibu tentang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan baik berdasarkan pengetahuan syarat-syarat sebanyak 54 responden (71,1 %).
3. Tingkat Pengetahuan ibu tenang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan kurang berdasarkan pengetahuan indikasi sebanyak 31 responden (40,8 %).
4. Tingkat Pengetahuan ibu tenang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan kurang berdasarkan pengetahuan kontraindikasi sebanyak 43 responden (56,6 %).
5. Tingkat Pengetahuan ibu tenang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan baik berdasarkan pengetahuan manfaat sebanyak 38 responden (50,0 %).
6. Tingkat Pengetahuan ibutenang KB tubektomi di BPM Sri Martuti dapat dikategorikan kurang berdasarkan pengetahuan efek samping sebanyak 52 responden (68,4 %).
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
B. Saran
1. Bagi BPM Sri Martuti
Diharapkan dengan penelitian ini tenaga kesehatan (bidan) di BPM Sri Martuti dapat meningkatkan mutu pelayanan melalui konseling dan penyuluhan tentang KB tubektomi kepada calon akseptor sehingga akseptor (PUS) dapat mengambil / memilih metode lain yang sesuai.
2. Bagi Responden
Diharapkan tetap menggunakan kontrasepsi yang sesuai dengan keadaan responden dan meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti penyuluhan serta mencari informasi melalui media masa.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan metode yang berbeda, mengembangkan variable penelitian.
4. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi dan wawasan dalam pengetahuan tentang KB Tubektomi.
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
DAFTAR PUSTAKA
Affandi. (2006). Plus-plus Kontrasepsi Oral.http://www.plus-plus-kontrasepsi.com Diakses tanggal 26 Januari 2014.
Anggraini, Y, Martini. ( 2012). Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Rohima Press.
Arikunto, S. (2006) .Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta: Rineka Cipta.
Budiarto, E. (2003). Metodologi Penelitian Kedokteran.Jakarta: EGC. Cahyonoputra, 2009, Pengetahuan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Diakses http://forbetterhealth wordpress.com, 20 Maret 2015
Dinkes. (2012). Peserta KB Aktif Menurur Jenis Kontrasepsi. Prop. Daerah Istimewa Yogyakarta.
Handayani. (2010). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta:Pustaka Rihana.
Hartanto, H. (2004). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Hidayat, (2007). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data, Jakarta: Salemba Medika.
Ismiyatin, (2012). Tingkat Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang KB MOW
(Tubektomi) Di RSU ASSALAM Gemolong Sragen.
Manuaba, I. A. C. (2010). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan Masyarakat,Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka cipta
. (2010). Ilmu Kebidanan.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta: Rineka cipta. Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
STIKES JENDERAL A. YANI YOGYAKARTA
PERPUSTAKAAN
Proverawati, A. (2012). Panduan Memilih Kontrasepsi.Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Saifuddin, A. B, Affandi, B, Baharuddin, M, Soekir, S. (2010). Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakartaa: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawiroharjo.
Sugiyono. (2007). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sulistyawati, A. (2011). Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Salemba Medika.
Sylviani, Y, V. (2014). Gambaran Pengetahuan Ibu PUS Tentang KB MOW Di
Kwasen Desa Srimartani Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul:
Universitas Respati Yogyakarta.
Wawan, A. dan M. Dewi. (2011). Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, Dan Prilaku Manusia.Nuha Medika : Yogyakarta.
Wiknjosastro, H. (2008). Ilmu Kebidanan.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.